Selasa, 29 Maret 2011

Lelah Hati















Ingin marah
Ingin teriak
atasmu, padamu, untukmu

Tak hendak memukulmu
apalagi mencaci, bahkan memaki
Tak hendak membunuhmu
apalagi menerormu sampai menghajarmu
Itu bukan aku
Dan ku tak mau

aku butuh kamu
aku mau kamu
aku inginkanmu
dan tentu saja, aku selalu sayang kamu

Tapi...
Lagi dan lagi, kamu sakiti aku
menghujam jantung, merobek asa ku akan mu
Sekali lagi, kamu lukai aku
tepat di hatiku, menguapkan hormatku padamu

Kini aku lelah
Terasa hingga ke rusuk paling dalam
Menjalar luas dalam otakku

Apa yang kaupikirkan saat berteriak padaku
Apa yang kau lihat saat mencengkeramku
Apa yang kau rasa saat memakiku

Noda yang dulu kau tinggalkan, belum juga hilang
dan kuabaikan
Noktah yang sempat kau buat masih melekat
dan tak kupedulikan
Luka yang kau goreskan, belum juga kering
dan tak ingin kupikirkan

Sampai kapan kamu begitu
Sampai kapan aku begini
Tak ingatkah kamu akan janjimu
untuk selalu menjagaku
Tak ingatkah kamu akan ucapmu
untuk selalu mencintaiku

Dan lelah kembali menderaku
memberontak hatiku
merongrong jiwa dan batinku

Entah bagaimana jalan cerita kita nanti
aku hanya percaya bahwa kau akan berubah
kembali seperti dulu

Bukan karena aku bodoh
bukan juga karena ku lemah

Tapi karena cinta, aku bertahan
Karena percaya, aku lanjutkan
Dan sampai detik inipun aku inginkan


*Cinta adalah tentang ketulusan"

Kamis, 20 Januari 2011

Selamat Hari Burung.....














Banyak yang telah diraih....
Pun banyak yang telah dicapai....
Tuhan begitu sayang kamu hingga semua diberinya untuk mu...
Entah apa istimewanya kamu...
Hingga banyak orang yang sayang kamu...
Banyak yang merasa marah saat kamu tersakiti....


Banyak doa dipanjatkan untukmu....
Pun banyak pengharapan disampaikan padamu....
Semua itu sebentuk perhatian mereka buat kamu...
Entah pesona apa yg ada dalam dirimu...
Hingga mampu memalingkan wajahku untuk melihat ke arahmu...
Dan banyak orang menyapamu ramah....


Aku tahu kini...
Kamu punya hati yang tulus...
Kamu punya rasa yang lembut....
Kamu punya cinta yang luar biasa...


Tetaplah begitu...
Dan aku akan mendoakan untuk kebaikanmu, kesehatanmu, kesuksesanmu dan pastinya kebahagiaanmu...


Selamat Hari Burung....
Salam sayangku untukmu...
Selalu...


*Untuk senyum indah hari ini*

Selasa, 03 Agustus 2010

Paling Benar VS Sok Benar!!!!

Kemarin saya membaca status salah satu situs jejaring sosial milik seseorang di situs jejaring sosial saya. Begini bunyi statusnya,

"Dasar wanita setan ngk tahu diri, ngak ada enaknya liat loe drumah ato di ktr, dasar setan"

Saya penasaran dengan status-status sebelumnya, saya buka profilnya dan ternyata tidak hanya status diatas saja yg berisi kata-kata kasar, pada hari-hari sebelumnya, masih banyak status yang berisi hujatan, kemarahan, ketidakpuasan dengan kata-kata kasar. Sedikit membuat kaget dan membuat saya jadi berfikir, apakah seseorang itu ketika merasa terancam dan terasingkan akan bersikap seperti seorang kanak-kanak yang justru merugikan dirinya sendiri. Mungkin tujuannya untuk melampiaskan kemarahan, ketidaksukaan, ketidakpuasan atau sekedar mencari perhatian atau sensasi. Yeah, Who knows?


Tapi rasanya, kok tidak bijak yach, kalo sebuah kata-kata kasar diumbar sembarangan di sebuah situs jejaring sosial yang notabene didalam "friendlist" nya saya lihat ada anak-anak juga. Dalam profilnya juga jelas terlihat bahwa usia si empunya account ini bukan lagi anak-anak atau remaja, tapi sudah cukup berumur, meskipun tidak bisa dibilang berumur sebaya...(^_^)


Setiap orang bebas berekspresi, bebas bersuara, bebas berimajinasi, dsb. Tapi...., hehehe....(teteup yach ada tapinya) dalam mengekspresikan kebebasan tersebut ada hal yang perlu dipikirkan juga, yaitu efek atau dampak baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Tapi masalah efek ini, ya lagi lagi balik ke orangnya masing-masing....hehehe


Biasanya orang akan merasa dirinya benar bahkan paling benar, terlepas dari apakah itu benar yang "sebenarnya" atau hanya karena dalam posisi terjepit sehingga membenarkan diri untuk melakukan hal-hal yang dianggapnya benar. Nah, ujung-ujungnya pembelaan diri terhadap sikap dan perilakunya sehingga akan semakin membenarkan apapun yang tidak benar....Nah Loh!!!! (ya sudahlah) hehehe....


Tidak ada maksud untuk menghujat apalagi menghakimi siapapun yang bersikap demikian, saya hanya bermaksud mengingatkan diri saya sendiri, semoga bisa menjadi introspeksi buat saya sendiri...sekaligus mengajak teman-teman untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi informasi yang sudah sangat membantu kita. Tentunya kita tidak mau donk, kalau situs jejaring sosial yang ada akhirnya ditutup hanya karena kesalahan pemanfaatan yang merugikan banyak orang.


Bukannya mau sok menggurui, tapi sedikit mengganggu pikiran juga sih...


Saya punya cerita soal hal ini...keponakan saya, Shaden yang masih polos dan sangat di jaga kegiatan dan aktivitasnya baik didalam maupun dluar rumah oleh mamanya, papanya, omanya, opanya, baby sitter yang masih saudara, juga omnya dan tantenya....(hehehe lebay). Suatu siang pulang dari playgroup dia tanya kepada sang kakak yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, "kakak, *amflet itu apa sih?" (maaf saya sensor, tapi saya yakin sebagian remaja dan dewasa yang membaca paham dengan kata yang diucapkan tersebut). mungkin maksud si kecil bilang "Kam*ret"dan saya yang berada dekat dengan si kakak cukup terkaget-kaget mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut si keponakan imut. Pun omanya yang tak lain mama saya, sampai terbengong-bengong mendengar pertanyaan Shaden, mungkin sambil berpikir juga mau menjelaskan seperti apa supaya tidak sulit ditangkap anak-anak seusia mereka. HUUHFF...


Nah, berawal dari banyak hal-hal seperti cerita saya diatas, kemudian kumpul-kumpul dengan teman-teman yang sudah berumah tangga dan telah mempunyai anak, kekhawatiran mulai muncul dalam diri para ibu-ibu maupun bapak-bapak muda. Saya jadi tergerak untuk membuat sebuah catatan kecil ini.


Sejatinya, seluruh jejaring sosial yang diciptakan, sangat memudahkan kita dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan teman, sahabat, keluarga, kerabat maupun rekan bisnis. Bukan untuk saling menghujat dengan kata-kata kasar apalagi untuk saling mencaci dan memaki bahkan sampai menipu seperti yang banyak terjadi akhir-akhir ini.


Yach semoga saja kita lebih bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi yang sangat
memberikan kemudahan bagi kita.



*Ooow...ternyata banyak yach, hal yang tidak sengaja maupun sengaja bisa merugikan orang lain*

Senin, 02 Agustus 2010

Senja di Papua (Part 1)

Detik jam sudah mencapai angka 12 dan langit masih sangat terang....
Sebuah nyanyian khas kota ini samar-samar mulai terdengar, sebuah nyanyian menyambut malam tiba, nyanyian anak-anak yang merindukan damainya suasana senja....
Debur suara ombak saling berkejaran, gelombangnya semakin meninggi sore ini, diujung sana batas cakrawala tampak jelas membelah langit dan lautan....matahari masih belum juga tenggelam, sinarnya masih terang tapi tidak seterik siang tadi...
Tawa renyah anak-anak saling bersahutan bersahutan, sesekali sebuah teriakan dalam sebuah canda terdengar....

Angin berhembus pelan, semilirnya mengacak-acak rambut dan aku membiarkannya, tiupannya meliukkan layang-layang diatas sana, dua layang-layang saling bertautan beradu kekuatan benang dan strategi bagi pemainnya, hingga salah satu putus dan layang-layang menari-nari bersama tiupan angin...anak-anak kecil berlari ke arahku, sambil bernyanyi-nyanyi kecil, mereka mengejar layang-layang yang jatuh di dekatku..."sore kakak", sapa mereka kompak dengan ramahnya, "soreeee..." sahutku sambil tersenyum...aku mengenal mereka dan aku biasa bercengkerama dengan mereka. Biasanya mereka akan mendatangiku untuk menagih buku-buku cerita yang biasa aku bawa, bahkan sebelum mobil yang kukendarai terparkir dengan sempurna, mereka sudah mengetuk-netuk kaca mobil. Kadang mereka juga menemaniku menikmati sore dalam diam, saat aku ingin merenung dan sendiri (~_~)

Sebuah perpaduan yang menawan, alam yang rupawan, debur ombak yang bersahutan, tawa renyah bocah, semilir angin dan semburat orange yang mulai nampak di ufuk barat. Rona pilihanku untuk menghabiskan waktu senggang, menyendiri, merenung, dan sesekali hanya ingin bercengkerama dengan anak-anak pantai atau sekedar mencari inspirasi, dibandingkan mal-mal dengan segala keramaian dan hiruk pikuknya. Dan aku selalu bisa menikmati setiap waktuku dalam cantiknya senja.

Papua
Pulau elok nan rupawan, sebuah bukti maha karya Nya yang luar biasa. Sayangnya kedamaiannya dinodai dengan kerusuhan dan ketaatan yang berkedok adat yang justru saling merugikan serta kebiasaan dari sebagian penduduk asli yang sering meresahkan, terutama bagi pendatang yang dianggap mengambil kekayaan daerahnya.
Pada dasarnya orang-orang asli ini ramah dan baik, hanya saja kebiasaan yang dibawa orang-orang dahulu yang tidak baik masih saja diikuti ditambah lagi dengan pendidikan yang belum semuanya mampu merasakannya.


Lebih dari itu, saya tidak menyesal pernah menapakkan kaki disini, setidaknya banyak yang bisa saya pelajari....
Matahari akan tetap bersinar dan menyebarkan kehangatan di belahan bumi manapun, seperti aku, akan tetap tersenyum menghadapi jalan hidupku, seperti apapun itu...(^_^)



*gambar diambil dengan kamera Nikon D300s, sedikit narsis...hohohoho*

Rabu, 02 Juni 2010

Diam Tanpa Kata.....

(Puncak Bogor, awal Mei 2010)
Cahaya bulan sabit yang cukup terang tiba-tiba meredup tertutup arak-arakan awan gelap yang tertiup angin. Awan gelap bergerak cukup cepat, seolah memberikan sinyal bahwa dia tak mau mengganggu manusia-manusia di bumi yang sedang mengandalkan cahaya bulan untuk beraktivitas, apapun aktifitasnya...(hayooo aktifitas apa?)

Kelip lampu hias berwarna-warni pada deretan toko sepanjang jalan utama dibawah sana memendarkan cahaya yang rupawan, serasa melihat komedi putar dengan semarak cahaya. Lalu lalang beraneka macam kendaraan semakin menegaskan bahwa malam ini adalah malam minggu. Sesekali terdengar raungan knalpot motor yang nampak begitu angkuh ingin menguasai jalanan. Semuanya seperti diorama bagiku.....

Aku masih terduduk disini dengan sebuah buku dipangkuanku yang tak kunjung kubaca. Elang pun sepertinya lebih memilih menikmati malam ini tanpa banyak bicara, hanya memandang ke jalanan di bawah sana sambil sesekali menghirup hot coffee late nya di sebelahku. Dia dengan kaos coklat tanah, warna kesukaannya, dipadu celana bermuda, tampak santai namun tetap mampu membuatku tak ingin memalingkan pandanganku darinya. Cafe langgananku mulai memperdengarkan musik jazz, life...selalu menyenangkan dan menenangkan mendengarkan alunan musik ini dan mampu membuatku bersemangat. Hmmhhpp...

Brrr, dingin sekali malam ini, aq membetulkan syal yang tergantung di pundakku. Dia menengok ke arahku, membantuku membetulkan syalku dan kemudian kembali asyik dengan rokoknya, entah sudah berapa batang dihisapnya.

"Permisi, satu hot hazelnut coffee", seorang pramusaji menyodorkan gelas kopiku yang ke dua. Kopi dengan berbagai macam campurannya ataupun sekedar kopi murni selalu menjadi minuman pilihanku. "Thank u", ujarku. Aku melirik ke arah lelaki yang telah dua tahun itu menjadi kekasihku. Lelaki yang telah membuat hatiku penuh, penuh dengan buncahan emosi bahagia...entahlah, orang bilang, berbunga-bunga...aahh terlalu berlebihan menurutku. Tapi aku selalu bahagia menatap matanya yang tajam dan terkesan galak itu. Lagi, sebatang rokok disulutnya dan seperti biasa dihisapnya dalam, khas dengan gayanya. "Wkaakakaka", aku kaget mendengar suara tawa sekelompok remaja di ujung sana. "Huuhhff", gumamku. Namun Elang tidak bergeming, dia masih asyik dalam diamnya menikmati malam yang kian larut dan aku tak mau menganggunya, karena aku bisa berpuas diri meliriknya ato memandangnya cukup lama. Satu jam berlalu dan tak terasa....

(Yogyakarta, di sebuah asrama)
Pikiranku menerawang pada 14 Juli 2008. "Elang", ucapnya, sambil menjabat tanganku, "Andity", kusebutkan namaku. Kulepaskan jabatan tangannya, dia menatapku lekat dan tersenyum singkat. Dia duduk disampingku, menyalakan laptop kemudian menyulutkan api pada rokoknya dan menghisapnya dalam. Aku pun kembali menekuni buku "New Moon, Dua Hati". Diam dan sepi, tanpa obrolan hangat, tanpa canda tawa, tanpa basa basi. Hanya sesekali dia menawariku rokok dan melirik ke arahku. Dan sekali waktu mata kami beradu ketika diam-diam saling mencuri pandang, diakhiri dengan sebuah senyuman, sambil buru-buru kembali pada kesibukan masing-masing. "Teng-teng-teng", terdengar bunyi dentang jam, "Aaahh, sudah jam 2 pagi rupanya" aku membatin. Tidak ada kalimat-kalimat panjang yang terucap, sampai akhirnya kami berpisah kembali ke kamar masing-masing sebelum kena semprot pengawas.

Aku tersenyum mengingatnya, sedikit terkikik sambil menatapnya lekat. Dia menoleh, melihatku terseyum, membalas senyumku dan mengelus pipiku dengan lembut dan sejurus kemudian kembali lagi menatap langit dan jalanan. Masih dalam diam. Aku pun kembali menikmati bintang-bintang di langit yang perlahan mulai tertutup awan gelap. Mendung sepertinya ingin mengambil bintang dan bulan di langit untuk sejenak memberikan waktu bagi kami bisa saling merasakan kehadiran masing-masing, memandang penuh kehangatan, meski dalam diam tanpa banyak kata. Dan ya, aku tidak keberatan begini, meski tidak ada pembicaraan seru dan hangat, gelak tawa, deretan canda dan belaian manja seperti yang pernah ada. Aku masih mampu merasakan hangatnya cintamu lewat mata itu. Hanya dengan tatapanmu.....

Dua jam berlalu dan tak terasa.....

Terdengar denting piano dan sebuah lagu Trisha Yearwood - How do I live without you dinyanyikan oleh band tamu malam ini, masih terasa alunan jazz nya...

How do I
Get through one night without u
If I had to live without u
But candle live would that be...

Oohh I need u in my arm need u to hold
Ur my world my heart my soul
If u ever leave
Baby u'd take away everything
Good in my life
And tell me now

How do I live without U
I want to know
How do I breath without U
If u ever go
How do I ever..ever survive
How do I, how do I, oohh how do I live

Without U...
There'll be no sun in my sky
There would be no love in my life
There'll be no world have for me

And I need baby I dont know what I would do
I'd be lost if I lost U
If U ever leave
Baby u'd take away everything
Real in my life
And tell me now

How do I live without U
I want to know
How do I breath without U
If U ever go
How do I ever..ever survive
How do I, how do I, oohh how do I live

Please tell me baby..
How do I go on
If U ever leave
Baby u'd take away everything
Need u with me
Baby dont u know that's u'r everything
Good in my life
And tell me now

How do I live without U
I want to know
How i breath without U if U ever go
How do I ever..ever survive....
How do I, how do I, oohh how do I live

How do I live without U....
How do I live without U baby....
How do I live.....


Sekali lagi, Ya, aku tidak protes dengan kebersamaan kita kali ini, karena sepanjang lagu itu, kau terus mengenggam tanganku....


Note: Untuk cinta luar biasa
gambar diambil dari getty images

Sabtu, 24 April 2010

Aku Percaya

Elang ku...

Waktu terus berlalu...
Seperti angin lalu...
Terasa begitu lama dan menyiksa...

Pertengkaran hebat itu terus membayangi...
Seperti hantu yang ingin menampakkan diri...
Rasanya ingin berlari, sejauh mungkin...

Kemarahan itu membahana, seperti suara rahwana...
Menciutkan nyali, hingga tak nampak lagi...
Bukan karena takut, aku tak menanggapi...
Tapi aq tak ingin kamu makin menjadi...

Teriakanmu, kekesalanmu, keangkuhanmu...
Seakan makin melambung kala bertemu dengan dengan masa-masa "sensiku"
Seakan tak ada ruang bagi kita untuk mengingat rasa indah diantara kita sebelumnya...
Egomu dan egoku, selalu menyisakan keangkuhan diantara kita...

Bukan kamu lupa cinta itu masih ada...
Akupun begitu, masih mengagumi rasa yang tercipta karenamu...

Elang ku...

Kini, Gengsi yang dulu ada, menguap seiring besarnya rasa ini...
Bukan waktunya menyalahkan dan mencari kesalahan...
Tapi melihat sisi dan ruang lain dari semua ini...

Bukan kamu dan aku saja yang merasakan sesak...
Tapi orang-orang disekitar kita...
Dan aku tidak mau kehilangan kamu, pun mereka...

Bukan sulit meminta maaf untuk semua yang terjadi...
Tapi kosong kalau hanya sebuah kata tanpa arti...
Akupun tau, bukan kamu tak mau...
Tapi kita sedang meresapi arti kata itu sendiri...

Elang ku...

Aku ingat saat perjuangan kita dmulai...
Dan aku tidak ingin berhenti sampai disini...
Mungkin kita membutuhkan sejenak saja ruang lain untuk melepaskan penat hati...
Mungkin kita perlu memberikan waktu untuk kita saling menepi....
Untuk kemudian kita kembali menghadapi kekacauan ini...

Dan aku percaya...
Kita bisa...


*gambar dari dipinjam dari getty image*
perjalanan kita akan lebih penuh warna

.M.A.A.F.

Sepertinya cuma empat huruf M.A.A.F
Tapi tidak semudah itu mengucapkannya
Dan sangat tidak mudah menyampaikan kata maaf dengan niat tulus ikhlas dari hati. Banyak orang yang kadangkala ketika mengucapkan kata maaf hanya karena ingin meredakan keadaaan yang sedang memanas. Tanpa memahami arti dan makna dari kata "Maaf" itu sendiri. Sejatinya sebuah kata maaf merupakan cerminan sebuah penyesalan atas ucapan, perbuatan ataupun tindakan yang telah menyakiti, menyinggung maupun merugikan pihak lain.

Maaf...
Kadangkala kata tersebut terlalu sering diucapkan, sehingga maknanya seperti sudah hilang....

Maaf
Kadangkala kata tersebut sangat jarang terucap...
entah karena tahu artinya sehingga tidak mudah mengucapkannya...
atau karena terlalu egois dan angkuh untuk mengucapkannya...

Maaf
Tulus dari hati...
Orang yang mengucapkan kata ini akan berupaya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama...

Maaf
Dengan niat dari hati...
Orang yang mengatakannya akan berusaha untuk memperbaiki dirinya...

Kadangkala...ketika kita mendengar seseorang mengucakan maaf kepada kita
Sulit untuk memberikan maaf dengan tulus...
Atau sulit untuk menghapus luka hanya dengan sekedar kata maaf
Namun yang paling penting adalah hubungan yang tercipta masih bisa berlanjut dengan baik, bisa saling belajar dari pengalaman dan terus menatap masa depan dan mampu meninggalkan hitam di belakang....


Semoga ketika sebuah kata "maaf" terucap diantara kita
Kita...aku dan kamu bisa memaknainya dengan ketulusan dan kejujuran


*untuk bintang dan elang di langit senja...tetaplah bersinar dan terbang*