Wahai saudaraku. Selama ini, informasi tentang garis waktu (timeline) sejarah peradaban Manusia selalu dikerdilkan oleh berbagai hal dan kepentingan, baik dari sisi religi maupun yang sains arus utama (mainstream science). Semuanya tidak dengan lantang mengatakan bahwa peradaban manusia itu sesungguhnya telah lebih dari 300.000 tahun. Bahkan ada pula kalangan tersohor yang dengan yakin mengatakan bahwa Nabi Adam عليه السلام hadir ke Bumi ini pada akhir zaman Mesolitikum dan awal Neolitikum. Sehingga jika dalam rentang angka tahun, itu adalah antara tahun 33.000-8.000 SM, alias maksimal hanya 35 ribu tahun lalu.
Diam Yang Sejati : Cara Menuju Kesempurnaan
Wahai saudaraku. Marilah kita melakukan perubahan besar dengan menyadari akan hakikat diam yang sejati. Sebab diam yang sejati adalah sikap bijaksana dan penuh makna, bukan sekadar tidak bersuara, melainkan diam karena hikmah, kehati-hatian, atau kekuatan batin. Dan ini adalah pilihan sadar untuk menghindari ucapan sia-sia atau menyakitkan, menimbang kata sebelum bicara, dan lebih memilih merenung atau mendengarkan; seringkali diiringi dengan kebijaksanaan spiritual seperti dalam ajaran Islam yang menyarankan: “Hendaklah dia berkata yang baik atau diam!” sebagai cerminan dari iman yang mendalam.
Lanjutkan membaca Diam Yang Sejati : Cara Menuju Kesempurnaan
Nabi Muhammad ﷺ : Sang Arsitek Peradaban Dunia
Wahai saudaraku. Marilah kita membuka cakrawala pikiran dan wawasan dengan menyelami hal-hal yang tak umum dipahami atau memang tak diajarkan lagi. Dalam hal ini yang berkaitan dengan sosok agung bernama Nabi Muhammad ﷺ. Pribadi yang sangat bijaksana dan waskita. Panutan bagi siapapun yang berakal dan penggerak semangat kemajuan dalam peradaban. Dengan sudi meneladaninya, niscaya kebaikan dan kesejahteraan akan tercapai.
Lanjutkan membaca Nabi Muhammad ﷺ : Sang Arsitek Peradaban Dunia
Esensi Hidup Manusia
Wahai saudaraku. Esensi adalah inti atau hakikat yang tidak berubah, yang membuat sesuatu menjadi dirinya sendiri. Dalam hidup, ini adalah pemahaman tentang identitas dasar individu sebagai makhluk yang berpikir, berkesadaran, dan spiritualis yang membutuhkan petunjuk Ilahi untuk mencapai makna sejati. Tak peduli apapun bentuk dan jenisnya, siapa pun itu, maka selama ia makhluk ciptaan akan sama intinya.
Jalan Ampunan dan Usaha Diri Untuk Kembali Pada-NYA
Wahai saudaraku. Janganlah khawatir secara berlebihan karena YANG MAHA ESA itu bukanlah seorang tiran yang zalim. Sebaliknya DIA adalah Yang Maha Pengasih dan Penyayang (Arrohmaanirrohiim), dan DlA selalu tahu akan kelemahan-kelemahan diri makhluk yang DIA ciptakan; selamanya DIA akan selalu mengarahkan kita ke arah yang benar. Inilah salah satu yang perlu diingat, bahwa YANG MAHA ESA tidak pernah membiarkan setiap pemuja-NYA atau ciptaan-NYA terjerumus ke lembah dosa secara terus-menerus dan selalu mendorong kita semua dan para makhluk-makhluk lainnya ke Arah-NYA Sendiri. Semua itu hanya atas Rahmat dan Anugerah-NYA.
Lanjutkan membaca Jalan Ampunan dan Usaha Diri Untuk Kembali Pada-NYA
Keindahan Tata Ruang Istana dan Ibu Kota Majapahit
Wahai saudaraku. Sekali lagi mari kita selami keagungan masa lalu bangsa ini khususnya melalui gambaran peradaban Majapahit. Sebuah perwujudan dari kejayaan dan kekuasaan yang pernah bertakhta di tanah Jawa. Dan bayangkan pula sebuah komplek bangunan yang luas, memancarkan aura kehebatan dari setiap sudutnya. Dinding-dinding kokoh yang dibangun dari batu bata merah dan ragam logam mulia (emas, perak, perunggu), menjulang tinggi di tengah hamparan hijau yang tertata rapi, menjadi saksi bisu dari sejarah panjang kerajaan terbesar di Nusantara.
Lanjutkan membaca Keindahan Tata Ruang Istana dan Ibu Kota Majapahit
Kebangkitan Negeri Melayu
Wahai saudaraku. Pada mulanya, sekitar pertengahan abad ke-7 sebelum Masehi, muncullah sebuah negara di antara tiga provinsi, yaitu Jambi, Riau dan Sumatera Barat. Namanya kala itu adalah Kadatuan Malaya – inilah yang menjadi entitas awal dari Bangsa Melayu. Dari sebuah desa kecil yang permai, peradaban tinggi ini bangkit atas semangat dari seorang tokoh masyhur yang menerima mandat dari Langit. Sebagai pemimpin negeri yang berdaulat, ia hanya memiliki satu tujuan yakni menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya. Dan perlahan tetapi pasti, semua itu pun terwujud dengan semestinya. Bahkan pengaruh dari Kadatuan Malaya pun kian menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara bagian barat.
Ke-Ilahi-an Diri Sejati
Wahai saudaraku. Kenalilah Diri Sejatimu (Atman) dengan jelas, karena itu pula yang seharusnya diusahakan selama hidup di dunia ini. Terlebih Sang Atman itu pun adalah saksi ILAHI dalam diri kita sendiri, suatu bentuk Kesadaran Ilahiah yang sukar diterangkan dengan kata-kata, dan bagi yang telah merasakan atau menyadari-NYA, itu merupakan Keberkahan Nan Abadi. Dan meskipun anjuran sejati ini amat kuno sifatnya, tetapi sangat relevan sampai masa kini, dan hanya dilakukan oleh individu yang cerdas dan waras.
Menggapai Nur Ilahi dan Perubahannya Bagi Seseorang
Wahai saudaraku. Sang Pencipta telah mengaruniakan kepada hati para hamba-NYA yang beriman dengan Nur Dzikir, Nur Qalbu, Nur Akal, Nur Iman dan Nur Makrifat. Karunia yang demikian itu merupakan rahasia-rahasia yang tidak diketahui oleh makhluk. Setiap hamba yang dibawa ke Hadirat-NYA mempunyai rahasia sendiri dan tidak diketahui oleh hamba-hamba yang lain, walaupun mereka berada pada tingkatan yang sama. Seorang guru pun tidak tahu rahasia muridnya dengan Tuhannya. Apa yang DIA karuniakan kepada seorang hamba pilihan-NYA tidak serupa dengan yang dikaruniakan kepada hamba pilihan yang lain. Karunia Ilahi kepada seorang Nabi berbeda dari pada karunia terhadap Nabi-Nabi yang lain.
Lanjutkan membaca Menggapai Nur Ilahi dan Perubahannya Bagi Seseorang
Menggapai Kesadaran Universal
Wahai saudaraku. Tiada gunanya hidup seseorang tanpa adanya kesadaran diri. Sebab kesadaran diri adalah kunci untuk mencapai pengetahuan yang mendalam dan pada akhirnya mencapai kebenaran yang mutlak. Lebih dari itu, hanya dengan kesadaran diri sajalah kebahagiaan dan keselamatan yang sejati bisa diraih. Makanya di balik kesadaran individual terdapat sebuah Kesadaran Universal yang memiliki pemahaman di atas segalanya. Kesadaran ini bisa dikatakan berada di atas Kesadaran Tinggi.
Hakikat Mencapai Kelepasan Diri (Moksa)
Wahai saudaraku. Siapa yang tak ingin merasa lebih lega, tenang, atau bebas-merdeka dalam hidupnya? Tentu banyak yang menginginkannya, hanya saja tak semua orang mau berusaha untuk menggapainya dengan cara melepaskan diri dari berbagai ikatan duniawi. Sebagian besar orang justru senang menjadi tawanan materi dan masuk dalam pengaruh spiritual yang negatif. Mereka pun tak pernah mengisi ruang batinnya dengan hal-hal positif untuk mencegah kembalinya pengaruh negatif. Ini jelas memperburuk kehidupan meskipun tak kelihatan buruk di mata para makhluk awan.
Kenaikan Level Dimensi Kehidupan di Bumi
Wahai saudaraku. Kita sedang hidup di akhir zaman ketujuh (Rupanta-Ra) dan menjelang pergantian zaman kedelapan (Hasmurata-Ra). Disadari atau tidak, perlahan namun pasti Dimensi kehidupan kita pun sedang bergeser dari tiga Dimensi (3D) menuju ke empat dan lima Dimensi (4D-5D). Namun jelas tak semua orang dapat melampaui Dimensi awalnya (3D), karena hidupnya masih terlalu rendah dan sekadar materi. Tak pula mau belajar (Iqro’) untuk lebih memahami yang hakiki dan esensi dalam hidup ini. Hanya mengekor apa yang mayoritas saja, walaupun itu bisa menjerumuskan dirinya ke lembah nista dan kebodohan (jahiliyah).
Kebangkitan Diri Sejati
Wahai saudaraku. Apakah engkau pernah merasa bahwa dunia ini menyimpan rahasia besar yang hanya bisa dibuka oleh mereka yang terpilih? Bahwa ada kekuatan tak terlihat yang terus-menerus memanggil jiwamu, menuntun dirimu menuju kebenaran yang lebih dalam. Jika engkau merasakan getaran itu, maka ini bukanlah kebetulan. Dirimu sedang dipanggil oleh Semesta untuk menyadari kekuatan luar biasa yang tersembunyi di dalam dirimu sendiri. Kekuatan yang dapat mengubah realitasmu dengan cara yang tidak pernah engkau bayangkan sebelumnya.
Wanita dan Kedudukannya Yang Tinggi
Wahai saudaraku. Dalam peradaban manusia yang hakiki, maka tidak ada yang lebih agung peranannya selain kaum wanita. Semuanya tergantung dari bagaimana para wanitanya menjalani hidup. Apakah ia telah memenuhi kodrat yang semestinya atau tidak, yang sudah ditentukan oleh Sang Pencipta. Karena apapun akan hancur kalau para wanitanya hancur terlebih dulu. Takkan ada kemajuan dan kesejahteraan yang hakiki jika kaum wanitanya sampai tertindas dan atau tertinggal.
Dimensi Kehidupan Tertinggi
Wahai saudaraku. Mari kita coba membuka cakrawala berpikir tentang Dimensi kehidupan, dan kita memang perlu memahami bahwa hidup lebih dari sekadar keberadaan fisik di dunia tiga dimensi (3D). Hidup mencakup berbagai lapisan, mulai dari hubungan pribadi hingga pencarian makna yang lebih dalam. Dengan mengeksplorasi Dimensi-Dimensi ini, kita pun dapat memperoleh pemahaman yang lebih kaya dan utuh tentang diri sendiri dan dunia di sekitar kita, bahkan tentunya mengenai Tuhan Sang Pencipta. Dan dengan membuka diri akan pengetahuan tentang berbagai Dimensi kehidupan, kita pun bisa menjalani hidup yang lebih bermakna, penuh koneksi, dan memiliki pemahaman diri yang lebih dalam.
Perang Besar Dan Kaitannya Dengan Para Saint
Wahai saudaraku. Hidup ini adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar untuk dijalani. Dan seyogyanyalah kita bertanya pada diri kita masing-masing, “Apa sajakah yang selama ini yang telah ku tanam dan ku petik dalam hidupku ini, Dharma ataukah Adharma?” Karena bagi yang menanam Dharma, maka hidupnya akan menghasilkan karunia Ilahi, sedangkan yang telah melakukan Adharma, maka hidupnya akan gelap. Dan kita dapat bercermin kepada para Kurawa yang buruk dan penebar bencana. Ya “Bersiap-siap untuk suatu yudha (perang) yang besar.”
Lanjutkan membaca Perang Besar Dan Kaitannya Dengan Para Saint
Kesadaran Hakiki : 10 Ciri-Ciri Level Spiritual Meningkat
Wahai saudaraku. Dalam kehidupan ini maka nilai kesadaran diri begitu pentingnya. Dan ketika kesadaranmu meningkat, prioritasmu pun berubah. Hal-hal yang dulu membuatmu bersemangat, kini justru terasa kosong. Kau mulai sadar bahwa banyak hal yang dulu kau buru-kejar ternyata tidak membawa makna apapun selain kepuasan sesaat yang basi. Semakin dalam engkau mengenali dirimu, maka semakin dirimu kehilangan minat pada permainan dunia yang dibangun dari ilusi pengakuan dan kompetisi.
Lanjutkan membaca Kesadaran Hakiki : 10 Ciri-Ciri Level Spiritual Meningkat
Kekuatan Besar Dalam Kesendirian
Wahai saudaraku. Pernahkah engkau merasa sepi dan ternyata dunia ini telah menghancurkanmu habis-habisan? Pernahkah engkau berada di titik di mana kesendirianmu menjadi satu-satunya teman? Pernahkah engkau benar-benar merasa hilang dan tersendiri dalam kesunyian? Ketahuilah bahwa itu bukanlah hukuman, tetapi sebuah pelatihan. Saat engkau ditarik menjauh dari keramaian, saat dirimu terkurung dalam hening yang menyiksa, sebenarnya Yang Ilahi sedang menyiapkanmu untuk keluar sebagai sosok yang lebih kuat dari sebelumnya.
Tumbuhan Ajaib : Pusaka Yang Terlupakan
Wahai saudaraku. Dunia ini penuh dengan misteri dan keunikannya. Ada begitu banyak rupa dan jenis ciptaan, yang biasa dan luar biasa. Semuanya pun memiliki tujuan utama dalam penciptaannya. Makanya selain ada beragam benda pusaka yang memiliki kesaktian, terdapat pula beberapa tumbuhan ajaib atau keramat karena memiliki kemampuan istimewa dan makna filosofis yang mendalam. Tiap-tiap darinya itu tercipta atas kondisi atau kebutuhan dari para makhluk lainnya. Dan tentunya hanya atas Izin dan Kehendak-NYA saja.
Nah, dari sekian banyak tumbuhan ajaib tersebut, berikut ini adalah beberapa di antaranya:
Serat Kalatidha : Karya Agung Pujangga Ki Ranggawarsita
Wahai saudaraku. Di masa lalu ada yang disebut dengan Pujangga. Mereka ini adalah sosok penting dalam kebudayaan dan sejarah di tanah Jawa. Keunggulan tersebut tidak hanya terletak pada kemampuan mereka dalam merangkai kata, tetapi juga pada peran multifungsi yang mereka jalankan. Pujangga Jawa mampu menyerap dan memadukan berbagai unsur budaya, seperti tradisi Kejawen dan Sufisme, ke dalam karya-karya mereka. Integrasi ini menghasilkan kekayaan makna yang mencerminkan perkembangan peradaban dan spiritualitas di tanah Jawa.
Lanjutkan membaca Serat Kalatidha : Karya Agung Pujangga Ki Ranggawarsita