ABSTRACT ON TAXI

abstract

FLOWCHART / DIAGRAM ALIR JALANNYA PROGRAM APLIKASI ON TAXI

flow2

Pencarian Lokasi Awal dan Tujuan pada GUI dengan Mengimplementasikan Algoritma LCS (Longest Common Subsequences)

“Longest Common Subsequence is the problem of finding the longest common subsequence of two sequences of items. This is used in the “diff” file comparison utility”.
Longest Common Subsequence adalah sebuah masalah untuk mencari dan mendapatkan subsequence umum yang terpanjang dari 2 sequence.
Misalnya saja ada dua rangkaian : x {a,b,c,d,e} dan y{d,e,f,g}. Subsequence adalah himpunan baru yang dapat di bentuk dari rangkaian tersebut dengan syarat anggota dari himpunan yang baru merupakan anggota dari himpunan yang awal dan disusun berurutan. Subsequence dari x misalnya {a}{b,d}{a,c,e} sedangkan subsequence dari y misalnya{d}{d,e}{d,f,g}. Sedangkan untuk common subsequence adalah subsequence yang sama dari kedua himpunan tersebut misalnya saja {d},{d,e} Longest common subsequence (LCS) adalah sebuah rangkaian elemen dimana elemen dari rangkaian tersebut adalah elemen yang sama dari beberapa rangkaian yang lain yang disusun berurutan LCS dari dua rangkain tersebut {d,e}.
Untuk mendapatkan the longest common subsequence, ada 3 cara yang bisa dipakai yaitu, iteratif dengan bantuan, iteratif tanpa bantuan dan rekursif. Kali ini, yang dibahas adalah cara rekursif. Jika terdapat X dengan elemen X1, X2, X3, …, Xm. Dan terdapat Y dengan elemen Y1, Y2, Y3, …, Yn. Maka, dapat dibentuk LCSnya yaitu Z dengan elemen Z1, Z2, Z3, …, Zk.

Penghitungan Estimasi Biaya Taksi yang Diterapkan Pada Program Aplikasi ON TAXI

Dalam penghitungan biaya menurut argometer taksi, program kami memakai acuan secara umum :
Biaya kilometer pertama (biaya buka pintu)    : Rp   5.000,00
Biaya taksi minimal                                                      : Rp  10.000,00
Biaya per kilometer berikutnya                              : Rp   2.500,00
Proses penghitungannya ketika pertama kali penumpang masuk, program langsung menyimpan biaya taksi sebesar Rp 5.000,00 (biaya kilometer pertama).
Proses selanjutnya adalah memproses jarak (dalam kilometer) yang akan ditempuh (jarak terpendek yang telah diperoleh melalui perhitungan dengan menggunakan algoritma Djikstra). Jarak tempuh tersebut dikalikan biaya per kilometer kemudian ditambahkan dengan biaya kilometer pertama (biaya buka pintu).
Biaya total tersebut kemudian dilakukan pengecekan apakah kurang dari biaya minimal (Rp 10.000,00), jika biaya total kurang dari biaya minimal maka biaya total yang diestimasi sama dengan biaya minimal yaitu Rp 10.000,00.

1. Penentuan Jalur yang Menghubungkan Posisi Awal ke Tempat yang Dituju dengan Mengimplementasikan Algoritma Djikstra


Salah satu persoalan optimasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah pencarian lintasan terpendek (shortest path). Persoalan ini bisa dimodelkan ke dalam suatu graf berbobot dengan nilai pada masing-masing sisi yang merepresentasikan persoalan yang akan dipecahkan.
Algoritma Dijkstra merupakan salah satu varian dari algoritma greedy, yaitu salah satu bentuk algoritma populer dalam pemecahan persoalan yang terkait dengan masalah optimasi. Sifatnya sederhana dan lempang (straightforward).
Dalam pengimplementasiannya dalam program aplikasi On Taxi yang kami buat, algoritma Djikstra digunakan untuk mencari lintasan terpendek dari titik awal ke titik tujuan yang terhubung oleh node-node yang telah ditentukan jaraknya pada peta. Masing-masing node pada peta telah ditentukan koordinatnya. Proses berawal dari penentuan titik awal dan titik akhir oleh user yang kemudian akan diproses. Misalkan titik awal pada node #1 dan titik akhir pada node#42, program mencari segala kemungkinan cabang/rute dari node awal ke node akhir menghasilkan rentetan node-node sebagai lintasan. Program akan menyimpan urutan node-node yang terbentuk dalam sebuah array sehingga menjadi suatu rentetan node / lintasan. Semua kemungkinan rentetan node akan dibandingkan dan dipilih rentetan mana yang memiliki jumlah node paling sedikit.
Rentetan node yang memiliki jumlah node paling sedikit merupakan lintasan yang menghubungkan node awal ke node akhir dengan jarak terpendek.

Planning the GUI

GUI versi 1

Ini dia rencana GUI yang akan dibuat untuk aplikasi ON TAXI. Dengan adanya GUI ini memudahkan user untuk menginputkan posisi awal taksi dan tujuan akhir taksi dengan langsung klik pada node-node yang ada pada peta, klik pertama pada node posisi awal taksi, klik kedua pada node tujuan akhir, lalu klik start kemudian program akan memproses jalur mana yang dapat dilewati dengan jarak terpendek (dalam kasus ini jumlah node paling sedikit yang dilalui). Kemudian, pada tampilan output akan muncul informasi mengenai track mana yang dapat dilalui (jalur terpilih akan ditandai pada peta), berapa kilometer jauhnya, dan informasi mengenai estimasi biaya taksi yang mungkin akan dibayar oleh penumpang taksi. Selain dengan cara klik pada node, user juga dapat memilih melalui combo box asal dan combo box tujuan yang tersedia di bagian bawah.lalu klik start.

Nah, kurang lebih seperti itu gambaran aplikasi ON TAXI ini.Bismillah, semoga bisa segera direalisasikan ya kawand2, mohon doanya…. Semangat buat para programmernya…:)

DISPLAY PETA PADA GUI ON TAXI (unfinished)

Alhamdulillah, kami telah mendesain peta yang akan di display pada GUI ON TAXI. GUI-nya sendiri belum jadi sepenuhnya tetapi untuk peta kira-kira gambarnya seperti ini.
peta

Sedikit berubah dari rencana awal, awalnya jarak tiap-tiap tempat yang dihubungkan, diukur terlebih dahulu, tetapi kami menemui kesulitan untuk menentukan jalur tercepatnya.Kali ini rencananya node-node yang terhubung pada setiap jalan berjarak 2 km (seperti pada gambar diatas), sehingga untuk memprogram bagaimana mencari jalur tercepat dari tempat satu ke tempat lain, kami menghitung berapa node yang akan dilewati taksi jika melewati jalur-jalur yang tersedia, jalur dengan node minimal lah yang terpilih sebagai jalur tercepat.

Pernak-Pernik Taksi

Taksi

Taksi

Taxi atau taksi merupakan sarana transportasi umum yang menggunakan argometer sebagai alat ukur pembayaran atas jasa pengantaran dari satu tempat ke tempat lain. Hampir disetiap kota besar, seperti di Surabaya atau di kota-kota besar lainnya di dunia pasti selalu ada taksi yang beroperasi. Bisa dikatakan bahwa keberadaan taksi mengindikasikan seberapa pesatkah perkembangan suatu kota. Jenis kendaraan taksi yang digunakan sangat beragam jenis dan beragam merek sesuai dengan kondisi di wilayah kota tersebut.

Perkembangan taksi sedemikian modern dan sudah mengakomodir banyak teknologi canggih sebagai kelengkapan instrumennya. Instrumen yang dapat kita jumpai di taksi adalah:

  • Argometer. Merupakan alat ukur pembayaran yang valid selama menggunakan taksi. Argometer berbentuk seperti head unit yang diletakkan di dashboard (umumnya dekat dengan tempat head unit aslinya) dan dapat dengan mudah dilihat serta dibaca oleh pelanggan serta pengemudi. Umumnya tulisan elektronik berwarna merah hingga mudah dibaca. Parameter yang diukur oleh argometer adalah:
    • Flagfall (Rit), adalah pembebanan biaya pertama kali penumpang masuk ke dalam taksi. Orang-orang menyebutnya harga buka pintu.
    • Biaya per km (Drop). Biaya per kilometer adalah biaya yang dibebankan ke penumpang dalah hitungan rupiah per km tempuh saat argo dinyalakan. Ukuran ini mulai menghitung setelah taksi bergerak 1 km tempuh. Jadi kalau Anda menggunakan taksi kurang dari 1 km, maka nilai argo yang tertera adalah nilai harga buka pintu saja.
    • Biaya waktu tunggu. Dalam kondisi berhenti dan berjalan mundur, maka argo akan menghitung biaya sewa berdasarkan lamanya waktu. Ketika macet, maka di argo akan muncul indikator perhitungan biaya berdasarkan lamanya waktu berupa gambar jam kecil berbentuk lingkaran. Kombinasi biaya ketiga hal diatas menghasilan nilai argo final yang harus dibayar oleh penumpang saat selesai pemakaian.
  • Radio Komunikasi. Penggunaan radio komunikasi 2 arah memudahkan distribusi order dari operator ke pengemudi. Radio ini juga digunakan jika pengemudi hendak berkomunikasi dengan kantor pusat saat menemukan masalah di jalan. Suara dari radio ini dapat kita dengar ditengah-tengah perjalanan.
  • Alarm. Di setiap taksi terdapat tombol alarm yang posisinya tersembunyi dan hanya diketahui oleh pengemudi sehingga dapat digunakan saat berada dalam bahaya. Ketika tombol alarm digunakan, maka lampu kecil dimahkota berwarna kuning akan menyala terang dan menjadi informasi bagi taksi lain bahwa didalam taksi terjadi hal-hal yang berbahaya / darurat. Selain intu alarm akan segera menginformasikan peringatan ke kantor komunikasi di pusat agar mendapat perhatian khusus untuk pemantauan dan kemudahan pengiriman bantuan. Alarm ini jika berfungsi juga merekam komunikasi yang terjadi didalam taksi antara pengemudi dengan si pelaku kejahatan.

“THIS IS ON TAXI”

This is ON TAXI

This is ON TAXI

Nah, ini ni final projectnya adip, resa, ardhy, n tha2. Setelah melewati proses berpikir yang cukup panjang dan lebar serta sempat gonta-ganti ide sambil gontok-gontokan di LPSI tercinta akhirnya tercipta juga sebuah ide briliant *bukan Dustin Derry Briliant lho* yaitu membuat aplikasi ON TAXI. Aplikasi ON TAXI ini adalah sebuah aplikasi pintar yang didesain untuk memudahkan supir taksi dalam menjalankan tugasnya yaitu mengantarkan penumpangnya ke tempat tujuan melalui jalur tercepat dan atau jalur terpendek. ON TAXI berisi peta interaktif yang dapat memberikan informasi seperti jalur mana saja yang dapat dilalui jika supir taksi menginginkan rute tercepat ataupun rute terdekat untuk mengantar penumpang taksi. Kurang lebih seperti itu gambaran project ON TAXI ini.

Design a site like this with WordPress.com
Get started