Incubus Asia Tour 2024

Pertemuan ketiga gw dengan Incubus (lewat konser tentunya) tetap terasa memukau dan menakjubkan.

Pertama kali nonton konser mereka adalah di tahun 2008 di Tennis Indoor, gw inget banget itu nonton konser pas masa-masa sedang dipingit mau jadi manten wkwkwkw. Kayaknya bisa dibilang ini konser perdana gw deh. Dan rasanya luar biasaaaaaaa…


Pertemuan kedua di tahun 2011, di Istora Senayan. Dan kali ini berhasil dapet di depan. Bahagia banget, masih luar biasa rasanya. Masa-masa masuk konser tidak berebutan dan tidak desak-desakan deh ini. Masih santai aja dan tertib


Lalu yang ketiga terjadi di tahun 2024, 13 tahun sejak konser yang kedua, Gilak banget sih. Dan super excited pas tau akan konser, karena mau tahu apakah masih sama kerennya, dan karena memang mereka salah satu band favorit gw sejak remaja (ceileehh yang udah nggak remaja). Dan Alhamdulillah super memuaskan, meski ya memang sudah berumur ya. Bassis baru mereka pun kece sekali, memberi warna baru, jadi ada perempuannya di band. Sayang konser yang ini terasa cepet banget, perasaan gw doang kali ya, karena kan sudah lama sekali baru balik Jakarta, mikirnya akan membawakan hampir semua lagu-lagu hits mereka, tapi ya yang kemaren aja sudah sangat memuaskan kok. Kalau ditanya ada penyesalan gak? ADA BANGET! Kalo gw tau yang VVIP itu di atas panggung gw akan bela belain beli yang VVIP sih, kaget banget pas masuk venue dan ada penonton di atas panggung. Hiks. Mungkin lain kali promotor bisa bikin keterangan lebih jelas. Sumpah aku sedih.


Cerita dikit soal band ini, kenal darimana? Well, anak-anak 90an sepertinya genre musiknya mirip nggak sih? Dengerin musik kan sumbernya sama ya, kalo bukan dari radio ya dari TV, jadi nggak ada media lain. Dan dulu kebetulan memang suka genre alternatif gini jadi ya Incubus salah satu favorit (plus vokalisnya kan ganteng ya dan badannya bagus, udah gitu aja aku sih).


Jadi tidak perlu dipertanyakan lagi dong ya, begitu mereka konser ya pasti akan gw tonton. Bisa dibilang konser Incubus ini yang paling sering gw tonton, udah 3 kali, gila juga sih. Yah masalahnya band/penyanyi favorit gw emang nggak sesering itu datang ke Jakarta, kalaupun datang ya mungkin hamba sedang tak berduit jadi gak mampu beli tiketnya wkwkwkw.


Review sekilas soal konser Incubus Asia Tour 2024 kemarin ya. Meski terasa singkat, sebenarnya tuh lagu yang mereka bawakan cukup banyak sih. Total ada 18 lagu, meski 3 lagu bukan lagu mereka, alias cover. Yang paling mengecewakan penonton adalah nggak ada aksi Mas Brandon main djembe sambil buka baju wkwkw. Mungkin mau sama aurat karena sudah berumur. Gw sedih karena beberapa lagu favorit nggak dimainkan, tapi yah setlist di mana mana mirip sih memang, paling beda 1 atau 2 lagu saja, nggak ada yang beda banget setlistnya. Jadi mungkin memang sudah fix ini saja yang dibawakan. Lain kali lebih banyak yaaaa lagunya..


Tata panggungnya biasa banget, kayaknya sama aja kayak panggung konser sebelumya. Kalau yang tahun 2008 jujur gw nggak tahu panggungnya kayak apa, karena nggak kelihatan jelas, maklum pendek, dan dapetnya di belakang wkwkw. Tapi harusnya panggung standar Incubus ya, dengan karpet2 turki mereka itu. Soundnya juga bagus kok. Dan crowdnya juga cukup oke, nggak rusuh rusuh amat.


Kalo sampe balik lagi konser ke Jakarta, Insya Allah akan tetap ditonton.

[30 Days Writing Challenge] Day 9 – Write about happiness

Happiness, in the context of mental or emotional states, is positive or pleasant emotions ranging from contentment to intense joy.[1] Other forms include life satisfaction, well-being, subjective well-being, flourishing and eudaimonia.[2] – menurut Wikipedia

Kebahagiaan itu pastinya subjektif, dan berbeda untuk setiap orang. Menurutku pribadi, bahagiaku sederhana saja kok. Dibikinin sarapan sama suami, dipeluk sama anak kecil tanpa diminta, denger anak kecil bernai mencoba sesuatu yang baru, ditelpon anak kecil ditanya lagi apa dan dimana, dibeliin cemilan sama suami, diingat hari ulang tahunnya. Udah gitu aja.

Pernah ada masanya aku berharap bahagia itu lebih dari ini. Punya uang banyak, keluarga yang rukun dan saling menyayangi, bisa beli ini dan itu, bisa tinggal di rumah yang bagus, punya kendaraan sendiri, bisa nonton konser di kelar termahal. Tapi ya itu dulu. Seiring berjalannya waktu, sepertinya makin belajar untuk menghargai apa saja yang kita punya dan kita dapatkan. Tidak akan pernah ada kata cukup, selalu ingin lebih, itu pasti. Namanya juga manusia.

Terus jadinya memang nggak ngarepin lagi kebahagiaan yang lebay kayak yang pernah gw pengenin dulu? Masih dong, boong banget kalo bilang nggak, hahaha. Tapi ya itu belajar mensyukuri apa yang ada aja dulu sekarang, sambil usaha meraih yang lebih baik. Tsaaahhh… gaya beuds…

[30 Days Writing Challenge] Day 8 – The power of music

Jadi inget kalau seorang teman pernah berkomentar “Gw tiap kali log in spotify pasti lihat nama lo mulu Chan.” Wkwkwkw… Iya begitulah. Setiap hari pasti dengerin musik nih, dimanapun saat bisa, nggak akan pernah mati spotify-nya.

Buatku pribadi, musik jadi salah satu pelarian terbaik dalam hidup, penghiburan nomor satu juga, dan kadang bisa buat cermin untuk melihat hidup kita, apalagi kalau memang liriknya sesuai.

Contoh nyata, saat sedang terpuruk di masa-masa kuliah, gw super terhibur karena mendengarkan L’Arc-en-Ciel, bisa melupakan banyak hal yang bisa bikin stress. Begitu juga saat mendadak ingat Alm. Mama pertama.

Dan saat sedih mendalam karena kehilangan Alm. Mama yang kedua, gw pun berpaling ke musik. Yah memang awalnya pasti solat dan ibadah, cuma selain itu biasanya musik yang paling bisa menghibur.

Kadang-kadang gw bisa naik motor, memakai earphone dan mendengarkan musik, lalu mendadak nangis kejer gak perlu ada yang tau, air mata mengalir gitu aja. Di waktu yang lain, kadang kalau sedang sedih, mendengarkan musik yang tepat bisa bikin kita senyum senyum sendiri, apalagi kalau nyanyi sambil teriak-teriak gitu, rasanya legaaaaa sekali.

“Where words fail, music speaks” – Hans Christian Andersen

[30 Days Writing Challenge] Day 7 – Favorite Movie

Kalau ada salah satu pertanyaan paling sulit di jagat raya ini, pasti inilah salah satunya. Memilih 1 film sebagai film favorit.

Jujur saja, meski aku memang suka sekali menonton film ataupun serial, tapi kalau disuruh memilih satu, rasanya sulit, karena semua berdasarkan mood, film/serial apa yang mau kutonton di mood tertentu.

Tapi kalau harus memilih banget sih, salah satu yang kepikiran sekarang itu The Dark Knight dan Devdas. Kenapa? Ya karena memang berkesan sangat. The Dark Knight ini ada kalanya pernah gw putar berulang kali sampe dialognya nyaris hapal. Lalu Devdas, tiap kali nonton rasanya tetap terpesona.

[30 Days Writing Challenge] Day 5 – Your Parents

Sungguh berat ya tema hari ke-5 ini, sampai aku pun ragu mau mulai nulis apa nggak.

I have a dad, and two mother. Hehehehe. Ibu kandung meninggal saat aku kelas 4 SD, sakit, hampir setahun aku melihat beliau berjuang sampai ahirnya bersedia dioperasi, tapi Allah sepertinya lebih sayang, jadi dia dipanggil. Sedih? Well sejujurnya saat itu tidak ada yang kurasakan, karena masih kecil, belum terlalu paham soal konsep meninggal. Tapi jauh setelahnya iya sedih, karena Alm. Mama yang banyak mengajarkan soal hidup dann agama. Yang kuingat, Alm. Mama suka sekali bercerita di malam hari saat kita di kasur bareng, bercerita hal-hal yang nantinya religius, tapi menarik. Dari beliau aku belajar sabar.

Lalu Mama yang kedua datang saat aku kelas 5 SD, beliau pribadi yang sangat berbeda dengan Alm. Mama, yang ini keras dan tegas, juga galak. Dia suka mengatakan apa yang dia rasakan secara langsung, jujur, tapi tidak mendendam. Dari beliau aku belajar berani. Tapi lagi lagi Allah sayang padanya, jadi tahun 2016 beliau juga dipanggil, sama sakit. Ironisnya, penyakitnya agak sedikit mirip dengan Alm. Mama pertama hehehe. Dan jujur aku super sedih, karena cukup dekat dengan beliau.

Lalu Papa…

Dari beliau aku belajar soal kerja keras dan tidak menggantungkan hidup kepada manusia lain, tidak ada yang bisa menolong diri kita sendiri melainkan Allah dan ya kita sendiri. Tapi banyak hal yang tidak ingin juga kutiru dari beliau… Kita ambil baiknya dan buang buruknya. Semoga beliau sehat selalu.

Selagi bisa dan ada waktu, jagalah orang tua kalian, dengan jalan seperti apapun yang kalian suka. Jalan yang kalian pilih mungkin tidak sama seperti yang dipikirkan orang lain, tapi toh buat apa memikirkan orang lain kan…

[30 Days Writing Challenge] Day 4 – Place you want to visit

Aaakksss gimana niii… Panjang gak ya nanti wkwkw…

Mekah dan Madina

Ya udah jelas lah ya, udah impian utama kayaknya yang ini, meski ngerasa masih belajar dan ilmunya belum cukup. Moga2 umrah aja sih kesampean ya, mengingat untuk naik haji sekarang luar biasa sangat daftar tunggunya. Mencengangkan. Selama ini baru bisa nitip doa dan minta dipanggil, semoga nanti-nanti kalau sehat dan panjang umur plus ada rejeki, bisa manggil dan dititipin doa yaaaa…

Jepang

Aduh impian sangat ini, cuma ya karena satu dan lain hal jadi sulit mau kesini, salah satunya ya karena mahal. Maunya sih pas kesini kesampean semua kepengenannya. Nonton konser Laruku, liat museum Ghibli, liat museum Doraemon, liat Gundam, liat monumen World Expo, liat Kyoto, ke Osaka, liat Tokyo Tower, dan liat museum Sailor Moon wkwkwkwkw

Skotlandia/Irlandia

Kebanyakan baca romance kok ya tertarik sama 2 negara ini, Inggris malah biasa aja, ya tertarik cuma gak segitunya, lebih tertarik ke dua tempat ini, mau lihat secara langsung.

New Zealand

Sering dijadikan tenpat-tempat syuting film yang grande, rasanya gak afdol kalo NZ gak dimasukkan ke dalam list, kepo berat!

India

Sebenernya ini antara ingin dan tidak, ingin karena memang besar dengan menonton film-film India, tapi gak ingin kalo kebayang panasnya… rasanya kok baru ngebayangin aja udah mau mimisan, apa gak gatel2 badan gue kalo di sana ya, apalagi dengar testimoni dari orang kantor yang katanya memang sepanaaasss itu.

Swiss

Penasaran sama negara yang konon paling damai di dunia ini, karena paling netral. Dan pastinya karena lihat scenery lewat video-video di internet yang seliweran. Kok rasanya menyenangkan.

Korea

Iya udah pernah memang, tapi ya karena banyak yang belum dilihat jadi tetap minat buat balik lagi kok.

Taiwan

Satu-satunya negara di bagian Cina yang ingin gw datengin kayaknya sih ini, yang lain nggak tertarik wkwkwkw…

Keliling Indonesia juga nampaknya menarik, masih banyak bagian Indonesia yang belum gw jelajahi sih. Masalahnya gw tuh bukan anak yang suka kembali ke alam, wkwkw… Jadi ya betah mungkin 1-2 hari, habis itu ya bosen, sepertinya ya. Plus nggak kuat panas, jadi pasti tantrum kalau kepanasan. Apalah sampe detik ini belom pernah ke Bali karena mikir panasnya doang hahahaha,,,

[30 Days Writing Challenge] Day 3 – A Memory

Sejujurnya kalau ditanya soal memory, pasti yang akan lebih cepat terbayang adalah hal-hal yang sedih? Kenapa? Karena gw akan berpikir “Seandainya waktu itu begini” atau “Seandainya waktu itu begitu” Hal-hal yang gw harap bisa gw ubah kalau memang mesin waktu itu ada. Beneran loh, ini baru nulis begini aja gw dah langsung mewek. Plus ditemani sama lagu Tulus – Ingkar.

Tapi nggak semua kenangan sedih akan dengan mudah gw panggil kembali di ingatan. Ada beberapa yang secara tidak sadar sudah dikubur dan sulit dipanggil kembali.

Akhir-akhir ini sedang sering keingatan Alm. Mama, entah kenapa. Semua rasanya mengingatkan sama beliau, padahal kalau dipikir-pikir hal-hal ini kan hal baru, kenapa bisa mendadak nyambung ya. Ada teman yang bilang kalau gw orangnya visual dalam membayangkan sesuatu, dan iya sepertinya benar, semuanya terbayang sempurna di kepala gw kalau misal sedang mengingat sesuatu, suara jelas ada, tapi biasa suara ini cuma suara yang benar-benar ingin gw ingat aja, nggak semuanya.

Terus sedih terus dong?

Nggak juga, ada juga kok kenangan menyenangkannya. Misalnya saat kumpul dengan teman-teman, kumpul dengan semua keluarga, saat perjalanan panjang pulang kampung naik mobil ditemani lagu-lagu Minang kesukaan Mama atau lagu Iwan Fals kesukaan Papa, atau saat mengingat awal-awal bertemu suami, dan saat akhirnya melihat anak kecil tumbuh besar dari bayi yang bikin sadar, time goes so fast…

Ada juga kenangan menyenangkan dari misalnya acara di kantor yang sukses, bisa ketemu orang-orang penting, atau memory saat jalan-jalan ke tempat yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Kalau kenangan nggak menyenangkan? Ada doong… namanya juga hidup, nggak semuanya menyenangkan. Ada kenangan saat mendadak kehilangan teman baik cuma karena hal yang gw anggap sepele, tapi ternyata nggak sepele buat dia hehe.

Kenangan ada untuk dikenang, dan untuk dijadikan pelajaran, kita tidak boleh hidup terus dalam kenangan… harus move on *ngomong aja gampaaang*

[30 Days Writing Challenge] Day 2 – Things that makes you happy

Sungguhlah baru hari kedua udah ngomongin hepi hepi ajah.

Food

Not gonna lie, good food always makes me happy wkwkwkw, apalagi kalau makanannya enak dan gratis *ngumpet* Tapi bener kok, kalau lagi stress, kesal dan sedih, pasti yang gw cari cemilan dulu. Atau mungkin scrolling GoFood dan lihat-lihat makanan. Entah kenapa gw suka kalau ditanyain “Yaudah mau makan apa?” Udah bentuk paling so sweet dari semua pertanyaan deh pokoknya itu.

Sesuai rencana

Sebagai seorang Virgo, gw suka semua hal itu direncanakan, kalau nanti melenceng atau malah beneran nggak sesuai sama rencana semula, gw pasti kesel dan tantrum. Makanya kalau semua hal yang terjadi sesuai dengan yang udah rencanakan, gw hepi sangat, tak terkira deh pokoknya, apalagi kalau nanti endingnya bagus dan sesuai dengan bayangan, makin hepi.

Little surprises

Kenapa little? Karena gw nggak muluk-muluk kok, yang kecil kecil itu biasanya lebih bikin gw hepi daripada yang grande hehehe. Misalnya mendadak diwasap suami dan ditanya “lagi ngapain?” simpel ya? Buat orang mungkin, buat gw nggak, karena lakik gw cuek wakakaka, jadi ditanya gitu aja ku udah hepi kok. Atau mendadak anak bujang menyambut mamak pulang kerja dan kasih pelukan hangat meski awkward, mamak juga udah hepi kok. Udah lupa deh sama kesusahan di kantor atau kemacetan di jalan.

Lagu favorit di putar di radio

Pernah kan mendadak lagu yang pengen kalian dengerin tau tau diputar di radio? Nah itu gw seneng banget biasanya wkwkwkw, bahagia tak beralasan.

Nonton atau mendengarkan lagu-lagunya Laruku

Kalau yang ini udah sing ada lawan wkwkwkw. Yang udah kenal gw dari dulu taulah gimana gw gilanya sama band ini, dan gimana kalo gw dengerin atau nonton mereka di TV, gak usah ditanya pas nonton live ya, nangis berkepanjangan, nangis bahagia ofkors. They never fail me, apapun suasana hatinya, kalo dengerin mereka rasanya lega dan happy 🙂

[30 Days Writing Challenge] Day 1 – Desribe your personality

Jumpa lagiii… jumpa lagi dengan echan di sini 🙂

Mari membangunkan minat menulis yang selama ini mati suri, kalau minta baca sudah berhasil dicolek colek, sekarang gantian. Semoga anaknya istiqomah hehehe

Silence is gold

Ini biasanya sih kalo gw marah atau kesal sama orang, dan beneran kesalnya udah sampe ubun-ubun, apalagi kalau tahu tidak ada gunanya dilawan, jadi biasanya gw diem aja. Dan beneran diem, sampai gw berhasil resolve itu masalah, kalo sampe bukan gw yang salah, gw tahan diem selama bertahun-tahun hehehe. Dan gw sangat berbakat untuk nyuekin orang meski dia di circle yang sama dengan gw sehari-hari. Dan ini biasanya kelihatan juga karena gw bukan tipe poker face, jadi apapun emosi yang gw rasain dalam hati ya biasanya terlihat jelas di muka.

Perfeksionis?

Gw sungguh gak yakin sama yang satu ini sih. Hahaha, tapi gw super suka beberes, dan beberes ini biasanya juga gw lakukan kalau gw sedang dalam keadaan emosi tidak stabil. Jadi daripada marah-marah atau nangis, gw lebih suka beberes. Soal beberes ini juga lucu, gw bisa super kesal kalau misalnya nanti ada benda-benda yang ditaro tidak sesuai dengan susunan yang gw dah bikin duluan. Atau gw tantrum kalau ada barang yang tidak diletakkan di tempat semestinya, beneran kesal dan bad mood seharian. Gw suka semuanya rapi, suka menjajarkan semuanya sesuai urutan, seperti jilbab suka gw susun sesuai warna, atau baju beneran disusun sesuai fungsi, gantungan baju gw susun sesuai warna juga. Kalau sedang jalan di bazar buku gitu gw akan cape sangat, karena gw akan sibuk beresin si buku-buku itu, terutama buku yang memang sesuai genrenya dengan kesukaan gw, kalo cuma sekedar buku yang gw lewatin sih masih bisa gw cuekin.

Mudah beradaptasi

Di kantor gw dibilang bubbly karena menurut mereka kepribadian gw seperti itu. Gw sendiri lebih suka dibilang mudah beradaptasi, meski kalau awal-awal ketemua, gw tipe yang suka observe keadaan sekeliling, gw suka memerhatikan orang itu suka ngomongin apa, gak nyaman pada topik apa, gesture badan dan wajahnya bagaimana untuk topik tertentu. Bisa dibilang gw nggak terlalu kesulitan untuk masuk ke dalam lingkungan baru, cuma ya nggak bisa dibilang gw suka sih, karena kalau terlalu banyak yang harus diadaptasi, jadinya nanti akan lelah, habis energinya.

Ambivert?

Konon ini adalah kondisi diantara Introvert dan Extrovert wkwkwkw. Gw suka melakukan banyak hal sendirian, nonton film, mencoba makanan, pergi ke mol, pergi entah kemana, bahkan nonton konser. Gw gak masalah sendirian, nggak merasa awkward atau takut. Tapi gw juga nggak masalah kalau harus pergi ramai-ramai sih, nyaman nyaman aja, asalkan memang ada kecocokan energi dengan orang yang diajak pergi. Kalau tidak adam ya nanti balik ke atas harus beradaptasi dan nantinya akan capek sendiri. Kalau sudah begini biasanya gw suka sendirian, entah cuma di rumah aja, atau jalan2 tapi beneran sendirian sambil dengerin musik favorit, tanpa gangguan.

Pendengar yang baik

Iyap gw suka mendengarkan orang, ngomong juga suka sih ehhehe. Tapi menyenangkan mendengarkan orang bercerita, kadang jadi bisa melihat atau mendapatkan pencerahan soal banyak hal yang selama ini mungkin tidak terpikirkan. Tapi jeleknya, kadang gw terlalu invest ke suatu masalah, jadinya kepikiran, kadang overthinking, jatohnya ya capek lagi deh hehehe… Tapi ya tetap saja nggak kapok, tetap suka mendengarkan orang.

Setia

Atau loyal, yes biasanya begitu sih, entah itu dalam hal hubungan atau dalam hal idola. Setia/loyal menurut gw salah satu faktor penting dalam hubungan. Karena sulit dibentuknya. Nah kalau soal idola, idola banyak tuh gapapa, yang penting tetap setia sama yang benar-benar disuka *eciyeehh*

Begitulah kira-kira… mungkin ada pendapat lain dari yang sudah kenal gw sejak lama? Wkwkwkw