Membayangkan 2 Tahun dari Sekarang .

April 18, 2009 - One Response

Saya cukup puas dengan apa yang udah saya capai minggu ini. Saya berhasil menyelesaikan 3 tasks penting. Pertama, laporan KP beserta slide presentasinya udah beres saya kerjain. Kalo kalian pengen tau, laporan KP ini udah molor hampir satu tahun! Entah kenapa, baru akhir-akhir ini saya punya smangat untuk nyelesein kerjaan masa lalu itu. Lesson number one, jangan ngerjain laporan sampe berlarut-larut. Karna kmu bakal lupa apa yang kamu kerjain. That’s my problem! Tugas penting kedua dan ketiga yang berhasil saya selesein minggu ini yaitu karakterisasi XRD dan FTIR untuk final project saya. Dan hasilnya pun cukup memuaskan dan tidak perlu lagi dilakuin percobaan. Huff!

Wisuda Juli tinggal 2 bulan kurang. Masih ada waktu buat saya kerja rodi ngeberesin satu karakterisasi lagi dan tentu saja nulis skripsi! Saya cukup optimis kalo nulis skripsi bisa dilakuin dalam waktu kurang dari 3 minggu! Mengingat laporan KP saya selesaikan dalam waktu 2 minggu kurang saja. Mudah-mudahan smuanya masih bisa dikejar. Insya Allah. Kadang-kadang terlintas di pikiran saya. Okay, kamu berhasil lulus di bulan Juli. Lalu setelahnya apa? Hmm. Ini pertanyaan yang sampai skarang saya sendiri belum bisa menjawab. Sebenernya cuma ada dua opsi jawaban, kerja atau sekolah lagi. Okay, kita bahas satu-persatu. Kerja?? Modal apa yang saya punya? Mau kerja d tempat yang bagaimana? Tempat terbaik kah? Ato tempat yang biasa-biasa saja kah? Saya cukup pesimistis untuk opsi ini. Saya sangat menginginkan untuk kerja di lingkungan terbaik! Itu pilihan mati buat saya jika saya memutuskan untuk bekerja. Tapi kenyataannya, sangat sulit untuk mendapatkan tempat di lingkungan terbaik. Proses seleksinya pun berantai seperti sinetron-sinetron jaman dulu. Dan hebatnya, saya selalu gagal di awal proses seleksi. Terima kasih untuk perusahaan minyak Prancis dan Amerika Serikat. Kalian telah memberikan fakta pada diri saya bahwa menjadi seorang calon cumlaude tidaklah cukup. 🙂 Opsi selanjutnya, sekolah. Kalau saya kasih gambaran, opsi ini udah unggul 55 : 45 dibandingkan opsi kerja. Tapi cuma unggul 5% saja kah? Kenapa? Sebab saya sendiri masih bingung untuk memutuskan untuk melanjutkan sekolah dimana dan di bidang apa. Kendala utama untuk sekolah tentu saja uang. Mencari beasiswa ternyata tidak semudah mendengarkan cerita orang-orang yang berhasil mendapatkan beasiswa.

Jadi membayangkan 2 tahun dari sekarang. Apa yang sedang saya lakuin? Dmana saya saat itu?

Ga Kalah Ma Radit !

January 13, 2009 - One Response

Woy! Buat lo semua yang doyan ketawa-ketiwi yang aneh, ada blog ‘ajaib’ bikinan temen gw.

http://graha-nurendi.blogspot.com

Dijamin!

Hufh !

October 12, 2008 - 2 Responses

Senin besok menandakan perjuangan harus kembali dikobarkan setelah 2 minggu berleha-leha. Pengen nangis darah rasanya klo inget banyak banget yang harus diselesein.

  • Presentasi Pra Tugas Akhir.
  • Laporan Kerja Praktek.
  • Tugas Kelompok Perancangan Percobaan.
  • dan tentu saja UTS yang bisa membuat hari-hari semakin menderita.
Rasanya kuliah 4 tahun udah cukup untuk membuat semanget gw ngedrop. Biasanya smp, sma cukup diselesaikan dengan 3 tahun, begitu kuliah harus diselesaikan 4 tahun berat rasanya. Di tahun ke-4 ini semanget gw udah turun drastis. Hufh! Tp gw harus bisa, meskipun ga tau harus memulai darimana..
Hidup Liburaaan ! Loh?!

How Old Are You ?

September 22, 2008 - Leave a Response

Apa rasanya kalo tau umur kamu ngga akan panjang? Apa yang bakal kamu lakuin? Bertobat? Oh, jadi kamu menyembah Dia cuma karna tau umur kamu ngga lama lagi? Kalo dipikir-pikir, yaa daripada ngga tobat sama sekali. Tapi.. Apakah tobat yang seperti itu bener-bener sebuah tobat? Menurut gw ngga. Itu cuma karna kita semua takut dengan yang namanya neraka, bukan takut dengan-Nya. Gimana dengan gw? Wah.. Gw masih ‘cacat’ di mata-Nya. Tapi setidaknya hal semacem ini udah mulai gw pikirin. Kmu?

Cita-Cita dan Kenyataan Hidup .

September 17, 2008 - 4 Responses

Seberapa banyak dari kita yang merasa salah jurusan di kampusnya? Seberapa banyak dari kita yang merasa kantor tempat bekerjanya sekarang tidak sesuai dengan keinginan hatinya? Seberapa banyak dari kita yang merasa bahwa hidupnya sekarang sudah sesuai dengan targetnya?

Well, gw bukan termasuk orang yang masuk ke dalam kategori SESUAI TARGET atau TIDAK SESUAI TARGET. Lo smua yang baca kalimat tersebut pasti bingung dengan statement tersebut. Gini deh, dari kecil gw ngga pernah tau apa yang sebenernya gw pengen. Gw masuk ITB emang karena tradisi di keluarga gw yang mengharuskan gw untuk masuk juga. Sampai detik-detik sebelum SPMB pun, gw masih sempat berganti jurusan sampai 4 kali! Dari kelas 1 sampai kelas 2 sma, gw mantap dengan pilihan Teknik Industri ITB. Awal-awal kelas 3 sma, minat gw berubah jadi Teknik Sipil. Ga bertahan lama tiba-tiba jadi pengen Teknik Kimia gara-gara ketika itu jurusan tsb menjadi yang terbaik di ITB. Sampai 3 bulan sebelum SPMB akhirnya gw mantap dengan pilihan Teknik Mesin sebagai pilihan pertama. Tapi waktu itu gw masih bingung untuk menentukan pilihan kedua, sampai akhirnya temen sekelas gw waktu kelas 3 sma, Desi, yang bilang kalo dia tertarik dengan jurusan Teknik Material. Tanpa pernah mencari tahu apa itu Teknik Material dan hanya sekedar meminta restu orang tua, akhirnya gw mantap dengan pilihan gw yang Teknik Mesin dan Teknik Material.

Setelah pengumuman SPMB, akhirnya gw keterima di pilihan Teknik Material. Perasaan campur aduk, seneng tapi sedih juga ngga keterima pilihan pertamanya. Baru pas gw diterima di Teknik Material, gw mulai mencari tau apa sich Teknik Material itu, sampai akhirnya gw tau kalo Teknik Material adalah ilmu yang mempelajari seputar bahan logam, keramik, polimer, dan komposit. Gini deh, dari awal gw emang ngga pernah punya cita-cita yang tetap pada jurusan pilihan gw. Itu sebabnya gw katakan kalo gw termasuk orang yang TIDAK SESUAI target. Tapi ketika dijalin, gw merasa fine-fine aja, nilai gw masih dibilang ‘cukup’, itu yang membuat gw juga termasuk orang yang SESUAI target.

Maksud gw, kita boleh aja mempunyai target dalam hidup. Target dalam hidup membuat hidup kita lebih terarah dan bisa ngasih motivasi lebih dalam ngejalaninnya. Tetapi ketika target yang diharapkan meleset pada kenyataan yang sama sekali tidak kita bayangkan, jangan sampai kita menyesali dengan apa yang Dia kasih. Tetep berusaha, lakukan yang terbaik. Itu yang paling penting.

Mencoba Untuk Menulis .

September 16, 2008 - One Response

Mungkin ga ada salahnya untuk mencoba sesuatu yang baru. Jujur, gw bukan tipe orang yang pandai berbicara. Mungkin buat sebagian orang, setiap kali gw bicara, mungkin hanya sebagian orang aja yang ngerti apa maksud gw. Gw pengen banget ngubah smua itu, karna gw yakin, di dalam dunia pekerjaan nanti, orang yang pinter ngomong cenderung ‘aman’ dalam pekerjaannya nanti. Kecerdasan berbahasa semua diatur oleh otak kanan kita. Gw ga mau otak kanan dan otak kiri gw jadi ngga seimbang karena rutinitas kuliah gw. Mungkin ada baiknya kita memulai melatih itu semua dengan mencoba untuk belajar menulis. Menulis sesuatu, meskipun isinya kosong, tetapi disampaikan secara menarik setidaknya dapat membuat orang-orang yang membacanya tersenyum. Yaph, gw harus mulai dari sekarang..

Design a site like this with WordPress.com
Get started