Pelayanan Bank Nagari di Masa Pandemi Covid-19
Siapa bilang pandemi Covid-19 hanya bisa menebar ketakutan dan kecemasan? Nyatanya, berkat pandemi inilah inovasi-inovasi baru yang bisa jadi tak pernah terpikirkan selama ini, kini hadir di hadapan kita. Bahkan, membuat kita geleng-geleng kepala. Lihat lah, apa yang dilakukan manajemen Bank Nagari setahun terakhir. Salah satunya lewat Quick Responses Code Indonesia Standard (QRIS)-nya.
”QRIS Bank Nagari membuat saya tak perlu lagi ribet-ribet. Untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi Covid-19 ini, saya merasa bisa lebih tenang. Semuanya, ya pakai layanan QRIS Bank Nagari,” ucap Cindy Paloma MSi, 33, dosen Prodi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Unand, ketika ditemui Padang Ekspres di salah satu Coffee Shop merchant QRIS Bank Nagari di kawasan Padangbaru, Padang, Minggu (14/3) lalu.
Tagline ”Belanja Gaul dengan QRIS Nagari Mobile Banking: Universal, Gampang, Untung dan Langsung”, benar-benar dirasakan lulusan Magister Pascasarjana IPB Bogor ini. Penyuka kopi ini, tak perlu khawatir berbelanja apa saja, biarpun uang cash di kantong terbatas. Lebih-lebih, sekarang ini merchant QRIS Bank Nagari ada di mana-mana.
”Dulu, tak terpikirkan bisa seperti ini. Ke mana-mana, uang cash dalam jumlah cukup harus tersedia di dompet. Lebih-lebih berbelanja bulanan. Uang cash harus disiapkan lebih banyak lagi. Kan, kita jadi malu nanti. Barang sudah terlanjur diambil, uangnya tidak cukup. Apalagi, saya tidak terbiasa pakai debit/ ATM. Khawatir saja,” aku Cindy.
Afrianingsih Putri MSi, 38, kolega Cindy di Prodi Agribisnis, memiliki pengalaman berkesan pula menggunakan QRIS Bank Nagari. Perempuan penyuka seafood ini kerap senyum-senyum sendiri sewaktu membayar kuitansi pembayaran makanan yang dipesan.
”Sering dapat discount. Ka¬dang-kadang gede pula. Apalagi, kita kan sering bawa keluarga hunting kuliner seafood. Ee, sewaktu bayar dapat discount. Gimana nggak senyum-senyum. ‘Ibu beruntung sekarang QRIS Bank Nagari lagi bagi-bagi discount’. Begitu sang kasir bilang. Maunya sih, sering-sering dong Bank Nagari seperti ini. Kan bisa hemat,” ujar alumni SMAN 1 Padang ini.
Yang makin membuat perempuan penyuka drama Korea ini tambah takjub, mau apa saja sekarang bisa pakai QRIS Bank Nagari. Termasuk, berbelanja di minimarket, supermarket, atau pun membayar infak bisa pakai QRIS. Jadi, tak perlu lagi berinfak menggunakan uang cash. Cukup, pakai QRIS Bank Nagari saja.
”Pokoknya, sangat memudahkanlah. Apalagi, selama pandemi Covid-19 saya parno bila memegang uang cash. Waswas saja, takut tertular Covid-19 usai memegang uang. Bila sudah pakai QRIS Bank Nagari, belanja terasa lebih gaul,” ucap alumni SMPN 8 Padang ini.
Semakin Diminati
Mengantongi izin Bank Indonesia per 5 Februari 2020 dan di-launching secara resmi pada puncak HUT ke-58 Bank Nagari tepatnya 12 Maret 2020 lalu, atau bank BPD kedua di Indonesia dan pertama di Sumatera mengimplementasi QRIS, kini QRIS Bank Nagari berkembang pesat.
Tak hanya frekuensi transaksi meningkat, namun merchant yang tergabung. Bila awal-awal rata-rata nilai nominal transaksi QRIS sebulan hanya sekitar Rp 93 juta dengan frekuensi transaksi sekitar 3.000-an. Namun, posisi QRIS Bank Nagari per tanggal 31 Januari tercatat 6.736 merchant jumlah outlet 7.093 unit dengan nominal transaksi Rp 15.924.926.270. Tahun ini, ditargetkan merchant QRIS mencapai 17.654 merchant.
Keberhasilan ini mengantarkan Bank Nagari meraih penghargaan dari Bank Indonesia (BI) sebagai Perbankan Terbaik 1 Tahun 2020 Kategori Pelaksana Perluasan QRIS pada 3 Desember 2020 lalu. Capaian ini, jelas tak diperoleh dengan mudah. Salah satu kunci keberhasilan ini, massifnya sosialisasi. Bahkan, Dirut Bank Nagari Muhammad Irsyad terlibat langsung menyosialisasikan QRIS ini, seperti terlihat di Masjid Al Hakim, Pantai Padang, akhir Januari 2021 lalu.
Berhasil membukukan laba bersih Rp 332,7 miliar pada akhir 2020 dan mampu mencatatkan aset senilai Rp 25,70 triliun atau bertumbuh 5,18 persen, Irsyad mengaku tak main-main mengembangkan transformasi digital berupa QRIS ini. Berulang kali, Irsyad menyebutkan termasuk pada puncak perayaan HUT ke-59 Bank Nagari, Jumat (12/3) lalu, pihaknya intens menggiatkan penggunaan QRIS ke nasabah.
Terdapat sejumlah keunggulan penggunaan QRIS ini. Pertama, mengakomodir perubahan perilaku masyarakat yang beralih ke transaksi non tunai atau cashless. Ke¬dua, penggunaan tidak bersifat ek¬sklusif hanya kepada satu bank. Namun, lewat satu QR Code dapat di-scan semua aplikasi seperti, Nagari Mobile Banking, Gopay, OVO, Da¬na, dan lainnya. Ketiga, proses tran¬saksi le¬bih transparan, akurat, dan akun¬ta¬bilitas dalam pengelolaan keua¬ngan, dan juga me¬mu¬dah¬¬kan pembuatan laporan keuangan.
Terpenting, tambah dia, salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. “Karena pembayaran nontunai, maka penggunaan QRIS akan mengurangi risiko pe¬nularan Covid-19 dengan memini¬malisir kontak fisik dengan uang tunai yang bisa menjadi salah satu media penularan virus atau penya¬kit menular,” ucapnya.
Proaktif Respons Peluang
Keberhasilan Bank Nagari me¬lakukan transformasi digital salah satunya lewat QRIS, patut diapresiasi. Selaku bank regional kebanggaan masya¬rakat Sumbar, manajemen Bank Nagari dinilai proaktif merespons peluang teknologi pembayaran digital ini lewat pelucuran QRIS. Nasabah terhubung lewat aplikasi mobile banking dengan mudah bisa melakukan pembayaran via memindai barcode.
Konsumen tidak direpotkan dengan membawa uang tunai yang juga berpotensi berisiko, sebaliknya dari sisi pedagang/merchant juga tidak direpotkan dengan kembalian uang atau risiko uang palsu ketika menerima pembayaran. Dari sisi Bank Nagari sebagai bank penyelenggara jasa pembayaran, tentunya memberikan keuntungan karena dana atas transaksi akan langsung masuk ke bank, tidak seperti transaksi cash di mana merchant/penyedia produk/jasa mengumpulkan uang dan menyetorkan ke bank.
Sejalan perubahan perilaku konsumen yang semakin menyukai teknologi, perluasan akses jejaring pembayaran digital ini dapat menjadi momen penting yang harus diimplementasikan. Mengingat, masyarakat atau generasi milenial yang melek teknologi pasar potensial bagi perbankan.
”QRIS ini bisa menjadi program unggulan sepanjang Bank Nagari memiliki kemampuan yang cepat menggarap potensi pasar nasabah yang melek teknologi. Tentunya ini harus didukung kemampuan inovasi dalam teknologi perbankan yang mempu memenuhi kebutuhan konsumen kapanpun dan di mana pun,” sebut mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unand, Harif Amali PhD.
Perlu diingat pula, pengguna jasa keuangan dengan sistem digital bisa saja dengan mudah berpindah (switch) ke bank lain dengan alasan sederhana, misalnya system error, gangguan server, call centre yang sulit dihubungi, dan lainnya. Namun, perlu pula diwaspadai sampai kapan program QRIS akan menjadi program unggulan.
”Sebagai kompetitor yang menggarap segmen sama, tentunya bank-bank pesaing kemungkinan juga su¬dah mendisain strategi yang jitu dan ekspansif menggarap potensi pasar pengguna teknologi digital. Makanya, pengembangan inovasi teknologi dan building image sangat penting membangun kepercayaan,” ucapnya.
Ekonomi Unand, Prof Elfindri melihat, sejauh ini Bank Nagari sudah menyamai digitalisasi yang lebih dahulu dilakukan bank-bank umum pemerintah, maupun swasta besar. ”Mungkin karena lebih ke follower, sebenarnya bagus dikembangkan fasilitas-fasilitas lain yang bank lain sudah lebih dahulu. Misalnya, mengecek mana pembayaran SPP siswa yang menunggak, lalu memberikan info lebih advance kepada siswa atau orangtua,” ujar dia.
Artinya, tambah dia, digitalisasi tidak saja model ketersediaan konvensional, namun lebih menjangkau layanan lebih advance. Termasuk, investasi pada SDM menjadi sangat urgen. ”Harusnya ini dipikirkan direksi dan didesak-desak komisaris,” tukas Elfindri.
Mantan Komut Bank Nagari yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Unand, Dr Eva Yonedi menyebut, tranformasi digital Bank Nagari salah satunya lewat QRIS, bisa meningkatkan daya saing. Dengan ”going digital”, Bank Nagari tentunya mampu memenuhi kebutuhan nasabah.
”Butuh, edukasi dan sosialisasi produk-produk digital yang dimiliki Bank Nagari. Sehingga, nasabah menjadikan Bank Nagari untuk melakukan transaksi. Namun, perlu juga diingat bahwa ekspektasi pasar juga berubah cepat. Jadi, strategi digital bisa mempercepat bank untuk beradaptasi dengan ekspektasi yang cepat berubah itu,” ucap dia.
Khusus QRIS, industri jasa keuangan seperti Bank Nagari perlu lebih mendorong pelaku usaha dan UMKM Sumbar akan pentingnya digitalisasi pembayaran. Sehingga, perkembangan adopsi transaksi non-cash meningkat di kalangan UMKM. Namun, tentunya, perlu evaluasi internal dan bukti lapangan kendala yang dihadapi. (***)