Renungan

Ku baca Alqur’an sisa waktu ku membaca koran
Ku berdo’a setelah semua nikmat habis ku rasakan
Ku berinfak sisa uang belanjaku di rumah
Ku bertobat setelah ku merasa tidak tenang
Shalat ku lebih cepat daripada ketika ku buang hajatku

***SUNGGUH TAK ADIL……

Anak TK zaman Sekarang

Sudah 2 kurcaci kecil ku yang menempuh pendidikan di Taman Kanak-Kanak [TK], ka’ Alya dan uni Icha. Dan yang paling berkesan bagiku dari mereka selama itu adalah lagu-lagu yang dipelajari dari para guru-guru mereka, tentu saja selain kepintaran mereka membaca Al Quran (bayangin ka’ Alya umur 5 tahun udah lancar baca Al Quran, sedangkan bunda…….#@$%^&*%@#$??) πŸ˜›

Nah ini beberapa petikan dari lagu-lagu itu :

Lagu #1 :
**Nyanyikan dengan irama “satu satu aku sayang ibu”

Satu satu aku sayang Allah
Dua dua cinta Rasulullah
Tiga tiga sayang ayah bunda
Satu dua tiga jalan masuk syurga

Lagu #2 :
**Nyanyikan dengan irama “Becak”, seperti ini lho…..

Saya mau tamasya berkeliling keliling kota
Hendak melihat-lihat pemandangan yang ada
Saya panggilkan becak kereta tak berkuda
Becak, becak tolong bawa saya

Allah Maha Pengasih Tak pernah pilih kasih
Allah Maha Penyayang sayang-Nya tak terkira
dan Allah Maha Tahu tanpa diberi tahu
Allah Allah….Lailah ha ilallah….

Lagu #3 :

Kalau yang ini gak ada padanan lagunya, karena juga bukan seniman gak bisa bikin notasinya, syairnya ajah…..

Aku berjalan Ikan berenang
Ular melata burung terbang
Hujan turun, bunga berkembang
Allah ciptakan karena sayang…….2x

Sebenarnya masih baaaaanyak lagu2 mereka yang sederhana dan lucu tapi daleeeeem banget maknanya…….Salut tuk para guru2 itu.

O iya satu lagi keunggulan anak2 TK zaman sekarang, kalau mereka sedang berceloteh sendiri, biasanya bunyi yang keluar adalah doa2 yang telah mereka hafal atau ayat surat2 pendek dalam Al Quran atau Asma Ul Husnah. Dan kalau mereka lagi ngumpul rame2 dan ada yang memulai baca surat pendek atau doa atau Asma Ul Husnah, nah yang lain bakalan ikutan nyambung. Aduh merdu sekali terdengar…….walaupun suara yang keluar dengan irama simpang siur sekalipun.

Kadang kita sebagai orang tua malah banyak lho belajar dari anak2 itu. Seperti aku pribadi yang tidak terlalu banyak menguasai doa2 (selain doa mau makan dan doa berbuka puasa….he…he….he, krn berhubungan dengan makan….wq) malah belajar lho dari mereka.

Baru-baru ini aku sudah selesai menghafalkan doa naik kendaraan, guruku adalah ka Alya dan Uni Icha……..

Karena Kau Mengasihiku

Selepas makan saing, telah masuk waktu sholat zhuhur dan aku pun siap untuk berwudhu. Sembari membenahi jilbab setelah berwudhu, terniat untuk sholat di mushala kantor. Tapi entah kenapa langkah kaki ini tanpa dapat dicegah kembali terarah ke ruangan itu lagi, bukan ke mushala seperti niatku sebelumnya. Ugh……ada apa dengan kaki ini, padahal mereka tahu aku tidak suka masuk ke ruangan itu. Ruangan mungil yang terhampar karpet ukuran 1 x 2 meter dan seperangkat alat sholat. Sinar matahari dengan leluasa memenuhi ruangan itu dan sepotong cermin kecil yang hanya cukup untuk berkaca wajah saja tergantung di salah satu sisi ruangan itu. Cermin itu…..aku tak suka memandang ke cermin itu. Aku tak suka memandang bayangan yang terpantul dari cermin itu. Tapi entah mengapa setiap masuk ke ruangan itu selalu tidak dapat ku hindari untuk kembali memandang ke arahnya. Seraut wajah yang…..ehemmm lumayan manis, namun saat terbentuk senyuman di wajah itu, terlukis garis-garis halus dan tegas di sudut-sudut mata dan di beberapa sudut lainnya. Yah pantulan bayangan itu adalah wajahku sendiri. Kenapa ya bayangan itu terlihat berbeda di cermin-cermin yang lain dimana pun, atau aku saja yang tidak memperhatikan selama ini ? Tapi di ruangan ini walau hanya berkaca sekilas saja, akan terpantul wajah itu seketika. Entahlah……..ugh memang sudah waktunya dia hadir di wajah ini, mungkin ini suatu peringatan dari Yang Maha Kuasa bahwa aku sudah tak lagi muda, harus lebih dewasa, harus lebih banyak merenung tentang hidupku selama ini. Apa saja yang sudah aku perbuat seumur ini. Apakah sudah cukup bekal amal di dunia untuk kehidupan yang abadiku nanti ? Karena kehadirannya mengingatkan bahwa umur telah banyak berkurang. Mungkin saja yang tersisa tidak akan panjang lagi.

***Subhanallah….Maha Suci Engkau ya Allah…..
Kau berikan aku peringatan…..Karena Kau mengasihi ku…..

Extrovert dan New Toyota Alphard

Hari ini, ada 2 quiz yang kuikuti melalui FB

Quiz 1
#kepribadian

Hasilnya aku adalah tipe EXTROVERT
Tipe yang lebih suka bersosialisasi dan mencari banyak teman. Sering membicarakan banyak hal dan berkumpul dengan orang lain (wuaduh dicap tukang gosip nich…..? πŸ™‚ )
Kadang Extrovert sering terbawa kenyamanan sehingga kadang terlihat memanfaatkan, tapi tidak semuanya demikian (positif atau negatif ya maksudnya ? ada gak yang bisa menterjemahkan….?)
Memiliki energi yang external dalam mengekspresikan fikirannya (hhhmmmm……)

Quiz 2
#mobil apa yang cocok untuku

Hasilnya fantastis NEW TOYOTA ALPHARD……
Gak tau kenapa, tiba-tiba datang dealer toyota ke hadapanku menawarkan mobil. Dan gaya sekali aku tanyakan harga mobil NEW TOYOTA ALPHARD……Ternyata harganya tidak semahal yang aku kira, “hanya” Rp 1.100.000.000 alias 1,1 M.

πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Gila Aja…

Mimpi

Mimpi……….
Aku ingin memiliki mimpi-mimpi
Mimpi-mimpi seindah puisi
Kan ku ukir mimpi – mimpi ku di langit biru
Agar setiap ku pandangi langit
Dapat kulihat indahnya mimpi itu…..
Seraya memohon…
‘Ya ALLAH, rengkuhlah mimpi-mimpiku’

Anugrah Terindah

Percayalah, semua cobaan dan musibah yang menimpa pasti ada hikmahnya. Aku adalah orang yang sangat sangat percaya.

Adalah 2 pengalaman, yang bagiku merupakan cobaan yang diberikan Yang Maha Kuasa pada ku.

Pengalaman I :

Kejadian ini, waktu ka Alya, anak pertama berumur 10 bulan, bayi kedua kembali hadir di rahimku. tapi sayang, saat kehamilan memasuki usia 8 minggu, terjadi pendarahan yang akhirnya mengakibatkan keguguran. Sedih sekali rasanya dan juga sedikit trauma. Tapi alhamdulillah 3 bulan kemudian tumbuh lagi janin baru. Pemurah sekali Allah kepada ku. Janin itu lahir dengan selamat pada Aguatus 2004 dengan berat 3.9 kg, iiihhh gemuk sekali….menggemaskan dengan kulitnya yang kemerah merahan, dan para suster rumah sakit pun memanggil si kecilku itu, humaira (tapi sekarang uni icha kulitnya gak kalah ama ka Alya, hitam manis doyan main panas2 mulu siy….).

Lalu apa ya hikmahnya….? Subhanallah…….. aku suka merinding membayangkannya. Dilematis, jikalau Allah berkehendak ingin memutar ulang waktu dan memberikanku pilihan, apakah aku ingin bayiku yang kedua itu selamat atau tidak, dengan sangat yakin aku akan mengatakan aku ingin bayiku selamat dan jika Allah mengabulkannya, aha……apa yang akan terjadi kawan, barangkali takkan ada uni icha di tengah keluarga kami. Aduuuuhhh……..gak ada uni…..? Apa jadinya ? hiks…..hiks…… 😦

Pengalaman II :

Tepatnya ini adalah suatu dosa yang sampai kapanpun takkan terlupakan. Dosa terbesar dari seorang ibu. Aku harap pengalaman ini tidak akan pernah dilakukan oleh orang lain.
Peristiwa ini terjadi setelah Allah menganugrahiku tiga orang anak : ka Alya, uni Icha dan abang Hanif. Lengkap sudah rasanya, ada perempuan dan ada laki-laki. Dan kami putuskan rencana anak ke 4 (targetnya 4 neh….) tunggu dululah si abang umur 3 tahun, biar bunda juga bisa ‘istirahat’ sejenak……..Tapi lagi-lagi Allah sangat sayang pada kami, saat umur abang Hanif menginjak 8 bulan, bunda kembali hamil. Yaaaah……batal deh rencana untuk ‘istirahat’ sejenak. Tidak karuan perasaan saat itu, sedikit senang (?), sedih, kecewa, frustasi mengingat hal-hal yang akan kembali aku hadapi selama hamil (setelah 3 kali berturut-turut) rasa mual, muntah, insomnia dan batuk yang gak sembuh-sembuh (entah kenapa setiap hamil, disaat memasuki usia kehamilan 5 bulan aku pasti batuk yang terus menerus dan sembuhnya yaaaa….kalau si kecilku udah lahir, walaupun batuknya diobati), kemudian sat-saat menjelang persalinan, melahirkan dan pasca melahirkan, dan sekarang ? hal ini akan terulang kembali………Pfffff. ditambah lagi sang ayah akan sering meninggalkanku karena tengah menuntut ilmu di Jokja sana. Nah ditengah rasa frustasi itulah setan dengan mudahnya menggodaku untuk melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Aku mencari-cari cara agar kehamilan kali ini takkan berumur panjang, mulai dari makan makanan yang kata orang-orang bisa menggagalkan kehamilan, seperti meminum minuman softdrink yang mengandung soda, makan tape ubi, tape ketan. Ditambah lagi aku tiba-tiba rajin lari pagi keliling lapangan kantin dan ditambah dengan aksi loncat-loncat, hal yang biasanya paling malas aku lakukan. Dan yang lebih ekstrim………aku biarkan abang Hanif duduk dan melonjak-lonjak di atas perutku (Nauzubillahminzalik……..),Astaghfirullah al azim………kalau ingat kejadian yang satu ini aku suka merinding. Namun sesungguhnya Allah Maha Berkehendak……..Kun……Fa Ya Kun…….jadi…..maka jadilah, dan tiada seorangpun yang bisa mencegahnya. Akhirnya kehamilan ini aku jalani juga. Dan Subhanallah sangat lancar dan sepertinya dimudahkan oleh Allah. Aku bahkan sanggup belajar mengendarai motor saat kehamilan memasuki 2 bulan, dan menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari sebagai alat tranportasi. O iya aku bahkan pernah juga mengalami beberapa kecelakaan kecil dengan motorku seperti jatuh karena kehilangan keseimbangan dan sekali mengalami kecelakaan yang……upfffff tabrakan dengan sesama motor (akunya gak pa pa malah motor orang yang rinsek). Alhamdulillah semua kecelakaan itu, setelah diperiksakan ke dokter tidak berakibat buruk pada bayiku.

Dengan seiring berjalannya waktu, maka tibalah saat kelahiran bayiku. Dia lahir dengan selamat dan tiada kurang satu apapun, bahkan sangat qiut. Tak pernah bosan kami memandangnya. Lucu sekali……bahkan sampai sekarang tidak pernah sedetikpun hilang kelucuannya dalam keadaan apapun. Bahkan pandangan pertamanya pada bundanya sarat penuh arti seperti berkata ‘Kenapa bunda dulu sampai hati ingin aku tak ada….?’. Kejadiannya saat kami berkeliling memandanginya untuk pertama kalinya. Diperhatikannya kami satu persatu sampai akhirnya pandangannya berhenti tepat di mataku dan mengatakan hal itu. Tahukah kawan apa yang terfikirkan setiap aku memandang kelucuannya ? Yah…..tak putus-putusnya aku mengucap ampunan pada Allah dan sekaligus syukur atas keputusan dan takdir yang telah ditentukan-Nya kepada ku dan si adek Pasha. Benar-benar sayang Allah padaku……benar-benar sayang.

O iya ada satu kejadian yang membuat jantungku hampir berhenti berdetak. Kejadiannya saat masih berada di ruang bersalin, setelah si adek lahir, aku mendengar bisik-bisik para medis kalau kondisi kaki anakku tidak normal. Tek…..jantungku seperti berhenti, tap Dr. FIN, yang menangani persalinanku bilang ‘gak apa-apa, normal-normal saja……’. Tapi aku curiga, jangan-jangan beliau hanya menghiburku. Yang berkelebat di fikiranku adalah Allah telah menghukumku atas dosaku dengan memberikanku anak yang tidak sempurna, dengan memohon ampunan aku bersumpah akan tetap menyayangi adek walau bagaimanapun keadaannya. Memang kaki Pasha kelihatan tidak normal, jika diluruskannya maka kedua telapak kakinya akan berkumpul ke tengah dengan posisi jari-jarinya saling bertemu. Seperti pengkor……..Tapi syukurlah setelah diperiksa oleh dokter anak, hasil diagnosa beliau, itu hal yang normal, kata dokter penyebabnya adalah karena posisi kaki si adek waktu di kandungan kesempitan (hhhlah…..bahasanya). Tapi rasa cemas selalu membayangi kami selama setahun sampai adek Pasha bisa berjalan. Dan Alhamdulillah sampai sekarang si adek baik-baik saja, dan sekarang hobi sekali berlari kian kemari dengan tangkasnya.

Satu pelajaran yang dapat aku petik dari semua ini, bahwa janganlah pernah menapik rezki atau anugrah dari Allah apapun bentuknya, karena anugrah dari Allah itu akan selalu indah……Dan keindahannya akan hadir tepat pada waktunya.

Undangan

Sepintas seakan aku telah ingkar pada janji. Tapi coba perhatikan dengan lebih seksama, malah terlalu sering aku berkunjung. Lihatlah perubahan kecil dari hasil kunjungan itu…….Berarti sekali untuk ku, karena semua adalah apa adanya diri. Sudah pantaskah orang-orang untuk aku undang untuk mengunjunginya pula ? Aku sangat ingin sekali…….Ayo lah, berfikir positiflah sang Pelayan. Tidak akan apa-apa.

Tapi baiklah, kenapa tidak……
Ekspresikanlah dirimu…….
Kau tahu, banyak sekali orang yang mencintaimu…..
Paling tidak ada 4 kurcaci dan sang belahan jiwa…… πŸ˜€

Baik……. πŸ˜€
Ayo…….. πŸ˜€ πŸ˜€
Mari……. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€
Silahkan……… πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Bagaimana menurut mu, kawan……..?
Jangan malu2………..
Bicaralah………….
Seuntai kalimat, bahkan sepatah kata adalah suatu kehormatan bagi sang Pelayan

Terima kasih kuucapkan sebelumnya.

Tekadku

Hari ini…. Jumat, di hari suci umat Islam terucap satu janji. Setelah sekian lama meninggalkannya, akhirnya ku bulatkan tekad untuk lebih sering mengunjunginya. Walaupun serasa akan berjalan sendiri, walaupun takkan setiap hari, paling tidak tak meninggalkannya selama waktu yang sekarang ini.

Aku dapat mengukur kemampuan diri, namun takan jadi penghalang dari tekad ini. Aku tahu ada seseorang yang selalu menyemangatiku. Ia jauh walaupun tak terlalu, namun dekat sekali di hatiku, mungkin diapun taklah tahu. Setiap hari tak pernah namanya tak terlintas dalam fikiranku (semoga Allah memberikan berkah sepanjang kehidupannya….). Karena setiap nama itu terlintas akan memberikan ku energi yang lebih untuk melangkah, berbuat dan berfikir yang lebih positif.

Sang Pelayan berharap tulisan ini akan menjadi awal nya……..
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM……. πŸ˜€

Hijrah

Entah kenapa akhir2 ini dada ini acapkali terasa menyempit, mengganjal. Ada apa kah gerangan. Seringkali aku merasa tahu sebabnya, tapi tidak dapat mengungkapkannya, tidak bisa untuk menjabarkannya, dan seringkali berusaha menyangkalnya. Ataukah takut mengakui apa sebabnya…..? Yah tepatnya memang itu, takut mengakui apa sebabnya.

Aku tahu ya Allah, untuk yang satu ini hanya kepada Mu aku mengadu.
Namun mengapa setiap aku menghadap Mu, mulut ini lebih banyak terkunci untuk mengadukannya.

Ya Allah, aku harus berubah, kami harus berubah, sudah saatnya kami untuk berubah………..

Kaka dan Uni

Kemarin ka alya mengeluh kalo makan sakit rahangnya. Setelah di cek ternyata rahangnya agak bengkak dan sedikit panas. Bunda bilang “Kaka coba liatin ke nenek ini “baguak” bukan ?” Wah ternyata iya, ya udah hari ini kaka gak usah masuk sekolah dulu walaupun udah steady dengan baju sekolahnya. Buru-buru deh bunda bikin dama (kemiri) yang dicampur dengan sejumput beras dan dikasih air hangat, lalu diminumin ke kaka. Wah tapi ternyata ada sepasang mata yang memandang ke bunda dan kaka bergantian. Ada apakah dengan tatapan mata itu ? hhhmmmmm…….bunda tau si uni yang punya mata sepertinya gak rela kalo kaka bisa tidur-tiduran di rumah sambil pelototin globalTV atw Spacetoon seharian, sedangkan uni harus sekolah. Mulai deh si uni pasang strategi, pura-pura gak dengar kalo bunda udah teriak-teriak dari tadi suruh uni mandi. Apalagi kalo ayah yang suruh, wah tambah gak denger lagi (**karena di rumah galakan bunda dari ayah**)
Kaya nya bunda harus siap-siap nih pasang wajah sok tegasnya. Satu hentakan plus mata yang melotot (hiiiii….) cukup membuat si uni akhirnya bergerak ke kamar mandi. Tapi yang pasti hari itu uni sudah pasti terlambat sekali datang ke sekolah. Uni…….Uni……… πŸ˜€

Bagaimana dengan si kaka ?
Istirahat siang pukul 12.00 WIB bunda pulang ke rumah disambut dengan pertanyaan kaka, “Bunda, kaya nya kaka gak sakit koq, badan kaka biasa-biasa aja.” Lah iya anak bunda ini kelihatannya segar-segar aja tuh……bahkan bengkak di rahang udah agak kempes dan kaka bilang kalo dibawa ngunyah juga udah gak terlalu sakit. Ya udah berarti dama/kemiri plus beras tadi cukup manjur juga. Berarti besok kaka udah bisa sekolah lagi.



Design a site like this with WordPress.com
Get started