Percayalah, semua cobaan dan musibah yang menimpa pasti ada hikmahnya. Aku adalah orang yang sangat sangat percaya.
Adalah 2 pengalaman, yang bagiku merupakan cobaan yang diberikan Yang Maha Kuasa pada ku.
Pengalaman I :
Kejadian ini, waktu ka Alya, anak pertama berumur 10 bulan, bayi kedua kembali hadir di rahimku. tapi sayang, saat kehamilan memasuki usia 8 minggu, terjadi pendarahan yang akhirnya mengakibatkan keguguran. Sedih sekali rasanya dan juga sedikit trauma. Tapi alhamdulillah 3 bulan kemudian tumbuh lagi janin baru. Pemurah sekali Allah kepada ku. Janin itu lahir dengan selamat pada Aguatus 2004 dengan berat 3.9 kg, iiihhh gemuk sekali….menggemaskan dengan kulitnya yang kemerah merahan, dan para suster rumah sakit pun memanggil si kecilku itu, humaira (tapi sekarang uni icha kulitnya gak kalah ama ka Alya, hitam manis doyan main panas2 mulu siy….).
Lalu apa ya hikmahnya….? Subhanallah…….. aku suka merinding membayangkannya. Dilematis, jikalau Allah berkehendak ingin memutar ulang waktu dan memberikanku pilihan, apakah aku ingin bayiku yang kedua itu selamat atau tidak, dengan sangat yakin aku akan mengatakan aku ingin bayiku selamat dan jika Allah mengabulkannya, aha……apa yang akan terjadi kawan, barangkali takkan ada uni icha di tengah keluarga kami. Aduuuuhhh……..gak ada uni…..? Apa jadinya ? hiks…..hiks…… π¦
Pengalaman II :
Tepatnya ini adalah suatu dosa yang sampai kapanpun takkan terlupakan. Dosa terbesar dari seorang ibu. Aku harap pengalaman ini tidak akan pernah dilakukan oleh orang lain.
Peristiwa ini terjadi setelah Allah menganugrahiku tiga orang anak : ka Alya, uni Icha dan abang Hanif. Lengkap sudah rasanya, ada perempuan dan ada laki-laki. Dan kami putuskan rencana anak ke 4 (targetnya 4 neh….) tunggu dululah si abang umur 3 tahun, biar bunda juga bisa ‘istirahat’ sejenak……..Tapi lagi-lagi Allah sangat sayang pada kami, saat umur abang Hanif menginjak 8 bulan, bunda kembali hamil. Yaaaah……batal deh rencana untuk ‘istirahat’ sejenak. Tidak karuan perasaan saat itu, sedikit senang (?), sedih, kecewa, frustasi mengingat hal-hal yang akan kembali aku hadapi selama hamil (setelah 3 kali berturut-turut) rasa mual, muntah, insomnia dan batuk yang gak sembuh-sembuh (entah kenapa setiap hamil, disaat memasuki usia kehamilan 5 bulan aku pasti batuk yang terus menerus dan sembuhnya yaaaa….kalau si kecilku udah lahir, walaupun batuknya diobati), kemudian sat-saat menjelang persalinan, melahirkan dan pasca melahirkan, dan sekarang ? hal ini akan terulang kembali………Pfffff. ditambah lagi sang ayah akan sering meninggalkanku karena tengah menuntut ilmu di Jokja sana. Nah ditengah rasa frustasi itulah setan dengan mudahnya menggodaku untuk melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Aku mencari-cari cara agar kehamilan kali ini takkan berumur panjang, mulai dari makan makanan yang kata orang-orang bisa menggagalkan kehamilan, seperti meminum minuman softdrink yang mengandung soda, makan tape ubi, tape ketan. Ditambah lagi aku tiba-tiba rajin lari pagi keliling lapangan kantin dan ditambah dengan aksi loncat-loncat, hal yang biasanya paling malas aku lakukan. Dan yang lebih ekstrim………aku biarkan abang Hanif duduk dan melonjak-lonjak di atas perutku (Nauzubillahminzalik……..),Astaghfirullah al azim………kalau ingat kejadian yang satu ini aku suka merinding. Namun sesungguhnya Allah Maha Berkehendak……..Kun……Fa Ya Kun…….jadi…..maka jadilah, dan tiada seorangpun yang bisa mencegahnya. Akhirnya kehamilan ini aku jalani juga. Dan Subhanallah sangat lancar dan sepertinya dimudahkan oleh Allah. Aku bahkan sanggup belajar mengendarai motor saat kehamilan memasuki 2 bulan, dan menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari sebagai alat tranportasi. O iya aku bahkan pernah juga mengalami beberapa kecelakaan kecil dengan motorku seperti jatuh karena kehilangan keseimbangan dan sekali mengalami kecelakaan yang……upfffff tabrakan dengan sesama motor (akunya gak pa pa malah motor orang yang rinsek). Alhamdulillah semua kecelakaan itu, setelah diperiksakan ke dokter tidak berakibat buruk pada bayiku.
Dengan seiring berjalannya waktu, maka tibalah saat kelahiran bayiku. Dia lahir dengan selamat dan tiada kurang satu apapun, bahkan sangat qiut. Tak pernah bosan kami memandangnya. Lucu sekali……bahkan sampai sekarang tidak pernah sedetikpun hilang kelucuannya dalam keadaan apapun. Bahkan pandangan pertamanya pada bundanya sarat penuh arti seperti berkata ‘Kenapa bunda dulu sampai hati ingin aku tak ada….?’. Kejadiannya saat kami berkeliling memandanginya untuk pertama kalinya. Diperhatikannya kami satu persatu sampai akhirnya pandangannya berhenti tepat di mataku dan mengatakan hal itu. Tahukah kawan apa yang terfikirkan setiap aku memandang kelucuannya ? Yah…..tak putus-putusnya aku mengucap ampunan pada Allah dan sekaligus syukur atas keputusan dan takdir yang telah ditentukan-Nya kepada ku dan si adek Pasha. Benar-benar sayang Allah padaku……benar-benar sayang.
O iya ada satu kejadian yang membuat jantungku hampir berhenti berdetak. Kejadiannya saat masih berada di ruang bersalin, setelah si adek lahir, aku mendengar bisik-bisik para medis kalau kondisi kaki anakku tidak normal. Tek…..jantungku seperti berhenti, tap Dr. FIN, yang menangani persalinanku bilang ‘gak apa-apa, normal-normal saja……’. Tapi aku curiga, jangan-jangan beliau hanya menghiburku. Yang berkelebat di fikiranku adalah Allah telah menghukumku atas dosaku dengan memberikanku anak yang tidak sempurna, dengan memohon ampunan aku bersumpah akan tetap menyayangi adek walau bagaimanapun keadaannya. Memang kaki Pasha kelihatan tidak normal, jika diluruskannya maka kedua telapak kakinya akan berkumpul ke tengah dengan posisi jari-jarinya saling bertemu. Seperti pengkor……..Tapi syukurlah setelah diperiksa oleh dokter anak, hasil diagnosa beliau, itu hal yang normal, kata dokter penyebabnya adalah karena posisi kaki si adek waktu di kandungan kesempitan (hhhlah…..bahasanya). Tapi rasa cemas selalu membayangi kami selama setahun sampai adek Pasha bisa berjalan. Dan Alhamdulillah sampai sekarang si adek baik-baik saja, dan sekarang hobi sekali berlari kian kemari dengan tangkasnya.
Satu pelajaran yang dapat aku petik dari semua ini, bahwa janganlah pernah menapik rezki atau anugrah dari Allah apapun bentuknya, karena anugrah dari Allah itu akan selalu indah……Dan keindahannya akan hadir tepat pada waktunya.
Recent Comments