Video ilustrasi berikut merupakan salah satu poin tugas ujian akhir mata kuliah Manajemen Pemasaran (Prof. Ujang Sumarwan).
Video youtube tersebut sangat relevan dengan topik pertemuan 10 sesi 20 yang berjudul Complaint Handling and Service Recovery. Dalam video tersebut diberikan contoh macam macam jenis complaint dari customer seperti: oral abuser, the rulerbreaker, the belligerent, the family fueder dan the cheat. Kemudian dalam video tersebut diberikan pula contoh bagimana menangani customer yang melakukan complaint ataupun yang sulit ditangani.
Kelima tipe “Jaycustomer” ini dibahas dalam pertemuan 10 sesi 20 pada bagian ” Discouraging Abusive & Opportunistic Costumer Behavior” yang merupakan sebagian contoh dari “Seven types of jaycustomers” dan dalam video ini juga menyinggung sedikit mengenai “Service Quarantee” Perusahaan disarankan untuk menerima keluhan serta permintaan jaminan akan pelayanan yang diberikan. Akan tetapi perusahaan juga harus menyadari bahwa tidak semua pelanggan bertindak jujur dalam memberikan keluhan mereka. Pada perusahaan yang memiliki peraturan dan jaminan pelayanan yang bagus, seringkali dikhawatirkan akan adanya pelanggan yang mengambil keuntungan. Ada juga kekhawatiran bahwa tidak semua pelanggan memberikan keluhan mereka dengan cara yang baik, seringkali ada kecenderungan terjadi tindakan yang negatif dan dapat menimbulkan keluhan dari pelanggan yang lain. Pelanggan yang seperti itu disebut sebagai Jaycustomer. Jaycustomer didefinisikan sebagai pelanggan yang bertindak tanpa berpikir atau melakukan tindakan kasar yang dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan, karyawan perusahaan, maupun pelanggan yang lain. Masalah yang ditimbulkan Jaycustomer bagi perusahaan tidak selalu berdampak secara langsung, tetapi bisa berdampak beruntun dari dampak terhadap pelanggan lain maupun dari karyawan perusahaan tersebut.
Ada 7 tipe Jaycustomer, yaitu the Cheat, the Thief, the Rulebreaker, the Belligerent, the Family Feuders, the Vandal, dan the Deadbeat. Dalam video diatas beberapa tipe Jaycustomer yang diilustrasikan yaitu:
- Oral Abuser. Ada tipe pelanggan yang senang berdebat. Berargumentasi di tempat layanan bisa mengganggu orang lain dan menghabiskan waktu kita. Mereka juga bisanya marah jika kita tidak memberi argumentasi yang baik untuk mereka. Menghadapi pelanggan semacam ini ada baiknya menarik si pelanggan dari kerumunan. Beri mereka pelayanan yang sifatnya personal dan lakukan hubungan yang bersifat pribadi dengan pelanggan semacam ini. Menghadapi pelanggan seperti ini, campur tangan pegawai sangat diperlukan. tidak hanya itu, keputusan yang adil juga harus dilakukan agar tidak ada pihak yang merasa tersinggung.
- The Rulebreaker. Tipe Jaycustomer ini merupakan pelanggan yang menimbulkan ketidaknyamanan baik bagi karyawan maupun pelanggan yang lainnya. The Rulerbreaker adalah pelanggan yang menyampaikan keluhan mereka tidak secara baik-baik dan cenderung dengan tindakan yang negatif seperti marah, teriakan, kata-kata tajam atau kasar. Hal-hal seperti ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pelanggan lain dan dapat berujung dengan adanya keluhan dari pelanggan lain. Seringkali karyawan yang menjadi sasaran kemarahan pelanggan bukanlah karyawan yang melakukan kesalahan maupun memiliki kuasa untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini terjadi pada karyawan frontliner yang berhadapan langsung dengan para pelanggan. Untuk itulah, karyawan sebaiknya dibekali dengan pelatihan untuk mengembangkan kesabaran, rasa percaya diri, dan ketegasan dalam menghadapi pelanggan tipe ini. Selain itu karyawan dibekali dengan pelatihan untuk meredakan kemarahan, menenangkan kegelisahan dan kegusaran pelanggan. Menghadapi tipe pelanggan ini tidak mudah. Ada kalanya pelanggan yang mengamuk menggunakan kontak fisik atau kekerasan terhadap karyawan. Ketika hal itu terjadi, sangat penting bagi pihak perusahaan untuk bersikap tegas dalam menengahi permasalahn tersebut, bahkan apabila diperlukan, petugas keamanan dapat dipanggil.
- The Belligerent, pada penyediaan pelayanan, seringkali diperlukan adanya peraturan sebagai panduan atau pedoman dalam pemberian pelayanan kepada pelanggan. Beberapa peraturan bahkan dibuat memastikan keselamatan dan keamanan pelanggan, contohnya pada pelayanan penerbangan, pelanggan dilarang menyalakan alat elektronik pada saat pesawat lepas landas dan mendarat. Peraturan yang dibuat oleh perusahaan harus jelas dan merupakan hal yang penting. Namun, peraturan yang penting harus diterapkan secara tegas kepada pelanggan. Peraturan sederhana seperti, dimohon untuk mengantri merupakan salah satu peraturan yang harus diterapkan dengan tegas tetapi seringkali dilanggar oleh pelanggan. Peraturan sederhana seperti ini dibuat demi kelancaran dan kenyamanan bersama antara karyawan dan pelanggan. Apabila salah satu pelanggan dengan sengaja melanggar peraturan ini dapat menimbulkan efek beruntun dimana pelanggan yang lain ikut melanggar dan dapat menimbulkan kekacauan dalam proses pelayanan tersebut.
- The Cheat. Tipe ini merupakan Jaycustomer yang dengan sengaja melakukan kecurangan kepada perusahaan. Berbagai cara dapat dilakukan oleh the Cheat untuk mengambil keuntungan dari pelayanan dan jaminan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Misalnya pada perusahaan yang menyediakan jaminan 100% kepuasan pelanggan, bisa dimanfaatkan oleh the Cheat dengan berbagai alasan ketidakpuasan mereka akan pelayanan yang diberikan. Dengan demikian mereka bisa memasukan keluhan dan mendapatkan kompensasi atas keluhan mereka. Yang termasuk tipe ini adalah pelanggan yang suka mencuri atau tidak mau membayar. Terkadang mereka mengaku sudah membayar padahal belum. Tipe ini biasanya suka marah jika dimintai uang dan sering mengkau bahwa mereka sudah membayar. Yang lebih parah dari tipe ini adalah yang benar-benar suka mencuri. Entah mengambil barang dari supermarket atau mengambil uang di meja teller pada saat teller sedang lengah. Mencegah lebih baik daripada menangkap basah pelanggan seperti ini. Untuk menjalankan langkah preventif, kita perlu mengetahui terlebih dahulu hal-hal apa yang membuat pelanggan tidak mau membayar baru kemudian membuat sistem yang mencegah mereka melakukan hal negatif.
- The Family Feuders. Pelanggan tipe ini merupakan pelanggan yang tidak segan untuk beradu pendapat dengan anggota keluarganya di muka umum, kadangkala dapat juga terjadi adu pendapat dengan pelanggan yang lain. Tindakan yang dilakukan pelanggan ini mirip dengan the Belligerent, dengan menggunakan tindakan yang dapat menganggu kenyamanan para pelanggan lain. Dalam menghadapi tipe pelanggan ini, diperlukan tanggapan dan respon yang cepat dari karyawan perusahaan. Meskipun demikian, terkadang campur tangan karyawan dapat semakin memperunyam keadaan sehingga diperlukan pengamatan dan tanggapan.
Dengan mengetahui tipe-tipe jaycustomer kita bisa memiliki cara mengatasi. Ingat, pengaruh dari Jaycustomer ini jangan dianggap enteng karena bisa mempengaruhi kualitas pelayanan yang kita berikan. Contohnya, kita bisa ikut marah jika ada pelanggan yang seneng berdebat. Mencegah termasuk mencegah diri kita untuk tidak emosi adalah solusi terbaik sebelum apa yang mereka lakukan menjadi bencana untuk kita semua. Tindakan negatif pelanggan dapat menimbulkan efek yang negatif pula terhadap karyawan frontliner (yang berhadapan langsung dengan pelanggan tersebut), pelanggan lain, dan pihak perusahaan. Karyawan yang mengalami tindakan tidak menyenangkan dari pelanggan dapat terpengaruh secara mental dan perasaan sehingga dampaknya tidak hanya dalam jangka pendek tetapi secara jangka panjang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas kerjanya.
Dampak yang terjadi pada pelanggan lain bisa berbentuk positif dan negatif. Pelanggan lain bisa membantu dan mendukung karyawan yang menjadi obyek tindakan negatif dari pelanggan. Akan tetapi, bisa terjadi pelanggan yang lain “tertular” melakukan hal yang sama terhadap karyawan. Apabila hal ini dibiarkan saja, akan menjadi suatu kebiasaan yang mana pelanggan pasti akan melakukan tindakan negatif tersebut apabila berhadapan dengan masalah dan keluhan kepada karyawan maupun pihak perusahaan. Dari dampak terhadap karyawan maupun pelanggan lain, pihak perusahaan yang terkena dampak akhirnya. Kedua dampak tersebut dapat mengakibatkan penurunan keuntungan perusahaan dikarenakan penurunan produktivitas dan kualitas karyawan, banyaknya keluhan dan kompensasi untuk pelanggan, biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki barang yang rusak oleh pelanggan, dan lain-lain. Service Guarantee Sebagian perusahaan memberikan garansi terhadap pelayanan yang perusahaan berikan kepada pelanggan. Garansi yang diberikan perusahaan kepada konsumen sebaiknya:
- Unconditional (tanpa syarat) Garansi yang diberikan oleh perusahaan harus tanpa syarat yang membuat pelanggan tidak merasa sulit untuk memakai garansi tersebut.
- Easy to understand and communicate, Perusahaan harus memberikan informasi yang mudah untuk dimengerti pelanggan tentang bagaimana cara untuk memakai garansi.
- Meaningful to the customer Pihak perusahaan harus memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk memberi keluhan terhadap sebuah pelayanan.
- Easy to invoke (diminta) Pelanggan harus mendapat kemudahan untuk meminta garansi kepada perusahaan.
- Easy to collect Pelanggan juga harus mendapat kemudahan dalam mendapat garansi dari pihak perusahaan.
- Credible Garansi yang diberikan oleh perusahaan harus dapat dipertanggung jawabkan terhadap tingkat kepastian garansi tersebut.











