kenangan terindahku

•December 2, 2010 • 1 Comment

Kamis, 1 Juli 2010

Sore itu, memacu sepeda motor ke arah selatan Jogja (tentunya aku cm bonceng dibelakang) hehehe 🙂

Mendaki gunung lewati lembah (kayak ninja hatori) akhirnya sampe deh ditempat tujuan

Tidak ada yang istimewa saat diperjalanan…hanya ketika sampe dikompleks pemakaman itu “deg” jantung serasa berhenti berdetak

Tidak menyangka kalau aku memasuki kompleks itu….hening..sepi peziarah waktu itu. Bahkan hanya ada kami berdua.

Memasuki gerbang…kami disambut abdi dalem yang sangat ramah. Ternyata dipendopo sedang ada acara. Kenduri.

lalu kami dipersilahkan menunggu di Penjagaan Ngayogjokarto. Sembari menunggu ijin dari yang bertugas, kami dijamu dengan air putih langsung dari gentong besar yang konon airnya tidak habis meski cuma setahun sekali di isi. Beberapa abdi dalem sudah berkumpul. Saatnya aku berganti pakaian. Dibantu seorang ibu-ibu aku sudah berubah penampilan. Memakai ‘Kemben”

Kami diantar “naik” tidak lupa kuucapkan salam kepada ahli kubur…dan sholawat…

Kami tapaki tangga satu persatu, sore itu bener-bener hening..hanya kami, tidak ada peziarah lain.

Dia menggandeng tanganku  menapaki tangga.

Ya….aku merasa begitu bahagia sore itu.

Serasa aku jadi putri yang digandeng pangerannya….

Orang Jawa bilang kami “sarimbit”

Sampailah puncak. Aku takjub…tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata

Tuhan menciptakan alam begitu indah…..

Tuhan menciptakan manusia dengan segala cinta dan keindahannya

Tapi semua bukan milik kita, semua akan kembali padaNYA jika DIA sudah menghendaki….

Didepan nisan kulantunkan ayat-ayatNYA

Tak terasa air mataku menetes deras…leherku tercekat

Bukan menangisi leluhurku yang sudah mendahului menghadapNYA,

Tapi aku menangis karena aku mengingat mati…mengingat Tuhanku

“Ya….apakah sudah cukup bekalku menjalani hidup yang sesungguhnya itu???

Sudah ketemukah jalan untuk pulang menemui penciptaku???”

Aku bukanlah apa-apa….

Aku hanya sebutir debu dibelantara duniaNYA

Sebutir debu yang lusuh….sangat kecil…

Tapi aku bersyukur aku menjadi debu, bukan air…..

Yipie…yipie…

•December 2, 2010 • Leave a Comment

ya ampun….

sudah 1 th lebih aku ngga nengokin blogku

huft….pdhl aq bingung nyari t4 curhat

hmmmm…..

seneng bgt paswordku ketemu 🙂

huah….ternyata udah lama ya?

•August 19, 2009 • Leave a Comment

Nengok blog ini terakhir 15 oktober 2008.

Berarti udah 10 bulan aku tak menengok blogku ini. Lumayan lama.

Banyak peristiwa yang tidak sempat aku tulis diblog karena aku tidak ingat kalau aku ada blog ini. Tahulah apa yang terjadi padaku 10 bulan terakhir. Yang jelas berantakan banget hidupku 10 bulan terakhir. Sampai blog tempat curhatku pun aku lupakan 🙂

Aku pengen kembali……..

Kangen nih…..

•October 15, 2008 • 3 Comments

Lama tidak nulis di blog bikin aku kangen juga ya?

udah berapa bulan ya? lebih dari 2 bulan yg pasti! Soalnya aku lupa sama passwordku jd ngga bisa log in. hehehe:)

mau nulis apa ya? bingung nih….:)

Kulon Progo adventure….

•July 8, 2008 • 1 Comment

Minggu, 6 Juli 2008 hari yang tidak terlupakan untukku.

Pagi-pagi sekitar pukul 6.00 WIB aku meluncur menuju rumah temanku dengan agak ngebut sedikit. Sebelum berangkat aku tidak mengecek motorku. Langsung tancap gas.Karena rombongan akan berangkat tepat pukul 7.00 WIB jadi aku tidak enak kl sampai telat datang.

Begitu sampai aku langsung menyapa tuan rumah dan suasana begitu rame normalnya orang punya hajatan mantu. Aku masih setia menunggu temanku berdandan. Pukul 7.30 WIB rombongan harus berangkat karena ijab qobul jam 8.00WIB. Aku masih setia menunggu adik perempuan mempelai laki-laki. Dia belum selesai merias diri. Kita tertinggal rombongan! Akhirnya kita naik motor dengan kostum jawa lengkap dengan jaritnya 🙂

Ternyata temenku itu ga tau alamatnya! Wah kacau! mana tidak bawa peta lagi??!! Kita cuma mengandalkan daya ingat temanku itu untuk menuju rumah mempelai perempuan. Seumur-umur walau aku orang Kulon Progo tapi aku bener-bener buta daerah Kulon Progo:) Sungguh memalukan sekali ya??!! Daerahnya sendiri ga tau??!!

Kita menyusuri jalan. Sial bensin motorku habis! Ternyata indikator bensinnya rusak. Mana habis ditepi sawah. Jauh dari SPBU jauh dari rumah penduduk, jauh dari pedagang bensin eceran:( Ingin rasanya aku menangis:((

Untungnya ada bapak-bapak bersedia membantuku. Beliau membelikan bensin. Padahal jauh lho??!! Beliau tulus membantu. Wah masih ada ya orang baik dijaman seperti sekarang??!! Terima kasih banyak ya pak? Semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak. Sayangnya aku lupa tidak berkenalan :)karena kita tergesa-tergesa.

Aku kembali memacu sepeda motorku. Aku ikuti arahan temanku itu. Naik turun tanjakan. Berkelok-kelok.Tanpa terasa kita sudah jauh melaju. Kita nyasar. 15 km lebih. Kita balik arah lagi setelah bertanya pada warga sekitar yang kita jumpai.  Akhirnya dengan susah payah bolak balik tanya kita sampai ditempat tujuan. Acara ijab sudah selesai. Kita sampai pukul 10.00 WIB. Padahal kita berangkat pukul 7.30 WIB. 😦 Harusnya perjalanan normal cuma memakan waktu sekitar 45 menit lho dari rumah mempelai pria.

Pukul 13.00 WIB acara sudah selesai. Aku sampai rumah pukul 15.00 WIB. Aku langsung tidur. Kepalaku terasa sangat puyeng. Bangun tidur aku langsung muntah-muntah. Pagi harinya aku bolos kerja:( karena masih sangat pusing.

Hari gini ga ada elpiji?

•July 3, 2008 • Leave a Comment

Waduh….aku kemaren masih cuek-cuek sebelum elpiji naik. Biasanya aku punya stok untuk kalau-kalau gas habis pagi  buta. Tapi setelah kelangkaan elpiji beberapa bulan lalu aku jadi males nyetok.

Nha…. aku kena batunya. Semalem mau ngrebus air panas buat ngeteh ternyata gasnya habis:( Lalu aku menelpon agen gas terdekat. Ternyata tidak ada stok! Habis:(

Aku jadi tidak bisa minum teh panas. Padahal ini kepala udah agak puyeng karena badan agak meriang. Mungkin karena kondisi badan tidak fit ditambah cuaca buruk yang tidak menentu. Paginya aku tidak bisa memasak dan merebus air untuk minum. Aku tidak sarapan dan tidak bisa bawa bekal makan siang untuk dikantor.

Akhirnya aku makan siang dengan pop mie. Dan sialnya lagi ketika aku tuang air dari dispenser ke dalam pop mie ku, airnya dingin! 😦 karena ternyata dispensernya dimatiin pemanasnya. Dasar nasib……

Sekedar cerita lalu….

•July 2, 2008 • Leave a Comment

Rabu, 30 April 2008 hujan mengguyur kota Yogya. Aku memutuskan pergi ke kantor imigrasi untuk tanya-tanya tentang paspor walau hujan. Karena jam kantor sudah habis kantor imigrasi sudah mau tutup. Aku bertanya pada seorang bapak pegawai kantor imigrasi. Beliau menanyaiku dengan ramah. Aku utarakan maksudku. Beliau bilang jumat pagi jam 8 saya tunggu dikantor karena sekarang kantor sudah mau tutup. Lalu aku cepat-cepat turun di basement untuk membeli formulir pengajuan paspor. Aku lupa harganya berapa. Sesampai dirumah aku isi serta kelengkapannya aku siapkan.

Jumat, 2 Mei 2008 pagi-pagi aku sudah berangkat dari Kulon Progo bersama emakku. Hari itu aku bolos tidak masuk kerja. Langsung tanpa buang waktu aku masukan berkasku. Harga yang telah kami sepakati untuk sebuah paspor Rp.800.000,00. Sebenarnya harganya tidak semahal itu. Hanya berkisar Rp. 300.000,00. Tapi karena aku minta sehari jadi akhirnya membengkak jadi Rp. 800.000,00 🙂

Setelah menunggu 2 jam akhirnya tiba giliranku untuk foto. Jepret! Lalu pengambilan sidik jari. Sudah beres aku disuruh keluar. Aku kembali ke ruang tunggu. Lalu 5 menit kemudian aku dipanggil lagi untuk wawancara.

Gubrak! Aku kaget setengah mati. Galak banget ibunya yang mewawancarai. Aku di tanya ini itu. Sampe akhirnya ibu itu nyuruh aku memenggil emakku. Emakku masuk. Dia menanyaiku macam-macam sampe akhirnya keluar kata-kata pedas yang sangan menyakitkan! Emakku meneteskan air mata. Begitu juga aku.

Lalu ibu itu menyuruh emakku untuk bikin surat pernyataan. Emakku bersedia. Tapi apa? Ibu itu tetp marah. Tetep teriak-teriak. Dalam hati kecilku ” ngeri sekali ibu yang satu ini “. Ibu itu tidak bersedia tanda tangan. Dia lalu mengajakku ke atasannya. Aku kembali harus beradu argumen dengan atasannya. Lantas aku bilang 

 ” Sudahlah pak kl memang saya tidak bisa dapat paspor tidak apa-apa. Saya tidak masalah tidak jadi pergi ke Bangkok. Sekarang kembalikan uang saya ( karena uangku sudah mereka terima). Dan saya akan pulang”. Akhirnya aku dijanjikan paspor jadi pukul 15.00 WIB. Aku lantas pulang dengan perasaan lega. Aku memilih menunggu dirumah karena waktu itu masih pukul 11.00 WIB.

Pukul 15.00 WIB aku tiba di kantor imigrasi. Betapa kagetnya aku ternyata pasporku belum jadi! Kontan aku ngomel! Setelah ditelusuri ternyata pasporku “mandeg” dikepala kantor! Karena beliau tidak bersedia menandatangani pasporku. Aku langsung patah arang. Aku ngambek. Minta uangku kembali!

Kemudian atasan ibu itu membujukku. Tapi rasanya aku sudah capek dan sudah terlanjur malas untuk berurusan. Akhirnya dia mengajakku menghadap kepala kantor.

Kali ini bapak kepala kantor tidak “sesangar ibu yang mewawancarai”. Bahkan bisa dibilang beliau sangat ramah dan bijaksana. Akhirnya beliau bersedia menandatangani paspor saya setelah mendapat jalan tengah. Dan aku pulang dengan membawa paspor.

Tau tidak? Ibu yang mewancarai itu tersenyum ketika berpapasan keluar dari ruang kepala. Aku tak tahu maksud senyumannya itu. Yang jelas aku positif thinking aja:) Aku balas senyumannya.

Hari yang menguras emosi dan tenaga…………….gumamku.

Kulihat emakku begitu letih. Hari berikutnya emakku jatuh sakit karena kecapekan 😦 Tapi aku pikir emakku jatuh sakit  juga karena lumayan shock denger kata-kata kasar yang keluar dari bibir ibu itu.

 

Aduh kasian banget aku…..

•July 1, 2008 • 3 Comments

Jumat kemaren aku dapet telpon. Temanku dari seberang sana menginginkan fotokopi IDku. Dia memintaku untuk ngefax IDku. Kemudian dengan tergesa-gesa aku mengajak temanku ke wartel diujung jalan. Karena temanku yang diseberang sana menunggu fax ku. Jadi aku harus cepat-cepat agar dia tidak menunggu lama. Sampailah aku diwartel yang kumaksud.

Kemudian mbaknya dengan cekatan menanyai maksud kedatanganku.

 “Mbak bisa minta tolong ngefax ke Bangkok? ” tanyaku

Kemudian mbak panjaga wartel menjawab ” Bisa mbak, berapa lembar?” tanya mbak penjaga wartel

Aku menjawab “Satu lembar” sembari menyodorkan lembaran yang hendak ku fax.

Setelah beberapa menit kemudian proses fax selesai.

Kemudian mbak panjaga wartel meyodorkan lembaranku tadi dan struk tagihan. Rp 16.000,00 yang harus aku bayar. Dan bodohnya aku tidak menanyai apakah reportnya masuk apa tidak? Karena aku tergesa-gesa untuk segera pergi ke lapangan untuk badminton. Jadi tidak terpikir untuk nanya ini itu.

 Aku mengabari temanku lewat sms. “I have sent my copy ID by fax 10 minutes ago. Please check it. Thanks”

Kemudian temanku dari seberang membalas ” OK. i will check it tommorow. I am meeting now.

Kemudian aku asyik bermain badminton sama temanku yang tadi ku ajak ngefax. Aku sempat khawatir fax ku tidak sampai. Tapi aku tidak terlalu mikir. Karena aku sudah tenggelam dalam permainan shuttlecock yang melayang kesana kemari menyeberangi net.

Sore berikutnya, temanku diseberang sana menelponku. ” I didnt received your fax . Please send it again to this number”. Kemudian dia mendikteku sebuah nomor baru.

Dia tidak menerima apa-apa. Oh my God. Uangku hilang sia-sia. Harus kusalahkan siapa? Aku tidak mungkin protes sama wartel itu kan? Karena mungkin memang jaringannya lagi ngga bagus jadi kemungkinan fax nya tidak sampai.

Aku cepat-cepat pergi ke wartel. Jalanan kali itu begitu terik. Macet. Tapi aku harus tetap pergi. Kali ini aku pergi ke wartel yang lain. Sampai diwartel aku menyodorkan lembaran yang hendak ku kirim. Dan mbak penjaga wartelnya ternyata tidak tahu cara ngefax keluar negeri. Dengan agak kesal aku mengajari. Mbak penjaga wartel kemudian mencet-mencet nomor yang kutulis. Tersambung. Kudapatkan nada fax. Aku lega. Tapi reportnya? Communication error! Oh Tuhan apalagi ini? Mbak penjaga wartel bersikekeh kl itu fax itu masuk. Padahal aku merasa aku lumayan berpengalaman dengan fax. Aku tidak bodoh-bodoh amat tentang fax. Aku juga udah berkali-kali ngefax keluar negeri. Tapi mbak penjaga wartel tidak mau mengerti dan tidak mau mengulangi! Aku kembali merogoh kocek lagi untuk sesuatu yang ……. Dengan tarif yang sama Rp. 16.000,00.

Akhirnya apa yang aku khawatirkan terjadi. Fax yang kedua tidak sampai. Hiks…hiks…Rp 32.000, 00 hilang sia-sia. Bukan cuma itu, gara-gara fax ku tidak sampai aku batal terbang ke Bangkok. Fax itu sedianya mau buat booking tiket pesawat. Menyedihkan……Tapi tak apalah mungkin memang belum rejekiku kali untuk jalan-jalan ke Bangkok? 🙂 Siapa tahu nanti di lain kesempatan aku bisa terbang ke Bangkok. Jalan-jalan. Hehehe….

Aku kalah lagi…..hiks..hiks

•June 30, 2008 • 2 Comments

Jumat kemaren aku pertandingan badminton.

Aku kalah lagi….hiks…hiks…

Aku udah siap kalah seh…karena memang biasanya juga aku kalah kok :). Aku belum bisa mengalahkan temenku yang cantik itu sampai sekarang. Dia bilang dia bakal bikinin aku kue keju yang lezat kl aku bisa mengalahkannya. Dasar memang dianya baik jadi aku kalahpun dia tetep bikinin aku kue keju yang lezat. Uenak! Terima kasih ya mbak Omi? Besok kita tanding lagi ya? Jangan lupa bikinin lagi kue keju yang enak untuk kita sesudah bertanding nanti. Dan jangan ngobrol kayak kemaren. Tetep deh yang namanya cewek tu ngga bisa diem. Udah niat tandingan malah ngrumpi didepan net?? Gimana tuh??

 

 

oh XL ku kenapa denganmu?

•June 30, 2008 • 3 Comments

Beberapa hari terakhir aku dibuat jengkel dengan XL ku. Aku tak tahu apa itu cuma berlaku pada no ku atau no XL yang lainnya juga? Yang jelas aku jengkel sekali karena aku tak bisa bertelpon-telpon ria. XL akhir-akhir sering trouble.

Udah gitu semalam tidak bisa di isi ulang. Waduh aku bener-bener dibikin puyeng sama XL padahal aku harus membalas SMS juga harus menghubungi seseorang.

XL ku sayang kenapa denganmu?

 

 
Design a site like this with WordPress.com
Get started