Kamis, 1 Juli 2010
Sore itu, memacu sepeda motor ke arah selatan Jogja (tentunya aku cm bonceng dibelakang) hehehe 🙂
Mendaki gunung lewati lembah (kayak ninja hatori) akhirnya sampe deh ditempat tujuan
Tidak ada yang istimewa saat diperjalanan…hanya ketika sampe dikompleks pemakaman itu “deg” jantung serasa berhenti berdetak
Tidak menyangka kalau aku memasuki kompleks itu….hening..sepi peziarah waktu itu. Bahkan hanya ada kami berdua.
Memasuki gerbang…kami disambut abdi dalem yang sangat ramah. Ternyata dipendopo sedang ada acara. Kenduri.
lalu kami dipersilahkan menunggu di Penjagaan Ngayogjokarto. Sembari menunggu ijin dari yang bertugas, kami dijamu dengan air putih langsung dari gentong besar yang konon airnya tidak habis meski cuma setahun sekali di isi. Beberapa abdi dalem sudah berkumpul. Saatnya aku berganti pakaian. Dibantu seorang ibu-ibu aku sudah berubah penampilan. Memakai ‘Kemben”
Kami diantar “naik” tidak lupa kuucapkan salam kepada ahli kubur…dan sholawat…
Kami tapaki tangga satu persatu, sore itu bener-bener hening..hanya kami, tidak ada peziarah lain.
Dia menggandeng tanganku menapaki tangga.
Ya….aku merasa begitu bahagia sore itu.
Serasa aku jadi putri yang digandeng pangerannya….
Orang Jawa bilang kami “sarimbit”
Sampailah puncak. Aku takjub…tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata
Tuhan menciptakan alam begitu indah…..
Tuhan menciptakan manusia dengan segala cinta dan keindahannya
Tapi semua bukan milik kita, semua akan kembali padaNYA jika DIA sudah menghendaki….
Didepan nisan kulantunkan ayat-ayatNYA
Tak terasa air mataku menetes deras…leherku tercekat
Bukan menangisi leluhurku yang sudah mendahului menghadapNYA,
Tapi aku menangis karena aku mengingat mati…mengingat Tuhanku
“Ya….apakah sudah cukup bekalku menjalani hidup yang sesungguhnya itu???
Sudah ketemukah jalan untuk pulang menemui penciptaku???”
Aku bukanlah apa-apa….
Aku hanya sebutir debu dibelantara duniaNYA
Sebutir debu yang lusuh….sangat kecil…
Tapi aku bersyukur aku menjadi debu, bukan air…..

Recent Comments