Seiring dengan pesatnya kemajuan perindustrian, makin besar pulalah pemakaian zat-zat kimia yang mendukung jalannya industri tersebut. Maka dampaknya tentu saja akan terjadi peningkatan terhadap risiko terjadinya penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia.
Bahan kimia yang bersifat racun ini, baik yang dihasilkan atau yang dipakai dalam proses industri, bisa berupa gas, zat padat atau cairan. Suatu zat kimia beracun dapat menyebabkan penyakit di rongga mulut melalui dua cara. Pertama: secara langsung, yaitu jika zat kimia beracun langsung masuk ke dalam rongga mulut. Misalnya melalui makanan yang terkontaminasi atau secara tidak sengaja termakan suatu jenis zat beracun tersebut. Kedua: secara tidak langsung, yaitu jika zat beracun masuk melalui kulit atau saluran nafas dan bercampur dengan aliran darah menuju ke seluruh tubuh termasuk ke daerah rongga mulut. Cara yang kedua adalah kemungkinan yang paling sering tejadi.
Zat-zat yang berefek samping pada kesehatan gigi dan mulut
|
Zat Kimia Berbahaya |
Industri Pemakai atau Penghasil |
Penyakit Rongga Mulut yang Ditimbulkan |
| Tembaga. Nikel, besi, batu bara | Industri perunggu, semen, klise, mesin bubut, pertambangan | Pewarnaan pada gigi, pewarnaan pada gusi, pengikisan gigi yang luas, terbentuk karang gigi, gingivostomatitis, perdarahan |
| Seluloid, serbuk penggergajian, tembakau, tepung gandum | Industri seluloid, tekstil, tembakau, industri tepung gandum, usaha penggergajian kayu | Pewarnaan pada gigi, pewarnaan pada gusi, pengikisan gigi yang luas, terbentuk karang gigi, gingivostomatitis, perdarahan |
| Arsen | Industri kimia penyepuhan, pemurnian logam, karet, peleburan timah, insektisida | Kematian pada tulang rahang |
| Bismuth | Industri yang memakai bahan bismuth, industri bubuk mesiu | Gusi dan permukaan dalam mulut mengalami pewarnaan kebiru-biruan, gingivostomatitis |
| Khrom | Industri anilin, krom fotografi, baja, karet | Kematian tulang rahang, sariawan |
| Fluor | Industri kriolit | Osteosklerosis |
| Timbal | Industri klise, insektisida, baterai, pemurnian logam Pb, percetakan, karet | Gusi mengalami pewarnaan biru kehitam-hitaman, gingivostomatitis |
| Merkuri | Industri senjata, baterai, cat, alat peledak, lampu merkuri, barometer, temometer | Gingivostomatitis, osteomielitis, ptialisme |
| Fosfor | Industri penuangan kuningan, korek api, perunggu fosfor, pupuk, kembang api | Gingivostomatitis, sariawan, osteomielitis |
| Gula (sukrosa) | Peusahaan roti, permen | Karies gigi |
| Makanan panas | Kayawan estoran | Saiawan, leukoplakia |
| Anilin | Industri anilin, batu bara, bahan peledak, cat vulkanisasi, penyamakan kulit | Bibi dan gusi menjadi berwarna biru |
| Benzen | Oven arang batu, industri varnis, dry cleaning, vulkanisasi | Radang gusi, sariawan, bibir berwarna biru |
| Kresol | Industi ter, karet, batu bara, pembuatan disinfektan, pekerja tempat penyulingan, pekerja bahan pembalut untuk bedah | Sariawan |
| Anggur | Pabrik anggur | Indera perasa lidah jadi bekurang |
| Asam-asam HCl, HF, HNO3, H2SO4 | Industri pembuatan asam tersebut, penyulingan minyak, bahan peledak, galvanisasi | Perdarahan, sariawan, email dan dentin gigi larut |
| Amil-asetat | Industri alkohol, penyulingan, bahan peledak, shellac | Sariawan |
| Akrolein | Industri pengasah tulang, sabun dari lemak. Linoleum, pernis | Sariawan |
| SO2, NH3 | Industri setilen, zat warna, fotografi film, fosgen, gula, desinfektan, pabrik pendingan, perusahaan binatu (pencucian) | Sariawan |
| CO, CO2 | Pertambangan, peleburan logam, bengkel motor | Bibir berwarna biru atau merah |
| Radium, sinar rontgent | Tekniker, pekerja riset, pelukis | Radang gusi. Radang jaringan pendukung gigi, osteomielitis, nekrosis, mulut kering, osteosklerosis |
Faktor yang mempengaruhi ringan beratnya penyakit
1. Takaran (dosis) zat kimia
Masuknya zat racun ke dalam tubuh terutama melalui saluran napas yaitu dengan menghirup udara yang tercemar. Makin tinggi tingkat pencemaran, makin berat penyakit yang ditimbulkan.
2. Lamanya kontak dengan zat kimia
Makin lama seseorang berkontak dengan zat kimia berbahaya makin berat penyakit yang ditimbulkan.
3. Kondisi pekerjaan
Orang yang bekerja dengan menggunakan masker (penutup hidung dan mulut) akan mengalami gangguan yang lebih ringan dibanding yang tidak memakai
4. Kondisi pekerja
Seseorang yang memiliki kondisi fisik yang jelek atau kondisi lingkungan mulut yang buruk (misal: banyak karang gigi) atau memiliki kebiasaan buruk (misalnya merokok) akan menderita gangguan yang lebih berat.
Saran
Seluruh pekerja yang berkerja di tempat-tempat yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan zat kimia berbahaya disarankan memeiksakan kesehatan secara rutin temasuk kesehatan gigi dan mulut setidaknya dua kali dalam setahun.
Disarikan dari:
Makalah berjudul “Bahan-Bahan Kimia Industri yang Dapat Meneybabkan Penyakit Rongga Mulut” disusun oleh Simon Marpaung. Bagian Kimia Fakultas Kedokteran Universitas Sumatea Utara Medan.











![miswakpicture[6]](https://perigigiberbagi.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/05/miswakpicture6.jpg?w=614)














