Setelah menonton ulang Dexter season ke-8, pertanyaan ini timbul lagi. Apakah Dexter memang benar-benar psikopat dan punya tendensi membunuh atau dia jadi seperti itu karena pengaruh Dr. Vogel?
Waktu berumur 3 tahun, Dexter menyaksikan ibunya dibunuh secara brutal dengan gergaji mesin. Pengalaman ini menyebabkan luka psikologis mendalam yang mungkin jadi akar dari perilakunya. Artinya, kecenderungan Dexter untuk membunuh bukan bawaan, tapi reaksi dari trauma yang dia miliki.
Peran Dr. Vogel
Dr. Vogel, seorang ahli psikopatologi yang dikenal dengan julukan The Psychopath Whisperer, adalah orang yang memperkenalkan “Harry Code”.
Lewat Harry Morgan, ayah angkat Dexter, kode ini “dibenamkan” kepada Dexter untuk mengarahkan dorongan membunuhnya hanya kepada orang-orang yang layak dibunuh, seperti penjahat atau pembunuh.
Dr. Vogel tidak menawarkan terapi atau alternatif lain untuk membantu Dexter melawan instingnya. Dia malah justru memperkuat gagasan bahwa membunuh adalah bagian dari diri Dexter yang tidak bisa diubah dan hanya dapat dikendalikan.
Pengaruh Harry
Keputusan Harry mengikuti saran Vogel untuk mendidik Dexter mematuhi Harry Code membuat Dexter yakin dia tidak punya pilihan lain selain menjadi serial killer. Jadi, menurut saya sih, Dexter jadi pembunuh berencana ya gara-gara Harry dan Vogel.
Mereka punya pilihan untuk membuat Dexter ikut terapi dan mencoba menyembuhkan traumanya, tapi NO, NO, “Ayo kita manipulasi saja dia supaya jadi pembunuh berencara yang terkendali!”
Psikopat Atau Bukan?
Meskipun menunjukkan beberapa ciri psikopat seperti kurang punya empati dan manipulatif, tapi Dexter juga memperlihatkan sisi emosional yang jarang dimiliki psikopat sejati. Contohnya, Dexter terlihat benar-benar menyayangi adiknya, Debra, dan anaknya, Harrison.
Agak kesal sih sama Dr. Vogel. Kalau saja Dr. Vogel tidak ikut campur dalam hidup Dexter, bisa saja Dexter mendapat terapi untuk mengatasi traumanya. Dengan terapi yang tepat, Dexter mungkin bisa menemukan cara yang lebih sehat untuk menghadapi dorongan untuk melakukan kekerasan tanpa harus membunuh.
Dorongan yang dimiliki Dexter untuk menyakiti orang lain bisa jadi berasal dari traumanya. Tapi, identitas Dexter sebagai psikopat dan pembunuh berantai sangat dipengaruhi oleh peran Dr. Vogel dan Harry.
Jika mereka tidak terlibat, ada kemungkinan Dexter bakal menemukan jalan hidup yang berbeda.



You must be logged in to post a comment.