Police53's Blog
Just another WordPress.com weblog

Nov
05

Jakarta – PT Erna Djuliawati, sebuah perusahaan yang terletak di Kabupaten Seruyan, Kecamatan Seruyan Hulu, Kalimantan Tengah – dengan luas kawasan 184.206 hektar – telah mendapatkan sertifikat oleh SmartWood untuk pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Berita ini merupakan angin segar dan pembuka mata ditengah

Nov
05

Jakarta, 11 Mei 2006 – Program Bantuan Teknis untuk Usaha Skala Kecil-Menengah dari International Finance Corporation (IFC-PENSA) telah berhasil mendampingi Inhutani II, badan usaha milik pemerintah yang berbasis di Kalimantan, memperoleh keanggotaan dari program WWF Global Forest and Trade Network (GFTN). Keberhasilan ini menunjukan dukungan terhadap hutan tanaman industri Acacia mangium yang berlokasi di Pulau Laut, Kalimantan Selatan, dan merupakan langkah maju untuk industri permebelan Indonesia.

Nov
05

Bogor – Selama ini ekosistem telah dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia. Ekosistem alam telah diubah oleh manusia dengan cepat, yang mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati secara besar-besaran dan bersifat tidak terpulihkan. Jika hal ini tidak ditangani secara serius, manfaat ekosistem dan keanekaragaman hayati akan menyusut secara signifikan. Studi Millenium Assesment (2003) memperkirakan bahwa 60% dari jasa ekosistem yang ada di bumi telah terdegradasi dan sisanya dimanfaatkan dengan cara-cara yang cenderung tidak lestari.

Nov
05

Hari Kamis, 11 September 2008 lalu PT Jaya Raya Trasindo (JRT) menandatangani Participation Agreement (PA) dengan WWF melalui program GFTN-Indonesia. JRT merupakan sebuah manufaktur kriya kayu (woodworking) di Indonesia yang berdiri tahun 2007 dan telah memeroleh sertifikat FSC (Forest Stewardship Council) pada bulan Februari 2008.

Nov
05

Tiga negara di Pulau Borneo yaitu Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia menyadari bahwa hutan, tanah dan air di Borneo menyangga kehidupan komunitas yang tinggal di dalamnya dan aset internasional sebagai paru-paru dunia dan surga keanekaragaman hayati. Heart of Borneo membentang seluas 220,000 km2 melintasi batas-batas tiga negara tersebut.

Nov
05

Tiga negara di Pulau Borneo yaitu Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia menyadari bahwa hutan, tanah dan air di Borneo menyangga kehidupan komunitas yang tinggal di dalamnya dan aset internasional sebagai paru-paru dunia dan surga keanekaragaman hayati. Heart of Borneo membentang seluas 220,000 km2 melintasi batas-batas tiga negara tersebut.

Nov
05

Untuk disiarkan segera – 25 Juni 2009

Pontianak, Indonesia (25/06/ 2009) – Hari ini Dinas Kehutanan bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Kalimantan Barat dan WWF Indonesia mengadakan workshop bertajuk Sosialisasi Program Sertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari di Propinsi Kalimantan Barat. Workshop ini bertujuan untuk menekankan kembali komitmen propinsi Kalimantan Barat dalam sertifikasi hutan.

Nov
05

Penandatanganan MoU Antara WWF-Indonesia dan The Borneo Initiative Untuk disiarkan segera –11 August 2009 Jakarta(11/08)-WWF-Indonesia dan The Borneo Initiative (TBI) meresmikan komitmen mereka dalam menyelamatkan salah satu hutan yang paling bernilai di dunia, yaitu Kalimantan. Penandatangan Nota Kesepahaman atau MoU hari ini secara resmi telah menandai kesepakatan mereka dalam mengeliminasi llegal logging (pembalakan liar) dan mencapai manajemen hutan lestari di Kalimantan melalui sertifikasi hutan.

Nov
05

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan susunan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10) pukul 22.00. Berikut ini daftar menteri dan pejabat negara dalam kabinet baru yang akan menjabat pada periode tahun 2009-2014.

  1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
  2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
  3. Menko Kesra: Agung Laksono
  4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
  5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
  6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
  7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
  8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
  9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
  10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
  11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat
  12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
  13. Menteri Pertanian: Suswono
  14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
  15. Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
  16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
  17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
  18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
  19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
  20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
  21. Menteri Sosial: Salim Assegaf Aljufrie
  22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
  23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
  24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
  25. Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
  26. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
  27. Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
  28. Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
  29. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan
  30. Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
  31. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
  32. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
  33. Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
  34. Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng

Pejabat Negara:

  1. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
  2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto
  3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan
Nov
05

JAKARTA – Tak semua tahap audisi Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II terekspos media. Buktinya, Endang Rahayu Sedyaningsih tiba-tiba diumumkan menjadi Meteri Kesehatan menggantikan Siti Fadilah Supari.

Endang pun mengaku tak menyangka akan dipanggil untuk mengikuti audisi. Dia bahkan sempat mengira telepon dari Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi pada Rabu 21 Oktober 2009, hanya dari orang iseng.

Ini dia kisah perjalanan singkat Endang menjadi pembantu SBY, seperti yang diungkapkannya saat ditemui di rumah pribadinya di Kompleks LIPI, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2009).

Saya dikontak siang hari dan itu merupakan satu kejutan. Saat itu saya sedang rapat di Hotel Horison, Bekasi.

Saya ditelepon oleh seseorang yang nomornya tidak saya kenal, karena saya merasa bukan orang penting. Saya tidak tahu ternyata yang menelpon adalah Pak Sudi. Saya disuruh ke Cikeas untuk menjalani tes.

Saya sempat bertanya, ini serius apa salah sambung? Tapi Pak Sudi bilang ini serius. Saya langsung naik taksi karena saya sedang rapat. Supir saya tidak ada di tempat.

Saya sempat nyasar ke Cikeas karena baik saya maupun supir tidak pernah sebelumnya ke Cikeas.

Lalu saya menjalani tes dan tim dari RSPAD ternyata datang ke sana.

Berbeda dari audisi yang dilakukan para calon menteri lainnya, Endang pun tak langsung meluncur ke RSPAD usai wawancara. Dia menjalani tes kesehatan di kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikes, Bogor, Jawa Barat. (lam)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai