Jakarta – PT Erna Djuliawati, sebuah perusahaan yang terletak di Kabupaten Seruyan, Kecamatan Seruyan Hulu, Kalimantan Tengah – dengan luas kawasan 184.206 hektar – telah mendapatkan sertifikat oleh SmartWood untuk pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Berita ini merupakan angin segar dan pembuka mata ditengah
PT Erna Djuliawati – Membangunkan dari tidur panjang kita dalam mempromosikan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab
Jakarta, 11 Mei 2006 – Program Bantuan Teknis untuk Usaha Skala Kecil-Menengah dari International Finance Corporation (IFC-PENSA) telah berhasil mendampingi Inhutani II, badan usaha milik pemerintah yang berbasis di Kalimantan, memperoleh keanggotaan dari program WWF Global Forest and Trade Network (GFTN). Keberhasilan ini menunjukan dukungan terhadap hutan tanaman industri Acacia mangium yang berlokasi di Pulau Laut, Kalimantan Selatan, dan merupakan langkah maju untuk industri permebelan Indonesia.
Bogor – Selama ini ekosistem telah dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia. Ekosistem alam telah diubah oleh manusia dengan cepat, yang mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati secara besar-besaran dan bersifat tidak terpulihkan. Jika hal ini tidak ditangani secara serius, manfaat ekosistem dan keanekaragaman hayati akan menyusut secara signifikan. Studi Millenium Assesment (2003) memperkirakan bahwa 60% dari jasa ekosistem yang ada di bumi telah terdegradasi dan sisanya dimanfaatkan dengan cara-cara yang cenderung tidak lestari.
Hari Kamis, 11 September 2008 lalu PT Jaya Raya Trasindo (JRT) menandatangani Participation Agreement (PA) dengan WWF melalui program GFTN-Indonesia. JRT merupakan sebuah manufaktur kriya kayu (woodworking) di Indonesia yang berdiri tahun 2007 dan telah memeroleh sertifikat FSC (Forest Stewardship Council) pada bulan Februari 2008.
Tiga negara di Pulau Borneo yaitu Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia menyadari bahwa hutan, tanah dan air di Borneo menyangga kehidupan komunitas yang tinggal di dalamnya dan aset internasional sebagai paru-paru dunia dan surga keanekaragaman hayati. Heart of Borneo membentang seluas 220,000 km2 melintasi batas-batas tiga negara tersebut.
Tiga negara di Pulau Borneo yaitu Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia menyadari bahwa hutan, tanah dan air di Borneo menyangga kehidupan komunitas yang tinggal di dalamnya dan aset internasional sebagai paru-paru dunia dan surga keanekaragaman hayati. Heart of Borneo membentang seluas 220,000 km2 melintasi batas-batas tiga negara tersebut.
Untuk disiarkan segera – 25 Juni 2009
Pontianak, Indonesia (25/06/ 2009) – Hari ini Dinas Kehutanan bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Kalimantan Barat dan WWF Indonesia mengadakan workshop bertajuk Sosialisasi Program Sertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari di Propinsi Kalimantan Barat. Workshop ini bertujuan untuk menekankan kembali komitmen propinsi Kalimantan Barat dalam sertifikasi hutan.
Penandatanganan MoU Antara WWF-Indonesia dan The Borneo Initiative Untuk disiarkan segera –11 August 2009 Jakarta(11/08)-WWF-Indonesia dan The Borneo Initiative (TBI) meresmikan komitmen mereka dalam menyelamatkan salah satu hutan yang paling bernilai di dunia, yaitu Kalimantan. Penandatangan Nota Kesepahaman atau MoU hari ini secara resmi telah menandai kesepakatan mereka dalam mengeliminasi llegal logging (pembalakan liar) dan mencapai manajemen hutan lestari di Kalimantan melalui sertifikasi hutan.
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan susunan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10) pukul 22.00. Berikut ini daftar menteri dan pejabat negara dalam kabinet baru yang akan menjabat pada periode tahun 2009-2014.
- Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
- Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
- Menko Kesra: Agung Laksono
- Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
- Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
- Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
- Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
- Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
- Menteri Keuangan: Sri Mulyani
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
- Menteri Perindustrian: MS Hidayat
- Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
- Menteri Pertanian: Suswono
- Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
- Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
- Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
- Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
- Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
- Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
- Menteri Sosial: Salim Assegaf Aljufrie
- Menteri Agama: Suryadharma Ali
- Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
- Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
- Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
- Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
- Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
- Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
- Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan
- Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
- Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
- Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
- Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
- Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng
Pejabat Negara:
- Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
- Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto
- Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan
JAKARTA – Tak semua tahap audisi Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II terekspos media. Buktinya, Endang Rahayu Sedyaningsih tiba-tiba diumumkan menjadi Meteri Kesehatan menggantikan Siti Fadilah Supari.


