Bayi dengan Alergi Susu Sapi

Salah satu indikator bayi ASI bertumbuh adalah berat badan bayi terutama sampai umur 6 bulan, karena ASI ekslusif. Berikut adalah ceritaku menjalaninya beberapa tahun yang lalu..

Cerita dimulai dari putra sulungku.

Aku dan suami, alhamdulillah dikaruniai anak setelah 7 tahun menikah, dan fokus utama saat itu adalah menjaga kehamilan dan pertumbuhan janin. Namun lupa menimba ilmu tentang mengurus bayi setelah melahirkan, misalnya : seluk beluk produksi ASI, menyusui, dan lainnya. Karena sebagai ibu baru pasti ingin memberikan ASI eksklusif semaksimal mungkin.
Qadarullah 3 hari setelah si sulung lahir, dia harus dirawat di Perina karena ISK (infeksi saluran kemih). Sekalian kujabarkan disini ya tanda2 ISK, karena waktu itu pun sebagai seorang ibu aku merasakan ada yang tidak wajar dalam pipis putraku, tapi orang2 di sekitarku semua mengatakan itu wajar buat bayi baru lahir. Sebagai ibu baru, apalagi 7 tahun lebih baru dikaruniai anak, aku merasa belum punya pengalaman, merasa belum percaya diri, perlu mendengar orang sekitar.
Tetapi, buat teman2 (calon) ibu baru, ayo percaya feeling, insting seorang ibu. Karena momen tersebut aku jadikan pelajaran berharga (aku baru bisa pede dan yakin setelah kedua anakku lepas usia 1 tahun :D).
Singkat cerita, ketika pulang dari RS sulungku menyusu sebentar2 saja (sampai orang terdekatku bilang karena ASI ku sedikit – itu hari ke-2 setelah lahiran SC) , pipis di popoknya berbentuk seperti titik berwarna oranye. Sepanjang malam itu bayiku sering tiba2 menangis histeris, tapi ketika diberi ASI tidak mau. Di pagi hari bayiku mulai tenang, selalu ku gendong. Hingga, siang hari suhu badannya mulai naik, sampai waktu ashar sudah mencapai 40 derajat celcius.
Tanpa pikir panjang lagi, langsung kami larikan ke IGD RS tempatnya lahir. Disana tindakan pertama memberikan obat penurun panas lewat dubur. Lalu diambil darah untuk cek lab. Jangan dibayangkan bagaimana perasaan seorang ibu yg bayinya belum genap berumur 3 hari, diberi tindakan itu di depan mata. Dimana suster berusaha memasukan kapsul obat penurun panas itu, di ruangan IGD yg begitu hiruk pikuk. Hasil tes darah pun keluar, alhamdulillah semua bagus.
Setelah pihak IGD berkonsultasi dengan DSA, diputuskan dirawat di Perina. Disitu hatiku sebagai seorang ibu tidak karuan, harus berpisah sementara dan tidak bisa menyusui langsung. Sesuai peraturan RS, selama bayiku dirawat, ASI hanya bisa kuberikan lewat suster selama 2 kali sehari. Kami pun hanya bisa melihat bayi kami berbatas kaca ruangan perina. Hari pertama bayiku dirawat, sebelum pulang, aku memompa ASI dgn alat pumping di RS sampai lecet dan berdarah.
Malam harinya di rumah ASI ku mengucur deras, tapi bayiku di RS. ASI yang mengucur itu tidak bisa aku simpan karena terkontaminasi darah dari lecetku. Perasaan campur aduk dan (sepertinya) dimulailah Post Partum Depression ku.
Di RS, saat aku belum bisa men-stok ASI, bayiku diberi susu formula partially hidrolyzed (saat itu Nestle NAN) karena memang saat masih di RS pasca dilahirkan, DSA mencurigai bayiku memiliki alergi dari ruam merah pada tubuh bayiku.

Apa itu partially hidrolyrized? susu yang proteinnya terpartisi sebagian. Mengapa bukan susu kedelai? karena kedelai adalah jenis kacang-kacangan. Dan kacang2an juga salah satu pemicu alergi.
Apa saja pemicu alergi? Protein : Susu sapi, cokelat, kacang2an, seafood, unggas termasuk telurnya. Jadi, busui makan apa dong kalau bahkan tempe tahu saja dilarang dimakan? Protein daging dari hewan berkaki empat dan ikan air tawar (ilmu ini baru aku aware ketika sulungku dirawat di RS ketika umur 4 bulan dan terdiagnosa gagal tumbuh karena gizi buruk).

Singkat cerita, alhamdulillah setelah 4 hari di Perina, sulungku boleh kembali ke rumah. Sebelum pulang suster memberikan beberapa penjelasan, diantaranya menjelaskan bahwa selama di RS, bayiku baru sekali diberikan susu formula partially hidrolyzed (NAN), selebihnya ASI; menganjurkan untuk memberi banyak minum agar ISK nya tidak terulang. Aku pun bertanya kepada suster bagaimana mengurus bayi, karena saat itu aku merasa aku tidak bisa mengurus bayi, sampai timbul perasaan aku takut mengurusnya karena takut bayiku kenapa2 lagi. Yap, itulah tanda awal baby blues maupun post partum depression. Bedanya ada di jangka waktu mengalaminya, dan tingkat ke gloomy-an. Aku mengalami rasa itu sampai 6 bulan setelah sulungku lahir.

Lanjut cerita, ketika di rumah, aku full ASI, tetapi aku tidak menghindari makanan pencetus alergi kecuali seafood, karena aku hanya melihat dari ruam yang muncul di tubuh putraku. Jadi kupikir, selama tidak ruam, aman.
Tapi kok ketika umur putraku 1 bulan, berat badannya hanya bertambah beberapa ratus gram, sehingga saat itu aku berikan susu formula NAN tadi. Kira2 sejam kemudian, putraku muntah. Aku tanya sana sini, jawabannya “itu wajar kalau gumoh mungkin kekenyangan”. Hmm, saat itu aku merasa itu muntah bukan gumoh karena kuantitasnya banyak. Jadi naluriku sebagai seorang ibu, aku tidak mau memberikan susu formula lagi.
Namun, bulan ke-2 pun, berat badannya hanya naik sedikit. Sampai ada yang melihat anakku dan berkata kurang gizi (jangan ditanya, gimana rasanya hati ini T_T). Akhirnya aku berikan lagi susu partially hidrolyzed. Ternyata muntah lagi. Kembali lagi full ASI, sampai ketika masuk bulan ke-3 ketika aku harus kembali ke kantor dan stok ASIPku masih sedikit. Aku berkonsultasi dengan DSA nya, ku ceritakan bahwa setiap kali diberikan susu partially hidrolyzed itu muntah. Dan DSA tsb mengatakan tidak masalah, dilanjutkan saja.
Dan tibalah hari aku kembali ke kantor, bayiku di rumah diberikan kombinasi ASIP dan susu partially hidrolyzed. Qadarullah tidak muntah sama sekali. Tapi tidak BAB sama sekali. Padahal normalnya bayi berumur 2,5 bulanan, setidaknya BAB sekali dalam sehari. Aku pun berkonsultasi dengan DSA melalui whatsapp, beliau berkata tunggu sampai hari ke-4. Di hari ke-4 aku memutuskan tidak masuk kantor karena akan membawa bayiku ke DSA. Sore hari menjelang berangkat ke DSA, bayiku BAB disertai tangisan, jeritan dan proses mengeluarkan pup nya sampai hampir 1 jam. Bentuk pup nya seperti bubur kental, warna normal cenderung pucat. Pup nya begitu banyak, terakhir seperti pup diare.

Dari momen itu, aku tidak lagi mempercayai DSA tsb, dan aku berjanji pada diri sendiri akan aku berikan full ASI. Kenapa tidak dibawa ke DSA lain? Saat itu, sepertinya ke-rasional-an ku menurun karena PPD (post partum depression) dan aku hanya mempercayai diriku sendiri.
Setelah kejadian itu, frekuensi pup bayiku normal, aku selalu mengamati pup yang keluar, karena hasil dari baca2 di internet (yap, saat itu aku hanya percaya internet), pup bayi alergi bisa mengandung darah. Jadi, pup nya aku lihat, apakah ada darah. Setiap kulihat, kadang ada seperti benang tipis warna coklat, seperti cake pisang yg ada serat2 tipis berwarna coklat. Dan saat itu ak berpikir masih normal, mungkin karena aku konsumsi pisang atau jus mangga.

Setiap minggu pun aku timbang bayiku, beratnya naik walaupun hitungan 100gr. Walaupun dalam hatiku aku merasa ada yang salah. Setiap hari aku bertanya2 apa yang salah, sambil kejelajahi ilmu2 di internet. Ketika usia bayiku masuk 4 bulan, aku ingin memberikan MPASI dini, karena kubaca bahwa bila bayi susah naik berat badannya, tidak apa2 diberikan. Ilmu itu aku baca dari tulisan seorang DSA yang terkenal pro MPASI dini, beliau praktek di RSIA Bunda Jakarta. Alhamdulillahnya, aku tinggal di Jakarta, jadi bisa mengakses dengan mudah ahli2 dibidangnya.

Singkat cerita, ketika bayiku berusia 4 bulan lewat beberapa hari, kuajak bayiku ke DSA pro MPASI dini tadi. Daaan, hasil analisa beliau dari mendengar ceritaku dan melihat kondisi badan bayiku, terdiagnosa “gagal tumbuh akibat gizi buruk”. Deeg, disitu aku sudah tidak bisa berpikir ketika beliau menjelaskan urutan langkah untuk mengobati anakku. Dimulai dari mencari penyebab gizi buruk, sambil paralel memberikan asupan susu Neocate (merk susu formula yg proteinnya bukan dari susu sapi).
Beliau (DSA) berkata Neocate bukan susu biasa, jadi mayoritas bayi tidak mau meminumnya bila melalui mulut (menggunakan dot, disuapi sendok, cup feeder, dll) jadi biasanya melalui sonde (selang yang masuk melalui hidung untuk langsung ke lambung). Beliau menjelaskan kita harus gerak cepat mengejar berat badan bayiku, karena 2 kg lebih kekurangannya (dibandingkan dengan berat badan bayi normal disesuaikan dengan berat lahir bayiku).
Saat itu aku merasa numb, bengong. Melihat responku seperti itu beliau menanyakan apakah aku menggunakan asuransi, karena bila iya, langsung akan beliau buat rujukan untuk dirawat. Aku menjawab tidak, tapi aku meminta untuk dirawat. Saat itu kamar perawatan anak penuh, aku pun meminta pada staf admission untuk mengusahakan. Qadarullah, alhamdulillah, diusahakan dan mendapat kamar rawat yang biasanya untuk pasien yang melahirkan.
Ketika sudah masuk kamar perawatan, suster meminta sampel urine dan pup bayiku, saat itu langsung di kirim ke lab. Paralel, suster memberikan susu neocate, aku dan suamiku berusaha meminumkan ke bayiku menggunakan sendok, botol dot, tidak ada yang berhasil, sampai beberapa jam kemudian hasil lab cek pup keluar, suster menyampaikan perintah DSA spesialis gizi (DSA yg berbeda dengan pro MPASI dini), bahwa aku tidak boleh menyusui bayiku, kenapa?, nanti DSA spesialis gizi yang akan menjelaskan.

Saat itu, bayiku masuk kamar perawatan siang hari, sampai malam hari, bayiku sama sekali tidak mau minum susu neocate, bahkan ketika kami tunggu sampai bayiku lapar.
Malam hari itu, DSA spesialis gizi visit dan menjelaskan kondisi bayiku, hasil lab pup nya ternyata mengandung darah (masih ASI eksklusif) dan kita tidak bisa menunggu lagi untuk memberi asupan neocate menggunakan cara biasa (melalui mulut), jadi perlu menggunakan sonde. Jadi tak berapa lama, bayiku dipasang sonde/ NGT, dan aku mendampinginya ketika dipasang, yang disertai tangisan meronta2 (maap drama T.T).
Dari visit tersebut, hasil diagnosa sementara adalah, bayiku mengalami ISK (lagi) dan alergi susu parah. Bayi ASI eksklusif dengan pup mengandung darah mayoritas berasal dari alergi susu sapi yang dikonsumsi ibunya. Pemeriksaan dilanjut dengan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui pasti faktor2 gagal tumbuhnya, diambil darahnya beberapa kali, bahkan setelah dirawat di RS pun perlu melakukan USG ginjal karena riwayat ISK berulang.
Sedikit drama, aku baru bisa menangis ketika sonde telah terpasang dan bayiku tidur. Karena sebelumnya aku hanya bisa mencerna tanpa respon (yap, itu sedikit cerita drama dari PPD yang kualami.)

Lanjut ke program penggemukan badan bayiku :D, minum neocate dari sonde/NGT memiliki jadwal, tiap 2 jam dengan kekentalan tertentu. Akibatnya pup bayiku menjadi lebih asam (setiap bayi yg minum susu formula mengalaminya diawal2), dan mengiritasi duburnya, diresepkanlah Mycozet (sebut merk lagi ya), karena salep ini termasuk ampuh. Kalau untuk perawatan iritasi bisa krim ringan merk apapun yg mengandung zinc.
Selama bayiku dirawat di RS, DSA pro MPASI dini yang mendiagnosa awal bayiku pun visit, beliau menguatkan hati dan pikiranku, untuk tetap semangat memberikan ASI ke bayiku, walaupun ASI ku terkontaminasi susu sapi (penyebab pup bayiku mengandung darah). Beliau memberikan arahan, ASI ku bisa tetap dipompa dan disimpan agar kondisi psikis ku bisa naik, tidak kecewa karena tidak bisa memberikan ASI. Karena kondisinya, saat itu, aku biarkan saja ASI merembes sampai membasahi bajuku, atau aku pompa dan aku buang di wastafel. Beliau pun menjelaskan dengan rinci bahwa aku tidak boleh memberikan ASI ke bayiku selama 2 minggu s.d. sebulan setelah aku stop konsumsi susu sapi. Konsumsi makananku hanya boleh protein dari sapi dan kambing saja, sayur (minus kacang2an), buah (minus strawberry).
Selama dirawat di RS bayiku beberapa kali diambil darah; diberikan neocate melalui sonde yang dimasukkan perlahan jadi dalam setengah jam 100ml neocate dituangkan perlahan ke sonde menggunakan alat seperti yg untuk memasukan cairan infus ke tubuh. Disitu aku diajarkan cara menakarnya, supaya bisa perlahan. Karena kalau dimasukan sekaligus, lambung akan menolak dan malah bisa muntah.
Namun dalam hatiku, aku tidak mau bayiku memakai sonde, karena faktor resiko higienisnya, karena selang eksternal untuk memasukkan susu perlu di steril tiap kali mau dipakai, aku khawatir belum steril setiap aku mencuci dan merebusnya. Jadi, selain sonde tetap terpasang di hidung bayiku, kami pun berusaha memberikan neocate lewat dot botol, sehari menjelang pulang dari RS, alhamdulillah dengan pendekatan dari ibuku/neneknya , bayiku mulai mau minum lewat dot selama tidak melihat aku didekatnya. Mirip menyapih ternyata. Jumlah neocate yang diminum bayiku melalui botol ternyata belum memenuhi target yg diberikan. Jadi ketika pulang dari RS, sonde tetap terpasang. Tapi alhamdulillah setelah sehari di rumah, bayiku minum melalui botol dengan lahap, dan selang sondenya pun bayiku tarik sendiri hingga lepas.
Namun drama PPDku masih berlanjut walaupun berangsur sembuh. Melihat bayiku aktif lagi, minum dengan lahap, pertumbuhan signifikan, walaupun setiap hari aku memompa ASI dan membuangnya ke kloset; melihat bayiku dari jauh ketika diberi neocate di botol oleh ibuku, hingga setelah 1 bulan kemudian bayiku tidak mau lagi menyusu, dengan ekspresi bingung mencoba ASI (karena rasa neocate sepertinya ekstrim bedanya dengan susu sapi apalagi ASI). Dan akhirnya drama mengASIhi selesai ketika bayiku berumur 5 bulan. Alhamdulillah selama 4 bulan aku bisa memberikan ASI kepada anak pertamaku.. Setelah berumur 3 tahun anak pertamaku berangsur mulai bisa mengkonsumsi produk susu sapi.

Alhamdulillah sekarang bayiku tumbuh menjadi balita yang sehat tidak kurang satu apapun.. Alhamdulillah aku dikaruniai kehamilan kedua saat sulungku berusia 7 bulan. Dengan berserah diri kepada Allah SWT atas apa yg terjadi, post partum depressionku berangsur pulih dengan sendirinya.

Panjang yaa ceritanya.. maaap kalau terlalu panjang, tapi ini salah satu caraku self healing dari PPD dan berharap ibu2 baru lainnya tidak mengalami apa yg pernah aku alami.
Semoga pengalamanku ini bisa bermanfaat..

Rangkuman :

  1. Bayi dengan alergi parah bahkan tidak bisa meminum susu kedelai.
  2. Darah pada pup bayi hanya bisa dipastikan lewat pemeriksaan di laboratorium
  3. Tanda bayi alergi bukan hanya ruam merah, tapi bisa diare atau bahkan sembelit.
  4. Jangan bayangkan sembelit pada bayi seperti sembelit pada dewasa. Bayi dengan frekuensi pup jarang walaupun tekstur pup seperti bubur kental juga termasuk sembelit.
  5. Susu formula bisa menyebabkan iritasi pada dubur sampai lecet, karena kadar keasaman pup nya. Untuk perawatan bisa menggunakan krim yg mengandung zinc. Untuk pengobatan saya menggunakan mycozet yg termasuk golongan obat bulatan merah (keras).
  6. Cara mendeteksi bayi alergi paling mudah : sering bersin ketika baru lahir (ini dari pengalamanku dan kerabat yg berprofesi sebagai perawat di ruang perawatan bayi dan anak selama belasan tahun)
  7. Cara aman menyusui bayi dengan kecederungan alergi : awal2 konsumsi makanan hanya daging sapi atau kambing, sayur buah. Booster ASI : (pengalamanku) teh daun bangun2 (sekarang sudah banyak dijual online, ada yang sudah tinggal minum botolan seperti teh manis kemasan). Dengan booster itu, ASI melimpah jadi harus dibarengi konsumsi karbohidrat agar agak kental ASI nya. Cara aman ini aku lakukan ketika mengASIhi anak keduaku.
  8. Pastikan berat badan bayi dengan ASI eksklusif bertambah setiap bulannya minimal 400gr selama 4 bulan pertama.
  9. Ketika alergi pada bayi dibiarkan akan menyebabkan penurunan imunitas tubuh, sehingga rentan terkena infeksi salah satunya ISK.
  10. Silent ISK, disebut seperti itu karena tidak ada tanda khusus : badan bayi tidak demam, pipis lancar, namun ternyata ada bakteri di saluran kemih. Menyebabkan nutrisi yang diserap tubuh tidak bisa optimal membuat tubuh gagal bertumbuh karena digunakan untuk melawan infeksi.
  11. Silent ISK, hanya bisa dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium.
  12. Alergi itu turunan, apalagi kalau kedua/salahsatu orangtuanya memiliki alergi. FYI, aku baru mengetahui aku memiliki alergi susu sapi (ringan) pada Juli 2020 saat melakukan tes darah deteksi alergi karena gatal di jari2 tangan yang berulang dan tak kunjung sembuh.

Jejak digital, jejak manusia milenial

Berawal dari mengakses twitter tanggal 17 September 2018 sore, saat akan menindaklanjuti pertanyaan tentang suatu brand, lalu scrolling TL dan melihat RT salah satu teman ahensi.

Status yang di retweet terkait #bibitunggul, yang setelah saya dalami lagi, itu twitwar yang terjadi 15-16 September 2018. Mengapa saya penasaran, sampai saya kulik, sampai saya dapat akar convo yang menyebabkan twitwar. Sepertinya, jawabannya saya temui pagi ini, saat tidak sengaja berjalan agak lambat sebentar dan dikomentari seorang di belakang sambil menyalip langkah saya.

Mengapa di twitwar tersebut, banyak orang jadi nyamber, ikut komentar, jadi trending topic bahkan selebtwit berkomentar, sampai akhirnya si selebtwit seperti melempar boomerang. Apa sih awal permasalahannya? Setelah scrolling, kulik sana sini, ternyata ada yang sudah merangkumnya di sini https://bit.ly/2MKtkXA . Singkat cerita, ternyata si bibitunggul ini, awalnya mengomentari tweet seorang yang berprestasi (dinilai oleh publik, pula sudah mendapat beberapa penghargaan, yang menjadi pengakuan dunia atas karyanya). Komentar si bibit unggul ini memang sedikit provokatif, dengan menyebut seorang profesional yang karyanya sudah diakui internasional, dengan tidak profesional.

Se-provokatif itukah komentar si bibit unggul, sampai bisa menjadi trending topic. Ya, karena komentarnya menyentuh banyak hati manusia yg membaca. Manusia, pada dasarnya adalah makhluk sosial, makhluk yang butuh pengakuan orang lain. Di sisi lain, tidak semudah itu pengakuan orang lain bisa di dapat, apalagi mengaku-aku diri sendiri lebih dari orang lain.

Apalagi manusia sosial media saat ini, semua berlomba2 mencari pengakuan, ah masa iya. Ya iya, buktinya timeline sosmed, tidak pernah sepi.  Walaupun judulnya “sharing”, tapi itu bagian dari sifat manusia sebagai makhluk sosial : pengakuan, dengan memperlihatkan aktifitasnya, sudah kemana, sudah makan apa, dll, dll,hehehehe…

Dengan sosmed pula manusia menjadi makhluk sosial yang seperti tidak sosial, karena hanya sibuk sendiri dengan aktifitasnya untuk diakui sebagai manusia, nah lho pusing kan,ehehe,saya sendiri juga pusing. Kata “sibuk sendiri”, terjemahannya bisa ego, kurang toleransi, yang terlihat mata, hanya dunianya sendiri, dll dll (boleh disimpulkan sendiri).

Jadilah manusia yang mendeklarasikan diri sebagai bibit unggul menjadi cemooh manusia lainnya yang sudah pasti juga bibit unggul, karena yang disentuh adalah ego tiap manusia. Saya percaya, setiap manusia dilahirkan dengan bibit unggulnya masing-masing. Percaya setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kekurangan yang bisa diisi oleh kelebihan orang lain. Kelebihan yang bisa mengisi kekurangan orang lain. Jadi sebenarnya toleransi itu hal yang maklum dimiliki setiap manusia.

Baiklah, akhir kata, yuk gali lagi rasa toleransi di dalam diri. Dengan toleransi dunia akan terlihat indah, tidak perlu buang energi mengomentari orang lain dengan semena-mena. Kalau komentar untuk kebaikan tidak apa-apa lah, tapi jangan sampai terkotori oleh emosi untuk membuat orang sedih. Walaupun di mata kita orang lain salah, toleransi bisa membuat seseorang melihat sisi lain. Setiap orang punya masalahnya sendiri. Saya tidak memihak pihak manapun dalam cerita #bibitunggul di atas, karena setiap aktor punya peranan masing2. Tapi yang saya komentari, mengapa begitu mudahnya seseorang menghakimi orang lain, mari toleransi, lihat sisi lain orang tersebut, karena manusia tidak akan pernah bisa adil.

Hikmah Jejaring Sosial

06 April 2015, 01.38 AM, GMT +8 .

Berawal dari kebutuhan mencari informasi di twitter, bermuara pada hikmah yang menginspirasi, *sampai2 gatel nulis di dinihari ini :D*.

Awalnya mau nanya di akun CS salahsatu bank, tapi karena akun twitter yg biasa digunakan untuk tanya2 ke CS minta reset password, jadilah buat akun twitter baru dengan alamat email lamaaa, dan disitulah cerita bermulai..

Setelah akun baru twitter “ala2″ terbuat, ada suggestion Who to Follow, dan keluarlah 1 nama yang tak mgkn terlupa, yaitu teman (tanpa pernah bertemu), dan jadi teman pun karena ada cerita dgn teman kita *nah loh, bingung tak*.

Jadilah aku kepo akan kabar temanku itu sekarang, ternyata dia sudah tinggal di Singapore, dan perjuangannya mendapatkan baby berhasil, *semoga aku pun segera berhasil*.. daann terus kepo scroll timeline… tnyata dia memposting <a href=”https://www.youtube.com/channel/UCcH4Rdxw8lkVL9vZ60K_esA”&gt;

video youtube game buatan suamiku</a> …. world is so flat? tnyata peribahasa “dunia selebar daun kelor” ada benarnya :D… Kita satu sama lain, saling terhubung, dengan link yg tidak disangka2..

Yaak, begitulah ternyata kehidupan sosial kita, bahkan terdapat riset yang saya dengar beberapa tahun lalu ketika saya berkantor di digital agency, yg menspesialisasikan project di bidang social network a.k.a jejaring sosial, bahkan mengirim anak2 kantor untuk mengikuti kuliah umum di UI dari seorang profesor asal Indonesia yang baru pulang ke Indonesia, setelah penelitiannya tentang jejaring sosial begitu di akui di USA, profesor itu bernama Roby Muhammad. Penelitiannya menyebutkan <a href=”http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&amp;1061998283″&gt; bahwa orang di dunia terhubungkan melalui rantai kenalan yang pendek</a> …

Dan hikmahnya…. Aku yakin, informasi yang aku dapat beberapa jam yg lalu tentang temanku, tentang mimpi2ku yg berhasil diwujudkan olehnya (dapat mentadabur alam-karena berhasil mengunjungi negara2 lain-, mendapatkan “miracle” baby).. Hal itu membuat semangatku bangkit lagi, mengingatkanku akan mimpi2 yang belum terwujud, menjadi pelipur keadaanku saat ini.. Yaa, walaupun sekarang aku sudah menjadi civil servant-yg kata orang susah dicapai-. Tapi apapun tantangan &amp; ujiannya, aku harus selalu bersyukur, berusaha, dan menghidupkan (kembali) mimpi2ku…

Semoga aku dapat mengisi hidup ini, dengan bekal yang dapat membawaku ke surgaNya..
Semangaaat… Nothing’s impossible if you try and pray…

E-Learning dan Knowledge Management System

Sebenarnya sudah sejak awal bulan Agustus ini, topik ini mau saya ulas untuk mengobati my curiosity, karena sekilas kedua sistem tersebut similar.  Jadi, di hari ini saya tuangkan hasil riset kecil2an di internet sejak awal bulan ini  (actually 15 agustus 2011-di draft date blog-,namun baru hari ini bisa meneruskannya setelah 4 bulan berlalu 😦 ) terkait E-Learning dan Knowledge Management System

Sebelum ke perbedaannya, mari kita ulas singkat dulu persamaannya.  Secara simple, persamaan E-learning & Knowledge Management System adalah keduanya berfungsi sebagai cara/ metode untuk meningkatkan pengetahuan secara berkelompok. Kedua sistem ini tidak hanya cocok untuk pelajar yang notabene memang tugasnya adalah belajar, namun juga untuk segala kalangan, terutama di perusahaan yang para karyawannya harus terus meng-update informasi dan pengetahuan terkait dengan kemajuan dan tantangan perusahaan di masa saat ini maupun mendatang.

Apa itu E- Learning :

Baiklah, tujuan kedua sistem tersebut intinya sama, yaitu belajar untuk mempertahankan dan mengupdate pengetahuan. Namun, perbedaannya, kalau saya analisa dari sisi waktu dan penggunaannya, penjelasannya sebagai berikut :

  • E-learning system
    Dilakukan di awal, misalnya untuk karyawan yang baru bergabung dengan perusahaan dimana harus memenuhi pengetahuan tertentu terkait seluk beluk bisnis perusahaan.
    Intinya karyawan yang harus “mempersenjatai diri sebelum masuk ke medan perang”.
    Bahkan untuk mahasiswa, biasanya sistem ini digunakan untuk memenuhi penguasaan materi mata perkuliahan yang dilakukan via pertemuan virtual antara dosen dan mahasiswanya
  • Knowledge management system
    Dilakukan pada masa kegiatan berjalan, artinya sistem ini digunakan untuk menunjang tugas yang biasa dihadapi di suatu perusahaan. Termasuk di dalam sistem ini adalah Collaborative learning.
    Collaborative learning adalah suatu sistem belajar dimana semua yang belajar disitu, juga memprovide informasi yang terkait permasalah dan solusi yang pernah dialaminya.
    Knowledge Management System ini dapat mengakomodasi antara kebutuhan bisnis dan kebutuhan belajar/transfer informasi yang banyak di alami oleh perusahaan yang biasanya bergerak relatif cepat dalam bisnisnya, sampai terkadang pengetahuan diantara karyawan tidak merata.
    Sistem ini pun tidak hanya bisa diterapkan di dunia industri namun di dunia akademis, terutama di era keterbukaan informasi saat ini. Dimana pelajaran/ilmu tidak hanya diberikan oleh guru namun bisa oleh siswanya.
    Kalau di knowledge management system ini intinya analoginya adalah pejuang yang terus mengisi pelurunya untuk menghadapi lawan di medan perang bersama pasukannya.

Singkatnya, Knowledge Management System berfungsi sebagai metode dan cara untuk memperkecil kesenjangan pengetahuan antara komponen suatu organisasi. Bahkan dibeberapa literatur,  Knowledge Management System dapat berfungsi sebagai metode untuk menunjang proses perubahan budaya. Dimana di era informasi yang begitu transparan dan cepat penyebarannya, perubahan budaya tidak dapat dipungkiri. Contohnya di perusahaan yang sedang berkembang dan sedang membentuk budaya perusahaan dari fase awal perusahaan berdiri sampai saat perusahaan sedang menuju mature dimana bisnis perusahaan berkembang pesat dan jumlah karyawan bertambah.

Idealnya dalam suatu perusahaan kedua sistem ini diimplementasikan. Bagi Anda yang bekerja di perusahaan besar atau yang sudah mature pasti sudah dalam tahap menggunakannya. Namun bagi saya yang sedang bekerja di perusahaan yang sedang dalam menuju mature, kedua sistem tersebut sangat terasa proses peng-‘godok’-kan dan penanaman/pembiasaan diri dalam menjalani sistem tersebut. Untuk itu, ditengah menggeliatnya bisnis “start-up” dengan potensinya yang berkembang pesat, pengusaha baru bisa mempersiapkan untuk mulai menyandingkan kedua sistem tersebut, agar proses pembinaan sumber daya manusia di dalam sistem perusahaan, dapat berjalan dengan “smooth” dengan meminimalisir kesenjangan pengetahuan yang dimiliki oleh komponen perusahaan.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Ref :
http://www.managementsite.com/296/Using-Knowledge-Management-and-Elearning-for-Strategic-Change.aspx

Mengurus (Sendiri) Perpanjangan Pajak STNK di Depok

Setiap tahun, sudah menjadi kewajiban setiap warga negara yang baik untuk menunaikan pembayaran pajak. Jenis pajak yang harus dibayar oleh warga negara perorangan antara lain yang sudah saya alami sendiri (yg notabene masih menjadi karyawan) adalah PBB (pajak bumi dan bangunan), PPh (pajak penghasilan) dan PKB (pajak kendaraan bermotor). Untuk kedua pajak yang saya sebutkan diawal, biasanya cara pembayarannya lebih mudah dibandingkan dengan jenis pajak yang saya sebut terakhir.

Pertama untuk PBB, salah satu cara pembayarannya dilakukan dengan cukup mentransfer nilai wajib pajak ke rekening tertentu bank pemerintah. Jadi kalaupun ada antrian, adalah antrian di ATM :D.
Kedua adalah PPh, cara pembayarannya sudah ter-otomatisasi dari perhitungan penghasilan di kantor dan effort yang saya lakukan hanya mengisi formulir pajak yang di-update datanya setiap tahun.
Nah, yang terakhir, yaitu PKB memang perlu tambahan effort dalam pengurusan setiap tahunnya, mengapa begitu? mari simak sedikit cerita dari pengalaman saya selama ini.

Saya berdomisili di Depok, daerah Kelapa Dua Brimob tepatnya. Selama ini saya mengurus perpanjangan pajak STNK sendiri sejak tahun 2010-beda 1 tahun umurnya dengan motor Beat Biru saya :D-. Tahun 2010 s.d. 2011 saya mengurusnya di kantor SAMSAT Depok yang terletak di Jl.Merdeka Raya No.2 Depok II Tengah Depok Tlp 77824935 (sumber).

Pertama kali mengurus sendiri, Februari 2010, sempat terbayang keribetan birokrasi, tapi karena rasa ingin tau yang kuat dan keengganan membayar calo :D, saya tekadkan mengurus sendiri. Datanglah saya ke SAMSAT Depok, dan ternyata cukup mudah, karena terdapat papan penunjuk yang cukup jelas, dimana tempat menyerahkan berkas, membayar, dan mengambil berkas untuk perpanjangan STNK. Karena di SAMSAT Depok, adalah pusat segala pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, maka loket yang tersedia cukup banyak, mulai dari urusan mutasi, perpanjangan, sampai baliknama. Adapun tempat cek fisik kendaraan berada tidak jauh dari gedung.

Di tahun kedua, awal 2011, saya masih mengurus di SAMSAT Depok. Namun ada perubahan yang cukup bagus, dimana sudah menggunakan nomor antrian seperti di bank. Nomor antrian pun diberikan pada saat masuk pintu, dan nomor tersebut menjadi penanda berkas yang di-submit. Dengan adanya nomor tersebut, sebagai pengantri, saya dapat memperhitungkan kapan berkas saya akan selesai di proses dan merasa tenang, tidak menunggu dengan khawatir berkas akan disalip oleh orang lain :D. Lalu terdapat cooler yang menyediakan air mineral gelas gratis bagi para pengantri.

Di tahun ini, 2012, saya googling apakah di Depok sudah menerapkan sistem seperti di Jakarta yang terdapat SAMSAT dengan mobil keliling, dimana bisa mengurus perpanjangan SIM dan pajak STNK di tempat-tempat mobil tersebut singgah. Sebenarnya sudah sejak tahun 2010 saya sudah googling, namun dari informasi yang saya dapat, SAMSAT keliling di depok belum konsisten, artinya kadang beroperasi. Jadi untuk meng-efisiensikan waktu dan meminimalisir resiko di dua tahun kemarin saya langsung ke SAMSAT Depok.

Akhirnya di tahun 2012 ini, setelah mantap dengan informasi yang di dapat lewat internet, saya menuju mobil keliling, yang beroperasi Sabtu kemarin di Margo City. Menembus hujan yang turun pagi itu saya masuk parkiran Margo City dan bertanya kepada petugas penjaga area parkir, dimanakah mobil samsat keliling tsb, karena kalau dari pintu masuk tidak terlihat. Petugas tersebut menjawab dengan menunjuk lokasinya, yaitu di sebelah utara, depan pintu Bank BCA. Bergegaslah saya kesana dengan masih menggunakan jas hujan dan helm sebagai pengganti payung, karena hujan masih mengguyur dan area outdoor.

Namun sesampainya disana dan bertanya kepada petugas, ternyata mobil keliling itu hanya melayani perpanjangan SIM. Ini jelas berbeda dengan mobil keliling yang beroperasi di Jakarta dimana kebanyakan melayani perpanjangan pajak STNK juga. Lalu petugas tersebut memberi informasi bahwa pelayanan STNK ada di Detos (Depok Town Square) di seberang Margo City. Memang dari informasi di internet saya juga menemukan info bahwa pelayanan samsat ada di Detos mulai dari jam 8, tapi logika saya menolak, karena saya berpikir, jam 8 mall tersebut biasanya belum buka, dan hari Sabtu itu waktu pengurusan pasti sempit, karena hanya buka setengah hari.

Akhirnya saya kembali ke parkiran dan bergegas menuju Detos. Sesampainya di Detos, sudah banyak orang yang mengerumuni gerai samsat tersebut. Kebanyakan dari mereka berdiri sehingga hampir menutupi kedua pintu dari outlet yang merupakan ruangan tertutup dengan dinding kaca. Karena diawal saya belum jelas, mana pintu masuk dan pintu keluar, maka saya pun mengintip dibalik kaca, dimana tempat penyerahan berkas. Ternyata dekat dengan 1 pintu dan saya simpulkan itu pintu masuknya. Lalu saya serahkan berkas saya yang terdiri dari 2 amplop karena saya memperpanjang untuk mobil dan motor dengan KTP yang sama.

Sambil menunggu saya dipanggil kembali untuk memperlihatkan KTP asli, saya menunggu diluar dimana terdapat bangku dan lowong, karena saya pikir panggilan pasti akan terdengar dari luar, seperti yang pernah saya alami di kantor SAMSAT depok yang memiliki pengeras suara dan terdengar sampai keluar gedung. Beberapa lama menunggu, saya tidak mendengar panggilan ke siapapun, namun pengantri keluar dari pintu ke-2, saya berasumsi berkas mereka telah selesai di proses dan mendapatkan kembali STNK yang sudah diperpanjang.

Akhirnya saya masuk kembali ruangan tersebut dan ikut berjejalan dengan pengantri lainnya, dibandingkan harus duduk dan tidak tenang berkasnya sudah diproses atau belum. Dari hal ini saya melihat beberapa perbedaan dengan kantor SAMSAT Depok, dan bisa menjadi poin perbaikan kedepannya demi kenyamanan bersama di gerai samsat Detos, yaitu :

  1. Tidak  adanya nomor antrian
  2. Tidak adanya pengeras suara dengan jangkauan sampai keluar

Kedua hal tersebut membuat ketidaknyamanan bagi pengantri maupun bagi petugas. Ruangan yang kecil dan adanya bangku pengantri di dalam, ditambah pengantri yang berdiri, menyebabkan petugas pun tidak leluasa melakukan tugasnya karena harus terdistorsi dengan perbincangan beberapa pengantri. Untuk pengantri sendiri, pasti lebih memilih duduk dan tidak berjejalan ketika menunggu, namun apa daya daripada harus menerima resiko tidak mendengar saat dipanggil, lebih baik berdiri dan berdesakan.

Saat ini gerai Samsat Detos memang sudah menjadi solusi mengurangi kepadatan pengurusan di Samsat Depok pusat. Namun fasilitas pelayanan masih harus diperbaiki demi menunjang kenyamanan dan efektifitas proses mengantri. O iya, pada saat mengantri, di loket kasir terdapat kertas yang berisi informasi bahwa, mulai tahun 2012, pengurusan Balik Nama BPKB ke Depok gratis biaya. Hal ini tentunya dapat meringankan biaya bagi warga yang memiliki kendaraan second dalam mengurus surat2 kendaraan dan untuk meningkatkan pendapatan daerah itu sendiri.

 

File .js Tidak Support di IE (Internet Explorer)

Wuiih..

Terakhir lihat postingan Oktober 2010, almost 1 year, hiks.

Tapi aku tekadkan harus mulai posting lagi, sebagai asisten dalam mengingat, maklum tahun sudah berlalu, kepala pun makin penuh, RAM belum di upgrade 😀 .

Kali ini tentang pengalaman yang 2x sudah kualami. Parahnya, pas sudah terjadi lagi, baru teringat kalau hal tersebut harus di perhatikan. Untuk itu kutuliskan disini, agar diri lebih mudah berintrospeksi dan tidak membuang2 waktu untuk mencari solusi dari problem yang sudah dihadapi sebelumnya.

Yaks, ini tentang compatibility browser. Hal yang paling mengesalkan dan menyita waktu memang. Untuk itu, tanpa panjang lebar dan tinggi lagi, ini adalah tentang file javascript (js) yang sering digunakan untuk memperindah tampilan website. Javascript digunakan untuk membuat event/ interaksi/ slideshow (futuristik) antara website dengan user. Masalahnya, karena sekarang ini sudah trend HTML5. Javascript yang digunakan pun sudah tahap advance code yang digunakannya. Sedangkan ada user yang masih menggunakan browser jadul yang belum support untuk meng-compile js (javascript) tersebut. Jadilah kejadian seperti yang kualami.

Kejadiannya website yang aku develop tidak bisa diakses di IE, dari IE 6 sampai IE 8. Gejalanya bila diakses halaman tidak ke-load code nya dan muncul pop up windows bertuliskan “Operation Aborted”.

Dulu waktu kejadian ini aku alami untuk pertama kalinya, aku menyalahkan banner flash yang dipasang di website. Karena memang, bila banner tersebut diganti menjadi menggunakan gif, error tidak muncul di IE 7, tapi di IE 6 tetap muncul. Akhirnya homepage web tersebut aku save as completed HTML, di oprek satu2. Script nya di hapus -> cek -> kalo ga ada pengaruh -> taro lagi -> script lain -> hapus -> cek -> dan seterusnya, sampai aku temukan penyebab utamanya, yaitu adalaaah.. (jeng jeng jeng) : file jquery.js aku hilangkan dan website dapat diakses normal namun tampilan sedikit tidak rapih.

Setelah di cek ternyata jquery.js nya versi 1.4.4 dari WP (WordPress) versi 3.0 pada waktu itu. Maka aku ganti file jquery.js nya menjadi yang versi 1.3.2 dari WordPress versi sebelumnya. Dan akhirnyaa masalah selesai, website dapat diakses di IE dengan normal kembali.

Kesimpulan :

Bila menggunakan WordPress diatas versi 3.0, harap segera dicatat, bahwa user yang masih menggunakan browser IE dibawah versi 9, tidak akan dapat mengakses website teresbut, karena terlanjur dapat pop-up windows yang bertuliskan “Operation Aborted”.
Untuk itu, ubah file jquery.js yang terdapat di folder /wp-includes/js/jquery/ menjadi jquery dibawah versi 1.4.

Semoga catatan ini berguna buat orang lain yang membacanya pula.

Dilema Listrik Prabayar

Kisah ini saya ceritakan berharap di masa mendatang akan ada solusi penggunaan teknologi yang lebih baik dari yang saat ini para pelanggan listrik terima. Kisah ini bermula saat saya mulai menggunakan listrik prabayar. Di Indonesia, listrik prabayar belum lama diimplementasikan. Implementasi listrik prabayar dimulai untuk para pengguna listrik instalasi baru, sehingga belum banyak orang yang menggunakan.

Solusi pemakaian listrik prabayar sebenarnya merupakan terobosan yang cukup efektif untuk mengurangi kelalaian dalam pencatatan dan kontrol penggunaan listrik bagi pemakaian rumah tangga. Karena prosedur penggunaan fasilitas listrik pada listrik prabayar adalah pelanggan tidak akan mendapatkan energi listrik, bila belum membeli voucher listrik. Prosedurnya :

  1. Membeli listrik prabayar (tersedia nominal Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 500.000 dan Rp 1.000.000) dengan membawa nomor ID meteran listrik di rumah kita.
  2. Nomor ID tersebut akan diinput ke sistem PLN, lalu token akan ter-generate
  3. Kita membayar sesuai nominal ataupun ada yang perlu tambah biaya administrasi (saya pernah membeli nominal Rp 100.000 dan membayar Rp 102.000)
  4. Kita menginput token yang didapat ke meteran listrik di rumah, kWh yang tercantum pun akan bertambah nilainya.

Sebenarnya dengan prosedur seperti itu, pelanggan pun dapat mengontrol dirinya dalam menggunakan listrik, artinya juga penggunaan energi listrik dapat lebih hemat, dengan kata lain penghematan energi di Indonesia dapat terwujud dan mengurangi efek penggunaan sumber daya tak terbarukan.

Masalah yang muncul dari listrik prabayar yang belum lama diimplementasikan ini adalah belum siapnya sistem pengisian listrik atau pembelian voucher. Sistem pembelian listrik prabayar teorinya cukup ideal, yaitu pembelian voucher dapat dibeli dimana saja selama ada perangkat yang terhubung dengan server khusus pembelian voucher listrik prabayar PLN. Ada beberapa alternatif pembelian voucher listrik prabayar dari yang saya baca disini, yaitu :

  1. Kantor PLN (sudah pasti)
  2. Kantor POS
  3. Toko-toko yang memiliki alat pembelian voucher dari PLN
  4. ATM BRI, ATM Mandiri, ATM Bukopin (seperti info yang tertera disini) –> tapi saya sudah mengalaminya, pada prakteknya, ATM2 yg dimaksud belum memiliki menu khusus untuk pembelian listrik prabayar

Pada pengalaman pertama saya membeli voucher, saya cukup terkesan, karena saya dapat membeli voucher melalui kantor pos di Kuningan Jawa Barat, padahal rumah saya (yang menggunakan listrik prabayar) ada di Depok. Artinya sistem online itu berjalan dengan baik.

Pengalaman kedua pun tidak ada masalah, karena mulai banyak bertebaran toko-toko yang melayani pengisian ulang listrik prabayar, jadi saya tidak perlu ke PLN atau kantor pos yang lokasinya lebih jauh dijangkau dari rumah. Pengalaman ketiga, mulai menjadi kesulitan, saya mencoba membeli ke toko biasa saya beli, namun katanya saat itu server mengalami error, dan itu sudah berlangsung beberapa hari. Logikanya kalau server error, maka tidak akan bisa dilakukan peng-generate-an token listrik dimana pun. Bayangkan bila meteran listrik di rumah, sudah menunjukkan angka kWh yang tinggal sedikit dan alarm dari meteran sudah mulai menyala (bunyinya bisa didengar dari jauh, malu sm tetangga :D). Namun pada saat itu, saya berusaha ke kantor PLN berharap server sudah normal, dan :

  1. Siang hari saya langsung ke PLN, tidak berhasil (ya sedikit bisa ditebak, karena server masih bermasalah), lalu di PLN saya diberikan 3 nomor call center listrik prabayar. Kata petugas PLN, bisa langsung dihubungi apabila sewaktu2, server sudah kembali normal.
  2. Sore hari saya kembali ke PLN, katanya server sudah normal dan bisa melakukan pembelian, anehnya, saya pembeli pertama yg datang, token belum ter-generate, namun pembeli yg datang setelah saya, token langsung ter-generate. Lalu saya pun menelepon nomor call center yang diberikan dan saya pun akhirnya bisa mendapat token, dengan proses pembayaran transfer rekening.

Pengalaman yang saya alami kemarin adalah level yg lebih tinggi lagi dari beberapa pengalaman saya menggunakan listrik prabayar. Beberapa alternatif saya jalani demi mendapatkan voucher listrik :

  1. Saya berusaha membeli voucher listrik di toko dekat rumah, namun katanya sedang upgrade alat
  2. Di sore hari saya ke kantor PLN, dan ditangani petugas security 24 jam, karena counter sudah tutup sejak jam 5 sore. Petugas melayani dengan sabar, namun masalah dulu, keanehan kembali terulang, token yang di generate dari inputan ID meter pelanggan, tidak kunjung didapat, padahal ada pelanggan yang datang setengah jam setelah saya, token generated ID meter dia, langsung didapat.
  3. Mulai dari jam 17.20 saat token inputan pertama belum keluar, saya menelepon 3 nomor call center prabayar, ketiganya ada nada sambung, namun tidak diangkat. Hal ini terus saya lakukan sampai kira-kira jam 18.30, nomor call center yang kedua dan ketiga, mulai tidak aktif (entah itu dimatikan atau memang baterai habis). Pun sampai jam 19.20 saat kesabaran saya mulai diambang batas, satu2nya nomor callcenter yg masih terdengar nada sambung, belum jg diangkat.
  4. Saya menunggu hampir 2 jam di pos satpam sejak pembelian pertama di sore, di masa 2 jam itu, telah dilakukan 3 kali inputan ID meter saya ke server mereka, token tak kunjung didapat. Akhirnya saya meminta solusi dan saya dipertemukan langsung dengan karyawan PLN yang sedang bertugas malam itu. Saya diterima bapak2 karyawan PLN tersebut dengan ramah, walaupun mereka sedang menyantap makan malam mereka di kantor.
  5. Ada beberapa orang dalam ruangan tersebut, semua merespon dengan bantuan (mulai dari memberikan nomor telepon kantor PLN terkait sesuai lokasi rumah saya, sampai mengecek ID pelanggan saya) untuk permasalahan yang saya alami. Solusi dari bapak pertama yang saya temui, saya bisa menghubungi PLN region dimana saya tinggal, saya pikir karena KTP saya Depok, PLN Depok lah yang harus saya hubungi, lalu dicarilah nomor telepon PLN Depok. Solusi yang ditawarkan adalah menghubungi PLN Depok dan petugas teknis yang sedang jaga untuk mengatur settingan meteran listrik agar listrik tetap menyala untuk kondisi darurat (teknisnya saya krg mengerti). Solusi ini ujung2nya tidak saya jalani (maaf bapak2 PLN 😀 ), karena saya sudah lelah untuk menunggu (lagi) petugas dari PLN yang menangani aliran listrik di daerah rumah saya.

Akhirnya dengan gambling, semalam (pasrah kalau tiba2 kWh habis) saya memutuskan akan mencoba membeli voucher di pagi harinya. Di pagi hari, saya membeli di kantor PLN Lenteng Agung, dan berhasil. Ternyata di tengah malam, saya di telepon oleh petugas PLN DurenTiga, bahwa nomor token ID meter saya akhirnya keluar, namun saya telah membatalkan pembelian karena saya baru melihat sms tersebut di pagi hari saat saya sudah membeli di PLN Lenteng Agung.

Sebenarnya untuk pelayanan sumber daya manusia, saya sebagai pelanggan cukup puas atas keramahan dan layanannya. Namun, sekiranya ada beberapa pelajaran dan pembelajaran dalam hal teknologi yang dipetik demi manfaat di masa depan, diantaranya :

  1. Andai pembelian voucher tidak perlu menggunakan input ID meter pelanggan, seperti pembelian voucher untuk nomor seluler. Jadi pelanggan tidak perlu menunggu token, hasil generate dari ID meter.
  2. Andaipun itu tidak bs dilakukan, semoga pembelian melalui ATM2 dapat segera terlaksana.
  3. Andaipun pula itu masih belum tersedia, maka ada sistem ter-sentralisasi untuk mengatur meteran listrik pelanggan dan melakukan setting layanan darurat agar listrik dapat menyala. Tanpa petugas harus ke rumah pelanggan. Karena akan ada memakan waktu, biaya transportasi untuk menjangkau lokasi pelanggan. Dengan kemajuan teknologi saat ini, bukan tidak mungkin instalasi listrik ditiap titik, diibaratkan IP Address yang dapat di remote untuk melakukan maintenance.

Semoga Indonesia maju dalam penggunaan teknologi, karena sumber daya manusia Indonesia pun tidak kalah dengan di negara maju sana.

Adobe Air, Offline serasa Online

Hari ini saya berkesempatan untuk dipertemukan dengan Adobe Air, yang akhirnya membuat saya untuk “menyentuh” lagi blog ini, ternyataaa…udah 7 bulan yg lalu ga disentuh sejak terakhir kali *curcol ga penting* :D. Mo alasan dikit ah, kenapa kok lama bgt ga nyentuh2, selain krn emg krg bs meluangkan wkt *alesaan*, tp krn setiap ada hasrat hrs berurusan dengan lupa password :D. Jadi hr ini dah diberesin smuanya, mudah2an ga ada lagi alasan buat nulis hal2 yg sebenarnya emg perlu ditulis, buat bagi2, wlpun cm dikit, moga2 bermaanfaat.

Membahas Adobe Air ini sebenarnya udah lumayan basi *malu deh aku* tapi karena memang baru berkesempatan benar2 mendalaminya sekarang, jadi ya saya baru mulai meng-oprek2.

Hal pertama yang terlintas dari Adobe Air ini, apakah secara konsep tujuannya sama dengan Cloud Computing?? Karena kata “Air”nya itu, saya berasumsi awal, kita bisa melakukan apasaja di air(udara) == cloud(awan) 😀 . Udara dan awan yang dimaksud disini tentu saja jaringan internet yang kalau di skema biasa digambarkan dengan bentuk awan. Padahal AIR sendiri adalah singkatan dari Adobe Integrated Runtime.

Adobe AIR sendiri adalah salah satu jawaban dari teknologi RIA (Rich Internet Application) yang mulai booming belakangan ini. Membahas sepintas tentang RIA (Rich Internet Application) *pdhl udah ada di draft blog ini dr dahulu kala,tp blm di publish2 jg-ya salah sndiri :D* , RIA lahir dari adanya fitrah manusia yang menyukai keindahan dan ke-interaktifan, kedinamisan. RIA mengakomodasi ide2 dari industri kreatif yang diterapkan di dunia website yang sebelumnya terbatas (krn pertimbangan bandwidth kecil, sedangkan rata2 ide dr industri kreatif menghasilkan grafis yang berat dr sisi ukuran file). Daripada berpanjang2, contoh RIA adalah iklan/ banner di website (rata2 portal berita) yang bisa berjalan sendiri mengelilingi window browser, ataupun, banner yang kalau di mouseover bisa keluar object dari banner itu, dan banner keren2 lainnya *suka amaze sendiri kalo liat banner RIA* 😀

*postingan yg sudah ditulis dari tahun lalu, tp baru di publish August 2011*
*diantara postingan yg masih draft*

Pelajaran : jangan menunda2 untuk hal yg positif, jgn terlalu idealis, perfectionist. speak out your mind.

Google Translate Advanced

Hampir semua orang pasti sudah pernah menggunakan fitur google yang begitu bermanfaat bagi yang masih terbata-bata dengan bahasa Inggris, yap, itu adalah google translate. Fitur google yang satu ini cukup bermanfaat selain karena fungsi utamanya menerjemahkan, juga menggunakan teknologi AJAX, sehingga user dapat dengan cepat menemukan arti dari kata yang diterjemahkannya.

Fungsi menerjemahkan dari google tersebut, tidak hanya sebatas google translate saja ternyata. Hari ini, ketika saya googling dengan google.co.id dengan keyword berbahasa inggris (disini belum membahas mengapa saya mencari jawaban dari keyword tersebut 😀 ) . Di bagian bawah hasil pencarian ternyata ada link dengan kata2 “Lihat hasil penelusuran yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke Indonesia: “.

Saya langsung klik saja, ternyata muncul halaman hasil pencarian lain, yang semuanya berbahasa indonesia, saya pikir itu adalah website2 yang memang berbahasa indonesia. Lalu saya klik salah satu, dan itu website forum. Saya pun mulai membacanya, tetapi sebagai orang yang 100% asli Indonesia (hehehe), saya merasa janggal dengan bahasa Indonesia yang digunakan dalam forum tersebut, mudah dimengerti memang bahasa yang digunakannya, tapi kok janggal ya, seperti bukan bahasa sehari2.

Ternyata kecurigaan saya benar, website forum tersebut ternyata merupakan website asli luarnegeri, artinya konten website itu telah diterjemahkan oleh Google, seluruhnya, berikut dengan menu-menu navigasinya.

Hebat, terobosan baru dari Google 😉 . Mungkin teman2 yang membaca postingan ini sudah ada yg pernah menemukan sebelumnya, tapi karena rasa kagum saya, saya PeDe aja deh tuk menuliskan dan membaginya disini, hehehe…

Subdirectories vs Subdomain

Tulisan ini dimaksudkan untuk dokumentasi pribadi, tapi supaya mudah ditemukan, ku rangkum lah disini. Walaupun agak malu membahas disini, karena ini sebenarnya teknologi sudah lumayan ketinggalan jaman,hehehe..

Tulisan ini disimpulkan dari website http://www.listbuildingblog.com/?p=232

Terkait dengan pertanyaan bagaimana cara men-generate traffic ke website baru/dengan domain baru pula, dimana salah satu caranya adalah dengan membuat subdirectory atau subdomain, maka kembali terlintas pertanyaan, mana yang lebih baik digunakan agar google dapat meng-index-nya dengan maksimal?
Jawabannya adalah :

  1. Dari segi kemudahan pembuatan
    Gunakan subdirectory, karena lebih mudah dibuat, sama seperti membuat sub folder, sedangkan bila membuat subdomain, mesti bermain di konfigurasi server domain yang dimaksud (seperti :virtualhost , lebih lengkapnya bisa di googling)
  2. Dari sisi ke-powerfull-an konten dapat ter-index di search engine
    Tidak ada bedanya. Artinya mau menggunakan subdirectory atau subdomain, konten tetap sama treatment indexingnya, artinya lagi, traffic yang masuk ke main domain jg akan bertambah.

Catatan :

Gunakanlah subdomain bila konten/informasi yang akan ditampilkan secara signifikan berbeda dengan konten di main domain.