
2014, May 12
24 hari dilalui dalam kebersamaan
Bukan waktu yang singkat untuk sebuah ujian
Namun bukan waktu yang lama untuk sebuah pertemuan
Galau, Layaknya pinta manusia yang tak pernah melihat dari sisi Tuhan-nya
Malam-malam yang dilewati
Menyusuri jalan-jalan hingga larut meski mencuri-curi waktu
Menanggalkan penat, kita berlari menuju keramaian
Meski jarang kedamaian dan keramaian dapat bersatu
Namun bersamamu kawan, tak peduli ramai atau sepi,
kedamaian ada di dlm imaji yang kau bawa dlm dirimu…
Sebagai sebuah hati yang penuh tanda tanya
Dimana tersimpan kotak yang disimpan dengan amat dalam
Jauh, hening, senyap, sejuk, terlindung, dan selalu dijaga
Seperti ada kehidupan didalam sana, yang merintih dan memohon untuk tak ditinggalkan
Seperti ada permohonan akan sebuah mesin waktu menjadi nyata
Meski seringkali kenyataan tak semanis impian dan harapan
Kenyataan-kenyataan yang terlanjur terjadi,
Kita hanya manusia yang tak akan mampu menggulung lembaran takdir…
Lalu aku bertanya, bukankah bagi Dia, takdir ini adalah yang terindah?
Maka biarkanlah berjalan hingga lembaran terakhirnya terbuka dengan indah….
Takkan mampu seluruh kenangan kita gambarkan
Seperti lembaran takdir yang kita lukis ulang ke dalam dimensi manusia….
Tak mampu kita menyederhanakan takdir dan kenangan yang telah terjadi….
Takkan mampu sebait dua bait lagu mewakili apa yang telah dilalui
Karena lagu kita berjuta-juta, dimana ada ungkapan cinta dan kebersamaan
Maupun ujian yang harus terlewatkan….
Disitulah detak jantung dan hati bernyanyi…
Sekedar mencari tempat berlarinya hati ketika sepi dan sendiri menenggelamkan kita….
Lirik-lirik dan alunan nada cukuplah mewakili sebagian hati yang terbawa kesana…..
Seperti sebuah teriakan lepas kita di malam hari
MESIN WAKTU!!!!
Didepan lidah api yang menyala perkasa lalu perlahan meredup menjadi bara
Diiringi kedipan tiga lilin yang menari damai=
Yang memberi kehangatan dan kedamaian
perlahan menjadi abu, lalu dilupakan
Namun alunan lagu yang kita dendangkan di malam sunyi
Bumi yang kita pijak dan langit yang menaungi, mendengarnya
Masih Bumi dan Langit yang sama dari ribuan tahun yang lalu
Yang telah mendengar jutaan kata dan harapan yang teruntai….
Dari mulut-mulut manusia yang lemah dan penuh kesah…
Tanpa ragu kita turut meramaikan langit dengan harapan-harapan kita
Berharap untuk bertemu lagi di masa depan
Berharap pintu-pintu akan terbuka untuk pertemuan yang lebih murni..
Biarlah tulisan ini terukir abadi disini, mewakili kenangan yang mungkin di benak
Akan terhapus oleh memory-memory terkini…
Dan kotak tersebut akan usang oleh debu debu impian-impian baru…
Lalu tulisan inilah yang akan menjadi pengingat semuanya
Membersihkan kembali kotak itu dan membukanya perlahan…
Hingga isi kotak itu menyinari segenap relung hati…
Hati yang terbawa oleh kenangan indah…..
Menjelma menjadi mesin waktu yang selama ini diimpi-impikan…
Meski tak sampai kita menuju 3 tahun yang lalu
Namun akan membawa kita kembali ke dalam hidup 24 hari yang bahagia….
Dan jika suatu ketika engkau mengingatku, sebutlah namaku saja, lirih di dalam sunyi, bawalah dalam do’amu
Karena seandainya saja kau tau, itu lah saat aku tengah merindukanmu juga….
Dan kita bernaung di langit yang sama…….
—Kenangan Prajabatan Kelas B—
—Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,2014—