Serial kariage kun (buku 30, 82-83)

kariage eps 30 hal 82-83
Komik kariage kun, sumpah deh.. demen bgt bacanya.. lugu, polos, jail, antisosial.. kwkwkwkwkwk.. lkp sudah.. tp dia bisa positive thinking di segala situasi. ini nih yang bikin awet muda :)). mulai hari ini akan saya upload halaman2 terpilih. thx to uploader from idws. thx to masashi ueda untuk mahakaryanya :D. sometimes kariage inspiring me to keep struggling.
Sun Grid Engine
Sun Grid Engine menyediakan manajemen beban kerja berdasar kebijakan dan penetapan dinamis atas beban kerja aplikasi. Sun Grid Engine memungkinkan anda untuk menggunakan strategi manajemen sumber daya dalam pendistribusian job di dalam grid. Master Grid Engine dapat mengelola grid yang terdiri sampai dengan 10.000 host yang memenuhi kebutuhan skalabilitas bahkan untuk infrastruktur grid terbesar.
Komputasi Grid Menurut SUN
Grid adalah sebuah kumpulan sumber daya komputasi yang mengerjakan tugas-tugas. Dalam bentuk sederhana, oleh pengguna, grid tampak sebagai sebuah sistem yang menyediakan titik akses tunggal kepada sebuah sumber daya terdistribusi yang powerful. Dalam bentuk kompleks, yang akan dijelaskan kemudian pada subbab ini, grid dapat menyediakan banyak titik akses untuk pengguna. Pada semua kasus, pengguna memperlakukan grid seperti sumber daya komputasi tunggal. Perangkat lunak manajemen sumber daya seperti Sun Grid Engine menerima tugas yang dikirim oleh pengguna. Software tersebut menggunakan kebijakan manajemen sumber daya untuk menjadwalkan tugas yang akan dijalankan pada sistem yang tepat pada grid. Pengguna dapat mengirimkan jutaan tugas dalam satu waktu tanpa harus memikirkan dimana tugas itu akan dijalankan.
Tidak ada grid yang identik. Tiga pengklasifikasian grid, dengan skala sistem tunggal sampai kelas superkomputer yang memiliki ratusan prosesor, adalah sebagai berikut:
· Cluster grid adalah grid paling sederhana. Cluster grid dibuat dari kumpulan komputer yang bekerja bersama. Sebuah cluster grid menyediakan sebuah titik akses tunggal kepada pengguna dalam sebuah proyek tunggal atau sebuah departemen tunggal.
· Campus grid memungkinkan beragam proyek atau departemen didalam sebuah organisasi berbagi sumber daya komputasi. Organisasi dapat memakai campus grid untuk menangani beragam tugas, seperti proses rendering, data mining dan lainnya.
· Global grid adalah kumpulan campus grid yang melintasi batasan organisasional untuk menciptakan suatu sistem virtual yang sangat besar. Pengguna memiliki akses kepada daya komputasi yang melebihi sumber daya yang tersedia pada organisasi mereka sendiri.
GCL tercinta sirna.. TAq musnah.. (I)
mmmppfhh… entah apa yang harus aq lakukan??!!
aq tidak punya kuasa sama sekali, cm seorang mahasiswa biasa, yang tidak memiliki kekuatan sebagai pengambil keputusan.
Grid Computing Laboratory TC ITS akan segera tinggal nama saja.. hancur sudah usahaku untuk membangun sebuah komunitas dimana kita bisa belajar, baik tentang disiplin ilmu ataupun tentang kehidupan ini, bersosialisasi, bercanda, tertawa, menangis bersama, bermain (i gonna miss u guys, GCL DotA community) bahkan belajar sulap!!! sounds great right?!
sudah hampir setahun aq dan beberapa teman menjabat sebagai admin di lab ini (terima kasih Tuhan saya dapat dipertemukan dengan calon-calon orang hebat macam sulaiman, silas, prasta, chika, miki dan bapak adi (go for schumberger my fren!!), dan tentu saja berkesempatan diberi kehormatan dapat membantu bapak F.X. Arunanto untuk mengelola lab), tidak terasa memang, aq yang dulunya mahasiswa yang suka ngendon di kos tanpa berbuat apa-apa, bisa merasa nyaman untuk mengembangkan diri dan memperkaya wawasan.
sedikit bernostalgia, aq baru berkenalan dengan lab ini pada tahun ke-2 masa kuliahku, dulunya berlabel Lab Komputing. Lab yang kecil (tidak sebanding dengan lab-lab yang laen), sepi, sunyi seperti lab yang tidak ada peminatnya saja. memang, lab ini memang lab paling aneh di TC ITS, karena tidak mewadahi suatu bidang minat apapun, makanya pengguna disana terkesan eksklusif dan hanya dihuni oleh orang-orang itu saja. jangan ditanya kalau malam datang, yang saya liat cuma ada mas Frans, Chika dan mas Dimas saja menghuni lab. Sejak itu malam hari lebih sering saya habiskan di sana, karena lab yang tenang cocok untuk belajar. namun saya pikir, tidak ada greget sama sekali di lab ini. Padahal menurut saya, Lab adalah sebuah wadah komunitas yang melibatkan user di dalamnya.
akhirnya suatu saat saya ditawari untuk menjadi administrator disana. saya terima dengan senang hati, karena saya mempunyai misi untuk lebih menghidupkan lab ini, membangun sebuah lab yang “hidup”, dalam artian, selain belajar ada sesuatu yang lain yang bisa kita dapatkan disana, entah pertemanan, mengembangkan diri atau hobi, dengan tujuan yang lebih luas untuk membentuk suatu keluarga besar. karena kita tahu, diantara kita banyak yang merupakan mahasiswa rantau, dan sangatlah penting dan membahagiakan bila kita merasa punya “keluarga” disini.
saya bangga, di lab ini terjadi perubahan yang sangat signifikan. lab menjadi lebih ramai, lebih beragam, lebih banyak kegiatan daripada sebelumnya, salut buat teman2 admin yang bisa mewujudkan hal ini.
bersamaan dengan itu, TC telah membuat gedung baru tidak jauh dari lokasi gedung lama, sehingga mau tidak mau semua lab harus pindah secara bertahap ke gedung baru tersebut. tetapi sangat disayangkan.. muncul berita yang tidak mengenakkan. bahwa lab kecil ini tidak disediakan tempat lagi di gedung baru, yang artinya lab ini akan dihapuskan untuk selamanya… betapa sedihnya.. sebuah komunitas yang sedang dibangun akan hancur begitu saja.. tentunya akan lain bila kita berkumpul dalam bentuk yang tidak biasanya dan dalam suasana yang berbeda.. entahlah..
Grid Computing
Grid computing is a term for either of two broad subcategories of distributed computing:
* Online computation or storage offered as a service supported by a pool of distributed computing resources, also known as utility computing, on-demand computing, or cloud computing. Data grids provide controlled sharing and management of large amounts of distributed data, often used in combination with computational grids.
* The creation of a “virtual supercomputer” composed of a network of loosely-coupled computers, acting in concert to perform very large tasks. This technology has been applied to computationally-intensive scientific, mathematical, and academic problems through volunteer computing, and it is used in commercial enterprises for such diverse applications as drug discovery, economic forecasting, seismic analysis, and back-office data processing in support of e-commerce and web services.
What distinguishes grid computing from typical cluster computing systems is that grids tend to be more loosely coupled, heterogeneous, and geographically dispersed. Also, while a computing grid may be dedicated to a specialized application, it is often constructed with the aid of general purpose grid software libraries and middleware.
Grids versus conventional supercomputers
“Distributed” or “grid” computing in general is a special type of parallel computing which relies on complete computers (with onboard CPU, storage, power supply, network interface, etc.) connected to a network (private, public or the Internet) by a conventional network interface, such as Ethernet. This is in contrast to the traditional notion of a supercomputer, which has many processors connected by a local high-speed computer bus.
The primary advantage of distributed computing is that each node can be purchased as commodity hardware, which when combined can produce similar computing resources to a multiprocessor supercomputer, but at lower cost. This is due to the economies of scale of producing commodity hardware, compared to the lower efficiency of designing and constructing a small number of custom supercomputers. The primary performance disadvantage is that the various processors and local storage areas do not have high-speed connections. This arrangement is thus well-suited to applications in which multiple parallel computations can take place independently, without the need to communicate intermediate results between processors.
The high-end scalability of geographically dispersed grids is generally favorable, due to the low need for connectivity between nodes relative to the capacity of the public Internet. Conventional supercomputers also create physical challenges in supplying sufficient electricity and cooling capacity in a single location. Both supercomputers and grids can be used to run multiple parallel computations at the same time, which might be different simulations for the same project, or computations for completely different applications. The infrastructure and programming considerations needed to do this on each type of platform are different, however.
There are also some differences in programming and deployment. It can be costly and difficult to write programs so that they can be run in the environment of a supercomputer, which may have a custom operating system, or require the program to address concurrency issues. If a problem can be adequately parallelized, a “thin” layer of “grid” infrastructure can allow conventional, standalone programs to run on multiple machines (but each given a different part of the same problem). This makes it possible to write and debug programs on a single conventional machine, and eliminates complications due to multiple instances of the same program running in the same shared memory and storage space at the same time.
Taken from Wikipedia
Setting modem GSM/CDMA untuk dial up GPRS
Prerequisite (Apa yg harus anda siapkan lebih dulu?)
– HP + Kabel data
– Pastikan HP anda telah GPRS enabled (checknya gampang, klo ada browser di HP, coba browsing, klo bs berarti GPRS uda di enable.. nah, klo g bisa, saya males jelasin disini, soalnya setting tiap provider kartu beda2, klo mo gampang, bawa aja ke pusat layanan customer masing2 :p)
– Pulsa mencukupi (iki sing penting… percuma HP bagus g ada pulsanya.. :)) )
– Download + install driver HP, klo motorola bisa kirim comment di post ini + alamat imelnya, ntar insyaAllah saya kirim.
nah, klo syarat2 diatas uda terpenuhi.. mari kita mulai settingnya.
pertama, sambungkan HP dengan ke komputer dengan kabel data. cek di windows (2000/XP), apakah modem uda keinstall. caranya :
Start – > Setting -> Control Panel -> Phone and Modem options. pilih tab modems, uda ada g modem HP sodara? misal klo ROKR saya, kedetect motorola USB modem, & insyaAllah klo HP nokia, Nokia USB Modem :p. Klo g ada berarti Modem g kedetect ato Driver g bener pas nginstallnya.. klo modem HP anda ada di daftar modem itu..
kedua, masih di tab Modems pada Phone and Modem options, klik
modem HP anda, trus pilih tombol properties. ntar keluar tuh windows propertiesnya..
pilih tab Advanced, trus di textbox ‘extra initialization command’, tambahkan baris berikut:
AT+CGDCONT=1,”IP”,”xxx”
dimana xxx adalah GPRS APN anda, berikut beberapa daftar GPRS APN untuk provider kartu di indonesia
IM3 – http://www.indosat-m3.net
TELKOMSEL – http://www.telkomsel.com
(yg laen menyusul)
nah klik OK..
ketiga, kembali ke control panel, pilih network connections, create new connections (next), connect to the internet (next), set up connections manually (next), connect using dialup modems(next), masukkan nama ISP (terserah anda, g penting :p, next), masukkan phone number ,untuk akses modem HP, pergunakan number *99#, ato *99*111# (next), masukkan username + password.
IM3 – user : gprs pass: im3
TELKOMSEL – user : telkomsel pass : gprs (klo nda salah :p)
nah… klik finish
untuk menjalankan dial up, masuk ke control panel, trus klik 2x nama koneksi (nama ISP yg anda inputkan tadi), dan masukkan password (biasanya username uda otomatis keiisi) klik finish.. jika settingan anda benar, di pojok kanan taskbar anda (iku jenenge opo, lali), terdapat tanda bahwa dial up telah terkoneksi.
nah silahkan buat browsing (klo anda memang kaya dan bnyk pulsa) ato chatting (ngirit loh daripada di warnet!!, sekedar info tarif M3 10 rp/kb, dan pernah suatu waktu saya ol 5 jam-an cm habis g sampe 1000 perak!! wew…. , jgn lupa add saya di YM zul_frusciante :D)
bila ada yg kurang jelas, monggo diisi commentnya, sebisa mungkin saya jawab..
best regards…
(mohon maap karena keterbatasan bandwith, ntar2 aja saya upload screenshot settingnya 😀 )
Nasi goreng ikan asin
Nah… ini dia.. makanan nikmat yang bisa dibilang maknyusss..
meski saya keturunan minang, madura, jawa dan sedikit jerman kelahiran jember (persis nadine candrawinata), saya suka ama masakan cina ini (apa gara2 mata saya sipit kali y? hihihiiii… no racism here… klo mau yang rasis2 buka aja BB17.com, anda akan terpuaskan.. guaranteed :D).
terakhir saya makan di warung tenda daerah sukolilo. nama warungnya lupa, tapi khusus nyediakan chinese food. (waduh, jadi inget. yang punya warung kelupaan kita makan koloke, di bon g ada. jadi masih punya utang 15.000, dibayar g enaknya? :p).
nah, klo ada yang niat mo bikin nasi goreng ikan asin di kos2an ato di rumah, silahkan coba resep di bawah ini ok? klo TERNYATA resep ini enak dan bener2 berbentuk nasi goreng, bisa dikirim ke kos saya ok? hehehehe.. selamat mencoba..
(Gambar cm saran penyajian, hasil anda masak belum tentu sama dengan gambar di atas. ingat2 aja gambar bungkus indomie, disana ada telornya, tp di dalam g ada!!! )
Nasi Goreng Ikan Asin
Sumber: Ibu-ibu DI
Bahan
50 gr ikan jambal roti, potong 1/2 x 1/2 x 1/2 cm
minyak untuk menggoreng dan menumis
4 btr telur, kocok lepas
6 siung bawang putih, cincang kasar
6 btg daun bawang cung, iris 1/2 cm
4 sdm kecap asin
1/2 sdt garam
1 sdt lada halus
750 gr nasi
Cara membuat
1. Panaskan minyak, goreng ikan asin hingga kuning, angkat, tiriskan, sisihkan.
2. Panaskan 2 sdm minyak goreng dalam wajan, tuang telur kocok, masak hingga telur setengah matang.
3. Panaskan 5 sdm minyak bekas menggoreng ikan asin, tumis bawang putih sampai harum. Masukkan daun bawang, aduk, tambahkan kecap
ikan, garam, lada, aduk rata, masukkan nasi dan telur orak-arik, aduk rata.
4. Tambahkan ikan asin goreng, aduk kembali hingga rata. Angkat, sajikan.
Untuk 6 porsi
Alasan di balik semua ini…
kira2.. enaknya blog ini diisi apa?
biar keliatan g ikut2an (padahal iya…)
biar keliatan berisi (padahal cm omong kosong)
biar keliatan keren (kayak saya :D)
biar keliatan berbobot (kayak tulisannya thamrin.. :p)
biar keliatan kritis (tp jgn de.. ntar dikira subversif.. di DO masuk penjara…)
biar keliatan “panasss” (no comment)
