
Umpan balik klik disini

Umpan balik klik disini
Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan peserta didik Dalam Pembelajaran
| Lokasi | SD NEGERI RAGUNAN 14 PAGI |
| Lingkup Pendidikan | SEKOLAH DASAR |
| Tujuan yang ingin dicapai | Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta didik yang Rendah pada Tema 2 Subtema 3 Pembelajaran 2 Muatan Pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia Menggunakan Metode Problem Based Learning (PBL) di SD Negeri Ragunan 14 Pagi Jakarta Selatan. |
| Penulis | IKRIMA NUR ENDAH |
| Tanggal | 24 September 2022 |
| Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. | Dalam proses pembelajaran, motivasi belajar merupakan aspek yang sangat penting. Motivasi berfungsi sebagai pendorong yang mempengaruhi peserta didik untuk belajar. Dalam pembelajaran di kelas saya, yaitu kelas V di SD Negeri Ragunan 14 Pagi motivasi belajar peserta didik cenderung rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, baik yang datang dari dalam diri maupun yang datang dari luar diri peserta didik. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik. Yang termasuk faktor internal antara lain intelegensi (kecerdasan) dan minat. Pada tanggal 1 Agustus 2022, sekolah kami mengadakan tes IQ untuk mengukur tingkat intelegensi atau kecerdasan peserta didik secara umum. Hasil dari tes IQ tersebut, dari 30 peserta didik, 3 peserta didik memiliki tingkat kecerdasan rendah, 12 peserta didik memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, 10 peserta didik memiliki tingkat kecerdasan rata-rata, dan 5 peserta didik memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Selain faktor intelegensi, minat juga merupakan faktor internal. Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar, minat menjadi motor penggerak untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Tanpa minat, tujuan belajar tidak akan tercapai. Dalam proses pembelajaran, saya mengamati peserta didik saya kurang memiliki minat jika dilihat dari keaktifan. Dari 30 peserta didik, hanya 10 peserta didik yang aktif. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari kondisi luar diri peserta didik. Kondisi dari luar diri peserta didik diantaranya adalah keluarga dan sekolah. Kondisi peserta didik di kelas saya sebagian besar tumbuh dari keluarga menengah ke bawah. Hal ini bisa dilihat dari data penerima KJP (Kartu Jakarta Pintar). Dari 30 peserta didik, sebanyak 24 peserta didik merupakan penerima KJP. Karena faktor ekonomi ini, orang tua terlalu sibuk bekerja beranggapan bahwa pendidikan hanya tanggung jawab guru. Faktor dari lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi proses belajar peserta didik antara lain metode yang digunakan guru. Saya sebagai guru belum mengembangkan model pembelajaran inovatif yang membuat peserta didik aktif di kelas. Dalam kegiatan pembelajaran, saya masih menggunakan metode yang berpusat kepada guru. Selain itu, saya masih kurang memanfaatkan media pembelajaran untuk menarik minat dan perhatian peserta didik. Dari permasalahan yang ditemukan di atas, motivasi belajar peserta didik di kelas V SDN Ragunan 14 Pagi pada Tema 2 Subtema 3 Pembelajaran 2 Muatan Pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia masih rendah. Untuk itu, yang menjadi alternatif solusi masalah yang ditawarkan adalah menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk dibagikan karena masalah motivasi belajar peserta didik yang rendah umum terjadi. Saya harap pembelajaran ini bisa menjadi motivasi untuk saya dan juga referensi untuk pendidik lain yang memiliki masalah yang sama. Saya sebagai guru bertugas merencanakan program pengajaran, melaksanakan program yang telah disusun dan melaksanakan penilaian setelah program itu dilaksanakan. Selain itu, saya sebagai guru juga mempunyai peran untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih baik mampu mengelola kelas sehingga hasil belajar peserta didik berada pada tingkat optimal. |
| Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat? | Dari hasil identifikasi masalah, kajian literatur, dan wawancara dengan wakil kepala sekolah, pakar pendidikan, dan guru ada tantangan yang saya hadapi. Ada beberapa tantangan yang saya hadapi, yaitu: Kompetensi GuruTantangan pertama yaitu kurangnya kemampuan guru dalam menyusun indikator pencapaian kompetensi. Saya mengalami kesulitan untuk memilih indikator pencapaian kompetensi yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan dan juga bisa diaplikasikan di kelas. Selain itu, saya sebagai guru kurang menggunakan media inovatif dalam pembelajaran. Saya belum mampu membuat video pembelajaran sendiri dan masih menggunakan video pembelajaran milik orang lain yang saya dapatkan dari Youtube. Saya juga mempunyai tantangan ketika merencanakan kegiatan yang interaktif di kelas. Pada awalnya saya berencana untuk membuat evaluasi yang interaktif dari platform Quizizz. Namun, saya mengalami kendala yaitu tidak semua peserta didik memiliki gawai sendiri. Beberapa masih berbagi gawai dengan saudara atau ayah ibunya. Sehingga tidak semua peserta didik bisa membawa gawai ke sekolah. Tantangan lainnya yaitu dalam pembuatan soal evaluasi. Soal evaluasi perlu memiliki karakteristik soal HOTS (Higher Order Thinking Skills). Namun saya belum terbiasa membuat soal berkarakteristik HOTS. Kemampuan peserta didikDalam segi intelegensi, hanya 5 orang peserta didik yang memiliki kemampuan intelegensi di atas rata-rata. Sebanyak 25 orang berkemampuan rendah, di bawah rata-rata, dan rata-rata. Selain itu, kemampuan anak-anak dalam memahami materi pembelajaran tema kurang dilihat dari hasil Penilaian Harian yang rata-ratanya kurang dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Sarana dan PrasaranaUntuk sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Ragunan 14 Pagi sudah cukup memadai. Perangkat yang disediakan oleh sekolah yaitu LCD proyektor, speaker, dan wifi. Sedangkan laptop saya menggunakan laptop pribadi begitu juga dengan laser pointer presentasi. Selain itu ruang kelas juga memadai dan nyaman untuk menunjang pembelajaran peserta didik. Berdasarkan tantangan yang saya hadapi, terlihat bahwa sisi kompetensi guru harus ditingkatkan baik dalam bidang pedagogik ataupun profesional. Yang terlibat dalam tantangan ini adalah guru dan peserta didik. |
| Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini | Tantangan yang ada harus segera diselesaikan oleh guru profesional. Ada beberapa langkah-langkah yang saya lakukan untuk mengadapi tantangan tersebut. Langkah pertama yaitu memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakterisik peserta didik dan materi. Saya memilih Problem Based Learning dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Sedangkan sintak PBL yaitu orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Dengan pendekatan saintifik dan model pembelajaran PBL, peserta didik diharapkan lebih aktif dan lebih terlibat dalam pembelajaran. Selain itu, saya sebagai guru memilih media pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge) yaitu PPT (PowerPoint Presentation) dan video pembelajaran. Dalam penyusunan PPT, saya membuatnya melalui platform Canva. PPT tersebut berisi video lagu wajib, gambar, penjelasan materi, video pembelajaran, dan hyperlink sebagai jalan pintas menuju platform Wordwall untuk tanya jawab bersama peserta didik. Untuk video pembelajaran yang mendukung pertemuan pertama dan kedua, saya masih mengambil sumber dari Youtube. Video tersebut berjudul “Sistem Pernapasan Manusia: Gimana sih Cara Manusia Bernapas?” dengan durasi 6 menit 16 detik dan pada pertemuan kedua berjudul “Cara Memelihara Organ Pernapasan Manusia” dengan durasi 3 menit 40 detik. Saya memillih kedua video tersebut karena tampilannya menarik dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta didik kelas V. Pada awalnya, saya berencana merancang evaluasi peserta didik menggunakan platform Quizizz, namun karena tidak semua peserta didik bisa membawa gawai ke sekolah maka evaluasi masih menggunakan kertas. Sebagai gantinya, setelah peserta didik menyimak video pembelajaran, saya bersama peserta didik melakukan tanya jawab isi video dengan mengerjakan soal dari platform Wordwall secara klasikal atau bersama-sama. Untuk mendukung terlaksananya pembelajaran ini diperlukan berbagai perangkat mulai dari LCD proyektor, speaker, laptop, dan juga laser pointer presentasi. Semua perangkat tersebut sudah tersedia dan siap dipakai di kelas. Pada saat PPL, saya meminta bantuan salah satu guru untuk merekam dan memastikan perangkat perekam masih berfungsi selama proses pembelajaran. Pada Praktik Pengalaman Lapangan pertemuan kedua, saya mendapatkan jadwal siang yaitu mulai pukul 12.20 sampai 13.30, sedangkan jadwal pulang kelas saya yaitu pukul 11.30. Kondisi ini membuat peserta didik harus pulang sedikit terlambat untuk kegiatan PPL. Perubahan jadwal ini melibatkan kepala sekolah untuk mendapatkan izin dan juga koordinasi dengan wali murid atas keterlambatan jam pulang peserta didik. Strategi yang dapat membantu saya menghadapi tantangan yang ada yaitu:Menyediakan alat dan bahan untuk praktik yang dibutuhkan serta mengecek semua alat yang dapat berfungsi dengan baik.Melatih peserta didik melakukan presentasi dengan membimbing dan memberikan penguatan selama proses presentasi.Meminta bantuan orang lain untuk membantu proses perekaman agar proses pembelajaran bisa fokus dan konsentrasi tidak terbagi untuk masalah teknis.Selain mengandalkan jaringan wifi, saya perlu menyiapkan perangkat tambahan untuk memastikan jaringan stabil yaitu dengan tetthering melalui telepon genggam. Dalam praktik ini, agar semua rencana dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan, maka diperlukan sumber daya yang mendukung, baik dari sisi moril maupun materil. Dari sisi moril yaitu adanya dukungan dari kepala sekolah, rekan sejawat, peserta didik, dan orang tua. Dari sisi materil berupa tersedianya sarana prasarana yang dibutuhkan, seperti laptop, LCD proyektor, spelaker, gawai, kamera dan sumber belajar. |
| Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut | Dampak dari aksi pembelajaran dengan model PBL pada materi Tema 2 Subtema 3 Pembelajaran 2 muatan pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia dengan bantuan media pembelajaran berbasis TPACK membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. Dalam penerapan PBL berdasarkan sintak-sintaknya, peserta didik menyimak orientasi masalah dan berdiskusi dan berkolaborasi dengan kelompoknya untuk memecahkan masalah. Pada pertemuan pertama peserta didik masih malu dan tidak percaya diri untuk menampilkan hasil diskusi kelompoknya, namun di pertemuan kedua peserta didik sudah mulai menunjukkan kepercayaan diri dalam menampilkan hasil diskusi. Peserta didik juga lebih mudah memahami materi tentang sistem pernapasan dengan bantuan video pembelajaran yang menarik dan bahasa yang mudah dimengerti dan sesuai dengan karakteristik peserta didik kelas V. Dari pertemuan satu dan dua terdapat peningkatan dalam hasil evaluasi peserta didik. Hal ini menandakan hasilnya sudah efektif. Respon peserta didik terhadap pembelajaran bisa dilihat peserta didik lebih aktif dan antusias ketika pembelajaran. |
Aksi 2
| Lokasi | SD NEGERI RAGUNAN 14 PAGI |
| Lingkup Pendidikan | SEKOLAH DASAR |
| Tujuan yang ingin dicapai | Meningkatkan Motivasi Belajar peserta didik yang Rendah pada Tema 3 Subtema 1 Pembelajaran 5 Muatan Pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia Menggunakan Metode Problem Based Learning (PBL) di SD Negeri Ragunan 14 Pagi Jakarta Selatan. |
| Penulis | IKRIMA NUR ENDAH |
| Tanggal | 24 September 2022 |
| Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. | Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar. Peserta didik yang belajar tanpa motivasi atau kurangnya motivasi tidak akan berhasil dengan maksimal. Peserta didik akan terdorong untuk belajar apabila mereka memiliki motivasi untuk belajar. Dalam proses pembelajaran, peserta didik kurang menguasi materi. Hal ini terjadi karena berkurangnya pengetahuan dan keterampilan secara akademis. Kondisi ini disebut learning loss akibat pandemi selama kurang lebih 2 tahun. Dari hasil pengamatan pembelajaran di kelas, peserta didik saya kurang percaya diri. Mereka masih ragu dan malu saat menampilkan hasil diskusi kelompok. Hal ini bisa dipahami karena selama pandemi mereka tidak biasa melakukan kerja kelompok. Selain itu, saat PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) peserta didik dibatasi interaksinya di kelas. Pembatasan itu meliputi jumlah siswa di kelas dan aturan untuk menjaga jarak. Aturan itu menyebabkan peserta didik untuk sementara tidak diperbolehkan melakukan kegiatan secara berkelompok. Dari permasalahan yang ditemukan di atas, motivasi belajar peserta didik di kelas V SDN Ragunan 14 Pagi pada Tema 2 Subtema 3 Pembelajaran 2 Muatan Pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia masih rendah. Untuk itu, yang menjadi alternatif solusi masalah yang ditawarkan adalah menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk dibagikan karena masalah motivasi belajar peserta didik yang rendah umum terjadi. Saya harap pembelajaran ini bisa menjadi motivasi untuk saya dan juga referensi untuk pendidik lain yang memiliki masalah yang sama. Saya sebagai guru bertugas merencanakan program pengajaran, melaksanakan program yang telah disusun dan melaksanakan penilaian setelah program itu dilaksanakan. Selain itu, saya sebagai guru juga mempunyai peran untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih baik mampu mengelola kelas sehingga hasil belajar peserta didik berada pada tingkat optimal. |
| Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, | Dari hasil identifikasi masalah, kajian literatur, dan wawancara dengan wakil kepala sekolah, pakar pendidikan, dan guru ada tantangan yang saya hadapi. Tantangan pertama yaitu kurangnya kemampuan guru dalam menyusun indikator pencapaian kompetensi. Saya mengalami kesulitan untuk memilih indikator pencapaian kompetensi yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan dan juga bisa diaplikasikan di kelas. Selain itu, saya sebagai guru kurang menggunakan media inovatif dalam pembelajaran. Saya belum mampu membuat video pembelajaran sendiri dan masih menggunakan video pembelajaran milik orang lain yang saya dapatkan dari Youtube. Saya juga mempunyai tantangan ketika merencanakan kegiatan yang interaktif di kelas. Pada awalnya saya berencana untuk membuat evaluasi yang interaktif dari platform Quizizz. Namun, saya mengalami kendala yaitu tidak semua peserta didik memiliki gawai sendiri. Beberapa masih berbagi gawai dengan saudara atau ayah ibunya. Sehingga tidak semua peserta didik bisa membawa gawai ke sekolah. Untuk sarana dan prasarana, SD Negeri Ragunan 14 Pagi sudah memadai dan lengkap. Namun jaringan internet di sekolah kurang baik karena lokasi sekolah yang ada di bawah jalan. Posisi sekolah juga bersebelahan dengan gedung Indosat M2 dan membuat jaringan internet kurang stabil. Jika wifi kurang stabil, saya akan menggunakan jaringan pribadi melalui telepon genggam. Berdasarkan tantangan yang saya hadapi, terlihat bahwa sisi kompetensi guru harus ditingkatkan baik dalam bidang pedagogik ataupun profesional. Yang terlibat dalam tantangan ini adalah guru dan peserta didik. |
| Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini | Tantangan yang ada harus segera diselesaikan oleh guru profesional. Ada beberapa langkah-langkah yang saya lakukan untuk mengadapi tantangan tersebut. Langkah pertama yaitu memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakterisik peserta didik dan materi. Saya memilih Problem Based Learning dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Sedangkan sintak PBL yaitu orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Dengan pendekatan saintifik dan model pembelajaran PBL, peserta didik diharapkan lebih aktif dan lebih terlibat dalam pembelajaran. Selain itu, saya sebagai guru memilih media pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge) yaitu PPT (PowerPoint Presentation) dan video pembelajaran. Dalam penyusunan PPT, saya membuatnya melalui platform Canva. PPT tersebut berisi video lagu wajib, gambar, penjelasan materi, video pembelajaran, dan hyperlink sebagai jalan pintas menuju platform Wordwall untuk tanya jawab bersama peserta didik di pertemuan pertama, dan jalan pintas menuju platform Sketchfab untuk melihat sistem pencernaan dalam bentuk 3 dimensi. Untuk video pembelajaran yang mendukung pertemuan pertama dan kedua, saya masih mengambil sumber dari Youtube. Video tersebut berjudul “Sistem Pencernaan Manusia: Proses Pencernaan pada Tubuh Manusia dengan durasi 5 menit 29 detik dan pada pertemuan kedua berjudul “Organ Pencernaan dan Fungsinya” dengan durasi 5 menit 2 detik. Saya memillih kedua video tersebut karena tampilannya menarik dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta didik kelas V. Pada awalnya, saya berencana merancang evaluasi peserta didik menggunakan platform Quizizz, namun karena tidak semua peserta didik bisa membawa gawai ke sekolah maka evaluasi masih menggunakan kertas. Sebagai gantinya, setelah peserta didik menyimak video pembelajaran, saya bersama peserta didik melakukan tanya jawab isi video dengan mengerjakan soal dari platform Wordwall secara klasikal atau bersama-sama. Untuk mendukung terlaksananya pembelajaran ini diperlukan berbagai perangkat mulai dari LCD proyektor, speaker, laptop, dan juga laser pointer presentasi. Semua perangkat tersebut sudah tersedia dan siap dipakai di kelas. Pada saat PPL, saya meminta bantuan salah satu guru untuk merekam dan memastikan perangkat perekam masih berfungsi selama proses pembelajaran. Strategi yang dapat membantu saya menghadapi tantangan yang ada yaitu:Menyediakan alat dan bahan untuk praktik yang dibutuhkan serta mengecek semua alat yang dapat berfungsi dengan baik.Melatih peserta didik melakukan presentasi dengan membimbing dan memberikan penguatan selama proses presentasi.Meminta bantuan orang lain untuk membantu proses perekaman agar proses pembelajaran bisa fokus dan konsentrasi tidak terbagi untuk masalah teknis.Selain mengandalkan jaringan wifi, saya perlu menyiapkan perangkat tambahan untuk memastikan jaringan stabil yaitu dengan tetthering melalui telepon genggam. Dalam praktik ini, agar semua rencana dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan, maka diperlukan sumber daya yang mendukung, baik dari sisi moril maupun materil. Dari sisi moril yaitu adanya dukungan dari kepala sekolah, rekan sejawat, peserta didik, dan orang tua. Dari sisi materil berupa tersedianya sarana prasarana yang dibutuhkan, seperti laptop, LCD proyektor, spelaker, gawai, kamera dan sumber belajar. |
| Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut | Dampak dari aksi pembelajaran dengan model PBL pada materi Tema 2 Subtema 3 Pembelajaran 2 muatan pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia dengan bantuan media pembelajaran berbasis TPACK membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. Dalam penerapan PBL berdasarkan sintak-sintaknya, peserta didik menyimak orientasi masalah dan berdiskusi dan berkolaborasi dengan kelompoknya untuk memecahkan masalah. Pada pertemuan pertama peserta didik masih malu dan tidak percaya diri untuk menampilkan hasil diskusi kelompoknya, namun di pertemuan kedua peserta didik sudah mulai menunjukkan kepercayaan diri dalam menampilkan hasil diskusi. Peserta didik juga lebih mudah memahami materi tentang sistem pernapasan dengan bantuan video pembelajaran yang menarik dan bahasa yang mudah dimengerti dan sesuai dengan karakteristik peserta didik kelas V. Dari pertemuan satu dan dua terdapat peningkatan dalam hasil evaluasi peserta didik. Hal ini menandakan hasilnya sudah efektif. Respon peserta didik terhadap pembelajaran bisa dilihat peserta didik lebih aktif dan antusias ketika pembelajaran. |
Birth Story of Baby S
Alhamdulillah, hari Kamis tanggal 14 Desember 2017 atau 26 Rabi’ul Awwal 1439 H kamu lahir di Klinik Fakhira dengan berat 3,8 kilogram dan panjang badan 51 cm. Kami memberi mu nama Sahl Mubarok. Seperti namamu, Sahl yang berarti mudah, proses kelahiranmu juga mudah.
Awalnya sempet khawatir tidak bisa lahiran normal karena minus mata ummi cukup tinggi. Ummi sama abi cari dokter mata. Tadinya mau di Puskesmas, tapi sekarang kalau mau periksa di Puskesmas ambil nomer harus dari subuh, belum antriannya yang panjang. (Mudah-mudahan pelayanan Puskesmas semakin membaik ya saat kamu besar). Akhirnya ummi periksa di Matanya Eye Clinic Tebet dengan dr. Olany Sibuea. Menurut dokter, kondisi mata ummi masih bagus dan memungkinkan untuk lahiran normal. Penjelasan dr. Olany tentang proses melahirkan juga sangat menenangkan, banyak informasi yang ummi dapat dari beliau
Posisi plasenta dan janin juga bagus, menurut dr. Mia bisa lahiran normal. Awalnya HPL tanggal 22 Desember 2017, abi dan ummi sempet galau menentukan tanggal mulai cuti abi, karna kalau normal kan suka-suka kamu mau keluarnya kapan. Akhirnya di bulan November kita tanya lagi ke dokter Mia karna untuk mengajukan cuti abi harus 1 bulan sebelumnya. Saat itu HPL berubah jadi tanggal 14 Desember 2017. Kita memutuskan untuk ambil cuti mulai tanggal 18 Februari 2017, karena perkiraan ummi akan mundur 1-2 hari dan ada jatah cuti 2 hari istri melahirkan juga.
Selama hamil, selain berdoa ummi juga sering komunikasiin ke kamu kalau bisa lahir saat abi sedang libur. Biar ada yang anter dan nemenin.. walaupun abi bilang, kalaupun lagi kerja pun pasti akan pulang kalau tau ummi akan lahiran.
Tanggal 28 November usia kandungan 37 minggu, kita kontrol periksa kandungan. Saat itu pertama kalinya cek panggul. Menurut dr. Mia posisimu sudah bagus, sudah dibawah dan panggul ummi cukup luas. Dokter Mia bahkan heran karna ummi belum merasa mules-mules. Dia perkirakan kamu akan lahir keesokan harinya. Speechless. Secepat itu kah? Jujur, ummi belum siap. Belum packing barang-barang yang harus di bawa ke klinik. Dan yang menjadi pikiran utama: belum buat soal UAS! Ummi komunikasikan lagi ke kamu, “nanti dulu ya sayang, ummi selesaikan kewajiban ummi dulu.” Bismillah aja tetep berangkat ke sekolah. Alhamdulillah, masih bisa buat soal UAS, koreksi dan olah nilai raport.
Rabu pagi tanggal 13 Desember 2017 mulai terasa gelombang cinta tapi masih santai dan belum intens. Masih tetep berangkat ke sekolah, tapi sudah niat untuk ijin cuti mulai tanggal 14 Desember 2017. Sekalian mau urus berkas perpanjangan kontrak kerja, mumpung abi mu libur. Sudah rencana, malamnya ke RT dan RW untuk buat surat pengantar pembuatan SKCK, paginya mau buat SKCK di Polsek Tebet, lanjut buat surat keterangan sehat dan bebas narkoba di RSUD. Lepas magrib, gelombang cinta muncul lagi, sudah lebih kuat dibanding yang pagi muncul. Tetep selow dan santai… bahkan uti dan abi ga tau loh kalau saat itu ummi sedang ngerasain gelombang cinta dari kamu. Setelah isya, abi ngajak ke rumah Pak RT. Duh, sebenernya ummi ga mau ikut karena kalau gelombang cinta dari mu muncul rasanya sakit.. tapi ya udah deh, dicoba tahan dan rasakan sendiri. Abi masih belum tau. Ketauan sama abi itu pas nulis surat pengantar di rumah Pak RT. Saat itu ummi sampai berenti menulis dan tangan gemetar karna menahan sakit. (iya, di RT sana kalau butuh surat pengantar ditulis sendiri karena tangan pak RT nya sakit). Setelah urus ke RW, sampai rumah ummi langsung download aplikasi penghitung kontraksi di handphone abi. Sampai tengah malam masih bisa ditahan deh. Semakin mendekati pagi, semakin hebat tapi keterangan di aplikasi masih siap-siap. Paginya, gelombang cinta semakin kuat dan intens dan di aplikasi tertulis “go to hospital now”. Wah, sudah waktunya 🙂
Sempet terpikir tetap urus SKCK, ya itung-itung sambil menunggu bukaan lengkap. Tapi khawatir air ketubannya pecah tiba-tiba atau rembes tanpa diketahui. Abis dengerin cerita Bu May waktu lahiran air ketubannya ternyata sudah kering karna rembes tanpa dia sadari. Jam 8 pagi akhirnya ummi memutuskan untuk cek ke klinik. Sampai klinik ditanya bu bidan, “Ibu sudah mules? sudah keluar flek?” “Mules sudah sih, tapi ga keluar flek”. Sambil siap-siap mau di tes panggul, bu bidan bilang, “Nanti kalau sudah keluar flek dan mules-mulesnya semakin sering, itu biasanya sudah pembukaan.” Lalu Bu Bidannya kaget karena ternyata sudah 3. Ummi dibilang pinter dan tahan sakit loh. Gagal deh urus SKCK, keterangan sehat dan bebas narkoba. Jadinya uti yang membantu urus SKCK ummi.
Jam 12.00 siang pembukaan 5, efek gelombang cinta sudah heboh. Oh iya, uti lenteng nemenin kita loh nak. Setiap gelombang cinta dateng, abi dan uti sigap elus-elus pinggang belakang. Selesai gelombang cinta, ummi kadang tidur. Pas merem-merem itu, ummi liat uti nangis dek. Jadi sedih… (Saat itu terpikir sakitnya uti pas lahirin ummi. Apalagi ummi juga anak pertama.)
Pas ummi coba tidur telentang ternyata ga terlalu sakit, jadi ummi ga tidur miring kiri lagi. Ngga taunya itu malah buat pembukaannya jadi lama. Jam 14.00 dicek lagi masih bukaan 5 juga. Sedih banget saat itu. Sudah 2 jam tapi pembukaan ga nambah. Lanjut tidur miring kiri lagi deh. Ga lama, ummi mau pipis tapi belum sampai kamar mandi, ketuban pecah seperti balon. Jam 15.00 sudah bukaan 8. Udah super heboh itu nak, bawaanya pingin ngeden (mengejan) tapi ga boleh dan diminta atur nafas. Gemes bangettttttt… Yang bikin tersiksa itu ga boleh ngeden. Bener kata ibuknya Kirana, yang susah dari melahirkan adalah nahan untuk ga ngeden sampai bukaan lengkap. Ummi nyolong-nyolong ngeden, terus dimarahin sama bu bidan. Kata bidannya kalo ngeden sebelum bukaan lengkap mulut rahimnya bisa bikin bengkak terus ketutup lagi. Serem banget ga sih nak???! Jam 15.30 bukaan 9 udah ga tahan untuk ga ngeden tapi diminta tunggu sampe jam 16.00. Jam 16.00 bukaan lengkap dan diijinkan ngeden. Yeay!! Walaupun agak susah untuk crowning, karena ukuranmu yang agak besar.. Bidan pun sempet curiga ada lilitan dan ternyata benar ada satu lilitan. Walaupun begitu akhirnya kamu lahir jam 16.25, tanpa induksi dan vakum.
Terimakasih Sahl, kamu ikut membantu ummi ngedorong dari dalam. Pembukaan termasuk cepat. Alhamdulillah, kelahiranmu mudah. Kamu juga lahir pas abi libur. Jumat Sabtunya abi dapet cuti istri melahirkan. Minggu memang libur dan hari Senin lanjut cuti yang abi ajukan (18 Desember 2017).
Sahl Mubarok. Sahl artinya mudah dan Mubarok berarti diberkahi. Abi dan ummi berharap Allah berkahi kamu dengan akhlak yang lembut, menjadi anak shalih yang taat dan takut kepada Allah yang selalu diberi kemudahan dalam berbuat kebaikan, dan selalu mempermudah urusan orang lain.
Aamiin allahumma aamiin.

Sahl 1 hari

Sahl 3 hari

Sahl 2 bulan
Sejak tau ummi hamil, abi sudah memanggilmu Sahl meski saat itu kami belum tau jenis kelaminmu. Sahl artinya mudah. Ummi bersyukur selama hamil banyak diberi kemudahan oleh Allah SWT. Ummi merasakan sendiri, sejak awal mualnya tidak lebay. Hanya mual biasa, justru abi yang ngidam sampai muntah-muntah. Mualnya pagi saat mau sikat gigi dan sebelum tidur. Mual sebelum tidur bikin lemes. Tapi karna itu terjadinya malam, ga ada orang yang tau kecuali abi. Hamil kamu alhamdulillah bisa ummi bawa puasa satu bulan full.
Keluhan lainnya bahu pegel-pegel dan sakit, tapi itu sebentar aja kok nak, cuma diawal kehamilan aja. Sering ditegur abi karna bawa-bawa laptop pergi pulang setiap hari (ditegur sambil dipijit hehe). Di kehamilan bulan ke lima, kaki ummi udah mulai bengkak. Tanya ke bidan sih ga masalah, cuma omongan orang-orang sekitar kadang yang suka buat khawatir. Hamil 6 bulan, perut bagian bawahnya sudah sakit dan ngilu kalau jalan. Ada yang bilang karena posisimu sudah turun. Tanya ke dokter Mia katanya ummi kelelahan dan mungkin terlalu banyak duduk. Memang waktu itu pulang dari Semarang (acara nikahan anaknya Mbah Dim – adiknya Akung). Ummi inget banget, waktu rehat di daerah Pekalongan, kaki ummi bengkaknya super banget sampai-sampai liat kaki sendiri aja serem. Akhirnya tidur dulu sampai waktu ashar.
Ummi hamil kamu tuh gede banget loh nak.. hamil 5 bulan aja disangka hamil 7 bulan. Berat badan sampai naik 21 kilogram. Banyak yang kira hamil kembar. Dibilang seperti badut. DIbilang perutnya ada balonnya sama anak kelas 2. Dilihat dengan tatapan ga percaya sama orang-orang yang tau kurusnya ummi sebelum hamil.. 
Hamil besar dengan lingkungan anak SD pun agak was-was karena anak kecil pada gemes sama perut gedenya ummi.. belum lagi anak-anak yang memang tingginya masih seperut ummi yang lari dari jauh untuk salim, takut banget nubruk.
Was-was lainnya adalah saat perjalanan pergi pulang sekolah Tebet – Ragunan. Trimester pertama was-was karena ada yang bilang kalau janinnya lemah mungkin ga akan kuat diajak motoran Tebet – Ragunan.Trimester kedua enak-enak aja dibawa jalan, sampai di trimester tiga… perut sudah besar dan agak was-was kalau jalan berlubang. Berangkat sih diantar abi, pulangnya kadang naik kereta, kadang naik ojek online. Keseringan naik ojek online sih nak.. naik kereta rasanya lebih capek.. karna Stasiun Tanjung Barat harus naik tangga. Naik ojek online ga semuanya enak bawa motornya. Kadang ga ngerti banget bawa ibu hamil, jalan berlubang dan polisi tidur dihajar aja. Alhamdulillah, kamu kuat nak.
Keluhan yang agak aneh, mulai bulan ke tujuh kaki ummi gatal, tapi cuma malam aja. Akhirnya betisnya seperti orang yang darah manis. Keluhan-keluhan lainnya seperti susah tidur, pipis terus, badan terasa berat, nafas sesak, badan rasanya panas dan gerah.. semua dinikmati karna abi selalu ingetin kalau itu pahala untuk ummi.
Tapi, hamil memang masa kejayaan karena berasa diimanja semua orang hehe. Akung Uti tebet dan lenteng, tante – om, bude – pakde, guru-guru, anak murid, dan semua orang walaupun ga dikenal alhamdulillah pasti kasih perlakuan khusus untuk bumil. Kalau disekolah, Bu Syamsiah itu nomer satu deh. Ummi sering dikasih cemilan, buah bahkan makan berat. Yang paling berkesan, saat itu ummi hamil besar dan cuaca panas terik, yang ga hamil aja kepanasan apalagi yang lagi hamil besar. Saking ga tahannya, ummi pingin gebyur di sekolah (siswa sudah pada pulang semua, ga ada jam pelajaran). Akhirnya, Bu Syam yang tau ummi mau gebyur langsung menguras ember di kamar mandi guru. Terharu… Satu lagi, kamu juga sering dikirimin makanan dan jus dari Mama Balqis (wali murid kelas III). Tuh, banyak banget yang sayang sama kamu, bahkan dari sebelum kamu lahir.
Semua berawal dari pemberkasan untuk menjadi honorer pemda. Saat itu akhir 2015, aku bersama ratusan guru dan tenaga kependidikan sekolah negeri di DKI berbondong-bondong ke RS Budi Asih untuk mengurus surat keterangan sehat dan bebas narkoba. Disana aku kenal dengan Mbak Eka, guru honor salah satu SD Negeri di daerah Tebet. Sosok ibu peri yang baru kenal tapi ngemong aku layaknya adik. Satu hari itu aku ditemani Mbak Eka. Satu pertemuan singkat yang berkesan.
Saat itu, Mbak Eka tanya, “Kamu udah punya pacar belum? Temen guruku ada yang lagi cari calon istri buat anaknya, kalau bisa dia maunya guru.” Aku cuma jawab belum punya. Tapi ga nanya lebih lanjut dan dari Mbak Eka pun tidak ada kelanjutannya.
Sambil menunggu giliran diperiksa dan hasilnya, aku jadi kenal beberapa guru honorer lain. Dari hasil ngobrol-ngobrol itu, tekad ku untuk kuliah linier PGSD jadi semakin mantap. Aku dan Mbak Eka sama-sama daftar jadi mahasiswa UPBJJ UT Jakarta. Kami masih sering komunikasi masalah pendaftaran. Saya dan Mbak Eka pun ketemu lagi saat tutorial tatap muka. Itu pun sangat jarang papasan sama Mbak Eka. Padahal cuma beda beberapa ruang aja, aku kelas E sedangkan Mbak Eka kelas C. Pagi itu, pertengahan April 2016 ga sengaja ketemu Mbak Eka ditangga. Lagi-lagi pertanyaan yang sama dan secara konsisten jawabanku masih sama. Kala itu, Mbak Eka menegaskan, “Bener? Beneran kamu belom punya pacar?” Seaneh itu kah menjadi jomlo?? Akhirnya Mbak Eka kasih nomerku ke kamu, dan nomer mu ke aku. Tapi nomer itu aku cuekin aja sih.. sampe akhirnya kamu chat duluan.
Aku paling males chat kalo nanya-nanya personal ala ala PDKT gitu. Makanya aku langsung aja minta tukeran CV. Iya, ini bukan taaruf syari karna ga ada perantara. Tukeran CV karna males chat basa-basi. Beda dari 2 CV sebelumnya, aku ga nemu alasan untuk nolak. CV mu oke-oke aja. Step selanjutnya, kamu ajak ketemuan. Selain ngajar di SD, saat itu aku masih aktif ngajar bimbel dan private. Biasanya sampe rumah udah capek. Makanya, rencana ketemu ku undur-undur. Chat mu pun ku balas lamaaaaaaaaaaa setelah bener-bener ga ada kerjaan. Aku inget, kamu saat itu chat, “Maaf ini mau dilanjutkan atau tidak?” Akhirnya ku sempet-sempetin ketemu, demi menghormati Mbak Eka. Aku inget, hari itu hari Jumat, sepulang ngajar private di Lebak Bulus. Di perjalanan udah mikirin strategi dan udah nyiapin kata-kata nolaknya kalau diminta serius. Padahal belum ketemu ya.. mungkin karna saat itu belum yakin. Aku masih mengimpikan nikah tanpa pacaran tapi bukan sama orang asing. Maunya sama temen yang sudah ku kenal baik.
Kita ketemu di Tebet. Pertimbanganku, kesana gampang tinggal naik Commuter Line dan banyak tempat makan juga. Kamu pun tinggal di Tebet, ku pikir kamu akan lebih tau tempat makan yang enak makananya dan enak juga untuk ngobrol-ngobrol sebenatar. Ternyata kamu bukan orang yang suka jajan, jadi sempet bingung mau makan dimana. Setelah muter-muter, akhirnya kita makan di warung sate. Dari hasil ngobrol-ngobrol, aku ngerasa nyambung-nyambung aja sama kamu. Nyambung adalah salah satu poin penting bagi ku dalam memilih pasangan. Bisa gila aku ngabisin sisa hidup sama orang yang ga nyambung atau selalu bertentangan denganku. Walaupun jenggotan dan celana cingkrang, kamu ga kaku-kaku banget. Kita nyanyi-nyanyi kecil ngikutin pengamen yang nyanyi beberapa lagu The Beatles (Pengamennya kece banget, setelah itu promosi lagu-lagunya di iTunes). Lalu kamu tanya kapan bisa ke rumah dan ketemu orangtua ku. Jujur, aku masih biasa aja. Dan aku ga mungkin ngebawa orang ke rumah kalau masih belum yakin.
Aku diantar pulang dan diperjalanan pulang sempat lewati rumahmu, kamu nawarin untuk langsung ketemu orangtua mu. Duh, saat itu aja belum yakin ini mau lanjut apa engga. Aku menolak halus untuk mampir. Ga lama setelah itu, tiba-tiba aku kebelet pipis (kebiasaan) akhirnya belok ke masjid deket Bidakara. (Sekarang nyebutnya masjid cinta hehe) Karena di masjid yaudah deh sekalian sholat isya. Sholat cuma berdua karna yang lain sudah pada selesai. Kamu jadi imam. Biasa aja sih awalnya.. sampe aku denger bacaan sholat mu. Aku nangis. Memang betul kalau Allah bisa dengan mudah membolak-balik hati hambanya. Dari masih memikirkan untuk menolak tawaran seriusmu (karna memang ga ada alasan kuat untuk menolak) menjadi benar-benar yakin kamu orangnya.
Kok bisa nangis?
Aku pun ga tau. Tiba-tiba nangis. Rasanya kayak disentil Allah. Yang jelas saat itu seakan-akan Allah bilang, “Ini sudah ada laki-laki baik yang berniat serius. Mau cari yang gimana lagi? Masih nunggu yang belum pasti?”
Lagi-lagi, di mobil pun kamu tanya kapan bisa ke rumah dan bawa aku ke rumahnya untuk dikenalkan dengan orangtuanya. Sedangkan aku saat itu masih bingung gimana caranya bilang ke ibu. Karena ini tiba-tiba banget. Anehnya, besoknya ibu tiba-tiba tanya, “Kamu beneran mbak belum ada calon?” Dibalik jawaban “Emang kenapa bu?” aku sedang mikir gimana awal ceritanya ke ibu. “Ibu mimpi, ada laki-laki yang ambil bungkusan ibu, ibu ga bolehin tapi katanya itu tanggung jawab dia.” Aku agak kaget denger cerita ibu, tapi itu jadi awal aku cerita ke ibu kalau memang ada seseorang yang mau datang ke rumah.
Prosesnya bener-bener cepet. Ada beberapa hal yang menambah keyakinanku untuk menjadikanmu imam. Sikapmu terhadap ibumu begitu lembut, selain itu kamu juga dekat dengan keponakan-keponakanmu yang masih kecil. Sosok yang ngemong banget. Usia kita cuma beda setahun tapi kamu super dewasa, lucu, lembut dan penyayang.
Terimakasih Allah telah menjawab doaku.

Jakarta, 5 Maret 2017