ketika di ujung sepertiga malam itu,ada bahasa dalam sepotong doa
yang kupanjatkan di bibir lembut karuniaMU.
“Ku sebut halus fajar yang kunanti dalam bisik doaku,ku rindu,ku sapa dalam maya.
Ya Allah ya Tuhanku,
ku utarakan hanya kepadaMU
sebab engkaulah tempat mengadu yang terbaik.
Kepadamu ku berlari , mencurahkan segala kegundahan dalam sebuah doa.
Meski hamba sempat membantah betapa jiwa ini sunyi ,hampa,dan pilu tanpa cinta yang bernyawa.
Namun hati milik mu ini tak kuasa menyimpan hasrat suci kepada sebuah asal dimana rusuk manusia hawa tercipta.
Hawa jatuh hati Ya Allah ,kepada manusia adam ciptaan AgungMU.
Ya Allah Ya Tuhanku,
bila bisa ku curahkan hasrat dari awal rasa maya yang ku pendam,
ingin ku utarakan saja rasa gundah yang menyelimuti palung sukma.
Namun,bibir kecil ini bahkan tak mampu untuk memulai sekedar satu kata,
apalagi membuka perlahan nurani.
Pintu ini masih terkunci,
namun sedikit melonggar oleh sapa hangat yang mencairkan suasana dinginku.
Ku tunggu ia untuk mengetuknya dengan sebuah senyuman pelangi.
Setiap kali ku ingat ,
ingin ku lupa saja sebuah hasrat ini.
Namun bukan berarti hamba tak bersyukur atas anugerahmu….
Sebab hamba takut rasa ini melebihi rasa cintaku padamu Ya Allah.
Ada getaran yang ku rasa,sampai tiada bisa ku ucap.
Ada suatu rasa ingin memiliki yang sempat membuat gulana.
Ada rindu yang berkecamuk seusai ia menyapa hangat
bersama senandung irama rasa kagum.
Bahkan hamba tak pernah melihatnya utuh.
Hanya disini kutumpahkan pena di dunia ini…
dengan bingkai bisu selalu membuat hamba bergetar….
Ada sapaan dan candaan yang tak pernah ku tatap muka.
Semakin hari semakin kurasa menjalar memasuki aorta hepatikaku.
Ya Allah Ya Tuhanku
berikanlah hamba petunjuk…
Adakah rasa ini sama seperti apa yang ia rasa..?
Walau telah ku ketahui ada jalinan hangat yang masih mengikatnya.
Bukan maksud hamba menjadi duri diantara bunga dan tangkainya,
Namun salahkah hawa bila menerima suatu anugerah rasa ini yang engkau titipkan untuk bisa sekedar hamba mengecapnya..
Bila tidak,berikanlah hamba keindahan untuk bisa mengulum rasa ini dalam kalbu…
Ku kembalikan lagi kepadamu Ya Allah….
sebab hamba hanya bisa berdoa dan berikhtiar…
Berikanlah hamba rasa qana’ah itu….
Kuatkanlah agar hamba mampu menahan emosi rasa yang tengah mendera…..
Ku tahu Ya Allah tiada cinta di dunia yang hakiki…
Selain rasa cinta kepadaMU yang membuat hati lebih merana…..
22.50


