081369196689.floatwa {
position:fixed;
bottom:0px;
right: 0px;
background-color:#ffffff;
width:100%;
z-index:1000;
padding:2px;
margin:auto;
text-align:center;
float:none;
box-shadow: 0px -2px 10px #c0c0c0;
}
.tombolwa {
border: 1px #56aa71 solid;
background-color:#2f7e49;
width:90%;
padding:4px;
text-align:center;
margin:0;
border-radius: 5px;
margin:auto;
text-align:center;
float:none;
}
.floatwa a{
color:white;
}
OTU CHAT
EKLANKU MAX
RUBAH Pengeluaran Bulanan anda jadi Penghasilan berlipat ganda .
Perusahaan FINANCIAL TECHNOLOGI yang bergerak di bidang Aplikasi penyedia layanan pembayaran DIGITAL yang menyediakan setiap pengguna bisa melakukan transaksi jual beli secara online.
Kesuksesan di EKLANKU MAX bisa anda raih berdasarkan jumlah berapa banyak anda berhasil mengajak masyarakat untuk berbelanja dan transaksi dalam memenuhi kebutuhan bulanan menggunakan APLIKASI DIGITAL EKLANKU MAX.
EKLANKU MAX untuk kesejahteraan kita bersama
EKLANKU MAX
Sebuah peluang bisnis untuk masyarakat luas yang simple dan bisa di jalankan siapa saja. Mengajak masyarakat untuk berpindah pola ke era digital dan memanfaatkan nya untuk menciptakan peluang kerja atau penghasilan.
DAFTAR GRATIS Konsultasi WA 081369196689
https://sites.google.com/view/samrodin-otuchat/home
Hakikat Lailatul Qadar
Sesungguhnya aku telah turunkan al Qur’an di malam yang penuh berkah “(Ad Dukhan : 3)
Hakikat Lailatul Qadar adalah kejernihan dan kebersihan, itulah mengapa Allah mensifatinya “pada malam itu dijelaskan segala perkara yang penuh hikmah”
Demikian halnya dengan nafsu, diciptakan didalamnya perkara-perkara yang penuh hikmah, dibisikkan kepadanya kedurhakaan dan ketaqwaan. Hati manusia ibarat langit dunia yang diturunkan kepada al Qur’an secara keseluruhan, lalu perlahan menjadi jelas dan terang, tergantung kepada si penerimanya. Mereka yang menerima dengan matanya tidak sama dengan mereka yang menerima dengan telinganya. Arti bahwa Al Qur’an diturunkan secara keseluruhan kedalam hatimu tidak berarti bahwa kita telah hafal dan merasakannya.
Namun artinya bahwa al qur’an itu telah kita miliki dan ada pada diri kita, hanya saja kita tidak mengerti dan tidak menyadarinya. Langit dunia pun demikian ketika turun kepadanya Al Qur’an tidak berarti ia menjaga nash-nash nya. Ini adalah permasalahan rohani… And then bagaimana Al Qur’an itu senantiasa turun terus menerus kedalam hati hamba-hamba, adalah karena kejadian itu tidak mungkin terjadi dalam dua masa yang berbeda, dan kejadian itu juga tidak mungkin berpindah dari satu tempat ketempat lainnya.
Ketika telinga mendengar suara yang membacakan ayat, maka Allah menurunkan ayat tersebut kedalam hati pendengarnya agar ia menyadari dan menjaganya. Apabila hati tersebut sibuk maka sang pembaca pun mengulangi bacaannya dan kembalilah Al Qur’an itu turun. Begitulah al Qur’an turun secara terus menerus dan abadi. Kalau ada orang yang berkata “Allah telah menurunkan al Qur’an kepadaku “ sesungguhnya ia tidak berbohong karena Al Qur’an telah senantiasa melakukan perjalanan kedalam hati dan sanubari hamba-hamba yang menjaganya. Maka sesungguhnya manusia yang sempurna tidak lain adalah Al Qur’an itu sendiri. Ia datang dari dirinya menuju malam yang penuh berkah. Malam itu gaib dan langit-langit dunia adalah tutup keagungan yang paling rendah, disana ada penerangan dan pembeda yaitu bintang-bintang dan tergantung hakikat ilahiyah untuk memahaminya. Ia menunjukkan hukum-hukum yang berbeda-beda. Manusia yang memahami itu semua. Bintang-bintang itu senantiasa turun kedalam hatinya hingga kemudian menyatu, lalu lenyap dan terbukalah hijab itu, sirnalah ia dari ketentuan “dimana” dan “apa” dan hilang kegaiban.
Al Qur’an yang diturunkan adalah kebenaran sebagaimana Allah SWT menyebutnya kebenaran, setiap kebenaran adalah hakikat dan hakikat Al Qur’an adalah manusia itu sendiri’.
Renungkanlah perjalanan ini dan engkau akan terpuji dipengujungnya.
Jasad Manusia
Kejadian jasad manusia mempunyai beberapa hikmah dan rahasia yang menyamairahasia kejadian langit dan bumi, maka alangkah baiknya kita memberi gambaranperumpamaan dengan serba ringkas dalam ilmu Tasrikh yaitu Ilmu Tentang Asal Usul Kejadian Manusia.
Bahwa Manusia mempunyai 360 tulang yang sama dengan 360 derajat pada lingkaran bumi dan juga 360 hari. Manusia juga mempunyai 17 sendi yang besar karena umumnya manusia terjaga setiap sehari semalam 17 jam yaitu 3 jam pada awal malam dan 2 jam pada awal siang dan 12 jam pada masa siang. Maka dalam 17 jam inilah gerak gerik anggota yang 17 sendi itu melakukan kebajikan atau kejahatan ? maka syariatnya diwajibkan dan difardhukan kepada manusia mengerjakan sholat lima waktu dalam sehari semalam sebanyak 17 rakaat.
Manusia mempunyai Urat-Urat besar dalam badan manusia berjumlah 12 yaitu jadi ibarat 12 bulan setahun dan 12 jam pada siang dan 12 jam pada malam. Dikatakan juga bilangan rambut manusia ada 124.000 yaitu supaya mengingatkan kepada kita jumlah Nabi-nabi yang diikhtirafkan ulama sebanyak 124.000 nabi dan banyak lagi rahasia-rahasia kejadian tubuh manusia yang sengaja ditinggalkan dan masih banyak lagi rahasia-rahasia diri manusia yang sama dengan alam semesta ini, diantaranya sbb :
Di alam dunia ada Siang dan Malam, didalam diri manusia ada Jaga gambaran dari Siang dan ada Tidur gambaran dari Malam.
Di alam dunia Hari yang Tujuh gambarannya di dalam diri manusia adalah Inderawi yaitu 2 lubang mata, 2 lubang telinga, 2 lubang hidung dan 1 mulut.
Di alam dunia satu tahun ada 12 bulan, gambarannya di dalam diri adalah 2 tangan 2 kaki, masing-masing memiliki 3 patahan tangan dan 3 patahan kaki dikali 2 (kiri dan kanan) adalah 12.
Di alam dunia satu Windu ada 8 tahun, gambarannya dalam diri adalah di tangan dan kaki ada mata (mata kaki) masing-masing 2 di tangan dan 2 di kaki dikali 2 (kiri dan kanan) jumlah 8.
Di alam dunia ada hawa Panas, hawa Dingin, hawa Angin dan hawa Tanah, maka didalam diri pun ada hawa nafsu Amarah, Lauwamah, Sawiyah dan Muthmainah.
Di alam dunia terang karena ada Matahari sumber kehidupan seluruh isi dunia, kenyataan didalam diri manusia ada Hidup nya, namun yang ini sifatnya gaib tidak dapat dijirimkan, kenyataan inilah yang harus dicari dengan tarikat untuk menyatakan sifat Hidup, tidaklah bisa dilihat dengan awasnya mata kepala tapi harus dengan mata batin (Rasa).
Yang menghidupkan jasmani kita itu adalah mataharinya Wujud yang disebut Jauhar Latif (Nur yang teramat halus) tidak akan dapat di indera, tapi wajib ketemu oleh kita. Al Qur’an menyebutkan :
”Semata-mata manusia buta didunia, maka di akhirat pun tetap buta”
Sebagai bandingan, bukti di alam dunia ini kita bisa bisa hidup karena adanya Terang, maka Terang-nya Batin pun harus kita telusuri agar ketemu dengan nikmat akhirat yang langgeng.
” Wa asmaihi ta’alla a badan bil kuffra”
“Barangsiapa yang hanya mengaji Asma saja tetaplah kafir”
Karena tidak mengenal akan barangnya, hanya menyembah Nama saja. Setegasnya kata Allah itu adalah Nama dan setiap Nama tentu mengambil dari bukti, dari Dzat SifatNya akan tetapi Dzat Sifat Allah SWT tidaklah bisa dilihat dengan awasnya mata kepala, bisa dilihatnya hanya dengan awasnya mata batin yang disebut Hakikat Muhammad karena hanya itulah yang bisa menyampaikan kita kepada Dzat SifatNya Allah SWT, sedangkan kepada SifatNya yaitu dengan
AsmaNya. Tidaklah ada kejadian yang bisa menyamai dengan kejadian manusia pada nisbat nya yang indah dan baik penciptaannya dan mulia keadaannya serta tinggi derajatnya jika dibandingkan dengan kejadian-kejadian yang lain seperti firman Allah dalam QS : At Tin ayat 4
“Sesungguhnya kami jadikan manusia itu sebaik-baiknya kejadian”
dan tidak ada satupun kejadian yang diperintah oleh Allah kepada malaikat supaya sujud dan tahiyat melainkan manusia (Adam) dan juga menyebabkan syetan dimurkai dan dikutuk oleh Allah karena ingkar pada perintahNya untuk memberi hormat dan sujud kepada manusia (Adam). DijadikanNya semua perkara pada manusia sifat Ma’ani yang Tujuh karena tempat menerima Atsar (tempat), Sifat Ma’ani Qadim yang dinamakan Naskhah Al Haq.
Sesungguhnya manusia itu Lemah dan Bodoh, apabila dimusyahadahkan akan kejadian diri semata-mata diri yang dzohir atau diri yang batin, maka tidaklah akan cukup Akal manusia untuk memikirkan Ruh, Akal, Nafsu dan Qalbu, maka sulit untuk memberikan gambaran atau takrif yang mensifatkan dari jenis apa ?. Maka Al Qur’an memberikan pengajaran sebagaimana firman Allah dalam QS : Al Isra: 85 :
“Jika engkau ditanya tentang ruh, katakanlah ruh itu adalah urusanKu”
Oleh karena susah akan membuat takrif, maka disebut oleh orang arif dengan nama Latifatul Rabaaniyah, maka bersungguh-sungguh guru-guru ahli ahli Ma’rifatullah melalui Tarikatnya yang disebut Ilmu Suluk karena :
Tidak ada hasil kejernihan dan kesucian hati dengan tidak melalui Tarikat (Pengambilan Ilmu atau Amalan dari Guru) yang diterima dari guru yang mursyid
Tidak bisa membedakan antara yang haq dan yang batil (makna sebenarnya dari hakikat ma’rifat).
Amazing -19
19 adalah angka Tauhid (Wahid/Esa/Tunggal) tanpa sekutu for The Mighty God.
– Angka terkecil dan terbesar bilangan basis 10 -> 1 dan 9
– Jumlah angka 1+2+3…. +19 = 19 x 10
– 10 + 9 = 19, (10+9) x (10-9) = 19
– Dengam kata lain selisih antara 9 x 9 dan 10 x 10 = 19
Pada saat Al Qur’an turun, perhitungan masih memakai bilangan Romawi, perkalian bil puluhan, ratusan masih jadi pelajaran bagi sarjana atau Filsuf.
19 adalah angka Tauhid, baik untuk Ibrani /Aramaik maupun Arabic.
Dalam bahasa Ibrani, Esa = VAHD = 6 + 1 + 8 + 4 = 19 dimana V adalah angka 6..
Dalam bahasa Arabic, Esa = WAHD = 6 + 1 + 8 + 4 =19 dimana W aadalah angka 6…
Al Qur’an adalah mushaf ke 19 yang diturunkan Allah kepada nabi-nabinya.
Note : => Numeric proof.
Kata Basmalah – Bismillahirohmanirrohim dalam huruf Arab terdiri dari 19 huruf
Setiap kata Basmalah (Bismi-Allah-ArRahman-ArRohim) terdapat dalam Al Qur’an dalam kelipatan 19.
Kata Ism 19 kali => 19 x 1
Kata Allah 2698 kali => 19 x 142
Kata Rahman ada 57 kali => 19 x 3
Kata Rahim ada 114 kali => 19 x 6
Jumlah ayat yang mengandung salah satu kata dari Allah/Rahman/Rahim ada 1919 kali => 19 x 101
114 surat dalam Al Qur’an => 19 x 6
Setiap awal surat selalu diawali dengan Basmalah, kecuali QS-9 (At-Taubah), tapi QS-27 : 20 memuat Basmalah, sehingga total Basmalah dalam Al Qur’an tetap 114 => 19 x 6
Perhatikan juga bahwa QS-27, berarti berarti tepat surat ke 19 dihitung dari QS-9.
Wahyu pertama QS-96 : 1-5 terdiri dari 19 kata
Wahyu pertama QS-96 : 1-5 terdiri dari 76 huruf => 19 x 4
QS-96 total terdiri dari 304 huruf = > 19 x 16
QS-96 berarti surat ke-1 dari 19 surat terakhir, surat2 sebelumnya ada 95 = > 19 x 5
QS-110 surat terakahir diturunkan terdiri dari 19 ayat, ayat pertamanya terdiri dari 19 huruf…
Jumlah ayat dalam Al Qur’an ada 6346 =>19 x 334
Bahkan 6+3+4+6 = 19 Kebetulan kah?. Bukan… ini benar loh…
Dalam Al Qur’an terdapat 25 kata Wahidan (Esa), 19 diantaranya merujuk kepada Allah
Kata Qur’an dalam Al Qur’an ada 57 => 19 x 3
Terdapat 38 surat berbeda = >19 x 2
QS-36 (Yassin) diawali huruf Yaa (Y) dan Siin (S) jumlah kedua huruf tersebut dalam Surat Yassin ada 285 => 19 x 15
Huruf N mengawali QS-68 jumlahnya ada 133 => 19 x 7
Huruf Shaad (Sh) mengawali QS-7, QS-19, dan QS-38. Jumlah huruf Sh dlm surat tsb ada 152 => 19 x 8
Huruf H dan M mengawali 7 surat dari QS-40 s/d QS-46 jumlah dua huruf tsb, dalam ketujuh surat tsb ada 2147 => 19 x 113
Khusus QS-42 ayat kedua juga diawali huruf-huruf Ain-Syiin-Qaaf (A,S,Q).
Jumlah A=98, S=54 dan S=54 total 152 = > 19 x 8
Angka 19 adalah pembagi paling complicated. Bukan angka 19 nya yang hebat dan ajaib, tapi Al Qur’an memang hebat. Keunikan angka 19 sebagai bilangan kunci dalam al-Qur’an tidak berhenti sampai disitu, Angka 19 merupakan salah satu angka mukjizat dalam Al-Qur’an. Amazing bukan ?
Anak Rahasia dari Bapaknya
Tuhan adalah yang mengetahui yang ghaib begitu juga syahada (yang nampak). Nama-namaNya. “Yang Awal” dan “Yang Batin” adalah menunjukkan ghaib. Dan yang akhir dan dzohir adalah menunjukkan syahadaa. Dalam hal ini telah termasuk dalam pengetahuanNya, semua tahap-tahap batin, Ahadiyat dan Ulluhiyah dan Rubbubiyah juga tahap-tahap yang lahir, Arwah (dunia roh), itu adalah bahasa Syariat.
Dalam hakikat tahap-tahap itu dinamakan Hadirat Khamsa (lima kehadiran), ghaib kemudian diperlihatkan pula dibawah Ghaibul Ghaib dan Ghaib Ghuyub. Ini ialah enam tahapan dari syariat :
“Dia menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas arsy“
Ini yang membikin syariat tidak membeberkan misteri (yang tersembunyi) kepada umum
“Tuwali ma’a naasa ‘ala qadr uquulihim”
(berbicaralah kepada orang-orang sesuai dengan ukuran akal mereka).
Ini adalah ucapan yang usang…
Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah SAW : “Anta Ahad ?
Beliau menjawab : “Laa ana Ahmadun bi laa mim”, Aku adalah Ahmad tanpa Mim
Yakni “aku adalah benda yang terbatas dan realitasku adalah haq”.
Hakikat itu ditutupi oleh syariat seperti dikatakan :
“Al imaanu uryananun wa libasuun taqwaa”
(kebenaran yang sesungguhnya adalah telanjang dan pakaiannya adalah taqwa)
Para wali dan auliya telah dipilih untuk membeberkan apa-apa yang tersembunyi. Ustadz, mubaligh, kyai kenapa tidak membeberkannya dalam pertemuan-pertemuan ceramah?, seolah semua tujuan mengendap dalam kegagalan dari keberhasilan, tapi bagaimana mungkin yang ghaib tetap tersembunyi bila pertemuan-pertemuan itu di ikat ?
Jika para wali tak berbuat ini, hal yang tersembunyi dalam Al Qur’an akan tetap tersembunyi. Mereka membukakan rahasia-rahasia yang ditinggalkan tertutup oleh Rasul-rasul. Tutup dari kesturi spiritual dibiarkan tak terjamah oleh jari-jari Rasul-rasul itu telah dibuka dan disiarkan oleh para wali dan auliya.
Dan aku sering melihat sahabat-sahabat meneriakan kata-kata :
Ana aqwal wa ana asma bal fi darrain ghairi
“aku pembicaraan dan aku pendengar, siapa yang lain itu dalam kedua dunia ini ?
“Siapa yang ada dalam jubahku, kecuali Tuhan sendiri “
“Laisa fi-draain ghairi”
(Siapa yang ada di kedua dunia ini selain dari aku sendiri”)
Itu semua adalah rincian daripada ucapan abstrak dari Rasulullah “Ana Ahmadun bi la mim”
Para Wali dan auliya adalah terompet para rasul, mereka mengucapkan apapun yang ada dalam batin dari kata-kata rasul :
“Al waladu sirrun li abihii”
Anak adalah rahasia (yang diucapkan ) dari bapaknya.
JUST DO IT.


Adakah ungkapan yang lebih indah tentang kefakiran essensial
ruhani kita?
Baik itu dalam hati yang telah mencair, mata yang telah mengalirkan airmata darah karena rindu atau takut kepadaNya, dalam membayar KemurahanNya dan HidayahNya ?
Bukankah Qur’an Suci mengatakan :
“Allah Maha Kaya dan kamu sekalian miskin… ?”
Ya Allah… aku tak tahu apakah orang sehina aku ini patut menyapaMu dan meminta padaMu dan akupun yakin sepenuhnya akan kehinaanku, maka aku tak akan minta apa-apa kepadaMu.
Ya Allah… lakukan apa saja sesukamu. Lakukan apa saja yang Engkau Kehendaki,
Maha Agung Engkau Yang Maha Mewujudkan segala-nya sempurna.
Sebagian orang beribadat untuk mendapatkan dunia, rizqi, kemakmuran
dan ketenangan hidup didalamnya.
Sebagian orang beribadat untuk mendapatkan akhirat, bidadari,
kekekalan kenikmatan yang ada didalamnya.
Sebagian orang lagi tak menginginkan dunia dan akhirat,
namun hanya menginginkan Ridha dan WajahMu,
tapi ada sebagian orang yang demikian papa dan hinanya
tenggelam dalam kehinaan kemiskinannya.
Aku terpaku di sajadah beserta butiran-butiran airmata serta jantung yang berdetak berdegupan. Tak mengucapkan apapun didepan HadiratMu melainkan :
Illahi qolbi mahjub, wanafsii ma’yuub, wa’aqli maghluub,
wa hawaa’ii ghoolib
Tuhanku, hatiku bertabir, jiwaku berkekurangan, akalku terkalahkan dan hawa nafsuku memenangkan dan aku sadar akan kemiskinan ruhaniku yang teramat kronis dan fatal hingga mengotori seluruh do’a dan tasbihku maka aku hanya ingin mengucapkan :
“waf’al bimaa anta ahluhh yaa kariim”
Lakukan apa Yang Kau adalah ahlinya Wahai Yang Maha Mulia….
Ya Allah… Just Do It !
SYAIR SARABA AMPAT

SARABA AMPAT
Allah jadikan saraba ampat
Syariat Thoriqat Hakikat Makrifat
Menjadi satu di dalam khalwat
Rasanya nyaman tiada tersurat
Huruf Allah ampat banyaknya
ALIF `itibar dari pada Zat-Nya
LAM AWAL dan AKHIR sifat dan asma
HA isyarat dari af`al-Nya
JIBRIL – MIKAIL malaikat mulia
Isyarat sifat JALAL dan JAMAL
IZRAIL – ISRAFIL rupa pasangannya
`Itibar sifat QAHAR dan KAMAL
JABAR – AIL asal katanya
Bahasa Suryani asal mulanya
Kebesaran Allah itu artinya
JALALULLAH bahasa Arabnya
NUR MUHAMMAD bermula nyata
Asal jadi alam semesta
Saumpama api dengan panasnya
Itulah Muhammad dengan Tuhannya.
Api dan banyu tanah dan hawa
Itulah dia alam dunia
Menjadi awak barupa rupa
Tulang sungsum daging dan darah
Manusia lahir ke alam insan
Di alam Ajsam ampat bakawan
Si TUBANIYAH dan TAMBUNIYAH
URIAH lawan Si CAMARIAH
RASA dan AKAL, DAYA dan NAFSU
Didalam raga nyata basatu
AKU meliputi segala liku
Matan hujung rambut ka ujung kuku
TUBUH dan HATI, NYAWA – RAHASIA
Satu yang zhohir amat nyatanya
Tiga yang batin pasti adanya
ALAM SHOGHIR itu sabutnya
MANI-MANIKAM-MADI dan MADZI
Titis manitis jadi manjadi
Si Anak Adam balaksa kati
Hanya tahu Allahu Rabbi
Ka-ampat ampatnya kada tapisah
Datang dan bulik kepada Allah
Asalnya awak dari pada tanah
Asalpun tanah sudah disyarah
Dadalang Simpur barmain wayang
Wayang asalnya si kulit kijang
Agung dan Sarun babun dikancang
Kaler bapasang di atas gadang
Wayang artinya si bayang-bayang
Antara kadap si lawan tarang
Samua majaz harus dipandang
Simpur balalakun hanya saorang
SAMAR, BAGUNG si NALAGARING
Si JAMBULITA suara nyaring
ampat isyarat amatlah panting
Siapa handak mencari haning
Syair ini menurut cerita dari mulut ke mulut berasal dari seorang Datu di tanah Banjar (Kalimantan Selatan) bernama DATU SANGGUL di sekitar abad ke – 18 Masehi. Dikutip dari tulisan lama tanpa nama dan tanpa tanggal (tarikh) yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.
Syair SARABA AMPAT mengisyaratkan kedalaman pengetahuan si-Penyair dengan gaya
bahasa daerah menurut zamannya, ditambah pula dengan “raqam” untuk menambah kejelasan terhadap syair tersebut. Sekurang-kurangnya dalam mengacu kepada penelitian dan pengkajian yang lebih mendalam atau kemungkinan sebagai bahan bandingan.
Syair ini berbahasa Melayu-Banjar. Kalau memang benar bahwa syair ini adalah dari Datu Sanggul (panggilan untuk seorang Auliya di masa itu dengan sebutan Datu) maka bila dihubungkan dengan kegemaran beliau “menyanggul binatang” (menunggu binatang buruan) sambil bersenandung kecil, yang juga kedudukan beliau yang diberikan sebutan oleh masyarakatnya sebagai seorang Waliullah, maka syair dalam nada-nada Ke-Tuhanan itu cenderung untuk mengakui bahwa syair itu dari beliau. Sepanjang kisah, bila beliau menginginkan binatang buruan untuk makanan anak kampung/desa, beliau cukup “menyanggul” (menunggu) datangnya binatang buruan yang menyerahkan dirinya sebagai korban, sambil bersenandung dengan syair-syair KeTuhanan.
Arti kata-kata dalam syair:
Khalwat = dzikir/ibadat ditempat yang sepi
Banyu = air
Awak barupa-rupa = tubuh yang bermacam bentuk/rupa
Di Alam Ajsam ampat bakawan = diperut ibu sudah berbentuk manusia dan bersama dengan empat kejadian yang lain
Tubaniah = air ketuban
Tambuniah = Tembuni
Uriyah = ari-ari/uri
Camariah = darah yang mengiringi kelahiran anak
Basatu = bersatu
Segala liku = segala ruang
Matan = dari
Sabutnya = namanya
Balaksa kati = angka yang tak terbatas
Laksa = 10.000
Kati = 100.000
Kada Tapisah = tidak terpisah
Syair Serba Empat
Sudah disyarah = sudah dijelaskan
Dadalang Simpur = Dalang yang bernama Simpur
Agung = gong
Sarun = saron
Babun dikancang = genderang dikencangkan talinya
Kaler = kain layar untuk bermain wayang
Gadang = batang pisang
Antara kadap silawan tarang = antara gelap dan terang
Majaz = bayang (arab)
Saurang = sendiri
Balalakun = berbuat sekehendaknya
Samar = Semar
Bagung = Bagong
Nalagaring = Gareng
Jambulita = Petruk
Haning = hening
Semoga bermanfaat…
Hakikat BISMILLAH
HAQIIQOTU AL-BISMILLAH TA’RIF ‘ALA USHULIL MA’RIFAT WA AL TAUHID BILLAH
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillaahi wahdahu laa syariikalahu washshalaatu was salaamu ‘alaa rasuulillaaahi wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa man wa laahu laahawla wa laa quwwata illaa billaahi. Asyhadu al laa ilaaha illallahu allaahu wahdahu laa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluhu ammaa ba’du. “Faqaalasysyakhus siraajul ‘aarifu qad allaftu kitaaban almusamma bi ushuulil ma’rifati wat tawhiidi wa ja’altuhaa abwaaban albaabul awwali fii bayaani tafsiimil bismillaahi ay ‘ilmal bismillaahi wasirra ahruu fihaa liannahaa ibtidaau kulliamrin waghayatuhaa wa ibtidaau kulli kitaabin minal qur aanil kariimi ilaghayrihaa.”
Artinya :
“Didalam kitab Ushulul Ma’rifat ini disebut juga sebagai kitab Ushulut Tauhid. Dan kitab ini terdiri dari beberapa bab/pasal (pembagian). Dan disalah satu babnya menerangkan tentang Lafadz Bismillah,yaitu menerangkan tentang makna isi dari Bismillah dan menerangkan makna tiap-tiap huruf dari lafadz Bismillah. Karena sesungguhnya kalimat Bismillah merupakan awal dari memulainya semua perkara dan menjadi semua kunci perkara.Dan juga menjadi awal dari semua kitab, yaitu kitab Al-Qur’an dan kitab yang lainnya.”
Jadi kalau kalian mau mengetahui sejatinya Allah SWT, maka harus mengetahui makna/isi kandungan dari lafadz Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui seisi alam, maka harus mengetahui isinya Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui isinya hakekat ilmu, maka harus mengetahui isinya Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui isi bunganya ilmu, maka harus mengetahui isinya Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui buahnya ilmu, maka harus mengetahui isinya Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui pedomannya ilmu, maka harus mengetahui isinya Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui tentang banyaknya ilmu, maka harus mengetahui isinya Bismillah
– Kalau kalian ingin mengetahui ilmunya sholat,maka harus mengetahui isinya Bismillah
Segala permasalahan secara lahir maupun batin semuanya sudah terkumpul didalam kalimat Bismillah. Sebagai permulaan baik pria maupun wanita hendaknya wajib memahami kandungan isi lafadz Bismillah. Kalau kalian sampai tidak mengetahui makna Bismillah, kelak bisa menjadi kafir.
Sesungguhnya mata dan hati manusia dipenuhi angan-angan. Oleh karena itu banyak manusia yang belum bisa mencapai tahapan ma’rifat billah secara sempurna, walaupun mereka terlihat taat, alim dan rajin beribadah serta mempunyai seribu guru dan seribu kitab atau sudah mempunyai banyak murid dan juga bisa berjalan diatas air tanpa perahu,bisa menembus dan mengelilingi bumi bisa terbang diatas awan dan tidak terbakar oleh panasnya api, bisa menghilang dari penglihatan orang lain,dan ibadahnya lebih khusyuk serta mudah memenuhi kebutuhan hidup sesuai kemauannya, tetapi anehnya orang-orang tersebut tidak mengetahui kandungan isi lafadz Bismillah, maka orang tersebut disebut kafir ‘Indallah.
Walaupun orang itu turunan dari Kyai atau Wali, tapi tidak mengetahui isinya Bismillah,maka orang tersebut masih tetap kafir ‘ibdallah, dan islamnya masih ‘Indannas.
Kalau kita sudah mengetahui dan bisa memahami serta merealisasikan isinya Bismillah dan isi hurupnya dari lafadz Bismillah . Meskipun orang tersebut turunan Jawa atau turunan Cina atau turunan Barat atau turunan Dayak, Raksasa/Jin, maka orang tersebut sudah Islam ‘Indallah.
Oleh karena itu apabila kalian ingin menjadi seorang Islam ‘Indallah, maka harus mengerti dulu arti dan kandungan isinya Bismillah.
Makanya kalian harus mengerti berkumpulnya antara jasad, roh, rasa Allah yang mendalam itu seperti bercampurnya pria dan wanita. Kalau tidak tahu, nanti tidak syah semua amal ibadahnya dan tobatnya pun tidak diterima oleh Allah SWT.
Kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim dirangkum menjadi BISMILLAH,dirangkum lagi menjadi BISMI
Didalam kitab ini yang dijelaskan tentang rangkuman BISMI, yaitu huruf ALIF, BA, SIN dan MIM.
1. MENERANGKAN HURUF ALIF
Huruf Alif didalam lafadz Bismillah sebenarnya Alif Ahadiyah. Dan disebut juga Alif dzatul wahid. Alif sebagai tanda adanya alam Ahadiyah, yaitu tanda adanya dzat sejati. Dan sebagai bukti nyata hanya ada Allah semata tidak ada yang lainnya. Yang mempunyai Cahaya Kehidupan. Yaitu Hidup yang Menghidupi yang disebut Banyu Nur Alif (Air Cahaya Alif) atau disebut juga dengan Banyu sejati (Air Sejati) atau Ratu Ning Banyu (Penguasa Air).
Dan juga dinamakan Allah Yang Hidup atau Satu Rupa Yang merupakan tempat Menyatunya antara Hidup dan Mati. Didalam alam ini masih berupa wujud mahdhi/wujud dzat sejati/wujud tunggal, hidup tunggal, rasa tunggal, belum ada yang lainnya dan disebut LA TA’YUN, yaitu Dzat yang wujud dengan sendirinya tanpa ada yang mewujudkan,hidup sendiri tanpa ada yang menghidupkan.
Dalilnya terdapat didalam kitab suci Al Qur’anul Karim , “Qul huwallahu ahad” artinya “Katakanlah Wahai Muhammad kepada seluruh umat,kalau sebenarnya Allah SWT adalah dzat tunggal, rasa tunggal/Esa yang menjadikan alam dunia dan seisinya .
2. MENERANGKAN HURUF BA’
Huruf Ba didalam lafadz Bismillah menunjukkan adanya alam Wahdah. Adanya alam wahdah menunjukkan sifat sejati. Dan disebut Sejatinya Muhammad. atau Hakekat Muhammadiyah. Dan juga disebut nyatanya Dzatullah, adanya sejati Nurullah, dan disebut sejatinya Nur Muhammad, dan nyata kenyataannya Allah yang telah menjadikan seluruh alam dunia.
Jadi harus mengertilah bahwa Alif didalam lafadz Bismillah adalah yang menjadikan semua hidup dan semua ruh. Sedangkan huruf Ba’ yang menjadikan wujud nyata semua alam. Oleh karena itu hidupnya semua alam dunia dikarenakan adanya Alif (Bathin) dan Ba (Dhohir) didalam lafadz Bismillah. Karena itu Alif dan Ba didalam lafadz bismillah itulah yang menjadi BAPAK dan IBU seluruh Alam dunia. Dan Alif lafadz Bismillah itu disebut Nurullah sedangkan Ba lafadz Bismillah itu disebut sejatinya Nur Muhammad .Kemudian Nurullah dan Nur Muhammad menyatu menjadi satu kesatuan yang tak terpisah sehingga tidak dapat lagi dibedakan.
Didalam kehidupan nyata berkumpulnya Nurullah dan Nur Muhammad disebut sebagai kumpulnya antara pria sejati dan wanita sejati yang disebut sebagai Nur Ma’an.
Dalilnya ada didalam kitab suci Al-Qu’anul Karim : “Nuurun ‘ala nuurin yahdillaahu linuurihi man yasyaau yakhribullaahul amtsaala linnaasi wallaahu bikulli syaiun ‘aliim.”
Dengan adanya Nur tersebut, sebenarnya Allah SWT ingin memberitahukan kepada semua makhluk ciptaan-Nya dan agar manusia mengetahui bahwa sebenarnya DIA maha mengetahui terhadap semua ciptaan-Nya.
3. MENERANGKAN HURUF SIN
Huruf Sin didalam lafadz Bismillah itu menunjukkan adanya alam wahidiyat, yaitu adanya ilmu yang tiga dan Asma yang tiga pula.
Yang disebut dengan ilmu yang tiga adalah :
– Ahadiyat,
– Wahdat,
– Wahidiyat.
Dan yang disebut Asma yang tiga adalah :
– Allah,
– Muhammad
– Adam.
Sesungguhnya Allah SWT adalah Dzat Sejati, Muhammad adalah Sifat Sejati, dan Adam adalah Asma Sejati, yaitu nyatanya Rasul.
Rasul adalah Nur yang hidup dari Nurullah yaitu nyatanya Adam.
Dan Adam yang menjadi Bapaknya semua manusia dibumi ini
4. MENERANGKAN HURUF MIM
Huruf Mim didalam lafadz Bismillah menunjukkan adanya Roh Idhafi. Dan Roh Idhafi menyatakan adanya manusia sejati, dan menunjukkan adanya af’al sejati.Rangkaian Huruf Sin dan Mim menunjukkan adanya Alam Arwah ,Alam Misal, Alam Ajsam dan Alam Insan Kamil, yaitu nyatanya Asma Allah yang merupakan asma dzat mutlak. Nyatanya Muhammad adalah sebagai pengganti dzat yang nyata. Sehingga sejatinya Allah adalah Dzat nyata yang diwujudkan didalam Muhammad. Dan disebut dhohirnya Muhammad tetapi Hakekatnya ALLAH atau Nyatanya Allah Ta’ala. Nyatanya Muhammad yaitu nyatanya Alam Ajsam yaitu nyatanya asma rasul dan rupanya Adam Idlafi yang menjadi badan dan nyawa / Rasa Tunggal. Dan bagi yang mengetahui arti dua kalimat syahadat berarti sudah mengerti sejatinya Allah dan mengerti sejatinya Muhammad, mengerti sejatinya dhahir dan mengerti sejatinya batin, yaitu dhohirnya nabi batin-nya wali, dzhohir-nya Muhammad batin-nya Allah.
Dan disebut jasad Muhammad hidupnya adalah Allah. Dan yang sudah mengerti sejatinya badan dan mengerti sejatinya hidup, yaitu nyata sejatinya bapak dan ibu.
Sifat Jalal itu Nurullah yaitu lanang (Pria) sejati dan sifat Jamal itu Nur Muhammad yaitu wadon (Wanita) sejati. Sifat Jalal itu kuasa mengeluarkan besi. Sifat Jamal itu kuasa mengeluarkan batu.
Bercampurnya besi dan batu menjadi api. Ibaratnya api itu adalah bercampurnya raga dan hidup/jasad dan ruh. Dan tidak akan ada anak kalau tidak ada ibu dan bapak. Dan tidak akan ada Wahidiyat kalau tidak ada Ahadiyat dan Wahdat.
Jadi Ahadiyat melahirkan Wahdat, Wahdat melahirkan Wahidiyat, Wahidiyat melahirkan semua alam yang lainnya. Ahadiyat maqamnya dzat Wahdat maqamnya sifat Wahidiyat maqamnya asma semua yang ada di alam maqamnya Af’al dan tidak mungkin ada af’al bila tidak ada asma. Tidak ada asma kalau tidak ada sifat, sebab semua af’al, Asma, Sifat adalah hakekatnya Dzat.
Jadi apabila hamba sudah bisa fana’ Dzat dan fana’ Sifat serta fana’ Af’al, akan bisa Kamal. Kalau sudah bisa Kamal akan bisa Qohar, yaitu keadaan dhohir dan batin sudah bisa kumpul menjadi satu.
Source : Kitab Ushulul Ma’rifat (Terjemah : Syekh H. Muhamad Siroj ‘Arif Billah)
9 ROH Manusia
Menurut ilmu batin pada diri manusia ada sembilan jenis Roh. Masing-masing roh mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Ke sembilan macam roh yang ada pada manusia itu adalah sebagai berikut :
1. Roh Idhofi :
Adalah roh yang sangat utama bagi manusia. Roh Idofi juga disebut ”JOHAR AWAL SUCI”, karena roh inilah maka manusia dapat hidup. Bila roh tersebut keluar dari raga, maka manusia yang bersangkutan akan mati. Roh ini sering disebut ”NYAWA”. Roh Idofi merupakan sumber dari roh-roh lainnya pun akan turut serta. Tetapi sebaliknya kalau salah satu roh yang keluar dari raga, maka roh Idofi tetap akan tinggal didalam jasad. Dan manusia itu tetap hidup. Bagi mereka yang sudah sampai pada irodat Allah atau kebatinan tinggi, tentu akan bisa menjumpai roh ini dengan penglihatannya. Dan ujudnya mirip diri sendiri, baik rupa maupun suara serta segala sesuatunya. Bagai berdiri di depan cermin. Meskipun roh-roh yang lain juga demikian, tetapi kita dapat membedakannya dengan roh yang satu ini. Alamnya roh idofi berupa Nur terang benderang dan rasanya sejuk tenteram (bukan dingin). Of course… kita dapat menjumpainya bila sudah mencapai level “INSAN KAMIL”.
2. Roh Rabani :
Roh yang dikuasai dan diperintah oleh roh idofi. Alamnya roh ini ada dalam cahaya kuning diam tak bergerak. Bila kita berhasil menjumpainya maka kita tak mempunyai kehendak apa-apa. Hatipun terasa tenteram. Tubuh tak merasakan apa-apa.
3. Roh Rohani :
Roh inipun juga dikuasai oleh roh idofi. Karena adanya roh Rohani ini, maka manusia memiliki kehendak dua rupa. Kadang-kadang suka sesuatu, tetapi di lain waktu ia tak menyukainya. Roh ini mempengaruhi perbuatan baik dan perbuatan buruk. Roh inilah yang menepati pada 4 jenis nafsu, yaitu :
• Nafsu Luwamah (aluamah)
• Nafsu Amarah
• Nafsu Supiyah
• Nafsu Mulamah (Mutmainah).
Kalau manusia ditinggalkan oleh roh rohani ini, maka manusia itu tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia itu roh rohani yang mengendalikannya. Maka, kalau manusia sudah bisa mengendalikan roh rohani ini dengan baik, ia akan hidup dalam kemuliaan. Roh rohani ini sifatnya selalu mengikuti penglihatan yang melihat. Dimana pandangan kita tempatkan, disitu roh rohani berada. Sebelum kita dapat menjumpainya, terlebih dulu kita akan melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang-kunang. Setelah cahaya-cahaya ini menghilang, barulah muncul roh rohani itu.
4. Roh Nurani :
Roh ini dibawah pengaruh roh-roh Idofi. Roh Nurani ini mempunyai pembawa sifat terang. Karena adanya roh ini menjadikan manusia yang bersangkutan jadi terang hatinya. Kalau Roh Nurani meninggalkan tubuh maka orang tersebut hatinya menjaid gelap dan gelap pikirannya.
Roh Nurani ini hanya menguasai nafsu Mutmainah saja. Maka bila manusia ditunggui Roh Nurani maka nafsu Mutmainahnya akan menonjol, mengalahkan nafsu-nafsu lainnya.
Hati orang itu jadi tenteram, perilakunya pun baik dan terpuji. Air mukanya bercahaya, tidak banyak bicara, tidak ragu-ragu dalam menghadapi segala sesuatu, tidak protes bila ditimpa kesusahan. Suka, sedih, bahagia dan menderita dipandang sama.
5. Roh Kudus (Roh Suci) :
Roh yang di bawah kekuasaan Roh Idofi juga. Roh ini mempengaruhi orang yang bersangkutan mau memberi pertolongan kepada sesama manusia, mempengaruhi berbuat kebajikan dan mempengaruhi berbuat ibadah sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.
6. Roh Rahmani :
Roh dibawah kekuasaan roh idofi pula. Roh ini juga disebut Roh Pemurah. Karena diambil dari kata ”Rahman” yang artinya pemurah. Roh ini mempengaruhi manusia bersifat sosial, suka memberi.
7. Roh Jasmani :
Roh yang juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Roh ini menguasai seluruh darah dan urat syaraf manusia. Karena adanya roh jasmani ini maka manusia dapat merasakan adanya rasa sakit, lesu, lelah, segar dan lain-lainnya. Bila Roh ini keluar dari tubuh, maka ditusuk jarumpun tubuh tidak terasa sakit. Kalau kita berhasil menjumpainya, maka ujudnya akan sama dengan kita, hanya berwarna merah.
Roh jasmani ini menguasai nafsu amarah dan nafsu hewani. Nafsu hewani ini memiliki sifat dan kegemaran seperti binatang, misalnya: malas, suka setubuh, serakah, mau menang sendiri dan lain sebagainya.
8. Roh Nabati :
Adalah roh yang mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan badan. Roh ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi.
9. Roh Hewani :
Adalah roh yang menjaga raga kita. Bila Roh Hewani keluar dari tubuh maka orang yang bersangkutan akan tidur. Bila masuk ke tubuh orang akan terjaga. Bila orang tidur bermimpi dengan arwah seseorang, maka roh hewani dari orang bermimpi itulah yang menjumpainya. Jadi mimpi itu hasil kerja roh hewani yang mengendalikan otak manusia. Roh Hewani ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Jadi kepergian Roh Hewani dan kehadirannya kembali diatur oleh Roh Idofi. Demikian juga roh-roh lainnya dalam tubuh, sangat dekat hubungannya dengan Roh Idofi.