Mata merupakan ciptaan Tuhan yang amat luar biasa. Tanpa mata kita takkan pernah mengenal warna, takkan mengenal apa itu keindahan. Bayangkan jika Tuhan mengambil penglihatan kita hari ini, Astaghfirullah, kita kehilangan sebagian dari nikmatnya hidup. Maka mulai hari ini mari kita ucapkan “Terimakasih Tuhan, Engkau masih beri aku penglihatan hari ini”
Bagi teman-teman semua yang tidak punya masalah dengan mata. Wah,, bersyukurlah. Kamu bisa melihat keindahan dunia tanpa alat bantu apapun. Dan bagi teman-teman yang punya masalah dengan mata, sayang sekali yaa, kita tidak bisa melihat dengan normal seperti teman-teman lainnya. Kita harus memakai kacamata yang sungguh repot tentunya.
Ok, mungkin saya tidak seberuntung teman-teman semua yang memiliki mata normal. Saya mulai terkena Myopia saat kelas 4 SD. Pertama kali periksa di salah satu optik di Tangerang karena ketika itu saya masih tinggal di Ciledung, Tangerang. Dan saya pun minus 1/4. Namun orangtua melarang saya untuk memakai kacamata saat itu. Seiring berjalannya waktu saya pindah ke Bukittinggi, Sumbar. Ketika itulah saya merasa masalah mata saya makin parah. Saya pun cek mata kembali dan ternyata minus mata saya sudah 1. Kemudian orangtua pun memutuskan agar saya memakai kacamata. Sungguh sulit menyesuaikan saat itu karena langsung minus 1.
Faktor genetika lah yang menyebabkan myopia pada saya. Tepatnya ayah saya. Mulai dari sepupu-sepupu saya hingga tante dan om semuanya memakai kacamata. Malah tante saya ada yang minus 7 kanan dan 9 kiri. Pernah di fonis dokter akan buta karena saraf mata kirinya hampir putus. jika putus. Bisa dioperasi namun hanya bisa bertahan 3-4 bulan dan kemudian buta kembali.
Hal ini cukup menakutkan bagi saya tentunya. karena sampai saat ini minus minu mata saya tak pernah turun. Hanya bertambah setiap 6 bulannya. Pernah dapat silindris 1 kiri & 3/4 kanan. Namun dalam jangka waktu 1 tahun sudah hilang kembali.
Saya suka sayur, apapun sayur itu & saya juga tidak hobi main game. Jadi kemungkinan minus mata saya karena itu hanya sedikit.
Menurut yang saya baca, faktor mata minus adalah:
1. Bola mata ukurannya terlalu panjang ( lebih dari 19 – 20 mm )
2. Ketidakmampuan mata untuk mengakomodasi pada saat menangkap, melihat dan membaca objek yang berada pada jarak jauh atau jarak tertentu.
Adapula penyebab lainnya dari mata minus, yakni :
1. Faktor keturunan atau genetika
Faktor keturunan juga dapat menjadi salah satu penyebab utama seseorang menderita mata minus, kemungkinan memiliki silsilah dari salah satu anggota keluarga yang menggunakan kacamata.
2. Faktor kebiasaan buruk
Tidak hanya faktor keturunan saja yang menjadikan seseorang menderita mata minus, namun karena kebiasaan buruk yang sering dilakukan ketika masih memiliki bentuk mata atau lensa mata normal. Sebagai contoh umum adalah membaca sambil tiduran, membaca dengan pencahayaan yang kurang, sering begadang, sering memaksa mata untuk terus beraktivitas sehingga mata kurang istirahat, menonton televisi terlalu dekat dsb.
3. Sering melakukan aktivitas yang berlebihan seperti menggambar, menulis dengan jarak pandang yang cukup dekat dan aktivitas lainnya.
4. Pencahayaan yang berlebihan dan cenderung lebih lama, misalnya duduk seharian di depan monitor komputer, main games. Cahaya putih pagi hari (day-light sources) jauh lebih baik daripada cahaya kuning, merah, biru dan hijau yang dapat melelahkan mata.
5. Kurangnya aktifitas yang baik untuk melatih mata
6. Kurangnya asupan makanan dan buah-buahan yang bergizi dan bernutrisi tinggi untuk menunjang kesehatan mata, seperti vitamin A, lemak essensial yang baik dan protein yang cukup untuk mata.
Oleh karenanya aktifitas diluar rumah sangat dianjurkan dan baik untuk kesehatan tubuh seluruhnya. Kegiatan yang dilakukan di luar rumah melatih mata anda agar mata tidak harus berakomodasi terus-menerus karena lebih sering melihat objek benda atau cahaya yang berbeda dari jarak jauh. Pada umumnya penderita mata minus agak sulit membedakan warna ditambah apabila tingkat minus yang diderita cukup tinggi, mata seperti tidak bisa membedakan warna, sulit membaca tulisan. Oleh karenanya mata perlu dilatih untuk melihat banyak warna alam dan tatanan penglihatan 3-dimensi (stereoscopi).
Faktor fisik dengan banyak bergerak di luar rumah dapat membantu memperbaiki aliran darah, fungsi organ jantung dan paru-paru, syaraf mata, serta otot-otot seluruh tubuh. Latihan fisik sangat baik untuk memperbaiki kerja dari jaringan mata. Dengan dilakukan aktifitas fisik, tubuh akan mengeluarkan racun dalam tubuh ( free radical ) melalui keringat dan produksi cairan mata untuk melumasi kornea dan bagian teratas jaringan mata.
Tanda atau gejala mata minus, adalah :
1. Penglihatan terhadap suatu objek terhadap benda, warna dan cahaya terlihat samar
2. Sering sakit kepala
3. Mata berair
4. Cepat merasa lelah
5. Sering merasa nyeri mata
Untuk saat tidak ada yang bisa saya lakukan dengan masalah mata ini selain dengan menggunakan kacamata. Dulu pernah minum vit a dari dokter, tetapi lama-kelamaan saya bosan meminumnya karena tidak ada perubahan sama sekali. Saya berniat untuk operasi lasik agar mengurangi bahkan menghilangkan minus mata. Menurut sumber yang saya tanya dan baca, operasi lasik dapat dilakukan jika sudah berumur 18 atau lebih. Karena pada saat inilah pertumbuhan berhenti. Kemudian operasi lasik dapat dilakukan jika kornea mata tebal, apabila tipis operasi lasik tidak dapat dilakukan. Namun seiring berkembangkan teknologi, bagi kornea mata yang tipis dapat dilakukan penebalan pada kornea mata sehingga minus mata bisa hilang. Semoga saya bisa menabung untuk operasi ini dan mata saya bisa kembali normal 🙂
Sekian dari saya 🙂

