Separuh Berjalan

Thesis image Sumber

Minggu ini sudah minggu ke-6 di semester saya yang kedua. Yah tepatnya separuh perjalanan lagi dari target saya menyelesaikan S2. Masih belum fokus untuk mengambil topik apa thesis nanti, dan siapa yang menjadi promotornya.

Bagaimana dengan teman yang lain? Sebagian besar sama seperti saya, tapi ada juga yang sudah mulai bimbingan proposal. Wow… super! Mereka ini yang perlu saya dekati.

Bukankah ‘semangat’ itu bisa menular kawan??!Ayo semangat!!

Field Trip, Kebun Teh Wonosari Lawang

Alhamdulillah masih diberikan kesempatan menikmati liburan bersama keluarga, sekaligus bersama para tetangga juga. Yess karena ini memang acara outing kantor suami. Acara yang sudah dikemas apik oleh panitia ini diadakan di kawasan Kebon Teh Wonosari Lawang Malang. Kebetulan sekali Kak, saya belum pernah ke sana. Acaranya diadakan hari Sabtu-Minggu. Menginap semalam di sana.

Perjalanan kami dimulai Sabtu pagi jam 09.00 berangkat dari Surabaya. Tapi suamiku tercintah sudah tancap gas sejak habis subuh berangkat dari rumah Paiton, untuk jemput kami. Karena niatan kami santai-santai aja di perjalanan, kami pengin coba akses tol lewat Tambak Sumur. Alhasil, karena sama-sama nggak paham, jadinya kita malah sampai di Juanda… ngapain Kak… balik kucing dah, cari ke arah tol Waru. Jauhhh banget 😉
Belum lagi kami kena macet di jalan arteri Japanan. Kalo udah suasana seperti ini, saatnya menghibur suami biar nggak bete. Apal deh lagunya kalo bete sukanya bad mood di jalan. Pandaan-Purwosari-Purwodadi-Lawang lancar. Nah sekarang saatnya naik ke arah kebon teh nya.

Baru beberapa kilo dari Lawang udah terasa ces ces segarnya hawa pegunungan. Yang sangat bertolak belakang sama udara Surabaya. Saatnya ni sedot sebanyak-banyaknya. Saya rasa untuk jaraknya dari Lawang (kota) sampai area kebon teh tidak begitu jauh. Jalan akses kendaraan juga bagus gak banyak lubang. Kalau belok-belok iyalah pastinya khas pedesaan, cuman ada 1 tikungan tajam yang perlu hati-hati.

Wow Kak… jadi ijo mata ini. Sampai dah kami jam 13.00. Kami salah satu rombongan yang nyampai duluan, jadi hotelnya masih sepi. Oh ya kami menginap di Hotel Rollaas.
Ini Kak hasil jepretan kamera hengpong dengan wajah penuh kagum-kagum (maklum baru pertama kesini).
1
Seger bangeDD!

2Tiket masuknya,

3 Suasana disana,

4Cottage

5Parkiran yang sangat luas, yang rombongan bawa bis nggak perlu khawatir.

6Masih di parkiran,

7Pabrik teh,

8Ada kolam renangnya loh, bagi yang tahann dingin nih,

9Tea house buat kongkow2,

10Perumahan warga,

11
Ini Hotelnya…

12
Ini dalamnya Kak, bagus banget, bersih, dan wangi 🙂 Anakku aja langsung pengin bubuk.
Kami kamar no. 12 lantai 1 paling ujung selatan. Di bawah kamar ada resto yang melayang di atas kebun teh. Itu yang tampak di tengah. Bagus banget. Siang itu restonya ga buka, jadi bisa jalan-jalan ‘n poto-poto sepuasnya.

img1426055589229Ini yang tampak dari teras belakang kamar,

img1426055705602Rate hotelnya untuk kamar kayak gini nih 450.000.

Seusai sholat ‘n bersih-bersih badan, kami jalan-jalan di depan penginapan. Cocok banget nih di sini buat ngedem bersama keluarga. Sayangnya si Adek lagi ngantuk ‘n malas. Jadi dipoto ni ogah banget.

img1426055813001

Malam… saatnya gathering sama temen-temen. Makan malam bersama, nonton video, bakar-bakar jagung. Kami gada fotonya, habis ribet sendiri ngurus si Adek (ngajak jalan-jalan balita 21 bulan itu bikin berkeringat dan harus ekstra sabar, noted!).
Semakin malam semakin dingin dan hujan. Jadi nyaman banget buat tidur peluk si Adek.

Cepet banget pagi, adek belum bangun karena jam 1 malam dia terbangun dan begadang. Sejam kira-kira nungguin dia mainan. Baru jam 7 pagi kami bertiga keluar dari kamar. Dan tara… ketinggalan rombongan yang jalan-jalan kunjungan ke pabrik teh. Yaudah kita jalan-jalan sendiri ke minimarket buat beli oleh-oleh yang tidak lain dan tidak bukan yaitu teh. Suami pengin beli Kopi Lanang, lha trus suruh saya yang minum. Ah takut saya Kak kalo jadi tumbuh kumis 😀 hehe. Banyak juga di sana yang jual jajanan, seperti tempat wisata pada umumnya. Bolehlah kami jajan juga, beli cilok bakar @15.000 dan beras kencur @7.000. Ini buat mainan sama Adek.

Wokeh sudah jam 10.00 tet saatnya naik kereta kelinci. Yang bayar hanya 4th ke atas. Kereta ini rutenya lewat tengah-tengah kebun teh. Lagi-lagi si Adek cemberut ngantuk karena waktunya bobok meski Ayah ‘n Ibunya hepi sekali jalan-jalan.

Keretanya kaya gini Kak,

2012-10-28 12.38.05Sumber

Saatnya pulang, jam 11.00 kami check out dari hotel, dan langsung ke Surabaya. Ayah pun juga langsung terus ke Paiton.
//Capek gak? // Iya lah…

tapi seneng sekali. Dan pengin ke sana lagi next time sama keluarga besar. Trus Kak, cepet sekali udah hari Senin, dan rasa capek ikut kebawa-bawa. Jadinya waktu ngampus malas banget rasanya… haha. Aduh kalo nggak demi uang 9 digit ini, rasanya pengin peluk bantal mulu….

Udah deh yuk semangat lagi 🙂

Musim Kaki Seribu

blog3

Musim mangga telah berlalu, dan digantikan musim yang sangat menjijikkan. Aiihh musim kaki seribu. Ya, saat ini Januari lagi musim hujan. Hampir setiap hari hujan turun sehingga di mana-mana terasa lembab. Ini yang menyebabkan binatang berkaki banyak mulai keluar dari sarangnya. Mencari tempat yang dianggap kering, nah tidak lain tempat tinggal manusia. Hewan ini juga disebut kluwing. Katanya si nggak gigit, saya juga nggak bakalan membuktikan. Setiap kali melihat dia berjalan di tembok atau lantai, selalu membuat saya merinding setengah mati plus jengkel sekali kenapa ini bisa masuk rumah. Biasanya makhluk ini hanya muncul di kamar mandi, tapi sekarang aargghhh dia sudah berhasil naik di atas kasur (kasur saya di lantai), naik ke tembok pas di atas saya tidur… dan di tempat lain yang bikin saya heran. Kok bisa ini sampai sini *pasang muka jengkel*.
Kalau ketemu hewan ini di rumah seringnya saya semprot pakai Baygon, biasanya dia langsung melungker dan mati baru saya buang ke tempat yang jauh. Kalau pas ada suami di rumah, biasanya tinggal teriak-teriak aja, nanti suamiku tersayang ini yang membantu buangin 😉
Dulu awalnya saya rajin kasih garam di depan pintu keluar, karena saya pikir binatang ini masuk dari bawah pintu dan hewan-hewan kecil ini takut sama garam. Ternyata selain dari pintu depan, ini juga keluar dari lubang-lubang bawahnya keramik.

Setelah tau gitu, langsung deh tanpa nunggu kedipan mata kaki jadi seperti ini penampakan lantai saya.

blog1

Dan ini penampakan di belakang pintu.

blog2

Kaki seribu ini ada predatornya, seperti burung, tikus, katak, kura-kura, lipan, dan kumbang. Cara dia untuk melindungi diri adalah dengan melingkarkan tubuhnya menjadi seperti bola yang keras. Selain itu dia juga mengeluarkan cairan yang berbau menyengat dan membuat gatal. Hewan ini berkaki banyak dan bertelur banyak. Hewan ini tidak menggigit manusia dan bahkan disarankan tetap dibiarkan hidup untuk menjaga kesuburan tanah. Tapi kalau saya… duh tidak deh. Melihatnya diam aja udah gak kuat untuk menyingkirkan jauh-jauh.

Jadi tipsnya agar rumah kita tidak disenangi binatang ini,
1. Ngepel rumah pakai wipol
2. Rumah sering dibersihkan
3. Manjaga agar rumah tidak lembab

Ya Allah jauhkanlah rumah saya dari binatang ini. Kalau untuk menyuburkan tanah biarlah saya cari cara yang lain 😥

Gambar dipinjam dari sini.