Anak saya 3.Jaraknya masing-masing dua tahun.
umur saya?masih muda…’baru’ 31tahun…
Tua?gaklah ya..*menolaktua 😛
Untuk seumuran itu, biasanya orang-orang surprise dengan jumlah anak kami. 3 anak sayah peroleh ((((peroleh))) sejak umur 29..muda kan ya kalau dibanding temen-temen yang rata-rata umur segitu baru nikah.
kebayang donk gimana kalo punya anak 3 dengan kategori 1 anak balita, 1 anak batita dan 1 baby dalam satu rumah.Mainan jadi kyk hamparan karpet menuhin lantai dan Rumah semerbak bau pipis. But I’m happy for it.
Tapi tetep ya..berapapun anak, orang-orang akan tetap mempertanyakan-pertanyakan-gak-penting-macam-‘kapan kawin?’-‘kapan punya anak’-‘kapan nambah anak?”-itu
here we goes:
baru nikah blom punya anak –> kapan punya baby?
[1 anak] Punya anak 1 cewek atau 1 cowok –>aduh udah satu ya anaknya..nambah lagi donk biar ada temennya
[2 anak] Punya anak 2 cewek atau 2 cowok –> belom dapet cewek/cowok ya?tambah lagi biar ‘balik modal’..(seriously, apa sebenernya yang orang-orang maksud balik modal?emang kita jualan?)
[2 anak] Punya anak 1 cewek dan 1cowok –> udah dapet semua ya, cewek sama cowok, udah balik modal tinggal nyari ‘untung’. Kalo udah tua sepi loh rumah anak Cuma 2.. (((‘untung’ katanya…)))
[3 anak] Punya anak 3, 1 cewek 2 cowok ato sebaliknya –> kasian ceweknya belom ada temennya…*errrr
Finally hamil lagi ke 4 — > serius hamil lagi?emang gak pake KB?
Huahahahha…masyarakat kita ya…kykny kurang apaaa gitu kalo gak nanya2..:P
***
Etapi, saya bukan mau curhat cantik tentang anak tiga ya..bukan..mereka adalah karunia Terbesar di hidup saya, selain punya suami ganteng ,ibu ples mak (mertua) yang baik.
Saya mau cerita..bagaimana pengeluaran keluarga bahagia ini memenuhi popok dan susu.
Loh popok dan susu kan murah?iya mbak..murah..kalo belinya 1 dan gak nambah-nambah..
popok 1 Cuma 2ribu rupiah per pieces..kalo untuk sebulan?dikali 3 anak?
***
Bagi saya dan Keluarga

Kami ber-3 siap menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai dengan mengajak Ummi dan Abi belanja banyak mainan 🙂 (dokumentasi sendiri)[/caption]
Sebagai pasangan pekerja dengan penerimaan konstan, pengeluaran pun harus pas, gak boleh lebih, tapi boleh kurang.
Pengeluaran sehari-hari kita untuk sabun, gula, kopi, minyak goreng, dll terbilang gak terlalu mahal. Yang mahal adalah susu dan popok tadi..
Rata-rata pengeluaran belanja bulanan keluarga bahagia ini adalah Rp. 2.600.000,- yang sebagian besar adalah popok dan susu. Susu merk S26 untuk 3 anak bisa sampe 7 kaleng perbulan dengan total rata-rata Rp. 1.400.000,-an belom lagi popok untuk si tengah dan bungsu bisa sampe 6 plastik isi 26 yang total biayanya rata-rata Rp. 300.000,-an. See?utk mereka bisa sampe Rp.1.700.000,- tiap belanja..belom lagi kalo liat Hot Wheels ato barbie pas lagi belanja…bisa sampe 80% untuk mereka semua..:))
Gimana kalo pas beli mainan?ya harus beli 3..kan anaknya 3..kan harus adil 🙂
Trus saya bayar pake uang tunai?No Way!! Untuk keperluan keluarga dan 3 anak ini saya non tunai kan saja…
Uang Tunai Ribet, trus duitnya takut tercecer..bagi saya Rp.2.600.000,- itu banyak banget kalo di pegang tunai.
Bayarnya pake Debit dooonk…simple dan aman. Si saya dan suami selalu membiasakan gak pake tunai.

Macan Kapok: Mama Cantik Belikan Popok (dokumentasi sendiri)

Biaya belanja tiap bulan. Pake debit, seringan dapat diskon pula. (dokumentasi sendiri)
Kenapa non tunai?
- Non Tunai membantu manage keuangan keluarga. 1 Kartu untuk satu keperluan, untuk belanja bulanan misalnya, sedang kartu yang lain khusus untuk tabungan investasi-pengkayaan-pengetahuan-dan-upaya-menumbuhkan-kecintaan-terhadap-alam-semesta-ciptaan-Alloh yang di sebut liburan 🙂 Kalo uang tunai?simpen dimana duitnya?di bawah ranjang?
- Dompet gak perlu tebal-tebal isi duit..cukup kartu aja. Jaman sekarang, abang sayang itu bukan yang ada uang, tapi yang ada kartu isinya uang.
- Transaksi non tunai lebih praktis, efisien, mudah, bahkan mendukung perekonomian melalui peningkatan kecepatan peredaran uang (velocity of money).
- Transaksi non Tunai juga aman dan meminimalisir angka kriminalitas karena masyarakat tidak lagi bertransaksi dengan uang tunai dalam beraktivitas sehari-hari.
- Gak perlu nyiapin uang kecil kalo nominal belanja Rp. 981.732,-. Mbak kasir juga gak repot nyiapin kembalian. Dengan Non Tunai, kita bisa bayar persis sesuai yang ditagihkan.
- Pembayaran non tunai lebih cepat. Kebayang kalo perlu bayar Rp.2.661.700,- berapa kali mbak kasir harus menghitung supaya jumlahnya benar dan kita mesti nunggu. Waktu adalah uang, gitu kata ibu saya.
- Penelitian di Amerika Serikat menemukan beberapa kuman berbahaya yang hidup di permukaan uang. Kuman sumber penyakit tersebut berpindah ke tangan ketika kita memegang uang. Cuci tangan tiap pegang uang tunai?repot dunk.. Tanpa kita sadari dengan bertransaksi non tunai kita telah melakukan salah satu upaya menjaga kesehatan pribadi.
Bagi Negara Saya, Indonesia
Lalu apa keuntungannya bagi negera saya, Indonesia?
Bagi Negara Non Tunai itu penting, antara lain karena:
1. Negara lebih hemat
Inget gak dulu ada cincin dari duit koin 100rupiah?yang katanya ada kandungan emasnya? Yang nilai duitnya 100 rupiah tapi kalo udah jadi cincin bisa seharga 5000 rupiah.50x dari nilai duit itu sendiri.
Nahh..bayangkan ruginya negara kita kalo nilai pembuatan uangnya saja jauh lebih besar daripada nilai uang itu sendiri. Emang bisa dengan duit 100 kita bisa beli bahan baku duit koin itu sendiri?boro-boro ya..beli alat buat pola melingkarnya aja gak cukup..
Setiap tahunnya, pengelolaan uang yang meliputi pencetakan, penerbitan, pengedaran, pencabutan dan penarikan, serta pemusnahan uang tunai menelan biaya yang tidak sedikit. Berkurangnya jumlah uang tunai yang harus dicetak dengan meningkatnya transaksi non tunai akan mengurangi pengeluaran negara untuk pengelolaan uang .
Negara bisa lebih untung kalo peredaran uang tunai berkurang. Anggaran Negara untuk membuat uang kertas atau koin bisa di alihkan untuk hal-hal lainnya, misalnya untuk subsidi bulanan kepada keluarga yang anaknya lebih dari 2 supaya pendidikan anak-anaknya lebih terjamin. Misalnya loh yaaa….

Duit Rp.100,- yang konon katanya ada nilai emasnya (sumber gambar: disini)
2. Pencatatan setiap transaksi non tunai di data perbankan memberikan data kondisi moneter yang lebih akurat. Sama kayak saya kalo cetak rekening koran di bank, bisa keliatan tuh jumlah pengeluaran dan tanggalnya, nolong banget utk manajemen pemasukan dan pengeluaran dibulan berikutnya

cowok bayar pake kartu = keren (gambar buatan sendiri)
Lagian pake kartu lebih keren men…apalagi kalo lagi makan sama cewek-cewek
*baru selesai makan sama gebetan*
*menuju kasir*
Cowok : meja 1..berapa mbak?bisa pake kartu?
Kereeen banget kan?si cewek langsung terpesona, walopun entah berapa isi kartu itu 🙂 …#oke #ini #lebay
Yuk ahh pake non tunai..bantuin Indonesia dan Bank Indonesia menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang diresmikan tanggal 14 Agustus 2014 lalu. GNNT? Kalo aku siy ‘yes’.
Referensi:
- Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/8/PBI/2014 tanggal 8 April 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money)
- Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/1/PBI/2014 tanggal 21 Januari 2014 tentang Perlindungan Konsumen Jasa Sistem Pembayaran
- Peraturan Bank Indonesia No.14/2/PBI/2012 tanggal 6 Januari 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu
- Sosialisasi GNNT (Materi pptx)
- YOUTUBE CHANNEL: BANK INDONESIA
- http://www.bi.go.id