Nah, sebelum terlalu jauh menjelaskan, saya ceritakan dulu yaa tentang hasil survey yang berisi satu pertanyaan, yaitu,

Berapa sih harga BBM ideal buat Indonesia?”

Sebagian besar orang pasti akan menjawab, “Kalau untuk rakyat, seharusnya yang semurah-murahnya, dong! Kita harus berani membandingkan dengan negara penghasil minyak lainnya seperti Iran atau Arab Saudi, jangan dibandingkan dengan negara2 cetek lainnya. Negara Indonesia ini kaya loh akan sumber daya alam dan sumber energi. Dan energi itu hajat hidup orang banyak, knapa harus bayar mahal?!!!”

6. Kita tidak bisa mensubsidi BBM lagi

Yeah, that’s the sh*tty fact. Dengan naiknya harga minyak dunia baru2 ini, tentu saja subsidi BBM yang harus ditanggung negara untuk mempertahankan harga BBM di negara kesatuan ini membengkak. Pengeluaran negara melonjak. Menteri BUMN dalam laporannya menyatakan bahwa uang negara sebesar 200 T telah terbuang cuma2 karena hanya membiayai orang2 yang mempunyai mobil dan motor.

Apa yang bisa rakyat Indonesia perbuat?

Solusi (yang dirasa) cerdas dan mantabnya :

Buang subsidiiii!!!!

Kalo ada 10 saja pemuda seperti ini di Indonesia

Well, beberapa kalangan bilang memang sudah seharusnya kita menghapus subsidi BBM. Mereka beralasan, kalau kita nasionalis, memang seharusnya kita rela harga energi kita menjadi mahal, membiarkan BUMN2 yang berkaitan dengannya mendapatkan keuntungan yang sebesar2nya untuk nantinya membangun infrastruktur untuk rakyat banyak.

Kayaknya penghapusan subsidi BBM disini bisa menjadi solusi untuk mengajarkan rakyat Indonesia untuk lebih menghemat energi. Otomatis ini juga bisa mengurangi subsidi pemerintah dan tidak berpengaruh besar terhadap rakyat kecil. Sembari rakyat berhemat, pemerintah berusaha secepat mungkin membenahi sarana transportasi umum. Clear kan? Ingat intinya cuma kita harus hemat energi dan Kerja! Kerja! Kerja!

Atau bisa juga menggunakan ide cemerlang hemat BBM seperti ini

Apalagi kalau SBY dan rekan kerjanya rajin mengingatkan dengan gaya prihatin khasnya bahwa negara kita sudah tidak punya uang lagi untuk mengayomi rakyat, rencana2 ini sepertinya bisa berjalan mulus tanpa di demo.

But, well, apa mau dikata, pengambil kebijakan kita emang orang berada yang tinggal di kota, jadi mereka mungkin tidak tahu bahwa solusi ini tidak bisa diterapkan, karena ada alasan ini ……

5. Harga BBM kita itu bisa murah, bisa juga mahal abis!!

Tapi, yah, apa mau dikata, pengambil kebijakan kita emang orang berada yang tinggal di kota, jadi yah, menurut mereka harga premium yang 4500 memang (terlalu) murah. Kadang2 bahkan lebih murah dari harga air mineral yang sekarang ada yang sudah sampai 6000 rupiah. BBM kita. Jadi sudah wajar kalau naik.

Lebih murni belum tentu lebih mahal lho

Tapi pernahkah Anda bayangkan bahwa harga premium di Papua bisa naik gila2an sampe 20000 rupiah?

Whaaaaaaaaatttt????????

Well, yeah, that’s the fact. Di daerah terpencil, walaupun dengan BBM subsidi, harga pasti naik karena alasan mahalnya biaya transportasi dan lain-lain yang digunakan agar si BBM sampai ke daerah itu dengan selamat. Memang di SPBU harganya normal, tapi di pengecer harganya jadi mengerikan, apalagi kalau sedang langka. Jadi, yah, harganya naik setinggi-tingginya. Nah, ntar kalo udah ga disubsidi? Bisa naik jadi berapa tuh????

Bisa ikut mejeng di wiki kita bareng negara2 ini,, sekarang Indonesia baru 0.59$/liter…

Kwik Kian Gie yang mengatakan bahwa “Minyak mentah yang berada di perut bumi Indonesia adalah milik rakyat Indonesia. Dengan demikian, minyak mentah untuk rakyatnya itu tak ada harganya[1]. Sederhananya: ibarat sebuah keluarga yang mempunyai sepetak sawah. Beras yang didapat dari sawah tersebut boleh dimakan oleh anggota keluarga tanpa harus dibeli dengan harga pasar. Pemerintah, seperti yang kita tahu, tidak berpikir seperti itu. Harga minyak yang dijual di dalam negeri jauh lebih murah daripada harga di pasar dunia. Dan selisih harganya harus dibayar oleh pemerintah. Uang inilah yang disebut subsidi.

Mana yang betul?

saya bukan pakar dan tentu bukan tempat kami untuk mempertanyakan teori pemerintah maupun teori Pak Kwik. Tapi dari perdebatan tersebut, kita melihat dua pilihan: apakah kita mau seperti Venezuela, atau seperti Norwegia?

Kok begitu?

Venezuela dan Norwegia termasuk dua negara produsen minyak terbesar di dunia. Venezuela nomor 9 terbesar dengan memproduksi 2,8 juta barel per hari, dan Norwegia nomor 10 dengan 2,78 juta barel per hari[2].

Bedanya, harga BBM dalam negeri di Venezuela termasuk yang termurah di dunia, sementara Norwegia termasuk yang termahal di dunia[3].Venezuela menjual minyak ke rakyatnya dengan harga jauh di bawah harga pasar. Sedangkan Norwegia menjual bukan hanya sesuai harga pasar, melainkan juga dipajaki tinggi sekali. Apa ini berarti pemerintah Venezuela lebih mencintai rakyatnya dibanding pemerintah Norwegia? Sebegitu teganyakah pemerintah Norwegia menindas rakyatnya sendiri? Apa gunanya negara punya minyak kalau rakyatnya harus membayar sangat mahal?

Mari kita pelajari lebih lanjut:

Di Venezuela, harga BBM yang, sangat murah memicu rakyatnya untuk makin banyak mengonsumsi minyak. Saat ini, Venezuela menghabiskan sepertiga produksinya untuk dikonsumsi sendiri[4]. Dan permintaan tersebut diproyeksikan akan terus meningkat .

Di Norwegia, harga BBM yang sangat mahal membuat rakyatnya berusaha untuk menjadi se-efisien mungkin. Logis saja: harga bensin mahal, gunakan dengan bijaksana. Akibatnya konsumsi minyak dalam negeri Norwegia termasuk rendah bila dibandingkan negara kaya lain[5]. (Per kepala, rakyat Norwegia mengonsumsi minyak 40% lebih sedikit daripada rakyat Amerika).

Semakin sedikit yang dikonsumsi sendiri, semakin banyak pulalah  yang bisa diekspor, Norwegia mengekspor minyak jauh lebih banyak daripada Venezuela. (Norwegia eksportir terbesar ke4, sementara Venezuela ke7)[6].

Hasilnya: Norwegia mengumpulkan 300 miliar dolar dari keuntungan ekspor minyaknya. Dikemanakan uang ini? Diinvestasikan lagi, sebagai tabungan pensiun. Para ahli memperkirakan, dalam sepuluh tahun, dana tersebut akan berlipat menjadi 900 miliar dolar. Bila uang ini dibagikan ke seluruh rakyat Norwegia, per kepala akan menerima 1800000 dolar[7].

Masih berpikir pemerintah Norwegia tega terhadap rakyatnya sendirinya sendiri?

Beberapa kalangan memang berkomentar tentang hal ini. Mereka berkata bahwa kesenjangan antara si kaya dan si miskin makin lebar lagi dengan kenaikan BBM ini. Data statistik sudah menunjukkan bahwa apabila terjadi kenaikkan harga BBM maka akan terjadi kenaikkan jumlah penduduk miskin. Apabila harga BBM sekarang dinaikkan lagi, harga bahan pokok dan pelayanan jasa lainnya akan ikut naik juga. UMR rata-rata penduduk Indonesia masih rendah untuk itu.

Solusi (yang dirasa) cerdas dan mantabnya :

Ya sudah lah, gimana kalau subsidinya dialihkan ke pembangunan infrastruktur? Adil kan buat semua? Infrastruktur bagus yang paling bisa nikmatin kan rakyat kecil?

Apalagi yang mencetuskannya adalah Dahlan Iskan. Dahlan Iskan gitu. Reformator PLN! Entrepreneur yang merangkak dari kecil dan mengerti semua permasalahan Indonesia dan bisa mengatasinya dengan kekuatan lobi dan publikasinya. Yeah! Merdeka! Pasti bener!

OK OK, back to topic. Eniwei Pak Menteri bilang daripada buang2 uang 200T buat subsidi BBM, mending kita gunakan untuk pembangunan. Kasihan juga orang2 yang gk punya mobil dan motor tidak bisa ikut menikmati kekayaan Indonesia. Lebih bijaksana kalo uang tersebut kita gunakan untuk membangun infrastruktur.

Pemerintah saat ini lagi giat2nya membangun jalan tol di Sumatra, di Bali, di Kalimantan, Sulawesi, dll. Pemerintah juga lagi giat2nya membangun pembangkit listrik dimana2. Pemerintah juga lagi giat2nya membangun sarana trasportasi, bandara, dan fasilitas umum lainnya. Pemerintah memang sudah menunjukan gelagat bertanggung jawab untuk mencegah dampak negatif kalau2 kebijakan kenaikan BBM ini jadi dijalankan.

Jadi ini bisa menjadi solusi? Jadi kalo rakyat bisa berhemat pemerintah akan membuat negara kita jadi maju dengan percepatan pembangunannya???

Well, sekilas memang terlihat indah, tapi ini juga tidak bisa ternyata, kenapa? Hmm, masalah klasik sih, jangan lupa penyakit kronis bangsa kita,,,,,, yang itu lho, yang ini …..

4. Dialihkan ke infrastruktur? Preeeetttt, dikorupsi lagi pastinya

Klasik, tapi pembangunan infrastruktur memang lebih rentan korupsi daripada subsidi BBM. Dan liat aja tuh saat ini korupsi kian marak gitu. Di TV aja rame abis kasusnya Nazarrudin dan Angelina Sondakh yang membawa nama partai yang orang2nya sekarang lagi mendominasi di pemerintahan saat ini. Mulai dari pusat sampai daerah.

Pembangunan infrastruktur sangat rentan korupsi karena dari pusat sampai daerah bisa mengambil keuntungan, beda dengan subsidi BBM yang pemerintah daerah ga bisa manfaatin buat korupsi. Bank Dunia aja memperkirakan korupsi proyek infrastruktur di Indonesia mencapai 40% dari total nilai proyek. WOW! Bisa dibayangkan kan apa jadinya kalo proyek2 pembangunan ini dikorupsi lagi? Uang 200T yang biasanya buat subsidi itu mungkin nantinya yang jadi infrastruktur cuma setengahnya. Sisanya? Entah.

Yah, Keadaan negara kita memang sadis gini, bung. Jiwa-jiwa semangat anak muda yang nasionalis dimanfaatkan hanya untuk kepentingan golongan2 tertentu.

Dan saya akan prihatin lagi, lagi, dan lagi…

Saya kasih contoh saja ya seberapa mudahnya ngakalin anggaran negara buat infrastruktur, walaupun cuma denger2 dari kabar angin. Entah benar atau salah hanya teman2 yang sudah berpengalaman yang dapat berkomentar disini.

Sebagai contoh, pemda suatu daerah ingin mengadakan proyek pembangunan jalan sebesar 100 Trilyun. Dari sini pemda tersebut membayar anggaplah 10 Trilyun untuk meloloskan anggarannya tersebut di pemerintah. Iyaa kalo gk mau bayar anggarannya gk akan keluar. Emang aneh negri ini!

Dari sini pemda mengundang kontraktor2 untuk menjalankan proyek. Kontraktor yang berani membayar pemda lebih banyak dia yang menang tender, sederhana kan? Kontraktor ini juga akan mengundang sub-kontraktor lagi dengan cara yang sama. Jadi deh yang awalnya keluar proyek 100 Trilyun karena sudah dipotong 10 Trilun di awal menjadi 90 T, dan terus dipotong2 sehingga jalan yang dibangun nantinya akan jadi korban, baru setahun udah banyak lobang dimana2.

Masalah seperti ini belum beres dan belum tau gmana cara mencari solusinya tapi sudah mau mempercepat pembangunan infrastruktur? Orang2 yang berdiri di birokrasi masih sama tapi sudah mau mempercepat pembangunan infrastruktur? Apa kita gk sebaiknya tunggu saja sampai pemerintahan SBY berakhir? Masalahnya kalo nunggu itu negara kita gk kolaps nih nanti bayarin subsidi BBM kita? Terus jawabannya apa dong? KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI?

TIDAAAAKKKKKK!!!!!!!

Sayangnya ini jawaban klise. Bisa mati dulu negara kita kalau apa2 harus nunggu korupsi berhenti. Sampai Indonesia menang lawan MU 10-0 juga bakal masih ada itu korupsi. Kita harus cari cara, dong, untuk membantu rakyat kecil tapi meminimalisasi korupsi.

Solusi (yang dirasa) cerdas dan mantabnya :

Nah kalau subsidi emang ga bisa dihapus, yaudah kita efektifkan saja subsidinya, kan? Jadi subsidi benar2 buat yang membutuhkan saja. Gimana kalo kita strictly hapus subsidi untuk kendaraan pribadi???

Ide cemerlang ini! Jadi cuma kendaraan umum dan rakyat miskin yang dapat subsidi! Apalagi ada alasan konstitusional. Kita tidak bisa menghapus subsidi karena melanggar UU APBN 2012 Pasal 7 Ayat 4. Kalau mau menghapus kita harus mengubah UU dulu. Repot dan memakan waktu lama. Jadi yaudah ga usah dihapus tapi lebih difokuskan ke yang tidak mampu. Bagus kan solusinya?

Caranya bisa macem2 lagi, mulai dari mengharuskan kendaraan pribadi menggunakan Pertamax, atau memberi bantuan langsung bagi yang membutuhkan, seperti yang diusulkan oleh Pak Jero Wacik sang menteri pariwisata yang entah gimana ceritanya berubah menjadi menteri sumber daya.

Sayangnya solusi ini juga ga bisa diterapkan (iya lah ga bisa kalo bisa ga akan kita tulis di sini). Why? Ini dia sebabnya …..

3. Kita tidak bisa membatasi subsidi bagi kendaraan pribadi

Untuk yang solusi pertamax yang Pertamax (wow iramanya enak ya), kita tidak bisa membatasi subsidi BBM bagi kendaraan pribadi, setidaknya sampai Pertamina berbenah. Why? Karena mereka nggak bisa bersaing dengan pom bensin asing, teman2ku.

Kalau kalian perhatikan, harga Pertamax Pertamina selalu lebih mahal daripada bensin2 beroktan 92 lainnya dari pom bensin asing. Bukan, bukan karena korupsi. Ini karena Pertamina tidak dapat memproduksi Pertamax sendiri.

Whaaaattt?????

Yup. Selama ini Pertamina hanya mampu memproduksi 500000 kiloliter Pertamax, sedangkan Pertamax yang dipakai selama ini sudah mencapai 800000 kiloliter. Suplai tambahan sebesar 62.5% dari seluruh penjualan itu dibeli Pertamina dari luar negeri juga, makanya harganya di Pertamina selalu lebih mahal daripada misalnya Shell yang juga jual Super 92 (Pertamaxnya Shell Oil).

Kalo udah lebih mahal, jelas aja orang Indonesia pasti beli yg lebih murah di pom bensin asing. Apalagi mental bangsa kita yg emg udah suudzon sama produk dalam negeri. Dikira diakalin dan dikorupsi sehingga ga sebagus yg dari luar. Jelas banget orang2 bakal ninggalin Pertamina. Ga ada duit yg masuk kas negara deh. Berabe.

Cuma 1 pihak yg senang dengan kondisi ini. ‘Tetangga’

“Lho bos, kalo yang usul Pak Menteri yang keren tadi? Bantuan langsung? Jadi yaudah subsidi Premium dicabut tapi Pertamina bakal kasi subsidi khusus pake bantuan langsung . Oke kan? Harganya tetep bersaing jadinya.”

Nah, buat yang ini, ya jawabannya jadi sama seperti poin sebelumnya tadi, rawan korupsi. Gimana lu mau jamin bantuan langsungnya sampai ke yang benar2 membutuhkan? BLT ke rakyat kecil sama aja juga banyak bgt masalahnya.

Solusi (yang dirasa) cerdas dan mantabnya :

Well, oke, cara ini juga tidak bisa dilakukan, tapi masih ada cara lain, kan, bro? Cara2 radikal yang memberantas akarnya, gimana kalau kita bunuh penyebabnya? Kita batasi jumlah kendaraan pribadi! Kan yg buang2 BBM kendaraan pribadi kan? Yaudah kt buat sebuah aturan biar jumlah kendaraan pribadi berkurang.

Bisa jadi ga cuma Lebaran doang nih Jakarta kayak gini

Ini dia jawabannya! Untuk mengatasi membengkaknya penggunaan BBM, negara2 maju juga pake langkah drastis batasi jumlah kendaraan pribadi. Caranya banyak, mulai dari menaikkan pajak kendaraan pribadi, membatasi umur kendaraan, dan lain-lain. Pake ginian jumlah kendaraan pribadi turun, penggunaan BBM berkurang, negara tidak terbebani!

Tapi, Well, yah, udah sampe poin 5 dan poin2 sebelumnya epic fail semua, dan kalian sedang membaca postingan ini, jadi, Anda pasti tahu kemana larinya poin ini.

2. Kita tidak bisa membatasi jumlah kendaraan pribadi.

Yup, tidak bisa juga. Kali ini penyebabnya adalah sumber pemasukan kas (pejabat dan politikus) negara.

Buat yang belum tahu, Indonesia adalah SURGA bagi industri otomotif dan sepeda motor. Years of shitty mass transportation combined with people’s laziness sudah membuat rakyat negara ini sangat tergantung pada kendaraan pribadi sehingga kendaraan apapun harga berapapun pasti laku dibeli di negara ini. Walaupun sebenarnya harganya bahkan 50-120% lebih tinggi daripada di the Land of the Expensive Freedom Amerika sapisuci Serikat. Semua tetap beli karena malas naik public transport. Malas berhemat. Including us. Termasuk semua orang yang kalo di Singapore aja mau naik bis, tapi di Indon anti. Kapan mau bikin Jakarta jd kyk Singapur kalo gitu caranya? Hipokrit.

Kalo lu adalah Walikota dari Kota terkaya di dunia, tapi naik kereta TIAP HARI ga cuma pencitraan, even when there’s a BOMB threat, baru lu bisa ‘ngomong dikit’ tentang transportasi lu, cuk!

Back to topic, dengan penjualan yang sedemikian gilanya karena pajak yang luar biasa, sudah jelas sekali bahwa negara meraup untung banyak dari kegilaan industri mobil ini. Kalau negara kesatuan republik mahakorupsia kita ini meraup untung, well, sudah pasti pejabat2nya juga kan ya, sudah tradisi :D

Don’t get me wrong, ga semua pejabat mau ambil uang sampah ini. Fauzi Bowo, in his 1 and only comment in his career that deserves our standing ovations with all of our hands and legs, including the extra one, pernah mengajukan ide yang akan mengurangi jumlah kendaraan umum di Jakarta (I can’t find the godd*mn news on the net, but I’m sure I’ve read it somewhere years ago. Kalo ada yg punya link nya kirim ke kami ya ^^). Asik bgt kalo gitu pasti. Sepi dan nyaman!

Solusi (yang dirasa) cerdas dan mantabnya :

Well, sadly, setelah menganalisa semua poin di atas, kita akhirnya sampai kepada kesimpulan yang mengatakan bahwa tidak ada solusi sama sekali dari permasalahan ini, karena…..

1. Kita sendiri boros BBM

Kita. Ya, kita. Saya, mereka, dan Anda sekalian. Boros banget ya kita sebenernya kalo dipikir-pikir.

“Nggak lah Bos ! Jelas2 konsumsi per kapita (orang) nya masih rendah!”

Yah, nggak dari situ lah bro liatnya. Mereka pake energi banyak buat menghasilkan produk yg lebih banyak lagi. Untuk melihat itu ada yang namanya intensitas energi dan elastisitas energi.

Intensitas energi adalah perbandingan antara jumlah konsumsi dengan Produk Domestik Bruto. Gampangnya, kita makan berapa, berapa yang keluar jadi energi, berapa yang jadi keringat & kotoran doank. Nah, untuk Indonesia, nilainya sekitar 400, atau 4x lebih besar dari Jepang! Yang berarti kita 4x lebih boros dari Jepang. Ibaratnya kita makannya sama kek Jepang, tapi kalo kita sebagian besar keluar jadi keringat & kotoran doank, sedangkan Jepang jadi energi.

Yang elastisitas energi, itu adalah perbandingan antara kenaikan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi. Yang ini juga sejutasetanalastopanbadai nilainya jelek banget bwt Indonesia. Untuk Indonesia angkanya sekitar 1.04, sedangkan negara maju hanya 0.55, yang berarti mereka nambah makan cuma setengah kalinya Indonesia untuk menghasilkan pertumbuhan yang sama. Ini mereka yang irit atau kita yg rakus ya??

“Kok bisa gitu, sih, ?”

Yah bisa aja, itu berarti kita pake energinya buat hal2 yang ga berguna. Di saat negara maju pake sebagian besar energinya untuk membangun Industri, kita pakenya buat having fun aja, hal2 konsumtif yg ga produktif sama sekali.

Yuhuuuuuu!!!!

Sedikit-sedikit naik mobil, sedikit-sedikit naik motor hanya untuk pergi ke tempat2 yg sebenernya bisa kita jangkau dengan jalan kaki saja (dan tidak melelahkan) atau dengan angkutan umum. Merasa pernah melakukannya? Atau mungkin pernah melihat keluarga yg seluruh anggota keluarganya memiliki kendaraan bermotor masing-masing? Entah itu motor atau mobil? Bahkan untuk anggota2 keluarga yg masih di bawah umur?

Okay, kalau yg di atas itu tidak, sadarkah kita bahwa kita seringkali tidak hemat listrik? Membiarkan lampu menyala saat tidak diperlukan, memanaskan makanan dengan microwave, terlalu sering menonton TV dan ditonton TV, menggunakan komputer untuk melakukan hal2 yg kurang esensial (ya, contohnya seperti yg Anda lakukan saat ini).

Kalo Anda bertanya apa hubungannya listrik dan bbm, ya jelas karena biaya pembangkitan listrik di Indonesia sebagian besar masih utk membeli BBM untuk pembangkit listrik tenaga diesel. Dan yg namanya diesel oil itu BBM. Saat Anda boros listrik, pada detik yg sama Anda sudah memboroskan BBM negeri ini juga.

Dan sadarilah bahwa produksi BBM oleh perusahaan minyak kebanggaan Negara Kesatuan Republik ini tidak cukup untuk memenuhi konsumsi rakyat negeri ini. Makin boros kita, makin banyak kita beli BBM dari luar. Dan ketika permintaan makin banyak, menurut Adam Smith, harga yg ditawarkan akan makin tinggi.

Dan kita yang ga mau ngurangin borosnya pemakaian energi kita, jelas aja bakal terus ngemis2 pemerintah biar tetap mensubsidi BBM. Which brings us back to our first point. Pelik ya? Muter2. Lingkaran setan. Yang membawa kita kepada realitas, bahwa masalah ini kayaknya ga bisa selesai, which shows that are really doomed, my friends. 

Oh Sh*t. Kayaknya emang gitu, deh.

So, cos there’s nothing you can/want to do, then just sit back, relax, check your facebook status every minute and buy 1 car for each family member, ride them with pride while watching the world burn, my friends. Yah, paling nggak, dengan boros dan santainya kita, kita masih dapet kebanggaan jadi negara paling bahagia di dunia. Seriously. It’s a survey by foreign journalists you so trust.

GREAT.

[BEKERJALAH ENGKAU SELAYAKNYA ENGKAU AKAN HIDUP 1000TAHUN LAGI]
Sekelompok alumni melakukan reuni, dan kemudian memutuskan untuk pergimengunjungi profesor favorit mereka yang sudah pensiun. Saat berkunjung, pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan mengenai stres pada kehidupan dan pekerjaan mereka.

Profesor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya. Ia pergi ke dapur dan kembali dengan coklat panas di teko yang besar dan berbagai macamcangkir: porselen, gelas, kristal, dan lain-lain; sebagiannya bagus dan berharga mahal, akan tetapi sebagian lagi bentuknya biasa saja harganya murah. Ia mengatakan kepada mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut.

… Ketika mereka semua memegang secangkir coklat panas di tangan mereka, profesor yang bijak berkata, “Perhatikan, semua cangkir yang bagus dan mahal telah diambil. Yang tersisa, hanyalah cangkir yang biasa dan murah. Memang, adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik. Namun,itu adalah sumber dari masalah dan stres kalian.”

“Cangkir tidak menambahkan kualitas dari coklat panas. Pada kebanyakankasus, itu hanya menambah mahal, dan bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya. Tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik. Lalu, kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing.”

Para alumni terdiam, menyimak nasehat dari profesor.

“Sekarang pikirkan ini: Kehidupan adalah coklat panas. Pekerjaan, Uang, dan Kedudukan adalah cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan. Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki.”

“Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita.Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya. Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik. Merekahanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki.”

Profesor itu berhenti sejenak, menghela nafas, lalu melanjutkan, “Hiduplah dengan sederhana. Bermurah hatilah. Perhatikanlah sesama dengan sungguh-sungguh. Dan akhirnya, silakan nikmati coklat panas kalian.”

Tips Wawancara Kerja :

Menjawab dengan cerdas, taktis dan optimis. Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.

1. Ceritakan tentang diri anda

Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda”, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.

Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara. “Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.

Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling. Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”

Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins. Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting.

Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.

2. Hati-hati pertanyaan jebakan

Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara.

Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja. “Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?’ dan pelamar itu menjawab ‘saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina. Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban.

Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal. Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”

Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja. Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan,” ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.”

3. Semangat dan bahasa tubuh

Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan. Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens.

Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”, “saya yakin…”, “saya optimis…”.

Kata-kata “saya merasa …” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan. Cara berpakaian yang baik dalam wawancara Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain: • Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas.

Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.

• Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis.,mengkilap,ngejreng).

• Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rokbawah, kancing baju atasan).

• Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).

• Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.

Berapa gaji yang anda minta ? Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau. Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun. Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini. Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.

Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik. Variasi pertanyaan dalam wawancara Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi.

Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara: Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan : • Mengapa anda memilih jurusan tersebut?

• Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.

• Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.

• Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?

• Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?

• Siapakah yang membiayai studi anda?

• Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?

• Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?

Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :

• Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda

• Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi.

• Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.

• Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut

• Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?

• Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?

• Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?

Pertanyaan mengenai sasaran anda :

• Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?

• Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?

• Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?

• Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?

• Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?

Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :

• Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?

• Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?

• Apakah yang anda cari dalam bekerja?

• Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?

• Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?

Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing!

sumber: Head Hunter Team

Bagi anda yang baru saja menggunakan handphone Android, beberapa dari anda mungkin sedikit bingung bagaimana cara install aplikasi android atau cara install game android pada ponsel kesayangan anda. Tutorial ini memang sangat sederhana, namun ada beberapa orang yang belum mengetahuinya. Saya pun saat pertama kali membeli hp Android tidak langsung mengetahuinya. Berikut caranya:

Cara 1. Download game atau aplikasi melalui Android Market.

Ponsel dengan sistem operasi Android pada umumnya telah dilengkapi dengan aplikasi Android Market. Walaupun berjudul “Market” yang berkesan jualan, namun jangan khawatir, banyak sekali aplikasi gratis yang keren tersedia pada Android Market. Melalui aplikasi inilah anda dapat mendownload ratusan ribu aplikasi / game.

Berikut cara install game Android atau aplikasi melalui Android Market:

  • Pertama: Masuk ke Aplikasi Google Market.
  • Kedua: Pilih aplikasi atau game yang anda suka.
  • Ketiga: Klik “Install”. setelah itu aplikasi atau game akan secara otomatis di-unduh (download) dan akan secara otomatis terinstall di ponsel anda. Beres deh.

Pada Android Market, aplikasi atau game akan terklasifikasi menurut kategori, apabila anda memilih salah satu kategori maka akan tertampil daftar aplikasi “Top Free” atau aplikasi gratis yang paling banyak diunduh. Hal ini memudahkan pengguna untuk memilih aplikasi atau game yang terbaik. Anda juga dapat menggunakan fasilitas search untuk mencari aplikasi yang anda butuhkan.

Cara 2: Cara Install Aplikasi Android lewat PC.

Selain melalui Android Market, anda dapat menggunakan komputer anda untuk mengunduh game atau aplikasi lalu menginstallnya di handphone Android anda. Cara ini berguna untuk menginstall game atau aplikasi yang tidak tersedia di Android Market.

Berikut cara install aplikasi Android melalui computer:

  • Pertama: Cari file aplikasi atau game yang anda inginkan menggunakan komputer lalu unduh. Sebagai informasi, nama file aplikasi untuk handphone Android berakhiran atau berekstensi “.apk”
  • Kedua: Hubungkan ponsel ke komputer menggunakan kabel data lalu tranfer file APK dari komputer ke SD card. Bila tidak memiliki kabel data, gunakan card reader untuk mentransfer file APK dari komputer ke SD card. Anda dapat juga menggunakan Bluetooth untuk melakukan transfer file.
  • Ketiga: Masukkan SD card ke handphone atau lepaskan kabel data dari komputer > buka aplikasi file manager (My Files / “file Saya” / File Browser) di handphone Android > cari file APK yang tadi di transfer > klik pada file APK untuk melakukan instalasi

Apabila pada handphone Android anda tidak terdapat aplikasi file manager, anda dapat mengunduhnya terlebih dahulu dari Android Market. Salah satu aplikasi file manager yang terkenal adalah Astro File Manager. Untuk mencari aplikasi file manager menggunakan Android Market, anda hanya cukup mengetik kata kunci “file manager” pada kolom pencarian.

Sebagai catatan, aplikasi yang anda temukan diluar Android Market (di internet) tidak di pantau oleh Google, sehingga ada saja kemungkinan aplikasi atau game tersebut adalah virus. Oleh karena itu, kami sarankan anda untuk menginstall aplikasi Anti Virus terlebih dahulu.

Beberapa handphone Android versi lawas belum terinstall Android Market. Handphone yang belum memiliki Android Market biasanya masih bersistem operasi Android versi 1.5 (Cupcake). Bila pada handphone anda belum terinstall Android Market, anda dapat mencoba menggunakan cara diatas untuk install game Android pada handphone anda.

Cara 3: Cara Install Aplikasi Android dari PC melalui website https://market.android.com/

Cara berikut juga merupakan cara install aplikasi Android via PC, namun bedanya file .apk (aplikasi Android) tidak ditransfer dari PC ke handphone Android.

Catatan: Yang akan melakukan proses download aplikasi bukanlah komputer, namun tetap handphone Android.

Cara ini termasuk yang paling terbaru dan berikut cara install game Android atau aplikasi-nya:

  • Pertama: Pergi ke https://market.android.com/ menggunakan komputer anda, setelah itu sign in menggunakan akun Google yang sama yang anda gunakan pada ponsel Android anda.
  • Kedua: Pilih game atau aplikasi yang anda sukai
  • Ketiga: Klik “Install”. Setelah anda meng-klik install pada website, handphone Android anda akan melakukan download secara otomatis dan setelah selesai aplikasi akan langsung terinstall pada HP anda.

Apabila anda memiliki lebih dari satu handphone Android yang menggunakan akun Google yang sama, pada saat anda klik “install”,  website akan memberi pilihan untuk menginstall di HP yang mana.

Keuntungan mencari dan menginstall aplikasi Android via PC melalui website https://market.android.com/ lebih kepada kenyamanan, anda dapat melihat dan mencari aplikasi atau game pada layar computer yang jauh lebih lebar.

Selain itu apabila koneksi internet pada computer anda lebih baik dan cepat, anda dapat melihat contoh video dari aplikasi atau game melalui komputer (bila ada) dan juga anda tidak akan menghabiskan data internet (pulsa) pada handphone Android anda pada saat melakukan pencarian game atau aplikasi. Data atau pulsa akan dibebankan pada saat ponsel Android melakukan download setelah anda klik install pada website.

Kami tidak tahu apakah cara install game atau aplikasi melalui website market.android.com akan berfungsi pada handphone Android yang belum memiliki aplikasi Android Market, karena kami belum pernah mencobanya. Bila anda pernah mencobanya, sekiranya dapat diinformasikan kepada kami melalui form komentar dibawah.

Demikianlah cara install aplikasi Android, bila anda kurang jelas, ada pertanyaan, mau komentar, mau koreksi, mau protes atau sekedar mau tinggalin link blog / website kamu? Silahkan comment dibawah, jangan malu-malu :)

bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur

WiFi adalah salah satu fitur yang saat ini dirasa wajib harus ada di perangkat smartphone. Bukan hanya ponsel kelas atas saja yang sudah menerapkan WiFi, bahkan ponsel buat pemula pun sudah banyak yang menyediakan teknologi WiFi sebagai fitur bawaannya.

Termasuk Android, kebanyakaan atau katakanlah semua perangkat Android juga telah memiliki fitur WiFi. Selain sebagai fitur bawaan, WiFi juga punya turunan lagi bernama WiFi Hotspot. Apa fungsi WiFi Hotspot? Gampangnya, WiFi Hotspot berfungsi untuk membagi koneksi internet dengan perangkat lain (theterng) yang juga memiliki fitur WiFi.

WiFi hotspot merupakan salah satu fitur bawaan yang ada pada ponsel dengan OS Android 2.2 Froyo keatas (v2.3 Gingerbread). Bagaimana cara settingnya?

Nah, berikut langkah-langkah setting WiFi Hotspot pada Samsung Galaxy Mini (Android 2.2 Froyo):

1. Kita masuk ke menu Pengaturan / Setting.
2. Kita masuk ke menu Wireless dan Jaringan.

bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur

3. Masuk ke menu Mobile Network, kita aktifkan lebih dulu paket data / internet ( sesuai
dengan layanan yang kita pake dari Simcard
provider Telco )
4. Aktifkan / checkmark Layanan Paket datanya.

bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur

5. Pada peringatan pengunaan paket data akan ada konfirmasi seperti di bawah ini. Lalu pilih OK dan sekarang paket Data telah aktif.

bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur

6. Selanjutnya kita masuk ke menu Tethering & Portable HotSpot. Jika Android anda belum ada menu ini, anda bisa download dan
install aplikasi-nya dari sini : http://www.freewarelovers.com/android/app/wireless-tether

7. Lalu kita masuk ke menu Konfigurasi Mobile AP.

bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur

8. Selanjutnya kita lakukan setting WIFI System di Android kita ini sama seperti kalau kita melakukan setting Access Point pada umumnya.
Tentukan Nama SSID, Type Security / pengamanan dan Password, lalu pilih menu Simpan dan selanjutnya kita telah memiliki Mobile Access Point atau Portable HotSpot.

9. Pastikan tanda Checkmark atau Centang pada Mobile AP seperti gambar di bawah ini sebagai tanda bahwa Portable Hotspot kita telah aktif.

bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur

10. Keluar dari menu Pengaturan dan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.

bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur

11. Selanjutnya kita Scan Wifi yang ada di sekitar kita dan kita coba koneksikan Laptop kita ke Portable Hotspot yang telah kita buat tadi dengan nama AndroidAP-007

bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur

Selain berfungsi sebagai Access Point, Samsung Galaxy Mini GT-S5570 juga bisa difungsikan sebagai DHCP Server sehingga PC atau Laptop Client yang terkoneksi ke Access Point ini akan mendapatkan IP Address secara Otomatis. Tapi kita juga bisa setting manual IP Address-nya sesuai kebutuhan kita, IP Address AP sekagus berfungsi sebagai Gateway dan DNS Server adalah sebagai berikut :

IP Address Device : 192.168.43.1
IP Gateway : 192.168.43.1 IP
DNS Server : 192.168.43.1

Dengan menggunakan Samsung Galaxy Mini GT-S5570 ini kita sekarang tidak bersusah payah lagi harus menggunakan modem untuk koneksi internet. Handphone kita sudah bisa di posisikan sebagai Access Point Hotspot yang dikoneksikan dengan Laptop/Komputer kita.

Indonesia Kaya Akan Pemandangan Landscape

Anda mungkin sudah banyak mengetahui bahwa negeri kita ini kaya akan pemandangan yang amat sangat indah dan pantas untuk dieksploitasi sebagai sumber fotografi landscape yang tidak akan ada habisnya. Negeri kita, Indonesia terdiri dari ribuan pulau. Maka tak heran kalau negeri ini memiliki banyak pantai indah dengan corak beragam. Mulai dari pantai berpasir putih sampai berbatu karang yang menyeramkan. Selain keindahan pantai, keindahan daratan negeri kita pun tak kalah menarik dan beragam. Sebagian besar daratan Indonesia ditutupi pepohonan, bahkan di beberapa daerah masih berupa hutan lebat. Selebihnya, daratan negeri ini dihiasi ladang-ladang pertanian. Sungguh menakjubkan, bahkan banyak dari backpacker luar negeri sering mengambil foto-foto pemandangan Indonesia untuk kemudian mereka jual dengan harga yang cukup tinggi. Nah, kemana backpacker negeri kita sendiri?Banyak yang kurang menyadari kalau kita memiliki tambang emas panorama alam yang sangat indah. Tambang emas yang tidak akan pernah habis digali dan dijelajahi seumur hidup sekalipun. Baik pemandangan daratan/lanskap (landscape), pemandangan pantai dan laut (seascape), pemandangan gunung dan dataran tinggi (mountainscape), dan pemandangan bawah laut (un­derwater world). Contoh-contoh pemandangan ini bisa Anda lihat pada kartu pos bergambar pemandangan alam Indonesia yang bisa ditemui di toko-toko. Indah dan beragam sekali bukan? Selanjutnya, yang menjadi masalah, bagaimana keindahan dan kekayaan pemandangan tersebut dapat direkam ke dalam sebuah gambar yang menawan?

Menyatu dengan Alam

Foto pemandangan yang sesungguhnya, tidak dapat dibidik dari jendela mobil yang berjalan, seperti banyak dilakukan oleh wisatawan. Karena hasilnya, hanyalah foto bidikan turis, sebuah dokumentasi perjalanan. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada alam yang memiliki keindahan tersendiri. Kita harus terlibat dan berusaha merasakan suatu kesatuan di dalamnya. Tak cukup hanya memandangnya saja. Fotografer harus mengenal dan menyatu dengan subjeknya, yaitu pemandangan. la harus berada di sana, merasakan sejuknya angin pagi hari, dinginnya malam atau berkeringat disengat teriknya matahari.

Membidik pemandangan sama seperti menyusun suatu komposisi musik. Anda harus merasakannya. Anda harus menikmatinya. Jika Anda tidak merasa hidup bersamanya, Anda tetap menjadi orang asing. Tidak mampu menghayati semangat dan kehidupan alam. Anda bisa merekam gambar alam, tetapi mati. Anda tidak mampu menghadirkan rekaman alam yang memiliki semangat hidup (spirit of nature).

Unsur-unsur Foto Pemandangan

Sebuah pemandangan memiliki berberapa unsur penting seperti tanah (padang, gunung), air (laut, pantai, danau, aliran sungai), tumbuhan (pepohonan, rumput), dan langit (awan, cuaca). Setiap pemandangan memiliki unsur-unsur ini dalam susunan dan proporsi berbeda. Hal inilah yang memberikan ciri khas sebuah pemandangan.

Langit (dengan penampilan awan) memiliki peranan penting bagi keseluruhan gambar. Karena langit biasanya menempati ruang gambar secara dominan. Kecerahan langit serta bentuk dan irama awan akan memberikan kesan tersendiri. Sebuah pemandangan selalu memiliki ekspresi. Bagian penting yang memberikan ekspresi adalah bentuk dan susunan awan saat itu. Perubahan alam juga menjadi bagian ekspresi sebuah pemandangan. Gejala alam seperti mendung, hujan, matahari terbit atau terbenam, bulan purnama, dan cahaya utara dapat membentuk ekspresi berbeda bagi sebuah pemandangan. Sama seperti perubahan roman wajah manusia. Sudah menjadi kewajiban seorang fotografer, memilih apa yang akan ditampilkannya, yang menjadi isi fotonya. Hal ini biasanya lebih banyak bersifat subjektif. Tetapi, fotografer haruslah jujur terhadap naluri dan perasaan pribadinya. Menghormati pandangan asli, tanpa merusak atau menambahkan unsur asing. Apalagi menggunakan trik atau manipulasi berlebihan.

Pengaruh Utama: Cahaya

Ditinjau dari sisi fotografi, perbedaan besar yang kita temui dari tempat satu dengan tempat lainnya adalah keadaan cahaya. Sumber cahaya utama di alam, matahari, memiliki sifat yang sangat khusus. Berbagai hal menarik sering kita lihat. Baik itu penduduk (people), kesenian, atau panorama indah. Seringkali, kita tidak menyadari ada sesuatu yang besar di sana, yaitu cahaya.

Cahaya menerangi subjek. la memberikan pengaruh paling kuat. Sedemikian kuatnya, ia bisa mengubah segala-galanya. Bisa mendukung kita mendapatkan bentuk gambar yang luar biasa atau sebaliknya, merusak dan sangat mengganggu. Cahaya mempengaruhi seluruh pembentukan gambar. Bukan hanya pengukuran dan keputusan pencahayaan saja, tetapi bentuk, titik pandang, komposisi, rasa kedalaman, desain dan penampilan dimensi dipengaruhinya. Cahaya jugamempunyai andil besar dalam maknadan suasanayang tampil dalam gambar. Kondisi cahaya berbeda, akan menciptakan gambar dan makna sangat berbeda, walaupun objeknya sama.

Kemampuan (Skill)

Keterampilan seorang fotografer saat membidik pemandangan, tergantung kemampuan teknis (skill) dan pengalaman pengamatan (sense) pribadinya. Saat memotret pemandangan, kita akan mengalami kesulitan bila mengandalkan trik atau berbagai teknik manipulasi. Karena, pada foto pemandangan, kita dituntut mampu merekam subjek dengan kualitas gambar sebaik-baiknya. Ini berarti, fotografer harus mampu bekerja dengan teknik kerja, peralatan dan material yang dimilikinya secermat mungkin. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan ketelitian optimal. Setiap keteledoran, kelalaian atau ketidaktahuan akan langsung mempengaruhi pembentukan gambar.

Pencahayaan Optimal

Kemampuan utama yang harus dimiliki adalah memahami pencahayaan optimal terhadap subjek. Banyak fotografer mengabaikan hal ini. Padahal, kemampuan ini merupakan hal paling pokok dan penting dalam fotografi. Sebab, saat kita melakukan pencahayaan tersebut, kita merekam gambar. Bagaimanapun hasil gambar yang akan dibuat, ia akan sangat tergantung dari bagaimana kita mengatur dan memanfaatkan sumber pencahayaan secara optimal. Untuk mendapatkan hasil pencahayaan optimal, fotografer harus mengerti kondisi kecerahan yang dihadapinya. Kemudiaan, baru ia bisa mempertimbangkan bagaimana dia harus memutuskan pencahayaan akhir terhadap kameranya. Oleh karena itu, ia harus mahir menggunakan alat pengukur secara optimal untuk mengetahui kondisi kecerahan yang ada.

Di alam, kondisi cahaya berubah-ubah dan kondisi keseluruhan pemotretan sulit diprakirakan terlebih dahulu. Karenanya, seringkali fotografer menghadapi banyak kesulitan jika hanya mengandalkan satu alat pengukur atau satu metode pengukuran saja. Misalnya, pengukuran cahaya rata-rata (av­erage metering} melalui pengukur cahaya kamera. Sewaktu membidik foto pemandangan, penguasaan teknik-teknik pengukuran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki. Kondisi cahaya yang berbeda-beda terkadang juga harus dihadapi dengan teknik pengukuran berbeda. Misalnya, pengukuran cahaya rata-rata kamera hanya bisa bekerja cukup optimal pada kondisi kecerahan yang merata (misalnya cahaya depan). Jika terdapat perbedaan kecerahan dalam pandangan kamera, maka ketepatan hasil pengukurannya hampir pasti tidak bisa diandalkan, atau tidak bisa dipercaya lagi. Untuk hal ini, kita harus menanganinya dengan teknik pengukuran lain. Misalnya, pengukuran cahaya jatuh (incident light metering). Tetapi, pengukuran cahaya jatuh juga memiliki keterbatasan. Sebab, kita tidak bisa mengukur keseluruhan perbedaan kecerahan dari yang paling terang sampai pal­ing gelap atau kondisi cahaya khusus dimana terdapat perbedaan ekstrim antara area paling terang dengan yang paling gelap. Dalam keadaan ini, pengukuran cahaya titik (spot metering) lebih handal dipergunakan.

Masalah selanjutnya, menggunakan alat-alat pengukur tadi saat memotret bukanlah hal yang mudah. Banyak kondisi cahaya yang sering membingungkan kita, menentukan teknik pengukuran mana yang efektif. Dengan menggunakan teknik pengukuran berbeda pada suatu kondisi cahaya, kita bisa mendapatkan nilai pencahayaan yang berbeda. Atau mungkin juga, kita tetap mendapatkan nilai pencahayaan yang sama. Meskipun, kita berhadapan dengan berbagai kecerahan yang berbeda.

Hal ini memang tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat. Hasil pengukuran dan keputusan pencahayaan yang efektif hanya bisa diperoleh dari pangalaman kerja yang teliti. Pengalamanlah yang akan mengajarkannya kepada kita. Bagaimana bekerja efektif. Bagaimana menghadapi berbagai kondisi cahaya. Bahkan, kondisi yang kurang menguntungkan.

Kepekaan Artistik

Kemampuan lain yang harus dimiliki adalah kepekaan artistik (sense of art). Kemampuan ini juga harus diasah perlahan-lahan. Kepekaan artistik juga terbentuk dalam waktu yang cukup panjang. Melalui pengalaman, fotografer akan paham bagaimana caranya memilih dan menata berbagai bentuk (objek di alam) menjadi suatu gambar yang menawan. Bagaimana kita mengenal bentuk, ruang , dan penataannya menjadi sebuah gambar harus dipelajari juga secara bertahap. Dari hal yang paling mudah, komposisi yang kompleks, bahkan penampilan yang cenderung abstrak. Dasar untuk mendapatkan kepekaan artisik ini adalah pengamatan.

Kita harus melatihnya agar dapat melihat suatu subjek atau bentuk dari sudut pandangan yang paling menarik. Meskipun, subjek itu dalam keadaan biasa sehari-hari. Kemahiran dan kemajuan kita atas hal ini sangat tergantung diri kita masing-masing. Karena, pemilihan subjek dan pandangan terbaik terhadapnya tergantung keputusan pribadi. Kita sendiri yang melihat melalui kamera. Kita jugalah yang harus memutuskan apa yang harus ditangkap menjadi gambar. Disamping itu, hasil yang diperoleh juga tergantung pada peralatan dan sistem kerja kita sendiri. Kita bisa menggunakan karya orang lain sebagai referensi kerja. Walaupun begitu, gambar yang terbentuk pada kamera kita, sekali lagi adalah pilihan dan pertimbangan pribadi.

Sistem Kamera

Peralatan pokok memotret pemandangan adalah kamera DSLR (Digital Single-lens Reflex). Kamera ini dapat dikendalikan otomatis maupun secara secara manual. Untuk mendapatkan hasil foto yang memuaskan dan kreatif, semua proses kerja harus dilakukan secara manual. Artinya, kita mengendalikan tahap demi tahap pembentukan gambar yang diinginkan. Kamera yang dilengkapi pengukur cahaya titik akan banyak membantu. Dengannya, kita bisa mengukur perbedaan kecerahan pada beberapa area yang ada saat pemotretan. Sehingga, kita bisa mengetahui, apakah seluruh kecerahan yang ada bisa terekam dengan baik atau tidak. Jika memiliki pengukur genggam titik, maka alat ini akan sangat membantu kita menghadapi keadaan cahaya yang sulit dan membutuhkan ketelitian pengukuran. Misalnya, cahaya belakang (back­lighting).

Memilih Lensa

Pemilihan lensa tergantung pada apa yang akan ditampilkan dalam foto. Fotografer pemandangan biasanya hanya menggunakan satu atau dua lensa kesukaannya. Mereka biasanya memiliki cara pandang tertentu, baik bentuk, ruang dan kecerahan. Dengan demikian, mereka cenderung menggunakan lensa yang sama untuk berbagai macam gambarnya.

Sebenarnya tidak ada ada aturan khusus tentang penggunaan lensa untuk membidik pemandangan alam. Namun, umumnya fotografer lebih banyak menggunakan jenis lensa sudut lebar. Jenis lensa ini bisa menangkap pandangan lebih luas. Dampaknya, kebesaran serta keindahan alam akan lebih terasa. Jika kita ingin berkonsentrasi pada suatu bentuk atau detail tertentu, mungkin salah satu bagian dari bentangan alamnya atau gejolaknya, maka kita bisa menggunakan lensa panjang (telephoto lens). Ada juga fotografer pemandangan yang menggunakan lensa zoom telefoto 80-200 mm sebagai lensa favoritnya. Sewaktu memotret pemandangan, biasanya kita membutuhkan kedalaman ruang tajam yang lebih luas, atau kadang ingin menampilkan lebih banyak subjek dalam barisan atau susunan tertentu. Untuk keperluan seperti ini, kita bisa menggunakan lensa sudut lebar antara 15-28 mm. Dengan pandangan seluas kira-kira 70 – 110°, maka kita bisa menangkap susunan bentuk bentangan alam yang lebih lengkap. Alhasil, kita bisa memperoleh keindahan alam dalam perspektif lebih lengkap.

Lensa 35 mm atau 50 mm bisa juga digunakan, terutama untuk berkonsentrasi pada subjek tertentu atau memperoleh pandangan yang lebih terbatas dari pemandangan tersebut. Biasanya lensa yang sering dipakai adalah lensa sudut lebar 24 mm (super wide-angle lens) sebagai lensa utama. Melalui lensa ini, kita dapat memperoleh luas pandangan memadai, dan berkonsentrasi pada keindahan panorama secara menyeluruh. Membidik dengan lensa sudut lebar seperti ini, biasanya membutuhkan ketepatan penajaman (focusing). Karena, semua elemen-elemen gambar tampil dalam skala sangat kecil. Saking kecilnya, seringkali elemen tersebut tidak begitu jelas terlihat pada jendela bidik, apakah mereka telah mencapai penajaman yang optimal atau tidak. Lensa telefoto juga bisa memberi dampak lain terhadap pemandangan yang direkam. Melalui lensa ini, kita bisa membatasi pandangan dan berkonsentrasi pada subjek tertentu saja. Terutama pada hal-hal yang tampil unik.

Sebaiknya, kita membatasi jumlah lensa yang dibawa. Pilihlah lensa-lensa favorit yang akan digunakan saja. Membawa bermacam-macam lensa akan menjadi beban yang berat. Dan juga, akan banyak waktu terbuang untuk memperhatikan dan menjaga semua peralatan yang dibawa. Akibatnya, konsentrasi dan perhatian kita terhadap subjek menjadi berkurang.

Sistem Kamera Sedang & Besar

Jika kita ingin mendapatkan kualitas lebih baik lagi, kita bisa menggunakan sistem kamera format sedang (medium format camera). Kamera jenis ini memang didesain untuk memberikan kualitas rekaman gambar yang lebih baik lagi. Format filmnya mulai dari 6 x 4,5 cm sampai 6×12 cm. Lebih besar dari format film 35 mm (24 x 36 mm) yang digunakan pada kamera RLT. Dengan ukuran film yang lebih besar ini, maka lebih banyak detil dan gradasi warna yang mampu ditangkap. Hasilnya, gambar pun mampu tampil dengan detil dan nada warna yang lebih kaya.

Demi mendapatkan kualitas puncak (ultimate quality), mau tidak mau kita harus menggunakan kamera format besar (large format cam­era). Ukuran filmnya lebih besar dari medium format, 4×5 inci (9 x 12 cm) atau 8 x 10 inci (19 x 24 cm). Dengan ukuran film lebih besar, kemampuan pengendalian ketajaman dan pengaturan perspektif yang sempurna, maka kita bisa mendapatkan gambar dengan kualitas rekaman yang luar biasa. Setiap detil dapat direkam mendekati kesempurnaan pandangan mata kita. Sehingga, pemandangan tersebut seolah-olah pindah dan ada di hadapan kita. Banyak fotografer pemandangan yang menggunakan kamera format besar.

Tripod & Filter

Kaki tiga (tripod) merupakan salah satu perlengkapan yang perlu dibawa. Penyangga kamera ini sangat diperlukan saat memotret suasana matahari terbit atau terbenam, serta berbagai keadaan alam sekitarnya. Kondisi cahaya redup saat itu menuntut kita menggunakan kecepatan rana rendah, terutama mereka yang menggunakan lensa telefoto dengan bukaan diafragma terbatas.

Filter juga sering menjadi perlengkapan yang berguna untuk memotret pemandangan. Yang paling utama, filter polarizing, berfungsi untuk mengurangi berbagai refleksi cahaya yang tidak diinginkan. Sehingga, kita bisa memperoleh foto dengan warna-warna lebih jernih dan lebih jenuh. Seperti, memperbaiki tampilan langit menjadi lebih biru atau tampilan air yang lebih jernih di pantai. Filter lain yang juga berguna adalah filter gradasi (graduated fil­ters). Filter ini dapat menurunkan tingkat kecerahan langit, sehingga bisa direkam film secara baik. Hanya, kita harus berhati-hati memilih dan menggunakan gradasi warna. Supaya, tampilan gambar tidak menjadi aneh.

Warna atau Hitam Putih?

Anda menginginkan hasil foto yang berwarna atau hitam putih? Kita bisa menghasilkan apa saja. Hitam putih dapat menghantarkan karakter alam secara baik. Ini disebabkan, kekuatan tampilan bentuk dan gradasi nada hitam-putih tidak dipengaruhi oleh berbagai warna. Namun, untuk tampilan terbaik, kita harus memahami pemindahan berbagai warna menjadi gradasi hitam-putih lalu menyusunnya dengan serasi. Sebaiknya kita memang harus menggunakan hasil yang berwarna, dengannya kita mampu merekam warna-warna alam yang menarik. Umumnya penggunaan ISO 100 merupakan hal yang tepat, karena dengan ISO tersebut kita dapat memperoleh kecepatan rana yang tinggi, 1/60 detik bahkan bisa sampai 1/500 detik pada bukaan diagfragma f/5.6 dalam kecerahan cahaya matahari pagi atau sore.

Kesimpulan

Kita akan sulit mengharapkan foto pemandangan yang bagus hanya dengan mengandalkan kemampuan dasar memotret. Apalagi dengan menggunakan peralatan seadanya. Kondisi alam pun sulit diduga dan dimengerti. Ini berarti diperlukan kemampuan teknis, pengalaman cukup banyak, dan peralatan kerja memadai untuk menghadapi berbagai tantangan ini. Negeri kita ini kaya dengan pemandangan alam, tetapi menambangnya perlu usaha dan kerja keras. Jadi teruslah berkarya dengan segenap kemampuan dan peralatan teknis yang ada, jangan sia-siakan kekayaan alam di bumi Indonesia ini dan jadilah backpacker di negeri sendiri!

Sumber: http://goodigital.com/2011/02/landscape-photography-tips/

7. PAN

Jika Anda mengambil obyek bergerak dengan kecepatan yang rendah, gunakanlah teknik panning. Yang dimaksud dengan teknik ini adalah memberi kesan gerak pada obyek dengan mengikuti pergerakan obyek. Teknik ini mengakibatkan obyek seolah-olah diam/fokus dan latar belakang menjadi blur, sehingga menjadikan efek bergerak yang cukup dramatik. Teknik panning digunakan ketika Anda menginginkan kesan bergerak pada obyek tidak hilang.

8. Continuous Shots

Teknik ini berkaitan dengan teknik panning seperti disebutkan diatas. Untuk memperoleh gambar yang bagus dalam teknik panning, maka diperlukan continuous shots atau pengambilan gambar secara terus-menerus dengan menekan tombol shutter sehingga menghasilkan beberapa gambar yang sesuai dengan keinginan kita.

9. Bagaimana Mengambil Foto di Malam Hari

Pengambilan gambar di malam hari dapat menghasilkan obyek yang benar-benar luar biasa, tapi jika dilakukan dengan benar dan menguasai betul teknik pemotretan di malam hari. Kuasai betul teknik tersebut dan Anda akan menghasilkan gambar yang benar-benar di luar dugaan Anda.

10. Baca Buku Panduan

Jika kamera digital Anda memiliki modus operasi malam, pelajari dengan seksama untuk mendapatkan hasil terbaik melalui buku panduan yang disertakan di dalamnya.

11. Pegang Kamera dengan Mantap

Masalah yang biasa timbul bagi seorang fotografer adalah, hasil gambar yang blur/kabur. Untuk menghindari masalah ini adalah dengan memegang kamera dengan mantap, gunakan kedua tangan, siku beristirahat di dada Anda. Berusahalah untuk selalu tenang dan tidak tegang.

12. Matahari di Delakang Anda

Fotografi adalah berbicara mengenai cahaya, sehingga kita harus selalu memikirkan bagaimana obyek yang akan kita ambil dapat tercahayai dengan baik. Usahakan selalu mengambil obyek dalam posisi membelakangi matahari sehingga menghasilkan obyek yang tercahayai secara alami, dengan cahaya alami ini akan dapat memunculkan kesan warna secara natural dan kontras yang alami.

13. Tentukan Format Foto Anda

Anda dapat menentukan format foto yang ingin Anda ambil, apakah dengan format vertikal ataukah horizontal? Format vertikal menegaskan kesan ketinggian dalam gambar Anda, dan format horizontal cenderung untuk menghasilkan obyek yang bernuansa pegunungan.

14. Tambahkan Obyek

Foto lanskap dan oyek bebatuan merupakan obyek yang paling menyenangkan untuk diliput, tetapi seringkali membosankan untuk dilihat. Akan tampak lebih hidup jika dapat menambahkan obyek termasuk diri kita sendiri ke dalam gambar.

15. Pertimbangkan Berbagai Macam Gaya

Anda dapat mengambil gambar bagus, tetapi jika gambar tersebut diambil dengan gaya pemotretan yang sama tentu akan membosankan untuk dilihat bukan? Anda dapat menambahkan berbagai macam gaya,sertakan obyek pemandangan dan pemotretan orang, close up dan sudut lebar, cuaca yang baik dan cuaca buruk.

16. Tambahkan Kedalaman

Kedalaman adalah kualitas penting dari sebuah foto yang bagus. Anda tentu tidak ingin menghasilkan sebuah gambar yang datar-datar saja kan? Jika obyek Anda adalah gunung yang tampak jauh, tambahkan seseorang atau pohon di latar depan. Lensa wide angle dapat membantu Anda memperoleh perspektif ini.

17. Proporsional

Keindahan gambar sering kali kita peroleh jika kita dapat mengambil sebuah obyek sesuai dengan proporsinya.Ada sebuah teknik populer yang disebut Rule of Thirds. Anda dapat membagi frame menjadi tiga, secara horisontal dan vertikal. Sekarang tempatkan obyek Anda pada salah satu garis atau persimpangan. Menempatkan obyek dalam posisi centering akan membosankan. Gunakan Rule of untuk menambah variasi dan mendapatkan obyek yang terlihat lebih menarik.

18. Detail

Jangan terpaku menggunakan lensa wide untuk mendapatkan obyek agar dapat masuk semua ke dalam frame kita. Anda akan kehilangan perspektif yang bagus dalam hal detail. Sebaliknya gunakan lensa zoom untuk mendapatkan beberapa detail secara representatif dan mendapatkan gambar yang kuat.

Sumber: http://goodigital.com/2011/02/18-tips-untuk-memulai-belajar-fotografi-bag-2/

Mengambil foto yang baik tidak sesulit yang Anda pikirkan. Anda tidak perlu kamera yang paling mahal atau memiliki pengalaman yang banyak, hanya 18 tips sederhana berikut ini. Nikmati…!

1. Gunakan semua space atau ruang yang tersedia

Jangan takut untuk menggunakan semua ruang dalam foto Anda. Jika Anda ingin mengambil sesuatu gambar, tidak menjadi masalah untuk mengambil seluruh gambar tanpa atau sangat sedikit menunjukkan latar belakang. Jauhkan pemikiran itu dalam tindakan Anda untuk mengambil gambar.

2. Belajar

Ini adalah aspek penting untuk fotografi. Memahami bentuk dalam foto Anda. Jangan hanya  melihat suatu obyek, temukan bentuk dan sudut terbaik dari sebuah obyek, tempat belajar yang baik ada di sekitar kita dan yang terpenting adalah selalu belajar dari buku-buku fotography yang pernah ada sebagai bahan referensi Anda.

3. Motion In Your Photos

Jangan pernah bergerak jika Anda memotret obyek diam. Jika ada sesuatu yang bergerak saat Anda mencoba untuk memotret obyek alat tulis, foto Anda tidak akan berubah menjadi lebih baik, dan juga tidak akan pernah menempatkan garis horizon di tengah frame Anda.

4. Belajar Menggunakan Kontras Warna

Beberapa foto terbaik memiliki nuansa putih, abu-abu dan hitam. Anda dapat mengambil gambar yang hebat  hanya dengan satu warna pada obyek Anda, tetapi sebaiknya Anda mengambil sebuah gambar dengan kontras warna yang  jelas, dan ini dapat menjadikan Anda seorang fotografer yang besar.

5. Lebih Dekat Dengan Obyek Anda

Ini adalah salah satu kesalahan terbesar yang sering dibuat seorang fotografer, yaitu tidak mendapatkan jarak yang cukup dekat dengan sebuah obyek yang akan mereka ambil. Berusahalah untuk selalu menutup kesenjangan jarak. Anda dapat mengatur ulang kembali semua setingan dalam kamera Anda dan akan mendapatkan hasil yang terbaik, dan tidak harus selalu mem-blow up sebuah obyek dari jarak jauh.

6. Shutter Lag

Mengambil gambar bergerak seperti momen olah raga dengan kamera digital, akan menemui sebuah kesulitan yang biasanya disebabkan oleh apa yang disebut sebagai shutter lag atau jeda waktu untuk setiap pengambilan gambar. Artinya, jika Anda menekan tombol untuk mengambil sebuah gambar akan dapat memakan waktu kira-kira sampai satu detik sampai tombol rana menutup kembali. Pada saat itu, mungkin obyek sudah bergerak entah kemana atau sudah melakukan aksi yang lain, ini berarti Anda harus mengkompensasi shutter lag dengan memprediksi apa yang akan obyek Anda lakukan berikutnya. Dan Anda harus dapat mengambil foto sesaat sebelum obyek yang Anda bidik melakukan tindakan atau gerakan yang sudah Anda prediksi sebelumnya. Untuk kamera kelas profesional, Anda tidak akan menemui masalah seperti ini. (bersambung ke bag.2)

Sumber: http://goodigital.com/2011/02/18-tips/

Inilah pertarungan sengit antara dua kamera DSLR di kelas menengah untuk tahun ini. Nikon yang hadir dengan D7000 (penerus D90) melawan Canon yang mengandalkan EOS 60D (boleh dibilang penerus EOS 50D, walau dalam beberapa aspek penerus EOS 50D yang sesungguhnya adalah EOS 7D). Walau di awal saya sampaikan kalau keduanya sama bagusnya, tentu bedah fitur keduanya membuat kita penasaran kan? Yuk simak bagaimana duel raksasa kali ini.

Dilihat dari penampilan, D7000 tampak sedikit lebih kecil dibanding 60D. Perbedaan utamanya justru dari material bahan bodinya, dimana D7000 memakai magnesium alloy sedang 60D memakai polycarbonate resin (plastik). Suatu hal yang berkebalikan karena dulu D90 yang memakai plastik sedang 50D justru memakai magnesium. Keduanya memiliki desain yang mirip, terutama bagaimana penempatan mode dial dan layar LCD di bagian atas. Kamera Nikon kelas menengah memiliki tombol putar di bagian depan yang bisa diputar dengan jari telunjuk, sedang Canon selalu menempatkan tombol putar di dekat tombol shutter.

Lensa kit D7000 sedikit lebih pendek dibanding lensa kit 60D, sehingga pada perbandingan di atas 60D tampak lebih panjang. Dari gambar di atas nampak pula bahwa desain layar top LCD dari 60D tidak berbentuk persegi panjang, sementara untuk desain grip nampak D7000 lebih kecil dan sempit dibanding 60D. On-off di D7000 seperti biasa melingkari tombol shutter, sedang 60D kini menempatkan on-off di dekat mode dial di sebelah kiri.

Perbedaan utama yang nampak dari belakang adalah tata letak tombol. D7000 memiliki empat tombol yang berderet di sebelah kiri layar, sedang 60D dengan layar sistem lipatnya membuat tidak mungkin ada tombol apapun di sebelah kiri layar. Kendali putar di bagian belakang yang dioperasikan dengan jempol berbeda dalam desain, dimana 60D memakai sistem roda seperti layaknya DSLR Canon kelas profesional lainnya.

Sebelum membahas perbedaan fitur dan kinerja keduanya, ada baiknya melihat dulu ringkasan head-to-head dari D7000 dan 60D berikut ini :

Ditinjau dari sensornya, meski D7000 kalah dalam hal resolusi namun dalam kenyataan di lapangan perbedaan 16 MP dan 18 MP tidak signifikan (16 MP = 4928 x 3264 sedangkan 18 MP = 5184 x 3456). Kinerja burst keduanya juga relatif berimbang antara 5 hingga 6 fps yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Dari tabel di atas nampak keduanya juga berimbang dalam hal maksimum shutter speed dan flash sync, hanya sebagai catatan pada D7000 dengan FP mode nilai flash sync bisa dinaikkan ke 1/320 detik. Kemampuan ISO keduanya sama-sama maksimum di ISO 6400 (batas tertinggi untuk hasil foto yang masih layak) namun ISO keduanya bisa dipaksa melampaui angka tersebut dengan resiko gambar jadi jelek, sehingga rasanya ISO 12800 atau ISO 25600 semestinya tidak terlalu dibutuhkan.

Nikon D7000 di atas kertas lebih unggul soal auto fokus dan metering, dengan 39 titik AF (9 diantaranya cross type) dan 2016 piksel metering, plus 3D AF tracking yang akurat. Di lain pihak EOS 60D cuma memiliki 9 titik AF yang semuanya cross type (bahkan EOS 7D hanya punya 19 titik AF) sedang untuk metering 60D mengandalkan 63 area zona metering. Dalam dunia nyata, angka yang tinggi memang memungkinkan akurasi lebih baik, namun hasil sangat tergantung pada fotografer dan kondisi pemotretan.

Tampilan di layar LCD khususnya untuk menu sudah sangat lengkap dengan struktur menu khas Nikon untuk D7000 (list ke bawah) dan khas Canon untuk 60D (list ke kanan).

Menu D7000
Menu EOS 60D

Keunggulan utama Nikon D7000

Satu hal yang tak terbantahkan adalah kesan profesional yang dirasakan saat melihat dan memakai D7000. Bodi yang kokoh, dilindungi dengan weather seal, serta adanya dual memori slot menandakan kamera ini sanggup diandalkan oleh para profesional. Hal lainnya adalah adanya berbagai tombol dan kendali langsung yang disukai fotografer profesional.

Keunggulan utama Canon EOS 60D

Bila tujuan membeli DSLR adalah untuk dimaksimalkan dalam merekam video, maka 60D mengungguli D7000 dalam hal tersebut. Dengan layar LCD yang bisa dilipat dan diputar membuat merekam video (dan juga memotret dengan mode live-view) menjadi mudah dan nyaman. Belum lagi 60D memberi berbagai pilihan untuk resolusi video berikut frame rate-nya hingga maksimal 1920 x 1080 piksel dan 30fps. Keunggulan lain 60D terhadap D7000 adalah harga jualnya yang lumayan terpaut banyak, saat ini 60D kit dijual 11 juta sedang D7000 kit dijual 13 juta.

Kekurangan kecil Nikon D7000

Tidak ada gading yang tak retak. Beberapa hal kecil yang cukup disayangkan untuk kamera selengkap D7000 diantaranya adalah tidak ada histogram saat live view (bahkan semua kamera saku bisa melakukan ini) dan tidak menampilkan nilai ISO di viewfinder optik (sebaliknya, 60D bisa).

Kekurangan kecil Canon EOS 60D

Untuk kamera yang mewarisi semua fitur dari nama besar EOS ‘dua digit’ semestinya Canon tidak menghilangkan fitur micro AF adjust di 60D. Tanpa fitur ini, beberapa lensa yang mengalami front focus atau back focus tidak bisa dikalibrasi ulang (fitur ini ada di D7000).

Kesimpulan

Kedua kamera ini sama-sama mantap, bisa dimiliki sebagai kamera pertama anda maupun anda yang ingin upgrade (misalnya sudah punya Nikon D40/D60/D70/D80/D90/D3000/D5000 atau EOS 400D/450D/500D) namun anda yang punya 40D atau 50D lebih disarankan upgrade ke EOS 7D. Kualitas foto dan video yang dihasilkan keduanya tak perlu diragukan. Sensor keduanya sudah mampu dipakai untuk hasil cetak resolusi tinggi dan fitur videonya sudah mencukupi untuk membuat klip berkesan profesional. Kinerja keduanya juga cukup cepat, apalagi bila pemakainya bisa memaksimalkan tombol, kendali putar dan tuas yang terdapat di berbagai sisi kamera.

Nikon D7000 semestinya lebih akurat dalam urusan auto fokus dan metering, meski 60D tidak bisa dibilang kalah dalam aplikasi di lapangan. Pilihan lebih baik ditujukan dengan mengacu anggaran yang ada, rencana pemakaian kamera ke depan (lebih banyak outdoor atau hanya di studio), rencana pasangan lensa (bila membeli body-only) dan apakah anda perlu layar LCD lipat atau tidak.

Sumber: http://gaptek28.wordpress.com/2011/03/04/nikon-d7000-vs-canon-eos-60d/

Introduction

Nikon D7000 adalah kamera DSLR prosumer baru dengan sensor DXformat 16.2-megapixel. Highlights dari Nikon D7000 ini adalah termasuk kapasitas Video Full HD 1080p dengan full autofocus dan kontrol manual exposure, rentang ISO 100-25600 merupakan yang terluas dari setiap kamera Nikon DX, sistem Matrix Metering terbaru yaitu 3D 2016-pixel, mesin EXPEED 2 image – processing terbaru, 39-point Autofocus dengan sistem pelacakan 3D, 14-bit konversi analog ke digital, 6fps continous shooting, body yang anti debu dan kelembaban yang dibalut magnesium alloy, resolusi ketajaman layar yang mencapai 912k pada pada layar LCD 3 inch, serta slot memori yang dapat menampung 2 kartu sekaligus. Harga kamera ini sekarang sekitar Rp. 11.399.000 body only.

Ease of Use

Kehadiran Nikon D7000 dapat dikatakan berada diantara 2 kamera Nikon lainnya yaitu D90 dan D300s, bukan hanya dalam hal fitur dan fungsinya tetapi juga dalam hal bobotnya. Kamera ini lebih berat daripada D90 dan lebih ringan dari D300s. Pegangan tangan sebelah kanan mempunyai kemiripan dengan D300s yaitu sama-sama berlapis karet chunkier.

Lensa kit 18105mm f/3.5-5.6G ED VR terasa seimbang pada Nikon D7000, meskipun hanya memiliki mount dari plastik. Fasilitas VR (Vibration Reduction) yang disertakan pada lensa ini memiliki nilai keuntungan tersendiri, mengingat Nikon saat ini belum menawarkan fasilitas VR pada bodi kamera-kamera mereka. Lensa ini serbaguna karena rentang fokus yang dihasilkan cukup lebar yaitu antara 18-105mm, sehingga cocok untuk dipakai pada kondisi pemotretan landscape hingga zoom sekalipun.

Shutter release pada Nikon D7000 cukup tenang tanpa menimbulkan kebisingan berarti, dan telah melalui uji coba melampaui 150.000 siklus. Selain itu terdapat juga mode Quiet, yaitu ketika cermin diangkat cukup perlahan untuk mengurangi suara. Hal ini akan sedikit menambah shutter lag meskipun tidak terlalu signifikan. Dalam hal ini pihak Nikon tetap merekomendasikan penggunaan mode Quiet untuk pengambilan moment yang memang membutuhkan suasana yang sangat tenang (pengambilan gambar bayi dalam kondisi tidur) dimana problem shutter delay bukan merupakan masalah yang berarti.

Secara garis besar, keseluruhan fungsi kontrol yang terdapat pada kamera ini sangat mirip dengan pendahulunya yaitu D90. Dengan dua roda kontrol dan tombol khusus untuk mengendalikan sensivitas ISO, white balance, metering dan mode AF. Hanya tombol live view, movie dan lockable drive mode yang memang baru dan belum terdapat pada model D90. Selain itu tombol playback telah berpindah ke sebelah kiri jendela bidik. Peningkatan tampilan ini disesuaikan berdasarkan pengalaman yang telah ada dan telah diterapkan sebelumnya pada model D90.

Nikon D7000 menggunakan baterai ENEL15 baru, MH25 charger dan baterai grip MBD11, yang dapat meningkatkan kapasitas baterai tetapi tidak dapat mempercepat kinerja kamera dengan cara apapun. Kapasitas penyimpanan gambar cukup besar yaitu dengan 2 slot memory card SD / SDHC yang tersimpan dalam sebuah kompartemen yang terdapat di sebelah kanan bodi kamera. Hal ini memungkinkan Anda untuk menggunakan dua kartu secara bersamaan atau ketika kartu pertama penuh maka secara otomatis kartu ke dua akan menyimpan gambar Anda. Fasilitas dual slot memory ini memudahkan penggunaan ketika Anda hendak menyimpan model gambar RAW atau JPEG. Slot pertama dapat digunakan untuk menyimpan gambar berformat RAW dan slot kedua untuk JPEG. Hal ini juga jelas sangat memperluas kapasitas memori secara keseluruhan, dan sangat berguna ketika Anda mengambil banyak gambar dalam waktu singkat.

Nikon D7000 mengikuti model kamera DSLR umumnya, yaitu menempatkan mode dial diatas bagian kamera, yang memungkinkan Anda untuk memilih salah satu dari modus seperti Manual, Aperture Priority, Shutter Priority atau 19 mode scene yang berbeda. Tombol exposure compensation ditempatkan di sebelah tombol shutter release. Penggunannya cukup sederhana, tahan tombol ini dengan telunjuk kanan kemudian putar roda kontrol yang berada di belakang kamera dengan ibu jari Anda untuk menyesuaikan pengaturannya. Sedangkan tombol lain yang letaknya berdekatan dengan tombol ini adalah fungsi metering.

Nikon D7000 memiliki status LCD monokromatik hampir sama dengan D90, sebuah fitur prolevel yang target penggunaannya memang ditujukan bagi pengguna yang pro. Untuk sebagian besar kamera, penggunaan LCD di bagian belakang menampilkan semua menu yang terdapat di dalam kamera, tetapi untuk Nikon D7000 sebagian pengaturan kunci pada kamera ini dapat dilihat pada panel yang lebih kecil yang terletak di atas bodi kamera. Hal ini tentu menghemat pemakaian baterai.

Sensor CMOS 12 megapixel yang terdapat pada D90 telah digantikan oleh sebuah chip berukuran 16.2 megapixel (sensor yang sama seperti yang digunakan pada Sony A55). Sensor ini mampu menampilkan Live View mode, merekam video Full HD dan mengambil gambar 6fps hingga 100 gambar JPEG, terdapat peningkatan dari 4.5fps pada D90. Terdapat pula mode cleaning sensor yang dapat membersihkan partikel debu yang menempel pada sensor melalui getaran frekuensi tinggi. Anda dapat menentukan fasilitas ini melalui Menu setup, apakah Anda ingin proses pembersihan sensor berlangsung ketika shut down, start up atau opsi default kedua-duanya dijalankan. Sensor baru pada kamera ini dilengkapi dengan image processing EXPEED 2 dengan 14-bit A/D Conversion, sehingga dapat menghasilkan warna yang lebih kaya serta menghasilkan kinerja kamera secara lebih cepat.

Nikon D7000 memiliki tampilan LCD dengan resolusi 920.000 pixel dengan ukuran layar 3.0 inch. Layar tersebut bukan hanya berfungsi sebagai navigasi menu dan preview hasil foto saja, tetapi juga berfungsi untuk menampilkan status sekunder dan memberi fasilitas menampilkan sebagian menu bagi pemilik kamera DSLR entry-level yang tidak terbiasa untuk menggunakan fasilitas-fasilitas menu yang terpampang di layar LCD kamera mereka. Layar LCD ini juga dapat menampilkan menu live view baik untuk pengambilan gambar diam maupun video.

Perbedaan yang mendasar antara D90 dengan D7000 adalah cakupan bingkai, dengan cakupan yang hanya sebesar 96% pada D90 dan untuk D7000 dapat mengcover area bidik sebesar 100%. Sementara itu sistem auto focus juga telah ditingkatkan secara signifikan, dengan titik pusat secara permanen ditandai pada layar dan 39 titik fokus lainnya ditandai sebagai kotak-kotak merah. Terdapat pula 3 tanda peringatan, yang dapat mengingatkan Anda ketika Anda berada dalam mode pengambilan gambar hitam putih, baterai hampir habis atau Anda lupa menyisipkan kartu memori. D7000 memiliki 39 sensor auto focus, dimana 9 diantaranya adalah jenis cross. Sedangkan 30 titik fokus lainnya berasal dari berbagai variasi garis, sehingga akibatnya fokus hanya peka terhadap detail yang berada pada titik vertikal atau horisontal, bukan untuk keduanya. Tetapi hal ini bukan merupakan masalah yang berarti, pada prakteknya kamera masih tetap mampu mengunci fokus pada objek dengan mudah dimanapun titik fokus berada.  Perlu diketahui bahwa default area AF adalah ‘auto-area’ di sebagian besar scene mode dan exposure, termasuk juga untuk mode P, A, S dan M. Dalam mode ‘auto-area’. Anda dapat merubah titik fokus sesuai dengan keinginan Anda, apakah single point, dynamic atau 3D-tracking auto focus. Untuk single point akan memberikan kesempatan kepada Anda untuk dapat menentukan yang mana saja dari 39 titik fokus yang ingin Anda gunakan. Pada jendela bidik, akan terlihat kotak berwarna merah sebagai titik fokus Anda, untuk memilihnya dapat dilakukan dengan menekan tombol mode AF sambil menggerakkan pad empat arah, kecuali focus selector ada dalam posisi “L” (locked).

Jika Anda memilih dynamic AF, Anda juga dapat menentukan titik AF berdasarkan keinginan Anda. Tetapi kamera akan mencari titik fokus berdasarkan informasi dari sekitar titik fokus jika objek secara singkat bergerak meninggalkan titik fokus yang sudah kita tentukan tadi. Jadi intinya adalah dynamic focus merupakan suatu cara untuk dapat mengambil atau menentukan titik fokus dimana objek yang sudah ditentukan selalu dalam posisi bergerak. Anda akan dapat melihat bahwa titik fokus pada kamera akan selalu bergerak mengikuti objek. Mode ini biasanya dipakai untuk mengambil scene olahraga.

Untuk flash, kamera ini memiliki lampu kilat yang terpasang pada bodi (built-in) dengan Guide Number 12 pada ISO 100. Dalam modus otomatis, lampu kilat ini akan menyala jika kamera menganggap itu perlu. Tapi di sebagian besar exposure mode lainnya hal ini diserahkan sepenuhnya kepada fotografer, apakah akan menggunakan lampu kilat atau tidak. Lampu kilat yang terdapat dalam kamera ini dapat berfungsi sebagai sumber cahaya darurat (emergency light source) atau sebagai cahaya pengisi (fill in), tetapi dapat pula berfungsi sebagai cahaya utama (main light) terhadap 2 kelompok lampu kilat nirkabel (wireless flash units). Anda dapat men-setting built-in flash pada kamera ini menjadi master atau slave, atau Anda dapat juga memilih mode operasi TTL, Auto atau Manual. Lampu kilat eksternal yang compatible terhadap kamera ini adalah SB-900, SB-800, SB-700, SB-600 dan SB-400.

Seperti kebanyakan kamera DSLR terbaru dari Nikon dan juga produsen lain, D7000 juga menawarkan fasilitas Live View dari sensor utama. Fasilitas ini memudahkan kita untuk mengambil gambar dengan sudut yang cukup menyulitkan. Anda dapat melihat pada layar di belakang kamera sama dengan apa yang Anda lihat melalui jendela bidik, dan Anda dapat juga menghubungkan kamera melalui kabel HDMI untuk dapat dilihat pada panel LCD atau layar plasma. Terdapat sebuah persegi panjang berwarna merah yang terletak di tengah yang berfungsi sebagai fokus pada kamera. Anda dapat memindahkan kemana saja sesuai dengan fokus yang Anda inginkan.

D7000 memiliki dua mode fokus, yaitu AF Live View, AF-A dan AF-F. Keduanya menggunakan kontras untuk mendeteksi sebuah metode fokus, dengan menekan tombol rana setengahnya dan arahkan fokus ke objek untuk kemudian dapat menguncinya dengan AF-locking. Untuk mode AF-F (AF full time servo) dapat secara otomatis melacak objek terus menerus bahkan ketika objek tersebut bergerak. Mode AF-Live View bukan merupakan mode auto focus yang cepat, butuh sekitar 1 sampai 2 detik untuk mengunci fokus pada objek dengan kondisi pencahayaan yang bagus.

AF-area mode dapat dipilih berdasarkan: face-priority AF, wide-area AF, normal-area AF dan subject-tracking AF. Face-priority AF tidak memiliki masalah dalam menemukan dan melacak wajah manusia selama mereka menghadap ke arah kamera, dan sistem dapat mendeteksi hingga 35 wajah dan akan berusaha untuk tetap fokus pada objek yang paling dekat dengan kamera.

Live View pada Nikon D7000 dapat juga digunakan untuk mengambil gambar bergerak (movie). Setelah menggeser Lv switch ke kiri, kemudian secara opsional memberikan setting untuk aperture, shutter speed dan focus, Anda dapat dengan mudah mengambil video dengan menekan tombol Movie. Kamera dapat merekam secara full high-definition, wide screen video dalam resolusi 1920×1280 pixel, pada frame rate 24fps, berformat AVI dan menggunakan motion JPEG codec. Dengan menggunakan mode live view, contrast-detect AF juga dapat dilakukan selama pengambilan video berlangsung. Terdapat sedikit suara menderu ketika kamera melakukan fokus terhadap objek dan tetap terlihat terlalu lambat dalam mencari fokus untuk objek yang bergerak, dan biasanya banyak pengguna kamera ini beralih menggunakan mode fokus manual untuk mengantisipasi hal ini. Walaupun demikian, Nikon D7000 merupakan kamera DSLR pertama yang dapat melakukan fokus selama proses perekaman video berlangsung, meskipun tidak secepat kamera pesaingnya seperti Panasonic Lumic GH1/2.

Anda dapat mengatur aperture dan shutter speed dari kamera pada mode movie, meskipun kecepatan terendah yang dapat digunakan hanya 1/30 serta menambahkan exposure compensation dan AE-Lock. Suara yang dihasilkan dari built-in microphone masih bersifat mono dengan 3 tingkat sensivitas yang berbeda. Untuk dapat menghasilkan suara yang stereo dapat ditambahkan external microphone.

Ukuran maksimal sebuah video klip berkisar 2 gigabytes, mengingat setiap menitnya data yang tersimpan mencapai 100 megabytes yang berarti akan diperoleh sebuah video berdurasi sekitar 20 menit untuk kapasitas 2 gigabytes. Tetapi pihak Nikon menerapkan peraturan khusus yang berlaku di Uni Eropa, bahwa panjang maksimal clip hanya 5 menit untuk kualitas video yang high definition.

Nikon D7000 menawarkan beberapa software terintergrasi pada kamera yang berfungsi untuk meningkatkan hasil gambar yang sudah kita buat. Diantaranya adalah, post-capture D-lighting (berguna jika Anda lupa mengaktifkan Active D-Lighting sebelum mengambil gambar), red-eye correction, trimming, monochrome conversion, different filter effects, colour adjustments, image resizing, image overlay, in-camera RAW processing, quick auto retouching, straightening of crooked pictures, lens distortion correction, perspective control (reduction of keystoning, and new fish eye, miniature, colour outline and colour sketch effects. Fitur-fitur yang terdapat dalam kamera ini sangat membantu kita dalam proses pengolahan gambar, dan mungkin akan mengurangi waktu Anda untuk retouching di depan komputer dengan menggunakan software pengolah gambar yang biasa Anda gunakan.

Konektivitas yang digunakan pada kamera ini adalah USB/Video Out dan HDMI (High Definition Multimedia Interface) mini port, serta aksesori tambahan untuk mikrofon eksternal.

Conclusion

Nikon D7000 hadir mengadopsi keberhasilan D90 sebagai kamera entry level dan D300s sebagai kamera semi pro yang tentunya memiliki kelebihan yang berada di atas keduanya. Bahkan kehadiran Nikon D7000 mampu menarik hati para pecinta D300s sebagai alternatif kamera pengganti bagi mereka. Dengan sensor 16.2 megapixel merupakan kelebihan tersendiri bagi kamera ini, didukung dengan kualitas gambar yang sempurna di rentang ISO 100 – 6400 yang tanpa noise, bahkan untuk settingan ISO up to 6400, 12.800 dan 25.600 hasil yang diperoleh masih sanggup untuk dicetak meskipun untuk ukuran yang relatif lebih kecil.

Exposure, colour dan white balance semuanya dapat diandalkan, dan pilihan format gambar RAW dapat memberikan keleluasaan bagi Anda untuk bermain dengan tone warna yang baik. Mungkin satu kekurangan kecil, yaitu tidak disertakannya kontrol terhadap pengurangan noise pada kamera tetapi tetap disediakan dalam paket pembelian yaitu ViewNX 2 RAW.

Untuk fasilitas video juga sangat baik, dengan dukungan format video Full HD 1080p pada 24fps ditambah kemampuan untuk fokus secara otomatis selama proses perekaman video. Hanya saja kekurangan dalam hal ini adalah sistem AF masih berjalan lambat apalagi jika mengambil objek yang bergerak cepat. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari proses perekaman video, memang disarankan untuk pengambilan fokus secara manual.

Dengan berbagai macam fasilitas serta kelebihan yang terdapat dalam kamera ini, akan terasa sangat sulit untuk memilih antara Nikon D7000 dengan saingan utamanya yaitu Canon EOS 60D. Mode full-time AF selama perekaman video pada Nikon D7000 tidak sungguh-sungguh menciptakan perbedaan kelas dan bukan merupakan sebuah kekurangan terhadap Canon 60D yang memiliki vari-angle LCD screen. Tetapi dalam hal ini berarti Nikon D7000 memiliki sedikit kelebihan pada kualitas gambar yang bersih meskipun diambil pada ISO yang tinggi, sistem AF yang lebih halus, lebih cepat untuk proses burst shooting dan tentunya bodi kamera yang terbuat dari magnesium yang lebih tahan lama. Untuk pemilik kamera Nikon D90, memiliki kamera Nikon D7000 adalah merupakan upgrade dari kamera lama Anda dan salah satu alternatif sebelum Anda beralih untuk membeli Nikon D300s. Selamat mencoba dan merasakan hasil karya Anda yang fantastis!

Specifications

  • Lens Mount

Nikon F bayonet mount

  • Picture Angle

Effective picture angle 1.5x (Approx.) conversion factor (Nikon DX format)

  • Effective Pixels

16.2 million

  • Sensor Size

23.6 x 15.6mm

  • Image Sensor Format

DX

  • Image Sensor Type

CMOS

  • Total Pixels

16.9 million

  • Dust-Off Reference Photo

Yes

  • Image Area (pixels)

DX-format
(L) 4928 x 3264
(M) 3696 x 2448
(S) 2464 x 1632

  • File Format

NEF (RAW): lossless compressed or compressed 12 or 14 bit
JPEG: JPEG-baseline-compliant; can be selected from Size Priority and Optimal Quality
MOV

  • Picture Control

Landscape
Monochrome
Neutral
Nine User-customizable Settings
Portrait
Standard
Vivid

  • Storage Media

SD
SDHC
SDXC

  • Card Slot

2 Secure Digital (SD)

  • File System

Compliant with DCF (Design Rule for Camera File System) 2.0
DPOF (Digital Print Order Format)
EXIF 2.3 (Exchangeable Image File Format for Digital Still Cameras

  • Viewfinder

Eye-level pentaprism single-lens reflex viewfinder

  • Viewfinder Frame Coverage

100%Approx.

  • Viewfinder Magnification

0.95x Approx.

  • Viewfinder Eyepoint

19.5mm

  • Viewfinder Diopter Adjustment

-3 to +1m⁻¹

  • Focusing Screen

Type B BriteView Clear Matte Mark II with AF area brackets (grid lines can be displayed)

  • Reflex Mirror

Quick-return type

  • Depth-of-field Control

Yes

  • Lens Compatibility at a Glance***

AF-S or AF lenses fully compatible
Metering with AI lenses

  • Compatible Lenses

Type G or D AF NIKKOR: All functions supported
IX Nikkor lenses cannot be used
DX AF NIKKOR: All functions possible
AF-NIKKOR for F3AF not supported
AI-P NIKKOR: All functions supported except 3D color matrix metering II
PC Micro-NIKKOR does not support some functions
Non-CPU: Can be used in modes A and M; color matrix metering and aperture value display supported if user provides lens data (AI lenses only)
Electronic rangefinder can be used if maximum aperture is f/5.6 or faster
Other AF NIKKOR: All functions supported except 3D color matrix metering II

  • Shutter type

Electronically controlled vertical-travel focal-plane

  • Fastest Shutter Speed

1/8000 sec. in steps of 1/3
1/2
1 EV

  • Slowest Shutter Speed

30 sec. in steps of 1/3
1/2
1 EV

  • Flash Sync Speed

Up to 1/250 sec.
Synchronizes with shutter at 1/320s or slower (flash range drops at speeds between 1/250 and 1/320s)

  • Bulb Shutter Setting

Yes

  • Shutter Release Modes

Single-frame [S] mode
Continuous low-speed [CL] mode; 1-5 frames per second
Continuous high-speed [CH] mode; 6 frames per second
Live View [LV] mode
Self-timer mode

  • Continuous Shooting Options

DX-format
CH: Up to 6 frames per second
CL: Up to 5 frames per second

  • Top Continuous Shooting Speed at full resolution

6 frames per second
(CIPA guidelines)

  • Self-timer

2, 5, 10, 20 sec. Timer duration electronically controlled

  • Exposure Metering System

TTL exposure metering using 2,016-pixel RGB sensor

  • Metering Range

0 to 20 EV (Matrix or center-weighted metering at ISO 100 equivalent, f/1.4 lens, at 20°C/68°F)
2 to 20 EV (Spot metering at ISO 100 equivalent, f/1.4 lens at 20°C/68°F)

  • Exposure Meter Coupling

CPU
AI

  • Exposure Modes

Programmed Auto with flexible Program (P)
Shutter-Priority Auto (S)
Aperture-Priority Auto (A)
Manual (M)
Auto
Auto (flash off)
Advanced Scene Modes
U1 (user setting 1)
U2 (user setting 2)

  • Advanced Scene Modes

Portrait
Landscape
Close-up
Sports
Night Portrait
Night Landscape
Party / Indoor
Beach / Snow
Child
Sunset
Dusk / Dawn
Pet Portrait
Candlelight
Blossom
Autumn Colors
Food
Silhouette
High Key
Low Key

  • Exposure Compensation

±5 EV in increments of 1/3 or 1/2 EV

  • Exposure Bracketing

2 to 3 frames in steps of 1/3, 1/2, 2/3, 1 or 2 EV

  • Exposure Lock

Yes

  • Mirror Lock Up

Yes

  • ISO Sensitivity

ISO 100 – 6400
Hi-1 (ISO 12,800)
Hi-2 (ISO 25,600)

  • Lowest Standard ISO Sensitivity

100 in steps of 1/3
1/2
1 EV

  • Highest Standard ISO Sensitivity

6400 in steps of 1/3
1/2
1 EV

  • Highest Expanded ISO Sensitivity

HI-2 (ISO 25,600 equivalent)

  • Expanded ISO Sensitivity Options

Hi-1 (ISO-12,800 equivalent) in 1/3, 1/2 or 1 EV
Hi-2 (ISO 25600 equivalent)

  • Long Exposure Noise Reduction

Yes

  • High ISO Noise Reduction

Low
Normal
High
Off

  • D-Lighting Bracketing

2 or 3 exposures

  • Single-point AF Mode

Yes

  • Dynamic AF Mode

Number of AF points: 9, 21, 39 and 39 (3D-tracking)

  • Auto-area AF Mode

Yes

  • Autofocus System

Nikon Multi-CAM 4800DX autofocus sensor module with TTL phase detection
Finetuning
39 focus points (including 9 cross-type sensors)
AF-assist illuminator (range approx. 1 ft. 8in.-9 ft. 10 in.)

  • Focus Lock

AE-L/AF-L button
Half press of shutter-release button (single-point AF in AF-S)

  • Focus Modes

Single-servo AF (AF-S)
Continuous-servo (AF-C)
Auto AF-S/AF-C selection (AF-A)
Full-time Servo (AF-A) available in Live View only
Face-Priority AF
Wide area
Normal area

  • Maximum Autofocus Areas/Points

39

  • Autofocus Sensitivity

-1 to +19 EV (ISO 100, 20°C/68°F)

  • Built-in Flash

Yes

  • Flash Bracketing

2 to 3 frames in steps of 1/3, 1/2, 2/3, 1 or 2 EV

  • Built-in Flash Distance

39 (ISO 100) ft.

  • Top FP High Speed Sync

Up to 1/8000

  • Flash Control

i-TTL Balanced fill-flash, standard i-TTL flash for digital SLR

  • Flash Sync Modes

Front-curtain sync (normal)
Slow sync
Rear-curtain sync
Red-eye reduction
Red-eye reduction with slow sync

  • Flash Compensation

-3 to +1 EV in increments of 1/3 or 1/2 EV

  • Accessory Shoe

Yes

  • Nikon Creative Lighting System (CLS)

CLS Supported
Built-in flash Commander Mode

  • White Balance

Auto (2 types)
Incandescent
Fluorescent (7 types)
Direct Sunlight
Flash
Cloudy
Shade
Preset manual (up to 5 values can be stored)
Auto (TTL white balance with 2,016-pixel RGB sensor)
Fine Tune by Kelvin color temperature setting (2,500 K to 10,000K)
Seven manual modes with fine-tuning

  • White Balance Bracketing

2 or 3 exposures

  • Live View Shooting

Yes

  • Movie

Movie with sound
HD 1,920×1,080 / 24 fps
HD 1,280×720 / 24 fps
HD 1,280×720 / 30 fps
VGA 640×424 / 30 fps

  • Movie Audio

Built-in microphone, monaural
Optional external stereo mini-pin jack (3.5mm diameter)
Microphone sensitivity can be adjusted

  • Monitor Size

3.0 in. diagonal

  • Monitor Resolution

921,000 Dots

  • Monitor Type

Super Density
Wide Viewing Angle TFT-LCD

  • Monitor Angle of View

170-degree wide-viewing angle

  • Monitor Adjustments

Brightness, 7 levels

  • Virtual Horizon Camera Indicator

Yes

  • Playback Functions

Full frame
Calendar
Thumbnail (4, 9 or 72 segments)
Zoom
Movie Playback
Slideshow
Histogram display
Auto image rotation
Shooting data
Highlight point display
Sound playback

  • In-Camera Image Editing

Trim
D-Lighting
Color Balance
Image Overlay
Side-by-Side Comparison
Filter Effects
Distortion Control
Monochrome
NEF (RAW) Processing
Quick retouch
Straighten
Fisheye
Red-eye Correction
Perspective Control
Color Outline
Resize
Edit Movie
Miniature Effect

  • Image Comment

Yes

  • Interface

Hi-speed USB
NTSC
PAL
HDMI
Stereo Microphone Input
Audio/Video out

  • WiFi Functionality

Eye-Fi Compatible
FTP file transfer available and PTP/IP with optional WT-4A (IEEE 802.11 a/b/g)

  • GPS

GP-1 GPS unit

  • Save/Load Camera settings

Yes

  • My Menu

Yes with customization

  • Recent Settings

Yes

  • Supported Languages

Arabic
Chinese (Simplified and Traditional)
Danish
Dutch
English
Spanish
Finnish
French
Italian
German
Indonesian
Japanese
Korean
Polish
Portuguese
Russian
Swedish
Czech
Norweigan
Thai
Turkish

  • Date, Time and Daylight Savings Time Settings

Yes

  • World Time Setting

Yes

  • Battery

Rechargeable

  • Battery / Batteries

EN-EL15 Lithium-ion Battery

  • Battery Life (shots per charge)

1,050 shots (CIPA)

  • AC Adapter

EH-5a AC Adapter

  • Battery Charger

MH-25 Quick Charger

  • Tripod Socket

1/4 inch 20

  • Approx. Dimensions

Width 5.2 in. (132mm)
Height 4.1 in. (103mm)
Depth 3.0 in. (77mm)

  • Approx. Weight

24.3 oz. (690g)
camera body only

  • Supplied Software

ViewNX 2 CD-ROM

  • Optional Accessories

MB-D11Multi-Power Battery Pack
EH-5A AC Adapter (requires EP-5B Power Supply Connector)
CF-DC-3 Semi-soft Case
MC-DC2 Wired Remote Release
GP-1 GPS Adapter
ML-L3 Remote Controller
DK-21M Magnifying Eyepiece
DK-21C Correction Eyepieces
Camera Control Pro 2
Capture NX 2 Software

  • Supplied Accessories
  • EN-EL15 Rechargeable Li-ion Battery
  • MH-25 QuickCharger
  • DK-5 Eyepiece Cap
  • DK-21 Rubber Eyecup
  • UC-E4 USB Cable
  • EG-D2 Audio Video Cable
  • AN-DC1 Camera Strap
  • BM-11 LCD Monitor Cover
  • BF-1B Body Cap
  • BS-1 Accessory Shoe Cover
  • ViewNX 2 CD-ROM

Sumber: http://goodigital.com/2011/02/nikon-d7000-review/