Perpanjang SIM… Masih ga gampang lho.

Hari ini gw mempersiapkan diri untuk memperpanjang SIM. Dari pagi udah mandi, dandan (seadanya), nyiapin dokumen-dokumen yang diperlukan, yaitu: KTP asli dan fotocopy, SIM dan fotocopy, Map biru untuk SIM C dan map berwarna hijau untuk SIM A. Tibalah gw di POLRES. Ada sedikit percakapan sama tukang parkir. “Mau ke Polres ya?”. Gw saut “iya, mau perpanjang SIM. Dia merespon “udah tutup dari setengah delapan. Tadi juga banyak yang pulang lagi”. Gw: waduh, ini baru setengah delapan padahal. Yaudah deh, coba masuk ke dalam dulu.” Tibanya di dalam memang sudah banyak orang yang sudah duduk nunggu giliran dipanggil. Dan juga tidak sedikit yang baru datang berharap mengantri. Sebelum gw kembali, gw tanya salahsatu bapak-bapak yg sedang duduk mengantri dipanggil. Dia bilang datang jam setengah tujuh pagi karena dia kemaren juga kehabisan antrian yang mana cuma ada 100. Kita juga membahas SIM keliling yang sayangnya sekarang sudah tidak operasional untuk kabupaten Bogor. Akhirnya gw memutuskan untuk cek kesehatan dulu. Tesnya gampang bgt.. cuma tes buta warna sama tes baca abjad, ga sampe dua menit. Sesi ini merogoh kocek 30 ribu. Mau ga mau besok pagi buta gw harus antri untuk dapetin perpanjangan SIM ini.

Antusiasme warga perihal perpanjangan SIM harusnya diapresiasi dan di support oleh pihak berwenang. Semoga ke depannya pihak berwenang lebih concern untuk masalah ini.

Kebun Raya Bogor

Gw orang Bogor, tapi yang namanya ke tempat-tempat wisata sekitar jarang banget. Biasa lah… Coba deh rumah lo dimana? Gw juga yakin lo jarang bahkan belum pernah ke tempat-tempat menarik di sekitar lo. Ya kan? ya kan? ngaku! ya kan? #maksa. Nah kali ini gw akan share beberapa foto yang mana ceritanya tiba-tiba temen gw di suatu pagi, Sabtu, nelpon mau ke CFD Bogor. Dan katanya udah di jalan. dan gw langsung OK-in karena beberapa hal.

Cekidot..

 

 

Barang belum sampai, nomor resi palsu. Complain cepetan!

Menjamurnya bisnis Market Place di Indonesia tidak terbendung lagi. Banyak sekali pilihan masyarakat untuk berbelanja lewat media online. Ada Bukalapak, Tokopedia, Lazada, blibli, jd.id, Mataharimall dan lain-lain. Masyarakat dimudahkan, dimanjakan, diuntungkan dengan sistem ini. Tapi apakah kalian sudah tahu konsekuensi resiko, celah keamanan dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika pesanan kamu belum sampai juga. Pada kali ini gw akan bahas contoh apa yang terjadi sama gw dan pesanan gw yang sampai detik ini belum sampai setelah melakukan order di Tok*ped*a dengan nama oknum seller Baskami Sport+ Fashion

Kronologis:

baskami profile

Sekilas profilenya baik, reputasi, produk yang sudah terjual bahkan difavoritkan. Baik, dengan profile seperti itu tidak ada keraguan saya memesan order dari seller tersebut. Gw order insole sepatu.

 

iklan insole

Produk yang dipesan

 

Gw pun melalukan konfirmasi ketersediaan barang, ukuran, dan warna, seperti chat di bawah ini:

chat 1

Konfirmasi pesanan

 

chat 2

masih konfirmasi pesanan

 

chat 3

Order, 23 Desember 2017

 

chat 4

Seller : “Segera kita proses”. Ndasmu!

 

chat 6

Sama sekali tak berbalas

23 Desember 2017 – 3 Januari 2018, sama sekali belum ada respon.

no resi palsu

Seller memasukkan no resi palsu, yang entah ke siapa barang tersebut di kirim. Alamatnya ke Purwakarta. Kalo niatnya baik pasti ngga akan melakukan ini. Yaudah dari sini niatnya kelihatan.

terima order

Complain yang sama

Ternyata ga cuma gw aja yang kena jebakan (text kolom atas), dan br*ngseknya toko ini masih terima order di masa fase aksi tipu-tipunya.

Setelah ada komentar di kolom diskusi dari salahsatu korban yang sama, oknum penjual ini megedit lapak ini dengan status “stok produk kosong”. Entah dimana otaknya, kalo kosong kok beberapa menit yang lalu masih terima order.

stock kosong

Stok produk kosong (?)

Jelas sudah, seller tidak punya niat baik. Transaksi gw sih ga seberapa nominalnya, hanya saja menurut gw ini meresahkan masyarakat yang sudah kadung percaya sama seller atau sistem Market place itu sendiri. Emang susah cari uang halal jaman now, tapi semua ada etikanya.

Analisa gw tanpa bermaksud suudzon, modusnya adalah :

bilang order ada -> konsumen order -> kirim resi palsu -> chat ga dibales -> barang diterima ga tau ke siapa > terima duit dari sistem Market place.

 

Solusi:

Gw coba cari-cari di gugel mengenai cara complain di T*k*ped*a. Pertama masuk ke menu Pusat resolusi, Pilih barang pesanan yang di complain, deskripsi kronologisnya apa, alasan complainnya apa, dan upload bukti-bukti yang kamu punya. Setelah itu kita menunggu respon penjual. Berhubung penjualnya kita tahu tidak beritikad baik. Jadi gw harus menunggu 3×24 jam agar solusi dari T*k*ped*a

pusat resolusi

Pusat Resolusi

 

aturan tokped

Aturan dari Marketplace.

Waktu yang diberikan t*k*ped*a sudah habis. Kemudian muncul “tombol bantuan” di sebelah kiri tombol “batalkan complain”. Yang Mana tombol tersebut sudah saya klik. Dan muncul text chat dari tokped seperti gambar di bawah ini.

“Bantuan admin”

 

Barusan gw dapet email dr tokped.

Konfirmasi pihak Market place

 

Dannnn……

Akhirnya tepat pada jam 13.00 (yang dijanjikan) uang gw pun kembali sejmlah yang tertera di invoice alias FULL. Saya apresiasi pihak market placenya 🙂

refund

Refund

 

CASE CLOSED

Dengan dikembalikannya uang gw, maka selesai juga permasalahan ini. 23 Desember 2017 – 7 Januari 2017. Kesimpulannya pihak market place dapat membantu, meskipun terbilang cukup lama buat gw pribadi. Yaitu 3×24 jam untuk menunggu konfirmasi penjual. Dan 1×24 jam untuk waktu analisa pihak marketplace. Ini sebenernya bukannya gw getol mau uang gw balik, tapi mau tau aja segimana secure transaksi lewat online dan ini pengalaman pertama kali gw si penjual ga bales chat sama sekali setelah order, masukin nomor resi palsu.

Bagi teman2 yang punya pengalaman yang sama bisa tulis dan berbagi pengalamannya di sini.