sEcretno
it's all about …Ia tersenyum melihatku
Pertemuan pertamaku dengannya yaitu di pagi hari. Saat itu aku tidak memiliki perasaan apapun padanya. Aku juga tak merasakan getaran apapun padanya. Getaran saat pertama apakah itu penting ? apakah itu merupakan sinyal jodoh ? aku tidak mempercayainya. Apa yang dikatakan orang – orang itu tentang love at the first sight menurutku semuanya adalah dusta. Itu semua hanya omong kosong.
Mana mungkin saat baru kali pertama bertemu kita langsung jatuh cinta ? Langsung berkesan padahal belum tahu sama sekali orangnya seperti apa ? Baik atau tidak ? Dan yang terpenting dia tulus atau tidak ? Makanya mana bisa aku langsung jatuh cinta tanpa pernah mengenal lebih jauh karakter orang tersebut ? Aku lebih menyukai falsafah orang jawa witing tresno jalaran soko kulino. Artinya cinta itu datang setelah perkenalan yang intens dan pertemuan setiap hari. Begitu mengenalnya lebih jauh, baru aku mulai menyadarinya dan merasakan sesuatu tentangnya. Jadi cinta itu tidak timbul sekonyong – konyong dan muncul tiba – tiba begitu saja. Tapi melalui proses perkenalan dan pertemuan yang Allah SWT berikan. Kira – kira begitulah..
Tahukah kamu ada yang pernah mengatakan wajah kita mirip ? Iya, katanya wajah kita ini mirip. Bagaimana menurutmu apakah kamu setuju ? Apakah benar wajah kita mirip ?
Aahhh bukankah kalau mirip itu pertanda jodoh ? Orang yang berjodoh, mukanya memang mirip. Karena tulang rusuknya akhirnya saling bertemu bukan ?
Jujur aku belum pernah dibilang mirip dengan seseorang. Seingatku, ini kali pertama, ada yang mengatakan kalau aku mirip dengan seseorang. Apalagi seseorangnya itu adalah laki – laki. Terlebih laki – laki itu adalah kamu, kamu yang wajahnya basah oleh air wudhu !
I love him, belajar tenis meja
Makin lama aku semakin mencintainya. Ternyata benar adanya dengan “menyatu” kami yang tadinya sendiri- sendiri jadi tim yang kompak. Kami mencoba melebur diri kami masing – masing. Kami belajar banyak hal bersama. Hidup berdua dengan perkenalan secara intens hanya 4 bulan sebelum menikah, tentu membuat kami berdua harus ekstra adaptasi. Awalnya tidak mudah, aku yang sering ngambek pasti kadang membuatnya kesal. Semua kami coba jalani dengan kesungguhan sembari terus menerus belajar membangun keluarga kecil kami. Banyak hal yang bisa kami lakukan berdua. Mulai dari mengerjakan pekerjaan bersama. Aa memang tak segan – segan membantuku mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan menyetrika. Kadang kami mengaji bersama, dengan aa sebagai pembicaranya. Setiap minggu pagi kami selalu jalan santai, naik motor sih heheh, sambil mencari sarapan. Weekendpun kalau ada dana lebih kami sering jalan – jalan naik motor sambil lihat – lihat perumahan yang sedang dibangun. Foto diatas hanyalah salah satu dari banyak foto yang telah kami lewati bersama. Tentu tidak melulu senang, ada sedihnya juga. Tapi yang sedih jangan ditulis disini yah hehehe. Olahraga favorit kami berdua berbeda. Aku suka berenang dan bulutangkis sedangkan aa suka tenis meja. Aa sama sekali tidak bisa berenang dan kurang menyukai bulutangkis, sedangkan aku juga belum pernah sekalipun main tenis meja. Apakah perbedaan ini menjadi kendala ? Tentu tidak dong, heheheh. Lihat saja foto diatas aa malah mengajariku main tenis meja… menyenangkan bukan ? 😀
Perpisahan kelas 6
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Sekarang sudah perpisahan kelas 6. Murid2 waktu Kelas 3 dulunitu kini sudah akan lulus sd. Akan segera meninggalkan sekolah, untuk melanjutkan mimpi2nya. 4 tahun yang lalu aku mengajarkan mereka. Tentu banyak kenangan indah terukir. Aku kembali membuka kenangan waktu mereka kelas 3 dulu. Kebetulan kelas kami adalah Satu2nya kelas yang punya buku kenangan sebelum kelas 6, buku kenangan yang dibuat oleh bunda tama karena tama akan pindah ke malang. Ahhh anak2ku sekarang engkau sudah besar. Kenangan tentangmu hanya bisa terekam dalam memoriku serta kutuliskan disini. Mereka adalah …
1. Wira. Jago banget main bola. Sampai dagunya jatuh dilapangan sehingga perlu dijahit. Sampai ditemani dirumah sakit sama buu ghina, yang dikira ibunya, sedangkan aku dikira kakaknya 🙂 Kalau anak2 yang sakit, bu guru jg ikut sakit. Wira ga mau dijahit nangis kenceng banget sehingga susternya bilang ga kok ga dijahit kita pakai cara baru jadi dagunya dilem. Hihi. Masih adakah bekas luka jahitan di dagumu wira ? Wira anak lelaki yang sangat aktif malah jago berantem tapi tulisannya bagus banget. Perempuan2 sampe kalah kerapihan tulisannya sama wira. Tapi makin naik kelas ibu ty kok tulisanmu ga rapih lagi wir ? Males buuu… masih bagus lg ga bu lina tulisan wira ?
2. Rizki. Ibarat pepatah diam2 menghanyutkan. Dulu suaranya pelan bangeeeet. Tapi pintar dan hatinya baik bangeeet. Paling luruuuuus ga belok2. Hatimu bagaikan emas rizki
3. Bondan yang jadi ketua kelas. Terimakasih ya bondan sudah membantu ibu menertibkan teman2mu
4. Ircham yang disukai tmn2. Dulu ircham sangat suka mengucapkan kalimat2 tasbih. Masihkah kebiasaan baik itu kau teruskan nak ?
3.banyak tmn2 kalian yang pindah sekokah karena rumahnya pindah keluar kota ada tama yang buat buku kenangan , tesya yang pindah ke kalimantan, radhiya yang pindah ke kemang juga fatha yang ke singapur.
4. Abriel murd baru yang masih beradptasi. Yang kerjanya berantem trs sama rayhan.
5. Mirza yang dulu tulisannya jarang2 setiap huruf pakai spasi dan naik2 kepuncak gunung
6. Kiandra murid super jenius yabg meraih penghargaan tertinggi waktu kelas 3. Juara 3 calistung tingkat provinsi
7. Adisti yang selalu lucu, yang waktu ibu kasih tebak2an apa bahasa inggrisnya keledai anak2 semua ga pada tahu termasuk kiandra murid paling pintar, lalu tiba2 adisti dibalik mejanya teriak ” donkey “…. excellent disti 🙂
8. Rafi yang jago main piano
9. Biann yang jago main peran yang lucu2 berduet dg tama sehingga buat seisi kelas tertawa ngakak
10. Murid2 girls yang rajin2 n pintar2 ada nabila, farah, syifa, sasa
11. Amira murid yang paling perhatian dg semua teman n semua guru
12. Jeffica murid perempuannyang kalem dan paling penurut
13. Fifi dan putri yang sangat tekun dalam belajar
14. Caca yang paling ceriwis
Sepertinya baru kemarin kita belajar silsilah keluarga dan anak2 memanggil ibu dengan sebutan nenek. Siapa yang jadi ayah dan ibunya ya ? Baru saja kita belajar tentang planet, sumpah pemuda dan sudut. Seperti baru saja berlalu…. baru kemarin anak -anak…
Kebahagiaan seorang guru adalah melihat anak2nya berhasil. Amiin. Pintar lebih pintar dari apa yang sudah kami ajarkan. Ibu doakan anak2 semua sukses baik dunia maupun akhirat. Amiin Ya Robalalamin. Mudah2an 10 tahun lagi ibu ketemu bondan yang sudah jadi pengusaha. Ketemu biann yang sudah jadi profesor. Bertemu kiandra yang sudah jadi doktor. Dan semuanya, semoga cita2 kalian semua terkabul dan kalian menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan keluarga. Amin Ya Rabb
Posted from WordPress for Android
keluarga keduaku
Sekolah adalah rumah keduaku. Didalam rumah tentu ada keluarga bukan ? Inilah keluargaku disekolah. bukan sekedar keluarga namun juga sahabat. Yang selalu ada saat kita senang, namun juga ad saat kita sedih. ukirlah kenangan termanis dengan sahabatmu. berbagilah. berikan senyuman terbaikmu. sahabat – sahabat inilah yang selalu menyemangatiku. teteup semangat ya saudariku..teteup semangat dengan doa dan impian kita masing2 iloveuuuu 🙂
Diskusi hangat tentang jodoh
Sebuah kata yaitu Jodoh dan menikah. Kini jadi urutan pertama di mesin pencari otakku. Ia seperti barang yang harus segera kami buru. Ia juga seperti most wanted, buron nomor wahid yang selalu membayangi mimpi – mimpi kami. Trending topic world wide dunia akhirat dalam doa – doa kami. Urusan pekerjaan yang paling dicari oleh para wanita lajang se – ’usia’ kami. Number 1 list dari daftar urusan kami yang harus segera dikerjakan. Juga jadi soal paling “berat” yang sangat susah kami kerjakan, sebelum kami menemukan “kunci”nya. Jadi berita yang paling disukai temanya, kerena kami ingin segera merasakannya. Menu favorit yang paling dicari, yang selalu hangat sampai akhir zaman. Tiket yang akan diburu terus selama jumlah perempuan lebih banyak dari laki – laki. Pagi, siang, sore , malam, tak habis – habisnya. Tak capek – capeknya. Tak henti – hentinya. Akan terus berlangsung selama belum terlaksana hajatnya.
***
Menerima undangan pernikahan ? Merupakan kabar baik bukan ? Seharusnya. Tapi untuk orang yang belum menikah, menerima undangan terus menerus, pasti lain rasanya bukan ? Ada rasa nyeri di dada. Hueheuhe, memang sedikit lebay, tapi begitulah kenyataanya. Ini benar – benar nyata.
***
Kata apa yang kubenci saat ini ? Yaitu adalah sebuah pertanyaan kapan ? Kapan nih jengs undangannya ? Kapan nyusul ? Kapan bawa gandengan ? Kapan dikenalkan dengan kita ? Dan segenap kapan – kapan lainnya sehingga aku menjawabnya menjadi kapan – kapan. Absurd. Sungguh pertanyaan yang tak bisa kujawab. Apalagi kubocorkan. Sekedar mengintippun aku tak kuasa.
Jadi tolong berhentilah bertanya padaku kawan..
***
Ibarat sebuah rahasia, jodohpun demikian adanya. Siapa yang tidak menyukai sebuah rahasia ? karena ia sebuah rahasia, makanya rasa ingin tahu semua orang seperti digali terus lubangnya. Karena ia rahasia, yang berarti tidak semua orang tahu, makanya rasa penasaran seluruh manusia seperti disetrum di pangkalannya. Namanya juga rahasia, banyak sekali yang ingin mengintipnya. Membocorkan seluruh isinya, sehinggga tidak lagi menjadi rahasia.
Lalu kapankah rahasia itu terkuak ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Begitupula dengan jodoh ! Hanya waktu yang akan mempertemukannya. Hanya takdir Allah SWT yang akan menyingkapnya. Hanya suratan nasiblah yang akan mengabarinya. Tugas kita setelah semua usaha dan ikhtiar dikerahkan adalah terus berdoa ! Dan terus percaya serta meyakininya !! Itu saja.
Begitulah, walaupun aku berlaku biasa saja, jauh dilubuk hatiku, aku memikirkannya. Bahkan orang – orang sekitarku turut ‘pusing’ memikirkan perihal jodohku ini. Mereka berlomba – lomba ingin mengenalkanku atau mencari – cari kenalan yang belum menikah. Mereka juga berusaha sama gigihnya dengan kami. Hebat sekali bukan ?
Aku tak tahu mengapa keinginan untuk menikah kian membuncah. Mengapakah ? Apakah karena aku kesepian ? Mungkin iya. Aku butuh tempat berbagi. Aku tak bisa terus dalam kesendirian bukan ? Jadi sebenarnya apa tujuanmu ? Sekedar ada yang menemani ? Ahh mungkin sajakah.
Coba tanyakan lagi, mengapa ? Mengapa kau sangat menginginkannya ? Mendambakannya ? Atau hanya karena tak ingin dicecar terus menerus oleh orang – orang sekitarmu ? Bisa jadi itu salah satunya. Jadi hanya untuk itu saja. Entahlah. Hari – hari semakin gundah saja hati ini dibuatnya. Semakin tak karuan saja rasanya melihat semua teman – teman akan meninggalkanku. Mereka sudah mulai membangun sesuatu untuk masa depannya. Tak bolehkah aku berharap juga seperti mereka ? Sudah kubilangkan ? Aku bosan jadi superwoman. Aku bosan kalau aku yang harus selalu memimpin. Aku sangat ingin dipimpin. Bukankah menyenangkan jika ada yang akan melindungi kita ? Menjaga kita ? Pasti menyenangkan sekali bukan ?
Tampaknya aku mulai mengikuti keparanoidan ibuku dalam hal kecemasan tentang masalah jodoh. Ia sama khawatirnya denganku jelang umurku yang tanpa disadari terus merangkak naik tanpa diminta. Wajah ini kini juga terus mengiringi usia kami, ia serasa mengejek kami dengan terus bertambah kendur, omaygott ter – la – lu.
28 tahun tidak bisa dikatakan muda lagi bukan ? Nyatanya diusia ini ,ketika kami berjalan, belanja, ke mall, hampir semua orang menyapa kami dengan sebutan “ Bu “. Panggilan ini semakin membuat kami gerah, kalap bukan main. Jarang sekali akhir – akhir ini orang memanggil kami dengan sebutan “ Mba “. Memang sudah segitu akutnyakah usia kami ini ? Wajar saja kami begitu paranoid karena belum bisa memenuhi harapan orang – orang disekeliling kami.
Harapan orang – orang diluar kami ini serasa memberatkan punggung kami. Kami merasa terpojok dengan harapan – harapan itu. Kami seperti disudutkan karena status single kami. Entah bagaimana lagi aku harus menuliskan perihal jodoh yang selalu membuat kepalaku terasa pusing ini. Pasalnya hampir setiap hari ibuku menanyakannya ? Kau tahu bukan ? Kalau ibu yang bertanya tentang masalah ini, dada ini terasa 3 kali lebih sesak dibanding orang lain yang bertanya hal yang sama. Rasanya sungguh lain bila ibuku yang bertanya. Karena ini berarti pengharapan lebih dari seorang Ibu. Harapan luar biasa dari seseorang yang telah melahirkan kita.
Apakah aku selama ini terbebani dengan harapan semua orang ? iya sepertinya aku belum bebas. Aku masih terpasung dengan keinginan dan pandangan orang lain terhadapku. Mengapa tak kau buka talinya ? Lepaskan ikatannya ? jangan lihat kanan atau kiri. Terus saja melaju.
Makin kesini aku semakin saja terdesak. Aku merasa sudah dipojok. Tak bisa lagi menghindar. Ibarat peribahasa sudah diujung tanduk. Sebegitu akutkah keinginan – keinginan orang lain ini terus mendesakku ? Ahhh aku limbung. Metalku terus merosot saja. Aku jadi berkecil hati. Haruskah aku memiliki sikap demikian ? Bagaimana ya ? Bagaimanakah aku harus menyikapinya ? Sedang aku tak tahu dimana ia berada sekarang ? Entah dimana.
***
Hari ini aku senang sekali karena bisa berdiskusi dengan para jomblowers. Ibaratnya kami perlu bertukar pikiran karena punya ‘masalah’ yang sama. Saling mengingatkan saling menghibur dikala sedih.
Memang perkara status bagi perempuan yang belum menikah, dimasyarakat juga kadang membuat pelik. Contohnya aku ? Dimana kami akan memainkan peran dimasyarakat dengan status “tanggung” seperti ini ? Remaja bukan. Jadi ketika Om Try, aku menyebut ketua RT kami dengan sebutan om karena kami sudah kenal lama, ketika om try memintaku untuk membantunya mengurus adik – adik remaja dikarang taruna aku kontan menolaknya. “Masa saya om ? Saya buka remaja lagi, juga buka pemuda/I lagi “. Begitu juga ketika teh wawat meminta bantuanku untuk rapat di ibu – ibu pkk. Lah aku malah jadi anak bawang yang bisanya cuma diam saja tak berani ngapa – ngapain, juga karena paling kecil usianya. Makanya perkara status ini sangat membuatku resah juga tak enak hati. Dikomunitas mana kami akan bergabung ? Serba salahkan ?
Tak adakah komunitas jomblowers yang bahagia ? yang happy – happy saja melewati hidup ini walaupun belum menikah ?
***
It’s only a matter of time.Ini hanya masalah waktu.
Setiap orang punya waktu yang berbeda – beda dalam hal menikah. Ada yang duluan, ada yang belakangan. Ada yang cepat ada juga yang lambat, mungkin yang agak “terlambat” karena harus mempersiapkan yang lain atau ada amanah lain yang Allah SWT pinta mengurusnya sebelum ia menikah.
Tidak ada jaminan sama sekali, orang yang menikah duluan lebih mulia bukan ? atau yang menikah belakangan akan tercela misalnya ? sama sekali tidak ada jaminannya. Lagian siapa sih yang mau menikah belakangan ? siapakah yang meminta sampai saat ini belum menikah atau tak kunjung dipertemukan dengan jodohnya ? tidak ada yang mau. Tidak ada yang meminta bukan ?semuanya pasti ingin segera menggenapkan setengah DienNya. Tidak ada orang yang mau menundanya.
Maka, janganlah kau tambah lagi kesedihan orang yang belum menikah dengan terus bertanya. Janganlah kau tambah kepedihannya dengan terus mencecarnya dengan pertanyaaan yang sama setiap hari. Sungguh jangan pernah kau lakukan itu. itu hanya akan menyakitkan orang yang ditanya terus menerus tentang itu. akan membuatnya semakin sedih. Cukup bantulah dengan doa.
Jika ingin membantunya mencarikan jodoh tak perlu kau umbar kemana – mana. Tak perlu kau sebut – sebut ke semua orang seperti sedang mengobralnya. Menjadikannya layaknya barang jualan yang sedang diskon. Itu sungguh akan menyakitinya. Jika ingin membantu cukup hanya ia saja yang tahu.
Kita tak bisa melihat urusan ini ( urusan jodoh ) dari kacamata manusia. Membicarakan jodoh sama dengan membicarakan takdir. Sama juga dengan membicarakan kematian. Jadi kalau anda ditanya tentang masalah jodoh tanyakan lagi, apakah anda tahu kapan anda meninggal ? sama tidak tahunya bukan ? begitupula jodoh. Itu seperti takdir. Sesungguhnya Allah adalah Al Hasib Maha Penjamin. Dia sudah menciptakan manusia berpasang – pasangan. So no worries, honey… don’t be sad. Hehe menyemangati diri sendiri.
Lalu apa yang harus ku kuatirkan bukan ? Tinggal menunggu saja. I just wait Ya Rabb… aku akan menunggu dengan sabar. Masih berapa lama lagikah aku harus menunggu ? Baiklah. Tak perlu ditanya lagi.Aku yakin Allah SWT sedang menyiapkanku agar benar – benar siap melangkah menuju gerbang pernikahan yang suci. Dia.. Yaa Malikul Mulk sedang menyiapkan kita, para calon ibu agar lebih matang lagi dalam mempersiapkan ikatan suci, gerbang mahligai pernikahan. Aamiin Ya Rabalalamin
kelas paling semrawut
Kelas paling semrawut ? Ini dia jawaranya. Tak lain dan tak bukan yaitu kelasku. Hehe . Ini sebuah prestasi yang tidak patut dibanggakan loh. Don’t try this at home yaaaa. Hehe.
Jadi begini ceritanya. Dalam rangka menyambut tahun baru islam, diadakan beberapa perlombaan untuk siswa – siswi kami. Ada lomba adzan, pakai sarung, puzzle ayat, nasyid, cerdas cermat dan lomba menghias kelas. Agar lebih semarak, lomba menghias kelas ini, ada kriteria perlombaanya. Yang dinilai antara lain kebersihan, kerapihan, juga hiasan kelas yang bertuliskan “ Selamat Tahun Baru Islam “, lebih bagus lagi kalau ditambah dengan adanya mading islami.
Karena aku sadar kurang handal dalam menghias kelas, apalagi bikin sesuatu yang kreatif dikelas, aku sadar diri, kayanya ga bakal menang yahhh hehe. Sudah pesimis aje. Yang penting turut berpartisipasi dalam perlombaan, batinku. Mulailah kami menghias kelas bersama. Aku meminta anak – anak mewarnai tulisan selamat tahun baru islam yang sudah diprint dalam bentuk bintang. Yang penting semuanya adalah kreasi anak – anak. Hasil karya anak – anak.
Madingpun berusaha kami buat, anak – anak yang membawa artikelnya dari rumah, kemudian ditempel disekolah dengan kreasi masing – masing kelompok. Hasilnya memang tidak terlalu bagus, yang penting anak – anak sudah berusaha dengan maksimal.
Karena ‘terlalu’ sibuk menghias kelas, aku jadi lupa memperhatikan aspek lain dalam perlombaan ini yaitu kebersihan dan kerapihan kelas.
Walaupun setiap hari anak – anak terus diingatkan untuk senantiasa membersihkan loker, meja, dan membuang sampah pada tempatnya, nyatanya kelasku selalu saja tampak kacau. Kelas ini sesudah anak – anak pulang selalu terlihat semrawut ! Seperti kapal pecah saja !! Kursi dan meja tidak pada tempatnya, banyak sampah dimana – mana, serta banyak sekali buku atau alat tulis yang berserakan dilantai. Ckckckcckkc, sungguh semrawut kelasku inihh hiks !!
Sebagai guru ( yang baik hehe ), aku selalu merapihkan kelasku ini sebelum pulang. Walau tidak mesti menyapu, aku membereskan sesuatu yang harus dibereskan. Minimal semua barang kembali pada tempatnya, dan kursi meja tidak miring lagi. Aku juga kerap kali menemukan barang yang tertinggal, seperti dasi, peci atau kotak pinsil. Kaos kaki ? Sering ketemu cuma sebelahnya saja. Haduh heheehe. Begitulah situasi kelasku sehari – hari.
Makanya jangan heran, dan aku sudah bisa menebaknya, aku pastinya tidak akan memenangkan lomba menghias kelas. Bisa dipastikan hal itu memang 100% nyata. Jadi kelas kami sama sekali tidak mendapatkan juara di perlombaan menghias kelas. Dari 9 kelas, ada 7 kelas yang mendapat hadiah atau juara I sampai harapan ke IV. Waduhh, kelasku jangan – jangan juara paling buncit alias juara terakhir dalam perlombaan ini. Hahaha. Sungguh terlalu. Walaupun mendapat hadiah hiburan, tapi ini jadi ajang tertawaan ku bersama guru – guru yang mengatakan, harusnya ada juara kelas paling semrawut supaya semuanya bisa maju kedepan. Glek – glek hehe.
Ohya aku sempat akan mengajukan banding. Hihi sudah kalah berani protes lagi, soalnya kelas pararelku, kelas teman – teman yang sudah dihias sangat bagus malah ‘hanya’ jadi juara harapan I dan IV, aku sempat ingin protes dan akan mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Konstitusi ( halahh ), agar ada penilaian ulang. Apa daya kalau kelas yang paling semrawut ini jelas terlihat sakit hati alias keki, karena ga dapat juara makanya berusaha menyalahkan orang lain. Karena tidak ada yang ( mau ) mendengarkan, Akupun mengajak kelas yang kalah dalam perlombaan, untuk menobatkan diri sebagai kelas paling semrawut bersama. Bisa jadi trendsetter terbaru nihhh xxiixixix .
Kelas paling semrawut ? Oh No !!
piket setiap pagi
Setiap hari rabu aku mendapat tugas piket menyambut anak – anak datang, setiap pagi di depan pintu gerbang. Jadwalnya aku piket bersama Bu Farha. Mulai pukul 07.00 pagi aku sudah berdiri menyapa semua yang masuk, sampai pukul 07 .30. Ada perasaan senang saat bisa menyambut anak – anak datang dipagi hari. Kita akan menemui anak – anak datang kesekolah dengan berbagai ‘kondisi’. Zak misalnya datang dengan tidak menyisir rambutnya dan resleting celana belum ditutup xixixixi :p.
Lain lagi dengan Man, ia datang dengan muka kusut kelihatan sekali habis baru bangun tidur. Ada yang ketika sampai pintu gerbang sudah berlari saking semangatnya. Ada juga yang merengut mungkin masih mengantuk. Ada juga yang ngambek ( kebanyakan anak tk ) mungkin masih belum puas tidurnya. Ada juga yang tanpa ekspresi. Hehe. Senang tidak sedih juga tidak. Datar saja.
Sebagai pihak penyambut, tentu kami harus menyunggingkan senyuman terhangat kami. Lebarnya harus simetris antara kiri dan kanan . Karena yang turut datang bukan hanya siswa, tapi banyak juga orang tua siswa yang turut mengantarkan, bahkan sampai ke dalam.
Enaknya menjadi guru piket, kami bisa menyapa seluruh siswa dari kelas 1 sampai 6, jadi bukan hanya murid dikelas kami saja. Mungkin sudah bosan sama murid kelasnya kali yaakkk. Hehe. Jadi, tadi aku bisa menyapa Fal, lantas bilang, “ Fal kemarin hebat bisa mengerjakan tepat waktu, tingkatkan ya.” Padahal kemarin ketika aku mengawas, ‘tegas’nya minta ampyunn hihi. Suasana pagi memang bisa mengubah hati seseorang. Itu benar.
Lalu aku juga menyapa beberapa murid kelas satu yang ku kenal. Seperti Fasya yang cantik dan Aufar yang lucu dan menggemaskan. Aku juga sempat menyapa kakak kelas 3, seperti Rob dan Dev lalu bilang, “Kamu nanti mengerjakan UASnya yang benar ya, yang teliti.”
Jadilah pagi ini aku cukup puas walau harus berdiri selama setengah jam, namun aku bisa memberikan energi positif kemurid – muridku. Dan tahukah kamu ? energi positif yang kita sebarkan untuk orang – orang sekitar kita, nisacaya akan kembali kepemiliknya lagi dalam bentuk yang lebih besar lagi. Jadi aku kembali mendapatkan energi positif dari anak – anak pagi ini.
Olahraga atau sarapan ?
Setiap sabtu dan minggu aku punya kebiasaan baik. Kebiasaan baik ini baru sebulan ini kujalani bersama sahabat setiaku yang kamarnya letaknya disebelah kamarku, Ayu. Kebiasaan baik itu adalah olahraga pagi yaitu berupa jalan pagi mengitari komplek. Layaknya olahraga, kami memakai sepatu dan baju olahraga walau kami hanya berjalan kaki saja tidak berlari – lari kecil. Kalau sedang bangun pagi sekali, biasanya kami berjalan kaki mulai dari habis subuh jam 5 pagi. Tapi kalau agak kesiangan, biasanya kami mulai berjalan pagi pukul 6 pagi. Rute yang biasa kami lewati bermacam – macam. Tapi selalu diawali dengan mengelilingi komplek terlebih dahulu. Baru kami mengitari area komplek lain seperti ke komplek sebelah jatibening estate, ke taman regency cikunir atau yang agak jauhan yaitu ke pasar jamblang.
Biasanya aku dan ayu, selalu melewati jalan pintas seperti gang tikus atau jalan kampung. Intinya kami ingin melewati jalan – jalan yang berbeda setiap harinya. Seperti pagi ini, kami lewat komplek belakang rumah kami menuju komplek jatibening estate. Lucunya pagi ini kami bertemu dengan kawanan soang. Aku dan ayu sedikit cemas karena takut sekali di sosor hehe. Kalau aku pakai training panjang tidak terlalu khwatir, tapi ayu memakai celana pendek kalau kakinya disosor soangkan enggak lucu. Makanya kami berjalan hati – hati dan pelan saja supaya tidak menarik perhatian kawanan soang – soang tersebut. Kalian pernah mendengar suara gerombolan soang bukan ? berisik sekali ya. Pagi – pagi sepertinya mereka sudah bikin keributan sendiri, batinku. Soang dan kawan – kawannya ini ternyata solid dan kompak juga yah. Mereka berjalan bersama – sama seperti anak paskibraka sedang berbaris. Nah satu soang yang tertinggal dibelakang pasti pemimpinnya, ujarku. Ayu bilang iya kali hehe. Lagian ngapain tuh soang dibelakang jalan sendiri yak ? emang lagi marahan xixixi. Ternyata seru juga memperhatikan soang – soang ini. Lagian dikomplek ini siapa yang memelihara soang sih ? aku jadi penasaran ? mereka makannya apa sih ? terus mengapa hanya setiap pagi saja mereka seperti dilepas ? apakah untuk mencari makan atau bagaimana ? aku jadi terpikir untuk googling tentang soang agar bisa jadi bahan tulisan hahaha dasar penulis, mumpung ada ide hehe.
Akhirnya kami terus berjalan meninggalkan soang – soang yang Alhamdulillah tidak jadi menyosor kami hehe :0. Aku dan ayu terus berjalan pagi sambil sesekali mengomentari orang lain yang juga sedang berolahraga seperti kami. Ada anak – anak yang sedang bersepeda, yang membuat kami iri rasanya pengen banget juga beli sepeda hehe. Ada juga dua pasang suami istri yang sedang berjalan didepan kami. Tadinya ayu bilang itu bukan suami istri, masa suaminya tua banget ? sudah ubanan semua rambutnya. Sedangkan istrinya masih terlihat muda. Aku bilang itu suami istri mungkin beda umurnya jauh sekitar 10 tahunan mungkin. Masa sih kata ayu bukan. Kalau bukan suami istri masa adek kakak ? atau ayah anak ? ga mungkinlah, kami terus berdebat. Hehe. Akhirnya tanpa diketahui siapa yang menang ? kami terus berjalan.
Yang paling kusukai dari olahraga pagi selain bisa menyehatkan badan, menghindari malas di hari libur karena kita bangun pagi tidak tidur lagi sehabis subuh, bisa menghirup udara segar, bisa bertemu banyak orang juga kami selalu kuliner bareng mencari sarapan yang enak setelah kaki pegal berjalan. Nah kali ini kami sengaja berjalan ke komplek jatibening estate agar bisa makan bubur ayam yang suka mangkal dikomplek ini. Bubur ayam ini sangat kusukai, bubur ayam terenak yag pernah kumakan, belum ada yang menandingi deh. Terbukti buryam ini selalu ramai dikunjungi orang – orang ‘kaya’ di jatibening estate. Walau hanya gerobak dan bangku plastic tidak ada tenda, tapi yang makan disini kebanyakan bawa mobil. Cuma kami saja yang jalan kaki hehe. Apalagi harganya yang murah Cuma 7000 perak menambah daya tarik bubur ini, bisa dikunjungi semua kalangan baik yang bermobil atau tidak. Makanya kalau aku nanti punya uang banyak, rencananya aku mau franchise buryam ini supaya bisa buka cabang di pci hehe. Aamiin Ya Allah…
Ternyata dua pasang suami istri yang tadi aku ributkan dengan ayu, ikut makan juga di buryam ini. Mereka beneran suami istrilah. Itu buktinya suaminya yang bayar buryamnya ucapku ke ayu. By the way ini buryam namanya apa ya ? aku sama sekali tidak memperhatikan apa nama buryam ini ? apa ada tulisannya digerobak ? kayanyana tiddak deh. Ya sudah nanti kalau franchise biar aku beri nama sendiri xixixi.
Enaknya makan buryam disini kalau kita merasa bumbunya sudah habis, padahal buburnya masih banyak kita bisa ambil sendiri, begitu juga dengan kecap atau sambalnya. Self service dan bebas nambah bumbu sepuasnya tidak kena biaya tambahan. Makanya top banget deh. Aku saja beberapa kali menambahkan bumbu, kecap dan sambal sendiri. Ohya kalau makan bubur ayam kurang nikmat kalau tidak pakai sate. Nah aku dan ayu punya selera berbeda dengan sate buryam ini. Kalau aku selalu memilih telur puyuh sebagai sateku, sedangkan ayu selalu memilih sate ampela. Harganyapun lebih mahal telur puyuh dibanding ampela. Kalau telur puyuh 1500 satu tusuk sedang sate ampela hanya 1000 perak setusuk. Nikmat sekali tiada tandingannya kalau makan buryam disini.
Nah pulangnya ini yang repot. Karena kami sudah kekenyangan padahal jarak kerumah masih jauh. Rasanya malas sekali untuk berjalan pulang. Walau begitu tetap harus berjalan pulang dengan perut kenyang
Kegiatan rutin berolah raga ini semoga bisa terus berjalan ya
bimbang
Bingung. Pernahkah kamu merasakannya ? Saat dilanda bimbang apakah yang akan kau lakukan ? Saat tak tahu harus memilih yang mana, apa yang akan kau perbuat ? Jika dihadapkan pada dua pilihan yang sama – sama belum tahu mana yang lebih baik, bagaimanakah kau akan bersikap ? Ini bukan sekedar masalah sepele. Memilih A, tinggalkan yang B. Ambil yang C, lalu buang yang D. Bukan seperti itu. Tidak sesederhana itu. Bukan juga sesimpel itu.
Memilih satu diantara 2 kesempatan, bagaimanalah urusan ini akan kuputuskan ? Aku sama sekali buntu. Belum tahu sama sekali. Buta. Hilang arah. Tak tahu harus kemana ? Benar sekali seperti berada dipersimpangan jalan, dan stuck. Berhenti. Berpikir untuk sementara sampai waktu yang belum pasti. Aku benar – benar macet.
Haruskah pilihannya berarti mundur saja ? Oh jangan. Kamu harus memilihnya salah satu. Tetapkan pada satu keputusan yang “mendekati”. Ah sudah kukatakan bukan ? Aku bingung. Mana pula kutahu yang mendekati itu yang bagaimana ? Yah kalau begitu ikuti saja kata hatimu. Gunakan indera perabamu, rabalah hati nuranimu secara perlahan. Benar – benar perlahan. Pejamkan matamu. Dan berbicaralah padaNya. Nanti ia akan segera memberikan jawaban terbaikNya.
Masih untung kau dihadapkan pada 2 pilihan bukan ? Orang lain sama sekali tak punya kesempatan untuk memilih. Mereka sama sekali tak punya pilihan. Tak punya kesempatan. Beruntunglah orang – orang yang dirundung bimbang. Perasaan resah gelisah karena harus membuat keputusan menjadi bahan perenungan panjang.
Tapi lebih enak juga dihadapkan pada 1 pilihan dan yakin. Yakin untuk memilih atau yakin untuk tidak memilih.
my favourite writer
Ada yang aneh, Aku sudah membeli buku novel Biografi Muhammad SAW karangan Kang Mas Tasaro Gk sekitar 2 tahun lalu, tapi aku belum sempat membacanya. Bahkan, novel ini sempat dipinjam Pamanku selama setahun, baru dikembalikan setelah kuminta. Jadi aku baru saja membacanya baru – baru ini karena kang mas tasaro membuka kelas on line. Jadi aku cukup penasaran dengan tulisan – tulisannya. Aku baru ingat kembali dengan buku itu, yang sudah berubah warnanya, tidak baru lagi. Jadi aku baru saja membacanya dua mingguan ini dan sangat terkesan luar bisa dengan gaya kepenulisannya. Amazing !!. Makasih kang mas tasaro , karena sudah menuliskan sirah nabawiyah versi pengarang Indonesia dengan sangat .. mengagumkan !!!
Oh ya aku juga sangat suka dengan tokoh yang dibuatnya yang bernama Kashva. Ia sama sepertiku halahahhh ;(. Seperti ini lebih tepatnya tulisannya.
Kashva tahu, akan butuh waktu sangat lama agar dirinya bisa melupakan senja itu. Hatinya hampir jebol oleh kasih yang ingin diungkapkan, tetapi tidak ada muara untuk aliran sungai perasaannya. Hulu tak bermuara. Hukum alam mengharuskan setiap hulu bermuara. Kashva menyadari sesuatu telah berhenti. Peluangnya untuk memberi, harus pergi.
Aku harus jujur, aku jatuh cinta setengah mati dengan gaya kepenulisannya. Aiiiihhh amboi nian, seorang laki – laki yang telah menulis buku seseorang yang aku sangat cintai. Bukan aku saja yang mencintainya, aku, kamu, kami, kita semua, mencintai Lelaki Penggenggam Hujan, Rasulullah SAW. Allahumma sali ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
Aku jadi memikirkan novel ini, aku juga penasaran dengan tokoh Kashva, sudah sampai manakah ia ? Aku makin penasaran, darimana Kang Mas tasaro bisa mengatahui Khosrou ? Buku apa yang dibaca Kang mas ya? Hebat sekali risetnya sampai menghasilkan tulisan yang sedemikian rupa ? Aku berdecak penuh kekaguman.
Malam minggu menjadi malam yang kutunggu – tunggu karena bisa ikut kelas menulis bersama Kang Mas. Banyak sekali ilmu yang terserak yang bisa kukumpulkan satu persatu untuk nantinya digarap. Ternyata selama ini aku menulis tidak punya teknisnya sama sekali. Aku hanya menulis, menulis saja tanpa ada ilmunya. Padahal segala sesuatu itu butuh ilmunya bukan ? Dari kelas menulis itulah aku banyak belajar.
Jarang sekali, aku melihat seorang penulis dengan seabreg kesibukannya mau ikut berbagi ilmunya dalam sebuah forum khusus. Terlebih lagi, Kang Masku ini sangat loyal dalam menjawab pertanyaan kami. Tag, mention, pertanyaan di timeline facebook Kang Mas dari para pembacanya, selalu mendapat balasan langsung hari itu juga!! Sungguh sebuah keramahan yang jarang kita dapatkan dari penulis lain. I v u full Kang Mas 🙂
10 list make me grateful
Setiap hari aku akan menulis 10 list make me grateful yaitu 10 hal yang membuat aku berbahagia dan bersyukur. Aku memiliki semuanya. Aku punya banyak hal yang membuatku bahagia setiap harinya. Berikut rinciannya :
1. Hari ini aku bahagia karena bisa tidur dengan cukup. Bisa bangun pagi dan tidak terlambat masuk kerja.
2. Hari aku bahagia karena bisa sarapan pagi bubur ayam, rasanya enak sekali.
3. Aku bahagia bisa tersenyum riang dan menyapa setiap orang yang lewat, menyapa tukang bubur, menyapa Mang Kabul penjaga komplek rumah dan seluruh penghuni sekolah.
4. Aku bahagia karena setiap pagi bisa menyaksikan matahari muncul malu – malu dari balik awan. Aku bisa memandangi keindahan dan panoramanya dari atas gedung dilantai 2 sekolahku . It’s so beautiful !
5. Aku bahagia bisa mengajar anak – anak dengan semangat hari ini.
6. Aku bahagia karena bisa membelikan belanjaan yang ibuku minta kepadaku untuk dibelikan.
7. Aku bahagia karena bisa bertemu teman – teman guru, kumpul bareng sambil makan siang dan ngobrol bersama sampai puas.
8. Aku senang bisa ketawa ketiwi bareng ayu sahabatku, cerita – cerita sampai mulutku capek.
9. Aku senang karena buku conan nomor 71 sudah terbit dan aku sudah membelinya.
10. Yang terakhir, hari ini aku senaaaaaaaaang sekali, tapi yang ini rahasia ya hihihi :p
kucing – kucing ibu
Hari ini aku kembali memperhatikan kucing – kucing ibuku. Ternyata setelah kucing – kucing itu makan, mereka punya kebiasaan mengecap. Menjilat – jilat lidah. Apaya bahasanya ya ? lidahnya dikecap – kecap gitu. Mungkin masih ingin merasakan kelezatannya ikan kali ya ? setelah mengecap lidah mereka sendiri, lalu mereka menjilat – jilat tangan mereka. Ternyata kucing – kucing ini sangat bersih dan teratur ya. Buktinya mereka “mencuci” tangan mereka setelah makan. Hebat sekali bukan ?
Aku masih memperhatikan kucing – kucing ibu. Si hitam sangat pendiam. Ia jarang sekali mengeong. Orang lain kalau melihat dia pasti mengiranya kucing jahat. Karena warna bulunya yang semuanya hitam. Tapi sebenarnya ia kucing yang sangat lembut. Setiap malam ia selalu memasuki kamarku dan tidur diujung kakiku. Ia tidak pernah berkata apapun. Tapi ia berkata lewat matanya. Matanya yang hijau yang berbicara padaku.
Si belang lain lagi, ia mengeong kalau ingin makan saja. Atau kalau ingin keluar, ia mengeong minta dibukakan pintu. Meongannya juga khas. Seperti rengekan anak kecil yang manja. Dia juga mempunyai posisi tidur yang berbeda dari kucing – kucing lain. Posisi tidurnya kadang terlentang dan terlihat ekstrim xixixix. Ga usah dibayangin deh mendingan :p .
Lalu aku curiga dengan si belang dan si hitam. Mereka sepertinya menjalani hubungan special tanpa sepengetahuan ibuku. Diam – diam sepertinya mereka berpacaran. Buktinya mereka sering sekali terlihat berdua. Mereka sering sekali bertingkah seperti sepasang ‘kekasih’ kucing. Saling bermesraan. Saling tatap. Dan saling gigit satu sama lain. Makanya lain kali akan kusergap mereka hihihi.
RA HA SI A
Siapa yang tidak menyukai sebuah rahasia ? Ia bernama rahasia ketika tidak semua orang mengetahuinya. Karena ia sebuah rahasia, makanya rasa ingin tahu semua orang seperti digali terus lubangnya. Karena ia rahasia, makanya rasa penasaran seluruh manusia seperti disetrum di pangkalannya. Namanya juga rahasia, banyak sekali yang ingin mengintipnya. Membocorkan seluruh isinya, sehinggga tidak lagi menjadi rahasia.
Jika semuanya sudah tahu, namanya bukan rahasia lagikan ? Ada yang menyebutnya rahasia umum. Itu bukan lagi rahasia dong. Rahasia, tapi sudah diketahui oleh umum ? Bukan rahasia namanya. Rahasia yang telah bocor ? Bukan jadi rahasia. Ia hanya akan menjadi berita biasa seperti yang lain – lainnya. Orang – orang sering tertipu dengan rahasia, dengan mengatakan sssstt… tapi ini rahasia ya ? Hanya kita berdua saja yang tahu. Padahal sesungguhnya itu tidak lagi menjadi rahasia bukan ? Rahasianya telah bocor. Seperti ember yang bocor, airnya tumpah kemana – mana. Bukan lagi rahasia itu namanya.
Lalu kapankah rahasia itu terkuak ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Rahasia akan tetap menjadi rahasia selama orang tersebut tidak mengatakannya. Semua rahasia akan terungkap kalau memang sudah waktunya. Sudah tiba saatnya. Dulu jadi rahasia, sekarang tidak lagi. Dulu rahasia, sekarangpun masih rahasia. Dulu rahasia, sekarang masih rahasia, sampai esokpun akan tetap menjadi rahasia. Maka, bersabarlah terhadap rahasia.
Rahasia selalu membuat telinga berdiri bagi orang yang mendengarnya. Rahasia selalu mampu membuat alis mata kita naik begitu mengetahuinya. Atau tersenyum senang begitu berhasil mengantongi sebuah rahasia yang “super” rahasia.
Aaaaah aku sungguh penasaran dengan rahasia. Aku penasaran sekali dengan rahasiaku ? Bolehkah aku mengetahuinya sekarang ? Plisss aku ingin mengetahuinya segera. Iya sesegara mungkin. Bisakah kau mengatakannya padaku Wahai Pemegang Rahasia Sejagat Raya ? Bolehkah ? Bolehkah kau memberiku petunjuk walau sedikit saja ? Atau izinkan aku mengintipnya barang sebentar saja ? Melihatnya walau hanya sekelebat saja ? Aku sungguh – sungguh penasaran dengan rahasiaku. Bukan alang kepalang lagi rasa penasaranku dibuatnya. Otakku serasa beku karena memikirkan rahasia ini. Tulang – tulangku terasa kaku karena terus penasaran dengan rahasia ini. Maka, bisakah kau membuka kotak pandora yang bernama rahasia itu padaku ?
Sudah bolehkah aku mengetahui rahasia super besar dalam hidupku itu ? Sungguh rahasia ini telah menguras seluruh energiku. Ia menggerogoti sendi – sendiku sampai ke sum – sumnya. Ia menembus jantungku sampai ke akar – akarnya. Tak peduli lagi, bagaimana rasanya, rahasia ini sungguh – sungguh menerorku. Tak habis – habisnya aku selalu diteror tentang rahasia ini. Tak terhitung lagi banyaknya pertanyaanku untuk menguak misteri rahasia ini. Sudah tak tahu lagi bagaimana aku ingin membongkar rahasia ini sampai tuntas.
RA HA SI A. Sungguh. Aku ingin mengetahuinya segera.
Terus menghitung hari, jam, menit, detik setiap hari
1. Mulai sekarang aku akan terus menghitung hari, sampai menjelang hari ulang tahunku. 6 Mei itu 3 bulan 26 hari lagi. Jadi sekitar 16 minggu lagi.
2. 3 bulan bisa berjalan cepat atau lambat, semuanya tergantung pemahaman kita terhadap hidup. Bagaimana kita menyikapinya ? Kalau 3 bulan 26 hari itu lewat begitu saja bagaimana ? Kalau 6 Mei itu terjadi besok lantas mau apa ? Sungguh masih banyak yang bisa kau kerjakan my dear..
3. Ahhh 105 hari lagi ? Akan cepat atau lambatkah ?
4. Kamu tahu, ulang tahunku 100 hari lagi. Benar – benar angka yang genap 100 hari lagi. 2400 jam lagi. 144. 000 menit lagi yang berarti 8.640.000 detik lagi. Maka, kalau aku dari sekarang mulai menghitung perdetik sebanyak 8.640.000 kali, maka aku akan segera sampai di hari jadiku. Sebaiknya aku banyak bertasbih, bertahmid, bertahlil serta banyak – banyak melafalkan shalawat.
5. 84 hari lagi. 2016 jam lagi. 120960 menit lagi 7.257.600 detik lagi. Masih lamakah ? Atau justru sebentar ? Masih jauh ? Atau malah sudah dekat ? Mengapa engkau terus menghitungnya ? Tak lelah kau terus menghitung – hitung. Sekian hari, jam, menit, detik ? Entah apa yang kau dapatkan dari hasil menghitung – hitung itu ? Apakah jumlahnya telah kau temukan ? Sudahkah kau temukan jawabannya dari hasil hitung – hitungmu itu ?
Entahlah, aku hanya tak ingin waktu berlalu sedang aku masih disini saja. Jangan sampai waktu berjalan begitu cepat meninggalkanku yang masih disini saja. Jangan. Tidak. Aku harus membersamai waktu bukan ? Aku dan waktu harus beriringan ? Jangan sampai ia pergi meninggalkanku dalam ketidakpastian. Sejajarkan dirimu dan waktu itu sendiri. Ajaklah waktu pergi bersamamu. Isilah ia dengan kemanfaatan. Dengan banyak membaca sekitar. Pastikan waktu – waktumu adalah waktu yang bermanfaat. Pantang dengan kesia – siaan.
Kau juga sering menghambur – hamburkan waktu bukan ? Kau buang waktumu begitu saja sembarangan. Kau tak membuangnya ke tempat sampah yang “benar”. Kadang waktumu itu kau biarkan berlalu tanpa ‘isi’ didalamnya. Kau rela meghabiskannya tanpa pernah merasa rugi. Kau sama sekali tidak pernah menghematnya, padahal kau tahu waktumu sangatlah sedikit. Sedikit sekali jatah waktumu. Masih saja kau tertipu dengan banyaknya waktumu.
Waktu – waktu, aku sungguh tak bisa membelimu. Aku juga tak bisa memintamu kembali. Waktu telah banyak merenggut kebahagiaanku juga menghilangkan segenap kepedihanku. Waktu – waktu berlalu begitu cepat sehingga aku tak menyadarinya. Aku semakin tergilas oleh waktuku. Aku dibunuh oleh waktuku sendiri !!!
Malam – malamku
Waktu apakah yang kausukai ? Pagi, siang, sore atau malam ? Aku selalu menyukai malam yang hening. Malam waktunya kita untuk kembali pulang. Malam memberi kegelapan yang menyelimuti. Dengan bantuan bintang yang kerlap kerlip satu dua saja semakin menjadikan malam itu indah. Jika malam, tengoklah ke atas, ada rembulan yang sedang tersenyum padamu.
Kalau malam tiba, engkau tak perlu sungkan untuk menatap ke atas karena takut akan sengatan sinar matahari. Matamu bebas berkelana menghitung bintang yang tiada habisnya. Angin malampun sangat sejuk menembus kulit. Ia tidak akan menggosongkan kulitmu sehingga kamu tak perlu khawatir akan legam warna kulitmu. Malam yang mengajarkan ketenangan. Syahdunya malam membuat orang terlelap dalam mimpi. Enggan untuk menggapai pagi. Melewati malam – malam yang tenang akan melenakanmu untuk terus memejamkan mata saja. Malam adalah tempat beristirahatnya tubuh kita yang lelah.
Malam selalu membuatku mengantuk. Jika gelap tiba mataku selalu saja terkantuk – kantuk. Hitam pekatnya waktu malam semacam kode agar kita segera beranjak untuk beristirahat. Ada yang menanti dirumah. Malam adalah tempat kembali pulang. Secercah malam – malam yang dingin akan selalu engkau lewati. Mau tak mau engkau harus melewati malam bukan ? Engkau tak bisa mengahalau datangnya malam kan ? Malam yang akan datang mengahampirimu. Terus berganti setiap hari, semoga malam – malammu kini ada yang menemani. Tidak sendiri lagi. Bisa berbagi berdua, menghabiskan malam indah sekali bukan ?
Selamat malam. Selamat beristirahat, malam akan selalu menyapa kita. Jika siang terasa berat, maka malam akan membungkusnya. Jika dipagi hari terasa pedih, maka malam yang melipur laranya. Jika senja terasa menyayat hati, angin malamlah yang akan menyegarkannya. Maka, katakan selamat datang malam. Aku akan selalu menantimu. Aku akan menantikan kehadiranmu. Malam – malammu yang akan menemaniku.
Malam juga berarti keheningan. Bangunlah disepertiga malam. Waktu – waktu terbaik ada diwaktu malam. Saat sepertiga malam. Saat paling mustajab untuk meminta. Sungguh hebat sekali waktu malam ini bukan ? Aku sangat menyukai malam. Malam penuh perenungan. Setelah seharian berbuat dosa, di waktu malamlah tempat bermuhasabah. Malam adalah penghujung hari, sekaligus awal memulai hari. Ada yang namanya tengah malam, juga pagi dini hari yang masih malam. Masih gelap pekat.
Kembalilah. Waktu malam tak kan pernah berbohong. Ia sesuatu yang pasti akan datang menghampirimu. Kau tak mungkin melewati pagi tanpa waktu malam bukan ? Malam hari adalah waktunya laporan. Apa saja yang engkau sudah lakukan saat siang hari tadi ? Saat malamlah perhitungannya.
Malam .. ah aku sungguh sangat menyukai malam !!
successful habits
Minggu ini, waktu rasa – rasanya seperti datang dan pergi dengan cepat. Kemarin aku datang terlambat ke sekolah karena setrikaanku tiba – tiba terbakar kabelnya. Padahal seragam blazer dan jilbabku kusutnya minta ampyuuun. Makanya aku harus meminjam setrikaan dulu ke tetangga sebelah ( ayu ), jadi agak repot dan jadinya datang terlambat sampai sekolah.
Jam 7. 18 aku baru sampai sekolah. Hasilnya tentu saja mesin amano tidak akan berbohong. Tinta merah jadi muncul di kartu amanoku. Iseng – iseng aku mencoba melihat kartu amano Bu yuliah dan Pak mohtari. Dikartu mereka sama sekali tidak ada tanda merahnya ! Beliau berdua, adalah orang – orang yang tekun. Yang tetap menjaga kontinuitas dimanapun mereka berada. Tetap menjaga stamina walau bagaimanapun keadaannya. Hebat sekali yah mereka. Kami harus banyak – banyak belajar tentang ketekunan dari mereka berdua. Padahal, aku sudah menjaga sekali, maunya tidak boleh datang terlambat. Karena selain malu, anak – anak juga mencari gurunya kalau pagi – pagi, juga terlihat oleh orang tua yang lebih membuat malu kalau kita datang terlambat. Makanya aku sering sekali datang jam setengah tujuh, agar bisa mempersiapkan diri terlebih dulu. Tapi terkadang aku juga sangat malas untuk datang pagi karena satu dan lain hal, atau terkondisikan tidak bisa datang pagi seperti hari ini. Jadi aku kurang tekun atau bagaimana sih ? Hehe.
Bagaimana ya menjaga kontinuitas ? Melakukan hal – hal tertentu secara rutin tanpa pernah putus. Ya, jangan pernah putus. Karena kalau putus seperti mengulang dari awal lagi. Seperti mulai dari nol lagi. Makanya jangan pernah putus. Berusahalah. Tapi akukan amatir. Bolong sedikit gapapa lah.. jangan terlalu ketat. Jangan terlalu tegas. Jangan kaku. Cobalah lebih fleksibel. Gimana sih ? katanya jangan pernah putus. Ahh. Bingung aku jadinya … doakan aku selalu ya agar bisa tekun. Ingatlah selalu Allah menyukai amalan yang sedikit tapi terus menerus berlangsungnya. Ga papa sedikit tapi tiap hari. Setiap hari jangan putus sehingga menjadi succesfull habits. Keren banget ya bahasanya. Jadi kalau orang mau sukses, ia harus membangun kebiasaan. Kebiasaan baik tentu saja. Tidak mungkin kesuksesan didapat secara tiba – tiba. Ia harus dibangun, melalui kebiasaan. Seperti bakat juga. Ia harus senantiasa diasah. Percuma kalau hanya modal bakat saja tapi tidak pernah dilatih. Aku pernah membacanya. Bahwa, kita bisa membangun, mengasah bakat kita hanya dalam waktu 7 menit / hari. Kita luangkan 7 menit dari waktu yang kita miliki selama sehari untuk mengasah bakat kita. Missal, dia berbakat menyanyi, maka dia perlu mengasah bakat menyanyinya setiap hari selama 7 menit. Lebih banyak ya lebih bagus.
So ? Yuk, bangun kebiasaan baik setiap hari, setiap saat !
seni mencuci
Aku pulang cepat hari ini. Sebelum jam 3, tepatnya jam 3 kurang 1 menit aku sudah didepan mesin amano. Makanya, aku harus menunggu 1 menit dulu, biar pas jam 3, baru aku pulang,hihihi jurus yang jitu. Aku harus pulang cepat, karena akan mencuci pakaian. Yang banyaknya sampai 3 gambreng. Butuh 3 kali mencuci bolak – balik dengan jumlah pakaian sebanyak itu. Walaupun pakai mesin cuci, nyatanya aku tetap saja malas mengerjakannya.
Untuk mengusir kejenuhan dan kemalasanku yang menggila, sambil menunggu mesin cuci bekerja, aku isi dengan membaca novel yang sedang kubaca.
Kembali ke masalah cucian. Apa yang paling aku tak suka dari pekerjaan mencuci baju ? Yaitu setelah di cuci, kita masih harus menjemurnya. Oh no!! Nyucinya saja sudah capek, ditambah menjemur. Males banget kan ? Harus satu – satupula. Menjemur ini adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran luar biasa. Pertama kita harus berat – berat mengangkat ember yang berisi banyak pakaian. Lalu kita harus mengelap jamurannya dulu, sebelum mulai menjemur. Atur posisi jemuran agar terkena sinar matahari yang cukup terik agar pakaian cepat kering.
Lalu mulailah satu persatu menjemur pakaian. Eiiit tunggu dulu sebelum dijemur, peres dulu yang kuat. Keluarkan semua tenaga sampai airnya tidak ada lagi. Setelah tangan sakit memeras, jangan lupa kibaskan, selain untuk mengeluarkan air yang terakhir juga untuk membentuk kembali baju yang rusak karena putaran peresan kita. Nah,, baru setelah itu mulailah menjemur. Mulailah dari yang besar dulu. Kalau kemeja agar tidak lecek harus pakai gantungan atau hanger. Baru setelah itu, pakaian dalam bisa diatas baju yang besar – besar tadi. Nah, menjemur pakaian dalam ini, harus teliti. Jangan sampai terbalik hihi, bisa gaswat heuheue.
Kalau menjemur jilbab lebih sulit lagi karena membutuhkan lahan jemuran yang tidak sedikit. Ahh males banget si nulis tentang tips n trips menjemur. Ga mutu banget kan ni tulisan ? :p
I have loved you for a Thousand years
*ditulis untuk diikutkan dalam lomba flash fiction. nulis buku.com dengan tema lagu a thousand years
Setiap bertemu dengannya jantungku berdetak lebih cepat. Otak ini terasa berhenti. Wajahkupun langsung merah padam. Aku telah menemukanmu. Akhirnya aku menemukanmu. Setelah sekian lama menuggumu. Hampir putus asa aku menantimu. Engkau yang selama ini kunanti dalam setiap nafasku. Kini engkau telah ada didekatku. Kamulah yang selama ini kucari.
Bagaimana denganmu ? Apakah kau merasakan hal yang sama ? Sejujurnya aku masih takut. Aku takut jatuh lagi. Aku sempat meragukanmu. Bolehkah aku begitu ? Kamu tidak begitu kan ? Aku yakin kamu tidak begitu. Dan kamu membuktikannya. Segenap keraguanku hilang. Karena engkau berdiri menyambutku.
Kita telah satu langkah lebih dekat. Untuk mengikat janji satu sama lain. Saling mencintai seumur hidup. Saling berbagi saat senang maupun sedih. Saat Sehat ataupun sakit. Sepanjang usia. Seumur hidup.
Aku akan mencintaimu dengan segenap hatiku. Percayakah kamu ? Apakah kamu tak bisa melihatnya ? Aku mencintaimu lagi dan lagi. Terus dan terus. Aku mencintai semua yang ada padamu. Semua pikiranku, hidupku semuanya tentangmu. Bahkan bayanganmu selalu mucul dalam benakku. Aku akan mencintaimu seumur hidupku. Sesuai janjiku.
Kita akan saling menjaga bukan ? Saling menyatu selamanya. Hanya itu harapan dan pintaku.
Selamat jalan Opa …
Hari ini aku merasakan dua perasaan yang berlainan. Yang satu kesedihan, yang lainnya kebahagiaan. Memang hidup ini seperti itu bukan ? Selalu seimbang. Tidak melulu bahagia , ada kalanya kita bersedih. Juga tak selalu pedih, ada juga keceriaan melingkupi. Baiklah, mau yang mana dulu ? Lebih baik yang sedih dulu, sehingga nanti bisa disiram dengan kebahagiaan.
Hari ini aku mendapat telepon yang mengabarkan berita duka, Opa sudah tiada. Alangkah shocknya aku menerima berita ini, walaupun sebelumnya aku sudah mengetahui kalau opa sedang dirawat dirumah sakit. Kematian.. siapa yang menduganya ? Siapa yang bisa mengetahui kapan datangnya ? Baru hari Senin kemarin, Opa menyapaku, ” Liburan kemana saja ? Mengapa sekarang ada jerawat ? Memang ‘dia’ tidak datang ? “, canda Opa kepadaku seperti biasa. Aku hanya bisa tertawa geli, mendengar godaan opa.
Iya, Opa sering kali menggodaku. Beliau paling sering mengomentari wajahku. Kalau wajahku sedang bersih atau semakin putih, Opa pasti memujinya. Nah, kalau ada jerawat satu saja, Opa paling tidak tahan untuk berkomentar atau sekedar menggodaku. Selalu wajahku ini yang menjadi pusat perhatiannya. Heuheu 🙂
Opa sangat mudah akrab dengan orang – orang. Baik, guru ataupun murid. Beliau sangat ramah dan selalu menyapa semua orang. Selalu ada kisah lucu bersama Opa yang tidak akan pernah mudah dilupakan. Suatu saat, jam istirahat sudah tiba. Anak – anak girang karena sudah kelaparan dan sudah tak sabar ingin segera makan. Tapi, anak – anak yang ikut catering, tidak bisa segera makan, karena Opa sang pembawa makanan catering belum juga hadir. Anak – anak cemas dan mulai merengek kalaparan.
Anak – anak mulai protes kepadaku lalu bilang, ” Lapar – lapar Bu, Opa belum datang “. Aduh, aku yang jadi pelampiasan anak – anak jadi ikut harap – harap cemas menunggu Opa di depan kelas. Kemana Opa ? Mengapa belum sampai juga ? Padahal sudah pukul 10 lewat 15 menit. Sudah terlambat 15 menit dari jam istirahat. Anak – anak mulai meronta bahkan meraung – raung kelaparan. Ckckckckc.
Kalau mau melihat anak – anak kelaparan, datanglah ke kelasku saat itu. Apalagai ada anak yang gemuk :p, paling ga tahan kalau lapar sedikit saja. Galaunya minta ampun jangan ditanya. Anak – anak sudah siap siaga menanti Opa didepan kelas. Sudah tak sabar ingin segera makan, karena kelelahan belajar. Baru juga segitu doang. Hehehe 🙂
Akhirnya yang dinanti – nanti datang juga. Yang ditunggu – tunggu dengan segenap perasaan oleh anak – anak akhirnya muncul juga. “Opaaaaaaaaa”, anak – anak langsung menyerbunya. Sungguh ganas anak – anakku kalau sedang kelaparan, mereka langsung mengerubuti opa. Anak – anak dengan kalapnya langsung menarik tas Opa yang berisi makanan. Aku hanya bisa geleng – geleng kepala dibuatnya.
Bahkan, beberapa anak – anak tertawa melihat kejadian yang sangat lucu tersebut. Seperti berebut makanan di antrian korban bencana alam. Bahkan, muridku yang paling gemuk itu :p, ia justru tertawa melihat tingkah teman- temannya yang berebutan. Ia malah sejenak lupa dengan laparnya, dan malah tertawa – tawa, dan bilang, ” Lihat Bu, sudah kaya orang apaan tuh teman – teman”, sambil berguling – guling menahan tawa. Akupun makin tertawa melihat tingkah polah anak – anak yang sedang lapar ini. Ternyata kondisi lapar cukup membahayakan juga ya ? Hehe 🙂
Seperti gula yang dikerubuti semut, Opa hanya bisa pasrah. Namun, Beliau tetap melayani dengan senyuman khasnya. Beliau membagikan satu per satu makanan anak – anak dengan sabar. Aku hanya bisa bilang, ” Opa banyak banget fansnya, sudah nungguin dari tadi “. Opa juga tersenyum melihat tingkah polah anak – anak yang luar biasa ini. Akhirnya keadaan kembali tenang, karena anak – anak lagi sibuk makan, kalap menghabiskan snack mereka masing – masing. Leganyaaaaa hehweheehe 🙂
Apalagi kisahku bersama Opa ? Beliau pernah memperlihatkan padaku video kecelakaan maut melalui handphone. Aku, yang diperlihatkan video itu, langsung ketakutan, karena itu kejadian tabrakan yang cukup sadis. Diperlihatkan langsung, badan orang yang tergilas oleh truk yang besar. Ada saja cara Opa untuk menyapa kami. Beliau juga sering memberi kami, para Guru, makanan dari cateringnya. Aku juga sering mendapatkan bonus sphageti dari Opa. Sungguh luar biasa, kebaikan Opa kepada kami.
Sekarang, Opa sudah pergi meninggalkan kami. Tidak akan ada lagi yang akan ditunggu oleh anak – anak untuk mengantarkan catering. Tidak akan ada lagi yang diserbu oleh anak – anak yang kelaparan minta makan. Dan aku ? Siapa yang akan peduli lagi dengan wajahku ? Siapa lagi yang akan menghitung jumlah jerawatku dengan sukarela ? Sebentuk perhatian ‘kecil’ dari Opa yang akan selalu terkenang.
Bahkan kemarin, ketika mengetahui Opa sakit, aku berharap Opa segera masuk. Aku ingin menanyakan Opa sakit apakah ? Karena Ia terlihat bugar saja selama ini. Tidak pernah terlihat seperti sedang sakit atau mengidap penyakit tertentu ? Namun, kini Opa sudah pergi. Semua jasa dan kebaikannya akan selalu terkenang dihati kami semua. Selamat jalan Opa ..
trust me !
kamu percaya ? aku bisa melakukannya ! aku pasti bisa melakukannya. aku mampu untuk mewujudkannya. aku bisa ! aku harus meyakininya !! bahwa aku mampu ! itulah modal utamaku untuk memulainya. tekadku sudah bulat. aku harus mewujudkannya sekarang ! atau tidak sama sekali. now or never.
sudahlah itu semua hanya mimpi, hanya bualan. kita adalah orang biasa dengan kemampuan biasa. kemampuan rata – rata yang dimiliki banyak orang. apalagi tak ada bakat menurun dari keluargamu bukan ? selamanya kita hanya akan menjadi orang biasa. terima saja kenyataan itu. tak usahlah banyak bermimpi. bersyukurlah dengan apa yang kau miliki sekarang. jangan terlalu banyak bermimpi. jangan terlalu banyak berkhayal. khayalanmu itu nanti malah akan membuatmu jatuh.
tidak !
aku akan membuktikannya bahwa aku bisa !
akan kutakan kepada seluruh orang – orang.
aku akan buktikan pada dunia, kalau aku bisa melakukannya !
aku pasti mampu mewujudkannya !
apakah ini termasuk sesumbar ? Ini bukan sesumbar, inilah semangat. walau kanan kirimu meremehkanmu. depan belakangmu memandangmu sebelah mata. jangan pernah kau hiraukan. percayalah.
bagaimana caramu mewujudkannya ? jangan cuma berbual kau ! jangan banyak bicara ! semua orang juga bisa melakukannya kalau hanya sekedar berbual. bahkan orang bodoh sekalipun mampu melakukannya.
tidak. aku sedang tidak berbual. aku bukan sesumbar. kaulah yang meremehkanku. kaulah yang selalu mengatakan padaku kalau aku tidak mampu.
lihatlah pencapaianku selama ini.. justru aku sedang membangunnya. aku sedang mendaki puncak itu. memang perlahan – lahan. tapi bukankah untuk mencapai sukses butuh proses ? justru aku sedang melaksanakan proses itu berjalan pelan – pelan menuju bukit itu.
pepatah mengatakan ” Life is climb but the view is great ” .
justru pendakian ini adalah perjuangannya bukan ?
sudahlah percayakan saja padaku. kau hanya perlu mendukungku. mensupportku. menyemangatiku. cukup itu saja. bukanlah malah mencibirku terus menerus .
apa janjimu ? kalau ini tidak berhasil bagaimana ?
Aku memang tidak bisa menjanjikan banyak padamu. aku hanya berusaha. berusaha sekeras mungkin, sebisa mungkin. dan tentu saja berdoa. bagaimanapun hasilnya sudah ditentukan bukan ?
wah akhirnya engkau pesimis juga kan ? nyatanya kau sama sekali tidak meyakininya kalau ini akan berhasil bukan ? kau hanya bisa pasrah !
hanya segitu saja kemampuanmu.
why you are so pesimistic ? berpikirlah lebih positif. aku janji aku akan mewujudkannya. aku pasti bisa. aku yakin akan kemampuanku dan tekadku. aku pasti bisa ! trust me ! hanya itu tugasmu!
batinku mulai berkicau. yang satu menguatkanku yang lainnya melemahkanku. manakah yang harus kupilih ?
It’s only a matter of time.
Aku jadi teringat dengan obrolan tadi siang saat lunch bersama guru – guru Kami berbicara banyak hal. Memang kalau bicara jodoh tidak akan ada habis – habisnya. Tapi besok sepertinya aku punya jawaban kalau ditanya tentang jodoh lagi.
It’s only a matter of time.
Ini hanya masalah waktu.
Setiap orang punya waktu yang berbeda – beda dalam hal menikah. Ada yang duluan, ada yang belakangan. Ada yang cepat ada juga yang lambat, mungkin yang agak “terlambat” karena harus mempersiapkan yang lain atau ada amanah lain yang Allah SWT pinta mengurusnya sebelum ia menikah.
Tidak ada jaminan sama sekali, orang yang menikah duluan lebih mulia bukan ? atau yang menikah belakangan akan tercela misalnya ? sama sekali tidak ada jaminannya. Lagian siapa sih yang mau menikah belakangan ? siapakah yang meminta sampai saat ini belum menikah atau tak kunjung dipertemukan dengan jodohnya ? tidak ada yang mau. Tidak ada yang meminta bukan ?semuanya pasti ingin segera menggenapkan setangah DienNya. Tidak ada orang yang mau menundanya. Maka, janganlah kau tambah lagi kesedihan orang yang belum menikah dengan terus bertanya. Janganlah kau tambah kepedihannya dengan terus mencecarnya dengan pertanyaaan yang sama setiap hari. Sungguh jangan pernah kau lakukan itu. itu hanya akan menyakitkan orang yang ditanya terus menerus tentang itu. akan membuatnya semakin sedih. Cukup bantulah dengan doa.
Jika ingin membantunya mencarikan jodoh tak perlu kau umbar kemana – mana. Tak perlu kau sebut – sebut ke semua orang seperti sedang mengobralnya. Menjadikannya layaknya barang jualan yang sedang diskon. Itu sungguh akan menyakitinya. Jika ingin membantu cukup hanya ia saja yang tahu.
Kita tak bisa melihat urusan ini ( urusan jodoh ) dari kacamata manusia. Membicarakan jodoh sama dengan membicarakan takdir. Sama juga dengan membicarakan kematian. Jadi kalau anda ditanya tentang maslah jodoh tanyakan lagi, apakah anda tahu kapan anda meninggal ? sama tidak tahunya bukan ? begitupula jodoh. Itu seperti takdir. Sesungguhnya Allah adalah Al Hasib Maha Penjamin. Dia sudah menciptakan manusia berpasang – pasangan. So no worries, honey… don’t be sad. Hehe menyemangati diri sendiri.
LET’S GO GREEN IN OUR SCHOOL !
Sebagian orang menyangka bahwa program penghijauan (Go Green) bukanlah suatu amalan yang mendapatkan pahala di sisi Allah, sehingga ada di antara mereka yang bermalas-malasan dalam mendukung program tersebut. Padahal satu di antara perkara
yang tak akan terputus amalannya bagi seorang manusia, walaupun ia telah meninggal dunia adalah SEDEKAH JARIYAH, sedekah yang terus mengalir pahalanya bagi seseorang.
Para ahli ilmu menyatakan bahwa sedekah jariyah memiliki banyak macam dan jalannya, seperti membuat sumur umum, membangun masjid, membuat jalan atau jembatan, menanam tumbuhan baik berupa pohon, biji-bijian atau tanaman pangan, dan lainnya. Jadi, menghijaukan lingkungan dengan tanaman yang kita tanam merupakan sedekah dan amal jariyah bagi kita –walau telah meninggal- selama tanaman itu tumbuh atau berketurunan.
Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya.” [HR. Al-Bukhoriy]
Seorang muslim yang menanam tanaman tak akan pernah rugi di sisi Allah SWT, sebab tanaman tersebut akan dirasakan manfaatnya oleh manusia dan hewan, bahkan bumi yang kita tempati. Tanaman yang pernah kita tanam lalu diambil oleh siapa saja, baik dengan jalan yang halal, maupun jalan haram, maka kita sebagai penanam tetap mendapatkan pahala, sebab tanaman yang diambil tersebut berubah menjadi sedekah bagi kita.
Penghijauan atau REBOISASI merupakan amalan sholeh yang mengandung banyak manfaat bagi manusia di dunia dan untuk membantu kemaslahatan akhirat manusia. Tanaman dan pohon yang ditanam oleh seorang muslim memiliki banyak manfaat, seperti pohon itu bisa menjadi naungan bagi manusia dan hewan yang lewat, buah dan daunnya terkadang bisa dimakan, batangnya bisa dibuat menjadi berbagai macam peralatan, akarnya bisa mencegah terjadinya erosi dan banjir, daunnya bisa menyejukkan pandangan bagi orang melihatnya, dan pohon juga bisa menjadi pelindung dari gangguan tiupan angin, membantu sanitasi lingkungan dalam mengurangi polusi udara, dan masih banyak lagi manfaat tanaman dan pohon.
Sebagai Guru tentu kami juga menggalakkan program go green disekolah kami. Pada khususnya melalui mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup atau biasa disingkat PLH . Di pelajaran ini tentu lebih banyak praktek ketimbang teori, ini yang menjadikannya semakin menarik. Mengajarkan anak untuk lebih dekat dengan alam, menarik minat siswa – siswi kami. Walau pelajaran ini ‘hanyalah’ pelajaran muatan lokal dengan durasi satu jam mata pelajaran perminggu, tidak menjadikan PLH dipandang sebelah mata, justru sebagian besar muridku sangat menyukainya.
Menyiram tanaman adalah praktik yang paling disukai anak – anak. Dilakukan di pagi hari, anak – anak dengan sukarela menyiram tanaman disekitar taman sekolah dengan riang gembira. Membawa ceret penyiram tanaman yang sebenarnya ‘lumayan’ berat bagi siswa sekolah dasar, tapi karena diselingi dengan adegan ciprat – ciprat air bersama teman – teman, tentu saja jadi kegiatan yang sangat mengasyikkan.
Para siswa juga kami ajak mengenal jenis – jenis lingkungan biotik serta membedakan jenis – jenis sampah. Kami juga melaksanakan kegiatan praktik berupa memanfaatkan koran bekas lalu dibuat menjadi piring. Walau kegiatan praktik ini terbilang sulit yaitu dengan memblender koran sampai seperti bubur, didiamkan seharian baru bisa dibentuk piring lalau dijemur. Begitulah kami mengajarkan bahwa belajar adalah sebuah proses.
Pada bab aku dan tanamanku di pelajaran PLH kelas 2, anak – anak diajarkan menanam bibit cabe dan kunyit di botol aqua bekas. Dari mulai memberi pupuk, mengaduk / menggemburkan tanah, menyiramnya dengan air dan merawatnya sampai ia tumbuh besar. Biasanya ketertarikan anak – anak menanam bertahan satu sampai dua minggu saja, selanjutnya tugas guru yang mengingatkan bahwa tanaman itu harus dirawat, hingga tanaman tersebut tumbuh indah mengitari taman sekolah.
Gerakan penghijauan ini tentu harus dilakukan bersama – sama seluruh siswa, guru, karyawan serta orang tua murid. Jika kesadaran menanam sudah terbentuk, niscaya lingkungan sehat akan tercipta dengan sendirinya. Karena Nabi SAW tidak mungkin memerintahkan suatu perkara kepada umatnya, kecuali karena perkara itu amat penting, dan besar manfaatnya bagi seorang manusia. Semua ini menunjukkan tentang keutamaan “Go Green” alias program penghijauan yang juga digalakkan oleh pemerintah kita. Yuk lestarikan lingkungan dengan menanam pohon, merawat dan menjaga lingkungan sekitar kita. Let’s go green in our school !
Ibu Yuliah tetap menjadi pemenangnya !
Dua minggu ini sekolah kami disibukkan dengan kampanye untuk Ibu Yuliah. Kami menggalang massa untuk mem– vote Bu Yuliah di Penghargaan BSM Edu Award For Integrity 2013 yang diselenggarakan oleh Bank Syariah Mandiri. Dari total 93 peserta se – Indonesia, Alhamdulillah Bu Yuliah dengan deretan prestasinya bisa lolos ke 25 besar dan selanjutnya lolos ke 10 besar hingga sekarang tersisa 6 finalis saja.
Enam orang inilah yang nantinya bisa di vote melalui jejaring social facebook atau twitter untuk dicari pendukung terbanyaknya. Disinilah peran promotor dalam hal ini kepala sekolah Pak Mohtari A Halim sangat berperan. Walaupun ini adalah perlombaan individu, sejatinya keikutsertaan Bu Yuliah di penghargaan ini juga mewakili Sekolah kami sekaligus juga sebagai ajang promosi, bahwa guru – guru kami adalah guru – guru yang berkualitas.
Maka mulailah sang promotor gencar melakukan propaganda hehe. Banyak strategi yang sudah Pak Mohtari lakukan. Menyebar pamflet ke seluruh siswa TK, SD, dan SMP. Mengundang BKOMS yaitu perwakilan orang tua murid agar mengerahkan bantuannya. Seluruh jaringan Al Azhar syifa budi se – Indonesia juga diminta partisipasinya. Hasilnya, Ibu Yuliah berhasil masuk ke peringkat 3 dari 6 finalis tersebut.
Total suara yang me – like Bu yuliah tidak tanggung – tanggung hampir mencapai 1000 orang lebih. Luar biasa! Dukungan dari berbagai kalangan terus digalakkan. Aku juga sepertinya tergerak untuk ‘sedikit’ membantu dengan membawa note book dan modem lalu masuk ke kelas dan “menodong” semua siswa yang punya facebook untuk me – like. Sebenarnya antusias siswa sungguh luar biasa. Mereka juga turut senang, karena guru mereka bisa masuk dan mendapat penghargaan. Namun, karena waktu yang mepet dan jelang UAS kami harus mengejar materi, hal ini tidak bisa kami lakukan secara kontinu. Padahal sayang sekali, masih banyak potensi yang belum tergali. Heuheu L.
Setidaknya kami sudah cukup puas dan merasa diatas angin karena Bu Yuliah sudah ada diperingkat 3 bahkan pernah masuk peringkat 2. Kami juga merasa tidak perlu khawatir karena kompetitor lain masih jauh dukungannya dibawah bu Yuliah. Minimal juara 3 sudah ditangan, batinku kala itu bergumam.
Tinggal sehari lagi perlombaan berlangsung, iseng – iseng aku ingin mengecek hasil voting Bu Yulaih. Aku langsung membuka link hasil perolehan sementara BSM Edu award for integrity http://www.syariahmandiri.co.id/bsm-edu/hasil-sementara/, sungguh kaget aku melihat hasil perolehan sementara tersebut. Apaaaa? Peringkat ke 4 ? tidak mungkin ! pikiranku menolak untuk menerima.
Benar ! sekarang Bu Yuli diperingkat 4 dan yang cukup mencengangkan jaraknya cukup jauh antara 1700 –an dengan 2200. Sungguh aku tak menduga sama sekali ini bisa terjadi.
Begitulah suasana perlombaan terasa, kita jangan sampai lengah kalau belum sampai finish. Jangan pernah merasa cukup kalau belum benar – benar selesai. Voting yang tertera di hari terakhir perlombaan ini, sesungguhnya mengajarkan kepada kita banyak hal tentang kontinuitas. Tentang upaya yang harus terus menerus harus dilakukan. Jangan pernah merasa menang sebelum pertandingan berakhir. Inilah yang membuat kami tercengang, sehingga harus menerima kekalahan dengan terkejut.
Ibarat sebuah perlombaan lari jarak 500 m, ketika sudah hampir sampai finish, ada seorang pelari lawan yang tiba – tiba mendapat energi entah dari mana langsung melesat cepat mengalahkan kami yang hampir sampai finish. Tanpa bermaksud menyalahkan competitor lain, tapi memang nyata adanya, perolehan hasil itu berubah begitu cepat hanya dalam hitungan menit yang secara logika tidak bisa terpikirkan. Kami cukup shock karena sisa semalam lagi perlombaan ini berlangsung, tiba – tiba peringkat kami jauh tertinggal hampir 500 angka kurun sehari perlombaan ini akan ditutup. Aku sungguh tak menyangka akhirnya akan seperti ini.
Dengan segala upaya yanga sudah dilakukan, sesungguhnya Bu Yuliah sudah menjadi juara yang sebenarnya. Seperti yang sudah saya tulis di http://edukasi.kompasiana.com/2012/12/07/bisakah-kami-yang-muda-muda-ini-mencontoh-beliau-dukungan-untuk-guru-kami-ibu-yuliah-di-penghargaan-bsm-edu-award-for-integrity-2012-514114.html. Bu Yuliah adalah sosok inspirasi di di sekolah kami. Menjadi juara 1, 2, 3 atau 4 sejatinya Bu yuliah adalah pemenangnya. Beliau sudah mengajarkan banyak hal kepada kami. Aku jadi teringat, sosok Bu Yuliah yang selalu datang pagi dan selalu shalat dhuha dahulu ketika sampai disekolah.
Bahkan saat perlombaan ini berlangsung pun, sekali lagi bukan untuk menjatuhkan para kompetitor yang lain, konon katanya karena mengikuti perlombaan ini ada seorang nominasi yang meninggalkan murid – murid karena sibuk promosi diri. Bu Yuliah bahkan tak pernah bolos sekali-pun demi untuk mempromosikan dirinya ! Beliau seperti biasa melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab mengajar anak – anak.
Akhirnya kemarin sore pukul 3, perlombaan BSM Edu award for integrity resmi ditutup. Bu yuliah masih berada di peringkat ke 4. Aku sempat bertanya kepada Bu Yuliah, bagaimana perasaannya ? Ibu mengatakan kalau Ia lapang saja menerima ini. Toh, Beliau memang tidak berniat ikut lomba melainkan dicalonkan. Kemudian Beliau bercerita kalau kemarin ketika Ia masih diperingkat 3 pun ada seorang kerabat yang mengatakan kalau masih diperingkat 3 harus was – was. Lalu Bu Yuliah menjawab, pemenangnya sudah ditentukan oleh Allah SWT, jadi ikhlas dan tawakal saja. Maka ketika hal ini benar – benar terjadi, Ia merasa sudah tidak kaget lagi.
Evaluasi kami sebagai tim promosi tentu banyak sekali yang belum kami lakukan. Tim kami belumlah berjalan dengan maksimal. Karena perlombaan ini sesungguhnya adalah kerja tim, bukan Bu Yuliah sebagai individu, tapi Bu Yuliah yang mewakili sekolah kami. Metode me – like yang menjadi patokan pemenang, sangat membutuhkan gotong royong seluruh pihak, agar koneksi yang didapat untuk me – like bisa menyebar dan bekerja dengan efektif.
Sejatinya pengalaman ini adalah sebuah pengalaman yang berharga bagi kami. Banyak hikmah serta pelajaran yang bisa diambil dengan kekalahan kami yang tertunda ini. Bukan kalah atau menang yang menjadi persoalan, tapi kami jadi mengetahui kekuatan dan kelemahan kami sebagai sebuah tim. Sungguh kesolidan itu tidak bisa dibeli, kekompakan itu mahal harganya, ketulusan itu tak ternilai dengan materi apapun juga.
Mewakili Ibu Yuliah dan Bapak Mohtari A Halim selaku promotor, kami mengucapkan terimakasih atas support, dukungan, partisipasi, doa dan seluruh bantuan seluruh siswa dan wali murid SD Al Azhar Syifa Budi jatibening, Yayasan Darusalam Taman Sari Persada, Al Azhar Syifa Budi Se – Indonesia, rekan – rekan sekolah yang tak bisa kami sebutkan satu persatu serta kerabat dan handai taulan bahkan yang tak mengenal Bu Yuliah secara langsung, dukungan saudara semua sungguh sangat berarti. Bukan kemenangan, tujuan akhir kami, karena sesungguhnya Ibu Yuliah tetap menjadi pemenang di hati kami dan seluruh murid semua.
kamus bahasa kucing
Ayahku sangat menyukai tanaman. Hobinya bercocok tanam. Bahkan karena hobi ayah yang rajin menanam ini, beliau dijuluki menteri lingkungan hidup dilingkungan tetangga. akupun sangat senang karena halaman rumah kami jadi nampak asri, indah, sejuk karena hobi ayah ini. ayah bukan hanya menanam, tapi juga merawat, memupuk, dan selalu merapikan tanaman – tanamannya. Jika bagi sebagian orang menganggap menanam merupakan pekerjaan yang menjemukan dan melelahkan, namun bagi Ayah, menanam merupakan kesenangan, hobi, meringankan stress, dan melepaskan ketegangan.
Betapa senangnya Ayah bercocok tanam, seolah – olah baginya “menanam”, merawat, memupuk, menunggu, menjaga menjadi lebih menggairahkan daripada panen itu sendiri. Bahkan tidak jarang Ayah lupa bahwa sebagian kebunnya sudah saatnya panen. Yah .. karena panen akan datang dengan sendirinya tanpa perlu ditunggu. Dan biasanya, kalo kita menanam dan merawat dengan baik, panennya pun akan berlimpah. Begitu pula sebaliknya, ujar Ayah.
Tanaman apa yang Ayah tanam ? Ayah paling suka menanam sayur mayur. banyak keuntungan yang didapat kalau kita menanam sayur mayur salma, jelas Ayah. Selain kita ikut berpartisipasi dalam gerakan penghijaun, terdapat keuntungan-keuntungan lainnya. Tanaman sayuran yang ditanam dapat kita konsumsi sendiri. Jadi akan timbul rasa bangga jika mampu memanen dan mengkonsumsi sayuran yang ditanam sendiri. Juga lebih terjamin kebersihan dan mutunya, karena penggunaan pestisida yang dapat ditekan semaksimal mungkin, ujar ayah rinci menjelaskan.
Ada beberapa jenis sayuran yang dapat ditanam dipekarangan. Biasanya Ayah menanam sayuran buah seperti cabai besar, cabai rawit, kapri, kecipir, tomat, buncis,kacang panjang, terong , mentimun , pare dan paprika . Selain menanam sayuran Ayah juga hobi menanam tanaman hias, terutama bonsai. Umumnya tanaman yang dapat dijadikan bonsai adalah tanaman pohon (berbatang kayu, bukan herba yang berbatang lunak) yang mudah dikerdilkan (dengan menghambat pertumbuhan akar menggunakan kawat, dan memangkas tajuknya).
Lain halnya dengan ayah, ibu sangat menyukai kucing. Bahkan lebih sayang kucing daripada anak –anaknya. Hehe, iri kok sama kucing. Konon kata para ahli, memiliki binatang kesayangan akan membuat seseorang lebih bahagia, dan memiliki perasaan yang lebih peka. Kucing dan anjing adalah binatang kesayangan yang paling banyak dipelihara. Penampilan mereka yang lucu (meskipun ada juga yang serem), dan kemampuan kedua jenis binatang ini berinteraksi dengan manusia adalah faktor utama yang membuat kucing dan anjing menjadi kesayangan orang.
Anjing lebih cerdas dan memiliki kesetiaan yang lebih kuat kepada pemiliknya dibandingkan kucing, tetapi banyak orang takut pada gigitannya, karena anjing bisa menyerang orang. Kucing lebih jinak, suka bermanja-manja, tapi lebih egois. Anjing mengabdi pada pemiliknya, pemilik kucing mengabdi pada kucingnya.
Kucing- kucing Ibu semuanya berjumlah empat ekor. Ada yang berwarna abu – abu, putih, belang dan hitam. Kucing yang berwarna abu – abu merupakan kucing kesayangan Ibu yang diberi nama Hero. Kucing lain hanya diberi nama sesuai warna bulu mereka yaitu siputih, sibelang dan sihitam. Ibu sering ‘mengobrol’ degan kucing – kucingnya. Ia seperti mengajak bicara anak bayinya, menyapanya, berkata lembut dan penuh kasih sayang. Terkadang juga Ibu seperti emnasehati kucing – kucing itu, mengatakan agar tidak pergi jauh – jauh atau jangan mencuri ikan tetangga lagi, sembari mengelus – elus kepala si Hero.
Yang aneh bin ajaib, Hero seperti mengerti semua perkataan Ibu dan sibuk membalas obrolan Ibu dengan meong – meong. Setiap pagi atau sore. Kadangkala kucing – kucing Ibu dijenguk oleh kawannya yaitu sikucing liar yang banyak berkeliaran di sekitar rumah. Kalau kawannya ini datang, lantas mereka bertengkar. Mereka berisik sekali. Lantas Ibu menghampiri dan memisahkan. Masih tak terima dipisahkan, si kucing liar inipun memulai pertengkaran mulut. Kalau aku mengerti bahasa hewan, barangkali aku akan mengerti percekcokan kedua kucing itu.
Hero tak mau kalah balas mencaci lebih keras. Hingga makin ramailah suasana rumah oleh perdebatan kucing – kucing. Apalagi Ibu juga ikut berteriak – teriak melerai mereka. Tampaknya aku harus membuka kamus bahasa kucing agar tahu apa sebenarnya yang mereka ributkan. Baru setelah dilerai, akhirnya terjadi kesepakatan kucing liar tak boleh mengganggu Hero lagi. Tak boleh mengajak Hero kawin paksa lagi, itu kata Ibu yang menerjemahkannya padaku. Hihi l
Hebatnya unta
Hewan yang selalu jadi inspirasiku salah satunya adalah unta. Jadi obsesi yang harus kesampaian yaitu melihat unta, bisa megang bahkan naikin unta, mudah – mudahan bakal kesampaian …Aamiin..
Kenapa unta ? karena teman – teman menjulukiku dengan sebutan “unta” hehee. Julukan unta muncul karena aku adalah peminum air yang banyak xixixi : )
Sekali minum bisa 2- 3 gelas. kalau lagi makan – makan di luar bareng teman – teman kadang harus pesen minum 2 atau kalau lagi bokek pesen minum satu tapi selalu ngabisin jatah minum orang :p
Di lain waktu, lagi persiapan acara panggung gembira anak – anak, pengen banget nampilin acara yang ada untanya, kaya show arabian night gitu deh makanya teman – teman makin menjulukiku si unta.
Ohya kalau teman – teman perhatiin, hewan unta ini mukanya lucu bangeet apalagi baby unta, menggemaskan 🙂 dan ternyata setelah kucari – cari, unta banyak sekali memiliki keajaiban.
Dan unta adalah salah satu hewan yang namanya diabadikan didalam al qur’an ..
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan.”
(QS. Al-Ghaasyiyah [88] : 17)
Selain itu, cerita unta juga ‘sering’ masuk kedalam sirah nabawiyah yang artinya unta adalah hewan yang turut ‘andil’ dalam perjalanan Rasulullah SAW, seperti perjalanan Rasulullah SAW hijrah ke madinah.
Atau ada juga cerita unta yang sangat terkenal dalam sirah, seperti cerita berikut … Pada suatu hari, Rasulullah saw. berjalan di sepanjang jalan kota Madinah. Tiba tiba beliau melihat orang orang yang sedang berkumpul di pasar sebuah kebun.
Kemudian beliau menanyakan apa yang terjadi. Orang orang itu menjawab, “Di kebun ada seekor unta yang
menghadang setiap orang yang ingin masuk ke kebun. Unta itu mengamuk seperti yang engkau lihat, wahai
Rasulullah”
Rasulullah kemudian memasuki kebun itu. Anehnya, unta itu lalu mendekati Rasulullah sambil menangis,
bahkan sampai meletakkan bibirnya di tanah dan duduk di depan Rasulullah. Mengertilah Rasulullah bahwa unta itu sedang mengadukan perlakuan majikannya yang kejam kepada unta itu.
Kemudian Rasulullah mengikatkan kendali ke mulutnya sambil berkata,
“Semua yang ada di antara langit dan bumi, mengetahui bahwa aku adalah Rasulullah, kecuali jin jin dan orang orang yang durhaka.”
Selanjutnya Rasulullah mengatakan kepada pemilik unta itu bahwa sesungguhnya unta itu mengadu karena
terlalu banyak kerja dan kurang makan. Rasulullah selanjutnya berpesan kepada pemilik unta itu agar tidak
terlalu manganiayanya dan memperlakukan unta itu dengan baik. ~~
Makin kagum aja deh sama unta, apalagi setelah membaca bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan dari Allah SWT ….. Subhanallah
Allah telah menciptakan unta secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia.
1. Punuk Unta
Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.
2. Gigi, Mulut dan Perut Unta
Unta berpunuk mampu menghabiskan 30-50 kg makanan dalam satu hari, dalam situasi yang sulit binatang ini mampu hidup selama satu bulan dengan hanya mengkonsumsi makanan 2 kg rumput per hari.
Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah. Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir.
Unta memiliki bibir yang sangat kuat dan mirip karet yang menjadikannya mampu memakan duri yang cukup tajam untuk merobek kulit yang tebal sekalipun. Di samping itu, unta memiliki perut dengan empat bilik, serta sistem pencernaan yang sangat kuat yang mampu mencerna apa saja yang dimakan unta. Ciri-ciri ini sangat sesuai bagi binatang yang hidup di iklim sangat kering.
3. Mata dan Hidung Unta
Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata. Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini.
Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata.
Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.
4. Kaki Unta
Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju. Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya.
Telapak kaki unta memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan ukuran dan panjang kakinya. Kaki ini dirancang secara khusus dan sengaja diciptakan dengan ukuran besar untuk membantu berjalan di atas padang pasir dengan mudah tanpa terperosok. Telapak kaki ini memiliki bentuk melebar dan menggembung. Selain itu, kulit yang tebal pada telapak tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap pasir gurun yang panas membakar.
Seluruh lutut unta tertutupi oleh risa (lapisan kulit tebal), yang tersusun atas kulit setebal dan sekeras tanduk. Ketika unta berbaring di atas permukaan pasir panas, lapisan kulit tebal ini melindunginya dari luka akibat permukaan tanah yang sangat panas.
5. Bulu (Rambut) dan Kulit Unta
Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam.
Buulu unta terdiri dari rambut tebal dan bulu kempa yang tidak hanya melindungi tubuhnya dari kondisi cuaca dindin dan panas, namun juga menghindari kehilangan air tubuhnya. Unta dapat menahan peluh keringat tubuhnya dengan cara menaikkan suhu tubuhnya hingga 41ºC, sehingga menghindari kehilangan air tubuh. Dengan bulu tebalnya, unta di benua Asia dapat bertahan hidup di suhu tinggi yang hingga +51ºC di musim panas dan turun hingga -51ºC di musim dingin.
Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisanlapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.
Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaanNya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Al Quran :
“Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan – Nya meliputi segala sesuatu.”
(QS. Thaahaa [20] : 98 )
Subhanallah Subhanallah Subhanallah
sumber
http://roozanty.blogspot.com/2012/01/keajaiban-penciptaan-unta.html
http://www.dakwatuna.com/2007/03/119/onta-itu-mengadu-kepada-rasulullah/
secretno undercover
secretno undercover adalah cerita, kejadian , peristiwa memalukan yang dialami penulis cieee.. berasa udah jadi penulis best seller ajeh 🙂 …aamiin
banyak kejadian – kejadian memalukan yang kalau di ’tilik’, di’kulik’, ternyata sungguh memalukan sekaligus menggelikan…. mau tahu ?
1. kalau ngomong cepet banget, biasalah kecepatan otak dan mulut saling beradu makanya jadi belibet. Pernah saat jadi pembina upacara, saking semangatnya, cepet banget ngomongnya mirip petasan betawi hihi 🙂 dan selalu ngulang kata yang ingin disampaikan sampai kira – kira 7 kali, … jadi anak – anak kita harus inisiatif, inisiatif,,, blabla inisiatif, inisiatif dan inisiatif, inisiatif, inisiatif dan seterusnya hehehe
2. kalau ada masalah suka heboh sendiri dan selalu melibatkan orang lain jadi heboh juga #panikan
3. dijuluki “onta” sama teman – teman, soalnya peminum banget, kalau lagi pas makan diluar, suka pesen minum 2, atau kalau pesan minumnya cuma 1 biasanya suka ngabisin minum teman..heheh
4. karena suka minum intensitas ke kakamar mandi sering banget..untung kamar mandi di skul gratis hehe
5. habis sholat selalu pengen ngeluarin gas yang selama sholat berusaha ditahan, jadi pas berdoa atau abis salam langsung bales dendam ngeluarinnya sampe bunyinya nyaring bgt :p
6. suka salah pake kaos kaki orang… padahal sudah nyadar tuh kaos kaki orang yang dipake agak kelonggaran dan beda, tapi tetep juga dipake.. bu sofi jadi korban 2 kali xixixixi 🙂
7. pernah juga lagi mampir kerumah teman, pulangnya salah pake sendal. Kaki kanan pake sendalku yang kaki kiri sendal teman. Padahal sendalnya beda warna #tutupmuka
8. kalo lagi errornya kumat suka salah sebut nama benda misal mau ngomong kecap bango malah kecap tango #tepokjidat
9. sering juga kalau lagi dikantor salah minum gelas punya guru lain.. malah waktu lagi ngawas UN di sd negeri, salah minum gelas ibu – ibu dari sd lain, sampe minta maaf berkali- kali #parah
10. waktu rafting bareng temen – temen, diketawain abis – abisan karena bukannya mikirin keselamatan pas rafting malah rempong mikirin kaos kaki yang takut hanyut #sungguh terlalu-,-
11. barang yang harus selalu ada dirumah yaitu cotton bud. ga bisa ‘hidup’ tanpa cotton bud dan parahnya kalau abis pake cotton bud ga lagsung dibuang di tong sampah tapi malah dikoleksi, jadi sisa – sisa cotton bud yang sudah dipake dan sudah ‘berwarna’ itu bertebaran disekitar rumah #jorok
12. kalau bawa motor ( biasanya ) kalau lewat jalan baru atau jalan yang jauh harus ada yang bimbing dibelakang, kalau ga pasti suka salah belok atau kelewatan jadi harus puter balik lagi…huft
13. hoby numpahin air minum… ini bakat atau gejala alam sih qiqiqi
14. ekspresif, ga bisa nyembunyiin perasaan.. apalagi kalau lagi falling in love 😀
15. kurang apik kalau nyimpen barang ..ganti kacamata bisa 3 bulan sekali, karena patah, jatoh, kedudukan atau hilang … yang biasanya pas udah beli kacamata baru sebulan kemudian kacamata yang hilang ketemu lagi #cape d 😉
cukup demikian kisah memalukannya, nanti disambung lagi.. bagi teman – teman yang suka error kaya sayah ..yuk merapat 😛 mari erroria berjamaah hehe 😀
“..membuka pintu maaf yang setulus-tulusnya …”
“..membuka pintu maaf yang setulus-tulusnya …”
Salah satu ciri kita telah tulus memaafkan orang lain adalah jika kita tidak lagi terbelenggu
oleh rasa sakit hati kita karena perbuatan orang lain itu.
Memberi maaf itu mampu membuka belenggu-belenggu sakit hati.
Mampu menyingkirkan kebencian.
Dan memaafkan adalah kekuatan yang sanggup menghancurkan rasa mementingkan diri sendiri!
Ketika kita memberi maaf, itu tidak berarti kita lebih rendah atau kalah.
Justru ketika kita memberi maaf, kita telah menang dan kedudukan kita lebih terhormat dibandingkan orang yang kita beri maaf…”
Kata maaf berasal dari bahasa Al-Quran alafwu yang berarti “menghapus” karena yang memaafkan menghapus bekas-bekas luka di hatinya. Bukanlah memaafkan namanya, apabila masih ada tersisa bekas luka itu didalam hati, bila masih ada dendam yang membara
Islam mengajak manusia untuk saling memaafkan. Dan memberikan posisi tinggi bagi pemberi maaf. Karena sifat pemaaf merupakan bagian dari akhlak yang sangat luhur, yang harus menyertai seorang Muslim yang bertakwa. Allah swt berfirman: “…Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah.” (Q.S.Asy-Syura : 40).
Al-Quran memang menetapkan, bahwa seseorang yang diperlakukan secara zalim diizinkan untuk membela diri tapi bukan didasarkan balas dendam. Pembelaan diri dilakukan dengan penuh simpati seraya menunjukan perangai yang luhur, bersabar, memaafkan dan toleran.
Sungguh, tidak mudah memang, namun balasan di sisi Allah SWT sangatlah besar.
itulah orang-orang yang MENANG ( faa-iziin) dan KEMBALI FITRAH (‘aa-idiin)..
Semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian)
dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah)
Yaa Allah , Yaa Affuw Yang Maha Pemaaf, jadikan kami hamba – hambaMu yang mudah meminta maaf dan memafkan orang lain.. Amin Ya Rabbalalamin
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
TAQOBALALLAHU MINNA WA MINKUM, SHIYAMANA WA SHIYAMAKUM
JA’ALANALLAAHU MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN, AMIN…
Met Lebaran smuaaa, maapin yeee.. 🙂
satu pinta dalam doa
Aku sampai di titik dimana aku kecewa. Kecewa dengan keadaan, kecewa dengan orang – orang sekitar. Dikecewakan. Bagaimana ya bertahan dalam berbagai kesulitan? Merasa tidak sendiri menghadapi semua ini… Sesak rasanya.. Kosong terasa … Bila sedang dilanda kegelisahan, kemana lagi aku harus berkeluh kesah selain padaMu ? Bila diri ini sedang bimbang, kemana lagi harus berpegang selain padaMu ? Bila rencana – rencana yang telah kita buat, tak sesuai harapan kemana lagi aku minta bantuan selain pada Mu… Yaa Allah … Kenapa begitu lemah… Sangat sulit.. bahkan mengungkapkannya-pun aku tak mampu… Ahh, padahal ramadhan hampir usai. Detik -detik kepergian ramadhan hampir tiba. Sebentar… masih ada waktu… masih sempat…masih bisa…masih ada jalan. Hatta, besok kiamatpun Allah SWT masih akan mengabulkan permintaan hambaNya yang bertaubat. Apalagi kini, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan ramadhan bulan tarbiyah, bulan terkabulnya doa – doa. Pintalah pada Allah yang kau mau, maka Allah akan memberinya. Berdoa sebanyak – banyaknya, karena ini bulan pengabulan Doa. Doamu adalah ibadahmu. Doamu kan mengubah taqdir. Berdoa dan yakini pertolongan Allah SWT menembus batas logikamu. Allah kabulkan permintaan orang yang berdoa jika mereka meminta, Allah akan segerakan pengabulannya, atau Allah SWT ganti dengan syurga, atau Allah SWT cegah dari bala. Berdoalah ditengah malam, disaat menjelang pagi dan petang hari, saat sujudmu, saat berbuka, diantara adzan dan qomat, saat turunnya hujan. Berdoalah untuk ku, untuk mu, untuk orang tua mu, jodohmu, pasanganmu, keturunanmu, untuk rezekimu, untuk agama ini, untuk negeri yang kau cintai, untuk bangsa ini, untuk gaza dan rohingya. Berdoalah dengan lembut dan jangan tergesa-gesa, dengan tunduk dan penuh harap mu. Berdoalah, karena itu kebiasaan para Nabi, kekuatan para sahabat, senjata para mukmin. Berdoalah, buka pintu kasih sayang dan ketuk syurga lewat doamu. Berdoalah dan izinkan malaikat mendoakanmu. Berdoalah agar optimis dan tenang hatimu selalu. Buktikan bahwa Ramadhon bulan pengabulan Doa. Di hari terakhir ramadhan tahun ini, dengan penuh harap aku berdoa, hanya satu pintaku.. Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahiim, Yaa Mujiib, Ya Allah Yang Maha Mengabulkan.. Jadikan kami hamba – hambaMu yang I K H L A S… Amin Ya Rabbalalamin.
* tulisan ini juga dikirim ke kompasiana http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/08/18/satu-pinta-dalam-doa/
* Jazakumullah utk Ust Ismeidas atas postingan ” doa” nya
ajari aku cara mencintai yang benar, sesuai dengan tuntunanMu
Beritahu aku apa itu cinta?
Sebentuk perasaan yang menggelayuti hati
Segumpal rasa yang sukar ditebak apa maunya
Ohh inikah rasanya ?
Kadang berbunga dan sejuta rasanya
Lain waktu penuh dengan kecewa
Saat ini penuh rasa cemas tiada terkira
Dan bila sakit..
Hmmm
Ada rasa yang menyelimuti,,, entah apa ini namanya ??
Rasanya sakit dan sesak, air mata juga ( seperti ) ingin tumpah
Ditolak oleh orang yang kita cintai,,, kira – kira begini rasanya..
Terlalu berlebihan memang, harusnya biasa saja
Mungkin karena aku belum pernah mengalaminya
Baru kali pertama, aku merasakan dan ( berharap ) ini yang terakhir ( semoga )
Ahhh, aku tak mau terus begini
Terus resah …
Ya Allah… ajari aku cara mencintai yang benar, sesuai dengan tuntunanMU
Apa aku terlalu mencintainya? Takut kehilangannya?
Sesungguhnya, kita memang tidak boleh terlalu banyak berharap kepada manusia.
Pada Allahlah akhirnya bermuara segala rasa
Makanya… ajari aku cara mencintai dan dicintai bagaimana semestinya
Aku ingin kamu yang mengajariku
Bisa ?
ketika anak ekonomi yang ga ( kesampaian ) jadi guru ekonomi menulis :)
Semangat baru 2012/2013
Dua minggu liburan tak terasa, harus kembali lagi ‘sibuk’ dengan rutinitas tugasku sebagai guru..
Memasuki tahun ajaran baru, kita harus punya semangat baru, impian baru, cita – cita baru dan tentunya harapan agar dapat bekerja untuk memberikan yang terbaik lagi bagi murid – murid kami tercinta. Tahun ajaran baru 2012 / 2013 juga begitu.
Tahun ini, adalah tahun yang luar biasa. Dimana kami memiliki sosok pemimpin baru walau dengan wajah lama. Heheh
Yup, ajib kini punya punya kepala sekolah baru, yaitu Bapak Mohtari A Halim yang kerap disapa Pak Zoro hehe engga deng becanda ya pak
Tahun ini juga tahun yang special karena formasi kelas yang agak ‘ berubah’ beda dari biasanya.
Perubahan inilah yang kini harusnya menjadi ‘lecutan’ bagi kami, guru – guru agar dapat lebih ‘giat’ lagi menimba dan mengasah diri agar menjadi guru yang serba bisa dimanapun kami ditempatkan.
Persiapan raker yang sedianya akan 2 hari dilaksanakan jadi ‘urung ‘ dilakukan karena adanya perubahan formasi pimpinan. Sempat berkali – kali ganti formasi kelas, akhirnya pada hari Jumat, dua hari sebelum masuk, formasi tetap akhirnya diumumkan, Alhamdulillah…
Ibarat akan berlaga bertempur dimedan perang, kami sang “ksatria – ksatria” yang siap menebar ilmu, harus punya persiapan khusus. Tidak asal berlaga, tanpa amunisi, apalagi strategi. Maka dari itu, persiapan atau raker mutlak diperlukan. Dari mulai yang paling kecil dalam perang kami harus mempersiapkan peralatan perang dalam hal ini, merapihkan kelas, pindah – pindah kelas.
Apa amunisi dalam berperang? Senjata.
Nah kalau kami sebagai guru? Ilmu yang harus terus di upgrade pastinya, dapat kelas baru, naik kelas, turun kelas, teteuuup harus buka buku lagi, belajar lagi, buka kamus lagi, minta warisan dari guru sebelumnya ( lagi ) dan lain – lain sebagainya.
Sebelum perang, kita pastinya harus menentukan stratregi berperang agar tidak kalah, atau kehabisan peluru sebelum perang usai. Tentunya RPP, silabus, program semester dan kawan – kawannya adalah strategi perang seorang guru. Sebenarnya kalau ditanya? Apa yang paling malas anda kerjakan sebagai guru? Saya pasti nomor 1 akan menjawab mengerjakan perangkat pembelajaran, RPP dan teman – temannya tersebut heheh berarti saya suka berperang tanpa strategi yah? Hmmmmphh
Sebongkah semangat, dimanakah ia berada ?
Nah ini yang harus dicari, digali, karena yang namanya semangat kadang datang, kadang pergi, kadang hilang, kadang muncul. Guru baru atau lama harus terus memperbaharui semangatnya. kadang saya iri dengan guru baru yang punya semangat yang luar biasa.
Hati ini kadang menjadi malu, karena semangat yang kini ada tidak seperti dulu lagi. Karena ibarat hukum gossen 1 hehe masih pada inget g?
Hukum Gossen I
Berdasarkan pola konsumsi manusia dalam mengonsumsi satu jenis barang untuk mencapai utilitas maksimum, lahirlah Hukum Gossen I yang dikemukakan oleh Hermann Heinrich Gossen. Pada intinya, hukum ini menyatakan:
“Jika Pemuas terhadap suatu benda berlangsung terus-menerus, kenikmatan mula-mula mencapai kepuasan tertinggi. Namun, makin lama makin turun, sampai akhirnya mencapai titik nol”
Kalau kita lagi haus minum air di gelas pertama pasti rasanya nikmat banget, nah kalau masih haus minum di gelas ke 2 pasti masih juga seger, begitu sudah gelas ke 3 pasti sudah mulai ga terasa nikmat lagi tuh karena mulai kembung…
Seperti saya sekarang ini sedang ‘sedikit’ jenuh, karena memang mengajar dengan murid yang sama karena gurunya ikut naik kelas juga, lumayan ‘garing’ juga karena manusia pasti butuh yang namanya dinamisasi …alaahgubrag..
Namun hal ini tidak menjadi halangan dan rintangan bagi saya , untuk terus memperbaharui semangat terus setiap harinya, apalagi saya melihat guru baru yang punya semangat tinggi masa kita guru lama kalah siii..malu dong hehe : )
makanya supaya ga jenuh saya menerapkan
Hukum Gossen II
“Konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marginal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama”
Kesimpulannya, Saya harus mengkonsumsi kenikmatan mengajar sedemikian rupa, misalnya banyak bergaul, minta suntikan semangat dari teman baru, berbagi pengalaman dengan guru senior. Menjadikan ini sebagai tugas mulia yang diamanahkan kepada saya. Apalagi tugas mulia ini yang memberikan bukan kepala sekolah, juga bukan ketua yayasan sekolah tapi langsung dari Nya.
Sehingga menjadikan ini bukan sebagai tugas profesional semata, tapi lebih tinggi nilainya karena bernilai ibadah, jadi mencintai pekerjaan setulus hati sehingga melaksanakan dengan segenap jiwa dan penghayatan yang dalam hehe..
Yuk semangaaaaaattt!!


