Ibarat padi makin berisi makin merunduk itulah filosofi yang sering dianalogikan bagi seseorang yang semakin berilmu tetapi semakin rendah hati. Saya menangkap filosofi ini ada dalam diri Nurul Asiah. Mbak Nurul orang sering memanggilnya. Sosok wanita muslimah sederhana namun memiliki banyak peran sentral dimanapun dia berada.
Saya pertama kali mengenalnya ketika tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HIMPAS) UNDIP. Saat itu beliau mengemban amanah sebagai sekretaris umum HIMPAS. Interaksi satu tahun dengan beliau selama di HIMPAS memberikan banyak kesan positif terhadapnya. Mbak Nurul begitu juga saya memanggilnya, memberikan keteladanan dalam hal totalitas mengemban sebuah amanah. Ditengah kesibukannya sebagai asisten dosen beliau masih menyempatkan diri aktif dalam organisasi kampus.
Salah satu yang paling berkesan dari beliau adalah kemampuan manajerial yang sangat baik. Meski dihadapkan dengan banyak tugas dan project namun dengan dukungan kemampuannya tersebut, amanah di organisasi mampu beliau tuntaskan dengan cukup baik. Satu tahun kemudian pasca reorganiasi di HIMPAS beliau melanjutkan kiprahnya di Keluarga Islam Pascasarjana (KIPAS) UNDIP. Mbak Nurul mengemban amanah sebagai ketua bidang fund rising. Kuliah dan kerja yang di tempuhnya tidak membuat Ia mengabaikan peran sentralnya sebagai ketua bidang. Hal ini terbukti dengan banyak pendanaan yang diperoleh oleh bidang fund rising untuk menjalankan kegiatan KIPAS UNDIP.
Jumat Oktober 2015 pada momen wisuda ke 140 UNDIP saya kembali terkesan dengan prestasi beliau dengan memperoleh IPK sempurna 4,0 dan lulus tepat waktu. Mengingat Ia tidak hanya fokus studi namun memiliki prestasi yang luar biasa. Dari profil singkat ini saya hendak memberikan penegasan bahwa aktif dalam berorganisasi tidak sepatutnya dijadikan alasan untuk menunda kelulusan bahkan mungkin memperoleh IPK seadanya. Meskipun penulis juga belum bisa memperoleh hal yang sama..hehe.
Setidaknya ada pelajaran yang harus kita ambil bahwa hidup ini terlalu singkat untuk digunakan mencari alasan. Kemampuan manajemen waktu yang baik menjadi solusi bagi kita untuk berprestasi di bidang masing-masing meski dengan waktu yang terbatas.
Kita harus meyakini bahwa kebiasaan baik tidak muncul dengan sendirinya. Kebiasaan itu harus dilatih setiap hari dari tindakan-tindakan baik. Maka dari kebiasaan baik itu akan muncul karakter seseorang. Terakhir sebagai penutup mungkin kita perlu bertanya pada orang-orang yang sukses disekitar kita bagaimanakah manajemen waktu yang baik?.
Bertepatan wisuda ke 140 ini KIPAS UNDIP โmeluluskanโ sebagian pengurus dengan prestasi yang membanggakan. Semoga keberkahan senantiasa menyertai pada momen-momen kehidupan selanjutnya. Selamat untuk teman-teman yang telah menyelesaikan studinya.
Catatan ini dedikasikan untuk para anggota KIPAS UNDIP yang secara bersamaan memperoleh predikat wisudawan cumlaude yaitu:
1. Nurul Asiah (Ketua Bidang Fund Rising)
2. Rona Trisnaningtyas (Staf Kemuslimahan)
3. Lutfi Kurnia Dewi (Staf Syiar)
4. Ina Noprastika (Staf Kemuslimahan)
5. Aulia Novelira (Staf Kaderisasi)
6. Andi Sri Wahyuni (Staf Syiar)
7. Mira Mardhiya Albab (Staf Kemuslimahan)
KIPAS UNDIP 2016 menunggu kandidat-kandidat prestatif lainnya untuk bergabung menjadi bagian keluarga besar KIPAS. Congratulation!

