Teladan dari KIPAS

Ibarat padi makin berisi makin merunduk itulah filosofi yang sering dianalogikan bagi seseorang yang semakin berilmu tetapi semakin rendah hati. Saya menangkap filosofi ini ada dalam diri Nurul Asiah. Mbak Nurul orang sering memanggilnya. Sosok wanita muslimah sederhana namun memiliki banyak peran sentral dimanapun dia berada.

Saya pertama kali mengenalnya ketika tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HIMPAS) UNDIP. Saat itu beliau mengemban amanah sebagai sekretaris umum HIMPAS. Interaksi satu tahun dengan beliau selama di HIMPAS memberikan banyak kesan positif terhadapnya. Mbak Nurul begitu juga saya memanggilnya, memberikan keteladanan dalam hal totalitas mengemban sebuah amanah. Ditengah kesibukannya sebagai asisten dosen beliau masih menyempatkan diri aktif dalam organisasi kampus.
Salah satu yang paling berkesan dari beliau adalah kemampuan manajerial yang sangat baik. Meski dihadapkan dengan banyak tugas dan project namun dengan dukungan kemampuannya tersebut, amanah di organisasi mampu beliau tuntaskan dengan cukup baik. Satu tahun kemudian pasca reorganiasi di HIMPAS beliau melanjutkan kiprahnya di Keluarga Islam Pascasarjana (KIPAS) UNDIP. Mbak Nurul mengemban amanah sebagai ketua bidang fund rising. Kuliah dan kerja yang di tempuhnya tidak membuat Ia mengabaikan peran sentralnya sebagai ketua bidang. Hal ini terbukti dengan banyak pendanaan yang diperoleh oleh bidang fund rising untuk menjalankan kegiatan KIPAS UNDIP.
Jumat Oktober 2015 pada momen wisuda ke 140 UNDIP saya kembali terkesan dengan prestasi beliau dengan memperoleh IPK sempurna 4,0 dan lulus tepat waktu. Mengingat Ia tidak hanya fokus studi namun memiliki prestasi yang luar biasa. Dari profil singkat ini saya hendak memberikan penegasan bahwa aktif dalam berorganisasi tidak sepatutnya dijadikan alasan untuk menunda kelulusan bahkan mungkin memperoleh IPK seadanya. Meskipun penulis juga belum bisa memperoleh hal yang sama..hehe.
Setidaknya ada pelajaran yang harus kita ambil bahwa hidup ini terlalu singkat untuk digunakan mencari alasan. Kemampuan manajemen waktu yang baik menjadi solusi bagi kita untuk berprestasi di bidang masing-masing meski dengan waktu yang terbatas.

Kita harus meyakini bahwa kebiasaan baik tidak muncul dengan sendirinya. Kebiasaan itu harus dilatih setiap hari dari tindakan-tindakan baik. Maka dari kebiasaan baik itu akan muncul karakter seseorang. Terakhir sebagai penutup mungkin kita perlu bertanya pada orang-orang yang sukses disekitar kita bagaimanakah manajemen waktu yang baik?.
Bertepatan wisuda ke 140 ini KIPAS UNDIP โ€˜meluluskanโ€™ sebagian pengurus dengan prestasi yang membanggakan. Semoga keberkahan senantiasa menyertai pada momen-momen kehidupan selanjutnya. Selamat untuk teman-teman yang telah menyelesaikan studinya.
Catatan ini dedikasikan untuk para anggota KIPAS UNDIP yang secara bersamaan memperoleh predikat wisudawan cumlaude yaitu:
1. Nurul Asiah (Ketua Bidang Fund Rising)
2. Rona Trisnaningtyas (Staf Kemuslimahan)
3. Lutfi Kurnia Dewi (Staf Syiar)
4. Ina Noprastika (Staf Kemuslimahan)
5. Aulia Novelira (Staf Kaderisasi)
6. Andi Sri Wahyuni (Staf Syiar)
7. Mira Mardhiya Albab (Staf Kemuslimahan)
KIPAS UNDIP 2016 menunggu kandidat-kandidat prestatif lainnya untuk bergabung menjadi bagian keluarga besar KIPAS. Congratulation!

Keluarga itu bernama KIPAS

IMG_3051

IMG_3058

Tiap muslim itu bagaikan satu tubuh, jika salah satu merasakan sakit maka yang lain juga akan ikut merasakannya. Begitulah perumpamaan persaudaraan sesama muslim terikat dalam satu tubuh yang menjadi satu kesatuan. Kebahagiaan salah satu juga merupakan kebahagiaan bagi yang lain.

Ikatan persaudaraan itu semakin terasa karena bersama dalam satu keluarga. Keluarga yang menegaskan ada kesamaan visi didalamnya. Keluarga kecil itu bernama Keluarga Islam Pascasarjana UNDIP. Berasal dari berbagai daerah di Indonesia kemudian dipertemukan di “Kota Lumpia” Semarang.

Bulan Mei yang lalu usia Keluarga Islam Pascasarjana yang lebih akrab dengan sebutan KIPAS merayakan miladnya yang pertama. Jika diibaratkan dengan usia manusia adalah seusia bayi yang mungkin baru belajar berjalan bahkan mungkin masih merangkak. Belum banyak hal yang bisa dilakukan karena sedang proses belajar menemukan kekuatannya.

Meskipun demikian berbagai upaya telah di wujudkan dalam aksi nyata berbalut segala keterbatasan. KIPAS UNDIP akan terus berproses untuk semakin baik kedepannya. KIPAS UNDIP tidak mengejar kesempurnaan dalam setiap aktivitasnya akan tetapi selalu berusaha memenuhi amanah yang diberikan oleh Sang Maha Sempurna. Amanah untuk mensyiarkan nilai-nilai Islam ke segala penjuru nusantara. Karena anggota KIPAS sendiri berasal dari berbagai pulau di Indonesia. Ada pulau Sulawesi, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Papua, dan Pulau Sumatra.

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat dan ukhuwah itu semakin terasa erat. Keluarga kecil ini akan terus berkembang dengan tunas-tunas baru kelak. Segala capaian saat ini semoga menjadi batu pijakan untuk terus memperbaiki diri. Dari keluarga kecil ini juga semoga melahirkan keluarga-keluarga baru yang islami. hehe

Akan tiba masanya kelak perpisahan antara satu dengan yang lain. Dan dibulan Agustus ini ada beberapa anggota KIPAS yang melangsungkan prosesi wisudanya. Selamat untuk teman-teman yang akan di wisuda yaitu saudara Yusuf Al-Arief, Sulaiman, Rizky Jazuska, dan Annaas Budi S. Semoga ukhuwahnya tetap terjaga. ๐Ÿ™‚

Pekerjaanku?

Pernahkah anda berfikir pekerjaan apa yang paling menyenangkan bagi kita?
Banyak orang hanya terpaku pada materi atau imbalan yang diberikan dari sebuah pekerjaan tanpa terlalu memikirkan apakah memang sesuai yang diinginkan?

Banyak sekali dari kita beranggapan gaji yang besar sebagai faktor utama seseorang bahagia menjalani pekerjaannya. Akan tetapi bukan hal tersebut yang membuat seseorang merasa bahagia dengan pekerjaan yang dimiliki. Faktor yang seringkali menentukan seseorang berbahagia adalah pekerjaan tersebut dijalani dengan sepenuh hati.
Kita bisa melihat seorang petani yang tiap hari harus telaten untuk merawat tanamannya membutuhkan ketekunan yang tinggi. sejak pagi Ia harus bekerja penuh dengan semangat untuk menjaga agar hasil yang ditanam kelak dapat dipanen hasilnya. kesungguhan seorang petani memberikan sebuah pesan bahwa tidak ada yang mudah dalam setiap pekerjaan yang kita geluti.
Saat ini populer sebutan kata passion. Passion sendiri dapat diartikan sebagai sebuah kondisi dimana bidang pekerjaan yang ditekuni sesuai dengan minat dan keinginannya. Melalui passion seseorang memiliki semangat dan gairah untuk melakukan pekerjaanya.
Beribu cara dilakukan seseorang untuk memperoleh kebahagiaan. hal ini juga berkaitan dengan segala upaya manusia adalah untuk mencapai kebahagiaan itu sendiri. seseorang bekerja keras mengumpulkan uang atau harta salah satunya adalah untuk memperoleh kebahagiaan. Begitu juga dengan segala aktivitas kita hendaknya memang didasarkan pada kemauan hati nurani. Hampir sama dalam memilih sebuah bidang pekerjaan harus tetap didasarkan pada keinginan atau motivasi yang dimilikinya.
Setiap orang memiliki pandangan dan kapasitas yang berbeda-beda. maka jangan sampai Anda terjebak pada pekerjaan yang memberikan nilai materi yang berlimpah tetapi ternyata dalam menjalankannya tidak merasakan kebahagiaan di dalamnya.

Tentulah pekerjaan impian adalah pekerjaan yang memberikan tambahan semangat dan perbaikan bagi diri kita.
tak perlulah kita harus menyamakan diri dengan orang lain hanya karena pekerjaan yang dijalani tersebut terdapat prestise yang tinggi atau menjanjikan gaji yang tinggi. Masing-masing dari kita memiliki keunikan dan kemampuan yang relatif berbeda. Memiliki motivasi serta keinginan yang berbeda pula. Maka dari itu sebelum terlambat segera tentukan apakah kiranya pekerjaan yang memberikan rasa kebahagiaan dan kebaikan bagi kita?

Bahagaia Tuh Disini..

berbicara tentang bahagia masing-masing orang memiliki definisinya sendiri. Kalau menurutmu bahagia itu apa?
kalau menurut saya bahagia itu adalah melihat kebahagiaan orang-orang disekeliling kita. melihat senyuman, canda tawa mereka merupakan sumber kebahagiaan. berbicara tentang rasa bahagia banyak sekali versinya. ada yang berbahagia pagi ini mungkin karena dapat hadiah dari undian, atau bahagia bermimpi harga BBM turun..hehe.

pastilah setiap orang memiliki alasan masing-masing. pada dasarnya setiap orang mengejar kebahagiaan itu sendiri. Ada yang bekerja keras karena ingin mendapatkan materi untuk memenuhi kebahagiaannya. ada yang bekerja keras untuk kebahagiaan keluarganya. ada yang belajar keras untuk mendapat nilai yang bagus karena menurutnya dengan nilai tinggi ia akan berbahagia. hem itu manusiawi.

namun yang perlu dicatat semua yang kita kejar itu hanya merupakan alat atau sarana untuk mewujudkan kebahagiaan. alat hanya meruapakan ‘benda mati’ yang tidak memiliki perasaan. Salah besar jika kita menjadikan alat tesebut menjadi alasan kebahagiaan. Alat hanya bisa berfungsi jika dioperasikan oleh manusia itu sendiri. Maka sejatinya kebahagiaan itu bersumber dari perasaan kita.

barang kali ekstremnya begini kita diberikan pilihan untuk memilih diantara dua hal. yang pertama anda ditawari untuk menjadi seorang yang kaya raya tapi dengan satu syarat anda harus hidup sendirian di tengah pulau terpencil tanpa ada teman sorangpun. pilihan kedua anda menjadi seorang yang biasa saja tapi anda diberikan kesempatan untuk hidup bersama-sama dengan orang-orang yang anda sayangi. maka pilihan mana yang anda pilih?

untuk itu coba saat ini kita merefleksi diri sudah tepatkah definisi bahagia yang anda rumuskan? jika sudah tepat maka perjuangkanlah menurut versi anda. karena kebahagiaan itu ada dalam diri setiap orang. Tinggal bagaimana kita mampu memunculkannya.

masihkah kita mengabaikan orang-orang disekeliling kita hanya karena mengejar alat kebahagiaan? pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tak kan pernah bisa hidup sendiri. Maka jika anda ingin bahagia maka bahagiakanlah orang-orang disekeliling kita. tak ingatkah engkau senyuman tulus seorang bayi sepertinya lebih membahagiakan dari pada tumpukan uang yang itu telah menyita waktu kita untuk berkumpul dengan orang-orang tersayang.

maka mulai saat ini katakanlah bahagianya tuh disini. Di sini bersama senyum dan canda tawa orang-orang yang kita sayangi.

berbahagialah…

Hati-hati dengan Hat

“Ketahuilah bahwa didalam jasad manusia terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketauhilah bahwa segumpal daging itu ialah hati.” (H.R Bukhari)

Hati adalah raja bagi setiap gerak langkah jasad. Ia menjadi nahkoda yang menentukan arah kemana jasad akan berlabuh. Apakah berlabuh pada kebaikan atau pada keburukan. Hati laksana ruh kehidupan, ianya bisa sehat, bisa sakit bahkan bisa mati. Dr. Ahmad Farid dalam bukunya Tazkiyyatun Nafs membagi tiga jenis hati yaitu hati yang sehat, hati yang sakit dan hati yang mati.

Pertama tentang hati yang sehat ialah hati yang tunduk akan penciptanya, ia selalu dekat dengan kebaikan tiada cela untuk ingkar, tiada waktu untuk lalai dzikir kepada-Nya. Hati yang sehat laksana mutiara yang indah tak terkotori oleh amarah, tak terjamah oleh syahwat, tak ternoda oleh iri. Ianya lurus mengikuti petunjuk Ilahiah, merunduk tunduk berpasrah pada kesucian-Nya.

Hati yang sehat teraplikasi dalam amal-amal kebaikan. Ianya terwujud dalam sholat yang khusyuk, puasa yang bernilai dan sedekah yang ikhlas. Hati yang sehat bermuara pada takutnya lalai dalam sholat, amal yang riya dan takut akan ujub diri.

Kedua tentang hati yang sakit ialah hati yang memiliki dua sisi kemungkinan. Ianya berada diantara kebaikan dan keburukan, ianya masih berpaut pada kecondongan keduanya. Ia akan condong kepada kebaikan manakala ia mampu mengalahkan hawa nafsunya namun ia akan condong pada keburukan kala ia takluk pada hawa nafsunya.

hati yang sakit teraplikasi dalam dua sisi amal. lain waktu ia tunduk pada amal kebaikan lain waktu pula ia tunduk pada hawa nafsu. Maka hati yang sakit harus senantiasa diobati dengan dzikir kepada-Nya.

ketiga tentang hati yang mati ialah hati yang tunduk pada keburukan. Ianya mati sehingga ia melumpuhkan semua “indra”. Ia memiliki mata namun tak mampu melihat, ia memiliki telinga namun tak mampu mendengar, Ia memiliki akal namun tiada guna untuk berfikir. melalui mata, telinga, dan akalnya ia tak mampu melihat kebesaran pencipta-Nya. Sehingga ia tunduk pada hawa nafsunya yang mendorong ia senatiasa tunduk pada keburukan.

Hati yang mati teraplikasi dalam kerja-kerja maksiat. Ianya terwujud dalam kedzaliman diri, angkuhnya diri, dengki yang meninggi, syahwat yang selalu dituruti. Cahaya-Nya tiada menerangi, ia laksana ruang gelap yang pekat yang tiada petunjuk arah. Sehingga ianya hanya tunduk pada nafsu yang mengarahkannya pada keburukan.

Maka bagaimana dengan hati kita? adakah sedang dalam keadaan sakit atau sehat. Atau bahkan hati kita telah mati. Maka hendaklah hati-hati dengan hati. Rawatlah ia dengan amal-amal kebaikan sehingga Sang Maha pembolak-balik hati senantiasa menuntun pada jalan yang lurus.

Yuk Jaga Hati! ๐Ÿ™‚

Pelatihan Menulis FLP Semarang

Hari minggu 15 Maret 2015 dengan cuaca cerah dan tempat yang cukup teduh kami para peserta pelatihan kepenulisan yang diadakan oleh Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Semarang penuh khidmat mendengarkan materi. Acara diadakan di halaman perpustakaan Unissula. Pelatihan ini diadakan dalam rangka open recruitment pengurus baru FLP cabang Semarang.

Acara pertama kali dimulai dengan perkenalan masing-masing peserta kemudian dilanjutkan dengan sedikit sambutan langsung dari ketua FLP Semarang saudara Muhammad Hafidz Nabawi. Pada kesempatan pelatihan ini materi kepenulisan disampaikan oleh pembicara yang juga merupakan pengurus FLP Semarang yaitu saudara Agung. Materi yang diajarkan berkaitan dengan kiat-kiat untuk praktek menulis.

Seperti yang telah dijelaskan sejak awal oleh pemateri bahwa menulis bukan tergantung pada mudah atau sulitnya jenis tulisan akan tetapi, menulis adalah kemauan untuk menulis itu sendiri. Kemauan untuk menjalani setiap proses belajar. Menulis katanya tidak memerlukan kiat-kiat khusus, selama kita memiliki kemauan menulis dan mau menjalani prosesnya maka pada akhirnya proses belajar tersebut yang akan membentuk kita menjadi penulis.

Selanjutnya dipaparkan juga bagaimana kita memperoleh ide dalam menulis. Ide sebenarnya sangat berlimpah, segala aktivitas, dan apa yang ada disekitar kita merupakan sumber ide yang bisa menjadi tulisan. Namun ide yang berlimpah ini memerlukan kemampuan kita untuk dapat menjaringnya dan kemudian dituangkan menjadi sebuah karya. Penjaringan ide ini sebisa mungkin dilakukan segera ketika ide itu muncul. Penjaringan ide ini dapat dilakukan dengan mencatat setiap ide yang muncul disekitar kita. Catatan-catatan yang telah kita buat pada akhirnya akan bermanfaat bagi kita untuk merumuskan sebuah karya tulis baik berupa cerpen, artikel, puisi dan lain sebagainya.

Salah satu hal penting yang saya catat dalam materi yang disampaikan adalah bakat menulis seseorang hanya menyumbang 5 persen dari kemampuannya untuk menulis. 95 persen lainnya ternyata disumbang atau dibentuk oleh praktek atau kegiatan menulis yang kita lakukan. Kemudian langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam menulis adalah dalam proses penilaian karya tulis kita. Seorang penulis harus berani menunjukkan hasil karyanya ke orang lain untuk diberikan koreksi. Hal ini bermanfaat agar kita mampu mengukur kualitas tulisan serta untuk evaluasi perbaikan.

Berkaitan dengan ide atau bahan tulisan seorang penulis diharapkan untuk banyak membaca. Melalui membaca berbagai sumber buku maka akan semakin memperkaya bahan untuk tulisan kita. Membaca merupakan sumber referensi kita untuk membuat tulisan yang kita buat semakin berbobot. Namun diperlukan kemampuan daya seleksi kita dalam merangkum semua referensi yang ada menjadi satu kesatuan karya yang berkualitas.

Secara keseluruhan dapat disimpulkan ada empat hal yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang penulis yaitu:
1. Catat setiap ide yang muncul di sekitar kita
2. Membiasakan diri untuk terus menulis
3. Memberanikan diri untuk meminta penilaian atas karya kita
4. Memperbanyak membaca untuk sumber referensi

Tentang Api Tauhid

Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah Rab Semesta Alam..

Sesungguhnya hidayah bisa datang lewat mana saja tak terkecuali melalui media buku. Berbicara tentang buku tiap orang memiliki ketertarikan masing-masing.

Hari ini saya berhasil mengkhatamkan sebuah novel berbalut sejarah yaitu Api Tauhid karya dari novelis Habiburrahman El shirazy. Novel ini menceritakan kisah seorang ulama besar pada zamannya yaitu Badiuzzaman Said Nursi.

Kisah perjalanan hidup Badiuzzaman Said Nursi ini dihantarkan dan dibalut dalam alur cerita yang cukup dramatis. Kisah perjalanan cinta seorang Fahmi ini menjadi setting untuk menuturkan kisah perjuangan Badiuzzaman Said Nursi menegakkan cahaya Islam di bumi Turki Utsmani.

Beberapa hikmah yang bisa diambil untuk kehidupan saat ini adalah kecintaan kepada ilmu, keberanian untuk membela kebenaran serta menegaskan bahwa Islam sesungguhnya membawa pesan kedamaian.

salah satu pesan Badiuzzaman Said Nursi yang termuat dalam novel tersebut adalah sesungguhnya yang paling layak untuk dicintai adalah cinta itu sendiri danย  yang paling layak untuk dimusuhi adalah permusuhan itu sendiri. Pesan tersebut seakan menegaskan bahwa hidup ini akan indah bila dilandasi oleh cinta dan kasih sayang dan harusnya permusuhan dan kebencianlah yang harus dihilangkan.

Kecintaan akan ilmu oleh Badiuzzaman Said Nursi mengantarkan dirinya pada keagungan sebagai seorang ulama yang dicintai oleh para pengikutnya. Keagungan ilmu itu dibuktikannya pada keberaniannya menentang penguasa jika penguasa itu lalim. Ia tak pernah merasa gentar meski nyawa menjadi taruhannya. Kedalaman ilmu semakin tampak kala Ia muncul dengan pemahaman bahwa sesungguhnya dakwah bisa melalui jalan perdamaian dan menghindari pertumpahan darah.

Said itulah nama kecilnya, Ia lahir dari seorang ayah dan ibu yang memang luar biasa agama dan budi pekertinya. Dua insan yang sangat menjaga kehalalan pada setiap apa yang dilakukannya. Akhalaqul karimah dari kedua insan ini kemudian melahirkan seorang Badiuzzaman Said Nursi yang akhirnya menjadi keajaiban pada zaman tersebut.

Banyak sekali ibrah yang bisa dapatkan dengan membaca buku ini. Meskipun dibalut dengan cerita cinta masa kini namun cerita tentang keagungan Badiuzzaman Said Nursi sungguh dapat menggugah gelora jiwa bagi setiap muslim yang menginginkan cahaya Islam tetap bersinar. Novel ini bukan novel biasa namun sebuah novel yang memberikan pesan tentang sejarah peradaban Islam dan perjuangan menegakkannya.

Saya rasa semua yang ingin tergugah jiwanya akan cahaya Islam wajib membaca buku ini. selamat membaca..

mmm

Nasehat Diri

Allahmdulillah untuk kesekian kalinya hari ini masih diberi kesempatan untuk menghirup udara pagi dengan keadaan sehat wal afiat. Puji syukur senantiasa tercurah pada Maha Pemberi Kehidupan yang tiada henti memberikan segala nikmat dan karunia-Nya.

Kesempatan hari ini semoga tidak kita sia-siakan karena waktu yang telah diberikan sangat terbatas. Kita tidak bisa menjamin besok akan ada lagi kehidupan atau kesempatan untuk memperbaiki hari-hari yang sudah terlewat. Maka pesan untuk diri utamanya manfaatkanlah hari ini dengan sebaik mungkin. Isi dengan kegiatan-kegiatan positif selagi Allah memberi kesempatan untuk berbuat kebaikan.

Mulai niatkan pagi ini untuk beraktivitas menjemput rizki dan ilmu yang telah dihamparkan di dunia. Ingatlah tugas utama kita adalah senantiasa beribadah kepada-Nya. Menjadi hamba yang menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Memang tak mudah untuk melakukan itu semua namun sudah menjadi kewajiban bagi semua untuk mendengar dan menaati-Nya.

Semoga bukan hanya di lisan saja kita menyatakan keimanan akan tetapi iman itu juga teraplikasikan dalam aktivitas kerja kita. Kebaikan-kebaikan yang kita lakukan adalah dalam rangka perwujudan iman kita bahwa setiap pekerjaan akan mendapat balasannya. Siapa yang menanam kebaikan kelak di akhirat Ia akan memanen kebaikan. begitu juga sebaliknya hari ini kita menanam keburukan kelak di akhirat kita akan memanen hasilnya.

Ingatlah kita tak kan kekal dalam hidup ini. Maka persiapkan bekal-bekal terbaik untuk mempersipakan kepulangan kita ke kampung akhirat. Pesan ini tiada lain untuk diri yang seringkali lupa ketika aktivitas dunia telah dijalani. Maka sesungguhnya adalah kewajiban masing-masing untuk saling mengingatkan. Semoga tiap diri tiada lupa fungsi penciptaannya di dunia adalah sebagai khalifah di muka bumi. Hendaknya bersungguh-sungguh untuk memberikan kebermanfaatan dan memakmurannya.

maka semoga hari ini kita awali dengan bismillah semoga segala aktivitas kelak tercatat sebagai pemberat amal kebaikan bukan sebaliknya. Akhirnya kita harus tetap meyakini hari ini adalah kesempatan yang diberikan Allah agar memperbaiki diri agar lebih baik dari hari kemarin. Beruntunglah orang yang hari ini akan lebih baik dari harinya yang kemarin.

selamat beraktivitas dan menggapai ridha-Nya!

Kaizen

sedikit berbagi tentang materi kuliah tadi..Mata kuliah yang asyik sebenarnya (kata bapaknya :D) tapi ya memang asyik juga berbicara tentang target costing, theory of constraint, kemudian kaizen sma strategic pricing.

oya ini apa kiranya yang mau dibahas dulu? target costing kali ya. What is the meaning target costing?? target costing adalah menentukan level biaya yang spesifik untuk dicapai. Dalam hal ini perusahaan menetapkan biaya setiap komponen yang dibutuhkan perusahaan untuk membuat produk.

lalu apa itu theory of constraint? lebih singkatnya TOC. TOC adalah proses analisis kendala yang dihadapi dalam semua proes siklus produksi dengan tujuan untuk mengurangi biaya-biaya yang perlu dihilangkan dengan cara analisis kendala yang dihadapi.

ini mah seingat saya saja ya soalnya ingin nglatih daya ingat dan konsistensi nulis. jadi dengan bahasa yang bisa dibilang amburadul dulu. tapi yang namanya belajar itu harus berani kotor. karena kata iklan Rin** berani kotor itu baik (maaf sensor)..

terus kaizen itu apa ya..kaizen itu proses perbaikan yang berkelanjutan dan terus menerus. perbaikan yang dilakukan diharapkan dapat membantu perusahaan meminimalisir biaya yang tidak diperlukan. target costing dan kaizen sendiri memiliki hubungan..hubungan apa ini? jangan2…? oh tidak serius ini!

lalu strategic pricing itu intinya strategi perusahaan dalam menentukan harga produk sesuai dengan siklus penjualan produk. dimana dalam siklus ini perusahaan harus menentukan harga yang pas agar dapat bersaing dengan harga produk lain.

inti dari semua strategi diatas adalah upaya untuk menekan biaya dalam semua siklus produksi dan siklus penjualan. dari kesemuanya merupakan metode yang saling terkait dan tidak terpisahkan..cie..cie ๐Ÿ˜€ dan tujuan akhirnya adalah memenangkan persaingan dan memberikan kepuasan bagi pelanggan. nah barangkali yang punya usaha nampaknya perlu nih baca materi ini..biar strategi dalam menentukan harga produk lebih akurat…..

sementara ini dulu ya..tugas negara menati! besok kita sambung lagi..

Tempat Kesayangan

sepertinya sudah lama saya tidak mengunjungi tempat kesayangan. Ah apa itu tempat kesayangan? toko buku..hehe. kemarin saya ‘paksakan’ diri untuk mengunjunginya lagi. Yah bahagialah yang dirasa berada diantara ratusan judul buku.

Sampai di sana saya merasakan aroma ‘ketenangan’ dan ‘kebahagiaan’. Waktu dua jam rasanya seperti 2 menit..haha ini mah lebay. Memang ya kalau kita berada di tempat yang memang kita sukai waktu berjalan begitu cepat. Apalagi sekalian sama seseorang….? #ups teman maksudnya!

Menelusuri deretan rak yang tertata rapi dengan aroma buku yang memikat. loh seperi minyak wangi saja?. Beneran ini aromanya kerasa sampai saya bilang rasanya tuh disini (nunjuk hati :D)…Ah entahlah apapun perumpamaannya saya mendapatkan kebahagiaan..ibarat ketemu orang yang dirindukan baru ketemu setelah 1 abad lamanya..

Penelusuran saya hari ini akhirnya berbuah hasil..meskipun harus merogoh kocek yang teramat dalam..hehe. Yups akhirnya saya jatuh hati pada buku yang berjudul #sharing. Buku yang berisikan tentang kultweet yang dilakukan oleh CEO GE. hoh..tapi begitu bagus lho isinya nya. banyak pelajaran yang didapat didalamnya..

tapi saya belum bisa sharing isinya..mungkin lain waktu atau abad kedepannya saya bisa share..hehe. gak lah. tapi setelah membaca sebagian isinya saya menemukan inspirasi baru bahwa hidup ini akan bernilai bila kita share kepada yang lain. Maka dari itu saya mulai tertarik lagi untuk menulis.

hai kamu..iya kamu pernahkah merasa jatuh cinta? hem seperti itulah keadaan saat ini. jatuh cinta pada sebuah buku yang berjudul #sharing. masa sih? hoho..ini mah bahasa hiperbola saya. Tapi beneran kok melalui tempat kesayangan ini saya menemukan buku kesayangan..tapi kok belum nemu orang kesayangan..hehe

sekian..jangan panjang-panjang..