By: Sutan Djakarta Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan … Lanjutkan membaca ‘SUBJEK KETIDAKADILAN’
Tolak Utang Najis Obligasi Rekap BLBI Dalam APBN RI
By: Restianrick Bachsjirun “Sulit untuk kita membatahnya, bahwa republik dan rakyat bangsa ini telah tenggelam ke dalam kubangan “utang najis” dan “utang kriminal”. Semakin bangkit dan berusaha keluar dari jebakan utang ini, semakin dalam kubangan utangnya. Seperti orang yang tercebur dalam aliran lumpur hisap, semakin berusaha melepaskan diri dari hisapan lumpur, maka semakin dalam lumpur … Lanjutkan membaca Tolak Utang Najis Obligasi Rekap BLBI Dalam APBN RI
HANYA DENGAN DAULAT RAKYAT, KITA BISA MENCAPAI TUJUAN KEBANGSAAN KITA
By: Restianrick Bachsjirun TUMBANGNYA kekuasaan otoriter rezim Orde Baru diawali dengan terbentang luasnya jurang yang memisahkan harapan dan kenyataan. Selama 32 tahun rakyat menanti janji Orde Baru yang akan mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera.Ternyata janji tinggal janji, rakyat tetap hidup dalam ke ”papaan”, tidak mempunyai martabat, harga diri dan tidak ”berdaulat” di negeri ini. Hanya … Lanjutkan membaca HANYA DENGAN DAULAT RAKYAT, KITA BISA MENCAPAI TUJUAN KEBANGSAAN KITA
Menyadarkan Arti Kedaulatan
Pemilihan Umum 2009 menampilkan iklim demokrasi dengan banyak partai yang menjadi pesertanya. Bukan hanya partai besar yang mencoba untuk unjuk gigi dalam pesta demokrasi, tapi juga partai baru bernomor sebelas, Partai Kedaulatan. Kesertaannya dalam Pemilu 2009 bukan hanya untuk kemeriahan, tapi menyadarkan pentingnya kedaulatan bagi masyarakat. “Partai yang kami bangun bukan bergantung karena figur, meskipun … Lanjutkan membaca Menyadarkan Arti Kedaulatan
INDEPENDENSI MONETER atau KEMANDIRIAN BANGSA?
Oleh: Restianrick Bachsjirun Ketua Umum Perhimpunan Revolusioner Nusantara (PRN), Direktur Pusat Studi Politik, Hukum dan Ekonomi Nusantara (PuSPHEN), Founder Network For South East Asian Studies (NSEAS), Alumni FISIP Universitas Jayabaya, Jakarta dan juga seorang Entreprenuer Nusantara. I. PENDAHULUAN Pertumbuhan Tinggi dan Rem Tak Terlihat Ambisi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan pada awal … Lanjutkan membaca INDEPENDENSI MONETER atau KEMANDIRIAN BANGSA?
Jawa Barat Istimewa: Membaca Kepemimpinan Dedi Mulyadi di Tengah Oligarki Birokrasi (antara Kepemimpinan Kultural dan Tantangan Negara Modern)
Oleh: Restianrick Bachsjirun Ketua Umum Perhimpunan Revolusioner Nusantara (PRN), Direktur Pusat Studi Politik, Hukum dan Ekonomi Nusantara (PuSPHEN), Founder Network For South East Asian Studies (NSEAS), Alumni FISIP Universitas Jayabaya, Jakarta dan juga seorang Entreprenuer Nusantara. Pengantar Reflektif Dua dekade lebih setelah desentralisasi digulirkan, kepemimpinan daerah di Indonesia masih berada dalam kondisi paradoksal. Demokrasi … Lanjutkan membaca Jawa Barat Istimewa: Membaca Kepemimpinan Dedi Mulyadi di Tengah Oligarki Birokrasi (antara Kepemimpinan Kultural dan Tantangan Negara Modern)
Ekonomi Domestik sebagai Jangkar Kedaulatan: Telaah Konstitusional atas Potensi Pertumbuhan Indonesia
Oleh: Restianrick Bachsjirun*) I. Pendahuluan Indonesia berdiri di atas landasan filosofis yang khas: sebuah unio-mystica antara rakyat, tanah air, dan cita-cita kemakmuran bersama. Relasi ini bukan sekadar simbolik, melainkan bersifat ontologis dan normatif, sebagaimana tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 yang menempatkan kesejahteraan umum sebagai tujuan bernegara. Namun, dalam dialektika pembangunan kontemporer, fondasi filosofis tersebut berhadapan … Lanjutkan membaca Ekonomi Domestik sebagai Jangkar Kedaulatan: Telaah Konstitusional atas Potensi Pertumbuhan Indonesia
Juristocracy dalam Demokrasi Pancasila: Membaca Ulang Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Netralitas Polri
E-book ini merupakan kritik konstitusional yang tajam dan berani terhadap kecenderungan Mahkamah Konstitusi dalam menafsirkan prinsip netralitas Polri secara absolut. Dengan pendekatan yuridis-filosofis, penulis menunjukkan bahwa larangan anggota Polri aktif menduduki jabatan sipil tidak memiliki basis normatif eksplisit dalam UUD 1945 maupun UU Kepolisian, melainkan lahir dari adopsi paradigma demokrasi liberal yang ahistoris dan tidak … Lanjutkan membaca Juristocracy dalam Demokrasi Pancasila: Membaca Ulang Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Netralitas Polri
NEGARA MEMANGGIL DESA
PMK 81/2025 dan Akhir Ilusi Dana Desa: Seleksi Paksa Kepemimpinan Lokal Menuju Mesin Pertumbuhan Nasional E-book ini lahir dari satu kegelisahan besar: mengapa desa yang telah digelontori dana triliunan rupiah justru gagal menjadi kekuatan produksi nasional? Jawabannya tidak sederhana, tetapi satu hal pasti—model lama telah mencapai batas historisnya. Melalui pembacaan kritis atas PMK 81/2025, buku … Lanjutkan membaca NEGARA MEMANGGIL DESA
Transisi Energi yang Menyimpang: Membongkar Green Colonialism dalam Geothermal Indonesia
Oleh: Restianrick Bachsjirun*) Indonesia sedang berlomba menuju energi bersih, tetapi di balik jargon hijau itu muncul luka ekologis baru. Pengeboran geothermal di berbagai daerah meretakkan gunung, mengeringkan mata air, memicu konflik sosial, dan menempatkan rakyat di bawah bayang-bayang kriminalisasi. Apakah transisi energi kita benar-benar menyelamatkan bumi—atau justru membuka babak baru kolonialisme atas nama iklim?Artikel ini … Lanjutkan membaca Transisi Energi yang Menyimpang: Membongkar Green Colonialism dalam Geothermal Indonesia
Rakyat Membayar dan Oligarki Menuai: Negara Sebagai Penjamin
Oleh: Restianrick Bachsjirun*) Ketika rakyat menjadi sumber pendapatan paling setia bagi BUMN, negara justru berubah menjadi penanggung risiko terbesar. Sementara itu, kontraktor, bank, investor, dan penyedia teknologi menikmati keuntungan yang dijamin tanpa menanggung beban yang sama. Artikel ini mengupas paradoks ekonomi-politik Indonesia: bagaimana Pasal 33 kehilangan rohnya, bagaimana oligarki menuai hasil dari risiko publik, dan … Lanjutkan membaca Rakyat Membayar dan Oligarki Menuai: Negara Sebagai Penjamin
Merebut Kembali Hak Rakyat: Urgensi UU Perampasan Aset Koruptor di Era Presiden Prabowo Subianto
Oleh: Restianrick Bachsjirun*) Abstrak RUU Perampasan Aset merupakan salah satu instrumen hukum yang paling mendesak dalam agenda reformasi hukum Indonesia, khususnya dalam menutup defisit asset recovery dalam tindak pidana korupsi dan kejahatan terorganisasi. Artikel ini menganalisis urgensi RUU Perampasan Aset dengan pendekatan deduktif-analitis, menguraikan perbandingan hukum internasional (Italia, Inggris, Singapura, dan Amerika Serikat), serta menelaah … Lanjutkan membaca Merebut Kembali Hak Rakyat: Urgensi UU Perampasan Aset Koruptor di Era Presiden Prabowo Subianto
Membangun Polisi Berkeadilan Pancasila: Refleksi atas Reformasi Kepolisian Indonesia dan Inspirasi Model Georgia
Oleh: Restianrick Bachsjirun*) Abstrak Artikel ini menganalisis problematika reformasi kepolisian di Indonesia pasca-1998 dengan menyoroti akar struktural, politik, ekonomi, dan moral yang membentuk wajah Polri hari ini. Pemisahan Polri dari ABRI pada 1999 dan lahirnya UU No. 2/2002 semula dipandang sebagai tonggak demokratisasi. Namun, kenyataan menunjukkan masih kuatnya warisan otoritarianisme Orde Baru, budaya rente, keterlibatan … Lanjutkan membaca Membangun Polisi Berkeadilan Pancasila: Refleksi atas Reformasi Kepolisian Indonesia dan Inspirasi Model Georgia
Menghadapi Pengkhianatan Bangsa: G30S/PKI Kemarin, Oligarki Predatoris Hari ini
Oleh: Restianrick Bachsjirun*) Pendahuluan Setiap bangsa memiliki momen sejarah yang menjadi cermin untuk bercermin kembali atas perjalanan dan arah masa depannya. Bagi Indonesia, peringatan Gerakan 30 September (G30S) bukan hanya sekadar mengenang tragedi kelam, melainkan juga ruang refleksi tentang bagaimana bangsa ini berulang kali menghadapi bentuk-bentuk pengkhianatan yang mengancam fondasi kebangsaan. Pada tahun 1965, bangsa … Lanjutkan membaca Menghadapi Pengkhianatan Bangsa: G30S/PKI Kemarin, Oligarki Predatoris Hari ini
