Menjadi guru bukanlah cita-citaku sejak awal. Aku hanya terjebak pada keadaan yang memaksaku menjadi guru. Meski awalnya terjebak, sampai detik ini tidak ada penyesalan untuk keputusan yang kuambil itu. Malah, ketika ada kesempatan yang memanggilku untuk lari, hati kecilku berkata jangan.
Ya, ternyata aku sudah jatuh cinta pada dunia pendidikan, anak-anak dan cita-cita mereka.

Aku mengajar di tahun milenial, tahun di mana teknologi sudah sangat canggih, anak-anaknya tentu juga berbeda dengan anak-anak zaman kami, kebutuhan dan cita-cita mereka juga berbeda. Saat ini pendidikan harus diarahkan untuk menciptakan anak-anak yang siap menghadapi dunia kerja yang berubah dari sistem manusia menjadi teknologi. Di pabrik maupun tempat-tempat besar lain, keberadaan manusia sebagai pekerja telah banyak digantikan oleh mesin. Artinya, para guru tidak bisa lagi mengajari anak-anak untuk menjadi seorang pekerja, para guru justru harus mengarahkan anak-anak menjadi inovator dan wirausahawan karena dua jenis pekerjaan ini tidak bisa digantikan oleh mesin.
Jelas, perbedaan ini membuat kami para guru yang merupakan generasi zaman Y serta merta harus bertransformasi menjadi guru yang sesuai dengan generasi zaman milenial. Guru-guru zaman milenial harus memanfaatkan dengan baik teknologi yang ada untuk mengarahkan anak-anak menjadi anak-anak yang siap menghadapi era digital. Jika tidak, akan terjadi gap besar antara murid dan guru yang mengakibatkan tidak tecapainya tujuan dari pendidikan itu sendiri. Istilahnya, muridnya abad ke-21 eh gurunya masih abad ke-20, kan ketinggalan!
Seperti yang aku bilang sebelumnya, untuk menjadi guru milenial aku harus berhasil membawa teknologi ke dalam kelas dan memanfaatkannya semaksimal mungkin bagi proses pembelajaran anak-anak. Untuk itu, paling tidak aku harus membawa laptop saat mengajar. Duh, membayangkan laptop saja sebenarnya udah kebayang repotnya ya kan? Tapi untuk anak-anak, apa yang nggak?
Kadang-kadang suka iri juga sih sama temen-temen guru yang lain yang suka bawa tas-tas cantik kecil. Keliatanya anggun, cantik dan stylish aja gitu, keliatan banget gurunya. Terus liat diri sendiri, udah jadi guru masih aja bawaannya ransel gede karena harus bawa laptop. Kalo pake jaket terus dijejerin sama anak murid malah suka disangka siswa juga, haduh. Tapi sekali lagi, nggak apa-apa, meski berat dan gak stylish tetap akan aku bawa karena di banyak situasi peran laptop sangat penting. Entah untuk menunjukkan video-video menarik tentang fisika yang gak semuanya saya bisa hadirkan dengan nyata di depan kelas atau untuk menunjukkan software-software keren untuk melakukan virtual experiment untuk menggantikan real experiment yang biasanya gak bisa dilakuin di lab karena keterbatasan alat dan bahan ataupun karena waktu yang gak memungkinkan.
Satu lagi yang musti aku bawa ke mana-mana, tablet. Maklum, selain jadi guru aku juga mengais rejeki dengan jualan, buka online shop kecil-kecilan. Jadi guru milenial juga harus siap dengan “bisnis sampingan”. Bukannya apa-apa, kadang gaji guru tidak memungkinkan untuk bertahan hidup. Masih inget kan postingan guru di facebook yang bilang gajinya Rp300.000,00 sebulan? Kalau gak ada bisnis sampingan, takutnya malah terjebak ke lembah setan, entah terlibat jual beli kursi, sogok menyogok dsb. Karena ya gak bisa disalahin juga, untuk guru-guru yang non-PNS apalagi bukan honor daerah, gajinya cukup miris. Alhasil ya gini, kalo mau bertahan jadi guru yang baik dan benar, harus berani ambil langkah lain. Contohnya ya jualan-jualan gitu.
Selain pendidikan dan anak-anak, aku tipe orang yang suka sama photography, lebih tepatnya sih mobile photography. Mobile photography sendiri suka aku artiin sebagai pengambilan foto menggunakan alat-alat mobile seperti handphone dan tablet. Aku suka mengambil foto tentang langit, pepohonan, taman, bunga, orang-orang dan banyak lagi. Kadang-kadang ada banyak situasi keren yang tiba-tiba terjadi dan harus diabadikan menjadi foto, entah gumpalan awan biru cantik yang tiba-tiba aku liat, segerombolan anak kecil yang tertawa riang saat menonton topeng monyet atau bahkan pelangi yang muncul setelah rintik-rintik hujan. Karena situasi keren banyak terjadi tiba-tiba jadi aku harus siap sedia tablet atau handphone.
Tablet jelas lebih enteng, lebih simple juga, bentuknya yang gak sebesar laptop mudah dibawa kemana-mana terus pas jam kosong aku bisa ngelakuin aktivitas yang lain kayak ngurusin online shop, browsing, balesin chat pembeli, promo ke berbagai grup facebook, foto-fotoin testi pembeli sampe nyari produk-produk baru yang murah untuk dijual. Pas nemu kejadian menarik tinggal jepret, edit sedikit lalu posting, simple sekali. Nah ini juga alasan kenapa aku harus musti kudu bawa tablet kemana-mana, karena ada banyak hal tiba-tiba yang aku temui harus diabadikan dan dibagikan.

Karena banyak sekali hal yang bisa dilakuin si tablet, sempet kepikiran mau gantiin fungsi laptop dengan tablet aja. Tapi eh, sayang sekali, banyak tablet yang tidak bisa digunakan untuk persentasi, belum lagi kadang software-software yang akan aku pake gak support di tablet. Kalaupun support prosesornya gak kuat, jadi nge-hank lah aplikasinya dan akhirnya gak bisa dibuka juga. Selain itu, kalau mau ngetik-ngetik, masukkin nilai siswa rasanya gak leluasa aja kalau pake tablet.
Karena gak mungkin cuma bawa laptop dan gak mungkin juga cuma bawa tablet. Akhirnya dengan berat hati, aku putusin bawa dua-duanya, biar profesi sebagai guru, profesi sebagai penjual di online shop dan hobi mobile photography tetap jalan. Repot? Banget!
Ternyata, ada laptop yang bisa jadi tablet dan tablet yang bisa jadi laptop!
Kenyataan bahwa aku harus terus bertahan bawa-bawa beban 5 dan 1 kg setiap hari dengan ransel gede sepertinya tidak akan berlaku lagi mulai sekarang. Loh? Kenapa? Apakah udah mutusin gak akan bawa laptop lagi dan beralih ke tablet? Oh nggak-nggak, bukan gitu maksudnya kok hehe.

Jadi beberapa hari yang lalu aku sempet baca blog competition yang diadain oleh BliBli.com. Blog competition-nya tentang laptop 2in1. Info selengkapnya bisa dilihat di banner di bawah ini atau klik di sini.


Setelah baca info itu, aku searching-lah apa itu laptop 2in1? Dan, ternyata itu adalah solusi dari masalah aku di atas. Wah jadi mupeng pengen cepet-cepet punya hehe.
Laptop Konvensional dan Laptop 2in1, Apa Bedanya?
Pasti deh pada penasaran dengan si laptop 2in1 ini, apa sih bedanya dengan laptop yang ada selama ini (laptop konvensional)?
Laptop yang kita kenal selama ini sekarang disebut sebagai laptop konvensional. Laptop konvensional sendiri artinya sebuah perangkat komputer yang terdiri dari monitor dan tersambung langsung dengan keyboard. Monitor dan keyboard ini tidak dapat dipisah atau dilepas. Selain itu, monitornya juga tidak bisa dioperasikan dengan sentuhan.
Laptop 2in1 sebernarnya mirip dengan laptop, terdiri dari monior dan keyboard juga, bedanya monitor laptop 2in1 bisa dioperasikan melalui sentuhan tangan atau touchscreen. Hal ini bisa terjadi karena laptop 2in1 merupakan gabungan antara tablet dan fitur laptop.
Nah, laptop 2in1 sendiri ada dua jenis. Jenis pertama adalah hybrid, jenis kedua adalah convertible. Perbedaan keduanya terletak pada bisa tidaknya monitor dan keyboardnya dipisahkan.

Laptop 2in1 jenis hybrid adalah jenis yang monitor dan keyboard-nya bisa dipisahkan sehingga otomatis bisa berfungsi sebagai tablet.
Laptop 2in1 jenis convertible adalah jenis yang monitor dan keyboard-nya tidak bisa dipisahkan. Meskipun tak bisa dipisahkan atau tak bisa pasang lepas, monitor atau layarnya bisa diputar-putar bahkan hingga 360 derajat. Ketika monitornya diputar 360 derajat otomatis si laptop 2in1 ini menjelma menjadi tablet, meskipun ya dimensi ketebalannya biasanya lebih besar dari tablet kebayakan.
Ketika membaca beberapa artikel yang mengulas laptop 2in1 ini saya jadi tertarik untuk memilikinya, ya gimana ndak ya? Kita bisa mendapatkan double strike dua manfaat perangkat teknologi langsung secara bersamaan, manfaat laptop dan tablet. Selain itu, kita juga bisa menghemat pengeluaran jika dibandingkan dengan pembelian masing-masing perangkat secara terpisah. Udah fleksibel, stylish, ringan, gampang, mudah, manfaatnya double, hemat lagi! Gimana gak mupeng coba?
Gimana Cara Pilih Laptop 2in1 yang Cocok Sama Kebutuhan?
Untuk memilih laptop 2in1 ya jelas harus disesuaikan sama kebutuhan kita sendiri. Laptop 2in1 untuk orang yang bekerja di dunia desain grafis tentu beda sama laptop 2in1 yang dibutuhin oleh karyawan kantoran atau guru kayak aku kan, hehe. Jadi, gimana ya baiknya memilih laptop 2in1 sesuai kebutuhan kita? Yuk simak:

Tips 1: Pilih Layar Yang Dapat Di Lepas atau Tidak?
- Layar yang dapat dilepas (hybrid) cocok untuk mereka yang jarang menggunakan keyboard.
- Layar yang tidak dapat dilepas (convertible) cocok untuk mereka yang sering menggunakan keyboard. Selain itu, adanya mode persentasi akan memudahkan mereka yang sering melakukan persentasi dalam kegiatan sehari-hari. Cukup dilipat 360 derajat dan jadilah perangkat persentasi yang memukau.
Tips 2: Pilih Prosesor yang Gimana?
Prosesor memainkan peran besar dalam menentukan seberapa cepat segala sesuatunya dapat diselesaikan serta mengatur seluruh kerja laptop. Pastikan memilih prosesor yang bagus ya, karena semakin bagus prosesornya semakin cepat juga perintah yang kita berikan dikerjakan. Contoh sederhanya begini: saat ini kecepatan processor yang paling tinggi adalah 4 Gigahertz (GHz) artinya laptop yang kita gunakan itu dapat membaca 4000 miliar perintah dalam sekali pengerjaannya. Jadi bisa dibilang, makin rendah prosesornya makin lemot tu laptop hehe.
Pastikan membeli laptop yang menggunakan prosesor intel yang saat ini merajai dunia perprosesoran ya. Tanya alasan kenapa harus pilih intel? (source: intel.co.id)


Tipe-tipe prosesor intel sendiri cukup beragam, antara lain core i3, i5 dan i7. Apa bedanya? Ini:
- Core i3: cocok digunakan untuk kegiatan sehari-hari.
- Core i5 : cocok digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan bisnis.
- Core i7 : cocok untuk gamer professional, video editor, pembuat game dan desainer 3D.
Tips 3: Pilih Ukuran Layar Kecil atau Besar?
- Layar ukuran 11-13 inchi (layar kecil) cocok untuk yang hobi berpergian yang selalu membawa laptop karena mudah dibawa, tidak memakan tempat dan lebih ringan.
- Layar ukuran 14-17 inchi (layar besar) cocok untuk yang hobi bermain game, edit foto, edit video, nonton film, kekurangannya mungkin lebih berat dan akan menghabiskan daya baterai lebih cepat.
Tips 4: Pilih Kapasitas Penyimpanan Biasa atau Yang Super?
Semua laptop 2 in 1 dilengkapi dengan hard drive (HDD). HDD merupakan media penyimpanan data dan file kita seperti film, dokumen dan foto. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini sudah muncul yang namanya SSD (Solid State Drive), fungsinya sama dengan HDD tetapi ada beberapa perbedaan antara keudanya seperti: pengambilan file yang lebih cepat, waktu booting dan waktu buka aplikasi laptop yang pake SSD juga lebih cepat.
- Cukup HDD: cocok untuk orang yang gak terlalu peduli masalah kecepatan booting/loading, butuh banyak kapasitas dengan budget normal karena harganya lebih murah.
- Lengkapi dengan SSD: cocok untuk orang yang pengen dapet faster performance dan ceroboh (karena jadi lebih tahan banting) dan punya uang lebih karena lebih mahal.
Tips 5: Pilih yang Masa Pakai Baterai Lama atau Standar Saja?
- Baterai badak (laptop dengan masa baterai yang lama, lebih dari 5 jam): cocok untuk orang-orang yang memiliki aktivitas padat di luar rumah kayak traveller, guru,wirausahawan.
- Baterai biasa (laptop dengan masa baterai rendah, kurang dari 5 jam): cocok untuk orang-orang yang memiliki aktivitas lebih banyak di dalam ruangan kayak pelajar.
Nah, sudah baca tipsnya? Jadi mau beli yang kayak apa? Kalo aku sih kayaknya pilihnya yang kayak gini:

Sudah dapet spesifikasi yang sesuai, terakhir sesuaiin sama budget ya! Kalau sudah dapet gambaran umum mau beli yang kek gimana, sekarang hayuk kita meluncur cari Laptop 2in1nya. Tapi, pertanyaan selanjutnya adalah: BELI DIMANA? HAHA. Iya, beli dimana ya? Yang enak, ribet dan gak perlu capek.
Aha! Beli online aja, kan gampang, pilih-pilih terus transfer, beberapa hari kemudian barangnya dateng. Eh tapi, sekarang lagi rawan penipuan jual beli online, sampe beberapa calon customer sering tanya ke aku “amanah gak nih sist?” saking takut kena tipunya. Hmm… setelah ditimbang-timbang akhirnya aku pilih BliBli deh! Kenapa BliBli? Ini nih alasannya:
Udah yakin kan? Hayuk buruan kita ceki-ceki laptop 2in1 di BliBli biar bisa nabung buat beli. Buka situs BliBli di blibli.com search laptop 2in1 atau langsung ketik laptop 2in1 intel. Nah, setelah tampil pilihannya silakan cek deh yang sesuai spesifikasi yang kita inginkan. Kalo cari yang murah, tinggal urutin aja pencariannya menjadi termurah 😀
Tapi tetep ya, utamain yang sesuai kebutuhan jangan mentang-mentang murah, eh spesifikasinya gak cocok masih diambil. Masalah harga kan nanti bisa disesuaikan kemudian, kan di blibli ada fitur cicilan 0% dan banyak diskonnya 😀
Terakhir, mungkinkah jadi guru yang bisa mengabdi tapi tetep berdikari?
Mungkin banget! Apalagi senjatanya Laptop 2in1 intel yang dibeli di BliBli.com!
Palembang, 6 Oktober 2017
Bismillah, Alhamdulillah. Salam, RR!