Mengejutkan!
Tanggal 30 akhir bulan. Duit di rekening habis, tersisa 50 ribu gak bisa diambil. Maklum, pengeluaran bulan ini bejibun. Buat married menyita rupiah di rekeningku.
He…untung dah punya suami. Minta transfer deh.
Alhamdulillah, sekian juta mengalir.
Di belakang suamiku bilang, duit itu di manage ya. “Sebagian untuk kamu, sebagian untuk investasi modal usaha kita”, begitu amanahnya. Kutanya, “berapa rupiah yang buatku?”. Dia bilang “terserah”.
“Terserah”, artinya pasangan percaya saya bisa mengatur semuanya. Amanah besar nih, kalo salah salah ngaturnya bisa amblas ni duit. Tau ndiri kan perempuan, gatel banget sama belanja.
So, harus atur strategi keuangan. Gimana caranya? Belum tahu juga.
Biar saya lulusan akuntansi, ternyata ga mudah juga ngatur duit buat rumah tangga.
Pos pendapatan masih minimal, pos pengeluaran berderet-deret. Ga sesuai deh kalo mau dibikin neraca. Aktiva 5 baris, pasiva 1 halaman. hehehe…
Karena masih amatir, saya akan catat semua aktivitas keuangan dalam bentuk sederhana. Saya siapin 1 buku dan dibagi jadi 3 bagian. Bagian 1. Mencatat pos pendapatan; bagian 2. Mencatat pos pengeluaran; bagian 3. Mencatat pos investasi.
Tiga minggu berjalan, lumayan… meski masih acak adul tapi aliran uang terkontrol. Semua pengeluaran tercatat dan berapa investasi juga ketahuan.
Sementara baru pencatatan aja yang aku bisa. Masih harus belajar memanajemen keuangan rumah tangga. Hasil share sama orang tua, mereka nyaranin saya harus investasi rutin sejak sekarang untuk dua hal pokok minimal: pendidikan dan kesehatan. Jika masih bersisa bisa diposkan untuk investasi bisnis. Budget belanja bulanan diambilkan dari sisa pos investasi. Nah, saya harus pinter-pinter memperhitungkan jumlahnya agar semua pos terisi dan kebutuhan tercukupi.
Nah lho…., “kalo pendapatannya pas lagi cekak gimana dong, Mom?”. Mami saya bilang “itu bukan alasan untuk tidak berinvestasi. berapapun jumlahnya harus tetap ada yang ditabung”. Huuum….
Jadi keingat lagunya trio kwek-kwek.
“Bang bing bung yok…kita ke bank. Bang bing bung yok…kita nabung.
Tang ting tung hei…jangan dihitung. Tau-tau kita nanti dapat untung”
(padahal bungan bank kan dikit ya. he…)
Share dong ya buat yang udah berpengalaman ngatur keuangan rumah tangga.
Oh ya, jadi keinget. Bunga bank masih haram gak ya.

Andai saja dulu aku tidak kau duakan, tentu aku tidak akan terlalu sakit hati. Sayangnya kamu membagi lagi hatimu dengan mantan pacar yang dulu kamu tinggalkan juga karena aku.
. Siksaan bagi tenggorokan kalo harus beraktivitas outdoor di jalanan. Bagi yang imannya menengah ke atas, kali bakal asik-asik aje meski tenggorokan serasa padang pasir gersang dan bibir serasa kulit durian. Tapi bagi yang tengkurep ke bawah, bisa nekat nelen air kran sambil wudhu. Aku termasuk yang tengah-tengah kayaknya. Coz biarpun ga nyolong-nyolong nelen air wudhu, tapi nggak nahan buat berhenti nyeloteh, “panas, God!”, “haus, God”, “lemes, pengen minum, please….cepetin waktu buka!!!!!”
setelah sahur sampe menjelang imsak (sumpah, eneg banget pas dipraktekin). Alasan ilmiahnya sih rasa haus dikarenakan sisa makanan di tenggorokan, air hangat mampu menggelontorkan rasa manis yang masih tertinggal disana, sehingga haus pun bisa dikurangi. Ketigax, pas sahur disarankan mengganti nasi dengan sereal gandum
(saran ni khusus untuk yang berduit aka, yang anak-anak kos jangan memaksakan diri ya. hihihi…sereal gandum mahal euy!) ‘Coz gandum punya lebih banyak serat. Awet kenyang deh. Keempatx, tidur atau maen game sabanyak-banyaknya biar lupa lapar (trik ini digemari anak-anak kos).
. Pas akhir2 keluar tulisan “bersambung”, hoek. Banyak adegan mubadzir pula, masa “dadah-dadah” di bandara aja ngesyutnya mpe 15 menitan, double hoek. Ga banget deh buat filmnya, ga padat berisi. Mending baca novel nya .
kenangan yang terhimpun




Your Comment Here