Rismaningtyas's Blog

January 16, 2010

cEntuRy

Filed under: Uncategorized — rismaningtyas @ 4:36 am

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan dana sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia. Padahal, dana yang disetujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun.

Misteri itulah yang ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi terhadap bank.

Tidak hanya KPK, DPR pun meminta BPK mengaudit proses bailout tersebut. Itu karena sebelumnya DPR pada 18 Desember 2008 telah menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK) sebagai payung hukum dari penyelamatan bank milik pengusaha Robert Tantular itu.

Kasus Bank Century telah memperlihatkan kepada kita bahwa ada bank kecil yang mendapatkan dukungan besar dari otoritas keuangan dan bank sentral. Pertanyaannya adalah semangat apakah yang melatarinya? Kasus Bank Century juga tidak terlepas dari isu tidak sedap mengenai dugaan keterlibatan petinggi kepolisian. Terkait dengan persoalan di Bank Century pernah muncul sebuah polemik tentang cicak versus buaya antara kepolisian dan KPK. Ini juga menjadi tanda tanya tersendiri yang harus diungkap.

Ada pula isu bahwa penyelamatan Bank Century dilakukan semata untuk menyelamatkan dana nasabah tertentu.

Masih banyak misteri yang melingkupi kasus penyelamatan Bank Century. Karena itu, audit investigasi BPK harus dilakukan dengan tuntas.

Jangan sampai ada penumpang gelap yang bermain dengan mengatasnamakan penyelamatan ekonomi nasional.

Pertanyaan yang amat mengganggu bukanlah pada alasan mengapa Bank Century harus diselamatkan. Namun, pada mengapa untuk sebuah bank kecil dengan aset yang juga kecil harus dikucurkan dana yang begitu besar? Apalagi pemilik bank itu sedang terlibat kasus pidana penggelapan uang nasabah?

Apakah semua kejahatan pidana pemilik bank harus ditanggulangi negara? Jadi, soal mengapa sudah transparan. Yang belum terang benderang adalah soal jumlah yang sangat besar. Jika ditenggok kembali bahwa kasus Century ini membuat para nasabah merasa frustasi, depresi, bahkan ada kabar pula sampai ada yang meninggal dunia. Masih ingat, dengan aksi seorang ibu yang ada di Surabaya yang menuntu uangnya untuk dikembalikan. Aksi – aksi yang dilakukan oleh para nasabah sebagai bentuk kekecewaan dan keputusasaan yang memuncak. Hal ini dikarenakan setiap ingin menarik atau meminta uang tabungan yang ada pasti dari pihak bank sendiri memberikan beribu alasan yang membuat para nasabah merasa dipermainkan.

Pembentukan Pansus yang baru – baru ini mulai menemukan bukti – bukti baru tentang century patut diberikan suatu penghargaan. Karena tidak mudah untuk mengupas tuntas kasus yang menyeret nama – nama petinggi negeri ini. Belum lagi kinerja pansus yang kemarin ini juga dibumbui dengan adanya adu mulut antar anggota Pansus. Hal ini makin membuktikan bahwa tidak mudahnya mengungkap sebuah kasus yang sebenarnya mulai meledak karena tanpa kesengjaan anggota dpr yang menyeletuk.

Kalau menurut saya kasus bank Century yang menyeret banyak nama pejabat ini bisa dikaji dengan teori jaringan. Yang dimana setiap orang bisa mengenal satu sama lain dan ikut menjadi dalam daftar pemanggilan karena adanya suatu jaringan. Dikatakan dana yang mengalir dan dialirkan itu melalui banyak tangan.

Sebenarnya dalam kehidupan sehari – hari pun secara tidak sadar kita juga memiliki jaringan komunikasi yang kuat baik dengan orang yang kita kenal maupun tidak kita kenal. Maksudnya tidak kenal disini adalah pada awalnya kita tidak kenal tetapi kemudian kita menjadi kenal karena dikenalkan oleh salah seorang teman atau sahabat. Jadi jaringan atau relasi dalam masyarakat sangatlah berpengaruh dalam kehidupan kita selanjutnya. Maka berhati -hatilah dalam memilih teman hehhehe

January 14, 2010

buSwaY,,,keiNginAn sePerti neGarA dilUar sAna…

Filed under: Uncategorized — rismaningtyas @ 7:07 am

Transjakarta atau umum disebut Busway adalah sebuah sistem transportasi bus cepat atau Bus Rapid Transid hadir di Jakarta, Indonesia. Sistem ini dimodelkan berdasarkan sistem TransMilineo yang sukses di Bogota, Kamboja. Perencanaan Busway telah dimulai sejak tahun 1997 oleh konsultan dari Inggris. Pada waktu itu direncanakan bus berjalan berlawanan dengan arus lalu-lintas (contra flow) supaya jalur tidak diserobot kendaraan lain, namun dibatalkan dengan pertimbangan keselamatan lalu-lintas. Meskipun Busway di Jakarta meniru negara lain (Kolombia, Jepang, Australia), namun Jakarta memiliki jalur yang terpanjang dan terbanyak. Sehingga kalau dulu orang selalu melihat ke Bogota, sekarang Jakarta sebagai contoh yang perlu dipelajari masalah dan cara penanggulangannya.

Semua armada TransJakarta tersebut disertai dengan gambar elang bondol terbang sambil mencengkram beberapa buah salak di bagian eksterior. Bahan bakar yang digunakan di koridor 1 adalah bio solar. Untuk Koridor 2 – 8 berbahan bakar gas.

Bus-bus ini dibangun dengan menggunakan bahan-bahan pilihan. Untuk interior langit-langit bus, menggunakan bahan yang tahan api sehingga jika terjadi percikan api tidak akan menjalar. Untuk kerangkanya, menggunakan Galvanil, suatu jenis logam campuran seng dan besi yang kokoh dan tahan karat.

Bus Transjakarta memiliki pintu yang terletak lebih tinggi dibanding bus lain sehingga hanya dapat dinaiki dari halte khusus busway (juga dikenal dengan sebutan shelter). Pintu tersebut terletak di bagian tengah kanan dan kiri. Untuk bus gandeng memiliki tiga pasang pintu yaitu bagian depan, tengah, belakang kanan dan kiri. Sedangkan bus single di koridor 4 – 8 memiliki dua pasang pintu, yaitu bagian depan dan belakang kanan dan kiri

Pintu bus menggunakan sistem lipat otomatis yang dapat dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. Untuk bus koridor 2 – 8, mekanisme pembukaan pintu telah diubah menjadi sistem geser untuk lebih mengakomodasi padatnya penumpang pada jam-jam tertentu, di dekat kursi-kursi penumpang yang bagian belakangnya merupakan jalur pergeseran pintu, dipasang pengaman yang terbuat dari gelas akrilik untuk menghindari terbenturnya bagian tubuh penumpang oleh pintu yang bergeser.

Setiap bus dilengkapi dengan papan pengumuman elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte yang akan segera dilalui kepada para penumpang dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inngris. Setiap bus juga dilengkapi dengan sarana komunikasi radio panggil yang memungkinkan pengemudi untuk memberikan dan mendapatkan informasi terkini mengenai kemacetan, kecelakaan, barang penumpang yang tertinggal, dan lain-lain.

Untuk keselamatan penumpang disediakan 8 buah palu pemecah kaca yang terpasang di beberapa bingkai jendela dan 3 buah pintu darurat (koridor 1 – 3), 1 pintu darurat (koridor 4 – 8) yang bisa dibuka secara manual untuk keperluan evakuasi cepat dalam keadaan darurat, serta dua tabung pemadam api di depan dan di belakang.

Untuk menjaga agar udara tetap segar, terutama pada jam-jam sibuk, mulai bulan Januari 2005  secara bertahap di setiap bus telah di pasang alat pengharum ruangan otomatis, yang secara berkala akan melakukan penyemprotan parfum.

Halte-halte Transjakarta berbeda dari halte-halte bus biasa. Selain letaknya yang berada di tengah jalan, bahkan di halte di depan gedung pertokoan Sarinah dan Kantor PBB, diberi fasilitas lift.

Halte Busway di Pasarbaru

Kontruksi halte didominasi oleh bahan alumunium, baja, dan kaca. Ventilasi udara diberikan dengan menyediakan kisi-kisi alumunium pada sisi halte. Lantai halte dibuat dari pelat baja. Pintu halte menggunakan sistem geser otomatis yang akan lansung terbuka pada saat bus telah merapat di halte. Jembatan penyebrangan yang menjadi penghubung halte dibuat landai (dengan perkecualian beberapa halte, seperti halte Bunderan HI) agar lebih ramah terhadap orang cacat. Lantai jembatan menggunakan bahan yang sama dengan lantai halte (dengan pengecualian pada beberapa jembatan penyeberangan seperti halte Jelambar dan Bendungan Hilir yang masih menggunakan konstruksi beton)

Waktu beroperasi halte-halte ini adalah 05:00–22:00. Apabila setelah pukul 22:00 masih ada penumpang di dalam halte yang belum terangkut karena kendala teknis operasional, maka jadwal operasi akan diperpanjang secukupnya untuk mengakomodasi kepentingan para penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket tersebut.

Untuk dapat memasuki halte, setelah membeli tiket (Single Trip), calon penumpang harus memasukkan tiket ke mesin pemeriksa tiket (atau biasa disebut barrier), setelah itu secara otomatis pintu palang tiga di barrier dapat berputar dan dilewati calon penumpang.

Mulai 1 November 2004, pada koridor 1 telah disediakan sistem tiket prabayar (Multi Trip). Seorang pengguna dapat membeli sebuah tiket khusus dengan nilai saldo awal tertentu (@Rp. 3500, pembelian awal dan selanjutnya minimal 10 unit nominal perjalanan) di halte Blok M. Alih-alih dimasukkan ke dalam lubang yang tersedia pada barrier, tiket tersebut ditempelkan ke sensor pada bagian atas dari mesin, mesin kemudian akan mengurangi jumlah saldo, menampilkan saldo yang tersisa, kemudian memperbolehkan pengguna untuk masuk ke dalam halte. Pengisian ulang saldo dapat dilakukan di seluruh halte yang terdapat di koridor 1.

Keuntungan dari penggunaan tiket ini ialah pengguna tidak perlu mengantri di loket setiap kali ingin menggunakan TransJakarta, sementara kekurangannya ialah tiket jenis ini tak mengenal sistem harga ekonomis pagi hari seperti tiket Single Trip.

Di beberapa halte tersedia buletin harian gratis ‘Trans Kota’ yang diperuntukkan bagi para penumpang. Isinya ialah berita umum, berita olahraga, berita hiburan, berita kriminalitas, artikel kesehatan, beragam tip dan trik, informasi barang konsumtif terkini, berita seputar operasional TransJakarta, dan lain-lain.

Meskipun banyak pohon yang terpaksa ditebang dalam pembangunan jalur TransJakarta, sebuah pohon beringin tua di halte ini tidak ditebang saat pembangunan karena dianggap memiliki nilai sejarah yang tinggi. Namun pada bulan Oktober 2006, pohon ini dirusak oleh sekelompok orang dari Pemuda Persatuan Islam dengan alasan ingin membuktikan bahwa pohon tersebut tidak angker dan keramat seperti yang dipercayai oleh sebagian orang.

Bagus juga sich jika Indonesia memiliki transportasi umum sekelas busway, selain kondisi armada yang bagus dan bersih. Transportasi ini juga bisa mengurangi polusi dikota- kota besar. Indonesia ingin menunjukkan citranya sebagai negara yang mencoba ‘ikut – ikutan’ negara maju dengan memiliki alat transportasi umum bagi semua kalangan maupun para wisatawan yang berkunjung.

Tapi tahu sendiri kan penyakit orang Indonesia,,,,mereka belum puas kalau kemana – mana tidak memakai kendaraan pribadinya. Memamerkan apa yang dimilikinya secara tidak langsung, menambah adanya polusi, bahkan tingkat kemacetan yang makin hari makin menggila. Tentu saja hal yang semacam ini menjadi tujuan utam Indonesia memiliki sarana transportasi umum seperti BUZWAY. Diharapkan dengan adanya buzway dapat mengurangi hal – hal yang disebutkan diatas.

Sebagai pelopor, Transjakarta sudah menginspirasi daerah lain untuk memilikinya juga. Sebut saja Jogjakarta dengan TransJogjanya dan disusul oleh Semarang. Seharusnya kita wajib memanfaatkan alat transportasi ini tanpa mengesampingkan angkutan umum berupa metro mini yang katanya ” Indonesia Banget “

Pro kontra pengdaan buzway selalu ada dalam tubuh masyarakat. Tetapi kita juga harus lihat dari segi manfaatnya dan dari situlah para pengelola buzway juga harus memperhatikan kenyamanan dan keamanan penumpang. Karena baru – baru ini kita tahu bahwa salah satu armada hangus terbakar dan kasusnya masih diselidiki.

Kita berharap transportasi ini bisa menjadi transportasi pilihan utama bagi masyarakat demi menciptakan suasana kota Jakarta yang lebih asri lagi….biarlah kita baru bisa mencontoh atau meniru negara – negara besar tapi yang terpenting adalah bagaimana usaha yang diciptakan untuk membuat wilayah atau daerah kita seperti mereka dan menjadi salah satu tujuan wisata bagi pengunjung…

uu ite..kenapa???

Filed under: Uncategorized — rismaningtyas @ 6:29 am

Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sudah diterapkan, dan kembali memakan ‘korban’. Kali ini terjadi pada seorang ibu rumah tangga bernama Prita Mulyasari, mantan pasien Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra Tangerang. Saat dirawat Prita Mulyasari tidak mendapatkan kesembuhan, malah penyakitnya bertambah parah. Pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan yang pasti mengenai penyakit serta rekam medis yang diperlukan pasien. Kemudian Prita Mulyasari Vila – warga Melati Mas Residence Serpong ini – mengeluhkan pelayanan rumah sakit tersebut lewat surat elektronik yang kemudian menyebar ke berbagai mailing list di dunia maya. Akibatnya, pihak Rumah Sakit Omni Internasional berang dan marah, dan merasa dicemarkan.

Lalu RS Omni International  mengadukan Prita Mulyasari secara pidana. Sebelumnya Prita Mulyasari sudah diputus bersalah dalam pengadilan perdata. Saat ini Kejaksaan Negeri Tangerang telah menahan Prita Mulyasari di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sejak 13 Mei 2009 karena dijerat pasal pencemaran nama baik dengan menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Banyak pihak yang menyayangkan penahanan Prita Mulyasari yang dijerat pasal 27 ayat 3 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), karena akan mengancam kebebasan berekspresi. Pasal ini menyebutkan :

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Memiliki UU dan peraturan sebenarnya sesuatu hal yang baik unyuk kehidupan suatu masyarakat atau sebuah negara. Karena telah kita ketahui bersama bahwa peraturan dan UU dibuat untuk mengatur tingkah laku manusia. Tingkah laku yang dimaksud disini adalah bagaimana kita bersikap dan bertindak baik dalam dunia nyata maupun dunia maya. Tidak hanya itu, peraturan yang dibuat tentu memiliki sasaran tersendiri. Seperti UU APP yang boleh dikatakan memojokkan aktivis seni dan perempuan, lalu belum lagiperaturan lain yang rasa – rasanya juga memojokkan pihak tertentu.

Hanya sekedar curhat saja bisa harus di denda hingga ratusan juta. Belum lagi beban mental yang harus diderita oleh sang terdakwa. Tidak hanya itu beben sang terdakwa pun juga menular pada keluarga dan orang terdekat disekelilingnya. Beban psikologis yang diderita tentu tidak akan hilang dalam waktu yang singkat pula. Perlu waktu dan proses untuk dapat mengembalikan seperti semula. Mengikuti perkembangan kasus yang ada dan respon dari masyarakat yang ada semuanya diluar dugaan. Maksudnya hanya dari kasus yang di publikasikan lewat media massa, orang yang tidak kenal pun merasa bahwa tidak adanya kebebasan berekspresi dan ketidakmanusawian terhadap seorang wanita sekaligus ibu. Melalui berita dan tayangan di televisi semua lapisan masyarakat memberikan dukungan dalam berbagai bentuk. Baik hanya sekedar menghadiri persidangan, semangat sebagai bentuk simpati.

Untuk itu, perlu dihimbau kepada masyarakat agar lebih berhati – hati dalam berekspresi baik secara langsung ataupun tidak. Dilihat dari sisi sosiologis maka respon dari masyarakat yang telah disebutkan tadi rasanya sudah cukup menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia masih peduli akan kebebasan berekspresi.

January 12, 2010

aRtis teRjun jAdi poLitiSi

Filed under: Uncategorized — rismaningtyas @ 3:45 am

waww…ternyata dunia politik memiliki magnet yang cukup kuat hingga banyak artis bisa terseret dalam arusnya. Dikatakan juga bahwa pemilu tahun ini merupakan pemilu yang paling rumit bagi masyarakat awam. Mengapa bisa saya katakan seperti demikian?? karena masyarakat dibikin bingung dengan pilihan calon yang begitu banyaknya. Belum lagi tata cara pemilihan yang tak kalah rumitnya. Yang menarik adalah banyaknya artis atau public figur yang turut serta meramaikan kancah dunia perpolitikan negeri ini.

Bagai jamur yang mulai tumbuh subur di musim penghujan, para artis juga mulai memenuhi sepanjang jalan dengan spanduk, poster, maupun jargon – jargon untuk menarik para simpatisan. Sebenarnya cukup menarik juga melihat para artis yang biasanya asik dengan skenario dan ruangan berAC. Dalam masa kampanye harus sedikit menderita untuk berpanas – panas ria, mengunjungi tempat – tempat yang sebelumnya belum pernah dikunjungi. Sebut saja tempat seperti perkampungan kumuh dan tempat yang tidak dibayangkan sama sekali

Belum lagi tampilan para artis yang menngunakan busana yang tidak begitu pantas untuk dapat menyambangi sasaran atau target kampanye. Sebenarnya tidak masalah juga bila seorang artis terjun ke dunia perpolitikan Indonesia. Tapi yaaa tentu saja harus memenuhi syarat – syarat guna untuk menjadi seorang wakil rakyat. Tidak hanya tampang terkenal dan kharisma yang tinggi untuk menjadi anggota dewan tetapi juga harus dibarengi dengan pengetahuan yang luas tentang politik, negara, hukum, budaya, maupun pengetahuan lain yang berhubungan dengan itu semua. Selain itu, juga dibutuhkan komitmen yang kuat karena untuk menjadi anggota dewan yang terhormat mereka juga harus rela meninggalkan dunia keratisan yang telah membesarkan nama mereka. Salah satu keuntungan yang didapt oleh para artis adalah label yang telah melekat pada diri mereka.

Labeling adalah sebuah definisi yang ketika diberikan pada seseorang akan menjadi identitas diri orang tersebut, dan menjelaskan orang dengan tipe bagaimanakah dia.Dengan memberikan label pada diri seseorang, kita cenderung melihat dia secara keseluruhan kepribadiannya, dan bukan pada perilakunya satu persatu. Dengan begitu, para artis yang mencalonkan diri sebagai anggota dewan jauga bisa menarik simpatisan dengan cukup mudah. Karena sebelumnya seseorang atau artis tersebut sudah dikenal lewat tayangan televisi dengan pera yang baik serta berkepribadian baik pula. Tentu saja, semua itu ada yang benar dan ada yang tidak benar. Selain itu, para artis yang ikut mencalonkan diri dapat berinteraksi dengan cukup baik dengan target dibandingkan para politisi asli dengan begitu banyaknya pengamanan.

yang jelas tidak hanya bermodalkan tampang tapi juga harus bisa menepati janji saat berkampanye dan bisa pula menyalurkan serta memperjuangkan suara rakyat.

January 5, 2010

bunuh diri

Filed under: Uncategorized — rismaningtyas @ 4:08 am

gila bunuh diri sudah menjadi fenomena yang amat menyedot perhatian masyarakat banyak. atau malah menjadi salah satu jalan bagi mereka yang bermasalah untuk mengakhiri hidup mereka???? Apakah sudah tidaka ada jalan keluar untuk menghadapi semua masalah yang ada. Bahkan mungkin kebanyakan masyarakat kita sudah tidak mengenal lagi akan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat,,,,

ternyata bunuh diri ini seperti penyakit menular yang menjangkit beberapa daerah di Indonesia. Mengapa bisa saya katakan seperti demikian karena dari kejadian sebelumnya yang diketahui bermula dari kasus seorang gadis di Palembang yang berusaha bunuh diri dengan melompat dan mengiris nadinya. Untungnya gadis tersebut bisa di selamatkan dan segera diberikan pertolongan pada rumah sakit terdekat. Setelah kejadian di Palembang ini ternyata bunuh diri makin terkenal dan menjadi sebuah ” inspirasi ” bagi orang – orang yang tak kuasa menghadapi masalahnya. Sebut saja kota metro politan Jakarta yang beraneka ragam masalah kehidupan yang menghimpit. Tidak hanya itu, banyak kasus bunuh diri ini dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi dan kehidupan pribadi.

Masalah bisa menimpa siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Seperti yang telah saya katakan diatas bahwa ” virus ” bunuh diri sudah menyebar pula ke kota Solo. Kemarin Senin 4 Desember 2009 terjadi peristiwa yang menggemparkan di kawasan pusat perbelanjaan kota Solo. Di halaman pintu barat Solo Grand Mall sesosok mayat tergeletak dan akan dievakuasi oleh petugas poltabes surakarta. Laki – laki yang melompat dari lantai 4 gedung parkir mall tersebut diketahui bukan warga asli Solo tetapi warga Bengkulu yang tinggal di Solo kurang lebih hampir sebulan lamanya. dari keterangan saksi yang ada bahwa pria tersebut datang ke mall tidak sendiri tapi bersama keluarga. Tidak berapa lama kemudian setelah anggota keluarga lain berjalan – jalan menikmati suasana pria tersebut malah memisahkan diri dan diketahui malah melompat dari lantai 4.

Diduga pria malang ini nekat melakukan bunuh diri karena tuntutan hidup dan ekonomi yang makin menghimpit. Dari kasus yang telah terjadi sebelumnya banyak diantara bahwa kejadian bunuh diri ini diakibatkan ketidaksiapan mental dari seseoarang untuk menghadapi masalah. Beberapa masalah yang biasa menjadi faktor pemicu bunuh diri adalah ekonomi dan kasih asmara. Lalu apakah selain faktor yang sudah disebutkan masih ada lagi faktor yang menjadi pendorongnya. Dan menurut saya itu bisa saja terjadi oleh faktor lain yaitu diman keadaan lingkungan yang kurang stabil. Misalnya saja keadaan orang sekeliling yang kurang memperhatikan atau bersikap acuh pada orang lain disekitarnya beserta masalah yang dihadapi. Tidak hanya itu bagi orang yang pernah melakukan percobaab bunuh diri dan masih bisa diselamatkan memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri lagi di lain kesempatan.

Dilihat dari segi nilai dan norma yang berlaku di masyarakat tentunya bunuh diri dilarang. Dari agama seorang muslim bunuh diri dilarang dan rohnya langsung masuk kedalam neraka. Lalu jika dilihat dari segi moral atau sosial bunuh diri sebenarnya juga menjadi masalah atau beban bagi keluarga yang ditinggalakn. Beban moral, material jika bunuh diri karena utang dan mental bagi keluarga yang ditinggal. Untuk itu himbauan bagi semua orang yang memiliki masalah yang kiranya tidak sanggup untuk dihadapi sendiri hendaknya yang paling utama serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tidak kalah pentingnya berbagi atau sharring dengan orang lain. Siapa tahu orang lain bisa memberikan jala keluar yang lebeh baik untuk diri kita.

December 30, 2009

new year

Filed under: Uncategorized — rismaningtyas @ 2:43 am

tak perlu resolusi baru untuk menyambut datangnya tahun baru,,yang terpenting adalah semangat baruuuu………..

December 23, 2009

parkiran fise

Filed under: Uncategorized — rismaningtyas @ 3:41 am

padat merayap tak beraturan…..

Hello world!

Filed under: Uncategorized — rismaningtyas @ 3:39 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Create a free website or blog at WordPress.com.

Design a site like this with WordPress.com
Get started