A cloudy morning at Bedugul
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Di jaman sekarang ini semakin sulit untuk membangun suatu tower telekomunikasi, mulai dari semakin mahalnya sewa lahan/harga pembelian lahan hingga lokasi ideal yang rata-rata sudah menjadi perumahan tanpa ada space yang bisa kita tanam tower SST. Nah gimana cara operator mensiasati kondisi tersebut? Jawabannya adalah miniCME. Apa sih MiniCME? Itu loh mini BTS yang diletakin di gedung , ruko , maupun tower masjid gitu demi menambah kapasitas jaringan tanpa membangun tower baru 🙂
Memang, sekarang operator tidak perlu capek2 membangun tower karena sudah ada tower provider (TP) yang siap membangun dan operator tinggal menjadi tenant dengan sewa 5-10 tahun , namun ada beberapa spot tertentu yang biasanya di pusat pemukiman yang padat atau kawasan bisnis dengan banyak ruko yang tidak bisa lagi ditanam tower SST jangankan 72m, 40meter aja dah ditolak mentah-mentah sama warga atau lahan habis. Nah solusi miniCME ini sangat membantu
MiniCME sendiri biasanya bisa berupa BTS yang ditaruh di ruko 3 lantai, di menara masjid, tandon air buatan/kamuflase, ataupun di tower radio eksisting. Nah cara-cara ini ternyata menjadi terobosan yang lumayan menghemat OPEX sekaligus bisa cepat menjadi solusi penambahan kapasitas jaringan
Nah, apakah kalian sudah sering melihat BTS2 semacam ini?
Pastinya sudah banyak donk… 🙂
Posted in Telekomunikasi | Leave a Comment »
Pagi ini seperti biasa longweekend balik Jakarta, dan memulai minggu ini dengan penerbangan pertama di pagi-pagi buta. Nail 1st flight dengan alasan lebih nyaman karena minim delay dan juga bisa memaksimalkan waktu dengan keluarga
Insiden terjadi ketika pesawat sudah mengudara setengah jam lebih dan mata ini sudah tidak bisa diajak tidur lagi setelah sempat terlelap dari take off tadi. Tiba waktunya pramugari yang cantik untuk membagikan makanan, ya salah satu alasan memilih penerbangan ini karena ada makanan jadi skalian sarapan di pesawat.
Petaka itu datang ketika tibatiba dari atas menetes cairan. Duh apa ini? Ga tanggung2 lumayan jg derasnya nih membasahi celana. Saya langsung komplen ke pramugari, mbak knapa ini koq ada tetesan ya? Pramugari dengan sigap membuka kompartemen di atas dam menemukan ada botol air mineral. OMG!!! Siapa yang naruh botol minuman itu di atas? Ditanya gak ada yang mengaku
Sepertinya terlanjur malu dan ga mau tanggung jawab melihat celanaku dah basak kena tetesan itu. Apes bener dah, akhirnya botol minuman fiamankan pramugari, tapi kesialan belum berhenti di situ karena ternyata air masih terus menetes. Terpaksa saya menunda makan dan membuka kompartemen di atas.. Fiuhhh masih banjir di atas Setelah saya lap pake tisu baru deh gak netes
Itulah kenapa ada larangan untuk membawa cairan > 100cc ke kabin pesawat. Dan celakanya fi negara kita aturan itu tidak terlalu berlaku lagi. Banyak dilanggar euy.. Klopun membawa minuman tolonglah jangan disimpan di di kompartemen di atas, simpan di bawah biar gak kejadian.
Demikianlah pengalamanku yang kurang nyaman pagi ini. Untuk pembelajaran bersama
Posted in Daily Board, Uncategorized | Leave a Comment »
Mari bermain dengan router ASR, artikel singkat ini membahas beberapa command dalam router kecil ASR series. Maklum, router yang dimainkan hanya router kecil dengan level RAN saja, bukan level CORE atau level yang lebih tinggi lagi, jadi hanya membawa traffic IuPS, IuCS, IuB, AoIP, dan mungkin beberapa traffic untuk monitoring NE.
Router yang dibahas terbatas pada ASR903 series
Command untuk melihat Rx Level
Command yang digunakan untuk melihat Rx Level pada router ASR903 yaitu:
ran-pag-xxxxxx.1#sh hw-module sub 0/5 trans 6 stat
The Transceiver in slot 0 subslot 5 port 6 is enabled.
Module temperature                       = +19.472 C
Transceiver Tx supply voltage            = 3336.8 mVolts
Transceiver Tx bias current              = 13488 uAmps
Transceiver Tx power                     = -7.0 dBm
Transceiver Rx optical power             = -13.4 dBm
Untuk command di router yang lebih besar, misal router ASR9010 DC lain lagi command nya
RP/0/RSP0/CPU0:core-xxxxxx.1-new#sh controllers gi0/7/1/7 phy
Tue Jan 26 18:20:23.068 WITA
SFP EEPROMÂ port: 7
Xcvr Type: SFP
Xcvr Code: 1000BASE-SX
Encoding: 8B10B
Bit Rate: 1300 Mbps
Link Reach 50u fiber: 550 meter
Link Reach 62.5u fiber: 270 meter
Vendor Name: CISCO
Vendor OUI: 00.17.6a
Vendor Part Number: SFBR-5716PZÂ Â Â Â Â (rev.: 001 )
Laser wavelength: 850 nm (fraction: 0.00 nm)
Optional SFP Signal: Tx_Disable, Tx_Fault, LOS
Vendor Serial Number: AGJ1832R9ET
Date Code (yy/mm/dd): 14/08/07Â lot code:
Diagnostic Monitoring: DOM, Int. Cal.,
Enhanced Options: SW RX LOS Mon., SW TX Fault Mon, SW TX Disable, Alarm/Warning Flags
MSA Data
0x0000: 03 04 07 00 00 00 01 00 : 00 00 00 01 0d 00 00 00
0x0010: 37 1b 00 00 43 49 53 43 : 4f 20 20 20 20 20 20 20
0x0020: 20 20 20 20 00 00 17 6a : 53 46 42 52 2d 35 37 31
0x0030: 36 50 5a 20 20 20 20 20 : 30 30 31 20 03 52 00 3e
0x0040: 00 1a 00 00 41 47 4a 31 : 38 33 32 52 39 45 54 20
0x0050: 20 20 20 20 31 34 30 38 : 30 37 20 20 68 f0 03 4d
Thresholds:                   Alarm High        Warning High         Warning Low           Alarm Low
Temperature:Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â +90.000 CÂ Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â +85.000 CÂ Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â -5.000 CÂ Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â -10.000 C
Voltage:          3.630 Volt           3.470 Volt           3.140 Volt           2.970 Volt
Bias:        12.750 mAmps         11.900 mAmps          2.400 mAmps          2.000 mAmps
Transmit Power:Â 1.00000 mW (0.00000 dBm)Â Â 0.50120 mW (-2.99989 dBm)Â Â 0.11220 mW (-9.50007 dBm)Â Â 0.04470 mW (-13.49692 dBm)
Receive Power:Â 1.99520 mW (2.99986 dBm)Â Â 1.00000 mW (0.00000 dBm)Â Â 0.01990 mW (-17.01147 dBm)Â Â 0.00790 mW (-21.02373 dBm)
Temperature: 28.051
Voltage: 3.308 Volt
Tx Bias: 3.770 mAmps
Tx Power:Â 0.26580 mW (-5.75445 dBm)
Rx Power:Â 0.23300 mW (-6.32644 dBm)
Oper. Status/Control:
EEPROM Memory (A2 lower)
0x0100: 5a 00 f6 00 55 00 fb 00 : 8d cc 74 04 87 8c 7a a8
0x0110: 18 e7 03 e8 17 3e 04 b0 : 27 10 01 bf 13 94 04 62
0x0120: 4d f0 00 4f 27 10 00 c7 : 00 00 00 00 00 00 00 00
0x0130: 00 00 00 00 00 00 00 00 : 00 00 00 00 00 00 00 00
0x0140: 00 00 00 00 3f 80 00 00 : 00 00 00 00 01 00 00 00
0x0150: 01 00 00 00 01 00 00 00 : 01 00 00 00 68 00 00 52
0x0160: 1c 0d 81 3c 07 5d 0a 62 : 09 1a 00 00 00 0f 00 00
0x0170: 00 00 00 00 00 00 00 00 : 00 00 00 00 00 00 00 00
CLEI Code: WOTRB9VBAA
Part Number: 10-2626-01 (ver.: V01 )
Temp/Alarm/Power Flags: EXT, extended -5C to 85, not temp compensated, not RCLR, Max power: 800 mW
Minimum Temperature: -5
Maximum Temperature: 85
Calibration Constants:
Product Id: GLC-SX-MMD
EEPROM Memory (A2 upper)
0x0180: 57 4f 54 52 42 39 56 42 : 41 41 31 30 2d 32 36 32
0x0190: 36 2d 30 31 56 30 31 20 : 88 fb 55 00 00 00 00 7c
0x01a0: 00 00 00 00 00 00 00 00 : 00 00 00 00 00 00 00 00
0x01b0: 00 00 00 00 00 00 00 00 : 00 00 00 00 00 00 aa aa
0x01c0: 47 4c 43 2d 53 58 2d 4d : 4d 44 20 20 20 20 20 20
0x01d0: 20 20 20 20 00 00 00 00 : 00 00 00 00 00 00 00 f9
0x01e0: 00 00 00 00 00 00 00 00 : 00 00 00 00 00 00 00 00
0x01f0: 00 00 00 00 00 00 00 00 : ff ff ff ff 00 00 00 00
Untuk router aggregator beda lagi, misal untuk router cisco CISCO7606-S
ran-agg-xxxxx.1#sh int Te4/1 trans
Transceiver monitoring is disabled for all interfaces.
ITU Channel not available (Wavelength not available),
Transceiver is internally calibrated.
If device is externally calibrated, only calibrated values are printed.
++ : high alarm, +Â : high warning, –Â : low warning, — : low alarm.
NA or N/A: not applicable, Tx: transmit, Rx: receive.
mA: milliamperes, dBm: decibels (milliwatts).
Optical  Optical
Temperature Voltage Current  Tx Power Rx Power
Port      (Celsius)   (Volts) (mA)     (dBm)    (dBm)
———Â ———–Â ——-Â ——–Â ——–Â ——–
Te4/1Â Â Â Â Â Â Â 42.9Â Â Â Â Â Â 0.00Â Â Â Â Â 28.6Â Â Â Â Â -4.2Â Â Â Â -11.1
Untuk mengetahui tipe router yang sedang kita akses bisa digunakan command
Itulah sedikit sharing command yang biasa digunakan untuk beberapa tipe router. Artikel ini bertujuan untuk sharing sekaligus pengingat saja, jika ada yang merasa artikelnya kurang bermanfaat silahkan gak usah dibaca 🙂
Salam,
Riyantoro
Posted in Datacomm | 3 Comments »
MUTASI
Kata yang belakangan ini begitu sering terbang melayang dalam alam pikiran saya. Ya, waktu-waktu belakangan ini memang sungguh menyita pikiran dan emosi saya karena satu kata itu. Mutasi adalah suatu keharusan dalam suatu kantor, berlaku untuk semua karyawan tanpa pandang bulu, walau terkadang ada karyawan yang begitu menunggu-nunggu mutasi itu datang tapi tidak jarang banyak juga yang sangat menghindarinya karena merasa sudah berada dalam zona (ny)aman alias comfort zone.

Dinamika pekerjaan dan tanggung jawab kerja menuntut seorang karyawan untuk bisa selalu memberikan 100% usaha dan tenaganya demi kemajuan perusahaan atau instansi di mana dia bekerja. Untuk bisa mencapai level 100% ini secara kontinyu, diperlukan treatment maupun usaha baik itu berupa hal kecil nan rutin seperti hak cuti, family gathering, hingga adanya penyegaran lini karyawan dengan adanya MUTASI. Ya, inilah yang sedang melanda saya saat ini. Rasa jenuh itu pasti akan ada, melanda seorang karyawan, entah karena sang karyawan itu sendiri yang kurang bisa memotivasi diri untuk bisa tampil bekerja 100% untuk perusahaan maupun juga karena tuntutan tanggung jawab pekerjaan yang besar dan terkadang menjemukan.
Faktanya, waktu 5 tahun bukan lah waktu yang singkat untuk menggeluti bidang kerja di tempat yang sama. Mungkin tantangan, lingkup kerja dan tanggung jawab pekerjaan sudah berubah, namun itu tidak mengurangi kejenuhan yang semakin memuncak karena kurangnya penyegaran. Mutasi itu mutlak diperlukan untuk dapat memberi tantangan baru, memberi semangat baru, dan tentunya untuk mengakomodir kebutuhan sang karyawan yang mungkin saja ingin pindah ke lokasi kerja yang lebih dekat ke keluarga.
Setiap perusahaan mungkin memiliki treatment dan cara masing-masing untuk mengakomodir aspirasi dan kebutuhan karyawan nya akan mutasi. Mutasi sendiri bisa dikelompok kan sebagai mutasi atas keinginan karyawan ataupun mutasi karena kebutuhan perusahaan. Mutasi bisa diinisialisasi dari kebutuhan perusahaan, ataupun dari keinginan karyawan sendiri, yang biasa disebut sebagai mutasi atas permintaan sendiri. Tentunya keduanya memiliki sisi plus minus sendiri baik untuk perusahaan maupun untuk si karyawan. Dalam pelaksanaannya, setiap karyawan pasti memiliki tempat kerja impian, lokasi kerja yang dirasa paling nyaman untuk kebaikan keluarga maupun kesempatan untuk mengembangkan karir/peluang.
Adalah hak tiap karyawan untuk memilih lokasi kerja idaman masing-masing, dan hak perusahaan juga untuk menempatkan karyawannya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan perusahaan itu sendiri. Namun di luar itu semua, betapa indahnya jika bisa dicapai win-win solution antar kebutuhan perusahaan dengan kebutuhan pengembangan perusahaan. Outputnya jelas, perusahaan bisa memaksimalkan kinerja dan performa karyawannya, di sisi lain sang karyawan juga bisa menikmati bekerja dan nyaman dalam berkarir.
Semoga rekan sekalian sudah menemukan tempat kerja impian masing-masing, dengan lokasi kerja yang sudah nyaman dan sesuai dengan harapan. Doakan saya untuk bisa juga segera meraihnya 🙂
Salam,
Riyantoro
Posted in Isi Hati | Tagged Career, Karir, Keluarga, Mutasi | 6 Comments »
Sore hari, jam kantor sudah menunjukkan jam 5 sore dan pantat para karyawan ini masih tetep aja nempel di kursi masing-masing 😛
Kejar setoran lembur Gan!? Dalam hati bertanya-tanya, ternyata cek per cek ada ajakan karaoke rame-rame sore ini sekedar untuk stress release karena kebetulan ada rekan dari luar kota yang datang. Ya udah kami pun prepare untuk berangkat ke salah satu family karaoke di kota ini. Sebelum berangkat teman minta tolong untuk bayarin bookingan tiket pesawatnya menggunakan maskapai M**p*ti. Duh, dah minder duluan denger nama maskapai ini. Dia bilang dah coba pilih pemabayaran dari ATM pas booking via internet tapi gagal jadi dia pilih pembayaran pake KlikBCA dengan bantuan saya
Okelah, namanya teman kita bantu aja, toh harga tiket gak sampe sejuta 🙂
Singkat cerita user klikBCAku dimasukkin dalam transaksi pemilihan cara pembayaran tiket. Setelah itu munculah dalam transaksi KlikBCAku untuk dibayar. So far masih aman, kucoba bayar dech dengan klik transaksi tersebut. Tanda-tanda kurang beres mulai muncul, karena transaksi berlangsung lama dan tidak kunjung muncul respons dari web klikBCA. 5 menit, 10 menit tidak ada respons
Akhirnya setelah 10 menit lebih muncul respons tapi bukan yang ditunggu, respons yang muncul adalah respons error! Jreng jreng! Waduh ada apa nih, keterangan nya suruh hubungi call center maskapai bersangkutan. Coba dikonfirm sama temen saya, eh belum ada transaksi pembayaran juga katanya.
Akhirnya diputuskan untuk mencoba lagi karena tadi masih gagal. Akhirnya setelah dicoba, hasilnya tetap sama saja. Transaksi gagal alih-alih muncul notifikasi sukses 😦 Duh, gimana nih, akhirnya coba contact lg ke call center maskapainya dan ngotot bilang dah dibayar, si CS juga ngotot klo belum ada pembayaran, klo mau dia minta imelkan bukti transfernya. Wah, gimana nih gak ada bukti berhasil transfer yang kumiliki. Akhirnya kucoba cek transaksi history di klikBCA, eh ternyata sudah ada 2x potongan eee busyeet! Dua kali transaksi yang gagal tadi ternyata sudah sukses memotong saldo ku yang cuman seuprit itu.. Apess dah.. Gimana nih uang makanku bulan ini hahaha
Akhirnya diputuskan untuk capture dan imel bukti transaksi berupa pemotongan saldo di history transaksi tersebut ke CS maskapai itu. Paralel diputuskan juga untuk hubungi call center bank, tapi susahnya minta ampun. Ini sambil karaoke ini, coba terus hubungi CS bank di call centernya. Sial, ganggu waktu karaoke aja neh, jadi gak konsen nyanyi wkwkwk
Dah 3 jam jingkrat2 di room karaoke sama anak2, dan masih belum berhasil menghubungi si CS Weleh2… gak cuman ATMnya ajah yang antreee, call centernya juga anteree Capee dech… Akhirnya di perjalanan pulang coba terus telpon ke call center bank, dan berhasil! 🙂 Setelah tersambung, nyesel juga karena dapetnya CS cowok hahaha. Akhirnya setelah prosedur identifikasi yang panjang dilalui, saya sampaiin lah keluhan potongan transaksi yang gagal tadi. si CS pun akhirnya create tiket dan berjanji uang akan kembali dalam waktu 3-5 hari maksimal. Memang harga tiket ga sampe sejuta tapi karena 2x terkena pemotongan ya kena sejuta lebih juga hahaha Oke dech, tunggu 3 hari lagi semoga bisa balik duit ane, ini duit makan sebulan cuy :p
Di balik itu, temen gw belum sukses juga membayar tiket pesawatnya Zzzzz…. Pelajaran yang bisa diambil dari sini, klo transaksi online pembayaran tiket pesawat silahkan liat-liat dulu maskapainya, so far pembayaran online maupun pake CC online untuk maskapai Gar**a dan L**n siy lancar, ini pertama kalinya membayar tiket pesawat M**p*ti dan ternyata gagal. Entahlah apakah system si maskapai ini yang sedang mengalami gangguan ataukah system bank yang ngadat, yang pasti ini merugikan pelanggan itu sendiri. Semoga bisa menjadi bahan pelajaran kita bersama agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi. Booking tiket dan pembayaran secara online memang praktis dan cepat, namun booking di travel agent dan membayar cash/via transfer bank masih jauh lebih aman walaupun konsekuensinya lebih lama dan sedikit lebih repot 🙂
Salam,
Riyantoro
Posted in Daily Board | 1 Comment »
Bulan Desember 2012 lalu, selama hampir sebulan saya off dari pekerjaan saya karena ada training dari kantor dan disambung dengan cuti tahunan. Selama itu saya tinggal di rumah dan bolak balik ke tempat training di jalan MT Haryono (bukan di kantor pusat di Jalan Gatsu :)).
Nah selama bolak balik itu saya naik KRL dan kemudian disambung dengan naik angkutan perkotaan alias angkot. Di situlah saya melihat perjuangan orang-orang Jakarta ini untuk berjuang menuju tempat kerja masing-masing. Berat ya kerja di kota metropolitas begini 🙂 Mau bawa kendaraan sendiri koq macet minta ampun hehe
Berikut salah satu momen ketika para penumpang berebut untuk naik ke kereta.
Klo terlambat masuk kereta bisa berdiri sepanjang jalan, bahkan ada yang nekad naik di atas atap kereta
Pemandangan yang lumayan menarik dan sekaligus miris di hati. Di daerah mau ke tempat kerja naek motor aj 10 menit sampai dengan selamat dan ga perlu desak-desakan. Di sini jam kantor jam 8 klo kita naek kereta, jam 6:15 ato paling telat jam 6:30 dah harus berangkat ke stasiun untuk mengejar kereta jam 6:45
Itulah salah satu pembeda kerja di kota besar dan di daerah. Semua ada plus minusnya, bagi tiap orang pun akan berbeda-beda
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Salah satu momen yang berhasil saya dokumentasikan di salah satu tempat makan di Pematang Siantar
Lucu juga ya handphone karyawan disita karena kedapatan bermain hape ketika jam kerja 🙂
Bisa kasih pembelajaran ke pelanggar aturan dan sekaligus teman-teman nya sih hehe
Lucu…
Posted in Daily Board | Tagged Palu | Leave a Comment »
Beberapa penampakan alam yang berhasil diabadikan dengan menggunakan kamera hape.
Sorry klo kualitasnya kurang oke 🙂
Penampakan dari atas bukit Teletubbies di belakang gedung POLDA Sulteng yang terbengkalai
Pantai Tanjung Karang dari atas udara\
Di ambil dari penerbangan Garuda Indonesia
Maskapai penerbangan ini melayani penerbangan ke Palu 2x sehari yaitu masing-masing berangkat dari Palu jam 7 pagi dan jam 16:00 sore. Ini rute hingga Februari 2013 ya 🙂
Ini adalah air terjun Wera di kecamatan Marawola, salah satu kecamatan yang hobby berperang di kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Semoga aman dan tidak ada kerusuhan antar warga lagi dech
Damai itu indah man… 🙂
Pantai Tanjung Karang

Perahu nelayan tertambat di pantai dengan pasir putih
Pantai Tanjung Karang dari udara
Posted in Daily Board | Tagged Dokumentasi, Palu, Sulawesi Tengah | 3 Comments »
Adalah suatu cerita di masa kuliah saya dulu..
Sebenarnya ini cerita yang dialami istri saya, tetapi sungguh menyentuh buat saya sendiri. Oleh karena itu saya berniat untuk menuangkan dalam blog saya, sekedar sebagai pengingat dan juga pembelajaran buat kita semua. Kisah ini tentang kesederhanaan, tentang kebaikan yang semakin mahal dewasa ini
Kira-kira pertengahan tahun 2006 lalu, ketika kami masih menuntut ilmu di kota gudeg, Jogjakarta. Saya dan istri saya sama-sama mengambil mata kuliah Teknik Elektro di Mbulak Sumur, walau beda tahun masuk tetapi ilmu yang ditekuni masih sama. Kampus saya ini terkenal meluluskan insinyur-insinyur bidang ketenagaan, walaupun saya lebih memilih untuk menekuni bidang arus lemah. Nah, karena terkenal meluluskan ahli2 di bidang power, maka alumni yang bekerja di perusahaan listrik pun lumayan bejibun hehe. Suatu ketika si BUMN lampu itu punya pekerjaan untuk melakukan pembaharuan data pelanggan di area nya. Saya lupa, Jogja itu masuk wilayah APJ brapa tetapi akhirnya ada ada proyek untuk melakukan pendataan di tiap kelurahan. Karena wilayah yang luas maka tenaga para mahasiswa ini dikerahkan sekalian menambah jam terbang untuk bersosialisasi dengan masyarakat langsung lah 🙂
Saya pun tertarik untuk mengikuti proyek tersebut dan kebetulan saya mendapat area Kabupaten Mbantul 😀
Saya kebagian untuk mendata 1 kelurahan yang terdiri dari 22 dusun! Uhuuy… lumayan juga banyak yach…
Trus, perkampungannya juga luas banget euy… Jadi harus muter-muter dech untuk mengambil data ke tiap kampung. Ada yang kampung di pinggir jalan besar, tetapi ada juga kampung yang terletak di atas pegunungan. Klo hujan tidak bisa tembus sampai di lokasi. Karena data yang dibutuhkan lengkap, dari data pelanggan, hingga pemakaian daya di rumahnya, maka saya harus menyisir tiap rumah yang menjadi sampel pendataan beban puncak.
Dari situlah inspirasi cerita ini berasal. Saya mendapatkan lokasi di pos penjagaan TNI yang menjaga kilang PERTAMINA. Ini adalah pos kecil di seberang kilang minyak di mana ada 2 personel TNI yang berjaga bergantian siang malam,melakukan patroli untuk mengamankan aset negara. Teman saya yang lain ada yang bertugas di industri kecil, sekolah, kantor, rumah tangga, dan ada juga yang bertugas di pos polisi.
Lokasi penugasan yang berbeda ini menghasilkan cerita yang berbeda-beda juga. Cerita dari saya lebih berkutat di bagaimana keseharian prajurit TNI yang bertugas di daerah terpencil dengan segala keterbatasannya. Mereka adalah para pejuang yang rela berkorban demi tugas negara, meninggalkan anak istrinya. Cerita kawan saya lain lagi, dari penuturan yang saya peroleh ada beberapa yang menggembirakan namun ada juga yang tragis. Di tempat saya sendirisangat welcome sehingga saya bisa melakukan survey dengan nyaman.
Ada pengalaman kawan saya di tempat lain, di suatu rumah tangga kelas atas sehingga tergooong tarif mahal. Apa yang dia dapat, dia diusir satpam lengkap dengan anjing penjaganya. Sungguh kasihan, padahal maksud kedatangan kami baik adanya. Kawan saya yang lain yang mendatangi pelanggan kelas tarif 450 VA, mendapati rumah yang disurvey hanya rumah kecil yang dihuni oleh 2 petani dengan kondisi apa adanya. Tapi ternyata justru dari kesederhanaan itu memunculkan sambutan hangat dan ramah. Dia disambut seperti tamu besar, dia dijamu dan diperlakukan dengan sangat baik sampai-sampai kawan saya ini merasa tidak enak karena seakan-akan merepotkan keluarga itu.
Di sinilah terletak perbedaan antara si kaya dan si miskin
Lalu, sebenarnya siapa yang kaya dan siapa yang miskin?
Di rumah mewah tadi kawan yang bertugas diusir, dicaci maki dan dihina tetapi kawan saya yang bertugas di gubug tua begitu disambut dengan ramah dan penuh kehangatan
Siapakah sekarang si Kaya?
Salam,
Riyantoro
Posted in Daily Board, Isi Hati | 1 Comment »

















