BEROPINI TENTANG KEJADIAN DI PERANCIS

Rasa tersinggung saya (dan teman2 muslim lainnya) selama hidup di dunia ini hanya datang dari 2 hal saja yaitu penghinaan terhadap Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Selebihnya? I am easy. Mau mengina apa sih selebihnya? Diri, keluarga, saudara, harta, kuasa? Silakan karena bisa jadi yang menghina ya memang lebih baik, sangat mungkin sekali. Tapi kalau sudah urusan Allah dan Rasulullah jelas lain cerita karena siapa pun yang menghina sudah bisa dipastikan hanya seonggok manusia hina yang atas izin Allah juga bisa ada di dunia, MESKIPUN HINA. Banyak orang tidak memahami rasa marah dan tersinggung ini bahwa kalau sudah urusan Allah dan Rasulullah, ini bukan lagi kancah kota, ataupun negara, tapi ini urusan hati setiap muslim dan menurut saya yang hatinya ga kesetrum atau mendidih itu yang saya pertanyakan.

Dari Rumaysho dot com saya kutip catatan ustadz bahwa Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, jika urusan terkait bapak2, istri2, kaum keluarga, harta kekayaan, kekuasaan, tempat tinggal lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 164). Ancaman keras inilah yang menunjukkan bahwa mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari makhluk lainnya adalah wajib.

Bahkan mencintai Rasul lebih diutamakan dari mencintai diri sendiri sebagaimana firman Allah Ta’ala,

النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.” (QS. Al Ahzab : 6)

Kadang orang terbalik ketika ngomongin urusan foto diri yg diupload orang lain, atau urusan foto anak yang kalau mau diupload butuh consent, lantang bicara hak, tapi begitu menyangkut Allah dan Rasullah banyak diam meski mengaku beriman. Kenapa? Malu kah mengakui keislaman? Tidak enak sama circle pertemanan karena takut dianggap lebay kah? Banyaknya orang2 yang pintar atau merasa pintar yang sering begini, dan sama mereka2 ini sebetulnya tidak perlu bicara dalam sampai esensi karena semua mereka logikakan dan cenderung tidak mau mengimani secara utuh.

Kalau bicara logika saja:

1. Kalau ada pihak yang begitu merindukan Rasulullah, itu adalah orang Islam. Sehingga kalau ada pihak yang begitu menginginkan untuk berjumpa, membayangkan dan melihat wajahnya, itu adalah orang Islam. Tapi orang Islam mampu menahan diri dan bersabar selama di dunia ini untuk tidak mendeskripsikan Rasulullah dengan gambar karena apa? Karena mampu bersabar, hati ini sudah terlanjur sesak karena begitu ingin menjumpainya, tidak akan mampu menggambarkan dirinya, karena tidak akan ada yang pantas. Makanya ga masuk blas ke logika saya kenapa orang yang bukan muslim merasa harus sekali menggambar Rasulullah. Kenapa?

2. Tidak ada yang melarang untuk memberi pelajaran tentang Rasulullah, dan bahkan Rasulullah sendiri pun sudah kenyang dihina sepanjang hidupnya. Tapi, selama di dunia ini kita hidup dengan aturan dan salah satunya adalah untuk tidak menggambar dirinya. Apakah tidak adanya sebuah gambar akan membuat kita jadi tidak bisa mengajar? TIDAK. Apakah ketiadaan gambar akan membuat kita tidak bisa mendeskripsikan dirinya? TIDAK. Apakah sebuah gambar akan menyulut rasa tersinggung ummat Islam? IYA. Ketika sudah tahu bahwa ummat Islam sedunia akan murka dan keberadaan gambar tersebut pun tidak esensial terhadap materi yang ingin disampaikan, maka apa kesimpulannya? Niat menghina itu memang ada dan itu adalah kesengajaan.

Kejadian di Perancis adalah hal yang sangat disayangkan terjadinya (semoga Allah mengampuni Abdoullakh) karena sangat mungkin dihindari seandainya negara yang mengaku menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan berekspresi itu pun MAU MENGGUNAKAN TELINGANYA UNTUK MENDENGAR karena orang sebebas apapun tetap memiliki telinga untuk mendengar, hati untuk merasa dan otak untuk mengambil keputusan. Tapi atas dasar kebebasan berekspresi maka semua indra ditutup, jalan terus sesuai kemauannya meski sudah tau konsekuensinya. Tapi saat hal yang buruk terjadi, negara mencak2 bilang bahwa ini tidak sesuai dengan yang negara jujung. Belum lagi orang2 yang bilang, kenapa jadi bablas harus memboikot produk2 Perancis? Oh maaf anda yang bertanya, saya mau balik bertanya kalau begitu, WHY NOT? Kalau menurut kalian kami ini bodoh dan rasis, maka di kepala kami pun isinya sama tentang kalian. Tidak bolehkah kami orang muslim juga membuat keputusan? Bingung saya dengan logikanya, meski saya tidak membenarkan Abdoullakh.

Hari ini portal berita sudah ramai lagi dengan berita penikaman di sebuah gereja di Nice dan saya menyesalkan serta berbelangsungkawa. Banyak teman2 yang post dan menunjukkan betapa jahatnya orang Islam, tapi insyaaAllah saya bersabar untuk tidak merespon karena kalau hal seperti ini direspon maka tidak akan ada habisnya.

To close, saya lebih baik berhadapan dengan semua orang di dunia ini, dicaci, dan dimaki dianggap sok agamis, dianggap rasis, daripada harus mempertanggung jawabkan diri ini di Akhirat nanti di hadapan Allah kenapa saya selaku orang Islam hatinya ini tidak marah sedikitpun ketika Rasulullah dihina dan cenderung takut/ragu2 untuk berdiri untuk agama saya. Saat itu tiba, mulut saya yang biasanya banyak omong ini tidak ada daya lagi untuk bicara dan saya hanya harus menerima keputusan Allah. Saya mau memastikan bahwa diri saya ini insyaaAllah bisa tegap berdiri untuk Islam meski banyak teman meninggalkan. I am okay insyaaAllah karena cukuplah Allah sebaik2nya penolong.

Rizka

Catatan tentang pandanganku terkait POLIGAMI

Assalamualaikum

Ada 1 video yang dibuat seorang artis, semacam prank tentang dia berniat untuk poligami dan istrinya terus menangis2. Di akhir video, si artis bikin statement soal dia sangat menentang poligami dan dia (bersama partainya) akan melindungi perempuan2 Indonesia. Saat nonton video itu gw sebagai salah satu perempuan Indonesia merasa justru hati kecil gue sebagai perempuan ga terima liat seorang perempuan nangis2 di video tapi karena waktu itu gw lagi persiapan umrah, rempong urusan packing, jadi gue masih belum pikirin dibagian mana hati gw ga terima.

Saat di Madinah, seperti siapapun yang pernah berkunjung kesana. Setiap waktu yang berlalu sebagian besar adalah untuk ibadah, salah satunya membaca Al Quran dan maknanya. Ayat demi ayat dibaca sampe akhirnya gw baca sendiri QS An Nisa ayat 3 dan 129 yang artinya berbunyi seperti ini :

QS An Nisa : 3

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

QS An Nisa : 129

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Gue share full arti dari setiap ayatnya agar kita terbiasa membaca secara keseluruhan bukan penggalan2 apalagi kalau hanya bermodal google search.

Apa yang gue rasa saat gue baca kedua ayat ini? Gue merasa tenang, poligami memang diperbolehkan tapi yang seharusnya menangis itu justru laki2 bukan kita perempuan. Kedua ayat ini merupakan warning bagi laki2 bahwa poligami bukan lah urusan main2, sampai Allah mengulangi warning soal berlaku adil dikedua ayat ini. Kalau Allah sampai mengulang2, berarti makna dari ayat ini begitu dalam dan penting. Dalamnya niat seseorang hanya bisa diketahui dirinya sendiri dan Allah maka saat seseorang sudah berniat amalan tersebut akan dicatat. Innamal ‘amalu binniyat, seseorang akan diberi pahala sesuai niatnya. Niat ini bukan main2 karena setiap niat haruslah mengenai kebaikan dan setiap niat adalah karena Allah. Mulut bisa berkata apa saja, semua yang manis, yang indah, yang ideal tapi dalamnya hati Allah yang paling tau. Jadi jangankan mau melenceng dari niat, seharusnya sejak awal berniat aja udah pikir seribu kali. Betul ga?

Kedua ayat ini adalah challenge untuk para laki2 untuk mengatasi hawa nafsunya. Kalau memang niat lillahi ta’ala karena mampu berlaku adil, untuk memiliki banyak keturunan yang shalih dan shalihah yang akan menjadi penghafal Al Quran, bersama2 bekerja keras untuk mensejahterakan anak2 yatim piatu, mengangkat harkat para dhuafa, maka tentu syariat ini akan berlaku dengan sangat baik. Maka dari itu yang harus memaknai kedua surat ini adalah kaum laki2, bertanya kepada diri sendiri apakah lillahi ta’ala memang sanggup menjawab tantangan ini dengan semua konsekuensinya sementara Allah sudah memperingatkan tentang beratnya. Membayangkannya saja gue yang perempuan sampai bergetar, seharusnya laki2 mungkin sampai menangis khususnya kalau melihat jauh kedalam dirinya tentang kadar keimanan dan keshalehannya untuk menjawab tantangan kedua ayat ini. MasyaAllah ini bukan soal mudah bagi laki2.

Akhirnya gue sadari dibagian mana gue merasa sangat terganggu dengan video yang dibuat artis tersebut. Gue merasa terganggu karena dia terlalu merasa hebat. Hey, ribuan tahun yang lalu sebelum kamu membuat video gagah2an seperti itu, Allah sudah lebih dulu memberi petunjuknya melalui kedua surat tersebut. Hey kamu, apakah kamu tahu bahwa Siti Sarah istri Nabi Ibrahim AS JUSTRU MENYURUH suaminya untuk menikah lagi agar bisa mendapat keturunan yang akan dapat melanjutkan perjuangan dakwahnya. Jadi, gue merasa marah dan terganggu karena air mata kami kaum perempuan ini akan mengalir ketika kami bersimpuh mengadu kepada Allah, ketika mengingat perjuangan rasulullah dan para sahabatnya, ketika mengingat ketangguhan2 para shahabiyah, ketika melahirkan dan tegak berdiri mendidik anak2 kami.

Bukan kamu yang membuat kami tetap hidup dan bertahan dari kerasnya dunia. Bukan makhluk seperti kamu dan aku yang mampu menjaga fisik dan perasaan perempuan seperti Siti Hajar yang harus berlari 7x diantara dua bukit Safa dan Marwa untuk mencari pertolongan bagi anaknya, Ismail AS yang kelaparan. Ketika Allah berkehendak bahkan Maryam melahirkan dan membesarkan Isa AS seorang diri tanpa adanya seorang suami. Kaum wanita sedari dulu sudah setegar karang, dan kami tidak menangis untuk makhluk. So i feel sorry for his wife, sorry to see her cry. Gue sangat memahami perasaannya, sangat memahami tangisannya, tapi tidak terima ketika tangisan ini terlihat di publik untuk kepentingan seorang laki2 yang terlalu bangga pada dirinya sendiri, yang seolah2 begitu dibutuhkan untuk menjadi pelindung perempuan (at least di kancah youtube) . NO MAN, we are not crying for those reasons. Istighfar lah sudah membuat istrimu menangis untuk hal yang tidak perlu. Kalau memang ikhlas sayang dan cinta kepada istrimu karena Allah, maka buktikan dengan perbuatan dan bekerjasama untuk saling menjaga shalat dan amal shaleh selama di dunia untuk sama2 bisa berkumpul di Jannahnya yang kekal.

Allah dalam 2 ayatnya di QS An Nisa ayat 3 dan 129 tersebut mmenekankan tentang pentingnya berlaku ADIL sebagai kondisi mutlak. Kenapa soal ADIL ini menjadi begitu penting? Karena ADIL adalah DEKAT KEPADA TAQWA (QS Al Maidah : 8).

Taqwa ini adanya dimana? Didalam hati setiap manusia ketika kita selalu merasa hati2, merasa takut, merasa selalu dalam pengawasan Allah sehingga betul2 menjaga setiap hal hanya untuk hal2 baik karena Allah. Nah kan bukan main2 karena sesuai penutup di QS Al Maidah : 8 ini Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan 😊 Ga ada ruang untuk pencitraan, belagak adil, pura2 baik, pura2 ga ada apa2 atau sejenisnya karena meskipun orang lain ga tau tapi ada yang Maha Tahu. Karena Adil = Taqwa, maka yang tahu ya hatimu dan Allah. Tanyakan pada diri sendiri, sudahkah kita bertaqwa?

Ketika seorang laki2 taat kepada Allah, menjalankan seluruh perintah Allah dan rasulnya maka ia akan menjadi garda terdepan pembela kedua orang tuanya, istri dan anaknya. Kita tidak perlu sebuah video tentang bagaimana perempuan akan dibela, kita perlu kalian untuk menjaga diri kalian sendiri dalam keimanan, ketaqwaan dan pemahaman akan setiap kalimat Allah dalam Al Quran maka kalian akan otomatis tau bagaimana berbuat yang terbaik kepada sesama. Kalau kalian saja masih jauh dari agama, bagaimana kami mau percaya ucapanmu apalagi mau percaya kalian akan ikut berjuang bersama kami para wanita, urusan dirimu sendiri aja belum selesai. Menjadi laki2 bukan hal yang mudah dengan semua tanggung jawabnya, begitupun menjadi seorang wanita. InsyaAllah kita semua selalu dalam lindungan Allah dan semangat membuat kebaikan demi kebaikan selama di dunia yang begitu sementara ini.

Wallahu a’lam

Wassalamualaikum

Rizka

Serba-serbi umrah : Packing, Ibadah dan perintilan lainnya

Assalamualaikum

Mau bercerita sedikit soal pengalaman umrah kemarin mudah2an bermanfaat untuk yang baru mau pertama kali berangkat kaya gue tanggal 2 – 14 Januari kemaren. Aslinya sih paket umrah itu tanggal 2 – 10 Januari aja, sampe tanggal 14 karena ada trip lanjutan ke Turki setelah umrah. Berikut ini beberapa catatan gue terkait packing, ritual ibadahnya, dan lain2nya seperti oleh2 misalnya. Hint aja sedikit, soal oleh2 kayanya gue bukan yang terbaik untuk menjelaskan tapi bakal gw ceritain anyways pengalaman gw haha

Packing

Yassalaaammm ini jangan dicontoh karena gue baru mulai packing 2 hari sebelum berangkat meskipun koper udah nangkring untuk diisi dari seminggu sebelumnya. The art of procrastinating as per usual.

Diawali dengan bikin catatan barang2 apa aja yang mau dibawa terus pusing sendiri hahaha Akhirnya diputuskan kalau kita bakal bawa 2 koper ukuran sedang dan 1 ransel. 1 untuk perabot gue, 1 lagi untuk perabot suami, dan ransel untuk dibawa selama di cabin. Selain itu diputuskan juga kalau selama umrah, kita bakal laundry baju kotor disana jadi ga usah bawa baju banyak2 dari rumah.

Isi tas yang masuk ke bagasi

1. Pakaian.

Gue bawa 9 baju untuk 14 hari dan ternyata kebanyakan kalau ada skenario laundry pas umrah. Kayanya bawa 5 stel baju ya cukup lah, nah kalo yang cuma umrah aja biasanya kan 8-9 hari aja tuh ya berarti bawa 3 stel baju kudunya cukup kalau disana juga bakal ngelondri hahaha Bukannya jorok ya cuma karena gue umrah di bulan Januari dimana udara itu lagi cenderung dingin jadi seharian itu kita ga berkeringat jadi ga ganti baju sampai bablas isya juga ga kenapa2. Ini gue sih sama suami hahaha. Btw kalau gue bilang berapa stel baju berarti itu komposisinya gamis, hijab syari, dalaman hijab, leggings, kaos kaki ya karena sekalian kostum praktis untuk shalat jadi ga perlu bawa mukena lagi. FYI, jasa laundry di Mekkah dan Madinah itu mahalnya ga masuk akal. Cuma karena gue udah niatin dan udah gw masukin budget jadi tetep gue lakuin. Kalau mau tetap bawa baju sedikit tanpa kena biaya laundry ya cuci baju sendiri di kamar.

2. Sepatu &/ sandal

1 pasang sepatu (rain boots sebenernya buat ke Turki, kalo ga ada acara ke Turki ini ga bakal dibawa) dan 1 pasang sendal jaga2 kalau sendal yang dipake putus atau hilang (dan ternyata emang hilang haha).

3. Obat2an

4. Toiletries dan produk2 skin care

Menurut gue penting banget buat bawa sendiri dari mulai sikat gigi, odol, sabun, shampoo, dan semua2nya karena harga2 apapun di Saudi itu semua serba mahal. Kalau ngandelin toiletries hotel terlalu alakadarnya, ga iso juga. Mau beli skin care di Saudi? Ogah banget mahalnya selangit.

5. Botol minum yang 2 L buat diisi Zamzam selama umrah dan diminum sehari2. Penting banget ini penting.

6. Power bank max 20 mAh

7. Perabot bersih2 umrah : gunting kuku, cukuran, gunting kecil

8. Perabot packing zamzam : lakban dan cling wrap

9. Jaket (kalau perginya pas musim dingin sekitar bulan Nov – Februari).

10. Payung/topi untuk jaga2 aja kalau dibutuhkan

11. Undergarments : disesuaikan sendiri jumlahnya dan kalau kemarin gw lebih suka pakai yang disposable jadi ga nambahin londrian ataupun cucian

12. Winter clothings (kalau ada acara ke Turki juga pas winter) : long johns, leggings yang hangat, scarf, kupluk, dll. Kalo ga ada acara extra ini dan thok hanya umrah ya udah ga usah nambah2in bawaan haha.

Isi tas yang dibawa ke kabin

1. Handuk kecil

2. Lip balm

3. Timbangan tangan elektronik

4. Tisu basah dan kering

5. Dokumen2 perjalanan (paspor, visa, buku kuning vaksin, name tag, tiket dll)

6. Obat2an

7. Bantal leher

8. Universal adapter dan charger HP (ojolali enpon udah diisi sama paket roaming internet ya, kecuali mau ngandelin wifi hotel yang cenderung slow)

Jadi kapan kita sebaiknya mulai packing? Ya tergantung kesiapan lo. Kalau kita udah tau apa yang mau dibawa atau bawaan cuma sedikit ya H-1 atau 2 juga gapapa. Tapi kalau ada potensi galau mau bawa ini itu ganti ini itu dll ya lebih baik agak lebih jauh2 hari mungkin H-5 lah supaya bisa mastiin ga ada yang ketinggalan. Gue concern banget serius deh kalo ada barang yang ketinggalan dan barang itu penting karena kalo sampe gue harus beli di Saudi alamaaakkk mahalllllll bisa craaayyyyy aqutuuuu.

Ibadah

Satu yang pasti, ibadah umrah itu butuh stamina yang prima. Jadi fisik dan mental harus siap untuk menjalani 8-9 hari ibadah. Gue liat record selama disana, dalam sehari jalan kurang lebih 12 – 14ribu langkah atau ekuivalen dengan kurang lebih jarak 10 km. Pas harinya umrah malah sampai 25rb langkah. Secara umum, langkah ini keliatannya cuma bolak balik hotel dan masjid aja untuk shalat tapi kalau fisik kita ga siap bisa2 letoy, sakit, dan runyam urusannya. Kemarin ga terasa karena cuaca lagi adem, tapi kalau pas umrah di musim panas harus lebih siap lagi stamina kita ngejalaninnya. Belum lagi yang selama di Mekkah emang niat untuk melakukan umrah lebih dari satu kali, ya harus bener2 dijaga fisiknya supaya selalu sehat.

Masa sih umrah secapek itu? Gue ga bakal kasih jawaban klise seolah2 ga capek, SERIUS CAPEK. Jadi jangan karena keliatannya ah cuma bolak balik masjid doang untuk shalat masa capek terus kita sepelein. NO, seriously capek tapi karena kita menjalaninya dengan ikhlas dan senang ga langsung berasa saat itu juga. Ritual umrahnya sendiri (Thawaf, Sai, Tahalul) sih selesai dalam waktu 3 – 4 jam biasanya tapi tergantung juga sama keadaan saat itu kalau rame banget biasanya waktunya akan jadi lebih molor. Kemarin Alhamdulillah kita selesai dalam 3 jam.

Secara kita udah datang kesana memenuhu panggilan Allah, jadi ya ibadah kudu dikencengin. Jangan sampe pas udah disana ibadah juga jadi alakadarnya aja, duh sayang banget. Yang penting jaga asupan nutrisi, jangan malas makan dan minum, dan kemaren sih gue geber dengan aneka vitamin dan suplemen.

Oleh-oleh

Seriously jujur gue ga akan beli apa2 di Saudi karena semua barang mahal dan kualitas alakadarnya. Menurut gue yang worth it untuk dibeli dalam jumlah banyak itu cuma kurma ruthob yang fresh (enak kebangetan) tapi karena dia mudah rusak ya kecuali kita belinya last minute sebelum pulang jadinya ga bisa juga dibawa pulang. Kurma ruthob jauh lebih murah disana dan kualitasnya ya jelas terjaga karena langsung dimakan ketimbang beli online disini. Selain itu apa? Jam Al Fajr lah paling karena lumayan beda kira2 IDR 200rb dibanding disini. Sisanya? Ga worth it karena mahal ga kira2. Ngabisin duit di Saudi itu gampang banget meski udahannya ga berasa yang mana barang yang dibeli. Huft.

Seandainya emang elo harus banget bawa oleh2, ya mending beli di tanah abang lah. Apa coba yang ada disana dan ga ada disini hehe Ada 1 lagi ding yang lumayan murah di Saudi, harga koper! Haha Ya lumayan lah kalo emang koper lo tetiba beranak bisa beli disana gapapa. Gue pun sempet beli koper ukuran sedang bahan kulit gitu kalau di rupiahin sekitar 500ribu aja.

Jajan selama umrah

Apapun yang ada di Haramain ga worth it buat dibeli karena mahalllll. Serius. Mending hemat2 aja lah duit kecuali ada makanan yang emang elo kepengenin banget kaya gue 2x beli nasi Mandhi Ayam di Raydan. Sedoyan itu jadi harga sudah membutakanku padahal bikinan pak suami di rumah ga kalah enak hahaha Ya kalo kepengen banget mah sok mangga dibeli tapi do keep track of your expenditure soalnya asli ngabisin duit di Saudi khususnya di Haramain itu cepet banget karena apa2 mahal. Pelit banget apa ngomongin mahal melulu, bukan soal pelit tapi soal sebel lah haha

Gue biasanya kalo ditempat baru pasti udah otomatis langsung ngayap kemana2 tapi secara ini di Saudi, jadi ga bisa sakarepe dhewe lah ya mau maen cegat taksi aja terus mau sok petentengan kemana2. Ora iso, apalagi bahasa Arab alakadarnya modal nguping selama di Qatar juga udah gone with the wind. Cemana mau ngomongnya coba secara disana orang pada ora iso boso inggris. Ga berani deh mau macem2 disana mah, wong niat datang aja untuk ibadah jadi mana berani bikin niat jadi melenceng.

Uang

Gue berangkat ga bawa riyal atau lira sama sekali karena emang udah rencana mau ngambil di ATM aja atas nama kepraktisan meskipun setiap ngambil duit bakal di charge IDR 25rb. Waktu di Saudi aman2 aja tentram sentosa ga ada masalah. Nah masalah baru ada pas kita di Turki karena gue sama suami ga bisa ngambil uang di ATM manapun wakwawwww. Alhamdulillah ada money changer yang mau ditukerin rupiah dan sisa2 riyal gue meskipun ga banyak jumlahnya. At least sedikit tenang lah udah pegang uang lira di dompet. Salahnya dimana gue ga bisa ambil duit di ATM Turki? Ya salahnya di gue lah karena gue belum upgrade kartu ATM gue dengan yang paling baru dan berasumsi kalo kartu ATM gue pasti bisa selama mesinnya berlogo Visa. Semua temen2 umrah gue bisa2 aja ambil duit, cuma gue yang ga bisa. Terus jadi hemat gitu? Ya ngga juga malih soalnya duitnya gue transfer ke temen terus ngambil pake ATM dia hahaha Terus pas di hari terakhir baru tau kalo digesek di mesin EDC bisa2 aja tu ATM. Ya Allah untung taunya di hari terakhir kalo ngga bisa bablas maen gesak gesek aja kalap liat perintilan di Turki lucu2 dan jauh lebih murah daripada di Saudi.

Paket Internet

HP gue bisa dual SIM tapi gue udah niat yang bakal gue isi paket internetnya itu yang XL. Untuk XL, paket di Saudi itu berdiri sendiri cuma untuk umrah dan berlaku di Saudi aja sedangkan untuk di Turki paketnya lain lagi namanya XL Pass. Gue beli paketnya via Traveloka dan gue isi pas sebelum berangkat. Pastiin kuota internet kita masih ada karena paket roaming XL ini bakal make kuta internet kita. Pengalaman gue sih selama di Saudi internetnya cenderung jauh lebih lemot daripada pas di Turki. Suami pake paket middle eastnya Telkomsel dan lancar jaya selama di Saudi dan Turki.

Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat ya catatan ini hehe

Wassalamualaikum

Rizka

Pengalaman Umrah Backpacker : 2 – 14 Jan 2019

Assalamualaikum

Masuk Q3 2018 rasanya pengen jalan2 sama keluarga untuk liburan. Suami sama bokap terus ngingetin kalo lebih baik pergi umrah dulu baru jalan2. Gue pikir2 ya iya juga ya, masa setelah semua kemudahan yang diberikan Allah untuk gue dan keluarga di tahun 2018 gue bahkan belum pernah mengunjungi tanah haramnya. Jadi gue langsung cari2 deh mau pake jasa travel yang mana untuk berangkat umrah. Pilihan emang udah jatuh ke umrah backpacker, jadi urusannya tinggal travel mana yang mau gue ikutin. Gue udah follow beberapa grup umrah backpacker via Facebook, terus udah kontak juga beberapa provider via whatsapp. Akhirnya pilihan jatuh ke UBP UNO karena rekomendasi adik sepupu yang udah dua kali pakai jasanya dan hepi.

Tanggal 20 September gue pertama kali menghubungi Mbak Nita salah satu founder UBP UNO untuk tanya2 sambil gue ngepoin IGnya, FBnya UNO untuk cari2 tambahan informasi, feedback orang2, dll. Alhamdulillah ga pake lama hati langsung mantap jadi langsung proses untuk pemesanan tiket sebagai tahapan awal persiapan. Selesai beli tiket, mba Nita sempat nanya apakah gue atau suami udah pernah umrah sebelumnya. Nah suami udah pernah umrah tahun 2016 terus kata mba Nita kita berdoa sama2 ya supaya suaminya mbak ga kena biaya visa progresif sebesar SAR 2000? MaasyaAllah SAR 2000 alias 8juta rupiah banget iniiiiihhhh wakwawww. Ya udah bismillah aja sambil berharap biar ga kena, tapi kalau pun kena ya udah mau gimana kan karena udah peraturan dari KSA dan karena kita udah niat berangkat jadi ya kudu dibayar anyways. Huft.

Setelah selesai transfer untuk biaya tiket, gue sama suami terus dimasukin kedalam satu whatsapp grup khusus peserta Umrah untuk memudahkan koordinasi sampai keberangkatan dan selama umrah.

Untuk memperjelas apa sih bedanya umrah backpacker sama yang bukan, berapa biayanya, gimana kesan2nya, nah langsung aja gue jelasin dibawah ini ya.

Biaya

Kemarin gue sama suami ambil paket umrah + Turki. Biayanya IDR 10.2juta (SIN-JED-IST-JED-CGK) untuk tiket dan USD 1320 untuk Land Arrangement (LA) per orang. Kalau pakai kurs sekarang per orang jadi IDR 28jutaan. Sementara kalau yang umrah aja LAnya sekitar USD 830 dan tiket sedikit lebih murah juga, jadi kalau yang umrah aja biayanya jadi sekitar IDR 20 – 21jt. Harga tiket tergantung saat pembelian dan bisa fluktuatif banget, makanya begitu ketemu yang murah langsung bayar. Land Arrangement ini cakupannya untuk Hotel selama umrah dan di Turki, bis AC selama perjalanan, makan 3x sehari, Visa 2 negara, dan tour guide/muthawif selama perjalanan. Meskipun biasanya ground handling untuk bagasi kadang ga termasuk, tapi kemarin itu handling di Jeddan semua udah diurusin. Alhamdulillah.

Karena tiket umrah startnya dari Singapur, jadi untuk flight dari Jakarta ke Singapur kita beli sendiri dan bebas mau maskapai apa aja yang penting nanti meeting pointnya di T3 bandara Changi. Gue sama suami kemarin pakai Garuda karena lagi ada promo cash back 500rb via Traveloka jadi kita bayar IDR 2.7jt untuk berdua.

Itinerary

Soal itinerary ini penting banget buat gue karena gue cari yang umrah dulu baru jalan2 supaya, 1) hemat tenaga dan fokus untuk ibadah dulu, 2) ga pusing sama baju kotor dan pengaturan koper sebelum umrah. Kemarin itu perjalanan gue dari tanggal 2 – 15 Januari dengan breakdown seperti ini :

2 Jan – flight dari CGK jam 06.00 terus disambung departure dari SIN jam 17.00 dan sampai di Jeddah sekitar jam 11 malam kemudian dilanjut perjalanan Jeddah – Madinah kurang lebih 5 jam naik bis. Gue suka perjalanan naik bis selama di Saudi dan Turki karena bisnya nyaman semua hohoho

3 Jan – Sampai di Madinah. Acara bebas, memperbanyak ibadah dan untuk yang wanita malamnya sama2 ke Raudhah dipimpin sama Muthawifah yang udah diaturin sama UNO

4 Jan – Tour tempat2 sejarah islam sampai sebelum Dzuhur kemudian selanjutnya acara bebas, memperbanyak ibadah

5 Jan – Tour tempat2 sejarah islam sampai sebelum Dzuhur kemudian selanjutnya acara bebas, memperbanyak ibadah

6 Jan – last day in Madinah terus baper sedih banget ya Allah karena Madinah itu tentram banget, hati adem, bikin rindu. Setelah dzuhur kita siap2 berangkat ke Mekkah naik bis untuk Miqat di Bir Ali dan lanjut umrah. Sampai di Mekkah sekitar jam 8 malam, setelah selesai makan malam kita langsung persiapan berangkat ke Masjidil Haram untuk umrah.

7 Jan – selesai umrah sekitar jam 01.00 dan jamaah kembali ke hotel. Hari ini acara bebas, istirahat dan memperbanyak ibadah

8 Jan – tour tempat2 sejarah islam sampai menjelang dzuhur (jironah, jabal tsur, arafah, muzdalifah, mina) terus acara bebas, memperbanyak ibadah. Umrah ke 2 bagi yang ingin.

9 Jan – tour ke hudaibiyah, museum haramain dan peternakan unta sampai menjelang dzuhur (jironah, jabal tsur, arafah, muzdalifah, mina) terus acara bebas, memperbanyak ibadah. Umrah ke 3 bagi yang ingin.

10 Jan – check out dari Mekkah pagi2 terus lanjut perjalanan ke Jeddah untuk ke Balad Corniche untuk jalan2 dan makan siang di Wong Solo terus lanjut ke bandara untuk persiapan berangkat ke Turki. Flight ke Turki jam 17.30. Sampai di turki sekitar jam 21.30 dan langsung ke bis yang udah nunggu setelah urusan perkoperan selesai. Nah di Turki baru deh baggage diurus sendiri hehe

11 Jan – Trip sekitar Istanbul (Topkapi Palace, Blue Mosque, toko oleh2 kecil yang barangnya lumayan murah2). Hari ini trip selesai lebih cepat karena cuaca yang kurang bersahabat, hujan lumayan deras sepanjang hari dan suhu pun dinginnya luar biasa.

12 Jan – Trip Istanbul – Bursa (Masjid Ulu Cami, Green Mosque, Silk apa gitu ya gw lupa haha)

13 Jan – Trip ke Uludag (Bursa teleferik) dan trip balik ke Istanbul buat ke Aya Sofia, toko aneka busana dari kulit, bosphorus cruise

14 Jan – Check out, trip ke Grand Bazaar terus ke bandara untuk flight balik ke Jeddah (layover 5 jam, sengklek haha cepatlah buka Jeddah international terminal yang baru!) dan akhirnya flight balik ke Jakarta jam 00.30

15 Jan – Sampai di CGK jam 14.30

Menurut gue, itinerary kaya gini untuk open trip ya oke lah ga terlalu ngoyo untuk semua rentang usia. Masih bisa punya waktu tidur dan istirahat yang cukup banget. Meskipun kalau gue pergi sendiri sih jadwalnya pasti akan gw bikin lebih santai lagi. Buat gue itinerary ini penting banget khususnya kalau kita ajak orang tua atau anakw jadi pastiin kita minta diawal untuk lihat pembagian waktunya dan putusin apakah sesuai keinginan kita apa ngga karena namanya open trip ya ga bisa semua sesuai maunya kita.

Akomodasi

TOP BANGET.

Madinah – stay di hotel Gloria yang cuma butuh sekitar 5 menit jalan kaki sampai di Masjid Nabawi.

Mekkah – stay di Rayyana Hotel yang tinggal nyebrang jalan dan jalan sekitar 10 menit untuk sampai di Masjidil Haram.

Istanbul – stay di Mercure Istanbul Taksim.

Bursa – stay di Kervansaray Thermal Hotel. Old style but good style. Homey sangat sayang cuma semalem haha

Jadi waktu kita pertama daftar umrah bakal dikasih tau untuk budget LA tersebut kita stay dimana dan tipe kamarnya apa. Kaya gue kemaren misalnya aslinya untuk di mekkah dan madinah tipe kamarnya Quad (sekamar berempat. Akhwat ya sama akhwat). Karena gue minta sekamar berdua sama suami biar ga ribet jadi ya ada additional charge untuk upgrade tipe kamar. Kalau yang di Turki dari awal emang udah untuk berdua jadi ga ada biaya tambahan. Kalau ga ada urgency dan mau lebih hemat ya ga usah upgrade sesuai aslinya aja.

Kamar di Madinah cenderung kecil tapi tetep bersih dan enak ditempatin. Kamar di Mekkah somehow dapet yang gede banget Alhamdulillah. Kalau yang di Turki juga kamarnya lumayan besar. Poin plus yang paling gue syukuri adalah jarak hotel ke fasilitas umrah yang deket banget.

Jarak hotel ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram menurut gue juga big deals yang harus kita cek sejak awal khususnya kalau kita pergi sama orang tua dan anak2. Kalau jarak hotel terlalu jauh bisa2, 1) males ke masjid karena jauh, 2) ga fleksibel dan ribet karena harus naik bis dan tunggu2an rombongan untuk berangkat dan pulangnya.

Makan

Madinah – 3x sehari makan di restoran hotel. Cenderung kurang variatif tapi ya masih kemakan lah haha

Mekkah – 3x sehari makan di restoran hotel yang selera Indonesia banget. Much better daripada yang di Madinah.

Turki – sarapan di hotel, makan siang macem2 tempat tapi juaranya waktu kita makan siang ditempat namanya Mio Galata. Menunya padahal cuma nasi sama ikan makarel yang dipanggang sebentar pakai garam doang maasyaAllah enaknya, nyesel gue ga nambah hahaha Sempet makan di restoran Indonesia juga dimalam sebelum pulang wadaw langsung ganas ketemu soto sama ayam goreng haha

Tour Guide & Muthawif

TOP BANGET khususnya Muthawif dan Muthawifah waktu umrah. Waktu di Mekkah dan Madinah Muthawif kita namanya Ustad Budi. Orangnya nampak santai tapi maasyaAllah loh pengetahuan islamnya bikin setiap trip dan setiap penjelasan dari dia itu bener2 mencerahkan. Beliau udah 12 tahun di KSA. Nilai plus lainnya beliau ini jago urusan kuliner dan rekomendasi2nya cocok di lidah hahaha

Muthawifah adanya waktu rombongan akhwat mau ke raudhah, namanya Mbak Dila. Mbak Dila ini ikut suaminya yang kerja di Madinah dan udah bermukim sekitar 8 tahun. Mba Dila bikin kita tetap tenang dan ga terburu2 waktu masuk ke Raudhah abis Isya meskipun pas kita kesana itu ramenya lagi luar biasa karena menjelang akhir libur anak sekolah di Saudi. Karena bimbingan mba Dila supaya kita tetap cool dan ga terpancing untuk berdesakan, kita jadi punya waktu yang lama banget di Raudhah untuk memanjatkan semua doa2 kita sambil kita pelan2 jalan sampai ke shaf yang paling depan. Kenapa harus sampai ke yang paling depan? Supaya ga kegiles sama banyaknya manusia yang berdesakan.

Guide di Turki namanya Ali, orang Turki yang lancar bahasa Indonesia dan pernah tinggal di Jogja 4 bulan haha He was actually okay, cuma agak chaos di tanggal 13 Januari aja karena agenda padat banget gara2 pas tanggal 11 Januari ga semua itinerary selesai karena keadaan cuaca. Tapi gue hargai lah usaha dia untuk ngatur rombongan kita.

Transportasi

Untuk flight kemarin itu pakai Saudia Airlines. Overall not too bad lah kecuali flight dari Turki ke Jeddah, dan Jeddah ke Jakarta in flight entertainment suami tak berfungsi sodara2. Pas yang pulang ke Jakarta sih pesawatnya dapetnya yang bapuk karena banyak banget yang in flight entertainmentnya ga berfungsi, bahkan beberapa juga yang di kelas bisnis. Kebayang ya matgay kaya apa huhuhu Sisanya lumayan lah bisa pake free in flight wifi buat cek2 dan kirim2 WA selama terbang sebagai hiburan. Oh iya jatah bagasi per orang di trip kemarin itu adalah maksimum 2 x 23 kg.

Semua land transport itu pakai bis AC besar yang semuanya nyaman banget. I dunno, gue bawaannya pengen tidur melulu tiap di bis soalnya air suspensionnya kaya enak banget gitu lah serasa diayun2 hahaha

Perjalanan ke Uludag tadinya dikasih pilihan mau naik bis aja (dengan catatan cuaca/salju bersahabat supaya tetap aman untuk bis nanjak naik) atau mau naik cable car. Ternyata kata UNO per orang cukup bayar USD 10 aja dari harga USD 15 karena USD 5nya disubsidi UNO. Alhamdulillah ya hemat lagi jadi lah kita semua naik cable car ohohoho

Visa

Semua diurus sama UNO, kita cuma tinggal submit persyaratan2nya aja sesuai info dari UNO.

Air Zamzam

Masing2 jamaah dapat jatah 5 L dari UNO pas kita mau pulang. Karena kita ada acara ke Turki dulu, jadi Zamzam pun ngikut dulu ke Turki dan pas pulang dari Turki baru kita pack ulang karena 1 Zamzam dihitung sebagai 1 luggage. Jadi supaya hemat bagasi, kita pack per 4 Zamzam (kurleb total 20 kg) dan terhitung sebagai 1 luggage. Sampai di Soekarno Hatta baru deh kita bagi2 lagi.

Lain-lain

Kita dapat tas ransel kecil dari UNO yang didalamnya ada scarf dan gelang UNO sebagai ID tambahan selain name tag yang sesuai format SIPATUH, dan buku bacaan2 dan doa2 selama umrah. Untuk yang akhwat juga dapet khimar yang ndilalahnya kok malah ketinggalan punya gue padahal udah disiapin.

Dapet surprise hahaha Pas di Singapore harusnya makan siang beli sendiri2 ternyata disediain sama UNO. Pas mau berangkat dari Jeddah ke Turki masing2 orang dapat paket Al Baik isi 4 ayam dan juga dapat 1 pack sandwich 7 days isi 5. Siapa yang ga suka kejutan coba! Haha

Disubsidi USD 5 per orang buat biaya cable car ke Uludag hihi

Lah kalo baca2 ini semua udah dihandle sama UNO terus apa dong yang kudu kita urus sendiri? Berikut ini adalah hal2 yang harus kita urus sendiri:

1. Pembuatan paspor

2. Buku kuning dan suntik meningitis

3. Flight dari Jakarta ke Singapore kebetulan karena tiket promonya start dari Singapore. Tapi kalau misalnya start dari Jakarta ya berarti urusan ini ga ada.

4. Biaya2 apapun diluar hal2 yang tercakup dalam LA misalnya oleh2 (yaiyalahyaaa haha), air zamzam tambahan, excess baggage.

Jadi kalau dirangkum apa dong bedanya umrah backpacker sama yang reguler kok keliatannya sama aja? Bedanya adalah sebagai berikut:

1. Tiket kadang ga direct dr Jakarta lsg Madinah/Mekkah krn bakal dicari yang paling murah. Jadi kadang misalnya : Jkt – Sin kita beli tiket sendiri, nanti tiket umrahnya start dr SIN kaya gw kmrn.

2. Jadwal umrah ga ada setiap saat karena bergantung sama hasil hunting tiket murah. Jadi begitu dia announce ada jadwal, cus langsung daftar karena biasanya cepet banget penuh kuotanya yang emang limited sesuai jumlah tiket promo.

3. Hotel ga semuanya bintang 5. Ada yang bintang 3 dan 4.

4. Ga dapat baju atau batik yang seragaman

5. Ga dapat koper yang seragaman

6. Ga dapat ihram

7. Manasik lesehan aja di pelataran Wisma Haji Pondok Gede bukan di hotel atau restoran haha Tapi tetep khidmat kok, yang penting kan isinya.

Waktu di Turki sempat ngobrol2 sama Mbak Nita foundernya UNO yang kebetulan juga jadi Team Leader kita soal umrah backpacker ini. Kata Mba Nita, memang banyak provider umrah backpacker yang lebih murah karena secara paket lebih simpel, misalnya urusan selama Umrah bener2 Mandiri diurus masing2 jamaah timing dan itinerarynya mau kaya apa, hotel jaraknya jauh, dll. Kata mba Nita, kalau jamaah emang isinya orang2 yang masih muda dan ga keberatan untuk agak ribet selama disana biaya LA bisa juga dibuat jadi jauh lebih murah. Tapi seiring dengan berjalannya UNO, ternyata rentang usia dan kondisi jamaah semakin bervariatif makanya sama UNO dipikirinlah gimana caranya supaya biaya LA tetap bisa terjangkau tapi sarana dan prasarana jauh lebih nyaman.

Begitulah pengalaman gue pergi umrah untuk pertama kalinya. Alhamdulillah pengalaman pertama begitu menyenangkan bersama teman2 jamaah yang baik2 dan service dari UNO yang memuaskan. InsyaAllah selalu ingin kembali ke Haramain dan semoga UNO juga istiqamah dengan cita2 mulianya untuk membantu orang berangkat ke tanah suci.

Oh iya post ini tentu saja bukan endorsed ataupun sponsored ya hahaha Catatan ini murni apa adanya sesuai pengalaman sendiri. Intinya mau umrah backpacker atau yang reguler judulnya, biasakan banyak bertanya sebelum memutuskan. Fahami apa yang kita bayar vs apa yang kita dapat karena semurah2nya biaya umrah pasti lumayan siginifikan juga. Kalau ada yang mau tanya2 soal program2 UNO kedepannya bisa menguhubungi :

Uthe : 08119670712

Nita : 081219291986

IG : ubp.uno

Wassalamualaikum

Rizka

Liburan ke Minangrua Bersama Keluarga Titan

Assalamualaikum!

Yeaaayyy selalu hepi kalau mau nulis blog tentang jalan2 Titan. Perjalanan Titan terakhir itu akhir Juni ke Kebumen ketika cuma keluarga gue sama Yoan yang bisa ikut dan yang lainnya berhalangan. Tapi ga mengurangi keseruan karena prinsip jalan2 ala warga Titan itu simpel, siapapun yang bisa berangkat ya berangkat jadi ga pernah kudu nunggu sampe semuanya bisa ikut. Setelah jalan2 ke Kebumen, kita sibuk sama urusan anak2 yang baru pada jadi anak SD. Entah sih sebenernya apa sibuknya hahahah Sekitar bulan September, kita buka lagi deh ide untuk jalan2 Titan. Niat awalnya itu pergi yang deket2 aja kaya waktu itu kita ke Scientia Park atau ke Kebun Raya Bogor tapi ujung2nya mengerucut pada Minangrua di Bakauheni Lampung Selatan Hahaha Karena Minangrua ini tempatnya deket aja, jadi gue optimis kalau 2 hari 1 malam itu udah cukup banget untuk Titan jalan2.

Seperti biasa, setiap udah diputusin tempatnya dimana dan siapa yang in charge ngurusinnya maka ya udah yang lain tugasnya adalah manut. Total awalnya 6 keluarga yang confirmed bisa ikutan meskipun Yoan sama Citra kali ini ga ditemenin sama suami masing2 tapi ga masalah karena di Titan kita saling menjaga. Eh seminggu sebelum berangkat nambah 1 keluarga lagi dan total yang confirmed berangkat itu ada 7 keluarga Titan dengan 14 orang dewasa, 13 anak2 dan 2 batita! Mantap jaya ya kebayang ga tuh ngurusin 13 anak2 dan 2 batita pergi ke alam bebas hahaha Jabrik!

Capcipcup akhirnya terpilih tanggalnya di 3 – 4 November setelah diatur2 biar ga bentrok sama jadwal masing2 keluarga yang udah ada sebelumnya. Jujur, gue sangat2 khawatir pergi jalan2 (apalagi ke laut) di bulan November – Desember karena biasanya cuaca udah mulai ga tentu karena udah masuk musim hujan. Tapi bermodal bismillah, doa dan pantauan rutin ke travel assistant kita yang ada disana ya udah yakin aja. Rasanya selalu excited setiap ngerencanain jalan2 Titan karena buat gue mereka bener2 udah kaya keluarga. Gue sebenernya lebih suka kalo ngga travel solo, ya sama si abang dan bapakeh. Tapi pengecualian untuk Titan karena gue sangat2 menikmati kebersamaan setiap sama2 mereka karena kita udah saling faham dan punya sense of belonging yang cukup kuat bukan cuma ke keluarga sendiri tapi juga ke yang lain untuk saling jaga. Semakin mendekati harinya gue semakin deg2an takut cuaca berubah jadi ga bersahabat tapi Alhamdulillah sampai H-1 travel agent kita masih ngabarin kalau cuaca OK banget.

Hari Jumat malem, Yoan dan Citra ke rumah gue sama krucils karena berangkatnya bakal bareng2 di mobil gue. Hari Jumat itu harinya gue dari jam 7.30 sampe sore anak2 pulang sekolah jam 14.30 gue kudu bareng2 mereka dari urusan Angklung, FBI sampe Tahsin. Jadi kebayang ga malem2 gue kudu liat mereka lagi cemana itu rasanya hahaha Tanggal 3 kita harus bangun jam 03.30 karena bakal berangkat jam 04.30, tapi yang ada masih aja cekikikan sampe hampir jam 12 malem hadehhhh. Alhamdulillah kita bangun tepat waktu dan berangkat agak telat dikit lah sekitar hampir jam 5 baru jalan karena tetep harus ada ina ino inih entuh meskipun malemnya udah dicicil dengan naikin semua perabot ke mobil dengan harapan bisa menghemat waktu haha

Sekitar jam 06.00 kita sampe dan disusul sama yang lainnya. Kita juga sempet SARAPan dulu sembari hampir SARAP nungguin keluarganya Tamara yang harus selalu kudu ada drama dan kali ini dramanya adalah nyasar Hahaha Duh kalo ga sayang banget udah gw jitakin ni! Niat jalan jam 05.30 dari meeting point pun tinggal lah cita2 dan akhirnya kita baru jalan jam 07.30. Belajar dari jalan2 sebelumnya, ga usah punya cita2 jalannya pake konvoi karena ga bakal bisa Hahaha Jadi dari meeting point kita jalan aja udah dengan tujuan pelabuhan Merak dan ketemu disana. Jadi apa gunanya meeting di rest area? Ya syarat aja sebagai pit stop pertama hahaha

Sampe di Merak sekitar jam 09.00 dan kita nunggu dulu KMP Athaya datang dan merapat ke darmaga gantian sama Portlink III. Girang banget mau naik KMP Athaya karena ini kapalnya besar dan dalemnya bagus. Helloooo ASDP, Kemenhub, bisa ga semua KMP tu kaya gini dan yang jadul2 di scrap aja secara kita bayarnya dengan harga yang sama jadi kita berhak dapat kenyamanan yang sama! Preach Hahaha Sekitar jam 09.30 kita naik ke Kapal dan dalemnya baguuuuusss, sejuuuuk, area lesehannya enak dan anak2 langsung eksis main. Nah kudunya semua KMP tu kaya gini! Preach 😀 Perjalanan Merak- Bakauheni itu lamanya antara 90 – 120 menit dan kadang bisa lebih (kalo apes bisa sampe 3 jam!) kalau pas kudu standby dulu sebelum merapat karena nunggu kapal lain bergerak dulu dari darmaga. Selama di jalan anak2 sibuk sendiri, emak2 sibuk ngobrol dan bapak2 pun sibuk ngobrol aje. Sekitar jam 12.30 kita turun dari kapal di pelabuhan Bakauheni dan nunggu Tamara (lagi) yang keluar paling belakangan karena parkirnya misah sendiri hahaha

Perjalanan ke Minangrua dari Bakauheni itu sebentar aja karena Minangrua sendiri letaknya masih di Bakauheni, tepatnya di desa Kelawi. Travel assistant kita si Gusti udah nunggu untuk memandu rombongan kita sampai ke Minangrua. Jalan menuju ke Minangrua itu ga jauh tapi jalurnya lumayan curam apalagi kalau arah balik kudu nanjak lumayan juga elevasinya dan kalau pas papasan sama mobil lain atau motor itu yang agak PR. Alhamdulillah kita sampe juga di penginapan sekitar jam 13.00 kita sampe dan udah disambut sama hidangan makan siang ala orang kampung Kelawi Hahaha Orang2 Titan itu ga banyak macem2, makan apa aja, gimana aja, asal dimakannya sama2 rasanya masyaAllah nikmatnya. Gusti langsung ngebentangin daun pisang untuk alas makan dan bikin kita jadi tambah girang.

Selesai makan, kita istirahat sebentar sambil siap2 untu trekking ke Green Canyon tujuan pertama kita. Ibu2 sama anak2 di 1 cottage yang 2 kamar dan bapak2 di cottage 1nya lagi. Secara kamarnya terbatas sementara rombongannya lumayan banyak, jadi sebagian besar dari kita tidur ngampar beralas kasur lipat dan kasur palembang hahaha Sama kaya makan, tidur pun bebas aja mau kaya gimana pun asal sama2 rasanya nikmat aja. Setelah selesai shalat, kita siap2 untuk trekking. Trekking ke Green Canyon ini pun ga jauh cuma seru aja karena harus ngelewatin semak2 dan batu2 di pinggir laut. Sensasi trekking sama anak2 dan batita bikin lebih seru perjalanan. Alamakjan sempet2nya pun gue jatoh gedubrak ke laut karena salah pijakan dan malah injek batu yang licin ckckckck Tapi Alhamdulillah gue baik2 aja.

Sampe di Green Canyon yeaaaayyy ga ada orang jadi bener2 private kita aja yang disitu kekekeke Gusti sama bapakeh udah masang barrier untuk batas berenang anak2. Ga pake lama anak2 langsung ngejebur semua dan kegirangan berenang. Emak bapak semua nyebur nyusul anak2 karena ya rugi banget lah yaaaa kalo ga nyebur Hahaha Cuaca cerah, air pun tenang hampir ga berombak dan muda mudi Lampung yang biasanya pada nongkrong sambil selfie disitu pun ga ada bikin acara bener2 jadi punya kita sendiri. Sekitar jam 16.00 kita selesai di Green Canyon dan pindah tempat berenangnya ke pantai utama Minangrua. Lagi2 syukur Alhamdulillah cuaca bener2 bersahabat karena laut cukup tenang tanpa ombak berarti meskipun kita berenang udah sore banget sampai menjelang Maghrib. Terakhir ke Minangrua gue sampe ga sempet berenang sama sekali karena lautnya pasang dan ombaknya gede banget padahal baru sekitar jam 16.30. Anak2 hepi banget puas berenang kesana kesini, emak bapak pun ga ketinggalan.

Selesai berenang udah menjelang Maghrib dan kita pun mandi dengan penuh kehebohan Hahaha Kamar mandi posisinya ada di belakang penginapan yang mana kita harus turun tangga dulu dan jalan kesana. Anak2 udah lengket air laut ples berpasir dan mandiin anak2 udah chaos banget lah pokoknya Hahaha Penginapan pun dalemnya udah kaya kapal pecah, asli pemandangan pas sore2 abis mandi itu bener chaos banget sih bikin pala puyeng Hahaha Selesai mandi, shalat, kita lanjut makan malam ala orang kampung Kelawi lagi. Jadi di penginapan ini ga ada AC, karena hujan juga belum turun jadi udara rasanya lumayan panas ples agak lembab. Jendela, pintu semua dibuka, kipas angin semua dinyalain, kardus2 dirobekin untuk dijadiin kipas Hahaha Seru ya piknik ala keluarga Titan. Sementara emak2 riweuh ngadem, anak2 mah cuek aja loh main ga yang ngerengek2 gerah atau apa. Malemnya pas udah mau tidur, Makwie kok baru menyadari kalau ada tokek diatas kasur yang bakal jadi tempat tidur dia Hahahaah Tokeknya ga ganggu sih, cuma di kepala kita kan langsung halu ya mikir kalau dikencingin tokek gimana, kalo dia jalan di kasur kita gimana, dan yang paling genggeus sebenernya posisinya dia sih yang bener2 hadap2an sama Makwie jadi kalo tidur tu berasa pelotot2an sama si tokek Hahaha Akhirnya kita panggil Gusti untuk ngusir tu tokek dan berujung kehebohan emak2 begitu tokeknya bergerak2 kesini kesitu dikejar2 si Gusti Hahaha Paginya bapak2 juga cerita kalau di penginapan mereka juga ada tokek dan malahan ditambah sama Kodok yang nempel di tembok tapi mereka biasa aja ga heboh kaya emak2 Hahaha

Paginya kita bangun dan jalan ke goa kelelawar yang ada di ujung pantai. Ayah abang mah ga tahan banget ye liat laut tenang pagi2 langsung nyebur aja doi. Anak2 seperti biasa urusan manjat memanjat mah nomer satu lah sementara emak2 pelan2 takut kepeleset, mereka mah udah sampe aja di ujung. Disitu kita menikmati laut dari atas batu sambil foto2 diatas jembatan kayu meskipun semua masih pake baju tidur hahaha. Tiba2 gerimis dateng dan kita buru2 turun buat balik ke penginapan sambil sarapan nunggu hujan reda. Selesai sarapan, kita siap2 untuk berangkat naik perahu ke Pulau Mengkudu. Waktu di trip Titan sebelumnya, sebagian dari kita udah pernah ke Pulau Mengkudu tapi kita berangkat dari darmaga Kunjir karena kebetulan kita nginepnya emang di pesisir Kalianda. Waktu itu juga kita berangkatnya udah agak siang dan cuaca agak mendung. Nah di trip kali ini kita berangkat dari Minangrua pagi2 dan cuaca cerah. Nyebrang dari Minangrua ke Mengkudu itu sekitar 20 – 30 menit tergantung ombak, tapi kemarin kita sekitar 20 menitan aja karena laut lagi tenang.

Sampai di Pulau Mengkudu, uwowww lagi2 private island karena isinya cuma kita doang Alhamdulillah. Cuaca cerah, laut tenang dan anak2 ga nunggu lama langsung nyebur untuk berenang. Eksis berat lah anak2 mah semua sibuk berenang sampe sekali ini gue meratiin ga ada yang main pasir karena semua sibuk nyebur. Ayah abang sama si Gusti juga udah pasang barrier untuk batas berenang anak2. Sejak pertama Titan trip bareng, anak2 udah faham kalau kita lagi jalan2 rame2 mereka harus mau tertib denger instruksi jadi kita tinggal ngawasin mereka aja tanpa bener2 perlu attached megangin satu2. Baik di Mengkudu ataupun Minangrua memang bukan tempat2 untuk snorkeling tapi lebih ke berenang dan emang sengaja gue masih milihin tempat2 yang kaya gini untuk mereka. Sabar ya nak anakkkk, waktunya snorkeling akan segera tiba kok hahaha Dari jam 9 kita berenang sampe jam 11, belum ada tanda2 wisatawan lain yang dateng, bahkan si ibu yang buka lapak disitu jualan minum sama pop mie pun baru dateng jam 11. Puas banget lah di Mengkudu ala2 private beach untuk warga Titan. Waktu kita mau naik kapal ehhhh tau2 gerimis jadi kita buru2 melipir dulu berteduh sambil istirahat dan jajan ngelarisin lapak si Ibu. Sambil berteduh kita mendengarkan tembang lagu2 daerah dulu untuk menjaga kearifan lokal Hahaha Kampuang Nan Jauah di Mato, Ayam den lapeh, poco2, semua diputer sambil ngebecandain ceu Irma sama si Uda suaminya yang cengengesan karena kegap lagi selfie hahaha

Dari Pulau Mengkudu, kita pindah ke Pulau Sekepol yang jaraknya deket banget dan tujuannya untuk cari cangkang kerang kesukaannya anak2. Sebenernya cuaca lagi enak banget untuk anak2 cari cangkang karena air laut lagi surut banget jadi anak2 bahkan bisa sampai agak ke tengah laut. Sayang karena hujan turun masih malu2 dan lama kemarau, jadi nyamuk banyak luar biasa disana dan kita ga mau ambil resiko jadi buru2 aja ke kapal untuk balik ke Minangrua. Alhamdulillah perjalanan balik pun aman tentram karena laut juga tenang.

Belajar dari chaos di malem sebelumnya, kali ini ibu2 duluan yang mandi dan packing baru abis itu anak2. Keliatannya cara ini lebih baik sih karena at least pas kita packing itu ga ada anak2 yang sibuk lari2an jadi bisa fokessssssss meminimalisir resiko adanya barang yang ketinggalan hahaha Selesai mandi kita makan siang terakhir di Minangrua sebelum pulang dan terasa nikmat sangaaaattt. Ga lupa sebelum naik mobil masing2 kita nyanyi dulu kasih selamat ulang tahun untuk babeh Radyn dan ditutup dengan Mars SAC hahaha Meskipun ada yang udah alumni SAC tapi ya udah lah ya masih hafal ini orangnya hahaha

Sekitar jam 15.00 kita berangkat ke Pelabuhan Bakauheni untuk kembali ke rumah masing2. Hih! Harus banget ye setiap di Bakauheni sekarang drama karena mau milih naik kapal tambah susah aja. Terakhir ke Kalianda kita naik kapal yang udah butut banget dari darmaga 2 dan saat itu anak2 udah capek pengen istirahat, ada bayi yang ga enak badan sedangkan kita duduk desak2an di tempat lesehan yang penuh sesak sama orang sampai mau nafas pun rasanya eungap. Akhirnya kita nunggu aja meski lumayan lama supaya bisa naik ke kapal yang lebih baik keadaannya supaya nyaman untuk anak2. Alhamdulillah meskipun bukan yang bener2 kita pengenin, kita masih bisa naik Jatra yang punya bunkbed gratis di kelas bisnisnya. Setidaknya anak2 bisa istirahat dengan nyaman tanpa harus eungap kegerahan dalam keadaan capek kaya di trip sebelumnya. Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, kita sampai juga di Bakauheni sekitar jam 19.30. Huhuhuhu sedih deeeeh setiap kita selesai jalan2 bareng, beneran rasanya tu tetep ada aja rasa sedih meskipun besoknya tuh udah ketemu lagi di sekolah hahaha

Untuk menutup tulisan di blog ini, gue mau share beberapa tips untuk jalan2 rombongan beberapa keluarga berdasarkan pengalaman Titan:

  1. Tunjuk (atau bisa juga volunteer) 1 key person yang bakal jadi focal contact untuk arrange itinerary, persiapan keberangkatan, dan termasuk urusan itung budget. Setelah ada 1 orang ini, yang lain manut tapi tetap bisa kasih masukan2 yang MEMBANGUN kaya misalnya kasih alternatif yang riil supaya cost lebih efisien, atau trip lebih menyenangkan. PERCAYA bahwa 1 orang ini adalah bagian dari keluarga, jadi ga bakal dia punya niat untuk ngerugiin yang lain.
  2. Bahas di whatsapp group rencana tempat dan tanggalnya dan begitu udah disepakati oleh dominan warga grup maka langsung ketok palu. Alhamdulillah di Titan kita udah saling faham, kalau emang berminat ikut dan cocok jadwalnya orang2nya langsung konfirmasi. Nah yang berhalangan ikut biasanya emang ga nyaut dan ga pernah recok misalnya ngelempar2 pertanyaan ina ono padahal ujung2nya emang ga ikut. Pokoknya di Titan itu, kalau ga nyaut berarti ga ikut dan kita juga ga pake tunggu2an karena begitu udah diketok palu ya udah berarti udah kelar.
  3. Bikin whatsapp group yang khusus diisi calon peserta trip jadi ga ngeganggu yang lain yang kebetulan ga ikut. Ini penting karena kita ga perlu ngebenamin isi grup dengan urusan trip beserta ratusan foto2 dan video sementara disitu ada beberapa orang yang ga ikutan trip. Jadi kita ga menuh2in memori hape mereka hehehe
  4. Survey dulu sebelum kedatangan dan punya 1 orang di lokasi yang jadi focal contact untuk urusan trip. Survey ini lumayan penting khususnya kalau kita ketempat yang kita kurang hafal daerahnya. Jujur sih jaman sekarang kadang survey ini bisa digantikan sama ratusan informasi yang ada di media sosial. Tapi kapanpun kita ada waktu usahakan survey langsung.
  5. Kasih pengertian ke anak2 soal ketertiban, keselamatan, tolong menolong sebelum dan saat perjalanan. Anak2 perlu tau gambaran tempat yang akan dituju dan prilaku seperti apa yang diharapkan dari mereka. InsyaAllah anak2 bakal ngerti kok dan bersikap sesuai dengan instruksi. Anak2 juga perlu dikasih tau untuk lebih mandiri karena seringnya jumlah ortu yang ikut itu lebih sedikit dari jumlah anak2nya, jadi yang lebih besar biasanya juga harus sigap membantu adik2nya dan adik2nya juga harus bisa menjaga dirinya masing2.
  6. NO BAPER CLUB untuk orang tua dan ini dimulai sejak diskusi awal di whatsapp group sampai trip selesai. NO BAPER ini penting banget karena kita harus sama2 faham bahwa selain kita mau bikin pengalaman yang berkesan dengan foto2 yang bagus, tapi setiap trip tujuannya juga adalah untuk bisa berangkat dan pulang dengan sehat dan selamat. Jadi, jangan tersinggung atau marah saat anaknya ditegur atau diteriakin kadang hehehe Kita kadang emang harus sampai teriak ngingetin anak2 tergantung situasinya. Kalau kita lagi ditengah keramaian, atau kaya kemarin di laut dimana suara kita balapan sama suara ombak ya mau ga mau pasti harus teriak biar kedengeran. Bahkan jangan baper kalau anaknya ditegur kalau misalnya makannya lama, manja atau ga tertib sama aturan yang udah dibikin hehe
  7. PERCAYA bahwa disana kita bertugas sebagai orang tua untuk semua anak2 kita jadi kita punya tanggung jawab moral yang sama untuk saling menjaga semua anak2. Sigap begitu kita lihat ada anak yang butuh bantuan kita entah mereka butuh digendong, ditenangkan, dituntun, dll. Makanya kita panggil mereka dengan “nak” atau “sayang” supaya mereka tau bahwa saat kita lagi pergi sama2, mereka selalu bisa minta tolong tanpa sungkan ke orang tua manapun.
  8. Berbesar hati untuk menerima setiap perubahan itinerary yang mungkin terjadi. Namanya kita jalan2 ke alam, faktor cuaca ya kadang ga bisa kita prediksi meskipun kita udah coba sesuaikan waktu perjalanan dengan prakiraan cuaca dan bikin itinerary kadang berubah. Kadang ga cuma karena cuaca, tapi misalnya ada anak yang mendadak sakit ya mau ga mau kita harus liat lagi itinerary, berembuk lagi dan menyesuaikan. Mau begini, atau begono, semua harus tetap bisa berfikir positif dibawa asik aja dan ga malah jadi menggerutu karena punya ekspektasi apa2 harus sesuai itinerary. Kalo gue mah susah sama keluarga Titan ini, ketimbang ke KFC sama mereka aja gue udah hepi apalagi jalan2 😅

Awal muawal perjalanan Titan itu dari playdate ke Scientia Park (20+ orang), kemudian berlanjut ke Curug Nangka (50+ orang), Kalianda (20+ orang), Kebun Raya (60+ orang), Garut (15+ orang), Kebumen (10 orang) dan terakhir Minangrua (29 orang). InsyaAllah persaudaraan ini akan selalu terjalin meskipun beberapa keluarga udah ga di SAC lagi. InsyaAllah perjalanan2 Titan ini akan terus berlanjut sampai anak2 besar dan suatu hari bisa dilanjutkan oleh mereka dan anak2 mereka nanti. Aamiin Allahumma Aamiin.

Jadi kemana trip berikutnya?

Wassalamualaikum

Love,

Buatiwa

Dadakan ke Way Kambas

Assalamualaikum!

Judulnya aja udah ajaib banget ya, DADAKAN! Hahaha Kalau bikin acara dadakan adalah sebuah keahlian yang bisa dibanggakan, udah pasti itu jadi spesialisasi gue. Di malam terakhir di Lampung setelah trip ke Pahawang dan beberapa urusan selesai, gue mikir lah mau kemana kira2 besok secara flight pulang itu jam 18.00. Browsing sana sini kok nampaknya ga ada yang menarik hati untuk didatengin di Bandar Lampung. Saat lagi mikir2 itu udah jam 8 malem dan tetiba aja macam yang langsung sip pergi ke Way Kambas aja lah hahaha Langsung buru2 WA Icha (neng geulis yang nganterin kita kemana2 selama di Lampung) untuk dateng pagi2 ke hotel terus berangkat ke Way Kambas. Untungnya Icha udah semakin faham kegeblekan gue yang suka keidean ini, jadi anaknya nongol aja tuh pagi2 di hotel hehe.

Sekitar jam 7 Icha sampe terus kita sarapan dulu sama2, terus check out dan berangkat ke Way Kambas. Kenapa gue bilang ini keidean banget, soalnya Way Kambas ini bukannya deket lokasinya cuy kekeke Dia jaraknya kurang lebih 104 km dari Hotel Horison tempat kita nginep dan butuh kurang lebih 2.5 jam untuk sampe kesana. Karena dadakan ini juga, gue ga sempet lah untuk banyak mencari2 tau soal Way Kambas ini selain bahwa dia adalah tempat konservasi Gajah. Sepanjang jalan kerjaan gue ya sebatas liat2 instagram modal search hashtag #WayKambas Zzz

Waktu berangkat kita via jalur timur dengan jalanannya yang berdebu, penuh trailer, dan jalanannya selang-seling bagus jelek tiap beberapa ratus meter. WHY! Setelah hampir 2.5 jam kata google maps kita disuruh belok kanan lewat jalan yang ga meyakinkan jadinya kita sempet beberapa kali berenti untuk nanya ke warga yang lewat apa bener itu jalannya dan ternyata BENER! Alhamdulillah. Ga kebayang ye kalo setelah 2.5 jam tetiba salah jalan, bisa dipentung si Icha gue hahaha

Hati langsung berbunga2 begitu masuk ke area Taman Nasional Way Kambas (TNWK) karena berasa masuk ke hutan dan disambut sama rombongan monyet lumayan banyak haha Sampe didalem, mulai lah gue clingak clinguk ye mencari orang yang bisa ditanya kemana dan bagaimana gue bisa masuk ketemu para gajah. Ini lah kalo trip dadakan, apa2 serba ga ngerti haha Akhirnya ketemu juga sama bapak yang jaga loket, terus dijelasin sama dia kalau masuk ke area gajah kudu naik gajah dan biayanya IDR 150rb per orang untuk trekking selama kurang lebih 30 menit dan IDR 250rb per orang untu safari selama kurang lebih 1 jam. Honestly, gue iya2 aja lah secara udah menempuh perjalanan jauh masa kagak ketemu sama para gajah. Akhirnya gue ambil paket yang trekking dan naik gajak bareng sama si bapak dan nak bujang.

Pas masuk area padang rumput, uwow para gajah mulai keliatan. Bapaknya mulai memperkenalkan lah nama2 para gajah Hahaha Beberapa yang gue bisa inget itu Barry (yang gue naekin), Aris, Queen, Pangeran, Desti, Nunik (paling kecil di TNWK, usianya baru 1 tahun) Erin, Johny, Ucok, Pleno (emaknya Nunik), sama Yety. Sedikit cerita tentang Erin si gajah berbelalai buntung bisa dibaca disini. Sedih banget kalau baca artikelnya campur marah karena keserakahan dan kejahatan manusia seekor gajah kecil harus kehilangan sebagian besar belalainya. Mudah2an cukuplah Erin jadi yang terakhir.

Sebelum mulai dan sepanjang perjalanan, gue sibuk ngerayu bapaknya untuk nurunin gue ditengah padang rumput jadi gue bisa liat gajah dari jarak dekat banget sambil foto2 para makhluk berbelalai ini karena gemes banget. Tapi si bapaknya selalu bilang ga boleh karena kalau turun dari gajah susah lagi naiknya karena ga ada yang bantuin. Duh nyaris sedih banget gue waktu itu. Ealahhh pas gue lagi galau itu tiba2 dari jauh gue liat orang yang kayanya gue kenal. Karena gue yakin banget, ya gue teriakin lah “Ardyyyyyy!”. Ealaaah ternyata bener aja loh itu si Ardy dari Holiday Lampung yang sebelumnya nemenin kita waktu di Pahawang. Si Ardy kesana karena ada private trip untuk pemotretan salah satu clientnya.

Ada cerita menarik soal ini. Jadi waktu di Pahawang, kita sempet ketemu sama si cewek clientnya Ardy itu karena kita nginep di villa yang sama. Selama disana, beberapa kali kita izinin juga si Ardy untuk bantu foto2in cewek itu untuk keperluan vlognya. Waktu kita mau pulang dari villa pun kita izinin juga dia untuk naik boat kita dan sama2 balik ke dermaga. Kalo orang yang pelit, pasti itung2an ga mau rugi secara kita bayar untuk Private Trip. Tapi kita jujur ga mikir kaya gitu, kalau emang ga mengganggu jadwal kita dan kita bisa bantu orang ya kenapa enggak regardless itu private trip yang gue bayar. Namanya kita travelling, kudu tetep ada rasa tepo seliro karena entah kapan dan dalam situasi kaya apa mungkin suatu hari kita yang butuh dibantu. Nahhhh, pas di Way Kambas ini, cewek itu bayar private trip didampingin Holiday Lampung. Waktu dia liat gue sama nak bujang bermuram durja karena ga boleh turun dari gajah, cewek itu lah yang excited nyuruh kita turun supaya bisa foto2 sama gajah katanya. Akhirnya kita dibolehin turun sama si bapaknya, yeayyyyy. MasyaAllah, fabiayyi ‘ala ‘irobbikuma tukadziban. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? Kemarin kita bantu dia dan langsung dibayar kontan sama Allah dengan dipermudahnya urusan kita. Bener2 seneng banget karena ga ada yang terjadi secara kebetulan di dunia ini. Akhirnya kita bisa peluk2 dan difotoin bareng Johny si gajah menggemaskan yang jinak sama si Ardy. Alhamdulillah dapet juga foto2 kece idaman.

Selesai sama si Johny, kita buru2 balik ke mobil untuk shalat Dzuhur sebelum ngacir balik ke bandara untuk pulang. Alhamdulillah lagi2 Allah permudah urusan karena setelah kita sampai di mobil baru turun hujan deras.

Beberapa tips :

1. Bisa banget bikin trip 3D2N dari Pahawang lanjut ke Way Kambas. Setelah check out di Pahawang, langsung menuju ke Way Kambas dan menginap di penginapan didalam area TNWK. Besoknya ambil flight balik ke Jakarta yang jam 18.00 jadi bisa puas seharian main di TNWK.

2. Gajah2 biasanya dimandikan pagi2 banget sebelum jam 8, makanya kalau mau liat emang kudu nginep disana kecuali mau berangkat dari Bandar Lampung pagi buta.

3. Gajah2 mulai dilepas untuk makan dari jam 8an sampe sekitar jam 4 sore. Di periode waktu ini kita cuma bisa deketin mereka via trekking naik gajah kata bapaknya (i don’t really know for real, kalau ada info lain boleh dong share ke gue). Nah diwaktu2 sebelum mereka dilepas dan setelah mereka balik ke kandang (not exactly kandang juga sih karena tetap alam terbuka, cuma kakinya dirantai supaya ga kabur) kita bisa deket2 sama mereka kalau mau puas peluk2 dan foto2.

Gue jadi pengen mengunjungi Taman Nasional lainnya ni, hmmmm kemana ya enaknya?

Wassalamualaikum,

Buatiwa

Pahawang : itinerary, Andreas Resort, Holiday Lampung dan beberapa tips

Assalamualaikum!

Melanjutkan post sebelumnya (macam blogger hits yang pemirsa baca post sebelumnya aja hahah), di post kali ini gue mau berbagi soal contoh itinerary ke Pahawang, cerita soal Andreas resort dan Holiday Lampung selaku tour provider. Cerita soal Pahawang udah banyak sih sebenernya, kalau kita ketik keywords “Liburan Pahawang” di google pasti bakal keluar beberapa cerita dari liburan orang. Jadi, apapun yang gue share di post ini adalah bener2 berdasarkan pengalaman gue aja.

Pahawang sendiri adanya di daerah Ketapang Pesawaran, Lampung dan bisa dicapai kurang lebih dalam 1 jam perjalanan dari Bandar Lampung. Kalau via google maps bisa diketik aja “dermaga 4 ketapang” nanti bakal keluar petunjuk arahnya. Ada beberapa dermaga disana dan begitu sampe bakal banyak banget orang yang nawarin untuk trip sama mereka. Gue belum pernah pake jasa on the spot kaya gini dan mungkin ga akan pernah hahaha Kenapa? Karena gue paling ga suka keliatan clingak clinguk tanda ga ngerti apa2 terus gue harus iyain sesuatu yang gue ga ngerti. Tapi ini gue ya, siapapun sah2 aja untuk mencoba apapun dirasa cocok.

Jadi inilah beberapa rekomendasi dan tips dari gue untuk ke Pahawang:

Itinerary

Itinerary dibawah ini adalah sebagai contoh aja dan waktu2nya sangat berubah tergantung keinginan setiap traveller dan tentunya cuaca.

2D1N Itinerary

1st day

7.00 – 7.30 Flight Jakarta (CGK) – Bandar Lampung (TKG)
7.45 – 09.15 Trip TKG – darmaga 4 pahawang di daerah Pesawaran
09.15 – 09.45 Sampai darmaga. Istirahat, siap2, nyobain fin, snorkel, vest dll
09.45 – 10.15 Trip to Andreas resort
10.30 – 11.00 Check in, ganti baju untuk persiapan snorkeling
11.00 – 12.00 Trip to pulau pahawang besar/nemo garden
12.00 – 13.00 Lunch di pahawang besar
13.00 – 16.30 Trip to pulau pahawang kecil, kelagian kecil (snorkeling, foto2)
16.30 – 17.00 Back to andreas
17.00 – 18.30 Bersih2, watching sunset, Maghrib, siap2 dinner
18.30 – 20.00 Dinner/BBQ
20.00 – End of the day
2nd day
05.00 – 06.00 Watching sunrise
06.00 – 07.00 Berenang2 di depan villa
07.30 – 10.00 Trip to pulau kelagian besar, snorkeling around pahawang
10.00 – 10.30 Back to Andreas
10.30 – 11.00 Berenang/main kano di depan villa
11.00 – 12.00 Bersih2, siap2 check out
12.00 – Check out, photo session etc
12.30 – Back to darmaga 4
Kalau misalnya mau day trip aja kira2 itinerarynya kaya dibawah ini
07.00 – 7.30 Flight Jakarta (CGK) – Bandar Lampung (TKG)
7.45 – 09.15 Trip TKG – darmaga 4 pahawang di daerah Pesawaran
09.15 – 09.45 Sampai darmaga. Istirahat, siap2, nyobain fin, snorkel, vest dll
09.45 – 12.00 Trip to Taman Nemo (snorkeling), Pulau Pahawang Besar
12.00 – 13.00 Lunch di pahawang besar
13.00 – 17.00 Trip to pulau pahawang kecil, kelagian kecil dan kelagian besar (berenang dan foto2)
17.00 – 17.30 Back to darmaga 4
Tapi rasanya sih ga ada orang yang dateng dari luar Lampung cuma untuk day trip aja, jadi hampir pasti rata2 udah sampe sehari sebelumnya. Kalau casenya begini, rencana tripnya tetap sama tapi waktu di setiap tempatnya jadi jauh lebih leluasa karena bisa berangkat lebih pagi dari darmaga 4nya.
Tips:
1. Sejauh ini gue selalu pake Traveloka untuk pesan tiket karena selain rates yang lebih murah juga kalau ada cancellation itu proses refundnya mudah dan cepet banget.
2. Flight dari Jakarta ke Bandar Lampung itu rata2 dari Soetta, sementara dari Halim cuma ada 1 penerbangan via Batik Air di jam 16.30. Pulangnya pun sama, untuk yang ke Halim cuma ada 1 di jam 18.00 dan sisanya ke Soetta.
3. Rata2 harga tiket one way dari ataupun ke Jakarta itu sekitar IDR 300K – 600K per orang tergantung hari dan waktunya.
Accommodation
Untuk akomodasi selama di Pahawang, gue cuma mau review Andreas Resort aja karena gue emang baru nginep disitu aja Haha Selain di Andreas Resort, biasanya orang menginap di beberapa penginapan yang terdapat di Pulau Pahawang Besar.
Andreas Resort ini jenisnya water villa dan satu2nya untuk saat ini yang jenisnya begini di Pahawang. Penginapan lain biasanya on shore letaknya. Meskipun dia water villa, tapi sebenernya posisinya ga menjorok terlalu jauh juga dari daratan di salah satu pulau di Pahawang.
Gue lupa ada berapa persisnya jumlah kamar di Andreas, tapi rata2 bentuknya sama kecuali 1 villa ada yang tingkat dan kebetulan ini yang gue tempatin kemaren. Setiap villa defaultnya adalah untuk 4 orang, tapi maksimal bisa diisi sampai 8 orang dengan tambahan extra bed. Di setiap villa selain kasur juga ada basic amenities kaya handuk sama sandal. Villanya juga difasilitasin sama AC, air panas di kamar mandi (Alhamdulillah kekeke) dan toilet duduk.
Untuk reservasi, bisa via travel provider kita (ini yang gue lakuin) atau book langsung ke Andreas via IGnya. Kalau book villanya doang itu ratenya kalau ga salah sekitar IDR 2jtan. Tapi ini bener2 cuma villa aja ples sarapan, dan elo masih kudu arrange buat nyebrangnya, trip wisata ke pulau2nya kalau ada rencana, dan makan malam. Di Andreas sendiri ada cafe yang jualan makanan tapi ya basic banget lah kaya roti bakar, nasi goreng, kentang goreng, kaya2 gitu aja.

Tips:
1. Bawa cemilan dan minuman yang cukup dari darat karena meskipun di cafe ada jualan tapi ya basic banget. By the way, gue amazed banget harga di cafe Andreas ini ga digetok kaya biasanya ditempat2 lain. Harganya mirip2 aja sama harga di darat. Good job Andreas, pertahankan ya.
2. Konon sih untuk 2018, udah ga bisa reservasi untuk weekend dan long weekend karena udah full. Jadi, emang harus reservasi untuk weekdays dan agak jauh2 hari kalau mau kesini. Percaya deh jauh lebih enak weekdays nginep disini karena ga rame dan lebih private rasanya.
3. Kalau emang punya rencana lain kaya snorkeling, wisata pulau atau apapun selain leyeh2 di villa, menurut gue lebih baik reservasi via travel provider aja jadi bisa di arrange sekalian sama urusan yang lain.
4. DO NOT MISS the sunset and sunrise! Cantik banget, rugi kalo lewat.
5. Bawa buku atau hiburan lainnya karena di villa ga ada TV, kecuali elo emang suka tidur cepet kaya gue haha.
6. Meskipun view pas pagi itu emejing banget dari lantai 2 villa yang bertingkat, tapi menurut suami gue diatas itu lumayan gerah pas malemnya (kalo yang dibawah sih lumayan adem ACnya). Jadi kalo ga pengen2 amat, mending book yang biasa aja.
7. Bawa uang cash yang cukup buat jajan karena di cafe ga bisa pake kartu.
Travel Provider
Sama kaya akomodasi, gue pun cuma punya satu referensi aja untuk travel provider yaitu Holiday Lampung (HL). Ketemu HL dari hasil perkepoan di IG aja secara gue awalnya ga punya referensi sama sekali harus ngontak kemana dan siapa untuk urusan Pahawang. Alhamdulillah dari 2 perjalanan yang diaturin sama HL semuanya sejauh ini OK, termasuk perjalanan pertama yang awalnya gue pikir impossible karena dadakan dan pas long weekend pula Haha. Good job HL!
Leader HL namanya Ardy, dan bukan cuma tau tempat2 yang bagus untuk didatengin tapi Ardy ini JAGOAN banget urusan dokumentasi. Awalnya gue merasa sreg untuk ngontak HL adalah gara2 liat foto2 hasta karya Ardy di IGnya. You had me at hello, ya gitu kali ya rasanya hahaha Gue jujur agak picky sih urusan travel provider ini dan emang harus picky sih karena kita kan mau bersenang2 jadi ketemu partner yang cocok dalam berkomunikasi, dokumentasi dan urusan safety ya penting banget khususnya juga karena gue bawa anak. Salah partner bisa berujung bete dan bubar acara haha
HL ini spesialisasinya emang private trip, jadi kalau mau open trip sih ya kayanya bisa cari pembanding provider yang lain meskipun gue yakin HL juga bisa2 aja arrange cuma hampir ga pernah gue liat mereka buka open trip. Gue sendiri males banget ikut open trip karena biasanya gue udah punya rencana gue sendiri mau kemana dulu, berapa lama di masing2 tempat, ngapain, dll. Jadi kalau ikut open trip rasanya either gue yang bakal bete karena kudu ikut jadwal rombongan, atau mereka yang bete karena kudu ikut jadwal gue. Most likely sih gue yang bakal bete lah karena ga mungkin juga rombongan mau ngikutin jadwal gue hahaha
Scope yang di arrange sama HL itu meliputi boat (gue so far pake speedboat aja biar cepet nyampe neikkkk kemana2), akomodasi, snorkeling equipment, makan, dan dokumentasi selama trip (foto2 underwater, video, drone). Kalau ada request mau makan apa pun kita bisa bilang ke Ardy dari jauh2 hari haha
Satu lagi yang bikin gue hepi sama HL khususnya di trip terakhir kemarin karena setiap kita sampai di satu spot, salah satu dari team bakal nyebur duluan untuk mastiin keadaan dibawah bener2 aman sebelum kitanya yang nyebur.
Tips:
1. Ardy udah jagoan banget lah urusan dokumentasi, jadiiiii ga usah sibukkkk sama perabot pribadi entah kamera, entah HP khususnya kalau kita juga bukan yang jago2 amat fotografi. Mending waktunya bener2 dipake buat snorkeling kek, diving kek, renang kek, atau apapun lah yang bisa dilakuin. Gue punya sih beberapa foto hasil moto sendiri pake HP tapi ya itu cuma pas si Ardy lagi ga ada, atau buat instastory hahaha Kalau emang hobi fotografi sih gapapa banget sibuk karena banyak spot2 dan momen2 cantik yang bisa diabadikan, tapi kalo ga jago mah ya well udah aja sik Hahaha
2. Jangan dadakan kalau mau book si HL ini karena jadwal dia lumeyen padetttt khususnya untuk hari2 libur.
3. Check IGnya @holidaylampung dan kalau mau tanya2 bisa ke nomer HP yang ada di IGnya. Fast response kok.
Beberapa tips lain selain yang udah gue sebut diatas:
1. Cek2 prakiraan cuaca dan koordinasi sama travel provider khususnya beberapa hari sebelum keberangkatan untuk tau keadaan di lapangan.
2. Jangan sungkan2 untuk nanya rekomendasi travel provider berdasarkan pengalaman dia kapan waktu yang bagus untuk kita dateng berkaitan sama poin #1. Jadi kalo udah tau cuaca nampaknya emang jelek ya ga usah maksain tetep beli tiket.
3. Legowo menerima perubahan schedule. Namanya kita wisata alam jadi ya ada faktor alam yang berperan besar untuk suksesnya itinerary yang udah kita siapin. Kita cuma bisa berikhtiar nyesuain rencana kita sama prakiraan cuaca tapi ujung2nya ya Allah juga yang berkehendak. Biar kata prakiraan cuaca kudunya cerah tapi ternyata ujan badai ya kita mau begimane, masa mau dipaksain? Inget aja, safety is the top priority. Maksain sesuatu yang udah tau bisa berujung celaka itu ga worth it diliat dari sudut mana pun juga. Biasanya travel provider kita (HL misalnya dalam case gue) bakal jujur bilang kok apakah cuaca aman atau nggak, tapi sering juga traveller ngeyel karena merasa udah kadung dateng, beli tiket, cuti, dll. Again, safety first.
4. Punya snorkel sendiri (murah aja kok ini mah), khususnya kalau geleuh harus pake snorkel bekas orang hahaha
5. Bawa ransel waterproof karena di boat mungkin banget kena cipratan2 air selama perjalanan. Atau kalau ranselnya ga waterproof, at least isinya dimasukin dulu lah ke plastik biar aman.
7. Selalu saling menjaga dan mengawasi khususnya kalau punya anak kecil. Jangan keasikan snorkeling sendiri dan ga merhatiin anak ujung2nya meskipun anaknya bisa berenang. Inget aja ini bukan kolam renang, disini jauh lebih dalam, ada angin, arus, ombak, dll. So better be safe than sorry.
6. Akomodasi di Bandar Lampung ada banyak banget tapi beberapa yang pernah gue coba antara lain :
a. Flipflop hostel : tempatnya lucu, banyak spot foto, ada kamar dengan bunk beds, kamar adanya di lantai 2 dan tangganya lumayan sempit jadi kalo bawa orang tua mending ga disini menurut gue. Biaya sekitar IDR 100K per orang.
b. Omah Akas : depan2an sama flipflop, lebih cocok untuk family, biaya IDR 250ribu – 300ribuan kalo ga salah. Lokasinya di daerah Antasari yang lumayan banyak jajanan jadi kalau malam bisa gampang cari2 makanan.
c. Sheraton Hotel : bagus lah hotelnya mah cuma sarapannya aja sih ga banyak pilihan dan membosankan banget. Kolam renangnya lumayan besar dan kata nak bujang sih enak ga dingin jadi dia betah banget lama2. Biaya sekitar IDR 600ribuan per malem. Lokasinya rada jauh dari tempat jajan kalau malem, tapi kalau siang dia deket banget ke daerah Teluk Betung jadi bisa jajan disana.
d. Horison hotel : kamarnya lumayan luas, lokasinya di jalan RA Kartini dan deket banget sama Mal Kartini, sarapannya lebih enak daripada di Sheraton menurut gue. Biaya sekitar IDR 500ribuan per malemnya. Kalau malem banyak tukang jualan gerobakan dan tenda2 lesehan disebelahnya.

Nah ya begitu deh kira2nya ya informasi terkait Pahawang yang bisa gue share untuk sekarang. Intinya, elo kudu banget lah ke Pahawang meskipun sekali dalam hidup lo Hahaha

Wassalamualaikum

See ya,

Buatiwa

Liburan ke Pahawang : 2 perjalanan dalam 3 bulan

Assalamualaikum!

Yuhuuuu, blogger abal2 muncul lagi ni setelah sekian lama ga nulis apa2. Harap maklum namanya juga abal2 Hahaha Tapi cerita kali ini insyaAllah ga abal2 dan bermanfaat lah untuk yang baca. Makanya dong klik subscribe, like and comment biar rajin nulis Hahaha Maksa!

Awalnya, kita udah pernah ke Pahawang pas long weekend di bulan Agustus. Aslinya sih kita dateng untuk sebuah urusan dan tiba2 gue keidean seperti biasa kok kayaknya asik juga kalo ke Pahawang secara gue belum pernah. Ide yang agak ga tepat waktu karena datengnya H-2 keberangkatan dan pas long weekend pula. Saat itu juga masih ga tau mau ngontak siapa karena blas urusan Bandar Lampung apalagi Pesawaran gue ga punya referensi. Jadi berjam2 gue ngepoin instagram (IG) bermodal hashtag #pahawang dan semacam ga ada satu pun travel provider yang sreg di hati. Tsahelah maliiihhh gaya bener ya pilih2nya Hahaha Ya iya dong secara kita kan mau seneng2, jadi cari partner yang seru dan bisa memahami keinginan itu kunci apalagi kalo bawa bocah. Akhirnya setelah berjam2 ngepoin berbagai instagram orang, ketemu juga sama IGnya @holidaylampung. Gue merasa suka aja dengan tampilan IGnya dan karena dia spesialisasinya ngurusin private trip. Jadi gue kontak lah Ardy selaku leader Holiday Lampung dan tanya apakah dia bisa arrange untuk day trip aja. Pas gue ngontak itu bener2 ga ada harapan macem2 sih karena tau diri aja minta di arrange trip dadakan pas long weekend itu ya nearly impossible sebenernya haha Kalo ga suka keidean dadakan kan namanya bukan Rizka ya sodara2! Haha Akhirnya Ardy ngabarin kalau dia BISA arrange tripnya dan speed boatnya pun available. WOW! Alhamdulillah rezeki emang ga kemana. Buru2 langsung transfer DP saking excitednya dan ga pengen tripnya kesikut orang laen Haha. Long story short, trip kita berjalan lancar berkat izin Allah yang mempertemukan kita sama Ardy dan Holiday Lampungnya.

Meskipun trip pertama di bulan Agustus berjalan lancar, tapi sebetulnya dramanya banyak banget Hahaha Pas trip pertama itu Pahawang penuh manusia sampe2 mau masuk ke dermaga aja udah macet banget karena efek long weekend, warung2 tempat nunggu naik ke kapal pun penuh, di spot2 snorkeling yang keliatan malah lautan manusia saking penuhnya sampe bikin kita blas ga minat untuk snorkeling, dan di hari itu juga angin lumayan kenceng bikin ombak jadi lumayan ga bersahabat. Akhirnya kita justru puas main air di Pulau Kelagian Kecil dan Besar dan bisa dibilang ga ke Pulau Pahawangnya sama sekali kecuali mampir sebentar untuk makan. Untungnya kita pergi sama Ardy yang emang jagoan dokumentasi jadi kita tetap punya foto2 kece untuk dibawa pulang meskipun blas ga ada foto under water sama sekali karena kita ga snorkeling. Hadeh!

Naaahhh karena drama2 itu lah gue sama suami memutuskan kalau kita bener2 harus balik lagi ke Pahawang di hari yang ga banyak manusia hahaha Setelah proses pilih2 waktu yang lumayan rempong, akhirnya terpilih juga tanggal 21-22 Oktober sebagai harinya kita ke Pahawang. Tadinya mau 3D2N, cuma karena bapakeh ada urusan tanggal 23nya jadi ya udah cukup deh untuk saat ini 2D1N tripnya. Karena kita udah hepi sama Holiday Lampung, jadi di trip ke 2 ini kita ga kepikiran mau nyari2 provider lain. Gue langsung hubungin Ardy supaya arrange tripnya dan water villanya Andreas Resort untuk kita nginep.

Tanggal 21 pagi kita berangkat dari Soetta dan sampai di darmaga sekitar jam 09.30. WOW, kontras banget sama trip kita sebelumnya karena di trip kali ini sepi banget ga banyak orang Alhamdulillah senaaaang. Cuaca pun sangat bersahabat karena cerah hampir ga berangin dan ga berombak. Sekitar jam 10.00 kita berangkat ke tempat pertama yaitu Andreas Resort untuk drop perabotan sekalian ganti pakaian. Beruntungnya lagi karena kita sampai di Andreas sekitar jam 10.20 dan langsung diizinkan masuk.

Sekitar jam 11.30 kita berangkat ke tujuan pertama yaitu Pulau Legundi yang waktu tempuhnya kira2 45 menit dari Andreas. Pulau Legundi ini bukan typical Pulau yang didatangi orang yang berkunjung ke Pahawang. Cumaaaa gue kepengen jadinya ya harus Hahaha Pulau Legundi punya pemandangan under water yang MasyaAllah bagus bangeeet. Karang2 warna warni, ikan2 beraneka bentuk dan warna, air yang bening, duh MasyaAllah indahnya bener2 luar biasa. Di Pulau Legundi ini juga salah satu teamnya Holiday Lampung sempet spearfishing dan kita cuma bisa terkagum2 aja sih dari atas boat Hahaha Sayang ikan banyak yang pada ngumpet jadi ga banyak dapet tangkepan.

Dari Pulau Legundi kita lanjut ke Taman Nemo di Pahawang untuk lanjut snorkeling lagi sama ikan2 dan tentunya sama si ikan badut selaku iconnya. Disini puas banget liat ikan2 di air yang bening banget karena hari bener2 cerah, tanpa angin dan ombak yang berarti. Anak bujang jangan ditanya lah eksistensinya mah bener2 khanmaen!

Selesai dari Taman Nemo kita balik ke penginapan untuk bersih2 dan siap2 liat sunset dari depan kamar. Malamnya kita makan ikan sama kerang kipas yang teramat sangat lejat dan sampe sekarang rasanya gue masih inget rasanya tu kerang kipas Hahaha Nothing fancy, tapi enak banget!

Subuh2 sempat hujan sebentar bikin sunset munculnya jadi malu2 tapi setelah itu langit lumayan cerah dan kita siap untuk trip berikutnya. Kita sempet berenang2 dulu di depan kamar sebelum pergi snorkeling ke spot berikutnya. Di spot baru pagi ini ga terlalu banyak karang ataupun ikan tapi banyak tulisan2 Pahawang under water Hahaha Syarat aja cuyyyy biar terpampang nyata manjah udah bener2 ke Pahawang Haha

Kelar dari situ aslinya pengen ke Pulau Pahawang kecil tapi apa daya tiba2 hujan dan air pun lumayan tinggi jadi kita putusin untuk balik aja ke penginapan untuk berenang2 disitu. Ternyata keputusannya tepat karena meskipun lagi2 kita gagal ke Pulau Pahawang, tapi gue, bapakeh sama si abang malah jadi seru banget berenang2 sambil main kano didepan penginapan.

Sekitar jam 11.00 kita naik untuk bersih2 dan siap2 check out dari Andreas. Alhamdulillah tercapai juga trip Pahawang kedua ini dan tentu saja kita langsung rencanain trip ketiga, empat dan banyak lainnya Hahaha InsyaAllah selalu sehat dan ada rezekinya. Aamiin.

PS : cek tulisan berikutnya yaaa untuk contoh itinerary berdasarkan dua pengalaman gue, review Andreas Resort dan Holiday Lampung.

Wassalamualaikum

Buatiwa

Titan++ Family Trip : Wilujeng Sumping GARUT

Assalamu’alaikum para pembaca blog (kalau ada yg baca hahaha)

Alhamdulillah perjalanan kita ke Garut yang sebenernya belum terlalu lama kita rencanain akhirnya tuntas juga. Tripnya sendiri dimulai dari tanggal 19 April sampe 21 April. Kalau bulan Januari kemaren kita abis ke Kalianda, Lampung nahhh kali ini kita ke kampungnya si kembar Rakha & Dhimas di Garut. Gue sendiri sebelumnya belum pernah ke Garut, jadi gue excited banget. Untuk itinerary, kita percayain sama budekamil (panggilan kesayangan untuk Mba Riska yang meskipun udah ga hamil tapi tetep dipanggil budekamil “bu DK (Dewan Kelas) hamil”) Hahaha Seperti biasa gaya Titan, siapa yang udah dapet tugas bikin itinerary/plan maka yang lain manut dan ga banyak recok. Begitu juga dengan peserta, siapa yang emang bisa ikut di hari yang udah ditentuin maka dia yang berangkat. Meskipun kepengennya selalu sekelas yang berangkat cuma realistis aja bakal susah nyesuain jadwal segitu banyaknya orang. Alhamdulillah makanya semua trip Titan sejauh ini berjalan lancar dari mulai Curug Nangka (+/- 50 org), Kalianda (21 orang), Kebun Raya Bogor (+/- 60 orang) dan Garut (16 orang).

Kita janjian tanggal 18 April untuk ketemu di Gerbang Kota Wisata jam 05.30 tapi ya udah ya shayyy semua baru ngumpul jam 06.00 aja dengan tour guide kita yang malahan dateng paling terakhir Haha Karena kita antisipasi tol Cikampek yang macetnya ga bisa ditebak (well, ketebak sih sebenernya karena ga pernah ga macet) jadi kita putusin untuk lewat jalur alternatif via Harvest Cileungsi (makjan itu kompleks perumahan gw baru tau gede amat ya) dan nembus2 di Cikarang Barat. Tetep loh yaaa kena aja macet gara-gara ada truk kecelakaan sementara perut udah laper banget. Akhirnya kita berhenti dulu di Km 57 untuk buka lapak sarapan didepan Rice Bowl (didepan loh ya bukan sarapan di Rice Bowl). Hahaha Kalo kata papa Alip mah ya kita juga Rice Bowl lah, alias makan nasi di wadah Kekekekeke

Selesai sarapan kita lanjut perjalanan ke Garut dan anak-anak semua naik mobil gue. Sepanjang jalan batrenya anak2 ini ga abis-abis, ngomoooooong melulu dan ada aja yang diomongin Haha Alhamdulillah kita sampe Garut sekitar jam 12 dan langsung ke Situ Bagendit. Anak2 langsung pada berhamburan dan mamang2 tukang balon busa pun kecipratan rezeki.

Gak susah sebenernya nyenengin anak2 kita ini karena ketimbang main balon busa harga 3rebu perak aja semua udah girang luar biasa. Ga lama setelah ngelarisin jualan mamang tukang balon busa, kita naik rakit rame2 dan SERU BANGET.

Langit agak mendung pas kita naik rakit dan bener aja pas kita sampe di warung terapung ditengah Situ akhirnya hujan juga dan lumayan deras. Nangkring dulu deh jadinya di warung sambil minum es kelapa dan makan popmie haha

Tak lupa kiranya foto keluarga para peserta piknik kali ini hehe Kalo kata anak2 mah “apaan sih foto melulu” Kekekeke

Abis dari Situ Bagendit, kita lanjut ke Balong Ceu Euis yang konon lokasinya di tengah sawah. Uwow seru sangat kannn. Jadi warung Ceu Euis ini ada juga di Cibubur ya pemirsaaaa, jangan lupa mampir tolong catet ya kalau mau menikmati cita rasa khas Sunda kaya nasi cikur, bala2, dll. Nah kali ini kita ke pusatnya Ceu Euis ni ceritanya di Garut untuk makan siang.

Ealaaaahhhh kok gemaaasssss ini tempatnya, segala lah bisa mancing bikin anak2 tambah girang! Ikan2 di balongnya pun mauan pula kok anak2 mancingnya dapet melulu hahaha

Selesai makan siang, papa Alip ngajak anak2 buat main di kali. Nahhh yang satu ini aslinya ga ada di itinerary tapi ternyata ealaaaahh seru bangeeettt.

Ngejebur ke kali, hati siapa yang ga girang meskipun kaki baret2 kena batu tapi ga masalah! Sambil trekking di sungai, sambil juga belajar hal baru kaya misalnya anak2 baru lihat daun talas jadi semua excited pengen taro air di daun talas karena daunnya ga basah, ada juga yang baru liat bunga terompet. Seru banget, apalagi pas bagian perang air!! 🙂

Selesai main2 di kali, sebetulnya ada niat untuk…… kirim anak2 ke tukang cuci mobil bhahahaha Biar cepet shayyyy sekali semprot bersih semuanya kekeke Cuma ya udah lah yaaa ujung2nya mandi massal, boys di kamar mandi satu dan girls di sebelahnya. Balada kerempongan mandiin bocah pun berujung kepada basah kuyupnya yang mandiin dan adaaaa aja baju yang ketinggalan Hahaha *colek Makwie*

Dari Ceu Euis, kita menuju penginapan di Sumber Alam. Meskipun budekamil pernah share link websitenya cuma kayanya kita belom sempet ngecek2 jadi kita dateng tanpa punya ekspektasi apa2. Sampe disana makanya langsung uwooowww kok cakeeeep amat. Anak2 lagi2 langsung girang dan lari2an sana sini.

Villa kita namanya Arileu 3 dan lagi2 uwooow kok cakeeep Hahaha Gini nih enaknya dateng tanpa ekspektasi jadi gampang girangnya. Anak2 girang bukan kepalang karena persis didepan villa kita ada private pool yang sebenernya buat kum2 aja cuma cukup luas buat anak2 berenang2 dan yang paling girangnya itu karena airnya air hangat jadi malem2 ya udah lah yaaa mereka mana bisa dibendung buat ga nyebur!

Kalo kata papa Alip, sebenernya ini bukan private pool tapiiiii karena lokasinya persis didepan Arileu 3 ya ga bakal ada juga orang yang kepedean tiba2 kum2 disitu sementara penghuni Arileu 3 lagi pada duduk2 di teras. Hahahaha Smart choice emang lah ah keluarga Alip!

Boys & girls pun dengan semena2 langsung melakukan pembagian kasur Zzzz Jadi ya udah lah emak bapak pasrah aja dengan pembagian bapak2 dibawah gelar kasur tambahan, boys diatas sebelah kanan, girls & babies diatas sebelah kiri. Emak2 dimana? Nyempil diantara boys and girls aja shaayyyy Zzzz

Malemnya bapak2 keluar beli makan dan kembali dengan aneka bebawaan heboh dari mulai Texas chicken (yang konon meeting point hits di Garut haha), mie yamin, bakso, sampe martabak! Hati senang, perut kenyang, tidur pulas dan subuh2 pun udah bangun shaaayyy karena anak2 mau berenang (lagi) -_____-“

Abis sarapan anak2 langsung rusuh di kolam depan villa sampe akhirnya…..Rakha muntah di kolam dan bhayyy langsung bubar hadirinnya hahaha Jangan disangka tapi menyerah dan acara bubar yaaaa, tentu tidaaak karena bocah2nya pindah ke kolam renang utama yuk mariii.

Sesungguhnya sih acara main air ini ga akan ada ujungnya secara ainya kan air anget jadi anak2 ga ada yang menggigil. Cuma akhirnya acara berhasil juga kita sudahi karena kita harus buru2 check out dan menuju tempat piknik berikutnya. Overall buat gue sih Sumber Alam ini OKE BANGET untuk tempat liburan sama keluarga.

Proses persiapan check out lumayan kisruh karena kamar mandi cuma satu sementara yang mandi buanyak tenan jadinya agak lama hahaha Belum lagi packing perabot supaya jangan sampe ada yang tertinggal, namun berujung tetap ada yang tertinggal Hahaha *Lambaikan tangan pada ban renang ya Makwie*

Selesai dari Sumber Alam kita buru2 ngacir menuju Pabrik Dodol Picnic! Jadi Papa Alip alkisah punya temen sekolah yang kerja di Dodol Picnic, maka atas dasar pertemanan diterima juga lah 15 orang Cikeas udik untuk berkunjung kesana lihat2 proses di pabriknya sampe icip2 dodolnya. Seru banget kaaaaan!

Gak bisa banget kalo ga ada kebodoran ditengah gerombolan ini. Teteh Raia pun dikorbankan untuk kebodoran kali ini ya itu serah terima plakat ke om yang nerima kita di Dodol Picnic yang mana tu plakat boleh minjem di kantornya karena kita boro2 kepikir mau bikin plakat Hahahaha Si omnya pula keidean milihin plakat yang mana yang bagus buat ala2 serah terima. Duh ngakaaaak!

Hahahaha Hatur nuhun ooommm sudah memaklumi kebodoran kami ini hahaha Kami doakan Dodol Picnic semakin sukses dan selalu menjadi salah satu icon kota Garut.

Tak lupa kiranya kita berfoto bersama dong yaaaaa

Dari Dodol Picnic kita pergi ke tempat apa tuh ya gue lupa hahaha Pokoknya diatasnya ada tempat maen anak2 dan kita nunggu disitu sementara bapak2 pada sholat Jumat. Ya Allah tempatnya enak banget karena sepi pas kita dateng jadi isi playgroundnya cuma kita doang. Anak2 langsung sibuk main trampolin, perosotan, mandi bola sementara ibu2nya udah pada gegoleran kaya dugong terdampar sambil liat2in bocah dan kayanya mbaknya pun udah pasrah. Pas bapak2 dateng rasanya ampe males bangun gara2 udah pewe! kekekeke

Dari playground, kita lanjut ke Warung Nasi Sunda Karacak yang konon hits banget, selalu rame dan ramah kantong. Alhamdulillah pas kita dateng ga rame sama sekali, mungkin karena emang udah lewat jam makan siang juga. Ga ada foto lah ya tsaaayyy sibuk makan Hehehe

Selesai makan, kita mampir dulu di toko Merdeka buat belanja karena bapak2 kata mau masak makan malam. Catet, iyes, bapak2! Canggih banget yaaaa. Emak2? Jagain anak ya udah gapapa sik! hehe Dari situ, kita lanjut perjalanan menuju penginapan di Kawasan Gunung Papandayan. Sepanjang perjalanan hujan lumayan deras dan pas kita sampe tuh isinya bener2 cuma kita doang. Sempet ada perasaan krik krik (perasaan apa ini krik krik ya haha) cuma ga lama karena kadung girang liat tempatnya yang buaguuuuus amat. Sama kaya Sumber Alam, kita juga ga sempet cek2 detailnya penginapan Papandayan ini jadi lagi2 datang tanpa ekspektasi dan Alhamdulillah bagus banget.

Foto dari jembatan kecil menuju penginapan.

Right in front of our door. Could not be more ecstatic!

Right behind our door! Wak..waw.. ada kolam lagi, berarti anak2 cebar cebur lagi, berarti bolak balik mandiin lagi..wak..waw Hahaha Gue ga inget persisnya ada berapa villa di Papandayan ini, tapi untuk sekarang emang yang udah ada itu villanya besar2. Yang kita tempatin ini misalnya ada 5 kamar dan disetiap kamar ada toilet/kamar mandi. Meskipun agak pricey cuma karena ramean dan sama dipikul jadinya ya ga mahal2 amat lah begitu udah diitung per keluarga/per kepala. Tapi kalo sendirian ya lumayan, cuma siapa juga mau nginep sendirian di villa yang 5 kamar gini Hahaha Krik..krik..

Meskipun cuma kita yang malam itu nginep di kawasan gunung Papandayan, cuma banyak banget Rangers yang jagain. Kita dikasih 1 HT untuk setiap saat berkomunikasi kalau butuh apa2 sama Rangers yang lagi bertugas. Anak2 pun terlihat amazed liat komunikasi kaya gini karena berasa kita lagi bener2 berpetualang di hutan. Genset mulai nyala pas kita check in sekitar jam 5 sore. Oh iya, di Papandayan ini belum ada listrik jadi semua kegiatan yang berkaitan dengan listrik baru bisa kita lakuin mulai jam 5 sore.

Malemnya, bapak2 pun beraksi untuk persiapan makan malam. Ombewok/Ayah Akira/Mbahkung (Hahaha makin nambah aja ini panggilan sayang) bikin nasi liwet cumi asin, Om Radyn/Ayah Rayi bikin ayam goreng, Papa Alip/Papa Rakha & Dhimas sibuk manasin Cilok ala Garut yang berkuah kuning sebagai appetizer Hahaha Makanan ga pake lama langsung disikat rame2 dan rasanya enak sangat. Hatur nuhun ya bapak2 Hihi

Anak2 rempong banget dengan urusan pembagian kasur seperti biasa dan siapa tidur sama siapa Zzzz Cuma kali ini karena kamarnya banyak jadi kerempongan lumayan bisa teratasi kecuali pas malem tetiba pembagian tinggal pembagian karena pasukan bubar ke orang tua masing2 Hahaha Teteh Raia sabaaaar banget liatin tingkah polah adek2nya meuni hebat ih si teteh, aku aja pusing teh liatnya Hahaha

Kalau liat itinerary budekamil, harusnya jam 5 pagi kita udah mulai trekking Papandayan sembari liat sunrise. Apa daya shaayy jam 5 pagi kita mah baru bangun Kekekek Siap2in perbekalan serba telor (omelet mie telor, telor dadar daun bawang, telor dadar tanpa daun bawang haha) ples nasi liwet cumi sisa semalem masuk semua ke tas ransel. Sekitar jam 06.00 kita baru keluar villa dan uwoww langsung mengucap Subhanallah melihat pemandangan Papandayan di pagi hari.

Oh iya lupa bilang, kita punya taman edelweis sendiri loh didepan penginapan! Cantiiiiik banget. Tau aja lah ah kita ga akan mungkin sanggup trekking sampe ke Tegal Alun untuk liat langsung taman Edelweis disana kekekekek

Sekitar jam 06.30 kita mulai trekking tapi tentu saja tak lupa……foto dulu dong hahaha

Hahaha nyengir dulu cyiiinnn sebelum ke medan tempur. Gue sempet sih baca2 sedikit tentang beberapa orang yang trekking bareng anak2 ke Papandayan dan entah kenapa kok gue bener2 optimis banget kalo gue bakal gagah perkasa Hahaha Ternyata, eng ing eeeeng treknya ternyata lumayan challenging. Makwie lah bebopongan Jalu, Papa Alip lah bebopongan Dirga, emak2 lah ngawal bocah2 (sok iye banget ngawal, padahal anak2 mah ngacir eh emaknya ngesot hahaha).

Trekking diawali dengan pemandangan indah pepohonan hijau dan jalan Aspal, hati pun masih berbunga2 dan semangat pun masih membara sambil didalem hati terus berkata “ah ini mah bisa laaah”.

BP5AE2S20180421_064316.jpg

BP5AE2S20180421_064433.jpg

Ternyata jalan Aspal ga panjang ya sodara2 dan digantikan dengan penampakan jalan berbatu, dalam hati masih berkata “ah bisa laaaahh” Kekekeke Begitu kita ketemu jalan berbatu itu langsung amazed dengan pemandangan Gunung Papandayan dan asap kawah Belerang. Subhanallah cantik banget pemandangannya, padahal kita masih dibawah banget posisinya dan ga kebayang gimana cantiknya pemandangan dari puncaknya (cuma ini sebatas membayangkan aja lah ya tshaayy kekekeke membayangkannya aja aku udah pengkor rasanya).

BP5AE2S20180421_065737.jpg

 

IMG-20180422-WA0005.jpg

IMG-20180422-WA0021.jpg

IMG-20180422-WA0023.jpg

IMG-20180422-WA0014.jpg

IMG_20180421_072755.jpg

 

Hosh..hosh..naik..naik ke puncak Gunung bersama gerombolan bocah gagah. Beberapa kali kita tentu saja sempet berenti dulu untuk minum, atur nafas dan tentu saja foto Hahaha

 

BP5AE2S20180421_071453.jpg

IMG-20180421-WA0064.jpg

Lanjut lagi perjalanan, kayanya mulai halu dan semangat lagi pas ponakannya Papa Alip yang merangkap sebagai guide bilang kalo pos 7 udah deket dan disana ada warung yang jual minuman, popmie, sama gorengan Kekekeke Anak2 tentu saja udah ngacir dan duluan sampe disana sama Ayah Rayi. Sisanya dengan terseok2 dan penuh kehaluan akhirnya sampe juga di Pos 7. Yeaaayyyyyy, lalu pengsan!

IMG_20180421_084033.jpg

IMG_20180421_083727.jpg

BP5AE2S20180421_085057.jpg

 

Ga pake lama langsung membombardir bapak Tukang warung dengan aneka orderan. Ealah di warungnya asoy amat itu ya, udah lah adem, pemandangan Gunung, kawah, angina semilir dan terus Bapaknya nyetel lagu2 Top 40 tahun 90an aja loh Hahaha *mic teteh mana mic teteh ibuuuu* Dari mulai Donna Lewis, Annie Lenox, Richard Marx, semua sakseissss mengalun. Setelah kurang lebih 45 menit (eh apa 1 jam ya haha) di Warung (ngasonya sama lamanya sama trekkingnya haha), akhirnya tiba juga kenyataan bahwa ada mendaki naik maka ada juga kewajiban untuk turun. Iyesss, lemesin ya shaaayy lewat jalan yang sama Hahaha Anak2 kali ini mulai punya aneka wishes aneh2 dari mulai “seharusnya mereka bikin perosotan”, “asiknya kalau kita bisa terbang”, sampe ke “seharusnya ada lift ya” hahaha Tapi asli deh gue ga denger sama sekali mereka komplain apa2, mungkin karena tertutup sama komplenan geng emak ya Hehe. Niat awalnya sih kita mau lanjut sampe ke Hutan Mati, tapi kita kan harus check out jam 12 teng sementara kita masih mau ke kolam air panas yang besar jadi ya udah gapapa sampe Pos 7 aja deh Kekekeke Alasan ini resmi dan tidak dibuat2, meskipun ada siiiiih alasan lainnya juga kaya misalnya letih, lelah dan pengkor Hihi

Tak lupa kiranya sebelum kita turun maka kita berfoto kembali Hahaha

BP5AE2S20180421_090035.jpg

IMG-20180421-WA0050.jpg

Yuk mari kita turun Gunung.

IMG_20180421_091537.jpg

Kalau pendaki sesungguhnya penuh semangat untuk menggapai puncak, nahhhh kalau pendaki senen-kemis penuh semangat menuju villa Hahaha Perjalanan turun meskipun kepeleset2 dikit tapi cucok meong ga terasa karena tak sabar mau merendam kaki di kolam air panas Hahaha Alhamdulillah perjalanan turun pun kita lalui dengan selamat. Sampe dibawah, tak lupa kiranya kita berfoto lagi dan aku sukaaaaa sekali foto iniiii. Bangga banget bisa trekking di Papandayan sama 9 anak2 hebat (1 anak usia 9 tahun, 5 anak usia 6 tahun, 1 anak usia 3 tahun dan 2 anak usia 1 tahun+)

IMG_20180421_095420.jpg

IMG-20180421-WA0048.jpg

IMG-20180421-WA0049.jpg

Sambil jalan menuju kolam, kita banyak papasan sama pendaki2 yang laen (ciyeileee kesannya kita juga pendaki), dari mulai yang pendaki kelas kakap (dari muke & perabot juga udah keliatan), pendaki kelas teri yang setidaknya ada niat untuk naik jadi kelas kakap someday, sampe pendaki kelas abal2 yang kurleb aja sama rombongan kita lah, cuma rombongan kita lebih canggih lahhh kan pasukannya bocah nah yang sono kan mbak2 bertongsis yang carriernya warna warni dan masih kinclong dikit2 saling ngobrol “ai iyeu teh jauh keneh teu sih ah..*cekrek, selpi..cekrek..selpi*” (ini tuh masih jauh ga sih) padahal posisi masih dibawah Hahaha

Akhirnyaaaaa Alhamdulillah wa Syukurillah sampe juga akhirnya di kolam. Asli kolam dengan latar belakang Gunung Papandayan cakeppppp banget Ya Allah. Anak2 modus aja rendem2 kaki ujung2nya ga pake lama langsung pada nyebur Zzzz Kira2 hampir 1 jam lah kita main2 di kolam, dan sekitar jam 11 kita balik ke penginapan untuk packing dan persiapan check out jam 12.

IMG-20180422-WA0001.jpg

BP5AE2S20180421_100407.jpg

IMG_20180421_101554.jpg

IMG_20180421_100443.jpg

Sementara bapak2 pada rerempongan naik2in barang ke mobil, emak2 dan anak2 ngacir duluan ke parkiran yang ada banyak warung buat jajan Hahaha kelakuan! Karena udah banyak jajan di warung jadinya kita belum terlalu laper dan dari Papandayan kita langsung menuju ke Kamojang Green Resort dan seharusnya juga ke Kebun Mawar Situhapa. Cumaaaa selain tetiba hujan deras di Kamojang, dan ditambah dengan kaki yang udah baal cuma bias ngesot ini, akhirnya itinerary kita untuk “liat2 dan numpang foto” pun tidak terlaksana Haha GAK PAPA, hati udah seneng banget rasanya dengan trekking ke Papandayan yang bener2 jadi highlight of the trip selain aktifitas di 2 hari sebelumnya yang bener2 tak terlupakan. Akhirnya kita dipandu sama Papa Alip untuk menuju tol dan tak lupa lohhhhh pake dikasih oleh2 segala. Makasiiiiihhh yaaaaa keluarga Alip.

Di jalan pulang, hati rasanya masih girang banget bisa menghabiskan waktu sama keluarga Titan meskipun cuma 4 keluarga aja dan berharap lain waktu akan lebih ruameeee lagi. Sejauh ini, cuma pergi sama mereka2 ini yang bisa bikin hati tenang karena tau dan sudah hafal bahwa kita selalu saling menjaga satu sama lain. Buatiwa (panggilan saying akuh dari Daru Undul Mekmen) bisa negur siapa aja dan kapan aja tanpa khawatir emak atau Bapaknya bakal baper. Teguran2 semisal “Rakhaaa hati2 jangan lari2an terus”, “Makoooo ayo janjinya apa, ikut ke Garut tapi nurut sama Buatiwa”, “Teh Raiaaaa, bantu jagain adek2nya ya teh”, “Boys, girls, ayo semua line up kita mau jalan”, “Akiraaaaaaaaaa (nah kalo yg ini khususnya paling sering deh hahaha anake dhewe)”, dan begitu juga yang lain bebas hempas saling menegur dan menjaga tanpa pandang bulu. Insyaa Allah, persahabatan yang sudah kaya saudara ini akan langgeng terus sampai waktu yang sangaaaaat lama dan ga cuma untuk senang2nya aja tapi with time mudah2an akan tetap langgeng meski bakal ada riak2 bumbu persahabatan.

Sejauh ini perjalanan Titan ini hampir selalu bisa dibilang terjangkau banget sama kantong, karena agendanya ga ada yang mewah2. Kalau dihitung2, biayanya bahkan ga ada apa2nya aja sama kalau sekeluarga tiap weekend rutin ke mall dan jajan ini itu. Makanya niiii, kita justru pengeeeeen banget acara jalan2 ini rutin sampai seterusnya. Yaaaaa mungkin setahun 3x lah setidaknya. Kalau kita rajin nabungnya, pasti bisa tercapai cita2nya meskipun wishlist jalan2 Titan segala ada sampe ke Iceland lah, New Zealand lah Hahahaa. Namanya juga cita2, kan perginya ga mesti besok, bisa bulan depan, tapi bisa juga 5 tahun lagi Hahaha Aamiin.

Garut is done, up next Kebumen insyaa Allah lancar rencananya. Bismillah.

BP5AE2S20180420_111008.jpg

PS : Oh iya ini foto komandan regu kita kali ini

IMG-20180421-WA0066.jpg

Papa Alip

IMG-20180421-WA0058.jpg

Mama Alip

Wassalamualaikum,

-Buatiwa-

 

 

Titan++ Family Trip to Kebun Raya Bogor

Ap..ap..apaaaaa perasaan baru bulan lalu upload reportase jalan2 Titan++, sekarang udah bikim reportase lagiii? Doyan buuu? Hahaha Ya abis gimana dong ah, ini udah kebiasaannya setiap pulang dari satu trip langsung banget rencanain trip lainnya. Jadi setelah bulan lalu baru aja kita pulang dari Kalianda, dalam edisi kangen temen2 sekelas (sekelas siape? Anaknya mah biasa aja, emak2nya yg ga biasa Haha) maka tercetuslah rencana untuk pergi ketempat yang deket aja asal semua bisa kumpul. Awalnya sempet kesebut2 mau ke Cirebon, cuma akhirnya Cirebon terhempas dan akhirnya diputuskan lah ke Kebun Raya Bogor (KRB). Selain karena dekat, emang sengaja harapannya supaya bisa ketemu dan kenalan juga sama keluarga faslas kami tersayang yang rumahnya di Bogor yaitu Pak Dede mengingat kita belom pernah bener2 kenalan dan ketemu (sekali doang di SAC dan cepet bgt itu juga) sama Bu Dede & anak2nya. Ketok palu, TOK tanggal 4 Februari jadi tanggal acaranya!! Kebun Raya Bogor yuk mariiii.

Ga pernah ada yang lambat kalo urusan sama gerombolan yang satu ini, semua langsung didata siapa yang bisa ikut, siapa bawa apa, siapa pesan apa, dan apa ada rundown acaranya. Kali ini super ajaib karena kita full cuma ngerencanain via WA dan entah kenapa ga ada ketemu sama sekali buat ngebahas rencana ini Hahaha Emejing! Ni final blaha blehe di WA terpampang nyata manjah

================================

*TITAN++ GOES TO KRB*
4 FEBRUARI 2018

1. Konsep : piknik
2. Makanan : potlak (list dibawah)
3. Jam 07.30 harus sdh di lokasi (KRB) karena klo kesiangan panas
4. Pintu masuk mobil dr depan Lippo Plaza
5. Maktoa tag tempat
6. Bawa mobil masing2
7. Miyo bawa papan tulis
8. Masing2 keluarga harap membawa tikar/terpal/karpet minimal 1
9. Tancil bawa mic toa yg nyaring 🙈
10. Tamara bawa kantong sampah besar (5)
11. Dress code : *IJO, harap patuh ini mandat untuk pelantikan naik pangkat. Ttd, Jendral*

====================

*List Potlak2an*

1. Akira : Lontong mba eci
2. Rei: buah
3. Atsal : sementara bakwan ya… ntah nt ganti ato nggak
4. Chris n Edik : donat abal2, susu n jus akwa cup
5. *Budekamil : makan CEU EUIS + ES KELAPA JERUK*
6. Citra : salad buah umiojak
7. Zee2 : puyo umiojak
8. Miyo : CIRENG… ACI DIGORENG DADAKAN LIMARATUSAN KENYAL2
9. Cavin: kue2 umiojak
10. Fathir: snack

====================

*List pesenan makanan CEU EUIS*

*HARAP DISIAPKAN UANG PAS SESUAI PESANAN*

Dewasa @20.000
Anak @15.000

1. Mako : 2 dewasa, 2 anak
2. Cavin :1 dewasa, 3 anak
3. Akiwa : 2 dewasa, 1 anak
4. Quinne : 3 dewasa, 1 anak
5. Argy : 1 dewasa 1 anak
6. Atsaal : 1 dewasa, 3 anak
7. Dimas : 2 dewasa, 2 anak
8. Raine: 1 dewasa, 1 anak
9. Kean: 3 dewasa, 2 anak
10. Anil : 2 dewasa, 2 anak
11. Qeiz : 2 dewasa, 2 anak
12. Fathir: 2 dewasa 2 anak
13. Edik : 3 dewasa, 2 anak
14. Pak Dede : 1 dewasa, 2 anak
15. Benz : 2 dewasa, 3 anak
16. Bu Dora : 1 dewasa

====================

07.30-08.00 Arrival
08.00 – 08.10 Brain gym
08.10 – 08.40 Sarapan
08.40 – 09.10 Games bocah
09.10 – 10.00 SALAMETAN, Tak Tik Boom
10.00 – 10.45 Pembahasan awal next big trip titan
10.45 – 11.15 Surprise2
11.15 – 11.30 Beres2, pulang

DRESS CODE JANGAN LUPAAAAAAA…… *HEJOOOOOO*

================================

E e e eaaaaaa Hahahah :)))

MasyaAllah rame ya cyiiiin pesertanya. Alhamdulillah hampir semua ikut kecuali Rayi yang lagi ke Kamboja, Nisrina yang ada urusan keluarga, sama Argy yang bapaknya berhalangan. Kalau ada yang dikhawatirin itu cuma dua yaitu HUJAN dan MOBIL GA BOLEH MASUK Hahaha Cuma berbekal Bismillah beserta keyakinan bahwa hujan itu adalah berkah dan mobil yakin boleh masuk maka kita maju tak gentar. E e e eaaaaa!

Akhirnya tiba juga ni hari yang dinanti dan pagi2 udah berkirim WA karena tadi pagi sekitar jam 6.30 di Cibubur hujan deras sementara di Bogor malahan enggak. Karena gue udah nginep di Bogor dari malam sebelumnya karena sekalian nengok Ibu jadi paginya gue pun dapat tugas buat ke KRB lebih dulu cari tempat.

Awalnya punya ide semacam pengen gelar tikernya itu di taman utama yang luas dan banyak air mancurnya. Tapi pikir punya pikir kayanya PR juga kalau tiba2 hujan dan apalagi ya cyiiiin mengingat acara ini di pagi hari pasti bakalan banyak brosis yang harus memenuhi panggilan alam buat ke toilet. Akhirnya nemu tempat yang cucok meong serba kumplit udah lah lapangannya luas, ada gawang buat anak2 main bola, ada tenda (bok ini bakal jadi 1 paragraf sendiri ni Haha) dan deket sama toilet.

E e e eaaaaa! Cucok ya cyin emang pinter ya yang milih tempat Hahaha Muji diri sendiri biarin ya udah sik!

Nak bujang mejeng dulu diatas terpal yang kita sewa dari petugas. Alhamdulillah banget ketemu si bapak euy, kalo enggak mah apalah karpet2an ala2 yang kita bawa ini mblesek di rerumputan Haha

Sekitar jam 7an, Quinne dateng sama Mimi, Pipi & Mbaknya dan ga lama setelah mereka nyampe tiba2 hujan turun jadi kita langsung kocar-kacir lari ke tenda. Jadi soal tenda ini ya broh, sebetulnya ini adalah tenda bekas orang yang entah kenapa masih terpasang. Mungkin ini lah yang dinamakan rezeki ya cyin, karena itu tenda bener2 bermanfaat banget secara ujannya hari ini itu kadang iya kadang enggak alias putus nyambung kaya hubungan kamu! Sementara kita berteduh dibawah tenda, teman2 yang lain pun mulai berdatangan tapi masih tunggu di mobil dulu sampai hujan reda. Alhamdulillah sih, sebetulnya acara yang kita targetin mulai jam 8 itu cuma bergeser setengah jam aja.

Yang pada berteduh..

Anak2 sayang yang pada masih muat duduk bareng diatas 1 karpet kecil. Kalo emak bapaknya? Lupakan shaayyy hahaha

Begitu semua sudah kumpul, sesuai dengan agenda yaitu kita Brain Gym dulu. Lagu Brain Gym nya ini yang bikin anak2 jaman NOW kita pada bingung secara mereka ga kenal sama lagunya Hahaha Sementara mereka menanti Baby Shark ternyata yang berkumandang adalah SKJ 88 aja shayyy Hahaha Anak jaman OLD lah yaaa yang pada heboh sementara anak jaman NOW pada melongo.

Instruktur hari ini adalah Ibu Rizka dari SD Empang Cikeas Petang dan Ibu Yoan dari SD Suko Wati Malam. Sayang seribu sayang karena sebelum senam lupa minum obat yang menambah kecerdasan otak maka gerakan pun lupa2 inget meskipun udah nyontek yutub Hahaha Tapi ga masyalah sodara2 karena para peserta pun sama somplaknya karena tetep ngikutin gerakan demi gerakan yang banyak dikarang bebas itu Hahaha

Selesai Brain Gym kita pun menuju ke terpal dan Alhamdulillah Pak Dede akhirnya sampe juga setelah jalan lumayan jauh sama anak2nya (kakak Cha2 & Ifa) dari Pintu 1 sementara lapangan kita didekat Pintu 3 bok! Begitu liat ada Pak Dede dan Bu Dora rasanya langsung pengen pakein anak2 baju & topi green lab deh ah Hahaha Acara pun dibuka sama Pak Dede dan dilanjut dengan pembacaan doa oleh Abu Anil.

Alhamdulillah hari ini juga kita bisa berbagi kebahagiaan dengan anak2 kita yang bertambah usianya (Teh Raia, Dek Daru & Benzema) daaann jendral kita yang baru abis anniversary.

Nasi tumpeng & buah ulang tahun dipersembahkan oleh Mama Benz yang super jempolan bok bangun jam 3 pagi untuk bikin2. Tepuk tangan satu stadium!! Indonesia! Prok prok prok! Indonesia! Prok prok prok!

Alhamdulillah akhirnya tiba juga di inti acara yaitu SARAPAN pake nasi tutug oncom CEU EUIS.

Ni pemilik ceu euis alias budekamil alias mama alip alias mba Riska!

Eaaaa yang lagi pada makan, anak2nya mana paaak buuu? Haha

Nah tuh anak2nya! Haha

Selesai makan2 akhirnya kita mainkan juga SALAMETAN ala Titan secara langsung dari yang selama ini cuma kita mainkan via WA aja hahaha Tim udah gue bagi (eh gue loh, ya ampun somplak ya haha) dari sejak di rumah biar ga rempes lagi dan soal pun udah gue bikin.

Sebelum main, eaaaa yel2nya dulu coba dimaenkan

Tim Delima (Dea-Desy-Lee-Irma)

Tim bapak2

Tim Yesora (Yesse, Yessi, Yoan, Dora)

Tim 4C haha

Sengit ya boook ini pertarungan hahaha Diawali dengan tebak nama2 pelawak jadul dan yang menang adalah TIM BAPAK2 aja jangan sedih shayyyy! Hahaha Yang latian tiap Sabtu siapaaaa yang menang malah siapa hahaha Abis deh emak2 diledekin sama bapak2. Setelah edisi nama pelawak jadul, kuis dilanjut dengan edisi nama2 Kuis Jadul sama Penyanyi cilik Jadul hahaha

Serius mantengin kuis. Ooooi anak2 pada kemana paaak? buuu?

N

Ni anak2! Hahaha Dibikin sibuk main bola sama main balon busa ya, bisaan aja dah ah si emak hahaha

Gak lama kita selesai main SALAMETAN langit tiba2 mendung dan UJAN LAGIIIII Hahaha Semua langsung tunggang langgang ke arah tenda dan ini awal muawal kaki jadi penuh tanah semua! Seruuuuu Hahah

Sesusah-susahnya ngatur emak bapak, ya udah pasti lah ngatur bocah2 itu jauh lebih susah lagi maliiiih. Ngebarisin bocah aja sampe spaneng ya cyinnn, uhukkk salim ah sama faslas yang penuh kesabaran sehari2nya sama anak2. Lomba bocah akhirnya terlaksana juga yaitu lomba estafet bawa botol dan dilanjut lomba freeze (terinspirasi dari Kuis Dangdut! Ap ap apaan tuh!!).

Lapak es kelapa jeruk laris manis buuu!

Waktu pembagian hadiah dimulai dari anak2 dulu. Daripada keder mikirin siapa dapet apa, akhirnya anak2 disuruh pilih sendiri aja hadiahnya Hahaha Alhamdulillah punya anak2 pengertian banget sama (kantong) emaknya, ketimbang dapet hadiah harga gocengan aja udah pada girang Hahaha

Selesai urusan anak2 lanjut urusan emak bapak yeee

Hahaha jangan lupa dipake yaa itu MBKnyaaa

Bapak2 hepi Hahaha

Emak2 rempong

Alhamdulillah kita juga bisa berbagi kebahagiaan sama keluarga Abu Anil & Mbak Desy meskipun sekedar berbagi hadiah tanda sayang keluarga besar Titan++ untuk Anil & Nahla yang sekarang sudah tidak satu sekolah lagi. Semoga Abu dan keluarga selalu sukses ditempat baru yang insyaAllah lebih baik dan selalu dekat di whatsapp meskipun sekarang berpisah Haha

Selain kenang2an untuk Abu anil, kita juga siapin hadiah untuk Qeiz dan Fathir yang waktu itu berhalangan ikut ke Curug Nangka (haloooo saya juga berhalangan halooo siapa mau kasih hadiah??Hahaha)

Setelah pembagian hadiah, akhirnya officially di launch kepada para hadirin bahwa insyaAllah setelah trip dadakan dan piknik ala2 ke KRB ini Titan++ Family akan berkunjung ke Kebumen tempat Papanya Atsaal. InsyaAllah.

Akhirnya selesai juga acara kali ini yang dihadiri hampir 60 orang keluarga besar Titan++. Tak lupa lah yaaa sesi fotonya qaqa!

Sebelum kita bubar, masyaAllah kejutan belum selesai karena tiba2 Cantara yang sudah tidak satu sekolah lagi tiba2 datang. Alhamdulillah seneng banget.

Mungkin terlalu dini untuk menyebut keluarga besar ini sebagai friends for a lifetime, tapi memasuki tahun ketiga persahabatan ini Alhamdulillah kekompakan ini selalu terjaga baik dikala senang ataupun susah. So we might be friends for a lifetime karena Allah persatukan kita dengan segala alasanNYA. Semoga Allah senantiasa meridhoi dan menjaga persahabatan ini dalam kebaikan.

With love,

Buatiwa

Design a site like this with WordPress.com
Get started