Tingkat eksploitasi dan konsumsi energi fosil yang terlalu berlebihan selama beberapa dekade ke belakang serta pengrusakan hutan dan rendahnya usaha konservasi lahan menyebabkan terjadinya berbagai masalah lingkungan yang parah di Indonesia. Masalah lingkungan yang terjadi diantarannya global warming, polusi dan pencemaran lingkungan. Semua masalah itu berujung pada terjadinya degradasi lingkungan yang mengancam aktifitas kehidupan manusia.
Lingkungan yang terdegradasi tidak mampu lagi menyokong aktifitas kehidupan manusia dengan baik. Dalam kaitannya dengan energi, lingkungan dan segala sumber daya alamnya terancam tidak mampu lagi menyediakan berbagai sumber energi primer di Indonesia secara optimal. Lingkungan yang terdegradasi tidak mampu untuk meregenerasi serta memperbaharui berbagai sumber daya alam yang ada sebelumnya. Hal ini dapat mengakibatkan krisis energi yang dikhawatirkan akan terjadi di masa depan.
Terdapat beberapa konsep kebijakan pengelolaan energi yang dapat diaplikasikan demi mencegah terjadinya krisis energi nasional. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu peningkatan efisiensi pemanfaatan energi di segala bidang. Energi harus digunakan sebaik-baiknya demi pemenuhan kebutuhan yang benar-benar penting. Penghematan energi masih relevan untuk dilakukan karena fenomena yang ada sekarang yaitu masyarakat menganggap energi sebagai barang yang murah dan mudah didapat sehingga sering dihambur-hamburkan. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai penerangan dan penyuluhan publik terkait pentingnya menjaga ketersediaan energi dengan cara menghemat pemakaian energi dan peningkatan efisiensi pemanfaaatan energi.
Konsep kebijakan selanjutnya yaitu mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berkaitan dengan diversifikasi energi. Hal ini didorong oleh fakta bahwa sumber energi fosil yang saat ini menjadi sumber energi utama terancam ketersediannya dan dikhawatirkan habis jika tidak ada penemuan sumber-sumber baru. Oleh karena itu, demi menjaga stabilitas pasokan energi, pemanfaatan sumber energi alternatif perlu dilakukan. Penelitian dan pengkajian beberapa sumber energi alternatif seperti biofuels, energi tidal, solar sel dan energi angin perlu diarahkan dan didukung sepenuhnya oleh pemerintah bekerja sama dengan kalangan akademisi, di samping peningkatan efisiensi dari pendayagunaan sumber energi terbarukan lain yang telah ditemukan dan dikembangkan sebelumnya.
Pada masa yang akan datang diharapkan sumber energi terbarukan dapat berkontribusi serta memiliki porsi yang lebih besar dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional. Untuk itu, penelitian dan pengkajian perlu terus dilakukan terhadap berbagai potensi energi terbarukan karena saat ini beberapa energi terbarukan yang ada belum mencapai tingkat keekonomiannya. Pemanfaatan teknologi tepat guna dan peran serta masyarakat merupakan salah satu solusi untuk menekan biaya operasional dan pemeliharaan teknologi. Pada akhirnya, pemanfaatan energi terbarukan akan menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung usaha pelestarian lingkungan dengan pemanfaatan sumber energi ramah lingkungan.
Pada sisi lain, perlu dilakukan berbagai pengaturan terkait beberapa sektor yang berhubungan langsung dengan pemanfaatan energi. Hal ini penting dilakukan agar pengelolaan energi dapat dilakukan secara menyeluruh. Sektor yang pertama yaitu transportasi. Transportasi publik merupakan salah satu sektor yang mengkonsumsi energi nasional cukup besar. Pengaturannya harus diarahkan agar sistem transportasi mampu beroperasi dengan pemakaian energi yang seefisien mungkin. Salah satu langkahnya yaitu dengan menghadirkan sarana transportasi public yang hemat bahan bakar serta pengaturan lalu lintas yang bebas dari kemacetan.
Sektor selanjutnya yang berhubungan langsung dengan pemanfaatan teknologi yaitu tata ruang dan bangunan. Bidang tata ruang dan bangunan perlu bersinergi dengan konsep efisiensi pemanfaatan energi dan pemanfaatan material ramah lingkungan. Konsep arsitektur hijau yang lebih mengedepankan pemanfaatan sumber energi terbarukan, seperti sinar matahari dan menekan penggunaan sumber energi fosil perlu dikembangkan. Selain itu, desain tata ruang dan bangunan perlu dirancang sedemikian rupa agar energi yang diperlukan untuk pengkondisian ruangan dalam bangunan efektif dan efisien. Di sisi lain, material yang digunakan sebagai bahan bangunan diusahakan merupakan material ramah lingkungan dan tersedia dengan jumlah yang mencukupi.
Sektor terakhir yang harus dikelola demi tercapainya efisiensi pemanfaatan energi nasional yaitu sektor industri. Pengelolaan dan manajemen energi di industri sangat penting dilakukan guna penghematan cadangan energi serta efisiensi biaya operasional industry sehingga pada akhirnya industry mampu tumbuh dengan sehat. Beban puncak kebutuhan energi industry yang sering menimbulkan masalah dalam penyediaan energi harus diatur agar distribusi energi tetap terjaga dan merata. Selain itu, konsep 3 R (Reuse, Reduce, Recycle) perlu diaplikasikan agar sumber daya yang digunakan oleh indutri dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebagai tambahan, 3 R juga mampu mereduksi limbah yang dihasilkan oleh industry sehingga lingkungan tetap bersih dan lestari.
Pengembangan kebijakan dan pengelolaan teknologi di bidang energi dan lingkungan perlu dilakukan dengan bijaksana demi mencegah terjadinya krisis energi serta degradasi lingkungan global. Konsep kebijakan pengelolaan energi yang dapat dilakukan yaitu peningkatan efisiensi pemanfaatan energi serta pengembangan diversifikasi energi dan sumber energi terbarukan. Selain mengelola kebijakan energi, sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan pemanfaatan energi juga perlu diatur agar pengelolaan energi dapat dilakukan secara komprehensif. Beberapa sektor yang mendapat perhatian khusu terkait tata kelola energi yaitu sektor transportasi, tata ruang dan bangunan.Pada akhirnya diharapkan sumber daya energi dapat dimanfaatkan dengan berwawasan lingkungan. Kombinasi kebijakan tentang konservasi, diversifikasi dan efisiensi energi perlu dirancang demi penyediaan energi yang berkelanjutan.
Pengembangan Kebijakan dan Pengelolaan Bidang Energi dan Lingkungan di Indonesia
Posted in Uncategorized
Kaum Muda dan Pengembangan Industri Kreatif
Kondisi perekonomian Indonesia saat ini berada di ambang krisis. Salah satu indikasinya yaitu transaksi di pasar ekspor-impor tidak lagi bergairah akibat lambatnya laju perekonomian Amerika dan negara-negara Eropa. Hal ini tentu menyebabkan industri-industri nasional yang biasa memasarkan produknya di kedua kawasan itu tidak lagi menerima pesanan produk sehingga terancam berhenti berproduksi. Industri tekstil dan kerajinan merupakan contoh dari beberapa industri yang memiliki pasar potensial di Amerika dan Eropa. Saat ini industri tersebut terancam gulung tikar akibat sepinya pesanan.
Untuk menyikapi kondisi yang serba sulit seperti ini, kaum muda sebagai tunas-tunas bangsa diharapkan mampu berinovasi dan merangsang tumbuhnya industri kreatif di dalam masyarakat. Ide-ide segar dari kaum muda sangat dibutuhkan untuk memacu lahirnya berbagai industri kreatif yang menawarkan produk yang memiliki desain dan fungsi yang inovatif. Selain itu, kaum muda juga diharapkan mampu melakukan terobosan-terobosan baru untuk membuka berbagai peluang bisnis baru yang sebelumnya belum pernah ada.
Oleh sebab itu, sejak dini kaum muda harus dapat mempersiapkan berbagai bekal yang diperlukan guna membangun industri kreatif yang strategis di masa yang akan datang. Bekal itu harus dipupuk sedari awal dan terus menerus dikembangkan. Kompetensi dan wawasan kewirausahaan yang luas merupakan salah satu bekal yang perlu dipersiapkan karena sangat berguna sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan di dunia industri. Kaum muda pun harus mampu menganalisa kondisi masyarakat saat ini. Segala macam peluang bisnis yang ada harus dicermati dan dipertimbangkan matang-matang. Selain itu, tidak ada salahnya jika sedari awal kaum muda sudah mulai membangun dan mempersiapkan aset yang bisa dimanfaatkan di masa depan.
Aset paling berharga yang dimiliki oleh kaum muda adalah intelektualitas dan keahlian individu. Kaum muda perlu untuk berlatih bagaimana memanfaatkan kemampuan intelektualnya sekaligus melatih keahliannya. Pola pikir produktif perlu dibangun sejak dini. Kedewasaan dalam berpikir perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam dinamika organisasi kampus atau sekolah. Kemandirian juga harus ditanamkan sehingga kaum muda tidak terlalu bergantung pada bantuan orang lain. Dengan kemandirian, kaum muda akan mampu untuk bertahan di tengah kondisi masyarakat yang kurang mendukung. Sedangkan, kehlian dalam berbagai bidang dapat ditingkatkan dengan terus menerus berlatih. Latihan yang teratur mampu meningkatkan skill dan menjadikan kaum muda mahir dalam penguasaan skillnya.
Di sisi lain, kreatifitas kaum muda harus dirangsang dengan penghayatan yang mendalam atas sesuatu yang menarik baginya. Kreatifitas dapat tumbuh dari inspirasi yang hadir seiring dengan perenungan yang telah dilakukan. Dalam pola pikirnya, kaum muda harus berpikir dengan sudut pandang yang di luar kebiasaan umum. Tak jarang, kaum muda pun harus berani melawan mainstream yang telah ada untuk menghasilkan inovasi dan terobosan baru dalam industri berbasis kretifitas. Dengan sentuhan kreatifitas, suatu produk akan memiliki nilai tambah dan nilai guna yang besar sehingga nilai jualnya tinggi.
Untuk melengkapi semua itu, keinginan terus belajar dan berkarya pantang menyerah harus tumbuh dari dalam diri tiap kaum muda. Selain itu, perasaan untuk tidak takut gagal dan keyakinan untuk bisa bangkit dari kegagalan juga merupakan modal yang penting dalam memulai sebuah industri. Tekad untuk terus maju dan berjuang meraih mimpi pun harus senantiasa dijaga dan dipelihara demi keberlangsungan industri yang telah dirintis.
Pada akhirnya kaum muda dituntut untuk mampu menggunakan segala sumber daya yang dimiliki untuk diberdayakan semaksimal mungkin. Kaum muda diminta untuk turut berperan aktif dalam peningkatan taraf hidup kehidupan masyarakat melalui pengembangan sektor industri kreatif. Melalui pengembangan sektor industri kreatif yang dimotori oleh kaum muda, bangsa Indonesia mampu terhindar dari krisis dan bangkit menjadi bangsa yang maju.
Oleh
Rosikh Falah Adi Candra
Peserta PPSDMS Angkatan IV
Regional 2 Bandung
Mahasiswa Teknik Fisika ITB 2007
Posted in Uncategorized
Semangat Berhijrah di Tahun Baru Hijriah
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Umat Islam di berbagai penjuru dunia menyambut datangnya tahun baru Hijriah, 1830 H. Berbagai ragam acara diadakan demi menyongsong datangnya tahun baru Islam tersebut. Beberapa daerah mengadakan acara syukuran yang meriah. Selain itu, di tempat lain juga diadakan acara siraman rohani, pembacaan doa shalawat dan muhasabah. Tujuan dari acara-acara tersebut tak lain yaitu untuk mensyukuri sekaligus melakukan evaluasi diri atas segala yang telah didapat dan dilakukan pada tahun sebelumnya serta berdoa kepada Allah semoga diberikan nikmat dan rahmat yang lebih baik lagi di masa mendatang.
Seperti biasa di awal tahun baru Islam, berbagai asa dan tekad terpatri dalam diri tiap kaum muslimin untuk mampu senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan dalam setiap aktivitas dan ritual peribadatan nantinya. Berbagai resolusi khususnya tekait dengan segi ruhaniyah disusun dengan matang. Pada akhirnya, kaum muslim berharap semoga di tahun baru Islam ini mendapatkan kekuatan spiritual yang baru untuk menjalankan agenda-agenda ibadah rutin dengan lebih ikhlas, khidmat dan khusyuk karena Allah SWT. Namun, di sisi lain ada sesuatu yang sering terlupa dari pemaknaan kaum muslim terhadap tahun baru hijriah.
Selain sebagai kalender yang menjadwalkan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah dan hari-hari besar keagamaan, Kalender Hijriah mengandung makna dan maksud tersendiri. Tahun pertama kalender ini ditetapkan ketika tahun dimana terjadi peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M sehingga sudah sepantasnya di setiap permulaan tahunnya, setiap umat muslim memiliki semangat yang sama dengan semangat Rasullullah ketika berhijrah untuk menegakkan agama Allah di muka bumi. Semangat berijrah ini diantaranya yaitu semangat untuk berani berinovasi, berubah untuk memperbaiki sesuatu menjadi lebih baik. Semangat inilah yang sering dilupakan oleh umat Islam. Umat Islam terkadang tidak mau berubah dan tidak berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Pada dasarnya, visi dan tujuan memang sejatinya tidak boleh berubah, tetapi cara dan metode yang ditempuh bisa fleksibel. Artinya, dalam mencapai tujuan tertentu umat Islam harus senantiasa mampu berinovasi dalam metode yang digunakan agar tetap efektif dan efisien sesuai dengan perkembangan zaman dan kondisi sosial masyarakat. Metode-metode terdahulu yang sudah tidak efektif perlu ditinjau ulang, diperbaiki atau bahkan ditinggalkan. Kajian dan penelitian yang tepat dan akurat akan menentukan apakah suatu metode masih cocok dan diterima masyarakat atau tidak. Di sisi lain, metode-metode baru akan lahir dan berkembang seiring dengan penelitian yang dilakukan. Inovasi dan pembaharuan sangat penting karena pada dasarnya umat muslim juga harus menyesuaikan dan menyelaraskan diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta kondisi sosial kemasyarakatan yang senantiasa berubah. Tidak ada yang pasti di dunia ini terkecuali perubahan itu sendiri.
Hijrah Rasullullah adalah sebuah langkah besar dalam usaha menegakkan Islam di muka bumi. Hal ini tidak mungkin terlaksana tanpa keyakinan dan semangat yang besar pula untuk merubah dan memperbaiki keadaan umat di kala itu. Oleh karena itu, sudah seharusnya umat Islam memiliki keberanian dan kekuatan untuk menempuh kerja besar demi mencari metode dan lahan perjuangan baru dimana benih-benih Islam dapat tumbuh dengan lebih subur. Kerja-kerja besar ini harus dilaksanakan dengan kesadaran bersama. Masing-masing umat Islam harus bertekad untuk berani mengintorspeksi diri, memperbaiki segala kekurang yang ada sebelumnya. Paradigma yang telah lalu dan tidak sesuai dengan kondisi kekinian harus diubah dengan paradigama baru yang lebih sesuai dan selaras dengan kondisi masyarakat pada umunya tanpa melupakan nilai dan visi Islam. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa di tahun baru hijriah ini sudah seharusnya umat Islam memiliki keberanian untuk mengambil langkah besar perubahan untuk mentaranformasi kondisi masyarakat menjadi lebih baik dan bermartabat.
Penulis
Rosikh Falah Adi Candra
Mahasiswa Teknik Fisika ITB 2007
Peserta Beasiswa PPSDMS Nurul Fikri
Angkatan IV Regional 2 Bandung
Posted in Tulisan Berharga
Pemuda Indonesia Berani Bekerja Keras, Tuntas dan Optimis
Indonesia sudah menempuh perjalanan panjang dan berliku-liku. Hingga saat ini, 100 tahun pasca kebangkitan nasional, 63 tahun pasca proklamasi kemerdekaan, 80 tahun pasca sumpah pemuda, dan 10 tahun pasca lahirnya era reformasi, banyak sekali fenomena yang ikut mewarnai jejak langkah republik ini. Fenomena-fenomena tersebut terjadi dalam berbagai bidang kehidupan bernegara, mulai dari bidang politik, sosial, budaya, agama, pertahanan dan keamanan. Contoh kecil dari berbagai fenomena yang terjadi diantaranya perang kemerdekaan, peralihan kekuasaan negara, perubahan konstitusi, instabilitas ekonomi, berbagai aksi massa, hingga pembangunan infrasturuktur perkotaan.
Dalam setiap fenomena yang terjadi, berbagai masalah, hambatan, dan rintangan muncul dan berkembang. Masalah-masalah tersebut kemudian terus membayangi kehidupan berbangsa dan bernegara sampai sekarang. Akibatnya, generasi saat ini khususnya generasi muda terbebani oleh berbagai masalah yang ditinggalkan oleh masa lalu dan ditambah lagi dengan masalah-masalah yang timbul akhir-akhir ini. Hingga pada akhirnya, beberapa generasi muda saat ini larut dalam keluh kesah dan bersikap pasrah, apatis menghadapi keadaan yang ada tanpa melakukan langkah-langkah perbaikan atau pun mengambil sikap untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa. Padahal, generasi muda dituntut untuk memberikan segala kemampuan dan konstribusi nyata dalam upaya memperbaiki keadaan bangsa dan negara.
Dalam menghadapi keadaan bangsa yang diliputi oleh kecemasan dan kekhawatiran di berbagai aspek kehidupan, pemuda sudah semestinya berperan aktif sebagai agen-agen perubahan menuju kondisi bangsa yang lebih baik. Langkah yang harus ditempuh para pemuda yaitu bahu membahu, sesuai dengan kapabilitas yang dimilikinya masing-masing untuk beraksi, menjalankan agenda-agenda perubahan menuju bangsa yang lebih baik dan bermartabat. Setiap pemuda harus ikut berkontribusi menyelesaikan permasalahan yang ada di bidang keahliannya masing-masing. Permasalahan itu harus menjadi tanggung jawabnya dan solusinya harus bisa ditemukan sendiri olehnya, karena kalau bukan oleh putera-puteri tanah air ini, siapa lagi yang mau menyelesaikan permasalahan yang ada di tanah air ini.
Sangat penting bagi setiap pemuda untuk bekerja keras, menyingsingkan lengan baju, dan mengencangkan ikat pinggang untuk berusaha sekuat hati dan pikiran menyumbangkan karya dan prestasi terbaik untuk bangsa ini. Bangsa ini butuh karya dan prestasi yang luar biasa, bukan hanya sekedar karya dan prestasi biasa-biasa saja. Karya dan prestasi diperlukan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan bangsa dalam memanfaatkan berbagai potensi dan sumber daya yang ada di sekelilingnya untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan bangsa dan negara.
Selain berusaha dengan sepenuh hati, jiwa dan pikiran, rasa optimisme juga harus tumbuh dalam jiwa-jiwa pemuda karena pada dasarnya tuhan telah memberikan bekal yang lebih dari cukup bagi setiap pemuda di bangsa ini untuk menjadi pemimpin hebat, pemimpin-pemimpin terbaik di muka bumi. Hal yang harus diperhatikan yaitu pemuda-pemuda Indonesia harus mampu mengolah potensi yang ada dalam dirinya, senantiasa belajar dan mengembangkan diri, untuk mempersiapkan diri menjadi individu yang siap berkontribusi dan memberikan sumbangan besar bagi peradaban bangsa Indonesia. Rasa optimisme pun akan mendorong lahirnya kesadaran bangsa untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali bertekad kuat, bekerja keras memperbaiki berbagai kekurangan di berbagai aspek kehidupan bangsa.
Selanjutnya, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pemuda Indonesia harus mampu menyelesaikan setiap pekerjaan dan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Pekerjaan-pekerjaan yang ada harus diselesaikan dengan hasil karya yang terbaik, tidak setengah-setengah. Pekerjaan yang tidak selesai hanya akan menumpuk dan menjadi beban generasi yang akan datang. Bekerja dengan tuntas adalah ciri dari pemuda yang memiliki tekad, tanggung jawab dan produktifitas tinggi.
Dengan produktifitas tinggi dari generasi mudanya, suatu bangsa akan mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia dalam berbagai bidang. Bangsa yang produktif akan memperoleh berbagai nilai tambah dan pendapatan dari karya dan prestasi yang telah diciptakan. Bangsa yang produktif juga mampu menyumbangkan karya-karya yang ikut membangun peradaban dunia. Hingga pada akhirnya, bangsa yang produktif akan dihargai oleh bangsa-bangsa lain di dunia.
Dapat disimpulkan bahwa pemuda Indonesia adalah harapan tanah air, ibu pertiwi. Sumbangan dan peran serta aktif para pemuda sangat diharapkan untuk memperbaiki kondisi bangsa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Karya dan prestasi dari para pemuda adalah salah bukti nyata dari kontribusi yang dapat pemuda berikan demi membangun peradaban bangsa dan negara. Untuk itu, diperlukan tekad setiap insan muda untuk berani bekerja keras dan tuntas untuk mengerjakan segala kewajiban dan tugas yang diembannya demi membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dan bermartabat.
Penulis
Rosikh Falah Adi Candra
Peserta PPSDMS Regional 2 Bandung Angkatan 4
Mahasiswa Teknik Fisika ITB 2007
Posted in Tulisan Berharga
Indahnya Berbagi dalam Ramadhan, Hanya Memberi Tak Harap Kembali
Ramadhan adalah bulan penuh hikmah, bulan dimana masing-masing insan manusia berlomba-lomba untuk mendapatkan hikmah dan ridho Allah SWT. Bulan Ramadhan menjadi sebuah momen dimana setiap pribadi makhluk berusaha sekuat tenaga berhubungan lebih dekat dengan Penciptanya. Setiap makhluk mengiba, memohon naungan, lindungan dan limpahan rahmat-Nya yang tak bertepi, tak terbatas oleh ruang dan waktu dan tak pernah terbayangkan oleh akal manusia. Manusia menyadari bahwa hanya naungan-Nya yang bisa membuat hidup ini terasa damai dan tenteram, hanya lindungan-Nya yang membuat jiwa-jiwa ini tak gentar untuk menghadapi segala rintangan permasalahan dunia dan hanya berkat rahmat-Nya manusia dapat terus hidup dan berkarya, menikmati indahnya silaturahmi antar sesama manusia dan menikmati indahnya ciptaan mahakarya Allah SWT di dunia.
Sebagai manifestasi dari hasrat manusia untuk mendekatkan diri pada-Nya maka manusia berlomba-lomba menyepurnakan ibadah, memohon ampunan dan beramal shaleh. Ibadah, sebagai sarana berhubungan langsung secara vertikal dengan Sang Khalik dijadikan sebuah momen untuk merenung dan meresapi apa sesungguhnya arti sebuah kehidupan di dunia. Merenungi apa sebenarnya tujuan Allah meniupkan roh-roh dalam jiwa manusia yang sebelumnya kaku dan kosong. Meresapi apa saja yang sebenarnya sudah didapatkan, nikmat-nikmat saja yang telah Allah berikan dalam kehidupan ini dan apa yang seharusnya diberikan oleh manusia untuk mensyukuri segala nikmat yang telah didapat.
Pada akhirnya manusia mendapati bahwa hidupnya selama ini penuh noda dan dosa. Manusia sebagai makhluk lemah menyadari bahwa dirinya sering lalai dan lupa untuk bersyukur atas nikmat Allah yang setiap detik turun kepadanya. Amanah yang diberikan oleh-Nya, roh yang juga ditiupkan oleh-Nya, hanya digunakan manusia untuk memuaskan nafsunya, ia tak pernah berucap syukur dan melaksanakan amanah yang sedang diembannya selama di dunia ini dengan penuh rasa menghamba dan ikhlas memohon ridho-Nya. Manusia kadang merasa sombang saat ia sudah mencapai derajat tinggi di hadapan makhluk lainnya, tidak menyadari bahwa ada zat yang lebih tinggi yang sedang mengamati setiap gerak-gerik manusia. Setiap detik, setiap mili detik, setiap nano detik, setiap saat dan bahkan setiap waktu tak pernah luput dari pengamatan dan penglihatan Sang Maha Melihat. Sudah selayaknya manusia senantiasa memohon ampunan Allah SWT, memohon maaf atas segala kekhilafan. Bertaubat dengan sepenuh hati dan berikrar untuk tidak mengulangi perbuatan dosa yang telah lalu. Bulan Ramadhan sebagai bulan penuh ampunan tentu saja dijadikan kesempatan untuk introspeksi diri dan melakukan taubatan nasuha.
Di sisi lain, untuk menyempurnakan pahala di bulan Ramadhan, manusia dituntut untuk beramal shaleh. Amalan-amalan shaleh sebagai sebuah nilai luhur dalam hubungan antar sesama manusia menjadi sebuah hal istimewa yang mewarnai dan memberikan percikan menakjubkan dalam kehidupan sehari-hari umat manusia di bulan Ramadhan. Rasa kemanusian dan rasa kesetiakawanan sosial tumbuh bersemi dalam setiap sendi-sendi hubungan masyarakat. Setiap insan saling memahami perasaan saudaranya yang lapar dan haus menjalani puasa. Berbagai acara berbuka puasa bersama mengajarkan sebuah nilai yang sangat mulia. Indahnya rasa saling berbagi dan ikhlas memberi. Indahnya merasakan kebahagiaan merasakan kebahagiaan orang lain. Menikmati sejuknya embun yang merembes di relung jiwa, mengalir membasahi jiwa yang kering karena kikir dan pelit. Meninggalkan pelajaran berharga bahwa saling memberi itu indah, berbagi kasih dengan balutan ikhlas, saling meringankan beban orang lain. Indahnya berbagi, hanya memberi tak harap kembali.
Penulis
Rosikh Falah Adi Candra
Mahasiswa Teknik Fisika ITB 2007
Peserta penerima beasiswa PPSDMS Nurul Fikri
Posted in Uncategorized