- dedek naik sepeda
SM/thetelegraph Adora Svitak
WASHINGTON – Gadis Amerika Serikat ini sungguh luar biasa. Di usianya yang baru 11 tahun, Adora Svitak sudah menjadi guru. Dia tidak hanya mengajar anak-anak namun juga orang dewasa. Tak pelak jika dia disebut-sebut sebagai guru termuda dunia.
Jika anak-anak seusianya gemar menonton film kartun, Adora justru senang menonton siaran berita di televisi. ’’Saya menonton tiga saluran berita malam (ABC, NBC dan CBS) serta program-program khusus di akhir pekan,’’ katanya.
Adora memang masih anak-anak, namun cara berpikirnya jelas bukan cara pikir anak-anak. Hal itu terbukti saat dia ditanya apakah ada yang dia khawatirkan?
’’Perekonomian dunia, saya kira,’’ jawabnya. ’’Juga pemanasan global, kolera di Zimbabwe, penurunan kualitas pendidikan AS, dan kelaparan dunia,’’ tambahnya.
’’Namun pada umumnya, saya berusaha tidak khawatir karena waktu yang dihabiskan untuk khawatir itu bisa digunakan dengan lebih konstruktif.’’
Adora memang anak yang sangat berbakat. Talenta yang dimilikinya seakan tiada habis-habisnya.
Tulis Dua Buku
Menurut harian The Telegraph, pada usia tiga tahun, Adora sudah bisa membaca. Dia mulai mengajar pada usia 7 tahun. Pada usia yang sama, buku pertamanya diterbitkan secara internasional.
Buku berjudul Flying Fingers itu berisi koleksi cerita-cerita pendek karya Adora yang juga mencakup tips dan panduan bagi mereka yang ingin menjadi penulis. Buku keduanya, Dancing Fingers (koleksi puisi yang ditulis bersama kakaknya) diterbitkan tahun 2008.
Gadis mungil itu pun bisa mengetik cepat. Dia mengetik antara 80-112 kata per menit. Dia membaca dua hingga tiga buku per harinya. Dia memandang dirinya sebagai pendidik dan penulis. Namun bagi kebanyakan orang, dia adalah seorang anak kecil dengan otak dewasa.
Hari-hari Adora sangat sibuk. Jadwalnya sangat padat, penuh dengan berbagai presentasi dan tugas mengajar. Bahkan kerap kali kegiatannya baru berhenti pukul 23.00.
Dia telah bepergian ke berbagai belahan dunia, dengan biaya ditanggung pihak pengundang. Dia telah berkunjung ke lebih dari 300 sekolah di China, Hong Kong, Vietnam, Inggris, dan lainnya. Di Inggris, si mungil Adora mendapat julukan ’’Dora the Explorer’’ karena caranya berbagi pengalaman membaca dan menulis pada anak-anak.
Keluarganya kini telah mengubah ruang bawah tanah rumah mereka di Redmond, Washington DC, menjadi studio TV. Dari tempat itu, Adora memberikan konferensi video setiap hari bagi anak-anak, orang dewasa, dan para guru. Dia mendapatkan bayaran 300 dolar AS per pelajaran yang berlangsung 50 menit. (thetelegraph-26)

