Percabangan

Dua jalan setapak terbentang dihadapnya.

 

Kanan. Menuju perkotaan. menuju jutaan penerangan. Menuju keramaian, menemui kerabat yang menunggu untuk dikunjungi. Menjumpai orang-orang terdekat yang dikasihi. Ada canda tawa disana, suara tawa kesenangan. Bising suara jalanan.

Pula, terdapat pasar semua keinginan. Seperti kantong doraemon. Dia tinggal tunjuk lalu semua terpenuhi. Mulai dari keinginan paling sederhana sampai keinginan termuluk. Namun, jika ia memilih untuk berada disitu matanya akan terus mencari sesuatu yang kasat mata. Menunduk dalam dan mencari sesuatu yang hilang. berulang – ulang.

Kiri. Menuju pedesaan. Menuju jutaan pepohonan terbentang. Bersisian gunung dan jurang. Menuju kesepian, menemui kerabat yang lama menanti. Menemui orang-orang terkasih yang lama ia rindu.

Menemui pantai sepi. Hamparan pasir berwarna sama. Yang sesekali disapa buih air tepi daratan. Sesekali. terdengar kicauan burung hutan. Yang ada hanya mereka. Keluarga kecil, dalam sebuah ketenangan jiwa, kesederhanaan yang tidak bisa ia temui ditengah ramai kota disana.

Sejatinya. Yang ada hanya dia. Mendengar dirinya. memahami pemikirannya. Dalam hening yang ia suka.

Dua jalan setapak terbentang dihadapnya.

Diam. Memilih untuk tidak memilih. Benih jiwanya terbagi rata untuk setiap cabang. Ingin bergelut dengan keramaian kota sekaligus ingin jadi petapa ketika penat.

Diam. Diam – diam ia melangkah. Pelan – pelan. Setelah memilih jadi petapa saja ketika penat. Setelah memutuskan untuk menggeluti kesibukan dikota ramai lalu kembali jadi petapa ketika penat.

Percabangan. Hatinya bercabang namun tak dilema. Miris.

 

Dipublikasi di Love, Life, Laugh | Tag | 2 Komentar

Getar*

Gambar

Ada Getar disana. Di penghujung kota itu. 

Tempat yang selalu menjadi alasan “kita ketemu disini ya ?” 

Getar yang tercipta setiap kali kita duduk bersisian. Dengan kalimat yang sama, yang sering kau ucapkan : “Yang sabar ya ?”

Satu lagi yang tak mengaratkan esensi. Dihari yang sama, dengan kejadian yang sama, masih dengan getar yang sama : Dongker* jadi saksi. 

🙂 ALLAH.. Selalu Indah Rencana-Mu. 

Dipublikasi di Love, Life, Laugh | Tag | Tinggalkan komentar

Penat

Penat lagi rasanya.

Kemana semangat kemarin yang menggebu-gebu itu ? Kemana senyuman yang selalu kau umbar itu ? Seperti tak ada lelahnya kau lebarkan senyummu kepada siapa saja, kepada orang yang tak kau kenal sekalipun.

Kenapa? Seberat itukah bebanmu sekarang?

Sampai-sampai menarik bibir 2cm kesamping saja kau tak sanggup.

Sudah sering aku katakan. Jangan berpegangan pada benang setipis itu selain tak kuat menyanggah bebanmu juga tak baik untuk penopang.

Sudah.. Sudah..

ENYAHKAN saja. sudah seringkali saya ingatkan, hati-hati dengan euphoria. 

Menangis lagi bukan ? *dasarcengeng*

Dipublikasi di Love, Life, Laugh | Tag | Tinggalkan komentar

Minggu

Selamat Pagi minggu 

Selamat Datang weekend

Selamat menikmati bagi yang menyenangi Liburan dan bagi yang tak menyukai ‘DIAM’ 

Hallo.. Apa kabar 17 ?

Ahk, tak terasa. Sudah pertengahan June. Rasanya baru kemarin angka 4 bertengger di kalender.

Baru kemarin rasanya make a wish ini itu. Lagi – lagi harus sudah dengan resolusi-resolusi baru, padahal resolusi kemarin belum tentu terlaksana semua. 

Dan dengan berat harus membuka-kan pintu untuk Juli.

Sebelum June benar-benar tenggelam. Sebelum semua terlambat. Lagi-lagi harus lebih keras dengan komitmen,  dengan prinsip, sikap juga tentunya. 

Okelah.. dimulai dari nol lagi yak ? Dimulai lagi dari hal-hal kecil, makan dan tidur yang teratur misalnya. 

Semoga saja, InsyaALLAH. Amiiin 😀

 

p.s : sunday kali ini : “bertapa” saja dikamar, tiduran. setelah seminggu kemarin mem-forsir energy. 😀

Dipublikasi di Love, Life, Laugh | Tag | Tinggalkan komentar

Dan saya menulis

Pernah – atau seringkali tepatnya. Menulis menjadi hal yang sangat sulit. 

Padahal hanya dituliskan saja yang tak terungkapkan lisan. Yang sudah tersusun rapi dalam otak. Hanya merangkaikan kata menjadi kalimat. Tidak perlu dengan gaya bahasa yang “Wah” bukan ? 

Dan saya menulis. Karena menulis membungkam sistem limbik yang tak mau diam. Atau– keping yang melayang menari disepanjang urat nadi emosimu.

Dan saya menulis– karena menulis mencipta pelangi pada yang tak mampu tersampaikan menjadi bersemi 

Dan saya menulis, tapi kecuali menulis tentang Kamu— tentang Kalian. 

 

p.s : selamat malam, minggu 🙂

Dipublikasi di Love, Life, Laugh | Tag | 2 Komentar

Artefak ‘jumat’

Ini semacam Artefak.

Selamat datang untuk hari ini. Dengan Usia yang kian bertambah. Dengan Mata yang sudah mulai terlatih untuk tidak memilu lagi.

Dengan teman bicara yang lagi – lagi belum ada juga.

Selamat datang untuk hari ini.

Selamat siang ‘jumat’

Dipublikasi di Love, Life, Laugh | Tag | Tinggalkan komentar

Gila Bola ?

Akhir – akhir ini lagi heboh – hebohnya dengan Piala Dunia EURO.

Dari kalangan Orang Gede, sampe anak – anak. Cewek apalagi cowok, Tua muda. Pokoknya lagi tergila – gila sama EURO.

Mau di FB. Twitter, Yahoo, TV apalagi..

Aaahk.. meringis lagi, mengingat lagi. *sigh*

 

Dulu.. saya lupa kapan tepatnya.

Dulu.. saya juga pernah ada dikalangan mereka. Tergila-gila sama bola.

Ahk, sepertinya itu dulu.

Dulu.. di setiap kenangan yang ia lampirkan.

Dan kini saya tak mau lagi berada dimasa lalu itu. Bukannya hendak mematikan hobi, atau semacam apalah.. Saya hanya tidak ingin terus berada di bayang – bayang masalalu. sudah cukup dia buat saya merapuh setelah apa yang dia perlakukan pada saya.

Ahk.. meringis lagi, mengeluh lagi, mengingat lagi. Apa sih? *sigh*

Dipublikasi di Love, Life, Laugh | Tag , , | 1 Komentar

22 tahun sudah :)

Mama, anakmu kini 22 tahun. Sudah cukup Dewasa kan, ma? 

*semoga saja* 😉

Gambar

Selamat Hari lahir sayaaang :*

Gambar

22 Tahun sudah ;), I Hope Can be the better. Amiin 🙂

Gambar

Trims Surpisenya sayaang :*

Gambar

Novita, Wahyuni, Me
Trim’s Sistaa Your my Inspiration. :*

Jika ada sepenggal kata melebihi kata “maaf”

Akan saya ucapkan itu disini, diatas sajadah lusuh ini. Sambil jiwa dan bibir tak henti – hentinya memuji dan mengucapkan syukur.

Yaa Robbi.. 

Yaa Tuhanku, Yang Maha Membolak – balikkan hati kami

Berkahi pertambahan usia saya. Tuntun dan bimbinglah saya menjadi pribadi yang pandai bersyukur, menjadi pribadi yang bermanfaat untuk saudara – saudari muslim saya, menjadi pribadi yang lembut hatinya, Engkau Robb.. Tuhan yang Maha membolak – balikkan hati kami. Kepada-Mu tempat kami bersandar maka kami mohon janganlah Engkau jauh dari kami.

Aamiin Yaa robbal Alamiin. :*

 

p.s : mestinya ini diposting tgl 4 Juni kemarin, tepat ultahku. Hehee.. 

Dipublikasi di Love, Life, Laugh | Tag , , , | Tinggalkan komentar

66 Hari Mati Suri :)

Titis tinta ini takkan berhenti, meski sebenarnya tidak sederas dulu. 

Saya beneran lupa kapan ejaan – ejaan terakhir sempat diabadikan. Yang saya tahu sangat lama jari – jari ini tak lagi menari diatas keyboard. 

Yang saya tahu menulis tidak lagi seeksis dulu. 😦  sampai – sampai beneran lupa seperangkat email bloggernya, hingga menghasruskan saya menemukan blogger yang kosong ini. 

 

Selamat datang Reader’s 🙂

Dipublikasi di Love, Life, Laugh | Tag | Tinggalkan komentar