Dua pekan lalu, mendapat kesempatan untuk menyelenggarakan diskusi tentang studi di luar negeri. Salah satu pembicara yang hadir ternyata reviewer beasiswa LPDP. Nah, dari beliau saya mendapat beberapa bocoran.
Pertama, untuk studi master (S2) ke U.K saat ini sudah ditutup. Artinya para pelamar beasiswa LPDP yang mau studi S2, rencana studi Anda akan gagal jika Anda mengajukan permohonan untuk mengenyam pendidikan di Inggris Raya… Kecuali, kata sang reviewer, “Jika studinya ke Oxford atau Cambridge, saya akan pasang badan untuk memperjuangkan ini… tapi kalau di luar kedua universitas tersebut, pintu sudah ditutup,” katanya.
Saya penasaran, mengapa sampai sedemikian rupa? Setelah acara selesai, saya sempatkan untuk ngorek-ngorek keterangan lagi… Apakah karena saat ini kurs rupiah terhadap poundsterling melemah sehingga akan memberatkan pemberian beasiswa? (ini pernah terjadi dengan beasiswa Dikti beberapa tahun lalu, saat pemerintah Indonesia melarang mahasiswa untuk S3 di Australia karena saat itu dolar Australia sedang sangat menguat, sementara beasiswa diberikan dalam rupiah..sehingga biaya hidup menjadi kurang). Namun ternyata alasannya, karena lulusan S2 dari U.K sudah sangat banyak…mencapai 2 ribu orang. “itu dikumpulin bisa bikin stadion,” selorohnya…
Alasan lain, studi master di U.K hanya setahun dengan biaya yang tinggi. Padahal salah satu yang diharapkan dari sekolah di luar negeri adalah menyerap ilmu di luar kampus. Dengan waktu yang hanya satu tahun, keinginan ini menjadi sulit terwujud.
Bocoran kedua, kalau untuk yang mau S3, kata beliau, masih terbuka kesempatan untuk ke U.K. Namun tantangan yang dihadapi untuk melanjutkan studi S3 di U.K adalah tidak mudahnya mendapatkan calon supervisor. Hal ini dikarenakan di banyak universitas, profesor yang boleh membimbing mahasiswa S3 terbatas jumlahnya. Karena itu, mereka yang ingin melanjutkan studi S3 ke U.K harus berjuang lebih keras.. harus berjuang lebih gigih dan harus lebih menonjol sehingga bisa dipilih oleh para calon supervisor di berbagai universitas bagus di U.K. Ini tentu saja tidak mudah, tetapi ada satu pernyataan beliau yang mengesankan bagi saya, “Jika sudah waktunya untuk melanjutkan sekolah, pasti ada jalannya. Karena itu berusahalah, tetapi rezekinya kapan.. kita tidak tahu.”
Bocoran berikutnya adalah, pelamar beasiswa di Jakarta dan Bandung umumnya bagus-bagus. “Kalau hanya ielts skornya 7 saja sih, banyak,” kata dia. Karena itu, persaingan untuk mendapatkan beasiswa di wilayah ini sangatlah ketat. Kita harus benar-benar menonjol dan bersinar jika ingin dilihat oleh para penguji saat wawancara berlangsung. Sebaliknya di luar Jawa, sulit mendapatkan kandidat penerima beasiswa yang memadai. “Makanya, kalau ada satu saja yang terlihat agak menonjol, mata ini langsung melek…m” ujar dia sembari tersenyum. Wahh!
Karena itu, ada peluang bagi mereka yang ingin lolos beasiswa LPDP.. mungkin bisa mencoba untuk wawancara di luar Jawa. Tapi saya sendiri tidak tahu, apakah bisa para pelamar dari Pulau Jawa meminta untuk diwawancarai di luar Jawa ? Saya tidak tahu… Dan jika pun bisa, berarti ada ongkos transportasi yang harus dikeluarkan… setidaknya ongkos pesawat untuk pulang-pergi dari kota asal ke kota tujuan. Selain itu, peluang keberhasilannya pun masih belum diketahui dengan jelas. Tapi namanya usaha, boleh-boleh saja selama memenuhi aturan yang berlaku 🙂
Bagi saya informasimengenai minimnya kandidat dari luar Jawa yang “bersinar” harus dilihat dari sisi kandidat asal luar Jawa itu sendiri. Jika Anda, berdomisili di luar Jawa dan berminat sekolah ke luar negeri dengan beasiswa LPDP…peluang Anda sangat terbuka lebar. Karena itu persiapkan diri Anda sebaik-baiknya.. perbaiki kemampuan bahasa Inggris, kalau perlu pergi ke Jawa.. mencari tempat belajar yang memadai, lalu tingkatkan potensi diri dengan aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan atau kegiatan apapun yang intinya pengabdian kepada masyarakat banyak… Kalau kemampuan bicara, berargumen ataupun mengisi aplikasi pendaftaran, atau membuat essai, itu bisa dipelajari.. Intinya tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha keras..
Bagi yang di Pulau Jawa bagaimana? Jangan jadi pesimis…ada banyak beasiswa lain yang bisa dilamar. Di sisi lain, rezeki sudah ada yang mengatur.. kalau memang rezeki kita akan mendapatkan beasiswa dari LPDP, maka rezeki itu pasti akan menemui kita… Yang terpenting adalah berusaha yang terbaik… tetap harus mencoba dan tetap harus berjuang..
Semangat yaa….:D
sumber gambar : https://www.dreamstime.com/photos-images/cartoon-girl-student-studying-reading-book.html
Pertanyaan itu sering diajukan oleh para calon pencari beasiswa yang masih sangat awam tentang segala sesuatu yang terkait rencana studi. Saya sering kesulitan untuk menjawabnya. Karena sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya harus bertanya banyak hal dulu. Soalnya, kalo saya jawab, “itu tergantung kemampuan masing-masing” terkesan seperti tidak peduli. Kalau saya jawab seperti itu, khawatir nanti terkesan, saya tidak mau tau masalah dan kesulitan dia dalam belajar atau mencari beasiswa.. hehehe
Karena itu, jangan marah.. jika jawaban untuk pertanyaan, “berapa lama belajar bahasa Inggris untuk target tertentu” adalah “tergantung”. Yaaa…tergantung banyak hal…




Komentar Terbaru