Sudahkah kukatakan padamu bahwa kini aku tidak lagi menapak di jalur kita?
Entah kemana menguapnya desah-desah cinta yang dulu pernah kita ciptakan?
Sudahkah kamu tahu bahwa rasa sesekali butuh suara?
Untuk didengar ; untuk mendengar.
Dan jika sunyi adalah selimut yang kita hangatkan diantara dua kaki ; maka hening terkukungkung dipelatarannya.
Tidakkah kamu mendapati warna mata yang kini kebiruan?
Runtuh pelangi jiwa yang sudah sempat retak dihantam luka.
Dan akan kuulangi
Walau hanya angin yang kau dengar nanti
Bahwa jika tak ada lagi nadi
Yang bergejolak saat terlelap dalam mimpi,
Beritahu aku.
Agar kupersiapkan kaki untuk menopang lunglai asa yang sempat terpatri
Agar kusediakan hati yang bersimbah darah menunggu mati
Bogor
Saat hujan turun seperti bercanda