sesuatu hal yang dilakukan secara terpaksa hasilnya kurang memuaskan…
jangan terburu2 dalam mengambil keputusan, pikirlah terlebih dahulu secara mendalam baik positi or negatifnya…^_^
keluh kesah….
ngintip bentar….
lo terjadi barter kasus,apa jadinya indonesia ini….
lotus…
walau kecil,tapi bisa merubah apa yang ada disekelilingnya..
aq pngen sprti itu
sellingan..
kasus century ga da ujungnya…
koin prita pun dituru…
untuk bocah mungil bernama bilqis yang harus cangkok hati kenegri sakura. Apakah masyarakat seantusias dlu menanggapi koin tuk bacah malang ini…?Namun kini yang jadi masalah bukanlah uang tetapi siapa orang yang mau mendonorkan organ hatinya untuk bayi malang ini?karena organ hati milik ibunya tidak cocok.
” CeLaka Dua Belas “
Saat ini banyak terjadi kecelakaan yang berakibat fatal, bahkan sampai nyawa melayang. Kecelakaan-kecelakaan ini terjadi tadak hanya didarat saja melainkan di laut dan udara. Sebenarnya siapa yang harus disalahkan dalam peristiwa ini ? manusi, peraturan dan pemerintah, atau alam ? Namun banyaknya kecelakaan terjadi karena kelalaian manusia, disamping kondisi alam yang akhir-akhir ini kurang mendukung. Misalnya tidak menaati peraturan pemerintah, seperti kebut-kebutan, menyalip tanpa menggunakan aturan, menerobos pintu KA, kelebihan muatan atau beban. Selain itu kondisi alat transportasi yang kurang layak pakai dan kurang memadai, dan masih bayak lagi penyebab terjadinya kecelakaan yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia. Itu semua bentuk penyebab kecelakaan yang manusia sendiri yang membuatnya. Padahal peraturan berlalu lintas sudah jelas adanya, tetapi mengapa masih tetap saja dilanggar ? Apakah kata-kata “ peraturan dibuat untuk dilanggar “ benar-benar terpatri dibenak mereka ? kalaupun benar, amatlah menyedihkan melihat kondisi seperti ini. Lagi-lagi manusia yang menjadi penyebabnya, ironis memang tapi inilah kenyataannya. Kecelakaan yang terjadi akhir-akhir ini adalah kelalaian manusia itu sendiri. Dan dari sekian banyak kecelakaan yany terjadi pasti ujung-ujungnya adalah maut. Kalau seperti ini terus apa yang harus kita lakukan ? meratapi nasib atau berupaya untuk mencegah agar kecelakaan seperti ini tidak terjadi. Kalaupun demikian mengapa tata tertib berlalu lintas yang jelas – jelas sudah ada tetap saja dilanggar. Padahal itu semua tujuannya baik,yakni demi keselamatan dan kenyamanan kita semua dalam berkendara. Apakah sanksi yang ada dalam peraturan tersebut kurang tegas ?ataukah manusianya sendiri yang sulit untuk diatur. Setelah maut menyambut mereka barulah tangis mereka membahana. Selain dari factor manusianya sendiri, kondisi transportasi kita amalah menyedihkan. Banyak alat transportasi yang kurang memadai sehingga tidak layak pakai lagi. Dapat dilihat kecelakaan udara dan laut yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia sebagian besar karena alat transportasi yang digunakan sudah tua dan tidak layak lagi untuk dipakai. Selain itu karena kurangnya perawatan terhadap alat-alat transportasi public tersebut. Sehingga saat sedang beroperasi sering terjadi kecelakaan. Selain kondisi alat transportasi yang kurang layak pakai, pelayanan yang diberikan juga jauh dari hapapan para penumpang, missal ; pelayanan petugas kurang ramah, kotor, banyak pencopet, tetlalu banyak beban atau penumpang demi mengejar setoran dan lain sebagainya. Sehingga membuat penumpang kurang merasa nyaman. Lalu apa yang harus kita lakukan agar kecelakaan yang membawa maut dapat terhindarkan ? ada beberapa tips agar kecelakaan dapat terhindari :
Patuhilah tata tertib dalam berlalu lintas.
Perawatan secara rutin, terutama jika ingin bepergian jauh cek lah kendaraan sebelum pergi atau setiap kendaraan akan beroperasi.
Istirahat yang cukup agar tidak mengantuk, karena sebagian kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh factor sopir yang mengantuk.
Dilarang minim minuman keras saat berkendaraan.
Dilarang memainkan HP saat diperjalanan ( terutama bagi sopir ) agar lebih focus dalam berkendara.
Hindari ugal-ugalan atau kebut-kebutan dijalan.
Perhatikan situasi dan kondisi alam apakah layak untuk bepergian atau tidak, misalnya cuaca, dan kondisi jalan.
Hindari muatan yang berlebihan.
Semoga tips tersebut dapat bermanfaat, sehingga kecelakaan yang dapat berakibat fatal pada diri kita dapat terhindarkan.
“ Panggung Politik Penuh Dengan Artis “
Dunia politik ? pasti biasanya orang mengkaitkan dengan hal yang ruwet dan identik dengan urusan kenegaraan, kekuasaan, dan wewenang. Tapi ini suatu hal yang tidak biasa, kali ini politik dikaitkan dengan artis. Lalu apa sebenarnya kaitan antara keduanya ? Sulit dibayangkan memang, tapi ini nyata adanya. Sekarang ini banyak fenomena artis terjun kedunia politik. Lalu apakah yang menyebabkan hal ini terjadi ? Apakah karena para artis sudah tidak diterima lagi didunia entertaint, karena sekarang banyak artis-artis muda yang lebih fres yang bermunculan sehingga menggeser posisi artis-artis senior. Sebut saja Aji Masaid beserta istrinya Angelia Sondak yang keduanya sama-sama seorang artis dan sekarang keduanyapun duduk dikursi DPR sebagai wakil rakyat. Tidak hanya mereka saja, masih banyak artis lain seperti Ruhut Sitompul, Rano Karno, Rieke Diah P. dan masih banyak artis lain yang turut serta terjun kedunia politik. Padahal sudah tergambar dengan jelas, kedua profesi ini sangatlah berlainan. Artis yang kerjanya sebagai entertain yakni menghibur masyarakat itu kasarnya, sedangkan politik berkaitan dengan urusan kenegaraan. Ini dapat dibilang seperti lelucon politik saja. Maksudnya, mencari masa sebanyak mungkin dengan mendompleng nama atau ketenaran artis belaka. Ini sama halnya dengan pemanfaatan popularitas, atau hanya sekedar mencari sensasi saja. Apakah kualitas mereka layak untuk menjadi wakil rakyat ? wakil yang selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan menyalurkan aspirasi rakyat. Bukan hanya wakil yang selalu mengembar-gemborkan visi dan misi mereka saja dan setelah mereka jadi wakil mereka melupakan semuanya. Karena mereka hanya sibuk memenuhi kocek mereka dengan pundi-pundi emas. Lalu sebenarnya apa itu politik menurut mereka ? apakah salah satu ajang untuk tetap menjaga keeksistensian mereka dimata public. Mungkin itu salah satu motif mereka terjun kedunia politik. Semoga saja itu keliru, mereka terjun ke dunia politik karena panggilan jiwa ingin membawa bangsa kita lebih maju lagi. Dan yany perlu dicatat jangan sanpai keahlian mereka dalam berakting dibawa pila kedunia politik,karena dunia politik dapat penuh dengan intrik. Politik itu sendiri merupakan interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam satu wilayah tetentu. Jadi orang yang terjun kedunia politik haruslah orang yang benar-benar mengetahui dan mengerti tentang politik terutama masalah-masalah kenegaraan yang menyangkut kehidupan orang banyak. Bukan sekedat itu saja, latar pendidikan atau kualifikasi akademiknya pun harus mendukung profesinya itu. Jadi bukan hanya sekedar bermodal tampang, popularitas, dan harta yang melimpah belaka. Akan tetapi hal yang tidak kalah pentingnya yakni kelayakan ( dia layak atau tidak menjadi wakil rakyat ) dan dipercaya oleh rakyat untuk menjadi wakil rakyat dalam menyampaikan segala aspirasi rakyat dan selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Meskipun telah kita ketahui bersama bahwa Negara kita adalah Negara yang demokratis, jadi semua warga negara mempunyain kesempatan atau hak yang sama yakni dipilih dan memilih. Demikian juga menjadi wakil rakyat, siapapun dan darimanapun mereka berasal berhak untuk mencalonkan diri asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh negara. Dan yang paling penting tujuan mereka demi membangun bangsa Indonesia lebih baik, maju dan dipandang dimata dunia.
Referensi
Chilosin,dkk.2007.Dasar-dasar Ilmu Politik.Yokgakarta:UNY Pres
“ Sosialisasi dan Kepribadian Individu “
Proses sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar berinteraksi yang dilakukan oleh seorang individu ditengah-tengah masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan dalam tentang struktur masyarakat, struktur budaya, termasuk sistem nilai dan norma yang menjadi pedoman masyarakat. Proses sosialisasi yang paling awal yakni sejak kita lahir kedunia yaitu dalam lingkup keluarga, setelah itu baru ke dalam lingkup yang lebih luas lagi yakni lingkup masyarakat. Keberhasilan suatu proses sosialisasi yakni ditandai dengan adanya ketrampilan untuk menyesuaikan berbeda-beda. Norma dan nilai disini berfungsi sebagai pengendali dan pengontrol tingkah laku individu didalam masyarakat agar tercipta sebuah keteraturan sosial.
Bersamaan dengan terjadinya proses sosialisasi berlangsung pula proses pembentukan kepribadian individu. Setelah individu mencapai usia dewasa kepribadian terbentuk secara stabil, yang dapat dilihat melalui perilaku-perilaku yang khas. Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa kepribadian merupakan gambaran umum menyeluruh dari perilaku kita yang khas yang dimiliki seseorang. Kepribadian bersifat abstrak yang perwujudannya dapat dilihat melalui beberapa aspek yang ada pada tiap-tiap individu seperti perangai, kerjasama, pengendalian emosi, prakarsa, kegemaran, tanggungjawab yang tampak pada kehidupan sehari-hari. Proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi baik dilingkungan keluarga, lingkungan teman sepermainan, lingkungan sosial, lingkungan kerja, maupun lingkungan masyarakat luas. Kepribadian seseorang terbentuk dari perpaduan antara warisan biologis dengan pengaru-pengaruh lingkungan keluarga, teman sepermainan, dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Selanjutnya setelah individu terbentuk kepribadiannya tersebut akan turu mempengaruhi budaya masyarakat disekitarnya.
Proses ini berlangsung terus-menerus seperti rantai sistem yang tiada putus-putusnya dari generasi kegenerasi. Seorang individu dalam proses sosialisasi di tengah-tengah masyarakat akan memperoleh pengaruh baik yang berupa pengaruh yang bersifat positif ataupun peengaruh yang bersifat negatif, baik dari lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan, termasuk lingkungan kerja, media massa, serta pengaruh dari masyarakat luas. Demikian pula halnya di lingkungan keluarga akan dapat mengembangkan bakat dan pembawaan yang ada dengan menyerap prinsip-prinsip, nilai-nilai sosial, pengetahuan serta ketrampilan yang dianggap baik dan sesuai bagi dirinya. Sesungguhnya disinilah kepribadian mulai terbentuk dalam diri seseorang yang memiliki nilai-nilai sentral yanh mendominasi perilaku seseorang. Dengan melihat dan memperhatikan perilaku-perilaku yang khas yang diperbuat seseorang dalam perbuatannya dalam kegiatan sehari-hari, kita dapat mengetahui kepribadian seseorang. Baik buruknya kepribadianseseorang tergantung dengan bagaimana proses sosialisasinya dan faktor –faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seseorang.
“ Nyawaku Terbang Melayang “
Akhir-akhir ini berbagai media baik media elektronik ataupun media cetak banyak ditemukan kasus-kasus tentang bunuh diri. Maraknya peristiwa mengakhiri hidup dengan bunuh diri menjadi sebuah fenomena menarik. Bisanya bunuh diri ini banyak terjadi dikalangan remaja, tetapi bukan hanya para remaja saja yang turut serta dalam kasus-kasus bunuh diri yang akhir-akhir ini marak terjadi di Indonesia. Misalnya saja para para orang dewasa, contohnya saja seorang ibu rumah tangga yang sengaja membakar dirinya sendiri karena tidak mampu lagi menghadapi berbagai permasalahan hidup, terutama segi ekonomi padahal kebutuhan hidup mereka banyak, dan masih banyak contoh lain mengenai peristiwa bunuh diri ysng akhir-akhir ini marak terjadi. Biasanya mereka melakukan bunih diri dengan berbagai macam motif, seperti halnya desakan ekonomi, putus cinta, kurangn perhatian dan kasih saying, dan factor gangguan jiwa. Tetapi khusus bagi para remaja biasanya karena factor putus cinta dan kurangnya perhatian dan kasih sayang, terutama perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan keluarga. Remaja identik dengan jiwa yang menggebu-gebu dan kurang bias mengontrol emosi mereka. Karena emosi mereka masih cenderung labil. Sehingga mereka sangat berpotensi untuk melakukan hal-hal yang kurang masuk akal, misalnya saja menyelesaikan masalah dengan bunuh diri karena mereka lebih berfikir secara pendek. Biasanya cara yang dilakukan untuk bunuh diri sangat bermacam-macam. Misalnya saja memutus urat nadi, meminum racun, gantung diri, loncat dari atas gedung atau jembatan, dan masih banyak cara-cara lain yang mereka gunakan untuk mengakhiri hidup mereka.
Contoh kasus bunuh diri yang akhir-akhir ini terjadi, misalnya saja VIVAnews — Warga Jakarta, Senin, 30 November 2009 lalu dikagetkan peristiwa jatuhnya seorang perempuan, bernama Ice Juniar dari lantai lima Grand Indonesia. Contoh lain, tentang aksi percobaan bunuh diri kembali terjadi. Kali ini, seorang pria bernama Bagus Sudino meloncat dari lantai tiga ke lantai dasar Blok M Plaza, Jakarta Selatan, Rabu (13/1). Nyawa korban masih bisa diselamatkan dan ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina.
Menurut seorang tokoh sosiologi klasik “ Emile Durkheim ”, beliau mengemikakan bahwa bunuh diri merupakan suatu gejala social. Menurut beliau, bunuh diri ada kaitannya dengan tiga factor, yaitu predisposisi psikologi, factor keturunan, dan kecenderungan manusia untuk meniru orang lain. Durkheim menguraikan tipe-tipe bunuh diri menjadi empat. Pertama, bunuh diri egoistic, yakni sikap seseorang yang tidak berintegrasi dengan grupnya. Kedua, bunuh diri altruistic, merupakan kebalikan dari bunuh diri egoistic dimana bunuh diri terjadi karena norma yang mengatur. Ketiga, bunuh diri anomik, yakni kekaburan norma atau goyahnya pegangan hidup. Dan yang terakhir adalah bunuh diri fatalistic, yakni bunuh diri yang terjadi karena rasa putus asa atau karena rasa keputusasaan. Menurut pendapat saya peristiwa bunuh diri yany akhir-akhir ini marak terjadi termasu kedalam tipe bunuh diri anomik dan bunuh diri fatalistic. Kalau dilihat dari sudut pandang bunuh diri tipe anomik yakni pudarnya norma, mereka yang kebanyakan melakukan bunuh diri karena pegangan hidup mereka kurang kuat terutama pengetahuan dan pemahaman mereka tentang agama. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang bunuh diri fatalistic, yakni motif keputusasaan. Mereka hanya berfikiran pendek, jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan yang membelit hanyalah dengan mengakhiri hidupnya. Jadi jika dilihat dari maraknya peristiwa mengakhiri hidup dengan bunuh diri menjadi sebuah fenomena menarik. Bagi bangsa Indonesia, bunuh diri bukanlah sebuah tradisi budaya turun-temurun sebagaimana yang terjadi di Jepang dengan harakirinya. Namun, pada kondisi empirik kita temukan justru pada akhir-akhir ini fenomena mengambil jalan pintas bunuh diri menjadi sebuah alternatif yang banyak dipilih tak hanya kalangan orang dewasa, tetapi juga oleh remaja, bahkan anak-anak yang masih bersekolah di tingkat dasar. Sedangkan bunuh diri yang terjadi pada kalangan remaja menjadi sebuah indikasi adanya ketidakmampuan anak dan remaja dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi. Selain itu, fenomena tersebut juga menunjukkan kurangnya mekanisme koping yang dimiliki remaja dalam mengatasi stres. Lebih jauh lagi, fenomena bunuh diri remaja dan kalangan pelajar ini secara tidak langsung menjadi bukti dari kegagalan para orang tua, pendidik, dan masyarakat sekitar untuk membekali anaknya dengan keterampilan hidup. Harus diakui saat ini proses pendidikan kita masih kerap terjebak mengajarkan anak untuk memiliki kemampuan kognistif yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lain. Pada ujung-ujungnya, kondisi tersebut menyebabkan proses pendidikan yang berlangsung saat ini lebih berorientasi pada sisi bagaimana menjadikan anak pintar secara kognitif yang terkadang mengabaikan aspek lainnya. Proses pendidikan saat ini lebih mengutamakan sisi kognitif, bukan untuk mengajarkan bagaimana anak mengenal dirinya, potensinya, atau dalam konteks Jawa diistilahkan dengan Mengenal dirinya menjadikan anak akan dapat memahami siapa dirinya (self), potensi yang dimilikinya, mengenal dekat Tuhannya. Kesadaran itu, pada akhirnya akan menjadi pengingat bagi anak pada posisi mana dan dengan siapa dia berhadapan. Lebih dari itu, hadirnya kesadaran ini diharapkan dapat menjadikan anak mampu beradaptasi dengan lingkungannya, kondisi diri dan keluarga, serta mampu menerima segala kondisi yang hadir di hadapannya. Sementara itu, bagi pelaku bunuh diri kemampuan mengadaptasinya tidak ada sehingga begitu mengalami kebuntuan dalam masalah yang dihadapi, seketika yang terlintas adalah melepaskan diri dari masalah tersebut, bukan menyelesaikannya. Sejak kecil setiap individu pasti mengalami satu masalah, dari yang sifatnya sederhana hingga yang kompleks. Pada situasi semacam inilah dibutuhkan kemampuan untuk melakukan adaptasi terhadap situasi. Kebiasaan untuk selalu meluluskan keinginan anak bukanlah perilaku mendidik yang baik. Tidak semua kebutuhan anak dapat dipenuhi orang tuanya.
” Lempar Batu Sembunyi Tangan “
“ Lempar Batu Sembunyi Tangan “
“ Global warming “ kata itu begitu santer terdengar diletinga kita beberapa tahun belakangan ini. Sebenarnya apasih itu global warming ? Kenapa banyak orang yang meributkannya. Bahkan menimbulkan berbagai gejolak yang akhirnya menimbulkan diadakanya konferensi antara negara-negara didunia guna mengatasi gejolak global warming. Gejolak-gejolak tersebut seperti peningkatan suhu bumi, peningkatan permukaan air laut, iklim kurang stabil, dan lain sebagainya. Lalu sebenarnya apasih itu global warming atau pemanasan global…? Global warming atau pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Atau dapat dikatakan pula sebagai peningkatan suhu bumi dari tahun ketahun karena terjadinya efek rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.
Dari hasil konferensi negara-negara di dunia yang dilaksanakan di Bali, Indonesia dicap sebagai negara yang paling bertanggungjawab terhadap adanya global warming. Ini melihat fakta-fakta yang ada bahwa hutan-hutan yang ada di Indonesia banyak yang ditebangi ataupun banyaknya kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. Padahal Indonesia adalah negara yang memiliki kawasan hutan yang cukup luas dari pada negara-negara yang lainnya. Hutan merupakan salah satu factor terpenting agar global warming dapat terhindari. Karena hutan merupakan produsen utama O2 yang menjadi salah satu komponen penting dari lapisan ozon yang melindungi bumi. Namun, bukan hanya Indonesia yang patut untuk disalahkan dan menjadi tersangka utama dalam kasus global warming ini. Tetapi Negara-negara industripun ikut andil besar dalam kasus ini. Karena Negara industrilah yang menjadi sumber dan produsen CO2 yang paling besar. Hanya karena Indonesia yang sekarang mulia gundul jadi masalah ini dilimpahkan kepada Indonesia. Apakah itu adil bagi Indonesia ? Jelas saja itu tidak adil ! Karena Ini bukan sepenuhnya salah Indonesia. Tapi ini salah manusia yang terlalu serakah, yang tak pernah puas dan selalu mengeksplorasi alam secara berlebihan tanpa memperdulikan akibatnya kelak. Kini alam mulai menjerit dan bumipun mulai memberontak karenanya ! Suhu bumi yang mulai meningkat karena lapisan ozon mulai menipis, peningkatan permukaan air laut karena es di kutub mulai mencair, itu semua tanda bahwa bumi mulai memberontak. Dan ini semua akibat ulah manusia. Setelah semua hal tersebut diatas terjadi mereka beradu mulut tentang siapa yang salah dan harus bertanggungjawab. Padahal tanpa mereka sadari mereka semualah yang yang harus berjanggungjawab. Karena bumi di eksplor demi kepentingan mereka, demi mencukupi kebutuhan hidup manusia yang tak pernah puas dengan keadaan. Misal pendirian pabrik yang menjamur yang mengakibatkan polusi udara, penebangan hutan, efek rumah kaca, dls. Itu jelas terjadi di Negara diseluruh dunia, bukan Indonesia semata. Terutama Negara industry sebagai pendonor utama CO2 terbesar yang merusak lapisan ozon. Jadi sungguh ironis kalau hanya Indonesia saja yang disalahkan dan menanggung beban ini sendirian. Sekarang bukan waktunya untuk berdebat tentang siapa yang salah, dan siapa yang harus bertanggungjawab, akan tetapi upaca apa yang harus diperbuat untuk mengatasi global warming ? Mungkin dengan penghijauan, reboisasi, pengurangan efek rumah kaca, meminimalisir industri yang bekerja 24 jam non stop dan mengurangi jumlah pabrik. Mungkin poin tiga dan empat sulit dilakukan oleh negara industry karena pabrik merupakan tumpuan ekonomi mereka. Jika perekonomian macet Negara juga ikut mengalami kemacetan, tapi bagi nega-negara tersebut dapat mencari alternative lai, seperti mengurangi kerja mesin di pabrik. Namun itu semua percuma kalau semua Negara di dunia tidak ikut andil dan bekerjasama untuk membangun bumi ini hijau kembali sehingga global warming dan segala efeknya dapat dihindari. MARI KITA SELAMATKAN BUMI KITA !
Referensi : Masruri, Muhsinatunsiasah,dkk.2002.Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Yogyakarta : UPT MKU UNY



