• Kalau dilihat aman ya, moms. Hanya wahana bermain berupa pasir. Anak diminta memakai masker, tidak boleh tiduran di pasir, tidak boleh melempar pasir. Walaupun anak sudah dijaga dengan baik, tetapi tetap saja ada suatu kejadian ya, moms. Wahana ini tidak memakai pasir, melainkan silica gel. Bahan ini berbahaya jika tertelan,…

    Continue reading →: Wahana permainan anak yang berbahaya, hati²!
  • Buah hatiku

    Terasa amat sesak ketika ku melihatmu Seakan ku kehilangan masa kecilmu Jika saja waktu dapat kuputar kembali Pintaku hanya ingin menemanimu Banyak waktu yang terbuang hingga kumelewatkan banyak hal tanpamu Ilmu yang kukejar seakan membunuh waktu yang seharusnya kulewati bersamamu Maafkan ku buah hatiku

    Continue reading →: Buah hatiku
  • Salah

    Aku yang tlah lalui semuanya yang kini hanyalah sia Tak satupun yang bisa membuatmu berkata bahwa ku benar Hingga aku tak sanggup lagi membagi bagaimana waktu yang terus berpacu dengan energi yang tlah habis Salah.. semuanya salah.. Hingga tubuh ini lunglai tak berdaya, hati menjerit menangis dengan bibir yang terdiam…

    Continue reading →: Salah
  • Di ambang batas

    Kali ini aku mencoba berdiri tegak Kuusap peluh dari mataku Menarik nafas hingga rasa sesak yang dirasa tak lagi ada Hati yang sudah hancur, tak mampu telaah lagi Hingga di ambang batas perasaan yang terjadi Akankah ku mampu melangkah ke depan? Atau bahkan aku harus beralari melupakan semuanya? Aku ingin…

    Continue reading →: Di ambang batas
  • Sandaran

    Tak tahu seberapa pentingnya aku Adaku tak berarti Tak ada pun tak kan dicari Ketika hati tak tahu lagi harus bagaimana Hingga merasa apakah penting? Menjerit pun bukan solusi Hati sudah teriris perih, namun tetap saja aku tak mampu berbicara Walau ada seseorang disanding, namun tidak bisa jadi sandaran

    Continue reading →: Sandaran
  • MENGHAKIMI

    Tatapan tajam kian menusuk raga Bahkan lidahnya menusuk jiwa Aku yang tak pandai membela terus saja disalahkan Bahkan aku pun tak tahu duduk perkaranya Mengapa kau hakimi sebegitu hebatnya? Aku hanya diam karna tak mampu menahan pilu Semakin sesak di dada ketika kuberbicara Semakin pedih hingga peluh menetes Dan aku…

    Continue reading →: MENGHAKIMI
  • Terhenti

    Dulu ku bagai dikejar mentari yang barangkali akan menjadi penerang di kemudian hari Setelah kuberlari tuk mengejar terangnya, yang kudapati hanyalah gelap Bahkan aku buta arah Apakah jalanku sudah tepat? Apakah kuharus mundur sebelum terlanjur? Bagaimana jika yang kutemui akan semakin gulita? Dan kini ku terhenti

    Continue reading →: Terhenti
  • Kokoh

    Kemarin memang aku rapuh Aku sendiri Bahkan tiada arti Namun kulihat lagi apa tujuanku berdiri di sini Melihat untuk lebih banyak bersyukur Mendengar apa yang dapat mengobarkan asa kembali Kini ku dapat berdiri kokoh Di belakang sana banyak yang merangkul Bahkan mendorongku untuk maju Terima kasih ya Allah…

    Continue reading →: Kokoh
  • Pamit

    Langkahku kini bukan aku Namun harus Berusaha bak baja ditempa tak akan dapat dipungkiri kembali Tetap lurus melangkah walau kadang tak sepaham Langkah demi langkah terus berjalan Jangan kau tangisi walau sebenarnya ku ingin tinggal Namun ku harus pamit

    Continue reading →: Pamit
  • Diam

    Terkadang rapuh tak dapat menyelesaikan kata Hati pun berontak ingin menguntainya Namun apa daya… Yang terucap malah sebaliknya Kini ku paham akan maknamu Seribu kata tersimpan memang menyisakan sesak Diam… Memang terasa sesak hingga ku tak sanggup menahannya Namun diam adalah yang terbaik

    Continue reading →: Diam

Aku Ayu

Blog ini salah satu kawan yang menemani perjalanan hidup dari setiap belenggu kehidupan untuk mencapai suatu angan yang akan kugapai. Bismillah… Allah selalu memberi jalan, Insya Allah…

Aku juga akan berbagi informasi sesuai bidangku. Aku adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit yang berada di salah satu kota kecil. Semoga apa yang aku tulis bisa memberikan manfaat dan tambahan informasi.

Ikuti sosial mediaku

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai