Salam Sastra!
Selamat datang di Dapur Kata Kata, silahkan pilih yang mana yang ingin dibaca lebih dulu.
Ini adalah daftar puisi yang telah saya kumpulkan dan sempat saya post di beranda facebook sekitar tahun 2010 hingga sekarang. Semuanya berjumlah 265 termasuk 32 karya terjemahan.
Beberapa puisi hasil terjemahan adalah; 5 puisi dari Pablo Neruda, 3 puisi karya Allen Ginsberg, 4 puisi karya Spike Milligan, 2 dari karya Shel Silverstein, Emily Dickinson dan Charles Bukowski, lalu masing masing satu puisi karya dari : Rabindranath Tagore, Jenny Joseph, Li Po, Portia Lane, Harold Pinter, Derek Walcott, William Blake, Langston Hughes, Yehuda Amitchai, Sara Teasdale dan Alfred Joyce Kilmer.
Blog ini akan terus saya tambahkan beberapa puisi yang saat ini masih dalam masa pengendapan, saya tulis secara sepotong sepotong lalu saya simpan di file yang saya beri judul sekelumit kabut. Menunggu waktu untuk segera di sempurnakan.
Nah di bawah ini adalah daftar puisi sebagai berikut; Selamat bersilancar Hehehehe.
- I am not Yours by Sara Teasdale
- Two Dogs Have I by Ogden Nash
- Restaurant by Harold Pinter
- Problem by Langston Hughes
- Love After Love by Derek Walcott
- When a Mother Cry by Portia Lane
- Sonnet XVII by Pablo Neruda
- Always By Pablo Neruda
- If You Forget Me by Pablo Neruda
- Death & Fame by Allen Ginsberg
- Homework by Allen Ginsberg
- Messy Room by Shel Silverstein
- ABC by Spike Milligan
- Bongaloo by Spike Milligan
- Picture Puzzle Piece by Shel Silverstein
- Those Two by Allen Ginsberg
- Sympathy by Rabindranath Tagore
- I Must Go Down to the Sea by Spike Milligan
- I can write the saddest line tonight By Pablo Neruda
- My Pretty Rose Tree by William Blake
- The House with Nobody in it (Rumah Patah Hati) by Joyce Kilmer
- Waiting at Rocky Flats Plutonium Plant by Allen Ginsberg
- I do not love you because I love you By Pablo Neruda
- Sonnet of the Sweet Complaint By Pablo Neruda
- I am Nobody Who Are You? By Emily Dickinson
- What is — “Paradise” by Emily Dickinson
- I Don’t Know If History Repeats Itself by Yehuda Amichai
- A Silly Poem by Spike Milligan
- The Dog Lovers by Spike Milligan
- When I am Old By Jenny Joseph
- Mengenangmu
- Adegan Panas di Dapur
- Maaf
- Aku Ingin Menjadi Payung
- Tertangkap
- Aku bukan Penyair
- Sebuah Surat
- Jika Kita Tua Nanti
- Supir Bis Malam
- Rampok
- Bom Waktu
- Di Sudut Bola Matamu
- Aku Adalah
- Entah Berapa Tahun Lagi
- Sakit
- Ibu I
- Dulu dan Esok adalah Hari ini
- Roti Sobek
- Tataplah Langit
- Jangan percaya jika ada yang bilang, bahwa tak lama lagi aku kan berhenti mencintaimu
- Whistle Blower
- Lupa
- Angka angka
- Tadi Malam aku Terjun Menyelam
- Jangan lupa mampirlah jika kau ada waktu
- Jika Kau Pergi
- Jika Hari Kiamat Datang
- Sebuah Sajak yang Gembira
- Whats On Your mind
- BOLA BOLA BOLA
- Photographer di Sebuah Dermaga
- Kejadian Nyata Seekor Macan di Pelaminan
- Aku paling muak jika telponku di terima oleh mesin penjawab
- Jika kau diserang Harimau Lapar
- Puisi yang lahir dari hati seekor Singa
- Seandainya Malam Ini Engkau Pergi dan Tak Kembali
- Sepi, inilah waktumu untuk Bicara
- Mawar Mungil Liar Itu
- Sebuah Foto Kenangan
- Hari ini aku Malas sekali
- Mari Menari Bersamaku
- Di Sebuah Café Mungil di Puncak Bukit
- Kepadamu yang teramat Abstrak
- Kekasihku Datang
- Martabak
- Apa yang dipikirkan Alam
- Aku Muak
- Orang bijak taat Pajak
- Rindu Yang Telanjang
- Jangan Tanyakan Kenapa
- Grasi atau Remisi
- Pada Akhirnya
- Duduk Memandang Sunyi
- Sebuah Puisi Nakal Lahir
- Sup Kuah Asam
- Seandainya aku adalah Waktu
- Di hari Kasih Sayang
- Menanti
- Kapok
- Everything in The World Are Beautiful
- Bom Waktu
- Sakit
- Kereta Uap
- Kepada orang orang yang Takut dan terlalu Sibuk untuk Menulis
- Di suatu Malam Ketika Aku Kesepian
- Aku Malu Keluar Kamar
- Kopi dan Hujan
- Suatu Saat Entah Kapan
- Topi
- Mulai Besok Aku Berhenti Menulis
- Ada yang menangisi Waktu
- Tiba tiba Saja
- Hore
- Mimpi Bertemu Ular
- Percakapan Bunga
- Hujan Membuat Aku Mulai Menulis Lagi
- Aku Dan Katakata
- Jangan Berisik
- Kau Boleh Ambil
- Konon
- Semalam Aku Mimpi
- Tolong
- Kosong
- Bidadari di Hari Minggu
- Menantap Senja Temaram
- Jangan Paksa
- Sejak Kau Pergi Banyak Orang Kehilangan
- Puisi Ini Dibuat Supaya Kau Bertahan
- Kepada Orang Orang Jompo
- Déjà vu
- In The Arm of an Angel
- Rumah Baru
- Akan Tiba Waktunya
- Hantu
- Tak Ada Yang Tahu Persis
- Jangan Takut Sahabat
- Entah Mengapa
- Ternyata Kita Salah
- Bukalah Buku Itu
- Suatu Hari Nanti
- Cinderella
- Di Mana Sepi Berada
- Kadang Kadang
- Bimbang
- Kini Aku Sendiri
- Tersipu
- In Memoriam Rendra
- Petani Dan Nelayan
- Sendiri
- Tanpa Tanda Baca
- Maaf
- Ada Apa
- Kepada Kata Kata
- Di Sebuah Motel Tua
- Baru Ku Tahu
- Untuk Gadis Mungil
- Zig Zag
- Aku Tak Mau
- Kuatir
- Ibu II
- Jika boleh jujur
- Telah
- Ingin Sendiri
- Di Hutan
- Senja
- Mungkin Lebih Baik
- Puisi yang tak pernah selesai
- Tak Pernah Selesai
- Rahasiakanlah
- Di Kamar Mandi
- Mungkin
- Takdir
- Sesal
- Saat Ini
- Takdir II
- Hi Heel
- Jika Begini Terus Menerus
- Baik Baik Saja
- Mutilasi
- Topeng
- Tekad
- Awas Ya
- Udik
- Teka Teki
- Senja Yang Hilang Percuma
- Ibu Kasih
- I Met a Genius By Charles Bukowski
- Aku Percaya
- Hadiah
- Cangkir
- Rasa Apa Ayo
- Butuh Berapa Lama
- Pancung
- Valentine
- Ku suka Sajak
- Jangan Bersendiri
- BK
- Hari Minggu
- Jenuh
- Tadi Malam Aku Terjun Menyelam
- Sayur Asem
- Kopi
- Pergilah
- About Tu Fu By Li Po
- Baru Ku Tahu
- Ini hari minggu bukan
- Di Apotik
- Seandainya Aku Buta Huruf
- Suatu Hari Nanti
- Entah Tentang Apa Ini
- Tentang Sapardi Djoko Damono
- Antara Guci Dan Baskom
- Gempa dan Sunami Jepang
- Jangan Berisik
- Waktu
- Terima Kasih Atas Hujanmu
- Masa Lalu II
- Masa Lalu
- Matamu
- Sakit
- Heliconia
- Antigone
- Sebesar Itulah
- Pura Pura Jadi Penyair
- The Night I was Going To Die By Charles Bukowski
- Nasi Kerucut
- Volare
- Pualam
- Sisakanlah
- Kepada Malam
- Ken Arok
- Bukan
- Metamorposa
- Percakapan Adam dan Eva
- Aku Berjanji
- Mata Embun
- Hut RI
- Cangkir Kopi
- Hi Heel Juga
- Di Kota Asing
- Salak Selatan Menjelang Malam
- Di sebuah Kafe
- Kacamata
- Monolog
- Wong Pe Hung
- Sirkus Keliling
- Memori
- Aku Cuma Sesuatu
- The Beauty of Wayang Golek
- Suatu Pagi
- Nona Manis
- Jangan Beli Karcis
- Agony
- Negeri Misterius
- Tercenung
- Tadi Malam
- Kabut
- Itu Bukan Kamu
- Ibu Dan Luka
- Woman in Red
- Di Sebuah Pub
- Jangan Pernah Minta Maaf Lagi
- Baiklah
- Senja pun Redup
- Aku Bukan Pelukis
- Deja Vu II
- Kue Lapis
- Untung
- Tragedi
- Duh
- Dalam Perjalanan
- Senja di Jendela
- Denganmu
- Aku Akan Mencintaimu
- Aku dan Kucingmu
buah persik yang baik
akan tumbuh di pucuk pohon
beberapa orang memetiknya dengan galah
meskipun belum merekah
tapi aku tidak
aku juga seperti kucing mungilmu
yang sendiri tidur di keset welcome itu
dengan sabar dan setia
di depan pintu
menunggumu
aku akan mencintaimu hingga kulitmu keriput
uban rontok memenuhi lantai
perlu lebih dari sejam
dengan tangan gemetar kau merambat
menjangkau tongkat
and you’re looking me
: like I am nuts
denganmu
aku rela menjadi seorang tunanetra
asal kamu tongkatnya
denganmu
aku ingin jadi sepi
asal kamu lorongnya
denganmu
aku ingin jadi sebentang rumput
tapi kau bukan sepatu bootnya, bukan?
boneka panda itu terdiam sewaktu kau membuka
senja di jendela
seperti ada yang mengintip
jalan setapak yang berujung pada
sebentang taman, membuat kau tertunduk
katakata mulai gagap dan gugup
boneka panda pun seolah sibuk
mencari dari kelopak bunga mana
aroma kenangan merasuk
di tengah jalan pikiranku yang macet
sebuah mobil truk molen terperosok got
pak polisi pergi dengan langkah lamban
kutatap garis putusputus putih yang setia
dan selalu adil membagi kanan dan kiri
jika kususuri mungkin akan bermuara padamu
entahlah
pak polisi jangan lari, tolong bantu aku
aku tak mau sesat di masalalu
ada yang tak habis habisnya kuhela
karna jarak harus ditempuh
spasi harus diisi
hingga pagi
kekal merahasiakan satu satunya duka
tapi hidup adalah tetapi, bukan
duh, aku kok selalu di perkosa kenangan
pada baju polka dot warna hitam di sebuah malam
sampai sepenuhnya redup
tinggal bayang
jalan menuju rumahmu macet
di tengah jalan ada satu rumah
dipagar polisi
ada ambulan dan banyak wartawan
bom baru saja meledak
katanya ada yang mati
tapi cuma satu korban,
cuma satu korban, katanya
untung yang kau banting cuma vas bunga bertangkai rindu
untung yang menggelinding cuma sekeping rindu
untung yang menjerit cuma siksa rindu
coba kalau tubuhku ini
apa kata dokter Plato nanti?
seperti kue lapis, rindu juga berlapis lapis
di lapis pertama kau seret ingatanku pada aroma roti
ketika kau gigit roti macan kesukaanmu
sambil berkata, “jangan dimakan, ini rotiku”
lapis kedua tentu saja
gambar ular mungil cantik di muk kopimu
di bibirnya, masih kutangkap cahaya bolamatamu
itu sebabnya roti lapis itu tak pernah kusentuh
hingga kini
bukankah kita pernah bertemu?
tanyamu, di sudut jalan bernama déjà vu
tiang listrik sembunyi di balik bayangnya
dan saat itu aku tak mencintaimu lagi
buat apa duduk di balkon menatap bulan sombong
nulis metafor, menggali kata langka
di bibir yang telah mati kata
tak guna
benar kah kita pernah bertemu?tanyamu lagi
tapi anginangin tak sedikit pun terkejut
bahkan embun di pucuk rumput