Andalan

Kukira Nyata

Aku yakin . . .

Hati Takkan Pernah Berdusta

Meski Pikiran Selalu Mericuh Seiring Hati

Penuh Percaya Diri

Hatiku Mencintainya

Pikiranku Memprotesnya

Apalagi yang Diingin

Kepastian ? Memiliki Utuh ?

Kasih Sayang ? Perhatian ?

Cinta ? Pengakuan ?

Aku Tahu . . .

Cinta Tak Pernah Salah

Meski Sering Kali Cinta Mengingkari

Membuat Perih Hati

Bagiku . . .

Cinta Itu Bersih

Murni

Tanpa Drama

Diam

Dingin

Membeku

Ngilu

Dirundung Pilu

Kukira . . .

Aku

Ada Dalam Kenangan Indahmu

Kukira

Aku Bermakna Untukmu

Kukira

Aku Ada Dalam Hati & Pikiranmu

Ah . . .

Itu Hanya Kukira saja,

Kukira

Kamu Sungguh Menginginkanku

Kukira

Kamu Sungguh Mengukir Namaku dalam Memorimu

Kukira

Mimpiku & Mimpimu Sama

Kukira

Semua yang Pernah Kita Lewati Bersama

Begitu Indah Untuk Dikenang

Kukira

Kamu Sungguh Bahagia Menghabiskan Waktu Bersamaku

Kukira

Kamu Menyayangiku

Kukira

Cinta Untukku Memang ada Dihatimu

Nyatanya

Semua Hanya Kira-Kiraku saja

Ada Sakit yang Tak Mampu Dirasa

Ada Sedih yang Tak Mampu Disimpan

Ada Kecewa yang Tak Mampu Ditahan

Baiknya

Aku Mundur Sedari Awal

Baiknya

Aku Enggak Baik-Baik Saja Sedari Awal

Baiknya

Aku Enggak Memupuk Rasa Itu

Baiknya

Aku Sadari Kita Siapa …

Oh Maaf ,

Kamu Siapa dan Aku Siapa

 

 

 

Late Post : 04 April 2018

 

Andalan

Ironi

 

Siapa yang berhak akan masa lalu
Tak seorangpun
Ia nyata milik kenangan sendiri

Berbahagialah merenggut masa lalu
Yang berbangga-bangga menari indah
Dalam benakmu

Yang mencintai sepenuh hati
Yang melepas setulus hati
Permisi , aku harus pergi

Jika harapan bersamamu hanya sebuah ilusi
Terimakasih pernah berjalan mengiringi juga Mengasihi

Jika takdir berpihak pada diri
Sungguh memanglah itu keinginan hati

Maaf sabar ku terbatasi ..
Ingat selalu tuk jaga diri …

 

Percayalah ,

Doaku Masih Sama Seperti Kemarin Hari ….

Angan

Seberapa Jauh Terpisah, Jika Memang Berjodoh, Pasti kan Bertemu

Seberapa Dekat & Sekeras Apapun Berusaha , jika Memang Bukan Jodoh. takkan ada Temu jua

Ketika itu ia menargetkan akan bertemu dengan belahan jiwa yang mereka sebut jodoh pada usia 25. Berangan akan menikah di tahun ke 27. Entah elemen apa dan darimana berasal yang menggerakkan hasrat untuk menumpahkan apa yang ingin diekspresikan dalam alunan tinta lagi.

Pagi itu, gerimis membangunkan mimpi nya. Termangun dalam 5 menit lamunan yang memanjakan. Keinginan yang tak pernah terpenuhi untuk terus terjaga dalam mimpi. Karena, ia selalu gagal dalam bangun kesiangan. Sapalah kirana, gadis yang memutuskan pergi meninggalkan tanah kelahiran untuk mencari tujuan, tujuan yang tak tahu dititik mana, Merantau dikota orang.

Sungguh istirahatlah yang mestinya dilakukan ketika waktu luang menjadi utuh akannya. Namun, letukan gerimis membuat telinga bising. Mengganggu tidur nyenyak. Tarian pena mengalun begitu saja, mengitu irama dentuman hujan di lantai koridor kamarnya.

Hujan dan gerimis, 2 debit berbeda dengan unsur dan tujuan sama, mengejek bersama tarian mereka yang menjemukan, membuka ingatan yang begitu pilu akan kenyataan.

Perihal jodoh. . .

Kemarin, 21 Februari 2018 sepenggal pesan instan menampakan tubuhnya berisi perbincangan singkat dan ringan antara aku dan dia. Anganku berlebihan atau kekhawatiran yang tak mampu tertahan.

” Bila nanti aku tak dapat menjumpaimu lagi, lantas seperti apa jadinya diriku…? ”

Ditunggunya balasan pesan Kirana untuk dia yang berstatus online, menatap layar handphone yang mematung “D”. Sesekali kirana mencicil memejamkan matanya untuk mengobati kantuk. Kembali ditatapnya layar handphone nya, masih berlangsung sama. 20 menit terlewati sekilas “sedang menulis pesan….”

Sudah kutebak pasti akan terketik guyonan sederhana ketika aku membuka pembahasan yang menyeret hati dan perasaan. Hal yang sangat awam tuk dipertanyakan diantara aku dan kamu. (batin kirana berharap cemas menunggu balasan)

“Berarti kita tidak berjodoh. Bukankah jodoh pasti bertemu” jawabmu didampingi backsound lagu afgan jodoh pasti bertemu.

Lagi – lagi imajinasi kirana bekerja dalam momentum panas dingin itu. Setengah mengantuk dan enggan membalas dengan bahasan lebih dalam…

Hal. 1

Jodoh

https://www.instagram.com/p/BWXbMYMgwDJ/

“Jika kamu tidak keberatan, aku hanya ingin seperti ini. Mencintaimu, selamanya. Warna angin yang indah. Mengingatkan padamu yang lebih dulu singgah. Karena hanya dapat kurasakan tanpa pernah aku sentuh, serupamu. Angin. Kau akan kesulitan ketika harus bernapas dengan hanya menggunakan satu lubang hidung saja. Kiri atau kanan. Begitupun kita. Mari bersama. Semoga ridho dari-Nya membersamai kita.”
••••
(Dalam Buku “Menuju Baik itu Baik.”)

Benarkah Kamu ?

Sejenak terselip sebuah rasa

Rasaku atasmu ini benar adanya
Sesaat terbesit sebuah kata

“Aku ingin bersamamu atas ridho-Nya”
Lalu, munculah sebuah tanya
Benarkah kau orangnya?

Yang selalu ku pinta dalam setiap doa?
Benarkah kau orangnya?

Yang akan menuntunku menuju surga-Nya?
Jika iya, kapankah waktu itu tiba?

Waktu dimana aku dan kamu menjadi kita dalam rumah tangga
Jika tidak, kapankah rasa ini sirna?

agar aku tak menaruh harap yang lebih dengan rasa yang ada
Aku takut jika rasa ini tetap berbunga

Sedangkan di Lauhul Mahfudz-Nya tak tertera nama kita
Aku tak sanggup jika rasa ini ku pelihara

Sedangkan kita tak ditakdirkan untuk bersama
Semua adalah ketentuan-Nya

Aku hanya bisa berusaha dalam doa

simbiosis

Banyak hal di alam ini

yang tak mampu bisa

semua penghuninya terima . . .

Banyak pula hal-hal yang

terkadang tak mampu dijelaskan

dengan logika ataupun hukum-hukum

yang sudah ada . . .

Hakikatnya alam ini adalah keterikatan . . .

Secara syariah maupun harfiah 

Alam Semesta dengan segala isinya

adalah ikatan nyata dari Sang Pencipta

Janganlah Mengeluh . . .

Janganlah menuntut . . .

Semua terjadi atas dasar takaran yang sesuai

Jangan kau lebih-lebih kan

atau kau kurang – kurangkan

Hambarlah nanti yang nyata

Apapun . . .

Qadarullah hari ini & juga kemarin 

Ikhlaskan . . .

Kemanapun, 

Takdirullah akan membawamu

Optimislah . . .

Tabahkan . . . Sabarkan . . .yakinkan . . .

Tiada Doa & Usaha yang sia – sia

Semua hanya perihal waktu

Waktu untuk berproses 

Nikmati ,

Tuhan menginginkan Ikhtiarmu

Kencangkan Keimanan

Luruskan Tujuan

Ringankan Tangan

Tanpa Mengharap Imbalan 

– cis / 17.06.2017 –

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai