Api dan Asap

MasyaAllah, Allah ingatkan lagi hikmah pagi ini… Tiba-tiba beliau telepon sambil sesenggukan, “Bagja aa mah tiasa ngalereskeun mamah, teu siga papah…” tangisnya pecah. Ada sebab beliau begitu, tak ada asap kalau tak ada api. Smoga sebuah penyesalan mendalam yang menjadi hikmah bagi siapapun yang tau ceritanya. Bahwa memaafkan itu mudah, tapi melupakan itu begitu sulit. Meskipun roda kehidupan terus berputar, tapi hidup bersama dengan trauma itu berat, berat sekali. Alhamdulillah, Allah yang mudahkan.

Mah, kira-kira butuh healing gak?

Mah, kira-kira qt bisa bantu menyembuhkan trauma mamah gak? Biar mamah bisa legowo, mengizinkan papah berbakti, sungguh bukan salah mamah, pasti berat kan ya mah?

Pah, sudah cukup menyesal gak? Sakit kan pah? Iya lah, tapi apa yang bisa qt bantu?

Ya Allah smoga engkau lapangkan dada keduanya, beri kelapangan dan rasa tenang ya Allah dalam hati kami. Aamiin yaa Rabb.

Monolog

Alhamdulillah udah Maret, padahal pas Januari kemarin, berniat nulis konsisten minimal satu postingan setiap bulan, dan ternyata tak seringan dulu ya nulisnya. What happened with me? Beberapa pekan pikiran cukup disibukan dengan urusan domestik yang ternyata meningkatkan efek kebaperan yang ga seharusnya terjadi dan terjadi lagi. Udah bukan waktunya baper lihat circle pertemanan yang banyak!!! Percaya aja makin lama circle pertemanan semakin mengerucut, makin tau mana yang benar-benar mampu bertahan, ‘selalu hadir’ meskipun tak selalu bersentuhan secara fisik atau yang punya kemiripan urusan.

Pas lagi pikiran lagi penuh, otomatis harus ada yang dikeluarkan, biar ga sesak. Hey kamu, the one and only who i can tell everything… nyatanya, tetap ada yang tak berani aku ceritakan. Berusaha berkali-kali bilang sama diri sendiri “jangan terlalu cemas berlebihan! apalagi overthingking” . Segera sadar, klo apa yang dipikirkan tak selalu terjadi, bisa saja hanya sebatas pikiran. Segera sadar, sepenuhnya diri manusia itu ada di tangan pemilik skenario, berat/ringan yang ia rasa, Allah yang lebih tau batas kemampuannya.

Just let it flow, slowly, but move faster…

Ada banyak urusan yang harus segera kamu urai benangnya, jangan dibiarkan, klo ga mau makin kusut. Tentukan prioritasmu, mungkin kamu lupa, seperti apa dirimu di masa lalu? Jelas, kamu yang saat ini sudah banyak berubah. Thanks Allah, aku pernah bisa menuliskan apapun yang kurasa, maka saat ini aku baca ulang, sekedar untuk menemukan diriku yang lalu untuk lebih baik.

Bercerita

Bismillah, smoga lebih lebih banyak cerita baik yaa… Meskipun masih banyak cerita yang di skip di tahun-tahun lalu, dan masih belum punya keberanian untuk bercerita. Padahal bisa jadi akan melegakan jika dituliskan.

Tumben mampir, setelah sekian lama?

Tiba-tiba aja baca postingan di 30 hari bercerita yang nyari ide dari postingan blognya yang dulu. Trus mampir buka dan baca-baca lagi. Alhamdulillah punya cerita yang baik, kalaupun ada cerita yang kurang menyenangkan, anggap aja bumbu, anggap aja pelajaran mahal yang berhasil dilalui tanpa harus ikut diklat karena ga diajarkan di sekolah.

Kalau dulu punya peta dalam jangka waktu sekian tahun, harusnya saat ini pun punya, tapi entahlah peristiwa kurang menyenangkan kala itu cukup membuat takut berharap. Alhamdulillah sudah terlewati memang, tapi belum bisa lupa. Baik, kita mulai pelan-pelan…

School From Home

Dulu sekali, saat kuliah pernah tertarik sama home schooling, tapi qadarullah keadaan membuatnya tak memungkinkan. Sebagai ibu yang bekerja di luar rumah, nyatanya itu memang berat, harus berbagi waktu, harus punya manajemen waktu yang baik. Sementara apa kabar diri? Mulailah anak-anak beranjak sekolah, tak ada lagi pilihan home schooling, anak-anak berangkat sekolah, dari mulai yang lokasinya dekat rumah, sampai si kaka anak pertama memilih sekolah di sekolah pilihannya (kaka memang sejak TK pilih-pilih sendiri sekolahnya), berlanjut masuk Sekolah Dasar pun kaka bulat memilih di lingkungan sekolah yang sama. Adek pun sejak awal selalu bilang mau di sekolah yang sama. Alhamdulillah, rizq minaLLah, mereka berdua bisa sekolah di sekolah yang sama, sekolah yang bi’ah nya baik, sholeh, unggul dan beradab, aamiin. Dan tidak lagi terpikir untuk home schooling

Saat ini, tiba-tiba mendadak semua orang tua zaman now dihadapkan pada satu pilihan “sekolah daring” yang mirip sama home schooling.

Tentang Jurnal

Pernah ingin dan selalu ingin produktif menulis jurnal penelitian atau jurnal yang bermanfaat gitu, tapi sampai saat itu masih cuma sampai di ingin. Jadi mau kapan mulai nulisnya? Entah. Kalau udah kepikiran ini, baru bisa doá aja, smoga manajemen waktu diri ini semakin baik. Astaghfirullah… Kemaren sempet pengen nulis novel, pengen nulis cerpen, cerbung dan nulis nulis nulis. Hey kamu, percaya kan kalau aku masih sangat ingin menulis?

Zaman Now

Hey blog? How are u today? Jelas fine, bisa jadi malah aku yang sedang tidak baik-baik saja butuh temen curhat, tapi cuma mau di iya-in, cuma butuh tempat cerita aja. Pasti kamu nanya kan, kemana aja? Lha koq tumben datang menyapa? Berawal dari hasil jalan-jalan di intagram, nemu selebrgam yang ternyata membernya Komunitas Emak-emak Bloger. Ya Allah, tiba-tiba rasa ini langsung meluncur ke mesin waktu beberapa tahun yang lalu, saat pertama kalinya nge-blog. Lalu? Tiba-tiba aja inget kamu dan sepertinya cuma kamu yang bisa (ehm… ) jadi tempat mengurai cerita, mengejanya satu persatu. Terimakasih telah hadir di masa lalu hingga kini, dan ternyata tetap setia.

Meskipun di zaman now, ada banyak pilihan sandaran tempat bercerita, aku yang begini adanya tetap saja memilihmu. Sebelum mulai nulis lagi, tadi sempet jalan-jalan naik mesin waktu, mengikuti jejak digital. Sudah seberapa jauh melangkah? Sudah seberapa teguh wahai iman? Masihkah istiqomah seperti di masa lalu? Hey, kamu fix buatku melow hingga memutuskan meninggalkan jejak digital lagi di blog ini. Coba kamu itu orang, pasti kupeluk erat, erat banget sambil bisik-bisik, “aku kangen kamu.”

Sudah-sudah kangen-kangenannya. Time flies, mungkin kalau rutin ngeBlog sejak dulu, mungkin udah join KEB (Komunitas Emak-Emak Bloger), kebayang seru gak? Berasa belum berkualitas dan belum bisa manage waktu dengan baik. Mungkin belum optimal ya, waktu padahal udah full juga, kerja, ngajar di kampus, nemenin main di rumah, ngajarin belajar juga (meskipun tak selalu mulus) , plus kegiatan rumah tangga lainnya (di awal nulis blog sepertinya ini salah satu cita-cita besar, MasyaAllah berasa diingatkan banget sama kamu). Alhamdulillah …

Zaman now ini tantangan seorang ibu itu luar biasa, tapi tantangan anak- anak pun juga berat lho. MasyaAllah, masing-masing harus punya stok sabar yang luar biasa. Bismillah aja, smoga Allah mudahkan. Zaman now, anak-anak sangat familiar dengan gadget, dengan aplikasi-aplikasi, game bahkan jadi sarana menggapai cita-cita. Warbiasa…

Zaman now, tetaplah bertahan, kuatkan aqidah & keimanan, tambah terus ilmu lalu amalkan… Smoga slalu mendapat Rahmat Allah, aamiin.

Tentang Syukur

Pernah merasa punya banyak teman? Lalu suatu kali merasa kesepian? Tentu saja. Ada suatu waktu semuanya itu maya. Bukan, bukan maya, tapi semuanya nyata di hati dan dalam doá. Coba cek lagi, jangan-jangan ada yang salah dengan rasa syukur, cek lagi jangan-jangan ada yang salah dengan niat, cek lagi jangan-jangan ada yang salah dengan diri kita.

Salah satu rahmat Allah itu, ketika kita didekatkan dengan orang-orang baik, yang selalu mengingatkan kebaikan dan berbuat baik. Coba eja nikmat Allah sejak bangun tadi pagi, sempat sholat malam, sempat qobliyah shubuh, shubuh di awal waktu, mengerjakan pekerjaan kantor, mengerjakan pekerjaan rumah, ah iya ada rumah tinggal (ketika ada banyak yang masih belum punya rumah, masih kesulitan dana, meskipun untuk meminjam), anak-anak bangun dengan senyuman, punya waktu memasak (di kota hectic sana ketika para ibu berburu waktu, lalu kamu masih sempat rutinitas pagi…), kantor kondusif, masih bisa santuy sholat dhuha, tilawah, kerjaan santai, masih bisa nonton yutub, ngupdate blog, jajan cemilan sederhana murah meriah lima ribu rupiah, tapi kenyang, minum teh hangat, menikmati waktu luang di sela-sela pekerjaan… Maka nikmat Allah mana lagi yang akan kau dustakan? Hanya karena tiba-tiba ada cerita yang mungkin buatmu kecewa? Tentu tak sebanding. Allahu…

Pikirkan lagi ketika, jauh di belahan Palestina, tak bisa seperti kita… Astaghfirullah… Smoga Allah jaga dan kuatkan mereka di bumi Palestina. aamiin.

Nikmat

Orang tua

Anak-anak

Adik-Kakak

Keluarga Besar

Sahabat

Ilmu

Lingkungan yang baik

Kesempatan

Waktu luang

“dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl : 18)

Tentang Mimpi

Seberapa sibuk kah? Hingga kita lupa akan mimpi-mimpi yang pernah kita bangun…

Sudah sekuat apa kita langitkan do’a? Sudah segigih apa kita mengusahakan untuk mencapainya?

Saatnya, mengingat kembali mimpi-mimpi itu, dan mulai merajutnya lagi. Sekedar mengingatkan diri bahwa orang dewasa juga punya mimpi.

Smoga Allah, kabulkan, aamiin.

Bukti

Sekuat apapun aku menepis keraguan, sekuat itu pula aku berusaha mengumpulkan bukti-bukti. Satu persatu bukti itu begitu saja muncul ke permukaan… Bahkan bukti yang tak ingin ku tau sekalipun.

“siapa wanita paruh baya itu?”

Ia mampir begitu saja tanpa permisi tanpa mengetuk pintu, tiba-tiba saja duduk dan menikmati kopi di teras rumah kami, sesekali ikut sok sibuk di dapur kami yang sederhana. Lihat saja besok kuusir dia, pergi jauh-jauh dari rumahku…

Neng, bisa ketemu?”

Rasanya ingin ku maki saat itu juga, tapi mereka bilang, “kita main cantik, ya…” Sambil menggenggam tanganku erat.

“Kami percaya padamu…”

Sore itu, menjadi salah satu sore terburuk di hidupku, tapi mungkin pertemuan itu yang terbaik menurut Allah… Mimpi apa aku? bertemu dia? Bisa-bisanya ia bersikap manis dibalik semua kejahatannya. Bisa-bisanya ia anggap yang ia lakukan itu benar, “apa salah kalau saya jatuh cinta?”

Salah. Sangat salah. Salah.

“Ceria, bisa bantu ibu? Bantu temukan kesalahan ibu? Ceria pasti paham.”

Sejak kapan ia berhak memanggil dirinya ibu? Siapa dia? Rabb… Kenapa ia tiba-tiba harus mampir di hidupku? Kenapa? Apa maksud semuanya???

Mendung, gerimis… Membuat sore itu semakin sendu.

“Kamu baik-baik aja, ce?”

“tidak, buruk… “

Setelahnya, benang itu semakin kusut, entah dari mana harus mulai mengurainya. Rabb, mudahkan urusanku…