Final Detail of DeVeX Application

Manual Aplikasi

1.Inputkan alamat Tujuan pada Tujuan Anda

2.Tekan tombol Sorting untuk melihat urutan tujuan dari alamat baranng yang ada.

3.Tekan tombol tampilkan peta untuk melihat rute tercepat

4.Lalu tekan tombol Angkut

NB: Untuk melihat banyaknya kapasitas barang tiap tujuan klik tampilkan

inputOutput Peta … continue reading this entry.

Aplikasi Bisa di Download Disni!

Oke temen-temen sekarang aplikasi yang kami buat bisa di download.

Disini

have fun;)

4’rd Detail of DeVex Application

Peudocode algoritma beserta penjelasannya

1.Algoritma Djikstra

Dalam graf berbobot, kita sering kali ingin mencari sebuah lintasan terpendek (yakni, sebuah lintasan yang mempunyai panjang minimum) antara dua verteks yang diketahui. Untuk graf berbobot tersambung, teknik pencarian lintasan terpendek diberikan oleh Algoritma Dijkstra. Algoritma Dijkstra melibatkan pemasangan label pada verteks.

Algoritma Dijkstra, dinamai menurut penemunya, Edsger Dijkstra, adalah sebuah algoritma rakus (greedy algorithm) dalam memecahkan permasalahan jarak terpendek (shortest path problem) untuk sebuah graf berarah (directed graph) dengan bobot-bobot sisi (edge weights) yang bernilai tak-negatif.

Kita misalkan L(v) menyatakan label dari verteks v. Pada setiap pembahasan, beberapa verteks mempunyai label sementara dan yang lain mempunyai label tetap. Kita misalkan T menyatakan himpunan verteks yang mempunyai label sementara. Dalam menggambarkan algoritma tersebut, kita akan melingkari verteks-verteks yang mempunyai label tetap. Selanjutnya akan kita tunjukkan bahwa jika L(v) adalah label tetap dari verteks v, maka L(v) merupakan panjang lintasan terpendek dari a ke v. Sebelumnya semua verteks mempunyai label sementara. Setiap iterasi dari algoritma tersebut mengubah status satu label dari sementara ke tetap; sehingga kita dapat mengakhiri algoritma tersebut jika z menerima sebuah label tetap. Pada bagian ini L(z) merupakan panjang lintasan terpendek dari a ke z

Algoritma ini mencari panjang lintasan terpendek dari verteks a ke z dalam sebuah graf berbobot tersambung. Bobot dari rusuk (i,j) adalah w(i,j)>0 dan label verteks x adalah L(x). Hasilnya, L(z) merupakan panjang lintasan terpendek dari a ke z.

Masukan : Sebuah graf berbobot tersambung dengan bobot positif. Verteks a sampai z.

Keluaran : L(z), panjang lintasan terpendek dari a ke z.

1. procedure dijkstra (w,a,z,L)

2. L(a) := 0

3. for semua verteks x a do

4. L(x) :=

5. T := himpunan semua verteks

6. // T adalah himpunan verteks yang panjang terpendeknya dari a belum ditemukan

7. while zT do

8. begin

9. pilih vT dengan minimum L(v)

10. T:=T-{v}

11. for setiap x T di samping v do

12. L(x):=min{L(x), L(v)+w(v,x)}

13. end

14. end dijkstra

Contoh

Carilah panjang lintasan terpendek dari verteks a ke z dalam graf berbobot tersambung berikut.

a

b

c

d

e

f

g

z

2

1

2

3

4

2

4

5

3

7

1

6

Penyelesaian :

Kita akan menerapkan Algoritma Dijkstra. Hasil pelaksanaan baris 2-4 dari Algoritma 10.1 adalah L(a) = 0, L(b) = L(c) = L(d) = L(e) = L(f) = L(g) = L(z) = . Pada baris 7, z tidak dilingkari. Kita lanjutkan ke baris 9, di mana kita memilih verteks a, verteks tak dilingkari dengan label terkecil, dan melingkarinya. Pada baris 11 dan 12 kita perbarui setiap verteks tak terlinkari, b dan f, yang berdekatan dengan a. Kita dapatlkan label-label baru

L(b) = min{, 0+2} = 2, L(f) = min{, 0+1} = 1.

Sampai pada bagian ini, kita kembali ke baris 7.

Karena z tak dilingkari, kita lanjutkan ke baris 9, di mana kita memilih verteks f, verteks tak dilingkari dengan label terkecil, dan melingkarinya. Pada baris 12 dan 13 kita perbarui setiap label dari verteks tak dilingkari, d dan g, yang berdekatan dengan f. Kita dapatkan label-label baru

L(d) = min{, 1+3} = 4, L(f) = min{, 1+5} = 6.

Sampai pada bagian ini, kita kembali ke baris 7. Demikian seterusnya dan pada akhir algoritma, z dilabeli 5, menyatakan panjang lintasan terpendek dari a ke z adalah 5. Sebuah lintasan terpendek diberikan oleh (a,b,c,z).

2.Algoritma BubleSort … continue reading this entry.

3’rd Detail of DeVeX Application

Asumsi aplikasi

1.Banyak barang diambil berdasarkan data random yang sudah disimpan.

2.Pengantar barang berjumlah 5 orang dengan spesifikasi setiap orang mengantar hanya pada satu tujuan.

3.Jarak kantor pengantar barang (pusat) ke alamat tujuan sudah diinisialisasi.

4.Jumlah tujuan barang sudah diinisialisasi sebanyak 5 buah.

5.Berat dan nilai tiap barang sudah diacak.

6.Barang yang sudah diklasifikasikan sesuai profit yang memiliki hasil yang optimal akan dikirimkan terlebih dahulu. Sedangkan barang yang tidak memiliki profit yang optimal akan dikirimkan akan dikirimkan dalam kloter berikutnya. … continue reading this entry.

2’nd Detail of DeVeX Application

Tampilan Aplikasi tampilanapp1

Output … continue reading this entry.

1’st Detail of DeVex Application V1

Konsep Aplikasi

DeVEx Application V1 yaitu sebuah aplikasi yang digunakan untuk mempermudah dalam melakukan pengiriman paket sebuah barang. Dalam aplikasi tersebut memberikan kemudahan bagi si pengantar barang untuk menemukan rute mana yang harus dilewati oleh si pengantar ini untuk mengirimkan barangnya hingga tujuan. Dalam aplikasi ini juga dilengkapi dengan sorting atau pengelompokkan alamat berdasarkan nama alamatnya agar si pengantar barang dapat dengan mudah untuk mengirimkan barang sesuai alamat. Jadi asumsi kami barang yang datang akan langsung dikirim ke tujuan yang sebelumnya sudah di sorting alamatnya. Dimana pengantar hanya melakukan sekali pengiriman. Apabila hanya ada paket barang dengan alamat tujuan jl. Darmo dan Ngagel, maka pengantar barang sebanayak 2 unit. Dalam aplikasi ini juga dilengkapi dengan system penjadwalan pengiriman barang dimana jika dalam perjalanan pengantaran barang terdapat paket yang datang lagi, maka paket yang baru datang akan melakukan antrian untuk menunggu hingga pengantar barang kembali. Lalu akan diantarkan kembali ke alamat tujuan. … continue reading this entry.

Final Project Algoritma Pemrogramman 2

Pertama saya akan memberi kilasan singkat tentang algoritma. Algoritma merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai.

Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan Al Khawārizmi (hidup sekitar aba … continue reading this entry.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai