sonistmik

Just another WordPress.com site

  • About
  • Berita
    • #146 (tanpa judul)
    • #151 (tanpa judul)
    • #165 (tanpa judul)
    • #168 (tanpa judul)
  • Tugas VB

Siapa Bilang Kedelai Impor Lebih Bergizi?

Posted by sonistmik on Juli 31, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar
Penulis : Sandro Gatra | Sabtu, 28 Juli 2012 | 11:27 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Buang jauh-jauh anggapan kedelai impor lebih bagus atau lebih bergizi dibanding kedelai produksi Indonesia. Pasalnya, hasil penelitian, kedelai lokal jauh lebih bergizi dan lebih menguntungkan bagi perajin tahu atau tempe.

Pengamat tempe dari Inggris, Jonathan Agranoff mengatakan, anggapan kedelai impor lebih baik dibanding lokal masih diyakini oleh perajin tahu, tempe, atau kecap di Indonesia. Anggapan itu muncul lantaran ukuran kedelai lokal lebih kecil serta tidak rata.

Akibatnya, kata Jonathan, 14 jenis kedelai dari berbagai daerah di Indonesia belum banyak dimanfaatkan. “Buang jauh-jauh anggapan itu. Kedelai lokal jauh lebih bagus, lebih enak dari impor,” kata Jhonathan saat diskusi Sindo Radio “Memble Tanpa Tempe” di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Jonathan mengatakan, hasil penelitiannya, membuat tempe dengan kedelai jenis gerobokan dan anjasmoro lebih enak dibanding memakai kedelai impor. Selain itu, lebih menguntungkan lantaran 1 kilogram kedelai jenis anjasmoro mampu menghasilkan tempe seberat 1,74 kilogram. Adapun kedelai impor hanya 1,59 kilogram.

Jonathan menambahkan, lantaran lebih senang menggunakan kedelai impor, perajin tahu dan tempe di Malang, Jawa Tengah, pernah kaget ketika mencicipi tempe buatannya yang menggunakan kedelai jenis anjasmoro.

“Perajin tempe tanya saya, ini kedelai dari mana? Dari luar yah? Saya jawab, ohh bukan, ini dari daerah Jawa Tengah. Mereka bilang ini kok enak sekali, air cucian juga jernih. Mereka langsung minum dari air rendamannya. Padahal kedelai impor airnya kotor, hitam, harus dicuci lima kali. Itu karena kedelai impor sudah disimpan di gudang di Amerika kadang-kadang sampai lima tahun,” kata dia.

“Kedelai itu baru dibuang kalau tidak dibeli. Itu buat pakan ternak atau dibuang ke pasar konsumsi terbesar di dunia, yaitu Indonesia. Pasar Indonesia terjamin khususnya di Jawa karena mau tak mau harus hidup dari tahu dan tempe karena tidak mampu beli makan steak,” tambah Jonathan.

Direktur INDEF Enny Sri Hartati mengatakan, masyarakat Indonesia terkadang terkesima dengan hampir semua produk impor, terutama komoditas pangan, lantaran hanya melihat tampilan luar dan harga murah tanpa mempertimbangkan kualitas. Padahal, kata dia, kedaulatan pangan adalah harga mati.

Pemerintah Barter Ikan dengan Beras Thailand

Posted by sonistmik on Juli 31, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar
Rabu, 25 Juli 2012 | 07:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah merancang barter ikan Indonesia dengan beras Thailand. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya menyeimbangkan neraca perdagangan yang saat ini masih defisit di pihak Indonesia.

”Masih dirancang (barter itu), belum pasti besarannya berapa karena masih terus dibahas,” kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, di Jakarta, Selasa (24/7/2012). Bayu juga belum memastikan kapan barter ikan dan beras itu dilaksanakan. ”Yang jelas, kita ingin meningkatkan perdagangan kita dengan Thailand, menyeimbangkan neraca perdagangan yang sekarang kita defisit,” kata Bayu.

Data terbaru Kementerian Perdagangan menunjukkan, total perdagangan Indonesia-Thailand pada periode Januari-Februari 2012 mencapai 2,89 miliar dollar AS. Total ekspor Indonesia mencapai 1,07 miliar dollar AS, sedangkan ekspor Thailand mencapai 1,81 miliar dollar AS. Dengan demikian, Indonesia masih defisit sekitar 700 juta dollar AS.

Secara terpisah, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengaku belum pernah diajak bicara oleh Kementerian Perdagangan terkait dengan tukar-menukar komoditas ikan asal Indonesia dengan beras dari Thailand.

Ia menambahkan, wacana tukar-menukar komoditas antara Indonesia dan Thailand bergulir tahun 2007. Akan tetapi, ketika itu Thailand tidak meminta produk ikan, tetapi meminta wilayah konsesi penangkapan ikan di wilayah Indonesia.

”Bentuk kerja sama perdagangan masih seperti yang dulu, yakni wilayah konsesi menangkap ikan di Indonesia ditukar dengan beras Thailand, maka kami jelas menolak,” kata Cicip.

Ia menambahkan, Thailand selama ini ditengarai mencuri ikan dari Indonesia. Saat ini masih ada persoalan bilateral di antara kedua negara terkait dengan perikanan yang mendesak untuk diselesaikan. Pertama, Thailand wajib memulangkan sendiri awak kapal ikan yang tertangkap mencuri ikan di Indonesia. Kedua, Pemerintah Thailand perlu berkomitmen serius menolak segala jenis ikan yang masuk ke negara mereka tanpa memiliki sertifikat asal-usul karena berpotensi merupakan hasil curian.

Terkait dengan stok pangan, termasuk beras, kemarin Menteri Pertanian Suswono memimpin rapat pleno pemerintah dan dunia usaha membahas kondisi pasokan dan harga pangan menjelang hari besar keagamaan nasional 2012.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan memaparkan, bahan pangan selama bulan puasa dan menjelang Lebaran dipastikan aman. Harga pangan juga cenderung turun dibandingkan saat menjelang bulan puasa. Masyarakat diminta tak khawatir.

Rusman mengatakan, komoditas beras tidak ada masalah. Harga tidak berfluktuasi karena pasokan masih cukup kuat mengingat Lebaran berlangsung di tengah panen musim gadu.

Pasokan beras ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, masih di atas 2.000 ton per hari. ”Ini indikasi pasokan beras secara nasional bagus. Masyarakat tidak usah khawatir,” katanya.

Kedelai Hitam Terbaik Dunia Ada di Indonesia

Posted by sonistmik on Juli 31, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar
| Kamis, 26 Juli 2012 | 21:32 WIB
shutterstock

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi berpandangan bahwa pengembangan budidaya kedelai hitam sebagai bahan pembuatan kecap lebih mungkin untuk dilakukan. Apalagi, menurut dia, kedelai hitam Indonesia salah satu yang terbaik di dunia.

“Sebenarnya, menurut saya, yang bisa kita lakukan mencoba mengembangkan sesuai dengan keunggulan. Indonesia itu ternyata negara terbaik atau kita menghasilkan kedelai hitam, salah satu yang terbaik di dunia,” sebut Bayu, di Jakarta, Kamis (26/7/2012).

Bayu menjelaskan, Indonesia sulit untuk meningkatkan produksi kedelai untuk bahan baku pembuatan tahu-tempe karena beberapa hal, yaitu, kedelai adalah tanaman subtropis dan lahan untuk menanam kedelai harus bersaing dengan jagung dan tebu. Angka produksi pun terus turun.

“Sayangnya, tahun lalu produksi turun 6 persen, tahun ini sekitar 8 persen,” sambung dia.

Sebagai sebuah solusi, ia lantas menawarkan opsi untuk mengembangkan komoditas yang lebih mempunyai keunggulan. Itu adalah kedelai hitam. Kedelai ini adalah bahan baku untuk membuat kecap. Spesialisasi di budidaya kedelai hitam dinilai lebih baik ketimbang kedelai untuk bahan baku pembuatan tempe-tahu.

“Saya kira ini pilihan yang harus kita lakukan,” tandas dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tahun 2011, produksi kedelai lokal hanya 851.286 ton atau 29 persen dari total kebutuhan. Karena itu, Indonesia harus mengimpor kedelai 2.087.986 ton untuk memenuhi 71 persen kebutuhan kedelai dalam negeri.

Pada tahun 2012, total kebutuhan kedelai nasional 2,2 juta ton. Jumlah tersebut akan diserap untuk pangan atau perajin 83,7 persen, industri kecap, tauco, dan lainnya 14,7 persen, benih  1,2 persen, dan untuk pakan 0,4 persen.

Karena anomali cuaca yang melanda Amerika Serikat dan Amerika Selatan, pasokan kedelai pun turun dan harganya melonjak. Harga kedelai internasional pada minggu ke-3 Juli 2012 mencapai 622 dollar AS per ton atau Rp 8.345 per kilogram untuk harga paritas impornya di dalam negeri.

Harga ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga tertinggi pada tahun 2011, yaitu bulan Februari sekitar 513 dollar AS per ton atau harga paritas impornya di dalam negeri sekitar Rp 6.536 per kilogram.

Padahal, impor kedelai terbesar Indonesia berasal dari Amerika Serikat dengan jumlah 1.847.900 ton pada tahun 2011. Menyusul impor dari Malaysia 120.074 ton, Argentina 73.037 ton, Uruguay 16.825 ton, dan Brasil 13.550 ton.

Hingga saat ini, AS merupakan produsen terbesar kedelai di dunia, di mana kedelai AS diserap oleh China sebanyak 61,5 persen, Meksiko 8,74 persen, Jepang 5,24 persen, dan Indonesia 5,11 persen.

DPR menyebutkan Rancangan Undang-Undang Organisasi Masyarakat tak dibuat untuk merepresi masyarakat.

Posted by sonistmik on Juli 31, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar
Selasa, 31 Juli 2012 | 09:31 WIB

Ketua Panitia Khusus RUU Ormas, Abdul Malik Haramain, memahami kekhawatiran dan juga penolakan elemen masyarakat sipil terhadap RUU tersebut.

 

“Ada beberapa yang menolak, karena takut represif. Saya sudah berkali-kali, baik formal maupun informal, berkomunikasi dengan mereka. Saya sampaikan bahwa RUU ini tidak akan represif,” cerita Malik, Senin (30/7/2012) malam.

“Teman-teman agak trauma dengan terminologi ormas yang dipakai Orde Baru.”

 

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut, beberapa usul elemen masyarakat sipil sudah dimasukkan dalam klausul RUU. Misalnya soal pendaftaran ormas. Lembaga yang sudah berbadan hukum, baik yayasan maupun perkumpulan, tidak perlu lagi memproses untuk mendapatkan surat keterangan terdaftar (SKT).

Sebaliknya, ormas yang tidak berbadan hukum harus mendaftar untuk mendapat SKT. Menurut Malik, hal itu sekadar untuk pendataan dan untuk kepentingan mengakses APBN/APBD. “Itu sudah kita putus,” kata Malik.

 

Seperti diberitakan, organisasi nonpemerintah yang tergabung dalam Koalisi Kebebasan Berserikat dan Berekspresi menilai bahwa RUU Ormas yang kini dibahas di DPR, berpotensi menjadi alat represi pada kebebasan berserikat dan berkumpul di Indonesia. Mereka meminta DPR menolak RUU yang diajukan pemerintah tersebut.

Aspirasi mereka sudah disampaikan kepada pimpinan DPR, Presiden, dan para menteri terkait.

DPR menyebutkan Rancangan Undang-Undang Organisasi Masyarakat tak dibuat untuk merepresi masyarakat.

Posted by sonistmik on Juli 31, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar
Selasa, 31 Juli 2012 | 09:31 WIB

Ketua Panitia Khusus RUU Ormas, Abdul Malik Haramain, memahami kekhawatiran dan juga penolakan elemen masyarakat sipil terhadap RUU tersebut.

 

“Ada beberapa yang menolak, karena takut represif. Saya sudah berkali-kali, baik formal maupun informal, berkomunikasi dengan mereka. Saya sampaikan bahwa RUU ini tidak akan represif,” cerita Malik, Senin (30/7/2012) malam.

“Teman-teman agak trauma dengan terminologi ormas yang dipakai Orde Baru.”

 

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut, beberapa usul elemen masyarakat sipil sudah dimasukkan dalam klausul RUU. Misalnya soal pendaftaran ormas. Lembaga yang sudah berbadan hukum, baik yayasan maupun perkumpulan, tidak perlu lagi memproses untuk mendapatkan surat keterangan terdaftar (SKT).

Sebaliknya, ormas yang tidak berbadan hukum harus mendaftar untuk mendapat SKT. Menurut Malik, hal itu sekadar untuk pendataan dan untuk kepentingan mengakses APBN/APBD. “Itu sudah kita putus,” kata Malik.

 

Seperti diberitakan, organisasi nonpemerintah yang tergabung dalam Koalisi Kebebasan Berserikat dan Berekspresi menilai bahwa RUU Ormas yang kini dibahas di DPR, berpotensi menjadi alat represi pada kebebasan berserikat dan berkumpul di Indonesia. Mereka meminta DPR menolak RUU yang diajukan pemerintah tersebut.

Aspirasi mereka sudah disampaikan kepada pimpinan DPR, Presiden, dan para menteri terkait.

Lagi, 2 LSM Gugat Hakim Rp 400 M Soal Sidang Loeana di Atas Ranjang

Posted by sonistmik on Juli 26, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar

 

Kamis, 26/07/2012 15:06 WIB

Denpasar Loeana Kanginnadhi (77) yang disidang di ranjang perawatan mendapat simpati dari berbagai pihak. Dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggugat hakim yang menangani kasus tersebut Rp 400 miliar.

Dua LSM itu adalah Lembaga Konsultasi dan Mediasi Masyarakat Malang Indonesia dan Forum Komunikasi Ummat Sapoe Djagad Indonesia. MAsing-masing menggugat Rp 200 milyar.

“Perlakuan terhadap terdakwa (Loeana) itu melanggar undang-undang hak azasi manusia,” kata Ketua Umum Lembaga Konsultasi dan Mediasi Masyarakat Malang Indonesia, Agus Salim Ghozaly di PN Denpasar, Jl Sudirman, Kamis (26/7/2012).

Dasar gugatannya adalah Undang Undang No. 39 Tahun 1999 pasal 33 ayat 1 yang menyatakan setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan tak manusiawi.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi Ummat Sapoe Djagad Indonesia, Sukarja Alima mengatakan menggugat hakim atas dasar kemanusian.

Sebelumnya, LSM Amanah Mulya telah menggugat hakim senilai Rp 100 juta.

Para LSM ini menggugat tiga majelis hakim, yang dipimpin John Tony Hutaruk. Hakim ini memimpin persidangan saat terdakwa Loeana terbaring di atas ranjang perawatan. Loeana menjadi pesakitan atas kasus dugaan penipuan dalam transaksi jual beli tanah.

Atap SD di Kompleks Elit di Medan Ambruk

Posted by sonistmik on Juli 26, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar
Kamis, 26/07/2012 15:42 WIB
khairul ikhwan/detikcom

Medan Tanpa diketahui penyebabnya, tiba-tiba atap bangunan satu sekolah dasar ambruk di Medan, Kamis (26/7/2012). Tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Atap yang rubuh itu berada di lantai dua SD Islam Terpadu Al Musabbihin, yang berada di Blok C, Komplek Setia Budi Indah, salah satu kompleks elit di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Bagian atap yang ambruk itu yang berada di kelas 4A dan 4B. Pecahan gipsum terlihat berserakan di lantai.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, atap bangunan dari rangka baja ringan itu ambruk sekitar pukul 12.00 WIB. Saat kejadian siswa-siswa sedang tidak berada di lokasi.

“Sudah jam pulang, jadi tidak sedang belajar. Tapi ada sekitar 10 anak yang sedang ada di lantai 2, langsung disuruh turun,” kata Azis salah seorang siswa sekolah tersebut.

Dugaan sementara, rangka baja itu melengkung karena tidak kuat menahan beban genteng. Cuaca panas juga ditengarai andil menjadi pemicu ambruknya atap tersebut.

Saat ini sekolah sudah ditutup. Baik sekuriti maupun polisi dari Polsek Medan Sunggal masih berada di lokasi.

Pemimpin Kelompok Teroris di Cirebon Divonis 5 Tahun Penjara

Posted by sonistmik on Juli 26, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar

Jakarta Yadi Supriadi yang menjadi terdakwa kasus bom di Masjid Ad-Dzikra Mapolres Cirebon divonis 5 tahun penjara. Dia dinilai terbukti melakukan tindak pidana terkait terorisme.

“Mengadili menyatakan terdakwa Yadi Supriadi secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan hukuman selama 5 tahun penjara dikurangi masa tahanan,” ujar Ketua Majelis Hakim Haswandi, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jl Letjen S Parman, Kamis (26/7/2012).

Hal yang memberatkan karena tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan terorisme. “Meresahkan masyarakat. Tidak mengakui terus terang. Tidak menyesali perbuatannya,” tambah Haswandi.

Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa sebelumnya belum pernah dihukum. Yadi terbukti melanggar pasal 15 juncto pasal 9 perpu 1 tahun 2002 UU 15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme.

Terkait vonis ini, pemimpin kelompok Ashabul Kahfi, tempat pelatihan pembuatan bom ini akan pikir-pikir dulu untuk melakukan langkah selanjutnya. “Kami akan pikir-pikir dulu,” kata Yadi.

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bambang Suharijadi juga memutuskan untuk pikir-pikir terkait vonis ini. Majelis hakim memberikan waktu satu minggu.

Selain pasal 15 jo pasal 9, Yadi didakwa dengan pasal 15 juncto pasal 7, pasal 13 huruf b dan pasal 13 huruf C Undang-undang nomor Prp 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Majelis hakim menilai pasal 15 jo pasal 9 yang cocok untuk kasus ini.

Yadi tampak menggunakan gamis putih serta baju tahanan berwarna oranye, serta menggunakan peci putih. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU selama 7 tahun.

Aksi pemboman terjadi di Masjid Adz-Dzikro, Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, pada 15 April 2011. Puluhan orang yang hendak menunaikan salat berjamaah, terluka. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut kecuali pelaku bom bunuh diri sendiri M Syarif.

Jemput Mobil Listrik, Dahlan Iskan Naik Kereta

Posted by sonistmik on Juli 17, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar
Jemput Mobil Listrik, Dahlan Iskan Naik Kereta
 Senin, 16 Juli 2012 | 08:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keinginan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan untuk menggunakan mobil listrik rupanya tak main-main. Kali ini, Dahlan menjemput sendiri mobil listrik tersebut ke Depok.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Dahlan Iskan tiba di Kementerian BUMN sekitar pukul 06.00 WIB. Biasanya, Dahlan langsung berolahraga di lapangan Monumen Nasional. Kurang lebih sejam, Dahlan pun mampir sebentar ke Kementerian BUMN, hanya untuk mengambil baju ganti. Namun, Dahlan tidak turun dari mobilnya, hanya meminta stafnya untuk mengambil baju ganti dari ruangannya.

“Saya tidak tahu apakah pak Dahlan tadi sempat mandi atau tidak, saya hanya diminta mengambil baju ganti dan langsung diantar ke mobil di lobi Kementerian BUMN,” kata petugas pengambil baju yang enggan disebut namanya tersebut kepada Kompas.com di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (16/7/2012).

Dengan buru-buru, Dahlan Iskan langsung menuju Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, untuk menuju ke Depok dengan kereta. Rencananya, mantan bos Jawa Pos Group ini akan menjemput mobil listrik itu di bengkel PT Sarimas Ahmadi Pratama, Jalan Jatimulya No 52, Kampung Sawah, Depok.

Sekadar catatan, mobil listrik milik Dahlan Iskan ini merupakan mobil buatan mantan karyawan PT Pindad (Persero), Dasep Ahmadi. Mobil berwarna hijau yang mirip Toyota Avanza itu mampu menempuh jarak 150 kilometer, atau setara rute Jakarta-Bandung. Baterai mobil ini bisa diisi ulang dengan listrik bertegangan 220 volt selama lima jam.

Berdasarkan jadwal dari Humas Kementerian BUMN, Dahlan Iskan hari ini akan menghadiri jambore kewirausahaan di Asrama Haji Pondok Gede dan jam 10 rapat di BPPT tentang sorgum. “Kabarnya dia akan mengendarai sendiri mobil listrik tersebut dari Depok menuju Jakarta,” kata anggota staf Humas Kementerian BUMN, Rudi Rusli.

Dasep Ahmadi dan timnya telah membuat dua jenis mobil listrik, yakni versi MPV dan sedan. Ia merakit mobil itu di bengkel PT Sarimas Ahmadi Pratama, Jalan Jatimulya No 52, Kampung Sawah, Depok.

Uji coba mobil listrik ini belum dapat dipastikan. Namun, ia memastikan MPV listrik ini akan dikembangkan oleh Kementerian BUMN. Mobil yang akan dikendarai ini berjenis MPV alias kendaraan penumpang multiguna.

Garuda Indonesia Maskapai Terbaik

Posted by sonistmik on Juli 17, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar
Garuda Indonesia Maskapai Terbaik
 Kamis, 12 Juli 2012 | 20:06 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menerima penghargaan sebagai maskapai regional terbaik sedunia, di sela-sela acara pameran kedirgantaraan Farnborough International Airshow, London, Inggris, Kamis (12/7/2012) siang waktu setempat.

 

LONDON, KOMPAS.com- Garuda Indonesia mendapat penghargaan sebagai maskapai terbaik di dunia untuk layanan penerbangan regional. Penghargaan diterima Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di sela acara pameran kedirgantaraan Farnborough International Airshow, di London, Inggris, Kamis (12/7/2012) siang waktu setempat atau Kamis malam WIB.

Wartawan Kompas Agus Mulyadi melaporkan dari London, penghargaan di bidang layanan penumpang itu diberikan oleh Edward Plaisted, CEO Skytrax, lembaga independen pembuat peringkat  penerbangan pesawat komersial yang berkedudukan di London.

Garuda menerima dua penghargaan yakni sebagai maskapai regional terbaik di Asia (best regional airline in Asia). Satu penghargaan lainnya adalah  sebagai maskapai terbaik tingkat regional sedunia (the world best regional).

Garuda sebagai yang terbaik di Asia mengalahkan maskapai dari regional China, Eropa, Amerika Selatan, dan Amerika Latin.

Navigasi pos

← Older Entries
  • Tulisan Terakhir

    • Siapa Bilang Kedelai Impor Lebih Bergizi?
    • Pemerintah Barter Ikan dengan Beras Thailand
    • Kedelai Hitam Terbaik Dunia Ada di Indonesia
    • DPR menyebutkan Rancangan Undang-Undang Organisasi Masyarakat tak dibuat untuk merepresi masyarakat.
    • DPR menyebutkan Rancangan Undang-Undang Organisasi Masyarakat tak dibuat untuk merepresi masyarakat.
  • Arsip

    • Juli 2012
    • Juni 2012
    • Maret 2012
    • Februari 2012
    • Januari 2012
    • Desember 2011
  • zwani.com myspace graphic comments
    free twitter backgrounds

  • zwani.com myspace graphic comments
    Thank You graphics

  • Kategori

    • Uncategorized
  • Meta

    • Buat akun
    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed Komentar
    • WordPress.com
  • free counters

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
sonistmik
Blog di WordPress.com. Tema: Parament.
Privasi & Cookie: Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan menggunakan situs web ini, Anda setuju dengan penggunaan mereka.
Untuk mengetahui lebih lanjut, termasuk cara mengontrol cookie, lihat di sini: Kebijakan Cookie
  • Berlangganan Langganan
    • sonistmik
    • Sudah punya akun WordPress.com? Login sekarang.
    • sonistmik
    • Berlangganan Langganan
    • Daftar
    • Masuk
    • Laporkan isi ini
    • Lihat situs dalam Pembaca
    • Kelola langganan
    • Ciutkan bilah ini
 

Memuat Komentar...
 

    Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
    Mulai