Apakah kau pernah merasa isi kepalamu sangat penuh hingga kau mengira tidak ada satu hal spesifik pun yang sedang kau pikirkan? ya, setiap hariku begitu.
KSA -2022
Aku mulai memikirkan bahwa terlalu banyak sinyal yang dilempar-tangkap oleh ribuan sel otak dalam kepalaku membuatku selama 29 tahun tidak pernah benar-benar merasakan tidur pulas. Aku selalu berpikir bahwa orang yang bisa langsung tertidur dalam hitungan detik sejak memejamkan mata adalah orang paling beruntung di dunia, mengapa? Karena setidaknya ia bisa sejenak memiliki injury time untuk mengambil jeda mengusap luka dari pedihnya dunia.
Tapi bukan berarti aku tidak pernah memiliki tidur paling bahagia, pernah. Selama kurang lebih 60 menit aku bersyukur pada Allah atas tidur terbaik dalam hidupku. Saat itu aku ingat seorang dokter menyampaikan bahwa cairan analgesik akan disuntikkan padaku untuk proses sedasi yang bahkan hingga kini kumaknai sebagai sebuah anugrah indah yang sempat mengalir dalam diri. Jika itu legal terjual bebas, aku pasti akan membeli dan mengkonsumsinya tiap hari. Demi bisa sebentar sembunyi dari hiruk pikuknya perjuangan diri. Setidaknya kini aku sedikit memahami mengapa banyak orang menjadi candu dan mencari cara bagaimana bisa hidup ‘bahagia’ darinya.
Namun, jika aku masih harus melewati 50 tahun lagi untuk menjalani tidur dari setiap malam-malam yang ada, dengan rela hati aku akan menerimanya sebagai bentuk waspada yang Allah beri. Menjalani dengan sejuta energi yang terus dicari meski harus selamanya berusaha mengenal diri.
📷: @onielmillsap