Catatan Akhir Tahun

image

Ceritanya mau ikutan postingan si  Ratika dan kawan-kawan yang lain sih, yang udah duluan nulis catatan singkat selama satu tahun ini. Saya pun tertarik untuk ikut menulis sebelum kalender mulai berganti esok hari.

Januari

Di mulai dari Januari yang merupakan bulan lahir ku. Dua hari pasca tanggal ulang tahun ku, aku yang sedang berjalan menuju keluar teras rumah tanpa sengaja memergoki beberapa orang teman ku yang sedang berembuk di halaman samping sambil membawa kue. Kemudian dengan nada santai aku pun menegur mereka bertiga”Kelen (kalian ) ngapain woy (guys)?”.

Mereka kaget, lalu tertawa, kemudian kesal dan mulai merepet (mengomel). Lalu salah satu teman yang paling tua pun meletakkan kue beserta lilin dan korek api tepat di hadapan ku, dia berkata “Naah, ko (kau) pasang sendiri lilinnya, terus ko embos (tiup), kami pulang”.

Aku cuma bisa tertawa geli melihat tingkah mereka dan terus berkata “Aku tekejot (terkejut) loh wee (woy/guys).. betol. Tekejut kali aku kelen datang”, tapi mereka tetap tak percaya, karena mereka tau aku berbohong. Wkwkwkwk

img1453117895433

Keesokannya pada saat upacara hari Senin di Sekolah, tiba-tiba saja seluruh guru yang berulang tahun di bulan Januari diperintahkan untuk maju ke depan lapangan. Paduan suara yang seharusnya menyayikan lagu wajib nasional kini malah berganti menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.

Sebuah kue ulang tahun pun kami tiup bersama, tak lupa kami juga diberikan kado. Sejak bulan itu, sekolah kami kini selalu mengadakan peringatan ulang tahun guru di setiap bulannya pada saat upacara hari senin.

img1453691194618

Februari

            Februari adalah puncak keenekan ku dengan sosok pemberi edelweiss. Entah kenapa tingkahnya semakin mengada-ada dan membuat muak. Akhirnya di bulan ini aku pun terbebas dari orang yang benar-benar salah pilih itu. Udah itu aja, ga ada yang spesial di Februari.

Maret

            Maret lalu aku janjian bertemu dengan seorang teman kuliah. Dulu kami sering dijuluki dengan istilah Suci atas dan Suci bawah. Suci atas adalah teman ku yang letak absennya di atas, sedangkan Suci bawah adalah aku.

Kami pun bertemu di salah satu mall di Medan, kemudian teman ku yang juga anak sosialita di sosmed pun mengajak untuk mengunjungi satu tempat yang lagi heboh di instagram. Sebuah komplek perumahan yang bernama Merci Barn di Johor. Tempat tersebut dianggap unik karena bangunannya yang menyerupai bangunan Eropa. Kami pun pergi ke tempat itu bersama abang becak dan juga becaknya. Si abang becak sangat setia menunggu kami yang sibuk berjalan dan berfoto.

April

            Pada saat saya dan ketiga teman sedang lembur di sekolah, salah seorang teman yang sudah meninggalkan Sekolah berhubung lulus menjadi PNS di Aceh pun datang dan menemani kami hingga kerjaan selesai. Aku masih ingat waktu itu bertepatan dengan ulang tahun salah seorang dari kami. Jadi pulang dari Sekolah kami pun menuju warung bakso, tetapi yang mentraktir bukan yang ulang tahun, malah teman yang sudah PNS tadi. Sekarang teman yang ultah pun sudah berhenti dari sekolah tersebut dan memilih beralih profesi sebagai pengusaha.

img_20160409_175129

Mei

Selain hari buruh, Mei juga bulannya Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional). Pada Hardiknas Tahun ini, pemerintah Kabupaten Langkat memberi perintah agar semua guru dan siswa mengenakan pakaian adat di sekolah.

Aku yang pagi itu tak tau akan mengenakan pakaian apa pun tiba-tiba mendapatkan ilham yang kemudian ku konfirmasi ke orangtua ku. “Mak, mana baju nikah mamak yang warna putih? Mbak pinjam lah”, kata ku. “Cariklah di lemari. Ntah muat ntah gak samamu, mamak dulu kan kecil”, kata mamak ku.

Akhirnya aku pun ke sekolah dengan mengenakan baju kebaya pernikahan mamak ku. Jadi seharian itu baik saat upacara dan pada saat belajar mengajar di kelas, kami semua tetap mengenakan pakaian adat, walaupun para siswa terus-terusan mengeluhkan gerah.

img_20160502_150729
Baju nikah mamak ku, deretan kedua dari kanan

….

Bulan Mei juga menjadi hari pernikahan seorang teman yang ku kenal di Grup BDSU (Backpacker Dunia Sumatera Utara). Resepsi pernikahan yang dilangsungkan di Medan pun membuat aku harus menginap di kosan seorang teman. Keesokannya kami menonton AADC2 yang pada saat itu lumayan booming. Beteweh, bulan ini juga awal aku berkenalan dengan HS.

Juni

            Pada bulan Juni kami mengadakan acara perpisahan murid kelas XII yang bertepatan dengan hari ulang tahun Ibu Kepala Sekolah. Beberapa hari kemudian, kami para guru muda melakukan perjalanan singkat ke dalam desa untuk mengeksplore tempat pemandian air panas dengan medan yang so far so extreme.

Ramadhan tahun ini juga jatuh di bulan Juni dan sekolah mengadakan kegiatan keagamaan selama satu minggu. Tak hanya untuk yang Muslim saja, tetapi yang Kristen, Budha dan Hindu juga ikut melaksanakan kegiatan keagamaan sesuai dengan agamanya masing-masing. Bedanya pada hari terakhir kami melaksanakan acara buka bersama di sekolah.

1466778000461

Juli

            Saatnya lebaran di bulan Juli. Sepert biasa, sepulang sholat eid kami sekeluarga menyantap lontong sayur dan kemudian bersilaturahmi ke rumah-rumah saudara dan tetangga.

Di juli juga bulan si abang (adek saya) memulai bisnis burger yang masih digelutinya sampai sekarang. Lalu bulan ini saya juga bertemu dengan teman yang sudah lama bekerja di Jakarta, kebetulan dia pulang kemari untuk memperimgati 40 hari meninggalnya ayahnya.

Agustus

            Aku, HS dan keponakannya pergi berjalan-jalan ke Medan. Na’as saya dan HS harus mengalah untuk mengikuti selera tontonan keponakannya. Rezeki anak sholeha yang tak rajin mengaji, si keponakan malah memilih film romansa ABG labil yang judulnya ILY from . . . . ft, saya tak ingat berapa tingginya. Finally, ini lah kali pertama saya ketiduran di dalam Bioskop. Sementara HS memilih menerima telfon dari wali murid yang seakan curhat sangking lamanya. Hadeh.. bener-bener buang-buang tiket, mending karokean pikir ku.

img_20160810_221845

Agustus ini seperti biasa sekolah mengikuti acara pawai peringatan Brandan Bumi Hangus pada tanggal 13 Agustus dan juga hari kemerdekaan. Kali ini banyak wajah guru-guru baru yang ikut serta, berhubung beberapa teman saya yang sudah berhenti dari sekolah tersebut karena berbagai macam alasan. Ada yang dibawa suami setelah menikah, ada yang ingin fokus mengurus anak pasca melahirkan, ada yang beralih jadi pengusaha dan ada pula yang berpindah ke sekolah lain, dan banyak lainnya. Tinggal saya dan beberapa teman yang masih bertahan di sini.

img_20160813_233909

September

img_20160923_232947

Kali ini aku diajak oleh guru bidang studi geografi untuk ikut serta dalam study tour ke PT. Sosro yang ada di Tanjung Morawa bersama seluruh siswa kelas XII.

Akhir September juga merupakan batas akhir perjuangan nenek kami melawan penyakitnya yang sudah bertahun-tahun. Berbagai penyakit ganas datang menggerogoti tubuhnya. Belakangan Ia hanya mampu terkulai di kasur dengan tubuh yang lumpuh dan buta. Kakinya mengecil karena sudah lama tak dipakai untuk berjalan. Begitupun bola mata hitamnya yang sudah terlihat putih di bagian tengahnya. Siapa pun tak akan sanggup melihat kondisinya pada waktu itu hingga akhirnya Allah pun memanggil nenek untuk kembali.

Oktober

                Saatnya kami refreshing ke daerah Siantar. Di siantar ada lima destinasi yang kami tuju diantaranya Kebun Teh Sidamanik, Air terjun, Kebun Binatang, Vihara Avalokitesvara dan juga Toko Roti ganda untuk oleh-oleh.

Ini kali pertama aku sarapan dengan view kebun teh, memegang ular phyton di kebun binatang, juga pertama kalinya melihat patung Dewi Kwan In yang sangat besar.

November

                Hari pahlawan di 10 November bertepatan dengan hari ulang tahun HS yang ke-28. Aku memberikannya surprise kecil-kecilan dengan datang ke rumahnya tanpa memberi kabar. Tak lupa kue dengan lilin dan juga kado ikut saya bawa ke rumahnya.

img1478793551816

Kemudian di hari guru 25 November sekolah kami juga turut merayakan, namun kali ini tidak terlalu meriah.

Desember

                Bulan Desember ini bisa dibilang musim lamaran. Entah kenapa saya dan dua orang teman dekat saya kebetulan sama-sama dilamar dalam bulan ini dan hanya berjarak satu minggu. Di mulai dari kak Rena, dilanjutkan oleh saya dan disusul oleh ipeh. Kami bertiga sama-sama baru mengenal calon pasangan kami, tetapi kebetulan tiga-tiganya langsung ingin serius. Tinggal satu teman lagi yang masih kami tunggu, si Haje yang malahan sudah berpacaran dengan calonnya sejak SMA. Semoga Haje segera menyusul kami.

Kira-kira begitu saja cerita singkat saya selama satu tahun ini. Harapan saya di tahun depan yang pasti apa yang sedang kami rencanakan bisa berjalan lancar dan sukses. Semoga Allah senantiasa memudahkan segala urusan. Amin. Selamat tinggal 2016, Selamat datang 2017.

Engagement (Behind the Scene)

Hari ini Selasa dan pikiran ku begitu semrawut. Baru kemarin siang mata pelajaran yang ku ajarkan selesai diujikan kepada seluruh siswa. Sorenya lembar demi lembar soal aku koreksi sendiri hingga malam hari. Seperti biasa, kami hanya diberikan waktu dua hari saja untuk menyelesaikan koreksi beserta analisis soal dan keseluruhan daftar nilai.

Kedengarannya memang mudah, tetapi kegiatan tersebut memang benar-benar membuat lelah dan bosan karena bukan hanya satu kelas yang harus dikoreksi. Untuk mengerjakannya juga cukup menyita waktu, sementara dua hari berturut-turutkami para guru diharuskan untuk mengikuti kegiatan Bimtek Kurikulum 2013 yang dilangsungkan Selasa dan Rabu dari pukul 10-00 WIB – 16.50 WIB. Kapan waktu saya mengerjakan tugas?

Bimtek hari ini pun selesai, namun pikiran ku masih saja semrawut. Di samping koreksian ku belum rampung, masalah persiapan lamaran ku pun juga berhasil menjadi trending topic di dalam pikiran ku karena acaranya akan dilangsungkan Rabu malam. Iya, besok.

Bagaimana aku tak bingung, kerjaan Bang HS yang menumpuk dan turunnya kesehatannya kemarin membuat dia sampai H-1 ini pun belum juga sempat mendatangi kedua orangtua ku untuk mengabari kepastian jadi tidaknya keluarga mereka datang. Sementara persiapan dari keluarga ku sudah 80%.

Hari ini pun Bang HS masih saja sibuk dengan urusannya di kantor dinas Stabat, padahal kami sudah berjanji untuk membeli cincin dan juga menemui orangtua ku. Jadi sore itu sepulang Bimtek aku pun memutuskan untuk menunggu HS di rumah seorang teman, sebab kalau aku pulang ke rumah, sudah pasti ditanya-tanyain orang tua ku.

Tak berapa lama menunggu, Bang HS pun datang dan kami langsung berangkat. Dengan gaya lusuh karena lelah dari pagi dan belum mandi, kami pun memilih cincin di sebuah Toko Emas. Ku lihat hari sudah hampir magrib dan kami pun langsung pulang ke rumah ku dengan membawa cincin yang sudah kami pilih.

Selepas magrib, HS pun berbicara dengan kedua orangtua ku mengenai masalah besok. Dia menggatakan bahwa dia dan keluarganya akan tiba di sini selepas isya pada besok malam. Setelah semuanya jelas, tak lama Ia pun pamit dan seketika aku kembali teringat akan lembaran soal ujian, tetapi entah kenapa aku begitu lelah dan ku putuskan untuk tidur.

Besoknya aku pun mulai membantu persiapan untuk acara, mulai dari membersihkan rumah juga menyiapkan peralatan makan. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 09.30 WIB, sebentar lagi Bimtek dimulai.

Mati aku, koreksian ku belum selesai sementara anak-anak sudah menunggu hasil kelulusannya karena besok adalah jadwal remedial untuk mata pelajaran ku. Seketika telfon berdering dan itu adalah panggilan dari Ibu Kepala Sekolah yang menyuruh ku untuk mengirim daftar nama siswa yang remedi melalui SMS.

Aku semakin kalang kabut, segera aku melanjutkan koreksian agar bisa segera ku serahkan.

Tugas pun selesai di jam satu siang, aku pun langsung berangkat ke sekolah. Selesai mengumpulkan tugas, aku lanjut mengikuti Bimtek yang sudah sangat terlambat. Selesai Bimtek pukul 17.00 WIB, segera aku pulang dan bersiap untuk acara nanti malam.

Malam Pertunangan

Selepas Isya, rombongan keluarga HS pun tiba di rumah. Tak lama, mereka beserta tamu yang lain pun dipersilahkan untuk menyantap hidangan yang sudah disediakan. Tentunya ke semua makanan itu tak bisa aku makan, karena seafood maupun ayam adalah pemicu dari penyakit aneh ku yang masih ku jaga agar tak kambuh. Padahal kepiting malam itu benar-benar sexy di atas piring.

Setelah para tamu selesai dengan hidangannya, acar pun di mulai. Aku yang sedari tadi menunggu di dalam kamar pun dipersilahkan untuk keluar. Ku lihat tatapan Bang HS yang entah mengapa membuat aku yang sudah gugup semakin malu-malu. Aku pun melewatinya dan berjalan menuju ruangan depan mendekati calon mertua beserta keluarga yang hadir malam itu.

Aku dan Bang HS sengaja duduk di tempat yang terpisah karena sebenarnya kelurganya pun tak mengizinkan dia untuk ikut serta mengingat tradisi yang memang sudah ada, namun karena aku memintanya akhirnya Ia pun datang.

Baik keluarga ku dan juga keluarganya masing-masing sudah membawa juru bicara yang nantinya akan membahas tentang hantaran, mahar dan juga tanggal pernikahan, namun sebelumnya acara pertama yang akan dilakukan adalah penyematan cincin di jari manis ku.

Kemudian, tibalah saat calon Ibu mertua ku yang datang menghampiri tepat di hadapan ku. Dibukanya sebuah kotak bening berisi cincin yang sudah ku tau bentuk dan warnanya karena aku yang memilih. Kemudian Ia pun memegang tangan ku dan perlahan memasukkan cincin tersebut ke jari ku. Setelah ku salami tangannya, beliau pun langsung memeluk dan mencium pipi kiri kanan ku sambil menangis haru. Sejujurnya aku juga terharu, namun kegugupan membuyarkan keharuan itu.
image

image

Kini sudah melingkar jelas sebentuk cincin di jari manis ku yang mengisyaratkan bahwasanya aku sudah diikat oleh seseorang. Diikat bukan berarti terkurung, pun bukan berarti tak sebebas dulu. Aku masih menjalani hari-hari ku seperti biasa dan tetap berteman dengan siapa saja.
image

image
Ini HS, Pria 28 tahun yang ubannya sudah banyak 🙂

Dari awal, kami berdua memang menjalani hubungan dengan sangat santai. Tak ada istilah melarang ataupun cemburu buta. Aku masih tetap bersahabat dengan pria (KD), begitu pun bang HS yang berteman akrab dengan rekan kerjanya yang lebih banyak perempuan. Masalah memberi kabar pun kami tak pula harus menuntut seperti minum obat, yang penting harus sama-sama punya kesadaran diri dan rasa saling percaya.

Aku tau ini semakin tak mudah, masalah pasti akan tetap ada. Begitu pula dengan godaan dan rintangan ke depannya, semoga kami tetap kuat dan selalu diberikan jalan keluar yang terbaik untuk setiap masalah. Ku yakin pilihan ku tak salah, maka biarkanlah semua ini berakhir indah.

image
Kiri Siperibiru yang turut dalam moment malam itu dan kanan Intan teman yang mengenalkan HS dengan aku

image

image

image
My Team

Perjalanan Jodoh

  • inilah-dosa-yang-menghalangi-jodoh

Jika hidup diibaratkan dengan sebuah perjalanan panjang, begitu pun jodoh yang mempunyai proses atau penantian panjang sebelum sampai pada akhir yang dituju. Tidak seperti air yang akan terasa sejuk ketika kau sentuh, tidak pula seperti api yang akan langung terasa panas jika kau dekati. Hidup mempunyai proses sebelum mati dan jodoh bukan hal yang mampu diprediksi.

Jodoh katanya bla bla bla, namun aku tak terlalu yakin dengan berbagai filosofi jodoh itu. Biarlah Ia tetap menjadi rahasia. Satu yang aku tau bahwa Allah sudah menciptakan segala sesuatu dengan berpasang-pasangan. Pasangan kita pasti sudah Allah tentukan. Kita hanya perlu percaya, berusaha dan terus berdoa sebab yang mampu merubah takdir itu adalah ikhtiar dan do’a.

Mengenai perjalanan jodoh, aku pun mengalaminya. Banyak orang yang sudah aku temui, namun aku hanya pernah berjalan dengan empat diantaranya.

Orang pertama adalah cinta monyet ku yang hanya berjalan satu bulan. Kedua adalah cinta pertama ku yang berjalan selama kurang lebih enam tahun. Ketiga aku salah menjatuhkan hati sebab aku berjalan dengannya karena beranggapan bahwa dia orang yang membuat aku bisa melupakan orang kedua. Terakhir adalah orang keempat yang tak lain adalah calon suami ku. Aku tak akan membahas yang lain kecuali orang keempat.

Continue reading Perjalanan Jodoh

Berusaha sambil berwirausaha (Warung Burger Coffee)

Hai sahabat blogger, kali ini saya mau cerita tentang perkembangan bisnis burger kecil-kecilan adek saya yang sebelumnya pernah saya tulis di Siblings. Seperti yang pernah saya ceritakan bahwa saya mempunyai dua adik laki-laki kembar. Sebut saja si Adek dan si Abang. Si adek masih kuliah, sementara si Abang sudah lulus. Nah, jadi kira-kira tulisan saya kali ini akan bercerita tentang usaha si abang.

Continue reading Berusaha sambil berwirausaha (Warung Burger Coffee)

Mantan yang Susah Usang

image

            Apa sih yang ada dibenak kalian ketika mendengar kata mantan?

Emosi, enek, mual atau malah baper? Hmmhhh…Setiap orang mungkin punya berbagai kategori tersendiri untuk mengelompokkan para mantannya. Ada kategori tukang tipu, tukang modus, ada mantan penyebab jatuh miskin saking matrenya, mantan otak mesum dan ada pula kategori mantan yang susah usang.

            “Yang usang itu kita, bukan kenangannya”

            Kira-kira begitulah isi kutipan yang pernah saya temukan di sebuah akun media sosial. Lantas bisakah kalimat tersebut kita benarkan?

Saya jadi teringat akan perkataan seorang pria yang pernah memberikan saya bunga edelweiss. Waktu itu saya begitu antusias menanyakan perihal mantannya yang menurut saya cantik, karena pernah tanpa sengaja saya menemukan folder di tong sampah laptopnya yang berisi foto-foto kenangan, padahal hubungan mereka berdua sudah lama berakhir. Bahkan si pria ini sudah sempat menjalin hubungan lagi dengan orang lain.

Saya    : Abang beneran udah lupa sama mantan abang?

Dia      : Kalau sama orangnya mungkin udah lama lupa, tapi kalo kenangannya belum.

            Tentu pada waktu itu saya merasa sangat tidak puas dengan jawaban yang diberikannya. Saya lantas diam dan sedikit menunjukan rasa ketidakpuasan itu.

Dia      : Kamu sendiri pasti kadang masih teringat kenangan-kenangan sama mantanmu itu kan?

Saya    : (Diam)

Dia      : Abang gak suka sama orang yang ga bisa berpikir dewasa. Ingat kenangannya bukan berarti masih sayang sama orangnya, pun bukan berharap untuk kembali lagi sama dia.

 

Dalam diam saya sebenarnya setuju dengan pendapatnya. Saya memang pernah mempunyai mantan yang susah usang. Beberapa alasan yang menjadi penyababnya yaitu;

Pertama “Menurut saya dia adalah pacar pertama”

Kedua “Hubungan kami sudah berlangsung hampir 6 tahun, walaupun LDR”

Ketiga “Hubungan berakhir hanya karena keadaan”

Entahlah, dia benar-benar susah usang dari hidup saya pada waktu itu. Satu alasan yang membuat saya tidak akan pernah sudi kembali atau pun menerima dia lagi adalah “Dia sudah mengkhianati saya”.

Kami berdua sebenarnya sudah tau bahwa hubungan kami ini ujungnya memang harus berakhir. Lantas dia pun pernah menyuruh saya agar mendekati atau menjalin hubungan dengan orang lain di belakang dia. Dia juga bilang bahwa saat putus nanti, dia janji tidak akan pacaran dulu sebelum melihat saya punya pacar.

Lain pernyataan lain pula kenyataan, dia malah membuat antisipasi sendiri sebelum mengakhiri hubungan kami. Intinya, saya punya prinsip dalam menjalin hubungan. Selain tetap menjaga keperawanan, saya juga tidak akan selingkuh dan tidak akan pernah menerima perselingkuhan. Walau sampai menangis darah sekalipun, rasanya saya tidak akan pernah bisa menerima pengkhianatan.

Hhmmhh.. saya jadi berpikir. Benar ga sih kalau setiap orang di dunia ini pasti pernah punya seseorang yang sulit dilupakan alias mantan yang susah usang atau mantan terindah?

Dari beberapa observasi sederhana yang pernah saya lakukan melalui perbincangan terhadap orang-orang terdekat, ternyata hampir semuanya punya seseorang yang susah untuk dilupakan. Bukan hanya mantan, bahkan beberapa orang pernah mengalami kesulitan dalam melupakan seseorang yang bahkan tak pernah dimiliki sama sekali.

Berikut saya mau menceritakan beberapa kisah yang sesuai dengan tema tulisan ini.

  1. Tante yang masih sering mimpiin mantan

Saya punya seorang tante yang sedang membangun keluarga kecil. Bersama suami dan anak tercinta yang masih duduk di bangku SD, Ia sekarang telah menjadi istri dan ibu yang bahagia. Tetapi bahagianya berubah sedikit sendu ketika sesekali saya menanyakan tentang mantannya yang bernama om AG.

Usut punya usut ternyata hubungan mereka berakhir hanya karena salah paham. Menurut penuturan tante ku, om AG adalah orang yang sangat baik, lembut dan tidak pernah marah.

Suatu ketika tante ku salah paham terhadap om AG dan membuatnya bertindak diam seribu bahasa alias ngambek. Entah bagaimana, si Om AG yang mungkin kesal dengan tindakan tante ku pun menjadi sedikit berang dan marah. Akhirnya tante ku yang baru sekali itu dimarahi oleh Om AG pun merasa sangat shock dan sakit hati.

Mereka pun putus komunikasi hingga suatu saat tante ku mendapat kabar bahwa Om AG nyatanya sudah menikah. Anehnya walaupun sudah menikah, namun Om AG masih saja mencoba untuk mencari kabar dan bahkan sempat berkunjung ke rumah tante ku sekedar silaturahmi.

Kejadian itu sudah lama terjadi. Sekarang mereka benar-benar putus komunikasi dan tidak pernah bertemu lagi.

Kini mereka berdua sudah mempunyai kehidupan serta kebahagian masing-masing, namun entah kenpa tante ku sesekali masih saja sering bermimpi tentang Om AG di dalam tidurnya.

  1. Pria yang susah Move on

Cerita yang kedua ini adalah kisah dari seorang pria yang telah bersahabat dengan ku selama kurang lebih delapan tahun. Adalah KD, sosok pria yang sangat baik, sholeh dan tidak pernah pacaran.

“Loh, lantas kenapa susah Move On? Mantan aja ga punya”.

Iya sih KD memang gak pernah punya pacar, tapi sudah hampir empat tahun lamanya dia berusaha move on dari seorang perempuan dan hasilnya masih saja gagal sampai detik ini.

Memang ketika kita menyukai seseorang, kita pasti cenderung baper akan segala perlakuan gebetan. Kemudian timbullah ekspektasi yang berlebihan dan sedikit keterlaluan, sedangkan kebanyakan gebetan merasa biasa-biasa aja dan malah ga merasa bahwa dia sedang digebet.

Kira-kira hal itulah yang dialami oleh si KD. Sudah sejak lama dia mengagumi seorang gadis yang tak lain adalah VT, adik temannya. Hubungan mereka sempat menjadi sangat dekat.

Menurut teman ku, VT adalah orang yang berhasil membuat dia semangat untuk segera mengurus skripsi dan menamatkan kuliah, namun kedekatan mereka seketika menjadi kaku tatkala KD mengutarakan perasaannya kepada VT.

Berbagai penolakan pun dilakukan karena menurut VT, KD tak lebih hanya dianggap seperti abang saja. Kemudian dia pun menghindar dan menjauh.

KD tak hanya diam, dia terus melakukan usaha dan perjuangan yang patut diacungkan 10 jempol. Ia tetap tidak menyerah bahkan ketika si gadis tersebut sudah punya pacar. Begitu gigihnya dia untuk meyakinkan namun tetap saja penolakan demi penolakan yang terus Ia dapatkan.

Kini sudah berjalan setahun KD mencoba untuk berhenti berusaha dan konsisten untuk melupakan VT, tetapi menurut saya dia masih belum berhasil dan cenderung gagal. Sesekali dia masih terjebak galau dan penasaran tentang kabar si VT.

  1. Keperawanan yang hilang

Dalam pacaran ada banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi dan Islam memang sangat melarang keras pacaran karena bisa mendekatkan pada perzinahan.

Percaya atau tidak, ada banyak perempuan di luar sana yang rela menyerahkan keperawanannya untuk pacar mereka. Hal ini pula yang menyebabkan beberapa perempuan mungkin menjadi kesulitan untuk melupakan sang mantan.

Beberapa dari mereka merasa ingin dinikahi, namun sang pacar nyatanya sudah tak cinta lagi. Sebagian lain ingin memperkarakan ke pengadilan, tetapi niat pun diurungkan akibat malu. Terlebih pada saat melakukan Ia sudah bukan lagi anak di bawah umur yang tak mampu berpikir, juga tidak melakukan tanpa sadar dan bukan karena unsur paksaan. Lantas, apa yang mendasarkan hal ini layak di bawa ke pengadilan? Maka dari itu, berpikir panjanglah sebelum bertindak.

Continue reading Mantan yang Susah Usang

Berhenti

           

Kita adalah sepasang hati yang pernah patah

Yang langkahnya bertemu kala mengikuti si penunjuk arah

Kau yang sejak awal tak pernah beranjak menatap wajah

Memilih berhenti di sini tanpa sedikit guratan gelisah

 

Jujur aku tak menyangka bahwa kamu akan menjadi setangguh ini. Setelah sayatan tajam dan cabikan keras yang selalu mendarat di hati dan telingamu, ku pikir kamu akan menyerah di persimpangan semak belukar itu. Ternyata aku salah, kamu masih tetap disitu, masih tersenyum walau ku tau suliltnya kamu menemukan jalan keluar.

Untuk kamu yang tidak meniupkan asap nikotin ke udara, yang kerap menghentikan pembicaraan kala adzan tiba, sering meluangkan waktu untuk bersyukur kepada Tuhan di antara 8-11 pagi, juga sesekali menahan lapar dan haus hingga senja. Dan kamu yang mendampingi ku sepulang pemakaman pilu waktu itu. Entah apa yang menjadi alasanmu untuk selalu berusaha membahagiakan ku.

Aku masih ingat kala pertama itu. Kamu datang mengenggam dua batang cokelat beserta harapan agar lelah ku hilang setelah seharian berkutat dengan pakaian-pakaian kotor. Tapi entah mengapa seolah ada ulat yang sedang menari dan membuat geli tiap kali ku dapati perhatian darimu.

Mungkin karena kamu yang datang terlalu cepat, persis tak lama setelah rumah ku hancur akibat ulah seorang pengecut. Aku masih lelah, lelah membenahi puing dan usang yang berserakan di sana sini.

Tak hanya kamu, mereka yang datang juga menawarkan bantuan untuk membenahi. Tapi tidak, bukan itu yang sedang ku butuhkan. Aku takut kalian malah hanya menambah berantakan saja nantinya.

Semua yang datang hanya ku biarkan. Tak ada yang mendapat perlakuan lebih, termasuk kamu. Aku tetap acuh dengan bibir manis yang selalu menebar kepahitan. Mungkin untuk membuka kedok kejahatan, aku harus menjadi penjahat dulu pikir ku.

Aku sempat beranggapan bahwa kamu tuli dan tak punya hati. Sebab begitu ikhlas dan tabahnya kamu dengan perlakuan bengis ku. Kamu masih tetap saja dengan asumsimu yang mengatakan bahwa aku layak jadi pendamping hidupmu.

Melihat kamu yang telah beberapa kali mengatakan itu, entah kenapa aku merasa berdebar. Padahal si penunjuk arah sudah mengatakan hal itu sebelumnya, bahkan memang itu pula lah yang sangat ku harapkan saat ini. Tetapi aku malah ketakutan dan sangat ingin pergi.

Akhirnya aku mencoba menjauh dan menghilang darimu. Semua perasaan ku utarakan dalam kalimat penuh kejujuran bahwa aku hanya mempunyai sedikit perasaan untuk mu, tak ingin membuat mu berharap dan masuk terlalu jauh. Tak lupa ku tambahkan beberapa alasan yang keluar seenak jidat dan ga tau diri.

Lalu seketika aku pun bergetar membaca balasan dari mu. “Aku memang banyak kekurangan dan gak punya apa-apa yang bisa dibanggakan. Aku mengerti perasaanmu yang belum bisa menerima ku sepenuhnya. Makasih telah menemani ku selama ini, namun aku tetap sayang sama kamu dan tak akan pernah melepaskanmu begitu saja.”

Membaca itu entah kenapa aku sedikit hancur. Aku merasa sudah sangat keterlaluan. Sebagai manusia, aku merasa malu terhadap Tuhan ku. Kenapa aku begitu sombong?

Lalu tiba-tiba saja timbul perasaan melow yang diikuti takut kehilangan. Perlahan aku teringat kembali akan perkataan kakak soleha dengan tulisan Menyesal yang masih tercetak tebal di sana. Setidaknya dua syarat yang diajukan kakak ku itu Insyaallah sudah bisa dipenuhinya. Aku harus cepat mengambil keputusan.

Sedikit harus membuat pengakuan kepada diri sendiri bahwa pada kenyataannya selama ini aku hanya bersembunyi di balik perasaan. Kamu yang selalu berusaha membahagiakan ku sejujurnya memang sudah berhasil membuat ku jatuh hati, namun aku hanya masih senang mengikuti rasa takut, bingung, bimbang, malas, ego, menguji, sombong, jahat dan bermacam perasaan lain yang ku tata di semak belukar itu.

Kini kita sedang berjalan seiring meski tanpa ada ikatan yang terselip. Kamu yang masih butuh waktu untuk menuju proses itu mungkin merasa resah dan takut. Mungkin saja kamu takut jika kita akan mengambang dan terlepas jika tak ada ikatan yang melekat, tetapi maafkan aku yang masih keras kepala untuk bersedia diikat hanya pada sepasang buku hijau dan merah saja. Kamu jangan risau, bukan kah sudah ku katakan bahwa aku sudah sarjana dengan predikat Cum laude di jurusan kesetiaan itu. Upppss.. jangan mual.

Ku akui aku sudah menjadi orang jahat untuk mu selama ini, maka untuk menebus salah ku, aku akan mengabaikan ajakan gunung, bukit, laut, danau dan lain sebagainya yang tempatnya jauh. Katamu jika orangtua ku tak mengizinkan, maka sebaiknya jangan dilakukan. Baiklah mungkin aku harus berhenti sejenak, selanjutnya saat izin orangtua ku sudah beralih tangan padamu, maka akan ku tagih janji jalan-jalan indahmu itu.