31.7.15

Hijrah

Rasanya sedih harus meninggalkan rumah lama yang sudah diisi sekian tahun.
Segala macam emosi yang tertumpah selama ini, segala kenangan yang terangkum selama ini.
Segala rasa yang mewarnai selama ini…

Ini (bisa jadi) adalah postingan terakhir saya pada blog ini.
Saya akhirnya memutuskan untuk membuat blog baru.
Bersamaan dengan hijrahnya saya dari kota kelahiran dengan kota yang baru.

Hijrah memiliki arti berpindah.
Dengan harapan, berpindah untuk sesuatu hal yang lebih baik, dengan tujuan kebaikan.
Begitupun dengan perpindahan saya pada kota yang baru saya tempati, juga perpindahan blog saya dengan alamat yang baru, memiliki harapan untuk sesuatu yang lebih baik.
Baik dalam artian, pemikiran… perjalanan… pengalaman…sikap…dan hal-hal lain yang tidak dapat diprediksikan.

Segala hal yang terangkum dalam blog ini, merupakan bagian dari saya.
And it will become a memory and history.

Bye and See you…

klik disini untuk menuju blog baru.

12.2.15

Catatan Kaki 30#






AKU BERKEHENDAK

Tuhan, aku mengambil tugas ini…

Kelak, Dalam jalur dimana tumbuh kebingungan yang enggan padam, tak terkendali…

Sepenuhnya kuserahkan padamu…
Kami milikMu…
Maka berikan cinta kepada kami agar erat dalam dekapMu.

Angga Aditya Atmadilaga, 4 Oktober 2014





17.10.14

Malam Masih Panjang

“…seperti halnya biji buah harus memecah, agar intinya bisa berhadapan dengan matahari, 
begitu jugalah kau harus mengenal kepedihan…”


Bandung, 5 Oktober 2014

Hari ini, mungkin menjadi tamparan bagi sebagian orang.
Ketika harapan tidaklah sesuai dengan kenyataan. 
Hari ini, mungkin merupakan akhir bagi beberapa orang.
Akhir dari sebuah penantian yang panjang akan suatu kepastian.
Hari ini, mungkin menjadi titik balik bagi banyak orang.
Waktunya untuk meraih kesadaran kembali.
Hari ini, mungkin adalah masa sunyi bagi seseorang.
Saat ia harus mengambil jeda untuk meraih kepingan diri.

Bagiku, hari ini adalah cerminan.
Cerminan diri risalah lalu.
Ketika menjadi bagian dari hentakan pilu.
Enam atau tujuh tahun lalu yang seakan mengiris kelu.

Tuhan, jagalah mereka.
Luruhkan lara mereka.
Tawarkan sendunya.
agar lebih merindu-Mu.

Seperti aku, lalu :)

PS. NikmatMu tidaklah kuragu.

Sufty Nurahmartiyanti