MY SECOND AMANAH November 11, 2009
Posted by sun4dee in baby, jangka panjang, masa depan, my boy, Nippon, Republik Indonesia.add a comment
ALHAMDULILLAH,
Lama sekali aku tak dapat mencoret-coret di sini…. kayaknya CALISTUNG ku agak aus neh…. Terakhir muncul putraku umur 7 bulan, padahal sekarang adiknya dah umur 3 bulan.. Nah loh berarti waktu itu anandaku sudah berada di kandung badan ya…..
Alhamdulillah ALLAH mempercayakan padaku untuk menjaga amanahNya yang kedua, laki-laki lagi. Pada 5 Agustus 2009 pukul 21.40 putraku terdengar tangis pertamanya. Ia hadir saat kakaknya sedang lucu-lucunya…. sudah tegak jalannya dan sedang berusaha berbincang. SHOLAHUDDIN kakak yang penyayang. Meski banyak yang suudzon, mengiranya nakal, tapi sebenarnya dia bermaksud sayang hanya saja dia belum paham bahaya dan keamanan. Jangankan memikirkan keselamatan orang lain, yang mengancam dirinya saja dia juga belum memahaminya….
Setelah anak pertama kuberikan nama Sholahuddin yakni Panglima yang gagah berani dan Raja Muslim yang Agung dan Bijaksana pembela Islam dari orang-orang kafir, putra kedua kunamai MUHAMMAD ABDUL AZIZ AL FARUQ, Semoga dia menjadi penguasa yang perkasa, adil dan bijaksana dan mampu membedakan kebenaran dan kebathilan. Semoga dia bisa meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dan penerusnya Khalifah Umar Abdul Aziz. Aamiin.
Beda dengan kakaknya yang bak orang Nippon, adiknya hitam manis berhidung mancung, banyak yang bilang seperti orang arab. Please dech…….. Jadi Gede Rasa neh…… Semoga saja kami tak lupa menjadi hamba yang bersyukur setelah menerima amanah dan karunia yang sedemikian besarnya……
Sekarang ini ayah bundanya sedang learning by doing menjadi uswatun khazanah bagi keduanya…. Ujian kesabaran yang teramat besar bagi kami berdua….. semoga Allah menyelamatkan kami dari petaka dunia maupun akhirat. Aamin
Sekedar komentar seorang calon ibu Maret 5, 2008
Posted by sun4dee in komentar, Republik Indonesia.Tags: amar ma'ruf nahi munkar, bencana alam, hutan lindung, pemerintah Republik Indonesia, peraturan pemerintah, PP no2 tahun 2008, tarif sewa hutan lindung
add a comment
Suatu pagi saya melewatkannya sebagaimana pagi yang telah terlewati… Membuka pintu perpustakaan, beres-beres sedikit di sana sini kemudian menutup upacara pembukaan itu dengan duduk manis dan meraih harian nasional yang selalu menjadi sarapan pertamaku. Namun dalam sekejap saya sangat terkejut dan jujur saja kepanikan mendadak meluruhkan seluruh jiwa raga saya saat membaca sebuah kolom kecil di halaman terdepan.
Pemerintah telah mengesahkan sebuah peraturan yang didalamnya termuat salah satunya penetapan tarif sewa lahan hutan untuk kegiatan non kehutanan yaitu PP no 2 tahun 2008. Setelah tahu lebih lanjut bahwa harga per meter hutan lindung hanya dihargai tidak lebih dari Rp 200,00 saja saya lebih lemes lagi. Sambil menitikkan air mata saya mengelus bayi dalam perutku…. Harga sewa makam di kampungku jauh lebih mahal, bahkan dengan fungsi dan kemanfaatan yang amat sangat jauh sekali bedanya dibandingkan dengan hutan lindung. Astaghfirullah hal adziim……. Yaa Tuhanku, beri kami kesabaran yang paling benar dalam menerima cobaan ini. Yang terbayang dimataku bahwa pada saat ini kita sudah terlalu lelah menghadapi bencana yang datang mendera bangsa ini secara silih berganti. Dan di tengah-tengah kondisi tersebut, di tengah keprihatinan yang belum juga akan berlalu, pemerintah Republik Indonesia tercintaku ini, mengambil keputusan yang dalam terjemahan seorang ibu seperti aku ini, sedang menetapkan sebuah peraturan untuk membangun multibencana atas kehidupan anakku di masa datang.
Presiden RI berdalih bahwa peraturan itu dikhususkan bagi 13 perusahaan yang telah beroperasi, tetapi nyatanya dalam peraturan tersebut tidak diungkapkan secara eksplisit, maka saya pun meski hanya seorang ibu juga su’udzon, itu hanya cara pemerintahku untuk lepas tangan dari tanggungjawab atas kekeliruannya dalam menetapkan peraturan tersebut. Ada dalih kedua bahwa PP tersebut hanya menindaklanjuti kebijakan pemerintah Megawati… Sungguh, yang tidak berakal sehat ini pemerintah Megawati atau yang melanjutkan kebijakan salah dari masa sebelumnya atau saya yang bersedih atas kesalahan tersebut.
Semoga Allah mengampuni dosaku karena sudah mulai putus harapan terhadap pemimpin negeri ini….. Yaa Allah tunjukkanlah jalanku untuk menjadi bagian dari umatmu yang menyerukan amar ma’ruf nahi munkar. Apalah dayaku yang hanya seorang calon ibu yang panik membayangkan calon anaku akan menjadi korban, akan mengalami kesengsaraan atas bencana yang telah terbayang di pelupuk mata.
Sesungguhnya saya beride, andai saja setiap ibu dan orang yang prihatin dengan kondisi ini menyisihkan sedikit uangnya untuk menyewa hutan lindung tersebut dan kita pertahankan keberadaannya. Bayangkan saja dengan Rp 10.000,00 yang nota bene tidak cukup untuk membeli 2 kg beras itu kita sudah dapat menyewa satu meter persegi hutan lindung untuk masa 50 tahun.
Nah… bagi orang-orang yang tahu bagaimana cara menembus birokrasi pemerintah untuk menyewa hutan lindung, saya berharap agar menghubungi saya dan saya bersedia menjadi penyewa hutan lindung dan Insya Allah setiap bulan saya bersedia menyewa satu meter persegi untuk 50 tahun…… Enggak apa-apa meskipun kecil yang terpenting saya tahu bahwa anakku nanti akan tahu bahwa ibunya telah mengambil langkah untuk menyelamatkan kehidupannya di masa depan. Aamin.
Berani mimpi Februari 20, 2008
Posted by sun4dee in jangka panjang, masa depan, mimpi, prestasi, trik doa.Tags: berani, biaya sekolah, free, gratis, jangka panjang, kuliah, lulusan terbaik, masa depan, mimpi, orang tua, prestasi, trik doa
1 comment so far
Kenapa penting menulis tentang berani mimpi ?
Soalnya banyak loh orang yang gak berani mimpi…… Lohh kok bisa?
padahal mimpi kan gak bayar…….. kesian kaannn???
enak loh jadi tukang mimpi asal bukan berarti kita lantas hidup di awang-awang, yang jadi gak realistis dan malas ikhtiar…… artinya persoalan yang sebenarnya adalah bukan bagaimana sih mimpi tetapi setelah mimpi kita harus gimana?
Berdasar pengalaman pribadi nih….. semua yang terjadi pada hidup saya pernah saya impikan sebelumnya. Dulu, waktu masih SD, bapak saya hanya bekerja sebagai kuli batu yang lebih banyak menganggur daripada bekerjanya dan ibu hanya berprofesi sebagai penjual menjes goreng….. tapi aku gak mau minder, meski banyak di ejek, aku tetep mimpi jadi sarjana. Lalu gimana setelah di komentari banyak orang bahwa itu mustahil? Cuek aja, orang tuaku aja gak takut liat aku mimpi dan mereka dengan besar hati senantiasa mengamini kok… toh nantinya aku kuliah nanti gak minta dibayarin orang tua apalagi orang-orang. So What getu loh…..
Jadi, aku gak cuma mimpi yang sekedar mimpi, mimpi jangka panjangku kupotong-potong lagi jadi mimpi jangka pendek…. Alias harapanku itu direalistiskan, disesuaikan dengan perkembangan dan kemampuan. Tiap tahun kutetapkan harus jadi bintang kelas, trus aku harus jadi lulusan terbaik dan masuk SMP negeri biar orangtuaku masih bisa bayar sekolahq…..
Kemudian, karena di SMP pesaingnya lebih banyak target alias mimpiku derajatnya kuturunkan biar gak bintang kelas asal lulus dengan nem yang masuk 10 nem terbaik gak papa meski cuma peringkat 10…. Mengapa begitu? pertama, dengan jadi 10 nem terbaik aku gak perlu pakai kebaya waktu wisuda jadi bisa menghemat ongkos salon dan gak perlu bermasalah dengan make up tebal. kedua dengan punya nem yang bagus aku bisa leluasa memilih mau melanjutkan sekolah dimana tanpa harus bermasalah dengan persyaratan administratif. Lucunya, mimpiku terkabul loh…… Nem-ku masuk 10 besar dan kembar dengan Nem temen lain kelas. Jadi peringkat 10nya doubel deh.
Tapi jujur pada saat itu aku sudah kebingungan mau nerusin sekolah ke mana? kalau ke SMA, lulus nanti sulit cari kerja buat cari biaya kuliah. Kalau pilih sekolah kejuruan ntar malah sulit diterima di perguruan tinggi… Di saat terakhir aku menemukan jalan keluarnya, aku mendaftar di sebuah sekolah kejuruan swasta yang waktu itu cukup bonafid dan memiliki ikatan dinas dan menjanjikan untuk memeberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S-1. Tapi aku juga mendaftar di Sekolah Umum negeri, aku harus cukup tahu diri, bahwa tidak selamanya nasib baik bersamaku apalagi sekolah kejuruan tersebut hanya satu-satunya di Indonesia dan bener-bener yang ikut seleksi itu dari seluruh wilayah Indonesia. Komplit dari 27 propinsi. Sayang, aku gagal di test terakhir karena aku belum cukup mental saat test wawancara. Meskipun aku tahu semua jawaban yang mereka inginkan tapi rasa gugup membuyarkan kerja koordinasi antar otak, mulut dan jantungku…. Tapi aku bener-bener bersyukur sudah mengantisipasinya, jadi gak perlu rehat sekolah. Akhirnya aku masuk ke SMA Negeri terfavorit di Malang…. Di sana aku benar-benar menjalani masa remaja yang penuh kenangan….. jahil, iseng, tetep belajar sambil terus kluyuran… Pokoknya menyenangkan… Aku juga pernah menangin lomba di tingkat propinsi dalam bidang kepalangmerahan bahkan sampai dua kali.
Memang bener sih, dengan berbekal ijazah SMA aku kesulitan mencari pekerjaan untuk membiayai rencanaku untuk kuliah. Apalagi pada saat itu kodisi orangtuaku sedang benar-benar memprihatinkan. Nyaris asaj aku putus asa dan menunda pendaftaran kuliah hingga dua atau tiga tahun ke depan. Tapi Allah Maha Mengetahui betapa besarnya dan kesungguhan mimpiku, akhirnya aku bertemu tetanggaku yang mantan Majikan bapakku yang bersedia membantu biaya kuliah meski tidak seluruhnya. Untuk biaya tiap semesternya mereka yang membayarnya tapi untuk uang saku sehari-hari aku harus cari sendiri. Berat, agak terlalu berat menjalaninya tapi akhirnya aku lulus juga dalam waktu 4,5 tahun bahkan dengan nilai yang sangat memuaskan.
And here I am, sekarang aku telah menyandang gelar sarjana.
Intinya dalam bermimpi, secara tidak sadar kita telah menanamkan sugesti dalam alam bawah sadar kita. Dengan cara tersebut secara tidak langsung kita telah membangun motivasi diri untuk meraih mimpi tersebut. Aku gak pernah malu untuk sesering mungkin membicarakan mimpi-mimpiku, bahkan kalau semua sudah bosan mendengar khayalanku aku sering membicarakannya dengan diri sendiri. Aku meyakini setiap saat Allah akan menurunkan berkah Nya kepada siapa saja, oleh karena itu aku memaknai perbincangan mimpiku sebagai doa yang selalu menunggu dikabulkan oleh Allah. Apalagi kalau kita cukup tahu diri, artinya secara tidak langsung selalu melakukan analisa SWOT atas diri kita di setiap tahap, membuat kita untuk tetap optimis tanpa harus terobsesi hingga menyakiti jiwa kita…
Naah, buat teman-teman yang lagi putus asa dan pesimis…. tenang aja.. mulailah memimpikan keadaan yang lebih baik atas diri kita, Insya Allah akan terkabulkan. Awali dengan Bismillahirrohmaanirrohiim dan siapkan diri untuk menerima hasilnya dengan Alhamdulillah.