Setelah dahulu kita membahas DSS terutama mengenai AHP..
masih inget kan apa itu AHP ?????
AHP adalah singkatan dari Analitycal Hierarki Process. dimana setiap tujuan atau goal bergantung terhadap penilaian setiap kriteria dibawahnya. kriteria bergantung kepada subkriteria yang dibawah. dan yang terakhir adalah setiap subkriteria dapat memiliki subkriteria ataupun langsung ke alternatif. setiap tingkatan baik di keriteria maupun subkriteria dilakukan pembobotan sehingga nilai setiap alternative akan berpengaruh akan keputusan.
Setelah kita berkutat dengan AHP maka selanjutnya kita akan mengenal ANP yaitu Analytical Network Process. berbeda dengan AHP dimana setiap kriteria akan berpengaruh kepada kriteria diatasnya. Namun dalam ANP setiap kriteria yang disebut cluster dan subkriteria yang disebut node dalam cluster. setiap node dapat berpengaruh langsung ke alternative maupun node lainnya baik dalam 1 cluster maupun di cluster yang lain.
Untuk lebih mengenal ANP maka kita harus mencari jurnal mengenai dasar teori ANP ini. Dasar teori yang saya dapat menjelaskan bahwa setiap pengaruh yang terjadi didalam pengambilan keputusan dapar berasal dari node ataupun cluster yang kita tentukan sendiri. Pengaruhnya dapat dipengaruhi oleh node yang berasal dari 1 cluster atau cluster lainnya. Kita misalkan ada 4 titik A, B, C, dan D. untuk keputusan D dapat dipengauhi langsung oleh A, pengaruh B yang dipengaruhi oleh A, pengaruh C namun telah dipengaruhi oleh A dan B yang dipengaruhi oleh A. dari sini kita mengetahi bahwa banyak hal yang mempengaruhi sebuah keputusan.
Setelah mengetahui teori tentang ANP maka kita harus melihat kasus yang mengaplikasikan ANP dengan menggunakan software yang kembali dibuat oleh Saaty untuk melakukan pengamblan keputusan dengan metode ANP yaitu SuperDecision. Mengapa dinamakan superDecision?, hal ini dikarenakan software ini melakukan pehitungan bobot menggunakan super matrik. Kasus yang saya dapatkan adalah mengenai memilih Negara tujuan ekspor baja dari korea. Ketiga Negara tersebut yaitu India, China, dan Brazil. Faktor yang menpengaruhi adalah jumlah penduduk, industry yang memerlukannya serta kesiapan untuk menerima baja yang diekspor dengan baik. Dengan menggunakan metode ANP yang lebih kompleks yaitu BCOR. Apa itu BCOR? Merupakan salah satu tipe ANP menggunakan pertimbangan Benefits, Costs, Opportunities, dan Risks.
Untuk melihat jurnal diatas klik saja alamay dibawah ini:
Setelah melihat teori dan aplikasinya maka kita akan membuat sendiri ANP dengan menggunakan SuperDecision. Kasus pertama yang saya buat adalah bagaimana memilih model kit gundam yang telah ada dipasar. Dengan menggunakan faktor-faktor seperti merek, harga, jenis bahan, publikasi yang dilakukan akan produk ini yang akan menarik pembeli. Kasus kedua adalah memilih mobil keluarga dimana sekarang ini telah menjadi tren untuk memilih mobil yang tepat untuk sekeluarga. Dengan melihat tingkat emisi, konsumsi bahan bakar, kenyamanan yang diberikan oleh mobil, fitur tambahan yang dimiliki oleh mobil serta beberapa faktor lainnya maka yang dipilih dari 3 alternatif adalah Daihatsu gran max.
Tugas yang terakhir adalah mencari model yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan yang kita lakukan. Model yang saya dapat adalah menggunakan software AweSim. Dimana penggunaannya adalah membantu untuk menentukan berapa perawat yang harus diturunkan untuk tetap menjaga pelayanan kepada pasien dalam rumah sakit gigi sehingga mereka tetap merasa dilayani. Dengan melakukan perhitungan service time setiap pasien. Dan berapa lama pasien berada dalam sistem rumah sakit ini. Maka didapatkan grafik yang merupakan petunjuk berapa perawat yang diturunkan jika jumlah pasien adalah berikut.
Telah sampailah kita diakhir perkuliahan saatnya kita ujian. Namun ujian ini bukan tanpa tanda-tanda ataupun pemberitahuan. Karena sang dosen memberikan sebuah pemberitahuan bahwa minggu depan kita akan melaksanakan “review” seperti yang telah kita tahu bahwa review berarti melihat kembali. Dimana kenyataannya adalah melakukan ujian mengenai kasus yang telah kita buat baik itu AHP atau ANP. Namun ternyata ujiannya mengenai AHP. Soalnnya adalah tambahakan sebuah kriteria dengan bobot sekitar 30% dan apakah hal ini mempengaruhi keputusan yang diambil. Ternyata untuk kasus saya hal ini tidak berpengaruh. Mengapa tidak berpengaruh ?, karena bobot yang saya lakukan untuk alternatif yang menang pada awalnya adalah tetap memenangkannya dakan kriteria tersebut. Oleh sebab itu jika kriteria yang dimasukkan telah memiliki pengaruh besar namun keputusan dari setiap kriteria tidak berubah maka keputusan yang akan diambil tidak akan berubah.
Akhir kata terima kasih kepada seluruh teman-temanku yang selama ini telah bekerja sama dalam mata kuliah ini serta kepada dosen saya bapak M. Dachyar atas ilmunya yang telah membuka maka kami semua bahwa keputusan yang diambil memiliki faktor-faktor yang mempengaruh dan mancerminkan bahwa mengambil sebuah keputusan merupakan hal yang sulit dan terkadang tidak disukai oleh orang lain sehingga keputusan kita dianggap salam. Jika anda ingin lebih mengetahui dosen yang satu ini silahkan mengunjungi blog beliau di
mdachyar.blogspot.com