Chandra’s Weblog

May 31, 2008

The story continues about DSS 2008

Filed under: Decision Supporting System 2008 — susetya @ 9:03 am

Setelah dahulu kita membahas DSS terutama mengenai AHP..

masih inget kan apa itu AHP ?????

AHP adalah singkatan dari Analitycal Hierarki Process. dimana setiap tujuan atau goal bergantung terhadap penilaian setiap kriteria dibawahnya. kriteria bergantung kepada subkriteria yang dibawah. dan yang terakhir adalah setiap subkriteria dapat memiliki subkriteria ataupun langsung ke alternatif. setiap tingkatan baik di keriteria maupun subkriteria dilakukan pembobotan sehingga nilai setiap alternative akan berpengaruh akan keputusan.

Setelah kita berkutat dengan AHP maka selanjutnya kita akan mengenal ANP yaitu Analytical Network Process. berbeda dengan AHP dimana setiap kriteria akan berpengaruh kepada kriteria diatasnya. Namun dalam ANP setiap kriteria yang disebut cluster dan subkriteria yang disebut node dalam cluster. setiap node dapat berpengaruh langsung ke alternative maupun node lainnya baik dalam 1 cluster maupun di cluster yang lain.

Untuk lebih mengenal ANP maka kita harus mencari jurnal mengenai dasar teori ANP ini. Dasar teori yang saya dapat menjelaskan bahwa setiap pengaruh yang terjadi didalam pengambilan keputusan dapar berasal dari node ataupun cluster yang kita tentukan sendiri. Pengaruhnya dapat dipengaruhi oleh node yang berasal dari 1 cluster atau cluster lainnya. Kita misalkan ada 4 titik A, B, C, dan D. untuk keputusan D dapat dipengauhi langsung oleh A, pengaruh B yang dipengaruhi oleh A, pengaruh C namun telah dipengaruhi oleh A dan B yang dipengaruhi oleh A. dari sini kita mengetahi bahwa banyak hal yang mempengaruhi sebuah keputusan.

Setelah mengetahui teori tentang ANP maka kita harus melihat kasus yang mengaplikasikan ANP dengan menggunakan software yang kembali dibuat oleh Saaty untuk melakukan pengamblan keputusan dengan metode ANP yaitu SuperDecision. Mengapa dinamakan superDecision?, hal ini dikarenakan software ini melakukan pehitungan bobot menggunakan super matrik. Kasus yang saya dapatkan adalah mengenai memilih Negara tujuan ekspor baja dari korea. Ketiga Negara tersebut yaitu India, China, dan Brazil. Faktor yang menpengaruhi adalah jumlah penduduk, industry yang memerlukannya serta kesiapan untuk menerima baja yang diekspor dengan baik. Dengan menggunakan metode ANP yang lebih kompleks yaitu BCOR. Apa itu BCOR? Merupakan salah satu tipe ANP menggunakan pertimbangan Benefits, Costs, Opportunities, dan Risks.

Untuk melihat jurnal diatas klik saja alamay dibawah ini:

Click to access 65-73.pdf

Click to access ANP_steel.pdf

Setelah melihat teori dan aplikasinya maka kita akan membuat sendiri ANP dengan menggunakan SuperDecision. Kasus pertama yang saya buat adalah bagaimana memilih model kit gundam yang telah ada dipasar. Dengan menggunakan faktor-faktor seperti merek, harga, jenis bahan, publikasi yang dilakukan akan produk ini yang akan menarik pembeli. Kasus kedua adalah memilih mobil keluarga dimana sekarang ini telah menjadi tren untuk memilih mobil yang tepat untuk sekeluarga. Dengan melihat tingkat emisi, konsumsi bahan bakar, kenyamanan yang diberikan oleh mobil, fitur tambahan yang dimiliki oleh mobil serta beberapa faktor lainnya maka yang dipilih dari 3 alternatif adalah Daihatsu gran max.

Tugas yang terakhir adalah mencari model yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan yang kita lakukan. Model yang saya dapat adalah menggunakan software AweSim. Dimana penggunaannya adalah membantu untuk menentukan berapa perawat yang harus diturunkan untuk tetap menjaga pelayanan kepada pasien dalam rumah sakit gigi sehingga mereka tetap merasa dilayani. Dengan melakukan perhitungan service time setiap pasien. Dan berapa lama pasien berada dalam sistem rumah sakit ini. Maka didapatkan grafik yang merupakan petunjuk berapa perawat yang diturunkan jika jumlah pasien adalah berikut.

Telah sampailah kita diakhir perkuliahan saatnya kita ujian. Namun ujian ini bukan tanpa tanda-tanda ataupun pemberitahuan. Karena sang dosen memberikan sebuah pemberitahuan bahwa minggu depan kita akan melaksanakan “review” seperti yang telah kita tahu bahwa review berarti melihat kembali. Dimana kenyataannya adalah melakukan ujian mengenai kasus yang telah kita buat baik itu AHP atau ANP. Namun ternyata ujiannya mengenai AHP. Soalnnya adalah tambahakan sebuah kriteria dengan bobot sekitar 30% dan apakah hal ini mempengaruhi keputusan yang diambil. Ternyata untuk kasus saya hal ini tidak berpengaruh. Mengapa tidak berpengaruh ?, karena bobot yang saya lakukan untuk alternatif yang menang pada awalnya adalah tetap memenangkannya dakan kriteria tersebut. Oleh sebab itu jika kriteria yang dimasukkan telah memiliki pengaruh besar namun keputusan dari setiap kriteria tidak berubah maka keputusan yang akan diambil tidak akan berubah.

Akhir kata terima kasih kepada seluruh teman-temanku yang selama ini telah bekerja sama dalam mata kuliah ini serta kepada dosen saya bapak M. Dachyar atas ilmunya yang telah membuka maka kami semua bahwa keputusan yang diambil memiliki faktor-faktor yang mempengaruh dan mancerminkan bahwa mengambil sebuah keputusan merupakan hal yang sulit dan terkadang tidak disukai oleh orang lain sehingga keputusan kita dianggap salam. Jika anda ingin lebih mengetahui dosen yang satu ini silahkan mengunjungi blog beliau di

mdachyar.blogspot.com

April 7, 2008

the story of the unfortunate event 01 part 1

Filed under: Books — susetya @ 4:57 pm

ini merupakan sebuah novel yang ditulis oleh …… snicket

cerita ini tentang 3 bersaudara bouldelaire (kalo gak salah) yang berasal dari keluarga yang mapan dan kaya. tiba-tiba rumahnya terbakar habis beserta keluarganya. jadilah mereka 3 bersaudara bouldelaire yang yatim piatu. yang pertama bernama violet merupakan gadis yang pintar dan selalu menemukan alat yang berguna dengan benda-benda yang tidak berguna lagi. ia selalu mengikat rambutnya keatas sehingga tidak menutupi matanya ketika ia bemikirkan alat-alat yang akan dibuatnya. Adiknya klaus merupakan anak yang suka membaca dan buku apapun yang dia baca pasti dia akan mengingatnya. yang terakhir sunny merupakan anak yang sangat suka mengigit apapun bahkan meja.

Setelah orang tua mereka meninggal. ketiganya mendapat warisan yang sangat banyak. namun hanya dapat diberikan ketika violet telah dewasa. dan mereka harus tinggal bersama kerabat mereka. kerabat disini semua kerabat jauh soalnya mereka gak kenal siapa kerabat mereka.

………. end of part 1

nantikan kisah selanjutnya…….

April 4, 2008

STATURY INTERPRETATION AND DECISION THEORY

Filed under: Decision Supporting System 2008 — susetya @ 8:16 pm

Tugas pertama DSS 2008

Dari jurnal yang berjudul sama yang ditulis oleh Caleb Nelson. Ia bercerita bahwa seorang hakim sebgai yang memutuskan hukuman bagi seseorang yang bersalah merupakan sebuah keputusan yang cukup berat meskipun seorang hakim telah terlatih berlaku seadil mungkin berdasarkan hukum yang berlaku. Dan semua keputusan yang dibuat harus berdasarkan informasi yang lengkap akan masalah yang dihadapi dengan probabilitas keputusan mana yang akan diambil. Menurut Vermeule ada 2 teknik yang cukup baik dalam kegiatan analisis sebuah keputusan yaitu prinsip akan alasan yang tidak pernah cukup dan Maksimin standar/criteria. Prinsip akan alasan yang tidak pernah cukup berarti alasan yang dimiliki untuk membuat keputusan tidak pernah akan cukup karena sebanyak apapun informasi yang kita miliki akan selalu ada alasan untuk menganti keputusan atau menjatuhkan suatu keputusan agar keputusan yang lain naik. Maksimin standar/criteria berarti pembuat keputusan yang telah memiliki seluruh informasi yang dimiliki terkadang memilih keputusan bukan karena yang terbaik melainkan hasil yang akan terjadi dapat merupakan bencana/kesalahan sehingga berusaha meminimalkan bencana itu dengan memilih dari keputusan yang paling sulit namun dengan tingkat kesalahan terkecil.

FURTHER INFORMATION ABOUT PRINCIPLE OF INSUFFICIENT REASON AND MAXIMIN CRITERION

Filed under: Decision Supporting System 2008 — susetya @ 8:15 pm

Tugas Kedua DSS 2008

1. Principle of insufficient reason

Merupakan aturan untuk menentukan probabilitas epistemic. Seharusnya ada n > 1, mutually ekslusif dan probabilitas kolektif yang mendalam. Prinsip ini menyatakan jika ada n kemungkinan dan tidak dapat di bedakan kecuali nama mereka, lalu setiap kemungkinan diberikan persentase kemungkinan yang sama yaitu 1/n. Kelebihan teori ini adalah memudahkan perhitungan akan probabilitas yang memiliki nilai yang sama yaitu 1/n karena ketidaklengkapan data sehingga semua kemungkinan dianggap sama. Kekurangan teori ini adalah tidak dapat digunakan dalam probabilitas yang berdasarkan frekuansi kejadian sehingga sulit menentukan keputusan karena bobot alternative yang berbeda.

2. Maximin Criterion

Criteria maximin dapat menjadi alternatif untuk memperkirakan nilai dalam isu control, biasanya dalam hal penjadualan ulang. Kelebihannya adalah ini hanya dibutuhkan untuk mengetahui batasan dari kuantitas bukan dari distribusi mereka. Dari sisi komputerisasi, saat solusi analitik dibutuhkan, ini menjadi lebih dibutuhkan. Poin terkuat adalah metode ini membutuhkan data yang sedikit. Kekurangannya adalah hanya untuk hal-hal yang kecil.

A QUALITATIVE STUDY OF WOMEN’S DECISION-MAKING AND USE OF THE BIRTH CONTROL PILL

Filed under: Decision Supporting System 2008 — susetya @ 8:14 pm

Tugas ketiga DSS 2008

Dari judul jurnal diatas yang ditulis oleh KARA GRANZOW yang merupakan peneliti dari departemen sosiologi di Universitas Alberta. Ia ingin mengetahui factor apa yang mempengaruhi wanita di kanada untuk mendapatkan alat kontrasepsi. Menadapatkan disini adalah memiliki akses untuk mendapatkan alat kontrasepsi yang diinginkan. Ia mewawancarai 20 orang wanita yang telah memiliki pengalaman menggunakannya, pengalaman itu berdasarkan apakah dia sudah pernah maupun sedang menggunakan. Mengapa diteliti karena akses ini tidak dimiliki oleh semua wanita di Kanada. Kesemuanya menyebutkan bahwa mereka kesulitan untuk menemukan pilihan alat kontrasepsi. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya informasi akan jenis alat kontrasepsi dan tekanan social untuk alat kontrasepsi yang akan mereka pilih. Di Kanada terjadi apa yang disebut paradoxical choosing yaitu pilihan yang merekab berbeda dengan kemauan mereka karena desakan social yaitu rekomendasi orang lain akan alat kontrasepsi tertentu.

DEVELOPMENT OF AHP BASED MODEL FOR DECISION MAKING ON E-LEARNING IMPLEMENTATION

Filed under: Decision Supporting System 2008 — susetya @ 8:14 pm

Tugas Keempat DSS 2008

 

Dalam jurnal yang ditulis oleh Nina Begičević, Blaženka Divjak, Tihomir Hunjak dari University of Zagreb,Mereka menjelaskan bagaimana membuat model AHP dari implementasi e-learning di kroasia. Ada 4 fase yang digunakan dalam pembuatan keputusan yaitu Intelejen, desain, pemilihan, dan implementasi. Intelejen merupakan proses dimana kita menentukan masalah utama dalam pembuatan keputusan. Setelah menemukan masalah utama lalu proses desain yaitu mengembangkan alternatif dan menetapkan criteria. Setelah itu kita memasuki fase pemilihan dari alternatif yang telah dikembangkan dengan melakukan evaluasi akan alternatif keputusan yang akan diambil. Selanjutnnya adalah implementasi dari keputusan yang diambil. Dengan menggunakan factor analysis kita mendapatkan 5 faktor utama yaitu Human resources, Specific ICT infrastructure, Basic ICT infrastructure, Strategic readiness, dan Legal and formal readiness. Yang nantinya kan digunakan dalam proses AHP menggunakan program, Expert Choice 2000.

Tugas kedua adalah mencari 2 kasus yang menggunakan expert choice sebagai alat pemilihan keputusan. Kasus ini ditulis ohe Oyku Alanby yang berasal dari universitas Istambul Bilgi. Ia ingin memilih diantara 2 software ERP yaitu SAP dan Microsoft AXAPTA. Dengan melihat 3 faktor utama yaitu kaitannya dengan teknologi, penguna dan vendor. Kaitannya dengan teknologi yaitu fleksibilitas, implementasi, kebutuhan system, perubahan yang cepat, system cadangan, dan integrasi dengan internet. Kaitannya dengan pengguna adalah Customization, User Friendly, reporting and analysis features, dan integrasi dengan aplikasi lainnya. Kaitannya dengan vendor adalah after sales support and training, maintenance, biaya, vendor credential, financing options.. Setelah dilakukan pembobotan didapatkan bahwa yang terpilih adalah SAP dengan besar 0.572.

Kasus kedua adalah mengenai pemilihan pemasok untuk kegiatan konstruksi yang dibuat oleh E. Palaneeswaran, S.T. Ng, M. Kumaraswamy, W.H.K. Chan. Pemilihan ini menggunan 5 factor utama yaitu biaya, waktu, kualitas, pelayanan dan risiko dari setiap pemasok. Pemasok yang dipilih karena tidak ingin merusak nama suatu perusahaan maka diganti dengan nama pemasok 1 hingga 3. Dari keseluruhan factor didapatkan bahwa dipilih supplier 1 dengan sistem pembandingan adalah pairwise.

How to weight the criteria in expert choice 2000

Filed under: Decision Supporting System 2008 — susetya @ 8:12 pm

Tugas Kelima DSS 2008

Pembobotan merupakan hal yang penting dalam menggunakan program Expert Choice 2000n hal ini dikarenakan setiap criteria akan dibandingkan dengan criteria lain yang sederajat. Karena expert choice menggunakan system perbandingan berdasarkan tingkat kepentingan dan persentase setiap keriteria yang sederajat memiliki jumlah 1. Sehingga setiap criteria akan memiliki nilai andil nya dalan keputusan yang akan diambil. Dari jurnal THE ANALYTIC HIERACHY PROCESS AS A TOOL FOR INFRASTRUCTURE MANAGEMENT yang dibuat oleh James T. Smith, M.A.Sc.. cara pembobotan yang dia lakukan adalah dengan AHP value scale yaitu kepentingan kedua criteria yang dibandingkan memiliki equal maka valuenya 0, moderate bernilai 3, strong preference bernilai 5, very strong preference bernilai 7 dan extreme preference bernilai 9. Jika yang dibandingkan berkebalikan maka nilanya menjadi 1/ nilainya. Yang kedua adalah dengan menggunakan skala criteria jika nilai yang dimiliki oleh suatu alternatif maupun criteria saat dibandingkan sesuai dengan skala yang dipakai. Dengan matriks perbandingan total dari setiap alternatif digunakan sebagai pembagi untuk mendapatkan besar partisipasi setiap perbandingan. Setelah itu setiap nilai partisipasi di jumlahkan untuk alternatif yang sama. Maka itu adalah pastisipasi atau andil total alternatif tersebut.

Memilih pemasok material untuk konstruksi

Filed under: Decision Supporting System 2008 — susetya @ 8:12 pm

Tugas keenam DSS 2008

 

Kasus yang saya buat ini terispirasi ketika saya melihat bahwa sebuah pembangunan atau konstruksi harus lah memiliki penjadwalan yang ketat dan pasokan material yang tepat waktu sehingga waktu penyelesian dapat selesai tepat waktu. Oleh sebah itu pemasok material adalah factor penting dalam konstruksi. Maka pemilihan pemasok material harus didasarkan oleh beberapa hal yaitu biaya, waktu, kualitas, pelayanan, dan risiko. Biaya adalah hal yang selalu ingin di minimumkan oleh sebab itu saya menurunkannya menjadi beberapa criteria yaitu harga, diskon, dan system pembayaran. Waktu disini adalah pengiriman material yang dipesan harus sampai tepat waktu sehingga jadwal kontruksi tidak terganggu yang aku turunkan menjadi waktu pengirimannya, kemampuannya menerima pasanan tambahan, dan fleksibilitas yang dimilikinya sehingga dapat diminta dengan segera. Kualitas disini adalah tanggung jawab pemasok akan barang kirimannya baik sebelum hingga setelah barang dikirimkan dan kapasitas pengiriman yang dimiliki. Pelayanan yang diberikan adalah dengan dapat memenuhi spesifikasi konsumen, bersedia mengganti jika barang tidak sesuai dan memiliki sertifikat ISO. Risiko yang terakhir yaitu dilihat dari track record, reputasi, koneksi dan system informasi dan komunikasi yang dimiliki.

March 27, 2008

About Me????!!!!

Filed under: To the World Out there — susetya @ 10:33 am

Saya merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara…. keluarga saya merupakan keluarga yang memiliki kehidupan yang sedang-sedang saja alias mencukupi. Orang tua bekerja di TNI AD. Kakak pertama telah bekerja sebagai staf GM di SILKARGO. YAng kedua Masih melanjutkan kuliah di UGM Teknik industri Ekstensi. Adik saya kelas 3 di SMA 38 yang bulan mei nanti akan menghadapi UAN.

Sekarang mengenai diri saya. Umur 20 tahun dimana sebentar lagi akan menginjak 21 tahun pada bulan mei ini. Saat ini masih kuliah di UI jurusan Teknik Industri angkatan 2005. Berarti mudah-mudahan tahun depan diwisuda AMIEN.

Perawakan saya tinggi, warna kulit sawo matang, berkaca mata. (baik, sabar, ramah, murah hati….) ini adalah menurut saya jika anda menganggap itu benar maka itulah yang sebenarnya jika tidak berarti anda kurang mengenal saya.

Saya bertempat tinggal di jalan srengseng sawah no.4. jika anda ingin menghubungi saya anda dapat SMS atau Call @ 081381370986. saya akan mencoba untuk membuka diri saya untuk mengenal anda jika anda belum mau membuka diri anda untuk mengenal saya.

semoga kata awal ini dapat mengenalkan diri saya kepada anda….

Create a free website or blog at WordPress.com.

Design a site like this with WordPress.com
Get started