Masih Ingat SKBL?

menyapu23 tahun dari Peristiwa 30 September 1965, atau 44 tahun dari sekarang di tahun 1988, setamat SMA kami diminta mengurus SKBL, entah untuk apa: aku lupa. Namun yang masih kuingat, aku mengurusnya dengan seorang teman akrab, selapik seketiduran, kata orang Minang, kami berangkat bersama. Setelah menunggu beberapa hari kamipun menjemput hasilnya, apa hendak dikata SKBL-ku terbit sementara temanku tidak.

Kulihat pandangannya menerawang jauh ke langit biru, setetes air mengalir di matanya. “Ya, syudahlah…!”, hanya itu yang terlontar dari mulutnya.

Baca lebih lanjut

Obama vs Mc Cain = US $ 5000

Gencarnya pertarungan Obama+Biden vs McCain+Palin di Amerika Serikat juga menggetar dunia Plurk. Lihat saja Plurk.Com menyediakan US $5000,- bagi plurker yang menyediakan halaman Pemilu di Plurk mereka masing-masing. Tertarik??? Klik Gambar di bawah ini…, [eng… ing… eeeeng……!!!] 😆 Baca lebih lanjut

Fadjroel Rachman, Bukan Harapan.

Fenomena Barack Obama yang sukses meraup konstituen melalui dunia maya memang patut ditiru oleh seorang yang akan menjadi pemimpin, tepatnya Presiden. “Mancalieak contoh ka nan sudah, Maambieak tuah ka nan manang” kata pepatah Minang.

Dalam teori kewirausahaan juga ada istilah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Ini terjadi karena ruang kreatifitas terasa semakin sempit. Jadi sepertinya sulit mencipta suatu yang baru. Tak apalah. Bukankah meniru dengan melakukan modifikasi itu akan bersintesa menjadi sesuatu yang baru?

Latah tanpa sentuhan pribadi adalah taklid buta. Tak akan menghasilkan apa-apa, karena hanya akan menghantarkan kita sebagai “the follower” bukan “the leader” untuk kemudian menjadi “the looser” dan bukan “the winner”. Baca lebih lanjut

Ilhamsyah: Tolak Bayar Hutang Luar Negeri

Senang sekali dapat kesempatan chat dengan Tokoh Muda, Ilhamsyah dari Aliansi Buruh Menggugat (ABM)

kangtutur: Bagaimana anda melihat fenomena kenaikan BBM kali ini, apakah Rakyat perlu turun lagi ke jalan seperti 10 tahun lalu?

Ilham: Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Ya, kalau Rakyat menginginkan perubahan, Rakyat dalam hal ini Buruh, Tani, Pemuda dan Kaum Miskin lainnya harus terlibat secara aktif dalam proses perubahan, Rakyat harus membangun alat politiknya sendiri.

kangtutur: Lantas? Bagaimana menyelesaikan persoalan tak berujung ini?

Baca lebih lanjut

Janji Tinggal Janji

SBY nampaknya kalah “tahan” dibanding MERPATI dalam hal janji:

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada APBN tahun 2008. Penegasan tersebut disampaikan Presiden seusai melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) baru, Laksamana Madya Sumardjono, di Istana Negara, Rabu (7/11) siang. “Tidak ada opsi itu karena kita cari solusi yang lain, yang cespleng. Paling tidak mengurangi dampak tanpa harus menimbulkan permasalahan pada masyarakat luas. Insya Allah kita carikan jalan terbaik,” kata Presiden kepada wartawan.


Pemerintah, lanjut Presiden SBY, akan terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi harga minyak yang kian melambung. “Kita lakukan langkah-langkah domestik, kebijakan yang lain supaya kita bisa mengatasi. Ada solusi, tidak mengguncangkan perekonomian kita, tidak mengubah anggaran pembelanjaan kita. Itu yang sedang kita lakukan, yang pada saatnya kalau memang begini terus dan lebih tinggi lagi, tentu akan ada yang kita lakukan secara signifikan,” kata Presiden SBY. (mit)

Itu adalah petikan JANJI tidak akan menaikkan BBM dari situs Presiden RI kita. Namun, karena perseteruan media (polemik) dengan mantan atasannya Wiranto, postingan pada 7 November 2007 yang tadi pagi masih ada sekarang sudah dihapus.

Kabarnya Andi Malarangeng (AM), marah-marah sama wartawan situs tersebut! SEMUDAH ITUKAH MENGHAPUS JANJI? O My God!

*kadang saya berpikir, bung AM tak ubahnya seperti Harmoko di zaman Soeharto*

Bibit Koruptor & Ujian Akhir Nasional

Aku pernah terharu ketika mendengar tuturan tentang seorang bapak yang memberikan hadiah sepeda baru kepada anaknya padahal nilai ujiannya jelek. “Yang penting prosesnya, hasilnya hanya sebuah akibat. Nilainya jelek hasil kerja sendiri itu lebih bagus ketimbang bernilai bagus hasil nyontek atau bocoran.”, begitu kira-kira penjelasan sang bapak yang bijak ini.

[gambar: antara.co.id]

Nah, kalau setiap Ujian Akhir Nasional polisi harus selalu mengawal agar soal-soal ujian ini tidak bocor sebelum waktunya, tentunya ada yang “sangat salah” pada sistem pendidikan Indonesia kita? Apakah dunia pendidikan kita justru mengajarkan siswa-siswi untuk korup? Apakah anak-anak bangsa itu memang dididik untuk jadi koruptor? Apakah sekolah-sekolah kita adalah sawah ladang yang menyemai Bibit-Bibit Koruptor?

Gubernurpun merasa perlu untuk SIDAK kemana-mana?

😥 spikles 😦

Harga Beras gak boleh Turun?

“Kalau kita bisa ekspor dalam keadaan surplus, itu membantu kestabilan harga, kita kan tidak bisa menyimpan beras lama-lama, nanti rusak dan nilainya akan turun,” kata Mari. Kompas

Itu, kutipan dari Menteri Perdagangan RI, Mari E Pangestu.

*halah* :angry:

Tentunya kita masih belum lupa kalau negara ini masih rawan dengan ancaman KELAPARAN dan KURANG GIZI? Dan sementara BBM, seperti Minyak Tanah dan Bensin terus menunjukkan kenaikan.

“….. dan nilainya akan turun”

Heran yah? Sepertinya pemerintah gak rela kalau harga beras turun. Padahal kalau diekspor pun yang untung tentu para pedagang. Negara juga untung sih, cuman manfaat dari keuntungan itu gak bisa ternikmati langsung oleh rakyat.

Namun, kalau PENURUNAN HARGA terjadi, terasa sekali Nikmatnya. Dan padahal lagi, ini dugaan ku saja, kalau harga gonjang ganjing gitu yang paling untung tetap PEDAGANG.

Inilah akibatnya, kalau yang dianggap rakyat itu hanya PEDAGANG. Dan inilah akibatnya kalau aparat pemerintah itu kebanyakan PEDAGANG. 😦

SBY Gebrak Meja!

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghentikan pidatonya sejenak. Kepalanya bergerak ke kiri dan kanan lalu menunjuk peserta yang tertidur. Kemudian, tangan kanannya menggebrak podium.


“Itu coba bangunkan yang tidur. Kalau tidur di luar saja”, kata Presiden RI, Raut mukanya merah, suaranya meninggi dan bergetar. “Bagaimana dapat memimpin rakyat kalau tidur? Malu dengan rakyat yang memilih!”, kata SBY lagi.

“Lembaga yang yang bisa meluluskan pemimpin yang kepribadiannya jelek akan jadi racun. Jangan diluluskan. Bukan karena tidak pandai, tetapi tidak bagus kepribadiannya.

*halah, bisa marah juga bapak kita itu*

😆

sumber: Media Indonesia

gambar: Kompas