Menjadi Mahasiswa Menambah Satu Dosa !!!

•Februari 18, 2011 • 12 Komentar

Menjadi Mahasiswa Menambah Satu Dosa !!!

 

Ketika kamu masuk ITB, kamu telah menambah satu dosa, karena telah menyingkirkan ratusan sampai ribuan orang yang ingin masuk ITB. Dosa itu hanya bisa ditebus dengan menjadi entrepeneur & menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, jika tidak, kamu akan menambah 1 dosa lagi karena telah merebut jatah ratusan penduduk Indonesia untuk bisa mencari nafkah

(Kusmayanto Kardiman)

 

Ini versi dosen ITB, how about ‘fatwa’ dari kampus-kampus lain ?

 

 

 

 

 

*sedang malas menulis, wal hasil cuma bisa ngepost terrific statement ,

lain waktu tulisan ini akan disunting dengan beberapa kajian

admin masih asyiik dengan tulisan yang lain (skripsi.red) hehe

weeee mohon doanya yach ?!

 

 

Hati Wanita Itu Selembut Kapas….

•Februari 15, 2011 • 6 Komentar

Hati Wanita Itu Selembut Kapas….

 

Hati wanita itu selembut kapas…

Kau tau kapas ?

Jika bagian ujungnya terkena setetes air, maka akan ikut basahlah seluruh bagiannya…

Begitu pula jika terkena percikan api, maka akan ikut terbakarlah seluruhnya….

Maka tempatkanlah ia didalam kotak hatimu,

Jagalah dari air (kesedihan) dan api (kecemburuan),

Niscaya akan kau dapati terus kelembutannya…

 

 

Daun Yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin

•Januari 27, 2011 • 11 Komentar

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin… Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya. Tak ada yang perlu disesali. Tak ada yang perlu ditakuti. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah ke mana.

Bahwa hidup harus menerima… penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti… pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami… pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.

“Ketahuilah Tania, aku bisa menghentikan hujan ini… Tetapi itu hanya bisa kulakukan jika aku tidak sedang dengan seseorang yang kucintai…. Dan malam ini aku sepertinya tidak bisa menghentikannya….” Adi serius menatapku.

 

*diatas adalah kutipan beberapa bagian dari Novel “Daun yang jatuh tak pernah membenci angin (The falling leaf doesn’t hate the wind) ” -Tere Liye

 

 

Tentang Salman Khan “Guru Sederhana” lulusan MBA from Harvard yang dikagumi Bill Gates

•Januari 17, 2011 • 1 Komentar

Ketika saya membuka account email yahoo, saya dapati sebuah email dari salah satu milis beasiswa yang saya ikuti, isi email yang menurut saya sangat menginspirasi dan dirasa perlu disebarluaskan, karena Indonesia butuh orang-orang seperti beliau, tentang Orang Bangladesh yang dikagumi Bill Gates.

Cerita tentang Salman Khan, putra imigran asal Bangladesh-India, lulusan Harvard (MBA) dan MIT (listrik dan matematika). Dia meninggalkan dunia gemerlap sebagai manajer investasi lalu beralih menjadi guru yang mendidik jutaan orang lewat video Internet.

Salman Khan (Sal Khan) bisa memasukkan nama Bill Gates sebagai salah satu penggemarnya. Khan bukan jawara Lembah Silikon, seperti Mark Zuckerberg yang menemukan Facebook atau Andy Rubin yang membuat Google bangkit dengan Android. Khan cuma seorang guru.

Ketika orang lain melamar pekerjaan menjadi guru, Khan memilih menjadi guru praktis mendistribusikan tutorial di YouTube.

Khan menghabiskan waktunya di sebuah bekas toilet mini yang ia sulap menjadi studio rekaman sekaligus perpustakaan. Ruangan berukuran 1,5 x 2 meter itu adalah think thank yang dia sebut: bgC3. Di ruang sesak inilah Khan menghabiskan waktunya bersama dua komputer, headphone di telinga, kaus tidur dan piyama, menunggu siang sambil membaca buku atau membuat video.

Orang ini luar biasa, kata Gates dalam surelnya. Dia mengerjakan banyak hal dengan sumber daya yang amat terbatas.

Mengapa Khan begitu dikagumi Bill Gates? Gates dan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun, Rory, terpana oleh video-video pendidikan bikinan Khan, dari video aljabar sampai biologi. Yang membuat kagum Gates adalah sosok Khan yang meninggalkan dunia gemerlap sebagai manajer investasi beralih menjadi guru yang mendidik jutaan orang lewat video Internet.

Di kontrakannya yang sempit di Lembah Silikon itulah guru digital ini membikin tutorial video. Hebatnya, semua itu dikerjakannya sendiri, mulai dari menyusun materi, memvideokan, hingga menjadi guru sekaligus.

Academy (http://khanacademy.org/). Di Khan Academy itu, dia adalah satu-satunya guru. Dia bisa mengajar apa saja, dari kalkulus, trigonometri, kimia, fisika, biologi, sampai tentang perang Napoleon, dan pelajaran ekonomi dari pabrik cupcake.

Sejauh ini, dari bekas toilet itu, dia telah menciptakan 1.630 tutorial dan ditonton oleh 70 ribu orang per hari. Angka itu nyaris dua kali lipat jumlah mahasiswa Harvard plus Universitas Sanford. Jumlah pengunjung tertinggi mencapai 200 ribu orang,kata Khan. Sebuah kesungguhan dan ketulusan yang membuat banyak orang iri, termasuk Bill Gates.

Sosok Khan, pernah tampil di jaringan teve CNN. Pada event Aspen Ideas 2010, sosok Bill Gates pendiri Microsoft, sengaja memaparkan keberhasilan prestasi Akademi Khan pada pada forum bergengi ajang bergengsi yang berlangusng pada Juli 2010 lalu di Kolorado, AS. pemamaparan Bill Gates tentang Khan bisa disimak di link berikut

http://www.youtube.com/watch?v=6A07Pj71TUA&feature=channel

Keindahan dari pengajaran Khan adalah konsistensi dia, ujar Gates.
Seperti entrepreneur hebat lainnya, Khan terjun di dunia pendidikan tanpa sengaja. Dia lahir dan besar di New Orleans. Khan putra imigran berdarah Bangladesh dan India. Di bangku kuliah, Khan adalah bintang. Dia punya tiga gelar dari
universitas ternama di Amerika Serikat: MBA dari Harvard, bachelor of science bidang matematika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), serta bachelor dan master dari MIT untuk bidang kelistrikan. Dia sempat menjadi presiden kelas di MIT.

Khan jatuh cinta kepada kegiatan mengajar setelah ia menjadi guru sukarelawan untuk anak-anak Brookline. Ini adalah anak-anak yang mengalami sindrom attention deficit disorder, yang kesulitan memusatkan fokus perhatian. Dia juga tersentuh ketika keponakannya, yang kelas VII, bertanya soal konversi berat dalam kilogram. Khan pun mulai membuat tutorial dengan menggunakan teknologi yang sederhana. Ia hanya menggunakan software Yahoo Doodle dan Microsoft Paint berteknologi rendah untuk membuat sketsa, dengan latar belakang hitam dan garis-garis berwarna cerah dan persamaan ketika ia bekerja melalui penjelasannya. Video pertama yang ia buat adalah pelajaran mengonversi gram untuk kilogram yang awalnya hanya ditujukan bagi sepupunya itu. Sejak itulah kecanduan mengajar di sekolah online dimulai.

Khan mulai membuat tutorial dengan menulis program JavaScript sendiri. Dia bekerja di sela-sela waktu istirahatnya sebagai manajer investasi, di antara waktu main bola. Lalu dia rekam dalam bentuk video dan diunggah ke YouTube. Khan akhirnya benar-benar hidup untuk akademinya setelah mendapat pesangon US$ 1 juta (Rp 9 miliar). Uang itu dia sebut Khan Capital, yang digunakan untuk membiayai hidupnya dengan investasi.

Khan berkukuh tak mau mengkomersialkan situsnya. Saya sudah punya dua mobil Honda, istri yang cantik dan anak yang hebat, serta rumah, katanya.

Tak ada sekat suku bangsa, ruang, apalagi teritorial. Baik yang ada di ujung Samudra Atlantik hingga pedalaman Hutan Amazon, semua diajari Salman Khan lewat sekolah dunia maya miliknya secara cuma-cuma.

Bagi sebagian orang, matematika memang sudah seperti momok yang sulit dimengerti, apalagi dikuasai. Perasaan yang sama dialami pula oleh seorang bocah Korea berusia 11 tahun. Tapi, siapa sangka pelajaran yang selalu membuatnya stres tersebut berbalik menjadi pelajaran favoritnya setelah ia membuka situs buatan SalmAn Khan,

“I’m from Korea, a small country and I’m eleven. Your lecture is so famous so we could know your skill! I’m loving this alot~ :), ” him204@naver.com, yang diposting lima hari lalu, di mata pelajaran video aljabar.

Tidak hanya anak dari Korea, sepasang orang tua di California, AS, tampak tak kuasa meluapkan rasa senang atas kemajuan yang dilakukan anak mereka dalam pelajaran aljabar.

“Saya tidak tahu siapa Anda. Tapi dalam pikiran saya, Anda adalah penyelamat.”

Anak-anak saya benar-benar bersemangat dengan matematikanya. Terima kasih ucapnya di situs yang dikelola seorang pria yang baru menginjak usia 33 tahun.

Khan tak pernah miskin dengan kebaikan. Sebab, pengusaha-pengusaha Lembah Silikon pun membanjiri dia dengan donasi. Indonesia butuh orang-orang baik budi dan tidak sombong seperti dia.

Berikut tautan beberapa video tutorial Salman Khan :

*silahkan klik gambar video dibawah ini !

Mendidik adalah Kewajiban Setiap Orang Terdidik

•Januari 17, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan ini juga dimuat di kompasiana.com

95% tingkat buta huruf di Indonesia pada tahun 1945 dan 8% pada tahun 2010, merupakan pencapaian yang luar biasa. Bandingkan saja dengan India yang notabenya sebagai penguasa ekonomi Asia, tercatat pada tahun 2010 tingkat buta huruf mencapai 42%. Inilah sekilas tentang gambaran pendidikan Indonesia. Namun ternyata bebas dari buta huruf dan bisa membaca saja tidak cukup. Mari tengok lebih dalam! Pada tahun 2007 siswa Sekolah Dasar (SD) mencapai 4,6 juta orang. Tapi yang lulus SMA hanya 1,7 juta jiwa. Bayangkan 3 juta jiwa tidak pernah lulus SMA (putus sekolah), kalau pertahunnya 3 juta, maka dalam 10 tahun berapa?

Negara ini merdeka oleh campur tangan para pendidik seperti Bung Karno, Bung Hatta dan Ki Hajar Dewantoro. Namun di usianya yang hampir menginjak 66 tahun, ternyata Indonesia belum merasakan kemerdekaan secara pendidikan, pendidikan hanya bisa dirasakan oleh sebagian dari rakyat Indonesia. Padahal masalah pendidikan adalah “Janji Negara”, ini termuat dalam Pembukaan UUD 45 alinea 4 :

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa…”

Mencoba berfikir lebih sederhana. Mungkin tidak ada yang salah dengan peraturan, system dan undang-undang dari pendidikan yang dimilki Negara ini. Sejatinya kata pendidikan sangatlah erat hubungannya dengan Pendidik atau Guru. Ya, guru adalah garda terdepan di kancah pendidikan, dialah yang bersentuhan langsung dengan objek didik. Sebuah data memaparkan, kekurangan guru di sekolah di kota mencapai 21%, sekolah di desa 37%, sekolah di daerah terpencil 66%, dan sekolah di seluruh Indonesia hingga 34%. Sedangkan 78% guru di Indonesia tak berkompeten untuk mengajar di tingkat sekolah dasar. Dari data tersebut dapat kita lihat masalah kekurangan guru dan kurangnya kompetensi yang dimilki guru menjadi salah satu problem pendidikan di Indonesia.

“Sarjana di Indonesia paling banyak jadi pengangguran. Jumlah lulusan sarjana yang menganggur berjumlah 11,92%” -Badan Pusat Statistik (BPS)-

Ironis sekali ketika di satu sisi kita kekurangan dan sisi lain kita berlebihan. Walaupun mungkin para lulusan sarjana yang menganggur tersebut tidak berminat menjadi guru namun sebenarnya mereka berkompeten untuk menjadi guru. Saya anggap berkompeten karena memang gelar Sarjana hanya mampu diperoleh oleh mereka yang mampu secara intelligence, financial dan kesempatan.

Kini, rasanya masalah pendidikan tidak hanya menjadi janji dan tanggungan Negara, namun juga menjadi tanggungan bagi setiap mereka yang terdidik.

“Mendidik adalah kewajiban setiap orang Terdidik” (Anies Baswedan)

Tulisan ini sebenarnya merupakan resume dari catatan kecil saya ketika menghadiri RoadShow Indonesia Mengajar bersama Anies baswedan di UC UGM Yogyakarta, 11 Januari 2011. Indonesia Mengajar merupakan salah satu gerakan yang mengajak sarjana-sarjana terbaik bangsa untuk ikut mencerdaskan bangsa, dengan mengabdi menjadi Guru SD selama 1 tahun di pelosok Indonesia. Info selengkapnya bisa dilihat di http://www.indonesiamengajar.org/index.php

-Pendidikan adalah eskalator sosial-ekonomi suatu bangsa-

 

Untuk temen-temen S1 yang sedang SKRIPSI !!!

•Januari 10, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Students Innovation Award ISTECS (untuk temen-temen S1 yang sedang skripsi)

Dear teman2, mohon disebarluaskan ya di kampus masing2. 2 orang dengan karya terbaik akan diundang ke tokyo bulan maret nanti 🙂

———————————————————————————————————————————————-

Dalam rangka mendorong berkembangnya inovasi dan kontribusi para mahasiswa Indonesia dalam bidang sains dan teknologi, Institute of Science and Technology Studies (ISTECS) Jepang menyelenggarakan acara Students Innovation Award 2011

.

Students Innovation Award 2011 merupakan kompetisi karya ilmiah (proposal penelitian) untuk para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S1.

Penganugerahan award untuk para pemenang kompetisi ini akan berlangsung dalam acara Annual Meeting of Science and Technology Studies (AMSTECS 2011) tanggal 19-20 Maret 2011 di Tokyo, Jepang.

TUJUAN

1. Menumbuhkan motivasi kepada para mahasiswa S1 untuk terus menghasilkan inovasi dalam karya-karyanya.

2. Mempromosikan karya-karya inovatif mahasiswa supaya dapat disponsori berbagai institusi di Indonesia dan Jepang.

BENTUK KARYA

Proposal Penelitian (abstrak, summary, dan proposal lengkap) baik penelitian yang sudah dilakukan, sedang dilakukan, atau yang akan dilakukan.

BIDANG PENELITIAN

Bidang penelitian dibatasi pada bidang-bidang berikut:

  • Pertanian dan Ketahanan Pangan
  • Kesehatan dan Obat-Obatan
  • Energi Baru Terbarukan
  • Teknologi dan Manajemen Transportasi
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi
  • Material Maju

PENGHARGAAN

2 karya terbaik

a. Semua author mendapatkan piagam penghargaan dari Menristek RI.

b. Satu orang author juara 1 dan satu orang author juara 2 akan diundang ke Tokyo untuk mempresentasikan karyanya dalam acara AMSTECS2011 dengan biaya transportasi dan akomodasi 100% ditanggung panitia AMSTECS 2011.

50 karya terbaik

a. Semua author mendapatkan piagam penghargaan dari ISTECS Jepang.

b. Summary proposal mereka dipublikasikan dalam buku ¨Innovation of the Nation¨ yang akan diterbitkan oleh ISTECS Jepang. ISTECS Jepang akan mempromosikan buku ini kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang, Kementrian Pendidikan Nasional RI, dan Kementrian Riset dan Teknologi RI, serta universitas-universitas di Jepang. ISTECS Jepang akan mendorong berbagai institusi tersebut agar mensponsori pengembangan karya-karya itu atau mendukung pendidikan para mahasiswa pemilik karya tersebut ke jenjang S2 dan S3.

TANGGAL-TANGGAL PENTING

-Batas Akhir Penyerahan Abstrak (bahasa Inggris) dan Formulir Identitas Pengarang: 30 Januari 2011.

-Batas Akhir Penyerahan Proposal Lengkap (bahasa Indonesia) dan Summary (bahasa Inggris) : 10 Februari 2011.

-Pengumuman 50 karya terbaik : 25 Februari 2011.

Semua abstrak, formulir identitas pengarang, proposal lengkap dan summary harus dikirimkan ke amstecs-nova@istecs.org dengan format yang sesuai dengan Students Innovation Award 2011 Author’s Guidelines (bisa diunduh di website).

Menyerahkan karya ke alamat email tersebut berarti memberi izin kepada ISTECS Jepang untuk mempublikasikan karya tersebut sesuai dengan aslinya dengan tetap mencantumkan nama authornya.

DEWAN JURI/REVIEWER

Proposal penelitian yang masuk ke panitia akan direview oleh International Scientific Committe AMSTECS 2011. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

TESTIMONI

Apa kata mereka tentang Students Innovation Award 2011?

1. Dr. Sidik Permana (Direktur ISTECS Jepang)

http://www.youtube.com/watch?v=2jL_qwje1Vw

2. Fithra Faisal Hastiadi, MSE, MA (Dosen UI/Ketua PPIJ/kandidat doktor Waseda University, Jepang)

http://www.youtube.com/watch?v=qX4L_mUn3N8

3. Mukhamad Najib, M.Si (Dosen IPB/kandidat doktor the University of Tokyo, Jepang)

http://www.youtube.com/watch?v=lSz-UGFjTOM&feature=related

4. Agus Kurnia, Ph.D (Dosen Universitas Haluoleo)

http://www.youtube.com/watch?v=VTlLJefajXU

5. Agung Trisetyarso, M.Si (Kandidat Doktor Keio University, Jepang)

http://www.youtube.com/watch?v=IdFH0njApB0

6. Rodiansono, M.Si (Dosen Universitas Lambung Mangkurat/ Kandidat doktor Chiba University, Jepang)

http://www.youtube.com/watch?v=idw5A9YFFQA&feature=related

7. Aulia Averroes, M. Eng(Kandidat doktor Tokyo Institute of Technology, Jepang)

http://www.youtube.com/watch?v=3sRprwHi_3U&feature=related

INFORMASI DAN SARAN

website : http://www.istecs.org/call-for-proposal-sinnova-2011/

DIPERSEMBAHKAN OLEH :

Institute of Science and Technology Studies (ISTECS) Jepang

http://istecs.org/

Bekerja sama dengan

Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Mahasiswa 

Anda Wanita ? Anda Menulis ? Maka Anda Sehat !

•Desember 31, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan ini dimuat juga di Kompasiana,  http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2010/12/31/anda-wanita-anda-menulis-maka-anda-sehat/

Wanita, menulis dan sehat, apa hubungannya ? Mari kita telusuri !

Curhat , sebagian orang berpandapat bahwa aktivitas ini lebih banyak dilakukan oleh para wanita. Berlama-lama ngobrol dengan sesama, bercerita tentang hal kecil sampai hal besar, tentang masalah pribadi dan masalah publik, tentang kekesalan atau kesenangan, tentang hal yang penting hingga hal yang tidak penting. Mental wanita lebih rental dibandingkan pria maka wanita memang lebih senang mencurahkan isi hatinya. Bahkan hanya sekedar untuk didengar tidak harus memperoleh solusi, wanita sudah merasa puas ketika melakukan aktivitas ini.

Sebuah penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan dari University of Michigan menemukan aktivitas ini terbukti baik untuk kesehatan wanita. Ketika seorang wanita melakukan aktivitas ngobrol meluapkan isi hatinya maka ini akan meningkatkan hormon progresteron, suatu hormon yang diyakini dapat mengurangi kecemasan dan stress.

Banyak cara yang dilakukan untuk mencurahkan isi hati, mulai dari menceritakannya ke teman, sahabat, orang tua, atau menulisnya di buku harian. Salah satu sebab buku harian menjadi sebuah pilihan adalah alasan keamanan. Terkadang seorang wanita tidak terlalu yakin untuk menceritakan masalah pribadinya kepada orang lain, timbul kekahawatiran lawan bicaranya tidak mampu menjaga rahasia sehingga mereka lebih memilih mencurahkan isi hati melalui tulisan.

Seperti berbicara, tulisan merupakan ucapan tanpa suara, sarana untuk menyampaikan sebuah pesan, bisa berupa informasi, pemikiran, ajakan, atau unek-unek. Bayangkan ! Wanita bisa berbicara panjang lebar dalam waktu yang cukup lama ketika bercerita dengan temannya, jika saja ini dituangkan dalam media tulisan, maka akan menjadi sebuah tulisan yang cukup panjang tentunya.

Kini, seiring perkembangan teknologi serta adanya pergeseran budaya dari lisan ke tulisan. Wanita lebih berani berekspresi mencurahkan isi hati melalui tulisan lewat ruang public, seperti menulis pengalaman pribadi di blog, ikut berpendapat di forum milis, memberikan saran dan kritik di media online, atau sekedar bercuap-cuap lewat Facebook dan twitter.

Sebuah data statistik menyatakan bahwa wanita nge-Tweet 12% lebih sering dibanding pria. Selain itu sebuah situs terkemuka di US mencatat 50,9% blogger adalah wanita, data ini diperoleh dari penelitian yang dilakukan terhadap kurang lebih 120 juta posting blog pada bulan Juni 2010.

Wow !!! ternyata wanita memang gemar menulis. Kebiasaan menulis inilah yang mengantar wanita menjadi lebih sehat. Beberapa manfaat sehat yang didapat seorang wanita ketika menulis antara lain :

  1. Mengencangakan kulit . Seorang feminis Marroko yang juga seorang penulis tersohor, Fatima Mernissi , yakin bahwa setiap satu goresan tulisan dapat menghilangkan satu keriput di kantong mata. Dia juga menegaskan bahwa menulis lebih baik ketimbang operasi pengencangan kulit wajah.
  2. Meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas ). Seorang psikolog peneliti, James Pennebaker, Ph.D. membuktikan, bahwa menulis dapat meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas) seseorang. Dari sample mahasiswa yang dia teliti didapatkan kunjungan ke klinik kesehatan menurun dengan cukup signifikan setelah mereka menulis. Pemeriksaan darah yang dilakukan setelah mereka menulis pun menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih
  3. Kondisi mental lebih sehat. Dalam jurnal Clinical Psychology, James Pennebaker, Ph.D dan Janet Seager, Ph.D melaporkan, orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memiliki kekuatan untuk memberi dampak positif pada tubuh kita secara fisik.
  4. Terapi penyembuhan diri (trauma healing). Paulo Coelho penulis novel The Al Chemist menyarankan agar kita menuliskan segala kesedihan atau perasaan yang mengganggu dalam selembar kertas dan melarungkannya ke sungai. Niscaya kesedihan atau kekuatiran akan sirna.

Maka tidak ada alasan untuk tidak sehat, apalagi jika anda seorang wanita.

Keep Writing,  to keep your Health !!!

 

 

Ayo Menulis Selama Pergantian Tahun Baru !!! COMPETITION !

•Desember 30, 2010 • 1 Komentar

 

Beberapa hari ke depan, kita akan memasuki tahun baru. Itu artinya, acara ngeblog bareng selama malam pergantian tahun di “Old & New Blogging Moment” akan segera dimulai, tepatnya pada hari Jumat, 31 Desember 2010, mulai pukul 18:00 Waktu Indonesia Barat hingga jam 06:00 WIB keesokan harinya (1 Januari 2011).

Untuk menyemarakkan kegiatan ini, Kompasiana menyediakan satu unit iPad Wifi 16 GB dan beberapa gadget menarik lainnya.

Kegiatan terbuka untuk semua blogger dan netizen dengan syarat sudah mendaftar di Kompasiana. Para Kompasianer bisa mengikuti lomba tanpa registrasi ulang (tombol Registrasi di microsite lomba hanya berlaku untuk mereka yang belum bergabung di Kompasiana).

Berbeda dengan kegiatan lomba Kompasiana lainnya, Old & New Blogging Moment diadakan dengan aplikasi CMS (Dashboard) terpisah. . Artinya, tulisan lomba harus dikirim lewat microsite lomba dengan cara mengklik tombol “Kirim Tulisan” di http://ads2.kompas.com/layer/kompasiana_oldnew/. BUKAN lewat halaman Tulis Konten Kompasiana di  http://www.kompasiana.com/dashboard/write.

Begitu masuk ke formulir pengiriman tulisan, Kompasianer akan menemukan pilihan rubrik/tema yang sama persis dengan rubrikasi Kompasiana. Begitu juga dengan pilihan tipenya (Reportase, Opini, Fiksi). Artinya, lomba ini menerima semua jenis tulisan tanpa ada batasan apapun. Kompasianer juga bisa mengirim lebih dari satu tulisan (tanpa batasan jarak waktu tayang) selama 12 jam periode lomba.

Demi kelancaran acara, peserta hanya bisa mengirim tulisan. Foto belum bisa disertakan selama periode lomba berlangsung. Begitu juga dengan fitur penjadwalan dan edit tulisan. Semua di-nonaktifkan sampai lomba berakhir. Setelah di-submit, butuh waktu beberapa saat sampai tulisan ini tayang di microsite lomba. Ya, tulisan yang dikirim hanya akan tayang di microsite–namun tetap masuk ke halaman profil sebagai arsip tulisan masing-masing peserta.

Teknis dan Ketentuan “Old & New Blogging Moment” silahkan klik tautan di bawah ini :

http://blog.kompasiana.com/2010/12/27/teknis-dan-ketentuan-old-new-blogging-moment/

 

 

Siapa Bilang Jogja Nyaman apalagi Ramah ? (Part 2)

•Desember 27, 2010 • 2 Komentar

Seputaran  Bank Mandiri cabang Sekip UGM cukup padat, saya adalah seorang pejalan kaki dan hendak menyeberang keluar dari gerbang bank tersebut. Saya menghentikan langkah karena sebuah mobil biru (saya tidak ingat merknya, sejenis dengan H*nda Jazz mungkin) hendak memasuki gerbang. Ternyata si mobil juga berhenti, seolah memberi isyarat untuk mempersilakan saya menyeberang terlebih dahulu. Karena tertegun maka saya sempatkan menengok, siapakah gerangan, pengendara mobil ini ?

Seorang laki-laki beruban dan berkacamata tersenyum manis…manis sekali 😀 kepada saya, saya pun membalasnya dengan senyuman sebagai tanda terimakasih. Berbesar hati sekali pengendara mobil ini, mau mengalah pada seorang pejalan kaki.

Dalam hati saya berujar :

“Kakek !!  saya mau donk jadi cucumu “ *huehuehue



——————————————————————————————————————————————————————

What a wonderfull place?

Siapa bilang Jogja Nyaman apalagi Ramah?

Karena Jogja Sangat Nyaman dan Luar Biasa Ramah !!!


Mungkin dari beberapa pembaca ada yang berpendapat :

“Wah luar biasa, sangat jarang menemui orang-orang seperti mereka apalagi di kota.”

“ Biasa aja kale, memang harusnya seperti itu”

“membantu kan adalah kewajiban biasa ajalah gan “ atau ada yang punya pendapat lain ?

Apapun pendapat pembaca, sang penulis masih belajar untuk menghargai sebuah kebaikan dari perbuatan-perbuatan kecil yang diberikan dari orang lain apalagi dari orang-orang yang tidak kita kenal.

Karena bisa jadi perbuatan kecil inilah yang lebih bernilai dimata Alloh. Dibandingkan perbuatan-perbuatan besar (misal), Menggalang Dana, menjadi relawan, menjadi sukarelawan, beceramah, berdakwah dll, yang mungkin lebih banyak disisipi riya`.

Diriwayatkan Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau mendapatkan kabar bahwa amalan yang kecil yang pernah beliau lakukan dan membawanya ke syurga  diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan sehat.

Kita semua  pasti pernah melakukan sebuah kebaikan kecil (misal) tersenyum, mengucap salam, menjabat tangan saudara kita, meminjamkan pena, meminjamkan buku, mengirim SMS tausiyah, mengantar seorang kawan dengan motor/mobil kita, atau sekedar menyapa kawan ketika bertemu di jalan dll.

Luar biasa bukan ternyata banyak sekali kebaikan-kebaikan kecil yang mungkin bisa kita lakukan, dan ini lebih mudah kita lupakan, karena tanpa tendensi apapun maka nilai keikhlasannya bisa jadi lebih bernilai di mata Alloh.

Senantiasa membiasakan diri melakukan kebaikan-kebaikan dari hal yang kecil, sembari melatih otak kanan kita untuk belajar

mengharagai kebaikan-kebaikan kecil dari orang lain dari pada mengingat-ingat keburukan orang lain.

Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat”

Starting from Your self….kalau kita bisa mengharagai kebaikan kecil dari orang lain, maka dengan mudah pasti kita bisa menghargai diri kita (percaya diri) dan automaticly orang lain pasti juga akan menghargai kita !!!

Salam dahsyat, Optimis Senyum manis…minum susu yang banyak

Siapa Bilang Jogja Nyaman apalagi Ramah ? (Part 1)

•Desember 27, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sangat menyukai suasana selepas hujan apalagi klo itu sore hari, dan Yiiihaaaaaaaaaaa !!!  Itulah waktu yang tepat untuk jalan-jalan melepas penat, menghirup wangi tanah yang telah tersiram air dari langit ibarat aromaterapi alami yang diciptakanNya. Sore itu saya memulai sebuah petualangan. Sampai di selokan Mataram tepatnya sebelum warung Gudeg Yu Djum, saya disuguhkan sebuah pemandangan dan percakapan 2 orang laki-laki, ehm lebih tepatnya 2 orang pemuda hehehe.

“Tenang ja Mas, saya ikhlas koq, udah gakpapa” ujar pemuda X berulang-ulang  dengan tangan belepotan Oli plus peralatan otomotif masih tergenggam.

Lawan bicaranya pemuda Y berdiri disamping sebuah motor, klo dilihat dari ekspresi wajahnya, tersenyum lebar, agak malu, bahagia, terharu dan tanpa kata-kata , sambil terus menyodorkan uang 5ribuan atau 10ribuan *saya tidak terlalu mengamati. Ending ceritanya pun saya tak tahu…karena JJSAH(Jalan-Jalan Sore Abis Hujan) harus berlanjut  =)

Tapi dalam hati, saya berkata :

“Astaga Bang, gue suka gaya loe !!!”


—————————————————————————————————————————————————

Di sore yang sama , petualangan saya berakhir di depan Gedung Pusat UGM (Balairung). Di bawah payung besar berwarna biru, yang dilengkapi kursi taman dan meja, terbuat dari kayu, di dekatnya ada lampu taman khas UGM yang belum menyala, ditambah udara yang luar biasa sejuk dan segar, bukan karena selepas hujan tapi karena hutan kota yang tak seberapa luas di depan Balairung itu, orang Forestry biasa menyebutnya “Arboretum”.  (*jika anda termasuk civitas UGM atau orang Jogja pasti paham betul dengan suasana yang saya gambarkan diatas)

Sambil membuka Laptop , saya mengucap Basmallah, ritual OL sore itu saya mulai (^-^)/ * akses modem expired, terpaksa cari wifi gratis buat ngakses jurnal.

Sesekali bersliweran orang-orang yang sedang jogging sore hari, namun kali ini tak seramai biasanya , maklum abis hujan. Mungkin orang-orang lebih memilih menghangatkan diri di dalam ruangan daripada menghangatkan diri dengan lari.

Angin semilir, terkadang menjadi semilar (Alias angin gedhe hehe). Dan tanpa sadar payung abu-abu yang masih terbuka, yang terletak di kursi sebelah terbang berputar-putar menjauh. Dalam kondisi laptop menyala dan masih dipangkuan, saya tak kuasa berbuat apa-apa dan hanya sanggup menatap dengan terpana.

Di seberang sana seorang pemuda dengan dandanan khas mahasiswa, kaos oblong, celana pendek dengan panjang sampai bawah lutut, tas ransel, sepatu kets dan sebuah kamera XLR di tangan. Dengan gagahnya berhasil menggapai payungku yang berputar-putar.

Dan saya yang masih terpana (bukan kepada pemuda itu Lohh*, tapi pada payungku =)) Segera tersadar dan menghampiri sang pemuda.

Sambil sedikit membungkukan badan ala orang Jepang,  saya mengucap terimaksih.

“Iya, sama-sama” jawab pemuda itu dengan senyum  seraya memberikan payung abu-abu itu kepada saya.

Re..memory…

Dalam hati saya berkata :

 

“Aduh kak, saya belom sempat tahu namamu “ *halah ;D



—————————————————————————————————————————————————

Masih seputar hujan, setelah melewat perempatan UPN ring road, tiba-tiba hujan cukup deras turun, memaksa kami (saya dan seorang teman) yang sedang mengendari motor untuk berteduh. Di bawah sebuah pohon yang tidak terlalu rindang disampingnya ada sebuah gerobak tambal Ban, seorang laki-laki dengan semangatnya mempersilakan saya untuk berteduh .

“Mari sini-sini mbak, nanti kehujanan loh, bisa sakit !!! ” kata laki-laki itu

Saya pun membalas dengan senyuman dan jawaban “ iya Pak, terimakasih, terimakasih” sambil meneduhkan badan di bawah terpal biru yang tidak terlalu kokoh, sembari menunggu teman saya mengeluarkan rain coat dari dasbor motor.

Di dalam gerobak ternyata ada seorang ibu-ibu, nampaknya seorang ibu muda dengan seorang bayi ada disampingnya, tidak mau kalah dengan laki-laki tadi (sang suami sepertinya), dia juga dengan sangat ramah mempersilahkan saya untuk berteduh.

Ternyata temanku hanya membawa sebuah mantel baju yang hanya bisa di pakai oleh seorang saja. Dan tak disangka laki-laki tadi menawarkan sebuah mantel biru kepada saya, sembari berkata

“dipake aja mbak…udah gapapa, daripada kehujanan, nanti sakit”

“Saya IKHLAS koq, udah dibawa aja”

Blarrrrrrrrrrrrrr, kaget tak karuan, baru sekian menit kami bertemu bahkan kami pun tidak saling mengenal, tapi laki-laki ini begitu tulus memberikan apa yang dimilkinya pada saya.

Sekilas nampak dari penampilannya bahwa keluarga kecil ini berasal ekonomi bawah. Walaupun miskin tapi mereka memilki hati yang kaya…

Dalam hati saya berkata,

“Saya iri !!! Kalian adalah Keluarga di Dunia dan InshaAlloh Keluarga di Syurga “

-to be continue-